Streamline Apartment Building, England

 

 

Sudah lewat dari satu minggu, tapi mereka tetap saja dengan sadisnya menayangkan bagaimana kejadian mengerikan itu. Lagi, lagi, dan lagi. membuatku bersumpah pada siapa yang menayangkannya agar segera menyusul Larei yang sudah berada dialam sana. Larei Kim atau Kim Shin Young, dia adalah kembaranku. Dia seorang aktris terkenal di Korea Selatan, mempunyai banyak prestasi disana, dan dia mempunyai segalanya. Kecantikan, kekayaan, keberuntungan, dan semua yang bahkan sulit aku dapatkan disini. Aku Leria Kim atau Kim Shin- Hae hanya seorang Mahasiswi biasa yang mendapatkan kesempatan emas meneruskan kuliah di Oxford of University di inggris, dan aku menetap disana hampir selama 2th.

Aku dan Larei mempunyai hubungan yang sangat dekat, setiap hari aku selalu menyempatkan diri mengirim email padanya hanya untuk sekedar menayakan apakah dia sehat, apa saja yang dia lakukan hari ini, bagaimana keadaan Cho Kyuhyun .. Namjachingu nya. Dan dia akan selalu membalasnya jika dia mempunyai waktu luang. Tapi kini setiap aku mengirim email ke alamat itu, aku tak pernah dapatkan jawaban lagi. hanya ada sederet tulisan berwarna abu-abu yang tertera disana ‘Message not sent becasue the contact is offline’

15 Desember 2011 adalah tanggal dimana terakhir kali aku berhubungan dengan Larei. Dan aku benar-benar masih mengingat satu email darinya yang aku tak pernah tau apa maksudnya

‘Mau kah kau menggantikan aku ?’

Saat kucoba untuk bertanya padanya, tapi sialnya tidak ada jawaban sama skali, dan itu benar-benar akhir dari semuanya. Email terakhirnya, kata-kata terakhirnya, dan kehidupan terakhirnya. 2 jam setelah mendapatkan email itu, aku mendapatkan telepon dari Korea bahwa Larei telah tiada.

PIP

Aku mematikan TV yang sedari tadi menayangkan berita tentang kematian Larei. Sedikit kehilangan cara untuk bernapas dengan benar ketika melihat berita itu lagi dan lagi. mengingatkanku pada sesosok yeoja yang selalu terlihat ramah. Dia memang selalu seperti itu pada siapapun.

Oxford Of University, England

 

you’re not sleeping anymore ?” ucap Micky Park atau Park Yoochun, seorang pria yang selalu dengan setia menemaniku disini, sebenarnya kami sama-sama dari Korea, maka dari itu aku dengan mudah dekat dengannya. Entah ini mungkin atau tidak, tapi dia selalu bisa menebak apa yang telah terjadi pada diriku, dia seperti bisa membaca fikiranku.

I tried but …  I don’t”  tidak heran dia menanyakan itu, aku sempat melihat keadaan ku di cermin tadi pagi. Dan hasilnya .. kacau, berat badanku sepertinya menurun, karna aku menemukan tulang pipiku sudah terbentuk dengan jelas disana. wajahku pucat dan terdapat lingkaran hitam dibawah mataku. Aku seperti manusia tanpa nyawa sekarang.

Dia sudah tidak ada didunia ini lagi, dan itu cukup membuatku gila. Aku selalu mencoba untuk berfikir bahwa itu hanya mimpi, tapi …”  lagi-lagi airmataku jatuh setelah mengucapkan kata-kata itu, seperti tidak menerima perintah dari otakku untuk menahannya, tapi rasa sakit itu lebih kejam dan memaksa cairan bening itu meluncur sempurna dipipiku.

“uljima .. dia tidak akan suka melihatmu menangis, karna dia sedang berbahagia disana.” ucapnya berusaha menenangkan emosiku yang masih labil

“ne, dia harus bahagia. Karna dia bersama appa disana. dia curang! Dia akan bertemu appa terlebih dahulu” gumamku pelan tapi sepertinya cukup terdengar oleh Micky karna beberapa detik kemudian dia tersenyum menahan tawa.

“kau bahkan menghujat orang yang sudah tidak ada” Micky tersenyum sekilas

“yeah, I think I’m crazy now”

Masih berkutat dengan laptopku, hal yang sama yang selalu kulakukan adalah membaca setiap email yang ku terima dari Larei. Terutama email terakhir yang aku masih tak mengerti apa maksudnya.

