Image

Ruangan gelap, music berderu dengan kencang, penuh asap rokok, dan bau alkohol. Tempat ini sangat ramai meskipun waktu sudah hampir menunjukkan pukul 03.00 pagi. Tempat ini dipenuhi dengan beragam macam manusia didalamnya. Beberapa pria terlihat berjalan gontai mencari sebuah pintu yang bertuliskan Toilet agar dapat memuntahkan sesuatu yang sudah tersangkut diujung kerongkongannya. Seorang wanita dengan pakaian super minim yang sangat tidak bisa dideskripsikan bagian mananya yang tertutup sedang bergerak lincah dengan liuk-liuk yang sangat bersemangat dilantai dansa dengan pria pengganggu berdiri disebelahnya yang sedang asik meraba tubuh gadis itu yang tak terbalut pakaian

Seluruh meja hampir terisi penuh dengan kalangan pria-pria muda yang sedang menikmati kebahagiaan mereka dengan beberapa gadis yang mengelilinginya. Gadis ? apakah mereka bisa disebut sebagai gadis ? pakaian mereka benar-benar tidak bisa dicerna dengan pikiran akal sehat. Designer bodoh mana yang menciptakan Mini Dress dengan belahan dimana-mana seperti itu, tolol!

Lupakan soal Dress

Hampir 80% wanita yang sedang duduk dikelilingi beberapa pria disetiap meja adalah sama. Pelacur kelas satu. Dengan gaun yang sangat mewah milik Louis Vuitton, make up termahal yang pernah diciptakan Dior, wangi parfume milik Clive Christian yang memabukkan, hand bag dan High Heels dengan harga jutaan dollar milik Calvin&Klein. Tetap saja, harga diri mereka terlalu murah untuk dijual pada keparat-keparat yang tengah menikmati minuman kuning pucat brengsek yang akan menghilangkan kesadaran siapapun jika terlalu banyak menenggaknya

Dipertengahan ruangan, dimeja khusus tamu VIP selalu diisi dengan orang yang sama setiap malamnya. 3 pria tampan dan paling kaya raya yang pernah ada di Seoul. Lupakan soal pendeskripsian pria itu seperti berkepala botak milik profesor atau lelaki tua bangka yang tidak ingin enyah dari jabatan menggiurkan yang menghasilkan puluhan juta dollar setiap bulannya

Label Executive Muda seharusnya dipasangkan pada ke-tiga pewaris perusahaan appa mereka yang sebenarnya tidak diminati sama sekali. Wajah tampan, mempesona, elegan, dan kaya raya. Siapa yang tidak tergiur untuk menjadikan mereka sebagai pasangan hidup ? wanita tolol mana yang akan menyia-nyiakan posisi tersebut ? mereka pemain ? tentu saja! Mereka memiliki wanita yang berbeda setiap malamnya. Hanya untuk satu malam. Lalu setelah itu, mereka akan melempar tumpukan kertas dengan ukuran yang cukup kecil namun memanjang yang tertera angka 10.000.000 USD ditengah kertas tersebut

Jung Ill Woo. Nama pria yang sedang menyesap minuman berwarna kuning pucat itu perlahan hingga lama kelamaan habis.  Anak Tunggal yang dimiliki Tuan Jung ini adalah pewaris  Anak perusahaan Hyundai Motors, Hyundai Mobis menempati urutan kelima perusahaan termaju se-Korea Selatan dengan market cap sebesar 26,1 miliar dollar. Pria kelahiran 9 September 1987 ini masih sangat muda untuk menduduki jabatan sebagai Direktur di Hyundai Motors. Kalau saja kakeknya tidak dalam keadaan sedang sekarat, dia juga tidak akan pernah berniat menduduki kursi Direktur. Posisinya benar-benar membuat para kolega-kolega kakeknya gigit jari yang sudah berlomba untuk mendapatkan posisi tersebut. Tidak heran jika seluruh atasan disini meragukan kemampuan anak ini. namun dia telah menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan perusahaan dengan bukti belum lama kemarin Hyundai berhasil menggaet perusahaan sekelas dunia BMW sebagai rekan bisnisnya yang akan sangat menguntungkan bagi perusahaan Hyundai sendiri. Keburukan anak yang memiliki senyuman maut ini hanya selalu berganti-ganti wanita setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit

