Jeju Island

01.45

Seharusnya pertemuan itu hanya berlangsung 2 jam, tapi entah siapa yang membuat waktunya diperpanjang menjadi 4 jam lebih lama. Shin-Hae merutuk Kyuhyun yang memang sedang berbicara dengan bahasa inggris yang memang kurang Shin-Hae kuasai, dan disaat itulah Shin-Hae benar-benar menyesalkan kenapa dirinya bodoh sekali dalam berbahasa inggris. Setidaknya dia akan mengerti masalah apa yang mereka bicarakan sampai 6 jam seperti ini. Aish! Kalau tahu begini, aku lebih memilih menginap saja di hotel, gumam Shin-Hae.

Sudah hampir 3 gelas air putih yang ditenggak Shin-Hae, sembari menunggu percakapan yang tidak di mengertinya itu selesai. Shin-Hae hanya bisa merutuki Kyuhyun yang memang dengan sabarnya meladeni setiap ucapan pria tua yang sedang duduk dihadapannya itu. Jika Shin-Hae yang berada diposisi Kyuhyun, mungkin dia sudah dengan gampangnya mengakhiri pembicaraan yang muai membosankan dengan apapun caranya.

“she your girlfriend ?” ucap pria tua yang sudah dihantamkan dengan ribuan sumpah serapa oleh Shin-Hae, dan sekarang dia mengatakan …

Sebodoh-bodohnya Shin-Hae dalam berbahasa inggris, tidak mungkin dia tidak mengerti ucapan itu. Ucapan yang memang semua manusia diumur berapapun akan mengerti maksud ucapan pria tua itu.

Kyuhyun terlihat sedikit terkejut saat kata-kata yang tak diduga keluar dari mulut si orang penting itu tentang hubungannya dengan Shin-Hae. tidak jauh berbeda dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Shin-Hae. kedua nya sama-sama gugup saat menghadapi pertanyaan itu. Entah perasaan apa, tapi yang mereka rasakan adalah degupan jantung yang semakin lama semakin membuat dada mereka sedikit sesak.

“not .. we’re just friends”

“really ? your  like a husband and wife” lagi-lagi ucapan yang membuat keduanya semakin tidak merasa nyaman, membuat Shin-Hae memberikan jarak yang lebih terhadap Kyuhyun yang memang sedang duduk disampingnya.

Tapi sepertinya Kyuhyun mulai bisa mengendalikan pembicaraan mereka kearah yang memang seharusnya mereka bicarakan, Shin-Hae yang masih terlihat gugup mulai mencari alasan untuk tetap terlihat baik-baik saja. Shin-Hae meneguk gelas ke-4 yang kini sudah hampir kosong sangking gugupnya. Sesekali Kyuhyun terlihat melirik Shin-Hae dari ujung matanya, melihat tingkah Shin-Hae Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

The Shilla Jeju Hotel’s, Seogwipo, South Korea

05.35

“kamarmu tepat didepan kamarku, apapun yang terjadi berusahalah untuk tidak menghubungiku. Aku bosan mendengar suara cemprengmu” ucap Kyuhyun sambil menyodorkan kunci kamar yang bertuliskan nomor 429 pada Shin-Hae.

“brengsek kau!” Shin-Hae meraih kunci yang disodorkan Kyuhyun dengan kasar, dengan cepat membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali dengan sedikit membantingnya dengan kasar, Kyuhyun yang menyaksikan ulah Shin-Hae hanya bisa menggeleng kepalanya pelan “dasar yeoja aneh”

Shin-Hae’s Room

 

“aarrgghh!! apa yang akan kulakukan ?”

Shin-Hae memiliki perasaan yang tidak enak, dia terus saja mengeluarkan keringat dingin saat terjebak didalan kamar hotel sendirian seperti ini. Shin-Hae tidak menyukai hotel sama skali, karna dia memiliki trauma terhadap hotel

FLASHBACK

“appa, aku ikut saja, eo?  jangan tinggalkan aku sendiri appa, aku takut” aku merengek kecil pada appa yang akan melakukan meeting dengan beberapa klien dari perusahaannya yang memang sudah menunggu di restoran hotel ini.

“Shin-Hae sayang, appa hanya pergi sebentar, teman appa sudah menunggu diluar, kau tunggu saja disini, eo ? nanti appa akan belikan permen” bujuk appa agar aku tidak merengek lagi karna waktu yang digunakan untuk membujukku sudah hampir 1 jam.