“aku tidak mengerti dengan maksud tulisan ini” mendengarku menggumam, Micky sedikit menggeser tubuhnya lebih dekat agar bisa melihat apa yang sedang ku lihat juga.

“coba kulihat” kini laptopku sudah berada ditangannya. Cukup lama dia memandangi tulisan itu, dan menunjukkan wajah yang tak kalah sedihnya dengan wajahku sekarang.

“apa yang tak kau mengerti ? ini semua cukup jelas”

“mwo ?” aku tersentak kaget saat Micky mengucapkan hal yang aneh, segera ku tarik kembali laptopku.

“kau pasti hanya membaca tulisan di baris pertama saja kan ?” dia menunjukkan tulisan yang memang hanya ada satu baris

“kau pasti tidak membaca email nya sampai selesai, Masih banyak Enter disini Lee , mungkin Larei memang tidak ingin mengatakannya tapi dia tetap menulisnya , baca ini ! ” lanjutnya, dan benar .. masih banyak kelanjutan dari tulisan itu. Argh! Neomu pabo.

‘AKU MERASA RASANYA TIDAK BISA MENYELESAIKAN PEKERJAAN KU LAGI , TAPI AKU SELALU MENERIMA JOB YANG DITAWARKAN PADAKU , AKU SANGAT LELAH LEE ..
BESOK AKU INGIN PERGI KE SUATU TEMPAT , AKU INGIN SEDIKIT BEBAS , KAU TIDAK TAU BAGAIMANA FULL NYA KEGIATAN KU SETIAP HARINYA , BELUM LAGI PARA WARTAWAN YANG SELALU INGIN TAU KEHIDUPAN NYATA KU . AKU BENAR-BENAR SUSAH BERNAFAS LEE , SEANDAINYA KAU TAU ..

BEGITULAH KEHIDUPAN SEORANG ENTERTAINT , MUNGKIN BAGI SETIAP ORANG YANG TIDAK MERASAKAN PASTI SANGAT MENGASIKKAN MENJADI TERKENAL , BISA MEMILIKI APA YANG KAU MAU DARI HASIL JERIH PAYAH MU SENDIRI , TAPI ITU SANGAT MENYAKITKAN ..
ENTAH KAPAN INI AKAN BERAKHIR ..
LEE , AKU SANGAT MERINDUKANMU DAN MERINDUKAN APPA, AKU INGIN BERTEMU DENGANMU, AKU INGIN KITA PERGI KE MAKAM APPA BERSAMA. TAPI  AKU HARUS SENDIRIAN LAGI KESANA , KONYOL JIKA AKU BERHARAP KAU BISA KESINI MENEMANIKU . ITU SANGAT TIDAK MUNGKIN ..

LEE .. SEMOGA KAU MEMBACA TULISAN INI SAMPAI AKHIR , WALAUPUN TIDAK MUNGKIN ..

_LAREI_’

 

Dadaku sesak, sulit bernafas, seperti kehabisan oksigen “eottoke .. aku begitu bodoh sampai tak menyadari hal itu, ini salahku .. semua salahku” cairan bening itu lagi-lagi menetes membasahi pipiku. Aku merasakan tubuhku dipeluk oleh seseorang, dan yang pasti melakukannya adalah Micky sahabatku

“go back to Korea, just do what she wants” ucapnya sambil terus mengelus rambut panjangku. Dan aku benar-benar kaget ketika dia mengatakan hal itu.

“mwo ? kau ingin aku pulang ? lalu apa kata mereka semua ketika melihatku disana ? apa kau mau disemua tabloit muncul wajahku dengan tulisan ‘arwah Larei bangkit kembali’ aku akan menggemparkan Korea kau tau”

Mendengar ocehanku Yoochun hanya terkekeh ringan, menunjukkan senyuman lembutnya yang selalu membuatku nyaman .

“Lee~ apapun yang akan terjadi nanti di Korea, kau harus hadapi itu. Semua sudah menjadi resikomu memiliki saudara kembar yang menjadi artis populer. Yakin, dia pasti akan menjagamu disana. ditempat kelahiranmu dan dia. Walaupun raganya sudah tidak bernyawa, tapi hatinya masih ada, dan itu ada didalam dirimu. Jadi kau harus tenang menghadapi semuanya, oke ?”

Lagi-lagi dia membuat otakku seperti tersihir, seperti aku selalu menyetujui apa yang  selalu dia katakan. Aku hanya bisa mengangguk lemah menjawab perkataannya. Aku harus kembali ke Korea ? apa yang akan terjadi nanti ketika aku sudah sampai disana ?

