Cho’s Corp, Seoul

11.35

Shin-Hae masih melakukan hal yang sama sejak tadi, dia berjalan menunduk menggunakan insting untuk mengganti penglihatan sebagai arahan jalannya. Dia mendekap beberapa dokumen yang harus diserahkan pada Direkturnya sekarang juga, tapi dia terlalu malu untuk bertemu dengan Kyuhyun mengingat kejadian beberapa hari yang lalu di Pulau Jeju.

“aish!! Eottoke” Shin-Hae berjalan mundar-mandir didepan pintu yang bertuliskan President, tidak tahu harus bersikap seperti apa jika dia bertemu dengan atasannya. Dia bahkan lebih memilih bertemu dengan hantu daripada harus dihadapkan dengan manusia bernama Cho Kyuhyun.

Saat Shin-Hae sudah sedikit mendekat kearah pintu dan berniat untuk membukanya, dia mendengar ada dua orang yang saling berbicara satu sama lain. Yang satu suara namja dan satu lagi .. suara yeoja.

Deg!! Siapa yeoja itu.

Sama seperti kejadian beberapa hari yang lalu. Shin-Hae mendengarkan pertengkaran Kyuhyun dan mantan pacarnya diruangan ini juga, dan hal yang sama terjadi lagi sekarang. Tapi Shin-Hae tak mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan. Saat Shin-Hae sudah memajukan tubuhnya untuk mendengar pembicaraan apa yang dibicarakan, tiba-tiba pintu yang sedari tadi tertutup kini terbuka dan menampilkan dua orang yang sedang berdiri dengan jarak yang cukup dekat.

Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Shin-Hae saat sudah berhadapan dengan Kyuhyun dan juga … mantan kekasihnya. Menyadari ada sesuatu yang ganjal, pandangan Shin-Hae turun dan melihat tangan keduanya saling berpegangan. Bukan sekedar sentuhan, tapi Jari jemari mereka saling bertaut.

“Jadi dia hanya sekretarismu kan  Kyu ?” ucap yeoja yang berdiri disebelah Kyuhyun

Belum ada jawaban dari Kyuhyun, Kyuhyun memandangi wajah Shin-Hae penuh minat. Tatapannya menyiratkan suatu .. penyesalan ?

“ne” ucap Kyuhyun singkat lalu pergi meninggalkan Shin-Hae yang masih berdiri mematung didepan ruangan atasannya itu.

Dokumen yang sedari tadi berada dalam dekapan Shin-Hae hampir jatuh, Shin-Hae benar-benar tak mengerti apa yang terjadi dengan atasannya itu. ‘hanya sekretaris’ kata-kata itu terus berulang-ulang terucap difikiran Shin-Hae, seakan-akan hanya kata itu yang dihafal Shin-Hae saat ini. Entah apa yang teradi dengan Kyuhyun. Padahal baru kemarin mereka mengungkapkan perasaan mereka masing-masing dengan sebuah ciuman yang manis.

Angel in us Coffee, Daegu, Seoul

01.45

 

“apa lagi ? kau mau memutuskan hubungan perusahaan kita karna aku menolak menikah dengan mu ?” suara Kyuhyun membuat sedikit pengunjung di cafe ini melihat kearahnya.

“ani, aku hanya ingin kau tetap bersamaku, atau aku akan batalkan acara peluncuran tablet terbaru yang akan dikeluarkan oleh perusahaanmu dan juga perusahaan ku tentunya”

Yoojin, Park Yoojin. Wanita yang membuat semua menjadi kacau, kenapa tiba-tiba dia datang kembali kekehidupanku. Aku sudah cukup baik setelah aku mencampakkannya tempo hari. Tapi dia tidak pernah kehabisan akal untuk tetap mengganggu hidupku.

 

Kau tahu, perusahaannya menjadi sumber keuangan terbesar didalam pembuatan tablet terbaru yang akan diluncurkan 3 hari lagi oleh perusahaanku. Dan itu hampir saja batal karna dia mengancamku membatalkannya karna aku mencampakkannya. Entah apa yang ada difikirannya, tapi menurutku ini adalah hal tergila yang mungkin akan kulakukan didalam hidupku.