“appa, jangan lama-lama. Aku akan pergi keluar hotel kalau appa tidak kembali dengan cepat” akhirnya aku merelakan appa pergi

“arraseo, appa akan kembali. Jangan nakal, tetap berada didalam kamar”

Entah bagaimana kejadiannya, saat Shin-Hae sedang bermain diatas tempat tidur, ada kepulan asap memasuki kamarnya. Asap itu berasal dari luar hotel, Shin-Hae yang memang saat itu tidak mengerti apa yang terjadi, dia hanya menutupi seluruh tubuhnya mengenakan selimut. Dia bahkan tidak berniat keluar kamar sekalipun.

Lama-lama asap itu semaikn tebal membuat seluruh ruangan menjadi gelap, Shin-Hae bahkan sudah terbatuk-batuk karna menghirup udara yang sudah tidak steril lagi. selang beberapa detik, Shin-Hae mendengar teriakan appa nya memanggil namanya.

“SHIN-HAE!! SHIN-HAE!! TETAP DIDALAM NAK SAMPAI ADA ORANG DARI JENDELA HOTEL YANG MENJEMPUTMU!! SHIN-HAE, APA KAU DIDALAM?”

Diluar, appa Shin-Hae sudah tidak bisa menggapai pintu kamar karna api yang dengan sadisnya berkobar didepan pintu kamar dimana Shin-Hae berada. Appa Shin-Hae sudah menyuruh petugas pemadam untuk menjemput Shin-Hae tentu saja, tapi perasaan khawatir terus menerus menyambangi appa Shin-Hae.

“KELUARKAN ANAKKU!! CEPAT!! DIA TERJEBAK DIDALAM SANA, KELUARKAN DIA!!” teriak appa Shin-Hae pada seluruh petugas yang berjaga didepan kamarnya.

“kami sedang mencoba menyelamatkannya pak, sebaiknya bapak tunggu diluar, hotel ini sudah hampir terbakar seluruhnya”

“DIA MASIH BERUMUR 6th TOLONG SELAMATKAN DIA!!”

FLASHBACK END

Shin-Hae yang tiba-tiba mengingat kejadian beberapa tahun silam kemudian memegangi kepalanya yang terasa pusing lalu juga merasakan sesak didadanya, tubuhnya mulai lemas dan kakinya sudah tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri untuk tetap berdiri.

Airmatanya perlahan mengalir turun, selalu seperti ini jika dia berada di hotel sendirian. Bukan masalah dia tidak bisa tidur jika tidak ada yang menemaninya, itu hanya alasan konyol yang dibuatnya agar tidak mengingat kejadian mengerikan itu lagi. ini masalah traumanya.

Tok .. tok

Shin-Hae sama skali belum berniat bangkit untuk membukakan pintu, tubuhnya masih lemas karna mengingat kejadian mengerikan yang dialaminya dulu, sampai akhirnya suara yang sangat familliar memanggil namanya.

“yak, Shin-Hae~ssi, ini aku! Kau tidak mau membukakan pintunya ? apa kau mau dipecat ?”

“lebih baik dipecat secepatnya agar aku bisa terbebas dari setan sepertimu” ucap Shin-Hae setelah berhasil membukakan pintu untuk Kyuhyun, lalu disambut dengan tatapan mengerikan yang diberikan oleh Direkturnya itu.

“kau bilang apa ? tidak akan! Kau tidak akan lepas dari ku nona Shin”

“cih, lalu siapa tadi yang mengungkit masalah pemecatan ?”

Menyadari sesuatu yang tidak biasa pada Shin-Hae, Kyuhyun terdiam sejenak mengamati wajah Shin-Hae yang sedikit pucat dan berkeringat. Menyadari apa yang sedang dilakukan Kyuhyun, Shin-Hae mengalihkan wajahnya agar tidak terlihat dan mencari topik lain.

“untuk apa kau mencariku ?”

“wajahmu pucat, kau sakit ?”

“ani”

Kyuhyun meraih bahu Shin-Hae lalu memutarnya agar berhadapan dengan Kyuhyun

“benar, kau sakit ? wajahmu pucat skali” Kyuhyun memegangi kening Shin-Hae dan hasilnya mengejutkan. Badannya panas sekali.