Yang selanjutnya adalah pria yang sedang memandangi wanita-wanita dilantai dansa tanpa penuh minat. Namanya No Min Woo. Pria kelahiran 29 Mei 1986 ini adalah Pewaris Shinhan Financial Group yang bergerak di sektor finansial, asuransi dan perbankan yang diantaranya memiliki beberapa bank terkemukan di Korea Selatan seperti Shinhan Bank dan Jeju Bank. Market cap yang dimiliki oleh Shinhan Financial Group sebesar 18,2 miliar dollar menjadikan perusahaan mereka menempati perusahaan termaju ke-9 di Korea Selatan. Tidak perlu menunggu kematian siapapun seperti Jung Ill Woo untuk mendapatkan posisi terbesar didalam perusahaan. Anak ini memang sudah dirancang appa nya sejak dulu untuk meneruskan perusahaan. Anak ini tidak menolak. dia memang tidak pernah membantah apa yang diucapkan appa nya. Hobby anak ini hanya terlalu mencintai Wine. Kehidupannya tidak pernah lepas dari alkohol. Tidak terlalu sering berganti-ganti wanita seperti Jung Ill Woo. Hanya jika sedang bosan dia baru meminta seorang wanita menemaninya semalaman suntuk

Ini dia yang terakhir dan yang utama. Pewaris Samsung Electronics, perusahaan terbesar nomor satu di Korea Selatan dengan market cap sebesar 165,2 miliar dollar. Pria ini bernama Cho Kyuhyun. pria yang pendiam, tidak terlalu banyak tersenyum, dan juga sifatnya terlalu dingin untuk didekati. lelaki kelahiran 3 Februari 1988 ini adalah yang termuda dari yang lain. Tapi jabatannya sudah bisa menyetarai mereka. Sama halnya dengan Min Woo, Kyuhyun tidak perlu menunggu kematian appa atau kakek nya. Dia hanya perlu menyetujui sebuah kontrak yang disodorkan appanya untuk menjadi direktur perusahaan tersebut. Dia tidak menolak bukan berarti dia senang menjalanan perusahaan. Dia tidak terlalu perduli dengan perusahaan. Namun berkat dirinyalah penghasilan perusahaan tersebut meningkat pesat dari tahun sebelumnya. tidak bisa disebut dengan ‘tidak perduli’ juga kan ? hobby nya hampir sama dengan Min Woo. Penggila berat Wine. Yang berbeda hanya dia tidak pernah terlihat bersama wanita manapun. Dia tidak begitu tertarik dengan wanita. Karna itu berita bahwa dia seorang Gay semakin gencar beredar

Dilain tempat. Terlihat seorang wanita sedang menikmati minumannya dimeja bar dengan kursi yang tingginya hampir menyamai meja. Gadis tersebut mungkin bisa disebut satu-satunya gadis yang berpakaian normal. Karna yang berada disini rata-rata pelacur kelas satu. Gadis ini memang tidak terlalu suka berdandan, tapi kecantikannya sudah cukup memukau. Namanya Kim Shin-Hae

Gadis kelahiran 18 Juli 1992 ini hanya gadis biasa, bukan seorang konglomerat seperti ketiga pria sinting yang sering mendatangi tempat ini setiap malamnya. Dia hanya seorang sekretaris. Sekretaris diperusahaan yang dijalankan Min Woo, ShinHan Financial Group. Itulah mengapa dia bisa berada dipub termahal yang dimiliki Korea Selatan. Pub ini memiliki harga paling minimum dari segala benda yang dijual dengan harga 1.000.000 Won. Ini pertama kalinya dia bertandang ketempat termahal seperti ini. jadi biarkan saja dia menjadi sedikit norak untuk ukuran seorang sekretaris perusahaan ternama di dunia dengan urutan ke-9, ShinHan Financial Group