Mencampakkan gadis yang kusukai dan memikat wanita yang sama skali tidak ada tempat untuknya dihatiku.

 

“geurae .. batalkan saja” ucap Kyuhyun yang sontak membuat kedua mata Yoojin melebar sempurna mendengar jawaban dari Kyuhyun.

“mwo ? yak! Kau fikir aku bercanda huh ?” ucap Yoojin tak mau kalah

“kau fikir aku sedang bercanda ? batalkan. Lebih baik aku kehilangan uang dari pada harus berlama-lama disampingmu”

“geurae, akan kubatalkan sekarang juga. tapi kau jangan lupa Cho Kyuhyun Sajangnim, jabatan appa mu sebentar lagi akan turun ke tanganmu, dan jika dari sekarang kau sudah mulai membuat kekacauan, semua para tetua disini tidak akan mendukungmu untuk menduduki kursi paling tertinggi diperusahaan ini, dan jika hal itu terjadi, tentu saja hak waris perusahaan ini akan jatuh ketangan pemegang saham terbesar, dan itu aku. Kau tahu aku kan ? aku orang yang tidak akan dengan mudahnya mempercayai orang yang sudah mengecewakanku. Dan aku akan segera menghancurkanmu jika perusahaan ini jatuh ketanganku”

Ucapan panjang lebar Yoojin mebuat Kyuhyun terdiam seperti memikirkan sesuatu. Sesuatu yang ada benarnya jika ditela’ah lebih dalam. Yoojin hendak beranjak pergi, tapi tangannya ditahan sebuah tangan yang lebih kuat.

“apa mau mu ?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi

“nikahi aku”

Korea of University 고려대학, Jochiwon, Seoul

13.25

 

Shin-Hae berjalan pelan menyusuri beberapa lorong kelas ruangan yg cukup sepi, ini bukan kampus Shin-Hae terang saja, ini adalah kampus orang yang pernah dia cintai sebelum Kyuhyun, Junsu Sajangnim.

Setiap Shin-Hae mempunyai masalah, orang kedua yang di temui Shin-Hae setelah Yoona adalah Junsu Sajangnim. Perasaan yang sama seperti dia mencintai Kyuhyun, terjadi juga pada Junsu Sajangnim. Tapi kabar buruknya, Junsu Sajangnim sudah mempunyai tunangan. Perasaannya hancur ?  tentu saja. Junsu termasuk kategori pria yang hangat, Shin-Hae sudah menganggapnya sebagai oppa atau bahkan terkadang dia merasa Junsu sudah seperti appanya sendiri.

Dari ujung lorong terlihat sesosok pria dengan menggunakan baju terusan berwarna putih ala dokter, dia membawa beberapa perlengkapan yang memang seharusnya dibawa oleh calon dokter. Dari kejauhan seperti ini Shin-Hae sudah bisa mengenali dia.

“Sajangnim” panggil Shin-Hae pelan tapi cukup terdengar oleh Junsu

“eo? Shin-Hae~ah”  Junsu dengan langkah semangat mendekati Shin-Hae dengan senyumannya yang memperlihatkan deretan giginya yang rapih.

“kau kemana saja ? sudah hampir 3 minggu aku tidak melihatmu di kelas” seperti biasa, Junsu Sajangnim selalu terlihat menawan, walaupun dengan keadaan yang ‘kacau’ seperti ini. Karna ku yakin hari ini dia menghabiskan waktunya ditempat prakteknya, karna yang kudengar sebentar lagi Junsu Sajangnim akan melakukan Koas.

“aku .. ada yang ingin aku ceritakan, bisa kita keluar sebentar ?” ucap Shin-Hae mengacuhkan pertanyaan Junsu tadi, Junsu hanya mengangguk mengiyakan tanpa bertanya apa-apa lagi. karna Junsu sangat mengerti kondisi Shin-Hae saat ini, dari raut wajahnya saja dia menunjukkan bahwa dia tidak baik-baik saja walaupun dia berusaha tersenyum, tetap saja dia tidak pandai berakting kalau dia baik-baik saja.

