SHIN-HAE’S POV

Teriakan suara anak-anak kecil yang bermain di taman kecil ditengah kota ini memang adalah nuansa sehari-hari yang aku dapatkan. Datang ke taman bermain ini adalah rutinitas ku setiap hari. Hanya sekedar duduk bersantai disini, atau sejenak melepaskan penat yang kurasakan akibat pelajaran yang kudapati tiap harinya. Datang ketempat yang sama, kembali kerumah yang sama, bertemu dengan orang yang sama pula. Sangat monoton kan ?

sebenarnya hari ini aku ada les, tapi aku tetap menyempatkan untuk datang ke taman ini.

entahlah, aku merasa nyaman jika berada ditaman ini, aku seperti berada dirumah, nuansa disini sangat hangat walaupun di musim dingin sekalipun.

Namaku Shin-Hae, gadis biasa yang bersekolah di Universitas swasta yang cukup terkenal di Korea Selatan. Aku lahir pada 18 juli 1992, berarti umurku baru 19th sekarang.

Aku seorang yeoja yang mabuk!

Mabuk karna semua hal yang berbau drama-drama korea.

Aku selalu terobsesi untuk bisa hidup seperti yang kulihat di drama itu.

Bahkan aku nekat untuk memikirkan akan merubah gaya hidupku menjadi sama persis dengan artis idola ku.

Apa kau pernah terbayangkan bagaimana hidupmu kelak jika ada seorang pangeran tampan berkuda putih yang tiba-tiba muncul di kehidupanmu dan merubah semuanya ?

Jika kau menanyakan padaku, jawabannya adalah ‘IYA’. Aku adalah seorang yeoja penggemar drama-drama korea. Kau ingin bertanya soal drama korea mana yang kau mau ? aku akan menjawabnya dengan lancar. Tapi jangan tanyakan masalah pelajaran padaku, aku tidak cukup pintar dalam masalah itu.

Aku selalu membayangkan bagaimana jika seorang namja kaya raya yang mempunyai cabang perusahaan dimana-mana, mengemis cinta dariku. Seperti yang selalu ku tonton di drama-drama korea. Bisakah itu menjadi kenyataan didalam hidupku ?

Ddrrtt..

Ddrrtt..

Ponselku!

“yeobseyo” dengan nada sedikit kesal aku menjawabnya. Merusak imajinasiku saja!!

“yaa!! Dimana kau ?” suara cempreng itu benar-benar membuatku muak!! Kenapa harus suara dia yang kudengar saat ini, aish!!

“waeyo!!” aku sedikit mendekatkan mulutku ke arah speaker handphone ku, berharap dia disebrang sana segera menjauhkan telinga nya dari benda elektroniknya.

“ish kau ini!! Dimana kau ? jangan bilang kau di taman itu lagi” setelah mendengar kata-kata temanku itu, sontak aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling taman ini, tahu dari mana dia aku berada disini.

“tau dari mana kau ?”

“jadi benar kau ke taman itu lagi ? aigooo~ aku benar-benar penasaran, sebenarnya ada apa sih di taman itu hingga kau hampir setiap hari mendatangi tempat itu. Apa kau berniat mati ditempat itu juga ?”

“Yoona-ah, Park Yoona. Apa kau ingin mati duluan ditaman ini dengan tanganku sendiri yang membunuhmu. Cepat katakan untuk apa kau menelpon ku!” sepertinya Yoona sedikit merinding mendengar kata-kata ku tadi, buktinya dia sempat terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya.

“aish!! Kau membuatku takut!! Araseo araseo. Yaa!! Apa kau lupa hari ini kita ada les matematika ?”

Mendengar kata-katanya aku sontak berdiri dari bangku taman yang sedari tadi ku duduki dan melihat jam yang sedang melingkar  ditangan kiriku.

“YAK! Kenapa kau tidak langsung saja pada inti pembicaraan mu hah!” ku tutup flip handphone ku dengan sedikit membantingnya lalu memasukan ke kantong celana jeans yang sedang kupakai dengan sempurna, tanpa menunggu apa-apa lagi aku segera  berlari menuju tempat les yang memang tidak terlalu jauh dari taman ini.