“badanmu panas, ayo kita kerumah sakit” Shin-Hae buru-buru menepis tangan Kyuhyun yang sudah siap menariknya ke satu-satunya tempat yang sangat dibenci Shin-Hae, yaitu rumah sakit.

“nan gwaencanha, aku hanya .. kau tau, aku tidak bisa jika berada didalam kamar hotel sendirian. Aku memiliki trauma sejak kecil, aku…” belum selesai bicara Shin-Hae sudah ditarik lagi oleh Kyuhyun keluar kamar, bukan untuk kerumah sakit tentu saja. Melainkan ke tempat yang bisa dijangkaunya dengan beberapa langkah saja, yaitu kamar Kyuhyun

“hei! Untuk apa kau membawaku kesini ?” ucap Shin-Hae sedikit membentak setelah sampai didalam kamar Kyuhyun

“kau bilang tidak bisa tinggal dikamar sendirian, jadi tinggallah disini. Ada aku, jadi kau tidak sendirian” ucap Kyuhyun santai tanpa melihat ke arah Shin-Hae sama skali.

“gila! Mana mungkin bisa seperti ini. Bagaimanapun seorang pria dan wanita yang belum menikah dilarang tidur disatu tempat” bantah Shin-Hae habis-habisan yang hanya dbalas dengan kekehan pelan oleh Kyuhyun.

“siapa bilang kita akan tidur disatu tempat ? aku hanya bilang tinggallah disini, bukan berarti aku mengizinkanmu tidur disampingku, pabo!”

“itu artinya sama saja bodoh! Kalau aku tidur disini, sama saja kalau kita tidur sekamar!” kilah Shin-Hae tak mau kalah. Benar-benar mengkhawatirkan! Apa yang sedang berada difikiran Kyuhyun sampai-sampai dia berani mengajak Shin-Hae tidur didalam kamarnya.

“yasudah kalau kau tidak mau! Kau bisa pergi dari sini secepatnya dan tidur saja dikamarmu itu.”

Bukannya pergi dari kamar Kyuhyun, Shin-Hae malah tetap terdiam diposisi semula. Dia masih terlalu takut untuk tetap berada didalam kamar sendirian. Tapi tidak mungkin juga dia tidur bersama seorang pria yang bukan berstatus suaminya.

Kyuhyun yang tengah menunggu kepergian Shin-Hae dari kamarnya, namun Shin-Hae tidak beranjak juga dari tempatnnya membuat Kyuhyun bertambah bingung menghadapi sifat aneh wanita ini.

“tunggu apa lagi ?” tanya Kyuhyun sambil menaikkan sebelah alisnya

“hmm, baiklah. Aku akan tidur disini” Shin-Hae yang baru akan beranjak untuk naik keatas tempat tidur, tiba-tiba merasakan tangan nya ditarik dari belakang, lalu tubuhnya disudutkan kedinding dan terkuncilah tubuhnya diantara tubuh Kyuhyun yang sudah sangat menempel dengan tubuhnya, bahkan jarak antara wajah Kyuhyun dan Shin-Hae sangat tipis.

“a .. apa yang .. kau lakukan” tanya Shin-Hae terbata-bata dan pipinya mulai menimbulkan semburat kemerahan akibat perlakuan Kyuhyun.

“aku hanya ingin memberitahu padamu nona Shin” ucap Kyuhyun sangat lembut dengan nada yang sangat kentara dibuat-buat dan sengaja menggantungkan ucapannya.

“aku pemilik kamar, sebaiknya kau tidur di sofa” masih dengan nada lembut, tapi tersirat sekali diwajah Kyuhyun dia menyembunyikan tawanya susah payah agar tidak membahana diruangan yang terbilang cukup kecil ini saat melihat reaksi Shin-Hae yang sangat berebihan.

“hahaha .. aku hanya bercandan Shin-Hae~ssi, kau fikir aku akan menyerangmu huh ? hahaha……”

Shin-Hae terlihat kesal, dia mengepal tangannya bersiap untuk meninju wajah mulus Kyuhyun. Alih-alih melakukan itu, Shin-Hae malah menunjukkan wajah yang bisa dibilang membuat pria manapun yang menatap matanya saat ini akan membuat pria itu meleleh dibuatnya.

