SHIN-HAE’S POV

otak mesum !

pria brengsek!

Bajingan!

Aku terus saja menggerutu selama perjalanan menuju halte yang berada tepat didepan gedung tempat ku bekerja.

Apa dia tidak tahu kalau itu ciuman pertamaku!

Aish!! Aku mengacak-acak rambutku gusar, berusaha mati-matian menahan air mata yang telah mendesak untuk keluar.

Aku sudah bersumpah pada diriku sendiri, bahwa lelaki yang ku izinkan mencium ku hanya appa dan suami ku nantinya. Tapi Kyuhyun telah merebut semuanya. Dia mengahancurkan segalanya!

“Cho Kyuhyun! Berani-berani nya kau menyentuhku” gumamku pelan dan akhirnya cairan bening itu meluncur sempurna di kedua sisi pipiku. Tidak peduli dengan beberapa orang yang berada di halte ini melihat ku menangis dan menjadikanku pusat perhatian mereka yang difikirnya menarik.

 

******

Cho’s Corp, Seoul

CHO KYUHYUN’S POV

 

Aku masih berada dikantorku, masih berdiri ditempat semula dimana aku telah melakukan hal yang sudah sangat keterlaluan menurutku. Aku masih terdiam terpaku setelah mengetahui apa yang telah ku lakukan pada yeoja itu.

Aku sama skali tidak memikirkan  Park Yoojin, wanita yang sudah ku anggap sebagai mantan kekasihku. Dia sudah tidak ku anggap ada. Yang ada di fikiranku hanya Shin-Hae. sebelum dia pergi berlari meninggalkanku, kulihat dimatanya sudah menggenang air mata yang sudah siap untuk keluar saat itu juga. Itu yang membuatku sakit. Entah perasaan apa yang sedang ku alami sekarang. Tapi rasanya lebih menyakitkan melihat Shin-Hae menangis dari pada Yoojin.

Aku mulai tersadar dari keterpanahan ku, haruskah aku meminta maaf ?

Aku mengambil jas yang tergantung rapih ditempatnya disebelah meja kerjaku lalu berlari keluar gedung ini. Dia pasti sedang menunggu bus dihalte dekat sini.

Baru kali ini aku merasakan kecemasan yang luar biasa, padahal aku hanya menciumnya. Setiap gadis yang mendapatkan itu dari bibirku pasti tidak akan segan-segan untuk membalasnya. Tapi kenapa berbeda dengan gadis itu. Dia malah hampir menangis saat aku telah melakukannya. Aku benar-benar merasa bersalah.

Aku mengehembuskan nafas lega setelah melihat siluetnya dihalte yang terbilang cukup sepi itu, degupan jantungku terasa lebih kencang dari sebelumnya. Kenapa ini, padahal aku hanya akan menghadapi seorang gadis yang baru menjadi sekretaris ku dan mengucapkan beberapa kata yang seharusnya memang aku ucapkan dan setelah itu aku bisa pergi dengan tenang. Oke Cho Kyuhyun hadapi semuanya dengan cool.

 

“hmm, Shin-Hae~ssi” sesaat setelah mendengar suaraku dia menoleh kearahku dengan wajah yang cukup sembab. Hey, apa seburuk itukah ciumanku sampai dia menangis sejadi-jadinya seperti itu. Dia tidak lama menatapku dia memalingkan wajahnya lagi, bahkan berniat untuk pergi meninggalkanku, tapi dengan sigap ku tahan tangannya

“dengarkan aku dulu, aku .. aku ingin minta maaf, jeongal mianhae”

******

 

SHIN-HAE’S POV

Entah sudah berapa lama aku disini, saat aku melihat sekelilingku ternyata sudah tidak ada siapapun lagi disini, aku benar-benar belum berniat untuk pergi dari tempat ini. Ditambah lagi mataku sedikit membengkak akibat tangisanku, aku harus bilang apa pada eomma kalau eomma bertanya ada apa dengan mataku. Aku belum ingin pulang.

Aku mengeluarkan benda elektronik kecil berwarna putih yang kumiliki lalu mengetikkan sesuatu disana

To : Yoona

“Yoona-ah, aku ingin berhenti saja”

Message sent. Seperti biasa, hanya Yoona yang akan memberikan solusi terbaik disaat seperti ini, walaupun kadang jawabannya membuatku kesal

Ddrrtt .. Ddrrtt ..  1 message received

From : Yoona

“waeyo ? kau lupa dengan pengadilan huh, dan lagi ini kan hari pertamamu bekerja”

See ? jawabannya kadang ingin membuatku memukul kepalanya sekencang-kencangnya.

To : Yoona

“lebih baik aku mendekam di penjara selama bertahun-tahun dari pada aku harus terus bersama dengan lelaki mesum itu!!”

Message sent.