Baskin Robbins, Myeong-dong, Seoul

15.50

 

Shin-Hae sedari tadi hanya mengaduk-aduk ice cream yang ada dihadapannya, biasanya Shin-Hae sangat antusias sekali jika sudahdihadapkan dengan ice cream. Padahal Shin-Hae yang mengajak Junsu untuk berbicara keluar, tapi setelah mereka mendapatkan tempat yang cukup nyaman untuk berbicara, tak kunjung satu katapun terucap dari mulut Shin-Hae.

“waeyo?” suara lembut namun cukup tegas dari Junsu Sajangnim, membuat Shin-Hae menoleh

“ani .. hanya,” ucap Shin-Hae menggantungkan kata-katanya

“hanya ?” ucap Junsu mengulang kata-kata Shin-Hae

“Sajangnim, apa kau pernah patah hati ?” tanya Shin-Hae tanpa basa-basi, tidak perlu dengan basa-basi jika ingin berbicara dengan Junsu Sajangnim, karna semua akan percuma, dia sudah bisa menebak apa yang ada dipikiranmu sekarang.

“jadi sekarang masalahnya karna kau patah hati ?” ucap Junsu seperti sangat mengerti dengan apa yang telah dirasakan oleh Shin-Hae, dan dia tetap tersenyum, senyuman yang membuat siapapun yang melihatnya akan merasakan kehangatan yang sangat lembut.

“jawab saja pertanyaanku Sajangnim, apa kau pernah patah hati ?” ucap Shin-Hae ketus tapi tetap manja

“tentu saja jawabannya pernah, menyakitkan kau tahu”

“ lalu apa yang kau lakukan untuk menghilangkan rasa kebencianmu terhadap seseorang yang membuatmu patah hati ?” tanya Shin-Hae lagi tanpa memberi jedah yang cukup lama dengan pertanyaan pertama

“eobseoyo~”

“gojitmal!”

“gojitmal anieyo, jinchayo~ kau hanya memerlukan kepercayaan untuk menghancurkan segala rasa yang membuatmu merasa tersakiti. Mungkin kali ini dia memang sedang membuat kesalahan, tapi apa kau tahu alasan dia membuat suatu kesalahan ?” tanya Junsu dengan tatapan lembut yang sedang menatap wajah Shin-Hae yang sedang sangat serius mendengarkan setiap ucapan Junsu Sajangnim.

Shin-Hae menggelengkan kepalanya lemas sebaga pengganti jawabannya, Junsu hanya tersenyum –lagi- dan itu cukup membuat perasaan Shin-Hae sedikit .. tenang mungkin.

“seseorang membuat kesalahan sekecil apapun, pasti dengan suatu alasan. Jangan hanya ingat saat dia menyakitimu saja, ingat bagaimana dia mencintaimu, menyayangimu, memberikan senyuman yang manis untukmu. Ingatlah semua kebaikan yang pernah diberikannya untukmu Hae~ah” sambung Junsu

“cih! bahkan dia tidak pernah menunjukkan kebaikkannya didepanku, bagaimana aku mau mengingatnya” gumam Shin-Hae pelan tapi cukup terdengar oleh Junsu, dan Junsu hanya tertawa melihat tingkah murid kesayangannya itu.

“lalu bagaimana kalau dia selingkuh ? apa aku harus tetap mengingat kebaikannya ?” tanya Shin-Hae lagi, tapi kali ini reaksi Junsu Sajangnim terlihat berbeda, seperti terkejut mungkin.

“hey, aku belum pernah berselingkuh atau diselingkuhi jadi aku tidak tahu jawabannya”

“Sajangnim kau payah!” cibiran yang diberikan Shin-Hae hanya dibalaskan senyuman yang berakhir dengan tawa oleh Junsu.