 ******

AUTHOR’S POV

Dengan tergesa-gesa Shin-Hae berlari menyelusuri gedung-gedung bertingkat tinggi yang menjadi pemandangannya saat ini dengan lihai nya, sedikit susah menerjang kerumunan orang-orang yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sesekali pundaknya beradu dengan pundak orang lain ketika menyelusup kedalam kerumunan manusia-manusi tinggi ini, karna tubuhnya termasuk dalam kategori ‘mungil’.

2 blok lagi Shin-Hae sampai ditempat les nya. Gedung nya sudah terlihat, semoga aku tidak terlambat, batinnya. Shin-Hae  terus-terusan bergumam disepanjang jalan, mengeluarkan sumpah serapah nya untuk sahabatnya yang sudah berteman dengan nya selama 4th itu, Park Yoona. Seandainya saja dia berbicara langsung ke intinya, tidak akan aku bersusah payah berlari ke tempat les ku, batinnya lagi.

Brukk

Saat  melewati sebuah caffe tiba-tiba Shin-Hae bertabrakan dengan seseorang , tubuh Shin-Hae terhempas ke lantai. Sangkingkan sakitnya, dia terus mengerang kesakitan sambil memegang bagian tubuh yang dirasakan sakit.

“yaa!! Apa kau tidak melihat aku sedang berlari huh!! Dimana matamu!”  sesaat setelah rasa sakitnya reda, Shin-Hae pun mulai mengeluarkan ucapan-ucapan mujarab yang membuat orang itu malu karna dilihat banyak orang di sekitarnya. Tapi, kejadian itu justru berbalik ketika orang yang ditabraknya tadi mengeluarkan kata-kata yang tidak jauh berbeda dari Shin-Hae.

“seharusnya kau yang lihat-lihat saat berjalan!! Ini bukan untuk berlari. Ini area untuk berjalan. Dan apa kau tidak sadar, siapa yang menabrak siapa huh! Aku baru keluar dari caffe ini, tiba-tiba ada yeoja tengik yang menabrakku! Kau lihat jas ku jadi basah karna coffee yang baru ku beli ini tumpah ke jas ku. Kau harus bertanggung jawab untuk coffee dan juga jas ku!!”

Shin-Hae hanya bisa melongo ketika sadar yang baru ditabraknya tadi adalah namja. Shin-Hae melongo bukan karna kata-kata namja itu, tetapi karna wajah namja itu.

Jika ada malaikat, bukan disini tempatnya. Tapi apa yang ku lihat ini nyata, apa tempat bersemayam nya para malaikat sudah berubah menjadi di bumi ?

Shin-Hae benar-benar seperti tersihir setelah melihat wajah namja itu. Yang tadinya sumpah serapah yang sudah siap meluncur dari lidahnya tiba-tiba terkunci didalam sana. Seakan tidak ada alasannya untuk memaki namja tampan ini, Shin-Hae seperti  sudah melupakan semuanya. Bahkan makian nya tadi terdengar sangat merdu ditelinganya.

Namja yang ditabrak Shin-Hae tadi memandang Shin-Hae dengan tatapan bingung  saat Shin-Hae menatap wajahnya tanpa berkedip sekalipun. Bahkan Shin-Hae memandangnnya dengan mulut yang sedikit menganga, membuat Shin-Hae tampak bodoh dihadapan namja ini.

“dasar yeoja aneh!!” gumam nya lalu dia pergi meninggalkan Shin-Hae yang masih terduduk disana. Namun sedetik sebelum namja itu melangkah meninggalkannya Shin-Hae memanggilnya kembali

“ibayo!!” ucap Shin-Hae tegas yang membuat namja itiu menoleh kearah Shin-Hae lagi.

“igo, igo, igo” Shin-Hae menunjuk kearah lututnya, siku tangannya, dan juga pergelangan tangannya yang terluka akibat hempasan yang cukup kuat tadi.