“Shin-Hae~ssi” Shin-Hae menoleh kebelakang saat mendengar namanya disebut. Merasa sedikit pusing akibat alkohol yang sedang diminumnya. Pandangannya sedikit kabur, namun dia masih bisa melihat siapa yang memanggilnya. Min Woo Sajangnim

Berkali-kali bahunya tertabrak oleh bahu orang lain saat Shin-Hae berjalan menuju meja tempat dimana Sajangnimnya berada. Menghirup bau alkohol yang sangat menyakiti hidungnya saat beberapa kali orang yang ditabraknya mengeluarkan kosakata brengsek dengan berbagai variasi. Pelacur tolol!

“ne, Sajangnim” Shin-Hae mendudukkan tubuhnya tepat disebelah Min Woo, yang berarti juga bersebelahan dengan Direktur Samsung Corp, Cho Kyuhyun. membuat Shin-Hae menggeser tubuhnya mendekat kearah Min Woo. Bukan karna dirinya yang merasa tidak nyaman. Sebaliknya, dia takut pria itu yang merasa risih dengan kehadiran Shin-Hae

“wow wow .. kau mabuk, nona” ucap Ill Woo seraya mengelus puncak kepala gadis itu. kelakuan murahan Ill Woo sangat membuat Shin-Hae merasa jijik. Karna tidak hanya satu dua orang wanita yang telah dilakukan semanis itu. mungkin puluhan, atau ratusan ? palyboy cap teri itu hanya tersenyum manis saat Shin-Hae melempar tatapan tajam kearahnya dan mengenyahkan tangan kotor milik Ill Woo

“aku tidak akan mabuk hanya karna alkohol berkadar 0.5% seperti ini” Shin-Hae mengacungkan gelas yang berisi cairan berwarna kuning busuk miliknya. Min Woo merampas gelas tersebut lalu mencium aroma cairan itu dan meminumnya sedikit untuk memastikan apakah benar kadar alkohol yang diminumnya serendah itu. setelah mencicipinya, hasilnya salah besar. Justru itu alkohol dengan kadar tertinggi yang dimiliki pub ini

“kau yang tidak mengerti dengan masalah kadar alkohol. Siapa yang mengatakan ini dengan kadar alkohol rendah ? bartender ? tolol, kau ditipu! aku akan menegur bartender itu” Min Woo beringsek bangkit dari duduknya, membuat tubuh Shin-Hae terlempar ketubuh Kyuhyun – yang memang sedang duduk disebelahnya. Kyuhyun menangkap tubuh gadis itu dengan memegangi kedua bahu Shin-Hae

“tidak bisa minum, tapi kau berlagak peminum yang hebat” ucap Kyuhyun dengan nada rendah namun penuh penekanan disetiap ucapannya

Mungkin ini sebuah kenyataan paling tolol yang harus diberitahu sekarang juga. Mungkin jika media mengetahui hal ini, besok pagi majalah Times akan memasang wajah Kyuhyun sebagai cover utama dengan judul ‘Sang pewaris utama Samsung Electronics bukan Gay’. Kyuhyun menggilai wanita yang saat ini berada dalam pelukannya. Gadis yang baru saja datang kekehidupannya dan berhasil memporak-porandakan pikiran Kyuhyun hanya dengan satu nama. Kedengarannya gila, bukan ?