“kau lucu sekali” ucap Junsu sambil sedikit mengacak rambut Shin-Hae

“sebelum ke kampusku, kau darimana ?” tanya Junsu lagi saat mereka sudah kehilangan tema untuk berbicara.

“aku dari kantor” sedetik setelah mengucapkan kata ‘kantor’ Shin-Hae tersadar sesuatu, dengan cepat melirik jam berwarna putih yang melekat sempurna dipergelangan tangannya.

“OMO!! Aku terlambat! Sajangnim, aku harus pergi dulu, jam istirahatku sudah habis dari setengah jam yang lalu, aku pergi” Shin-Hae hendak pergi meninggalkan Junsu yang masih tampak bingung dengan ucapan Shin-Hae. kantor ? Shin-Hae bekerja ? batin Junsu

“kau bekerja dimana ?” teriak Junsu saat muridnya itu hampir saja hilang dari pandangannya

“Cho’s Corp” jawab Shin-Hae sekenanya

Cho’s Corp, Seoul

16.02

 

Shin-Hae berhasil kembali keruangannya tepat jam 4 sore, walaupun telat 2 menit. Dan sepertinya sudah ada beberapa staff yang telah meninggalkan gedung ini, ya karna memang ini sudah menjadi jadwal pulang. Tapi tidak untuk Shin-Hae, Shin-Hae harus lembur membuat beberapa rincian keuangan yang akan dikeluarkan untuk peluncuran tablet terbaru yang akan dilaksanakan 3 hari lagi.

Ddrrrtt~ bunyi getaran handphone putih milik Shin-Hae, tapi bukan menandakan adanya pesan masuk atau telpon. Itu menandakan batrenya habis.

“sial! Handphoneku mati, bagaimana aku bisa menghubungi Yoona nanti, aish!” Shin-Hae memang sudah merencanakan untuk mengajak Yoona bertemu atau bahkan mungkin menginap dirumahnya.

Tok .. tok .. tok

 

Shin-Hae mendengus malas saat ada seseorang yang mengetuk ruangan kerjanya

“masuk”

Masih tidak percaya dengan siapa yang dia lihat, wanita ini, wanita yang membuat Shin-Hae hampir menangis tadi pagi.

“Park Yoojin” panggil Shin-Hae pelan, tidak ada reaksi lebih yang ditunjukkan oleh Yoojin, hanya sebatas tatapan tajam yang dilemparkan Yoojin.

“panggil aku Cho Yoojin, sebentar lagi aku akan menikah dengan Kyuhyun” ucap Yoojin dengan nada penuh penekanan dikata ‘menikah’

Deg!! Menikah ?

“mwo ?”

“aku tahu kau mencintai Kyuhyun kan ? jangan terlalu senang dulu Shin-Hae~ssi hanya karna kau pernah dicium olehnya. Itu hanya untuk membuatku cemburu, tapi sayangnya kau terlalu membawa perasaanmu untuk bermain didalam suasana kemarin” ucap Yoojin langsung keinti permasalahan

Benar-benar tidak disangka Yoojin yang belum pernah dikenalnya bisa mengatakan hal yang sangat menyakitkan seperti itu.

“aku tidak bertepuk sebelah tangan, karna kenyataannya Kyuhyun juga mencintaku, kau yang telah dibohongi olehnya. Dan kufikir kau telah dicampakkan oleh Kyuhyun, tapi ternyata kau masih cukup punya muka untuk tetap menemui Kyuhyun. Itu adalah hal yang sangat murahan yang…”

PLAK

Sebuah tamparan kencang mendarat dipipi kanan Shin-Hae

“tutup mulutmu!  Ikut aku sekarang” Yoojin menarik paksa tangan Shin-Hae menuju ruangan yag sudah sangat dikenal Shin-Hae. ruangan yang tepat berada didepan ruangan Shin-Hae, ruangan Kyuhyun.

Setelah berhasil memasuki ruangan Kyuhyun, Yoojin mendorong tubuh Shin-Hae hingga terjatuh kelantai.