“aku ingin kau ganti rugi!! Belikan aku obat!!”

******

KYUHYUN’S POV

Tidak percaya dengan apa yang baru saja ku alami, ada seorang yeoja yang menabrak ku lalu tiba-tiba yeoja itu memaki ku habis-habisan di depan umum dan sekarang dia malah meminta pertanggung jawaban atas kejadian yang sama skali bukan salahku. Aish!! Apa ini hari sial ku ?

Hei .. apa dia lupa kalau dia juga menumpahkan coffee ke atas jas ku. Benar-benar yeoja aneh.

“yaa! Yeoja-ah, apa kau tidak lihat ini ?” sindirku sambil menunjuk jas ku yang berwarna Grey, skarang tiba-tiba setengahnya sudah berubah menjadi warna kecokelatan.

“kau juga harus  bertanggung jawab untuk ini! Kau harus membelikan jas yang sama persis dengan ini. Kau tau, aku baru saja membeli jas ini langsung dari Paris, dan kau dengan gampangnya mengotorinya” lanjutku yang membuat yeoja itu membulatkan mata nya sempurna.

Tidak jelek, cukup cantik. Dia manis menurutku, tapi dari dandanan nya dia terlihat sedikit tomboy. Yahh lihat saja pakaiannya. Kaus kebesaran berwarna putih dipadukan dengan celana Jeans yang melekat sempurna membentuk lekukan-lekukan ditempat semestinya. Tas nya berwarna cream dan juga topi dan kacamata hitam ‘yang sebenarnya tidak pantas dipakai saat berjalan kaki’ tapi itu malah membuatnya tampak special.

Ahh!! Bicara apa aku ini, Cho Kyuhyun, fokus!! Tidak mungkin kan kau tergoda dengan gadis biasa seperti dia.

Terlihat wajah yeoja itu sedikit berubah setelah aku meminta ganti rugi padanya, apa dia takut ?

Haha, memang itu yang harus dia rasakan, salah besar jika ingin bermain-main dengan evil sepertiku ini.

“baiklah, aku akan melupakan masalah kita. Annyeong” dia berjalan seperti tanpa dos meninggalkanku.

Jadi ingin kabur begitu saja huh ?

Jangan harap kau pernah terlepas dari ancamanku!

Ciihh! Apa yang barusan dia katakan ? ‘melupakan masalah kita’

Tidak semudah itu Nona ..

Tapi melihat caranya berjalan yang sedikit aneh, ku fikir dia benar-benar terluka. Ku lihat celana yang dipakainya sedikit kotor dan juga sedikit robek karna mungkin dia terhempas terlalu kencang.

“apa kau punya obat luka ?” pandanganku beralih ke arah seorang namja yang sedang berdiri tegap di samping mobilku, dia assisten pribadiku.

“sepertinya aku punya, tunggu sebentar”

Entah setan apa yang merasuki ku.

Aku ingin memberikan obat pada gadis itu ?

Hanya sebatas kepedulian mungkin.

Tak lama Yonghwa hyung menyodorkan bungkusan obat yang dia ambil dari dalam mobil tadi. Lalu pandanganku beralih lagi ke arah yeoja itu. Sosok nya belum hilang dari jarak pandangku, dan itu membuat ku dengan mudah mengejarnya kembali.

******

SHIN-HAE’S POV

Aish! Aku benar-benar terluka, aku jadi tidak bisa berlari lagi. Aku benar-benar telat sekarang, semoga Junsu sajangnim tidak memarahiku karna terlambat.

Ah, padahal hanya terjatuh seperti tadi tapi kenapa rasanya nyeri sekali sih, apa tulangku bergeser ?

Ah paboya! Mana mungkin sampai separah itu.