Shin-Hae sekretaris baru diperusahaan milik Min Woo, sebenarnya ini adalah kali kedua Shin-Hae dan Kyuhyun bertemu. dipertemuan pertamalah dia telah menetapkan bahwa Shin-Hae adalah wanita yang disukainya. Wanita yang harus dimilikinya. Jika dia tidak bisa mendapatkan Shin-Hae, itu berarti siapapun juga tidak akan bisa memilikinya. Shin-Hae miliknya. Dia menawan Shin-Hae mulai sekarang

Tidak, Shin-Hae tidak tau bahwa dirinya telah ditawan oleh seorang direktur muda yang tampan dan kaya raya yang kekayaannya tidak bisa dipikirkan dengan akal sehat dan logika. Posisinya sangat menggiurkan bukan ? posisi yang ingin dimiliki seluruh wanita dibelahan dunia manapun. Namun Shin-Hae terlalu tidak perduli dengan urusan percintaan. Ada sesuatu yang membuatnya membenci berhubungan dengan sebuah status

“perduli setan kau Cho Kyuhyun! bahkan kau tidak mengenalku sama sekali” Shin-Hae kembali berbisik pada Kyuhyun agar Jung Ill Woo yang masih berada didekat mereka berdua tidak mendengar peraduan mulut yang cukup sengit diantara mereka berdua

“kau mabuk”

“tidak!”

“ya, kau mabuk!” kali ini suara Kyuhyun terdengar sedikit meninggi saat Shin-Hae kembali melawan pria itu. pria itu benar-benar tidak ingin ucapannya dibantah. Oleh siapapun. Ill Woo yang menyadari ada aura tidak baik jika Kyuhyun sudah meninggikan suaranya, menarik Shin-Hae dari pelukan Kyuhyun

“jangan terlalu kasar pada wanita, bung” kini Shin-Hae jatuh kepelukan Jung Ill Woo. Mata gadis itu hampir tertutup karna semakin lama kesadarannya semakin hilang perlahan akibat alkohol brengsek yang telah diminumnya. Shin-Hae terlihat seperti wanita gampangan. Bergantian jatuh kedalam pelukan pria lain dalam jarak waktu yang cukup singkat. Seperti sedang terjadi tawar menawar untuk harga tertinggi antara Kyuhyun dan Ill Woo agar salah satu dari mereka bisa tidur bersama gadis itu

Seketika rahang Kyuhyun menegang melihat Jung Ill Woo, sahabatnya sendiri memeluk gadis yang telah dinobatkan menjadi tawanan hatinya. Jika dia tidak bisa menyentuhnya, maka orang lainpun tidak akan ada yang dia izinkan menyentuh tubuh gadis itu. apalagi si keparat Jung Ill Woo yang selalu mempermainkan wanita hanya dalam hitungan menit. Kyuhyun menatap marah Ill Woo lalu menghentakkan gelas berisi cairan keungu-unguan yang sedari tadi berada digenggamannya keatas meja hingga menimbulkan suara cukup nyaring

“terserah padamu saja” ucap Kyuhyun lalu bangkit dari duduknya pergi meninggalkan pub. Kyuhyun berjalan tergesa-gesa seperti sedang ada rentenir yang mengejarnya dari belakang akibat tidak membayar hutang selama bertahun-tahun. Kyuhyun membelokkan tubuhnya kearah parkiran dimana tempat Ferarri hitam miliknya terparkir. Kyuhyun menendang ban mobilnya sendiri untuk melampiaskan kekesalannya pada dirinya sendiri

******

Dengan langkah gontai Shin-Hae menelusuri lorong rumahnya sendiri menuju kamarnya. Kepalanya masih sedikit berputar akibat alkohol yang diminumnya tadi malam. Entah bagaimana caranya, setelah tersadar dia sedang berada dirumah bos nya. Min Woo mengizinkan Shin-Hae meliburkan diri karna kondisi tubuhnya yang sangat tidak untuk dipaksa bekerja