“Yoojin apa-apaan kau!!” teriak Kyuhyun kaget melihat dua wanita yang tiba-tiba masuk keruangannya lalu mendadak menjadi keributan seperti ini.

“katakan kau tidak mencintainya!” ucap Yoojin setengah berteriak dihadapan Kyuhyun dan juga Shin-Hae

Tidak ada reaksi yang dikeluarkan oleh Kyuhyun, dia hanya terdiam tak bisa mengeluarkan satu patah katapun, membuatnya terlihat seperti seorang pengecut yang hanya bisa melihat wanita yang dicintainya ditindas habis-habisan.

“MALHAE!! PALIWA!!” teriak Yoojin lagi yang membuat Kyuhyun semakin geram dengan tingkah Yoojin yang semakin menjadi-jadi. Disisi lain Kyuhyun meihat Shin-Hae yang hanya menunduk dan terlihat bahunya bergetar

Shin-Hae menangis

“aku .. tidak mencintainya” ucap Kyuhyun akhirnya membuat Yoojin menunjukkan senyuman kemenangannya, sementara Shin-Hae tetap diposisinya seperti semula, menunduk dan menangis dalam diam.

“sudah dengar kan Shin-Hae~ssi, jadi sekarang kau bisa pergi dari sini” ucap Yoojin penuh penekanan disetiap ucapannya.

Seperti namja bodoh Kyuhyun hanya bisa melihat yeoja yang dicintainya benar-benar direndahkan seperti ini.

Kyuhyun mengepal tangannya kuat-kuat siap untuk meninju wajah mulus seorang Park Yoojin yang benar-benar sudah sangat keterlaluan.

Shin-Hae bangkit dari duduknya, lalu menatap wajah Kyuhyun sekilas. Pipi Shin-Hae basah, akibat airmata yang terus mengalir tanpa ampun. Kyuhyun sedikit terkejut melihat mata merah Shin-Hae yang sedikit membengkak dan juga airmata yang masih menetes dipipinya.

Shin-Hae sudah meninggalkan ruangan Kyuhyun dengan langkah gontai, bahkan hampir saja terjatuh jika tidak ada pintu didepannya sebagai pegangan Shin-Hae. dan Shin-Hae pun hilang dari hadapan Kyuhyun dan Yoojin.

“sudah puas ? sekarang keluar dari ruanganku” ucap Kyuhyun lemas karna kejadian yang sangat menguras emosi tadi

“jangan pernah berfikiran bodoh untuk mengejarnya, atau aku akan mengahancurkan hidupnya” ucap Yoojin sambil berjalan keluar meninggalkan ruangan Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat sangat frustasi, dia membuka dua buah kancing atas kemejanya dan mengendurkan ikatan dasinya yang terasa mencekik sekarang. Kyuhyun terlihat sangat kacau, tidak pernah dia terlihat sekacau ini bahkan untuk masalah terberat apapun yang pernah dihadapinya. Semua yang terhubung dengan masalah perasaannya pada Shin-Hae terasa sangat berat dan membuat hidupnya menjadi kacau, dia terlalu gila .. terlalu gila karna mencintai  Shin-Hae

On the Way

 

Bodoh! Shin-Hae pabo! Seberani itu kau mencintai Kyuhyun!  Rutuk Shin-Hae pada dirinya sendiri

Shin-Hae berjalan dengan gontai dijalan yang terbilang cukup ramai ini. Bahkan sesekali bahunya terdorong dengan bahu orang lain yang hampir membuatnya jatuh dan kehilangan keseimbangan. Wajahnya masih sembab, matanya masih terlihat bengkak, dan penampilannya saat ini seperti seorang wanita yang baru saja kehilangan benda yang paling berharga yang dimilikinya.

Bukan .. bukan masalah Yoojin, tapi ini tentang Kyuhyun. Kyuhyun yang dilihatnya belum lama tadi memperlihatkan sisi terbaliknya dari kemarin. belum lama Kyuhyun menunjukkan sikap bahwa dia mencintai Shin-Hae, tapi hari ini dia mengucapkan sesuatu yang  bagaikan bom yang siap menghancurkan segala harapan Shin-Hae pada Kyuhyun.