Jika di dalam drama, saat seorang yeoja terluka lalu pergi begitu saja, pasti ada seorang namja yang mengejarnya lalu tiba-tiba menghentikan langkahnya dengan cara menahan tangannya lalu membalikkan badannya. Dan saat itulah si namja mengatakan kata-kata ajaib yang selalu membuat yeoja manapun luluh ‘mianhae’

Saat sedang asik menghayal tiba-tiba aku merasakan tanganku di tarik oleh seseorang dari belakang, dan membuat langkah ku terhenti. Saat aku membalikan tubuhku, aku mendapatinya lagi, namja itu. Jelmaan malaikat yang ku tabrak tadi. Untuk apa dia mengejarku

“ini, pertanggung jawabanku” dia menyodorkan bungkusan obat padaku, lalu dia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan dompet hitamnya dan mengambil sesuatu disana

“ini kartu namaku, aku akan tetap meminta pertanggung jawabanmu atas jas ku, aku sudah memberikan mu obat, jika dalam waktu 2 hari kau tidak menemuiku atau tidak menghubungiku. Maka kita akan bertemu di pengadilan” jelas nya panjang lebar

Dia bilang apa ? pengadilan ?

“MWO ?! Pengadilan ? yaa! Masalah kita hanya terpaut pada jas dan obat luka, kenapa harus sampai ke pengadilan!” teriakku yang membuat namja itu menutup matanya, mungkin karna suaraku yang memekakan telinganya.

“terserah. Itu adalah pilihan terakhir, kau ingat ? aku memberikan waktu padamu dalam 2 hari, jika kau tidak muncul juga, kita bertemu di pengadilan” namja itu berbalik dan melangkah pergi meninggalkanku begitu saja.

Pengadilan ?

Memangnya masalah kita separah itu ?

Namja gila!

Menyesal aku pernah memujanya dalam hati!

Pria macam apa dia itu!

Michyeoseo!

Aku baru ingat sesuatu, Bagaimana dia bisa menarikku ke pengadilan, sementara identitasku saja dia tidak tahu, haha sungguh lucu. Dasar namja pabo!

Aku belum berniat untuk bergerak membalikkan tubuhku sampai akhirnya aku melihat namja itu berbalik dan mendekatiku lagi.

Seakan dia mendengar ucapanku tadi, itu membuat ku sedikit merinding karna lagi-lagi dia memasang tampang yang sangat menyeramkan.

“jangan fikir aku benar-benar melepaskanmu” dia mengacungkan benda yang sangat  familliar dipandanganku. Benda berwarna hitam milikku, benda keramatku.

“DOMPETKU” teriakku dengan mata melebar sempurna saat mengetahui benda itu berada di tangannya.

Bagaimana bisa dompetku ada padanya ?

Apa terjatuh saat  aku bertabrakan dengannya tadi ?

Aish! Tamatlah riwayatku

“kembalikan dompetku! Dasar kau pencuri”

“aku juga tidak membutuhkan benda ini”

Dia terlihat membuka dompetku dan mengambil sesuatu disana. Bukan uang tentunya. Uangnya pasti lebih banyak dari milikku.

“ini aku tahan, sebagai bukti” dia mengeluarkan kartu tanda pengenal ku dan mengambilnya.

“sampai jumpa di pengadilan”

“YAAA!!”

******

AUTHOR’S POV

Bolak-balik Yoona berjalan didepan taman bermain ditengah kota yang sering di datangi sahabatnya itu. Kalau Yoona berada disini, pasti ada hubungannya dengan Shin-Hae.

Shin-Hae akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti les hari ini. Tadi saat les sudah di mulai, tiba-tiba Shin-Hae mengirimkan pesan singkat pada Yoona

To : Yoona

“Yoona-ah, aku tidak ikut les hari ini, mungkin besok juga. Sampaikan salam ku pada Junsu sajangnim”

To : Shin-Hae

“yaa! Kau dimana huh, apa kau kembali ke taman itu lagi ? katakan padaku apa yang membuatmu membolos hari ini”

To : Yoona

“aku ada dirumah, aku sedang tidak enak badan”

To : Shin-Hae

“jinchayo ? kalau begitu aku akan kerumah mu setelah sehabis les”

To : Yoona

“kalau begitu, temui aku di taman saja”

Shin-Hae benar-benar membuat temannya ini khawatir. Tidak pernah dia membolos ketika ada les, karna yang mengajar adalah Junsu sajangnim.