Sekarang pukul 06.35 pagi. Rumahnya maish terlihat sepi dan gelap, tentu saja. Dia berharap nyonya Lee tidak bangun dan merusuhi telinganya dengan kata-kata brengsek miliknya. Nyonya Lee Shinra adalah ibunya sendiri. Lee Shinra dan Kim Junho –ayah Shin-Hae, telah bercerai 2th yang lalu. Lee Shinra berselingkuh dengan pria lain yang sekarang menjadi ayah tirinya, Jung Kyuhwa. Hubungan tidak sehat itu membuat keduanya sering bertengkar lalu dengan keputusan akhir, Kim Junho menggugat cerai Lee Shinra

Kim Junho tidak berada di Seoul, dia lebih memilih tinggal di Jeju entah dengan alasan apa. Dengan terpaksa Shin-Hae tetap tinggal bersama Lee Shinra mengingat tempatnya bekerja masih didaerah Seoul. Jika tidak dia lebih memilih tinggal bersama Kim Junho ayahnya yang jauh lebih baik dari Nyonya Lee. Kisah percintaan yang rumit itu membuat Shin-Hae tumbuh menjadi wanita pembangkang, selalu melawan Nyonya Lee dan juga Tuan Jung. Pasangan brengsek yang selalu ingin dibencinya. Terutama tuan Jung. Perampas kebahagiaan orang lain

“dari mana kau” seketika lorong gelap tadi berubah menjadi sangat terang dan bermandikan cahaya. Lampu kristal yang tergantung tepat dibawah tubuh Shin-Hae menyorotkan cahaya paling terang yang membuat Shin-Hae menyipitkan matanya untuk menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya seterang itu

Oh sial, si brengsek itu sudah bangun. Rutuk Shin-Hae dalam hati

Shin-Hae menoleh dan mendapati Nyonya Lee sedang berdiri dibelakangnya dengan jubah tidur berwarna salem yang selalu dipakainya setiap malam. Tangannya terlipat didepan dada. Oh tidak lupa pengawal pribadinya ikut berdiri disampingnya. Tuan Jung

“bukan urusanmu” ucap Shin-Hae tidak perduli lalu lebih memilih kembali berjalan menuju kamarnya. Shin-Hae masih berjalan dengan gontai sambil memegangi dinding dilorong tersebut. Shin-Hae merutuki bartender keparat yang telah memberinya wine dengan kadar alkohol tertinggi tadi malam. Karna ulahnya, dia tidak bisa berjalan dengan normal, bahkan untuk berdiri dengan tegak pun sulit

“oh bagus, kau mabuk!” ocehan Nyonya Lee kembali terdengar ditelinganya. Membuat Shin-Hae kembali berbalik menatap wajah wanita yang sedang memperhatikan gerak-geriknya dari belakang

“bukan urusanmu, Nyonya Lee” ulang Shin-Hae, kali ini dengan penuh penekanan disetiap perkataannya

“panggil aku ibu! Aku ini ibumu”

Shin-Hae tersenyum miris lalu tak lama senyumannya berubah menjadi tawa. Membuat Lee Shinra mengernyit heran

“ibu ? apakah kau merasa pantas dipanggil ibu ? apa kau tidak punya cermin ? tolong bercermin sebentar”

Setelah menyelesaikan ucapannya dengan susah payah, Shin-Hae meraih kenop pintu kamarnya dan membanting pintu dengan kencang. Namun suara makian Nyonya Lee tetap terdengar dari dalam sana. Shin-Hae tidak perduli. Yang dicarinya sekarang adalah ranjang. Dia butuh tidur hari ini

******

Kediaman Jung Ill Woo terlihat ramai sekali pagi ini. tentu saja, hari ini sedang diadakan pesta besar-besaran untuk merayakan keberhasilan mereka menggaet perusahaan berkelas tingkat dunia, BMW. Namun, sang tokoh utama lebih memilih mengurung diri dikamar. Dia tidak terlalu bersemangat dengan pesta orang berdasi seperti itu