Setelah mengetikkan kata-kata ‘mesum’ refleks aku menyentuh bibirku yang masih sangat terasa bekas kecupan lembut bibirnya. Lembut ? aish! Apa yang sedang ku fikirkan!

Ddrrtt .. Ddrrtt .. 1 message received

 

From : Yoona

“lelaki mesum ? Kyuhyun maksudmu ? sebenarnya ada apa huh ? apa terjadi sesuatu ? ayo ceritakan semuanya padaku”

Aku tidak bisa menceritakan semuanya sekarang. Mian Yoona-ah, pasti akan kuceritakan tapi tidak sekarang. Aku tidak berniat membalas pesan dari Yoona, itu hanya akan membuat tambah kacau jika dia tahu segalanya. Ku lempar sembarang benda kecil itu kedalam tasku, dan sebelumnya benda itu sudah ku matikan total

“hmm, Shin-Hae~ssi” tiba-tiba ada suara pria, aku menoleh dan yang kudapati adalah sesosok namja yang masih menggunakan setelan jas lengkap. Terlihat dia sedikit terengah-engah mengatur nafasnya. Tidak perduli , aku langsung memalingkan wajahku lagi dan bersiap untuk pergi meninggalkannya yang sudah duduk disebelahku walaupun belum ada bus yang terlihat mendekat ke halte ini. Tapi tak kalah cepat dengan gerakanku, tangan pria itu sudah menahan tanganku.

“dengarkan aku dulu, aku .. aku ingin minta maaf, jeongmal mianhae” aku terpana mendengar apa yang diucapkannya barusan, dia meminta maaf ?

“dia .. dia mantan kekasihku, kau tahu ? aku hanya ingin dia pergi dan tidak muncul lagi dihadapanku” jelasnya yang membuatku kembali duduk ditempat sebelumnya, mendengarkan kisah masa lalunya yang sebenarnya tidak ingin kudengar.

“dengan cara memanfaatkanku ?”

“bukan seperti itu maksudku, aku juga tidak sengaja melakukan itu, aku hanya mencari objek terdekat” nada bicaranya mulai menyebalkan lagi! Lebih baik tadi ku tinggal saja dia tadi

“objek terdekat ? dasar kau gila!”

“yaa! Kau ini sebenarnya normal atau tidak sih ? kau baru saja dicium oleh satu-satunya penerus Cho’s Corp sekaligus namja tertampan yang pernah kau temui didalam hidupmu. Dan apa yang kau lakukan ? kau malah menangis ? cih! Seharusnya kau bersyukur menjadi salah satu wanita yang pernah merasakan bibirku secara cuma-cuma”

aku merasakan pipiku sudah berubah warna menjadi kemerahan saat dia mengucapkan kata ‘ciuman’ aku sekarang sedikit sensi mendengar kata-kata itu.

“YAK! Apa kau bilang ? aku tidak normal ? kau yang tidak normal! Dihidupmu ciuman itu hanya hal biasa yang bisa kau lakukan pada wanita manapun. Tapi tidak dihidupku! Itu hal sakral yang sangat ku jaga, aku bahkan sudah bersumpah pada diriku sendiri untuk menjaga ciuman pertamaku, tapi kau merampas semuanya!!” cairan bening itu mulai menggenang lagi dan sudah mendesak untuk keluar, kulihat dia hanya terdiam menatapku

“dan aku bukan wanita yang akan merasa bersyukur karna telah mendapatkan ciuman darimu. Karna yang ku izinkan menciumku hanya appa dan calon suamiku nanti. Jadi aku akan melupakan kalau kau pernah menciumku, aku anggap kejadian itu tidak pernah terjadi” lanjutku

“baiklah, aku juga akan melupakannya” dengan langkah yang  cepat dia meninggalkanku. Sedangkan aku yang melihat punggungnya mulai menjauh dan hilang dari jarak pandangku merasakan sesuatu yang aneh yang sedikit membuncah didalam dadaku. Menyesal ? mungkin kata-kata itu cukup untuk mengekspresikan bagaimana perasaanku sekarang. Aku sudah gila sekarang, ya .. aku sudah cukup gila untuk menyesali kepergiannya.

******

Cho’s home, Daegu

KYUHYUNS’S POV

 

Argh! Sial, ini semua karna Park Yoojin yang datang dengan tiba-tiba dan membuat kekacauan yang benar-benar menghancurkan reputasiku. Dan ide gila tiba-tiba menyambangi otakku untuk mencium Shin-Hae. benar-benar gila!

“Kyuhyun, kau sudah pulang ?” suara berat seorang pria yang kira-kira berumur 50an terdengar sayup-sayup memanggil nama Kyuhyun, tapi Kyuhyun sama skali tak bergeming dan tetap melanjutkan langkahnya menuju ruangan pribadinya.