Shin-Hae sangat menyukai Junsu sajangnim. Bahkan dia pernah menangis seharian karna mengetahui kalau Junsu sajangnim sudah mempunyai tunangan.

Tapi bukan Shin-Hae namanya jika menyerah begitu saja. Dia tetap menyukai Junsu sajangnim dengan perasaan yang sama, tidak berubah sedikitpun walaupun telah mengetahui Junsu sajangnim telah mempunyai tunangan.

Egois ?

Itulah Shin-Hae, yeoja keras kepala!

Tapi disisi lain dia juga mempunyai sifat yang sangat berbanding terbalik dengan yang terlihat sekarang.

Kau akan merasa sangat bersyukur  jika kau telah menjadi sahabatnya.

Setidaknya kau tidak akan kesepian.

Dan satu hal yang pasti akan membuat kau tercengang.

Shin-Hae pintar skali dalam hal memasak. Bahkan sahabatnya sendiri Park Yoona sempat meragukan makanan yang dibuat oleh Shin-Hae. Tapi setelah menyicipinya Yoona benar-benar dibuat terperanah. Masakannya tidak jauh beda dengan yang dijual-jual di restoran.

******

Sudah hampir setengah jam Yoona menunggu Shin-Hae didepan taman. Namun belum ada tanda-tanda kemunculan Shin-Hae.

“aish! Darimana saja sih kau” teriak Yoona lega saat melihat temannya itu setengah berlari menghampirinya.

Tapi Yoona melihat ada yang berbeda dari cara Shin-Hae berjalan, kenapa dengan kaki nya ? apa dia terluka ?

“yaa, kaki mu kenapa ? kau terluka ?” belum sempat dijawab oleh Shin-Hae pertanyaan yang pertama, kini perntanyaan kedua sudah dilontarkan oleh Yoona, itulah mengapa Shin-Hae sedikit sebal dengan sahabat nya ini. Dia terlalu cerewet.

“Yoona-ah”  tiba-tiba Shin-Hae memeluk tubuh sahabatnya itu dengan isakan yang sangat kentara dibuaut-buat.

“ya ya ya! Kau kenapa ?” tetap dengan posisi memeluk tubuh Shin-Hae. Yoona sama skali tidak keberatan dengan pelukan Shin-Hae. Bahkan Yoona mengusap-usap pelan puncak kepala sahabatnya itu.

“aku mati, aku pasti mati!”

“sebenarnya ada apa ?”

Shin-Hae melonggarkan pelukannya hingga bisa melihat wajah Yoona walaupun dengan jarak yang sangat dekat.

 *****

“Cho Kyuhyun ? Cho’s Corp ?” Shin-Hae telah mengatakan semuanya pada sahabatnya ini, bahkan Shin-Hae juga menunjukkan kartu nama namja tadi yang kini sudah dalam genggaman Yoona.

“Shin-Hae~ah, kau dalam masalah besar! Apa kau tau siapa Cho Kyuhyun itu ?” Shin-Hae hanya bisa menganggukkan kepalanya lemas sebagai jawabannya.

“penerus tunggal Cho’s Corp, perusahaan industri ternama nomor satu di Korea Selatan, bahkan masuk dalam urutan 10 perusahaan berpengaruh di dunia”  jelas Shin-Hae lancar.

Dia baru saja googling mencari tahu siapa Cho Kyuhyun itu. Dan hasilnya benar-benar membuat Shin-Hae tercengan, merutuki dirinya sendiri habis-habisan. Bisa-bisanya dia memaki seorang penerus tunggal perusahaan ternama tiu di depan banyak orang.

******

CHO KYUHYUN’S POV

“sajangnim, apa sebaiknya kita tidak mencari sekretaris pengganti secepatnya ?” aku dan Yonghwa hyung sedang berjalan menuju ruanganku di lantai 5. Seakan tidak perduli, aku hanya memainkan handphone ku selama dia membicarakan masalah perusahaan. aku benar-benar lelah jika harus membicarakan masalah perusahaan lagi. ini waktu istirahat ku, dan aku tak ingin di ganggu dg masalah perusahaan sekalipun.