“aku .. tidak mencintainya” bayangan Kyuhyun saat mengucapkan itu selalu melintas difikiran Shin-Hae saat ini

BRUKK

Shin-Hae menabrak seseorang saat sedang melintasi sebuah cafe, Shin-Hae sama skali tidak peduli dengan sumpah serapah orang yang baru saja dia tabrak tadi, tapi kini fikirannya focus pada sebuah cafe yang berada tepat didepannya.

Deg!

Cafe yang sama, cafe dimana tempat pertama kali dia bertemu dengan Kyuhyun, dan kejadiannya bahkan hampir sama. Dia menabrak Kyuhyun yang baru saja meninggalkan Cafe dan menumpahkan coffee yang sedang dibawa Kyuhyun. Dan sebuah bayangan masa lalu terlintas difikiran Shin-Hae.

“yaa!! Apa kau tidak melihat aku sedang berlari huh!! Dimana matamu!”  sesaat setelah rasa sakitnya reda, Shin-Hae pun mulai mengeluarkan ucapan-ucapan mujarab yang membuat orang itu malu karna dilihat banyak orang di sekitarnya. Tapi, kejadian itu justru berbalik ketika orang yang ditabraknya tadi mengeluarkan kata-kata yang tidak jauh berbeda dari Shin-Hae.

 

“yaa! Yeoja-ah, apa kau tidak lihat ini ?” sindirku sambil menunjuk jas ku yang berwarna Grey, skarang tiba-tiba setengahnya sudah berubah menjadi warna kecokelatan.

 

“kau juga harus  bertanggung jawab untuk ini! Kau harus membelikan jas yang sama persis dengan ini. Kau tau, aku baru saja membeli jas ini langsung dari Paris, dan kau dengan gampangnya mengotorinya” lanjutku yang membuat yeoja itu membulatkan mata nya sempurna.

Shin-Hae tersenyum miris mengingat kejadian itu, kejadian yang bahkan membuat hatinya menetapkan bahwa dia mencintainya, bahkan hanya dengan sekali lihat. Shin-Hae sudah berani mencintai orang yang tak seharusnya dia cintai. Lalu sebuah bayangan kembali muncul dalam benak Shin-Hae

“sebagai tanda permohonan maaf mu karna telah mengintip keruanganku kau harus membantuku” bisik Kyuhyun kepada Shin-Hae

 

“maksudnya ?” ucap Shin-Hae tak mengerti.

 

Tidak peduli dengan pertanyaan Shin-Hae, Kyuhyun malah membalikkan badannya menghadap ke arah wanita yang sedari tadi menatap tajam kearah Kyuhyun dan Shin-Hae

 

“dia yeojachinguku yang baru, aku sangat mencintainya. Kami saling mencintai satu sama lain, tidak seperti hubungan kita. Hanya aku yang mencintaimu, tapi kau malah mencintai pria lain” Shin-Hae hanya bisa melebarkan matanya sempurna mendengarkan perkataan Kyuhyun.

 

Reaksi yang sama pun ditunjukkan oleh wanita yang di akui Kyuhyun sebagai mantan kekasihnya itu. Dia melebarkan matanya sempurna, lalu pandangannya beralih kearah ku, dan sejenak mengamatiku.

 

“aku tidak percaya kau mencintai gadis seperti ini” pandang nya merendahkan Shin-Hae

 

Kyuhyun hanya mengeluarkan senyum secukupnya lalu menarik tubuh Shin-Hae agar mendekat, lalu Kyuhyun menundukkan tubuhnya sedikit untuk menyejajarkan tubuhnya dengan Shin-Hae. Tanpa aba-aba Kyuhyun mendaratkan bibir lembutnya dibibir Shin-Hae.