“Kyu ?” untuk kedua kalinya, dan kali ini berhasil membuat Kyuhyun menoleh. Dia sedikit tersentak saat melihat siapa yang memanggil namanya sedari tadi. Orang tertua dirumah ini sekaligus orang yang sangat dihormati.

“ne, appa”

Wajah tua itu terlihat menunjukkan beberapa garis dikeningnya, menunjukkan kebingungan yang tak biasa dilakukannya. Anaknya mengabaikan panggilannya ? biasanya hal itu menjadi hal haram yang akan dilakukan Kyuhyun, tapi sekarang justru hal itu terjadi.

“kau kenapa ? ada masalah diperusahaan ?” lagi-lagi suara berat itu membuat Kyuhyun tersentak.

“aniyo, tidak terjadi apa-apa” kilahnya dengan sebisa mungkin menutupi apa yang telah terjadi sebenarnya.

“Kyu, ku dengar sekretarismu mengundurkan diri. Benar ?”

“ne, appa. Tapi aku sudah mendapatkan penggantinya”

“hmm, baguslah.” Percakapan penutup kurasa. Kyuhyun berniat melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, tapi lagi-lagi….

“ah, Kyuhyun~ah. cabang perusahaan kita di pulau Jeju sedang mengalami kesulitan disana, mengenai pembuatan barang elektronik terbaru. Bisa kau bantu appa menyelesaikannya ? kau hanya perlu berada 1 malam disana. ajaklah sekretarismu untuk membantumu juga disana”

“Mwo ?”

Cho’s Corp, Seoul

 

“Mwo ? Jeju ? 1 malam ?” jerit Shin-Hae setelah Sajangnim nya itu menceritakan apa pekerjaan yang akan dia lakukan selanjutnya.

“hmm, kau harus ikut bersamaku! Itulah tugas seorang sekretaris” timpal Kyuhyun dan menekan disetiap kata-katanya.

“dengar ya Cho Kyu… ani, Kyuhyun Sajangnim. Aku ini sekretarismu, bukan pengawal pribadimu! Aku tidak mau. Kau ajak saja asissten pribadimu itu” lagi-lagi sebuah bantahan yang keluar dari mulut Shin-Hae. mwo ? pergi ke pulau Jeju hanya berdua dengannya ? dan harus tinggal selama satu malam ? argh! Aku tidak bisa membayangkan bagaimana neraka ku datang! Batin Shin-Hae.

“kalau begitu, kita terbang ke Paris sekarang untuk menemui Designer yang membuat Jas ku” Shin-Hae melebarkan matanya sempurna setelah beberapa kalimat yang terlontar dari mulut Kyuhyun. Inilah satu-satunya senjata yang Kyuhyun punya agar Shin-Hae mau memenuhi setiap keinginannya.

“nappeun nom!! Ara, aku akan ikut!” Setelah menyelesaikan ucapannya Shin-Hae berbalik meninggalkan ruangan Kyuhyun, dengan sengaja menghentak-hentakkan kakinya hingga menimbulkan bunyi dari heels yang dipakainya. Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Shin-Hae. Yeoja yang menarik , batin Kyuhyun.

Shin-Hae’s Room, Cho’s Corp

 

“Yoona~ah! aku benar-benar ingin mati sekarang, kau tahu aku harus pergi ke pulau Jeju hanya berdua dengan namja setan itu” kegiatan sakral yang selalu dilakukan Shin-Hae ketika mendapat masalah adalah menelpon teman sejatinya dan meminta solusi, yang memang sebenarnya itu bukan sebuah solusi.

“lalu apa masalahnya ? lakukan saja, lagian apa ruginya sih kalau kau pergi dengan pria tampan seperti dia” sahut seseorang dari sebrang sana.

“masalahnya adalah, aku akan menginap satu malam disana! kau tahu kan aku paling tidak bisa tidur sendiri. Dirumah saja aku selalu meminta adikku menemaniku tidur” raut wajah Shin-Hae seketika berubah menjadi panik setelah mengingat salah satu kelemahannya yang paling tidak bisa dia lakukan.

“minta saja Kyuhyun menemanimu tidur, simple kan ?”

Seperti biasa, setiap berbicara dengan Yoona, pasti akan selalu berujung dengan pertengkaran yang diakibatkan oleh kata-kata Yoona yang asal bicara. Dan berakhir dengan penutupan telpon paksa yang selalu dilakukan Shin-Hae.

“YAK! NEO MICHYEOSEO!!” ditutupnya flip handphone Shin-Hae dengan kasar lalu dibantingnya keatas meja kerja hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring. Yoona kau sudah gila!

Shin-Hae mengacak-acak rambutnya gusar dengan kepanikan yang masih kentara terlihat diwajahnya. Apa yang harus aku lakukan besok ? bagaimana mungkin aku bisa bertahan tidak tidur semalaman setelah melakukan rutinitas yang cukup padat, argh aku gila!!

 

TBC