“apa kau sudah mengurus surat pengunduran diri nya ?” tetap dengan posisi memainkan handphone, tetapi aku selalu mendengarkan apa yang diucapkannya.

“ne, dia sudah memberikannya kemarin, jadi posisi itu kosong sekarang, mungkin untuk beberapa hari kedepan kau akan mengerjakan sesuatunya sendiri sajangnim,  karna perusahaan belum bisa menemukan sekretaris pengganti. Apa kau tidak keberatan ?”

“hmm, gwaencanha”

“ne ?” seakan tidak percaya dengan ucapan atasannya itu. Tidak biasa-biasanya sajangnim secuek itu, apalagi ini menyangkut masalah pekerjaannya.

“gwaen-can-ha” aku lebih mendetailkan lagi ucapanku saat Yonghwa hyung meminta aku mengulangi perkataanku tadi.

Kami kembali terhanyut oleh suasanan sunyi, dimana aku dan Yonghwa hyung sibuk dengan kegiatan masing-masing sampai akhirnya aku benar-benar telah sampai didepan ruanganku yang telah kutempati selama 5th ini.

“Hyung, kau bisa pergi. Aku ingin beristirahat diruanganku”

“ne, jika ada yang kau inginkan hubungi aku” aku hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

Sedetik setelah Yonghwa hyung pergi meninggalkanku, aku segera membuka pintu ruanganku.

Dan aku benar-benar terkejut melihat ada seorang yeoja yang sedang duduk di sofa sebelah meja kerjaku.

“yaa! Apa yang sedang kau lakukan diruanganku! Ini kantor bukan taman bermain”

Yeoja itu bangkit dari duduknya dengan memasang tampang ‘bengis’ nya lalu menddekatiku. Tunggu, sepertinya aku pernah bertemu dengannya.

“annyeonghaseyo Cho Kyuhyun sajangnim!” ucapnya dengan nada penuh penekanan di kata ‘sajangnim’.

Suaranya, seperti tidak asing di telingaku.

“ahh, sepertinya kau lupa denganku. Biar aku ingatkan kembali” dia melipat kedua tangannya di depan dada.

aku hanya terdiam melihat perlakuannya padaku. Yeoja macam apa dia! Cih, sungguh tidak tahu sopan santun. Apa dia tidak tau sedang berbicara dengan siapa dia sekarang.

“aku berlari, menabrakmu, coffee mu tumpah, jas mu kotor, kaki ku terluka, kartu identitasku, pengadilan!”

Ahh! Aku ingat, yeoja itu. Yeoja yang berhasil memancing emosiku saat pertama kali bertemu. Yeoja yang membuat jas kesayanganku kotor.

“ahh, ya aku ingat. Kau yeoja yang sudah berhasil membuat jas kesayanganku kotor”

“dan aku adalah namja pertama yang membuatku mati ketakutan karna ancamanmu! Kalau kau bukan penerus perusahaan ini, sudah ku habisi kau”

******

SHIN-HAE’S POV

Pura-pura lupa huh!

Seharusnya aku lupakan saja ancaman konyolnya itu. Toh dia juga lupa kalau bukan aku sendiri yang mengingatkannya, paboya!

“sekarang kembalikan kartu identitasku”

“belikan dulu aku jas, baru aku kembalikan”

Aku benar-benar melongo melihat tingkahnya, ku fikir dia benar-benar jelmaan malaikat! Tapi kenyataannya dia adalah setan!

“yaa! Jas itu hanya kotor karna coffee, dan kenapa aku harus menggantinya dengan yang baru. Apa kau tidak pernah mendengar jasa pencucian seperti laundry ?” ejekku tepat didepan wajahnya.

“andwae, aku ingin yang baru, kalau kau tidak mau yasudah, kau akan berurusan dengan pengacara ku” dengan santainya dia berjalan menuju sofa yang  tadi ku duduki dan menghempaskan tubuhnya nyaman disana, dia malah memainkan tangannya ke udara dengan menggumamkan sebuah nada. Kelakuanya itu malah membuatku makin kesal. Sebenarnya dia berusia berapa sih!