Shin-Hae dengan perlahan memajukan wajahnya ke wajah Kyuhyun yang memang jarak mereka masih sangat dekat, bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan. Saat bibir Shin-Hae hampir mendarat dibibir Kyuhyun, Shin-Hae membelokkan wajahnya kearah pipi Kyuhyun. Dan kini pipi mereka yang saling bersentuhan sampai akhirnya Shin-Hae berkata

“aku hanya bercanda Cho Kyuhyun~ssi, kau fikir aku akan menyerangmu huh ?”

Kini tawa Shin-Hae yang membahana ketika melihat reaksi Kyuhyun yang sangat shock karna ulah Shin-Hae. tatapan Kyuhyun mulai berubah menjadi lebih mengerikan dari sebelumnya. tatapannya seperti akan  memakan Shin-Hae hidup-hidup. Menyadari hal itu, Shin-Hae segera menjaga jarak dari Kyuhyun yang kapan saja bisa membalas perlakuannya tadi.

Kyuhyun yang tidak tinggal diam, kini mulai mengejar untuk menangkap Shin-Hae yang sudah menjauh darinya. Tidak perlu susah payah, kini tubuh Shin-Hae sudah dalam kekuasaannya lagi. tapi kali ini bukan menyudutkannya ke dinding, melainkan membanting ringan tubuh Shin-Hae keatas tempat tidur. Kini Kyuhyun sudah berada diatas tubuh Shin-Hae dengan kedua tangan Kyuhyun melingkar pas dileher Shin-Hae.

“yak! Kau mau membunuhku hah ? lepaskan!” berkali-kali Shin-Hae mencoba untuk melepaskan tangan Kyuhyun yang masih melingkar dilehernya.

“tidak akan” balas Kyuhyun sambil menunjukkan senyum kemenangannya.

Shin-Hae yang sudah merasa kesal mulai memberontak lebih ekstrim lagi. dan dia berhasil membuat Kyuhyun terjatuh kesamping dan kini berganti Shin-Hae yang berada diatas tubuh Kyuhyun. Tapi itu tidak berlangsung lama, kini Kyuhyun sudah berada diatas tubuh Shin-Hae lagi.

Tapi kali ini tidak dengan cengkraman dileher Shin-Hae lagi. kedua tangannya menopang tubuhnya agar tidak menindih tubuh Shin-Hae. hal yang sama kini terjadi lagi, tubuh mereka, wajah mereka hampir tidak memiliki jarak sama skali.

Kyuhyun termasuk dalam tipe pria yang sangat tidak bisa bersentuhan dengan wanita lain yang belum benar-benar dia kenal. Tapi tidak berlaku untuk Shin-Hae, entah apa alasannya, tapi Kyuhyun tidak merasa terganggu sama skali

“jangan bercanda lagi Cho Kyuhyun ssi~” ucap Shin-Hae akhirnya membuka pembicaraan diantara mereka yang memang semenjak tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun.

“aku tidak bercanda sama skali Shin-Hae ssi~” Shin-Hae membulatkan matanya sempurna ketika tiba-tiba merasakan lumatan lembut bibir Kyuhyun diatas bibirnya.

Ini ciuman keduanya, dan dilakukan oleh orang yang sama, Cho Kyuhyun. Kali ini emosi Shin-Hae tidak memuncak seperti kejadian yang pertama kali. Bahkan ide gila yang melintas dibenak Shin-Hae adalah membalas ciuman Kyuhyun.

Lumatan yang lembut tidak menuntut sama skali, Kyuhyun memasukkan lidahnya kedalam mulut Shin-Hae dan menjelajahi apa yang ada didalam sana, dan bahkan lidah mereka saling bertemu. Bibirnya manis, batin Shin-Hae.

Malam itu mereka saling menumpahkan rasa.. kerinduan yang mendalam ? seperti itulah jika bisa diungkapkan. Mereka saling mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain lewat ciuman manis yang dilakukannya dikamar Kyuhyun. Ciuman itu berakhir dengan Shin-Hae tidur didalam pelukan Kyuhyun.

Entah apa yang berada didalam pikiran mereka, tapi itulah cinta mereka.

Cinta yang terjadi karna pertemuan yang tidak disengaja.

Bukan karna ketidak sengajaan mungkin, tapi karna takdir.

Takdirlah yang mempersatukan mereka.

TBC