Namun, ada untungnya juga pesta itu diselenggarakan. Lima menit yang lalu dia bertemu dengan seorang gadis yang sepertinya menarik perhatiannya. Dan sekarang perkenalan singkat itu telah berakhir diranjang. Ill Woo sedang membelai bibir gadis itu dengan bibirnya. Pria brengsek itu selalu berhasil membuat wanita manapun setuju menaiki ranjangnya dengan pulang dalam keadaan wanita itu kehilangan keperawanannya. Namun gadis-gadis itu tidak pernah keberatan sama sekali

“Jung Ill Woo, buka pintunya” terdengar teriakan suara berat dari balik pintu kamarnya. Awalnya Ill Woo tidak memperdulikan teriakan itu, dia masih tenggelam dengan kegiatan mengasikan yang sedang dilakukan. Namun lama kelamaan dia mulai risih dengan suara tersebut

“tunggu sebentar” Ill Woo mengecup bibir gadis itu singkat, lalu membereskan jas dan kemejanya yang terlihat sedikit berantakan dan membuka pintu kamarnya

“oh, brengsek, kau menggangguku! Ada apa ?” dibalik pintu telah berdiri seorang Cho Kyuhyun dengan angkuhnya. Seharusnya Ill Woo tidak pernah membukakan pintu kamarnya. Dia pasti tau dengan kedatangan pria ini, wanita yang berada dikamarnya akan lebih terpesona melihat setan yang satu ini, dan berusaha menggaet Kyuhyun sebagai pasangan tidurnya selanjutnya

“wanita mana lagi kali ini ?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya setelah melihat kancing kemeja Ill Woo terbuka dibagian atas dan memperlihatkan garis-garis memanjang berwarna merah dilehernya

“rekan bisnisku. Sebenarnya ada apa kau datang sepagi ini kerumahku ?”

“apa Min Woo datang ?”

“tidak”

“Shin-Hae ?”

“oh, keparat kau. Kau menggangguku sepagi ini hanya untuk menanyakan Min Woo dan sekertarisnya ?”

“jawab saja”

“tidak, mereka tidak datang. Hanya kau satu-satunya Direktur perusahaan ternama kelas satu yang dengan sukarela mendatangi pesta kecil-kecilan milik perusahaan kelas lima”

“kau lupa aku menanam banyak saham diperusahaanmu. Yasudah, lanjutkan saja kegiatanmu. Apa wanita itu wanita yang sama dengan wanita yang tadi malam kau tiduri ?”

Dengan refleks Ill Woo menoleh kearah wanita yang sedang mengamati dirinya dan Kyuhyun berbicara dengan tatapan terkejut mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Ill Woo mendorong tubuh Kyuhyun yang sedang terkekeh menikmati kegiatan mengacau hidup sahabatnya

“keparat kau, Cho Kyuhyun!”

******

“dia tidak bekerja hari ini” Min Woo menyodorkan gelas kertas berisi kopi kearah Kyuhyun. Min Woo tersenyum melihat sahabatnya datang dengan jam yang tidak normal –untuk ukuran seorang Cho Kyuhyun- hanya untuk menanyai apakah sekretarisnya bekerja hari ini

Min Woo memandang Kyuhyun dengan tatapan mengejek, tapi yang ditatap terlalu bodoh, jadi tidak menyadari kalau Min Woo sebenarnya membutuhkan penjelasan untuk pertanyaan tentang sekretaris cantik yang baru saja didapatnya

“jadi .. apa aku bisa mendapat jawaban yang tepat untuk pertanyaanmu tadi ?” Min Woo bertanya dengan nada pasrah. Sahabatnya ini memiliki IQ yang cukup tinggi, tapi hanya karna urusan wanita dia bisa berubah menjadi setolol ini ? Tuhan benar-benar adil

“ani .. kau yang mengantarnya pulang kan semalam ?