“arraseo arraseo! Katakan berapa yang harus ku bayar ?” akhirnya aku mengalah dengan setan tengik ini, tapi bukan berarti aku kalah. Kau akan terima balasannya Cho Kyuhyun!

“ $ 1.000.000”

“MWOYA ?!!”

hah! Dia benar-benar sudah gila, dia mengeluarkan uang sebegitu banyaknya hanya untuk sebuah jas. Apa dia terlalu punyai banyak uang.

“tidak mau ? Yasudah” dia beranjak bangkit dari duduknya dan melangkah menuju meja kerjanya dan mulai berkutat dengan setumpuk kertas yang sudah tersusun rapih diatas meja kerjannya.

Aigoo! Bagaimana ini, aku tidak mempunyai uang sebanyak itu. Aku harus membayarnya dengan apa?

Kulihat dia sedang sibuk dengan kegiatannya memandangi kertas-kertas itu, saat itulah aku mengambil handphone ku dan mengetikkan sesuatu disana

To : Yoona

“Yoona~ah, si sajangnim itu meminta ku mengganti jas nya dengan harga $ 1.000.000, eottoke ? “

Tidak perlu lama menunggu balasan dari sahabatku itu, handphone ku bergetar memberi tanda ada pesan masuk.

From : Yoona

“MWO ? Michyeoseo! Kau tau kan itu bukan jumlah yang sedikit. Aku tidak mempunyai uang sebanyak itu Hae-ah, aku tidak bisa membantu mu untuk kali ini”

Aku semakin lemas setelah membaca pesan dari sahabatku itu. Aku harus meminta bantuan pada siapa ?

Eomma~~~ tolong anakmu ini ….

Nekat aku mendekati Kyuhyun yang masih saja berkutat dengan kertas-kertas yang menyita perhatiannya itu. Perlahan tapi pasti, dan karna merasa curiga Kyuhyun menoleh kearah ku dengan pandangan yang aneh.

“apa tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah kita ? jujur saja, aku tidak mempunyai uang sebanyak itu, dan asal kau tau aku hanya seorang Mahasiswi, apa kau fikir uang saku seorang Mahasiswi itu melebihi gaji karyawan-karyawan mu disini. Kita damai saja ya sajangnim ?”

Ucapku memelas, tapi dia malah sibuk mencoret-coret kertas yang sedari tadi dipandanginya, sebenarnya dia mendengarkan ku atau tidak sih!

“yaa!! Kau dengar atau tidak huh!” bentakku yang sontak membuatnya memandangku dengan tatapan membunuh.

Seakan tersihir oleh kata-kataku, dia sepertinya mulai menimbang-nimbang ucapanku tadi. Ahh semoga saja dia mau membatalkan rencana nya untuk meminta jas baru dengan harga yang sangat tinggi itu.

Tuhan jika kau bisa merubah fikirannya, aku berjanji aku akan rajin ke gereja mulai saat ini. aku akan menjadi anak yang lebih berbakti lagi. aku tidak akan malas-malasan lagi untuk kuliah, dan aku juga akan mengurangi jatahku bermain game walaupun itu sangat sulit ya Tuhan.

“kalau begitu, bayar dengan tubuhmu”

“MWORAGO!!”

 TBC~

Haha akhirnya tbc jugaaa

Cape banget nulis ff ini *padahal dikit*

Aku minta comment nya yaaa~

Pasti gada yang comment deh, soalnya wp ini baru aku buat beberapa hari yang lalu.

Dan dengan nekatnya aku langsung nge’post ckck parahhh!

Pokonya buat yang udah mampir di ff ini, minta sumbangan kata-katanya yaa

Sepatah dua patah kata bisa kali *ditabok readers*

Udah ddeh segini aja ngoceh-ngocehnya.

            Inget ya yang udah mampir jangan lupa RCL (Read, Comment, Like)

Gamsahamnida~