Ciuman pertamanya direnggut oleh Kyuhyun, dan hal itu tidak sama skali membuat Shin-Hae kecewa, setidaknya dia mendapatkan ciuman dari namja yang dia cintai

Shin-Hae yang sedari tadi masih terduduk dijalan didepan cafe kini kembali terisak, dia menangis ..

Menangis sekencang-kencangnya. Bahkan sampai mengeluarkan suara yang mungkin akan membuatnya merasa lega.

Sejak tadi Shin-Hae menahan rasa marahnya pada dirinya sendiri, dan kini dia tumpahkan semua lewat tangisan, tangisan yang membuat semua orang yang sedang berjalan bahkan menghentikan aktifitasnya hanya untuk melihat Shin-Hae yang sedang menangis terisak disana.

******

 

Beberapa hari kemudian

“Sajangnim, apa kau tahu bagaimana cara mengerjakan soal ini ?”

Seperti biasa, murid-murid yang selalu bertanya hal yang dirasa sangat tidak penting hanya agar bisa berdekatan dengan Junsu Sajangnim. Tapi herannya Junsu Sajangnim sama skali tidak merasa terganggu dengan itu semua.

“Shin-Hae~ah ?” tegur Junsu Sajangnim saat melihat Shin-Hae yang sedari tadi melihat keanehan dalam diri Shin-Hae dan mengabaikan pertanyaan dari murid yang baru saja bertanya padanya. tidak biasanya dia terlihat murung seperti itu. Shin-Hae termasuk murid yang sangat ceria menurut Junsu.

“ne ?”

“waegeure ?” tanya Junsu Sajangnim yang langsung menghampirinya lalu duduk bersebelahan dengan Shin-Hae

“ani .. hanya tidak enak badan” ucap Shin-Hae dengan suara yang sedikit serak

“kau sakit ? mau kuantar kedokter ?”

Shin-Hae menjawab pertanyaan Junsu Sajangnim dengan senyuman sinis

“dokter mana yang sudah menemukan obat untuk penghilang rasa sakit hati”

“namja itu lagi ?” Junsu tentu sudah mengerti masalah Shin-Hae yang satu ini, karna Shin-Hae pernah menceritakannya.

“kau belum menjawab pertanyaanku waktu itu Sajangnim! Bagaimana kalau dia selingkuh ? apa aku harus tetap mengingat kebaikannya ?” tanya Shin-Hae menatap Junsu dengan wajah yang terlihat .. lelah

“tapi lebih tepatnya aku bukan selingkuh atau diselingkuhi, ternyata hanya aku yang mencintainya. Dia kembali dengan masa lalunya, dan aku menganggapnya sebagai perselingkuhan. Tapi ternyata cintaku tak terbalas, apa yang harus aku lakukan ? eotteokhae ?” Lanjut Shin-Hae dengan airmata yang sudah menumpuk dipelupuk matanya yang sudah siap meluncur kepipinya.

“Shin-Hae~ahh” Junsu mengelus pelan pundak Shin-Hae sebagai tanda prihatinnya. Hanya itu yang bisa dia lakukan. mendengarkan segala keluhan Shin-Hae dan memberi masukkan semampunya

“apa kau pernah merasakan cintamu tak dibalas Sajangnim ?” tanya Shin-Hae tetap tanpa memandang wajah Junsu Sajangnim

“ani” ucap Junsu pelan

“lalu kenapa hanya aku ? kenapa hanya aku yang merasakan hal sesakit ini ? kenapa hanya aku yang menangis ? baru kali ini aku merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan dihatiku. Senang jika bisa melihat wajahnya setiap hari dan sakit melihatnya pergi bersama wanita lain.” Ucap Shin-Hae yang seperti tak ada habis-habisnya merutuki nasibnya

Junsu menarik tubuh Shin-Hae kedalam pelukannya, tidak perduli dengan beberapa muridnya yang memandang kejadian itu dengan tatapan penuh emosi. Junsu mengusap pelan bahu Shin-Hae yang membuat tangis Shin-Hae kembali pecah.

TBC