Senyuman Min Woo kembali terkuar, kali ini menunjukkan deretan giginya yang rapi dan putih bersih

“tidak, dia tidur denganku tadi malam”

Setelah mendengar jawaban dari Min Woo, Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Min Woo dengan cepat. Secepat angin. Tangannya bergetar hebat, paru-parunya bekerja lebih keras memompa pasokan oksigen, namun gagal. Napas Kyuhyun tercekat. Jantungnya berdegup dengan kencang. Ini gila. Apa yang baru saja Min Woo katakan ?

“m .. mwo ?”

Awalnya Min Woo hanya tersenyum. Dia menahan tawa, namun gagal. Kini suara tawanya membahana diruang kerjanya yang terbilang cukup megah dan mewah ini. Min Woo memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tawa yang berlebih. Kyuhyun menatap Min Woo geram, dia menyesap kopinya hingga habis dalam satu tegukan

“kau terlalu gamblang untuk menyembunyikan perasaanmu terhadap sekretarisku yang cantik itu”

“brengsek kau! Jadi, kau tidak benar-benar menidurinya kan ?”

“aku tidak bilang menidurinya. Aku hanya bilang dia tidur denganku, dirumahku, namun dilain kamar”

Wajah Kyuhyun terlihat lebih rileks setelah mendapat jawaban dari No Min Woo

“aku jadi penasaran, bagaimana kalau Shin-Hae kuserahkan pada Ill Woo tadi malam. Kau kira, apa yang akan Ill Woo lakukan pada sekretarisku ?” Min Woo sekali lagi membuat kesabaran Kyuhyun berada dititik paling maksimal. Dia tidak ingin membayangkannya. Apalagi setelah tadi pagi dia bertandang kekediaman lelaki busuk itu, dan dia sedang bersama seorang wanita rekan bisnisnya. Lelaki itu benar-benar tidak pandang bulu untuk mencari korban

“aku berjanji aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri kalau dia berani menyentuh milikku”

“tapi sayangnya, dia bukan milikmu”

“aku akan melakukannya. Aku akan mendapatkannya. Lihat saja nanti”

******

Selalu seperti ini. No Min Woo, Jung Ill Woo, dan Cho Kyuhyun menghabiskan waktu malam mereka di pub yang sama dengan kemarin. hanya ini satu-satunya cara mereka menghabiskan waktu luang yang bisa mereka dapat. Mereka masih terlalu muda untuk menghabiskan waktu diperusahaan dengan tumpukan kertas yang harus ditanda tangani dan dipelajari untuk dipresentasikan besok pagi dihadapan seluruh karyawannya

Min Woo terjerumus dengan wine yang rasa dan wanginya sangat memabukkan, sedangkan Ill Woo sedang menikmati ‘hidangan’ yang tersaji disisi kanan-kiri tubuhnya. Kyuhyun sedang sibuk dengan ponselnya  yang sedari tadi berdering mengganggu hidupnya

“sudah ku katakan aku tidak akan membahas masalah apapun yang menyangkut pekerjaan diluar jamnya”

“ ………. ”

Kyuhyun mengernyit sebal lalu bangkit meninggalkan pub mencari tempat yang lebih tenang untuk mendengar ocehan asisstentnya yang sedang membicarakan masalah perusahaan mereka yang entah kenapa. Padahal sebelumnya keadaan perusahaan itu baik-baik saja

“Abeoji ? dia datang ?” Kyuhyun memperjelas ucapannya saat seseorang disebrang sana memberitahu bahwa appanya telah tiba di Korea, dan ingin segera menemui anaknya

“hmm, araseo” suara Kyuhyun terdengar pasrah. Dia menurunkan ponselnya dan memasukkan kedalam saku celananya. Saat Kyuhyun berbalik berniat kembali kedalam pub, matanya menangkap sesosok wanita yang baru saja turun dari mobil. Gadis itu

Kyuhyun sedikit berlari menghampiri gadis itu yang masih sibuk dengan kunci mobilnya. Setelah berada dihadapannya, sang gadis terkejut. Shin-Hae yang memang baru mengenal Kyuhyun menjadi sedikit sebal dengan kelakuan pria ini. memang tidak bisa dipungkiri kalau pria ini terlalu tampan untuk dilewatkan. Yaaaah, baiklah, pria itu memang tampan. Dia harus mengakui kenyataan menyebalkan yang satu itu. tapi kelakuan pria ini yang membuatnya tidak nyaman. Mungkin bisa dibilang sejenis .. stalker ?

“ada apa ?” suara Shin-Hae terdengar acuh

“hanya ingin mengajakmu berkencan” Kyuhyun mengangkat bahunya santai “mungkin besok, aku tidak bisa sekarang”

Shin-Hae melongo mendengar perkataan yang sangat gamblang dari bibir milik pewaris perusahaan ternama dan nomor satu di Korea Selatan. Shin-Hae tertawa renyah

“kau fikir aku sama dengan wanita yang setiap malam kau ajak tidur ? maaf, aku bukan pelacur”

“aku tidak menyamaimu dengan mereka. Dan untuk sekedar informasi, aku bukan pemain”

“ah, benar. Karna itu kau digosipkan gay, aku benarkan ? tapi Cho Kyuhyun Sajangnim, tolong beritahu dengan alasan apa aku harus menerimamu sebagai teman kencanku ?”

“karna aku menyukaimu”

Sekali lagi Shin-Hae tertawa. Kini kedua tangannya melipat didepan dada dan mengamati wajah Kyuhyun dengan seksama

“semudah itu kau mengatakan kau menyukai seseorang. Sudah berapa wanita yang menjadi korbanmu ?”

“sudah ku katakan, aku bukan….”

“ah ya, aku tau tidak usah dijelaskan. Jadi Cho Kyuhyun Sajangnim, tolong izinkan aku masuk. Aku ingin bertemu dengan bos ku”

Shin-Hae mencoba melewati Kyuhyun. dia berhasil melewatinya, namun baru beberapa langkah, tangannya kembali ditarik kebelakang. Kyuhyun mengurung tubuh gadis itu dengan tubuhnya. Belakang tubuh Shin-Hae menempel pada kap mobilnya sendiri, dan Kyuhyun menguncinya dari depan. Jarak yang mereka miliki cukup dekat, bahkan sangat dekat. Tangan Kyuhyun mengunci sisi kiri dan kanan tubuh Shin-Hae, Hidung mereka bahkan telah bersentuhan, jika Kyuhyun memajukan sedikit lagi wajahnya, bukan hanya hidung mereka, tapi bibir mereka juga akan bersentuhan

“aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku, Nona Shin” Kyuhyun sedikit memundurkan wajahnya dan mengamati penampilan gadis itu malam ini “dan, jangan pernah menunjukkan pesonamu pada siapapun” Kyuhyun mengumpulkan seluruh helai rambut Shin-Hae yang terurai dan menggenggamnya dengan satu tangan

“jangan uraikan rambutmu. Pesonamu terlalu mencolok, kuncir saja rambutmu seperti ini”

Shin-Hae menatap Kyuhyun dengan tatapan melongo parah. Masih sibuk mencerna setiap perkataan yang Kyuhyun ucapkan. Kyuhyun terkekeh geli melihat semburat warna merah mulai timbul dikedua pipinya. Kyuhyun kembali memajukan wajahnya, dan kini dia benar-benar menyentuhkan bibirnya disudut kanan bibir gadis itu dan mengucapkan sesuatu disana tanpa melepas kecupannya

“mulai sekarang aku menawanmu, nona Shin. Tidak perduli bagaimana caranya, aku akan memilikimu. Aku bersumpah”

TBC