2 minggu kemudian~

Apartment

09.01

” Lee aku senang kau menerima hadiahku . selalu hubungi aku yaa selama kau di Korea , jangan sampai kau melakukan hal ceroboh, ara ?” ucap Micky sambil memeluk tubuhku

Ya .. siapa lagi yang dengan hebatnya mendapatkan tiket ke Korea dengan secepat ini, dia benar-benar ingin aku kembali ke Korea. Dialah yang benar-benar mendukungku untuk menggapai semua yang belum sempat Larei dapatkan. Entah aku harus berkata apa untuk Micky. Dia benar-benar sahabat terbaikku.

” Dan kau sendiri ada rencana apa liburan ini ? ” tanyaku kembali pada Micky

” Ayah ku pulang Lee , aku senang sekali sepertinya tahun ini , kami akan merayakan tahun baru bersama .. Hmm , I’m Verry Excited Baby” Micky selalu menggodaku dengan kata-kata andalannya ‘Baby’ tapi entah kenapa aku sama skali tidak keberatan dengan panggilan menjijikan seperti itu.

” Aku ikut senang mendengarnya ”

” lalu nanti  kau disana akan tinggal dimana ? ” tanya Micky lagi

” aku akan tinggal bersama eomma”

” Waaahh baik-baik ya disana , Kau harus sering-sering menghubungiku, oke ? ”

” ya aku tidak akan lupa untuk selalu menghubungimu , sampaikan salam ku pada keluargamu yaa ”

” Pasti, oh ya Lee Sesampainya disana kau harus mencari penyanyi favoriteku ya Kim Taeyeon dan sampaikan salamku padanya hehe” ucap Micky sambil menjulurkan lidahnya

” Jika aku bertemu pasti aku duluan yang akan menyampaikan salamku pada penyanyi itu”

” LERIA!! ”

” Aku pergi, aku pasti akan merindukan mu ”

” Aku lebih lagi .. ingat hubungi aku sesampainya kau disana ”

” Pasti .. ” kataku sambil memeluknya lagi.

Incheon Airport, South Korea

Membutuhkan waktu Berjam-jam untuk sampai di Korea , sepanjang perjalanan aku terus dideru rasa khawatir. Bagaimana tidak, aku akan menggantikan peran Larei disana. apakah mereka semua menganggap kehadiranku nanti ? atau aku akan menggemparkan Seoul atau bahkan seluruh Korea karna ternyata Larei mempunyai saudara kembar sepertiku. Karna memang pasalnya Larei tak pernah mempublish didepan semua orang kalau dia mempunyai saudara kembar.

Ternyata sudah hampir jam 7 malam di Korea , aku memilih aman dengan menggunakan sedikit penyamaran. Aku memakai jaket kulit coklat favorite ku , jeans , dan memakai topi dan rambut panjang ku kumasukkan kedalam topi. Tak lupa kacamata hitam sebagai pelengkap penyamaranku.
“Waah di bandara saja masih banyak papan iklan Larei . sepertinya itu iklan sebuah ponsel , tidak banyak berubah sepertinya ” kataku pelan sambil memandangi papan iklan itu dengan pandangan kagum

sebuah papan iklan besar terpampang disetiap sudut bandara, menampilkan paras cantik Larei yang sedang memegang Handphone. Tapi disana tak hanya wajah Larei, ada wajah lain. Seorang pria.

“tampan” gumam Leria pelan saat melihat pria yang berada dipapan iklan bersama Larei

Leria tak berniat berlama-lama berada disana, dia harus berangkat menuju rumahnya, bertemu dengan eommanya yang memang tidak tahu menau sama skali tentang kepulangannya ke Korea. Sebelum pergi ke England, Leria memiliki sedikit pertengkaran dengan eommanya. Hanya karna Leria merasa iri pada saudara kembarnya. Larei selalu mendapatkan apa yang diinginkannya dari eomma, tapi tidak untuk Leria.

Kim’s Home, Gangnam, Seoul

 

 

Tok .. Tok .. Tok

 

Dan akhirnya sampai sudah Leria didepan rumah yang bisa dibilang megah ini, rumahnya dan juga Larei. dimana ada seorang wanita paruh baya yang sangat dirindukannya berada didalamnya, dan menjadi daftar paling atas tempat yang paling ingin dikunjungi Leria saat ini. Dan disinilah dia sekarang.

Pintu yang terbagi menjadi 2 yang bercatkan putih itu terbuka perlahan setelah sebelumnya terdengar suara derap langkah kaki yang mendekat kearahnya. Dan terbukalah pintu yang sedari tadi tertutup dengan angkuhnya dan menampilkan sesosok perempuan dengan wajahnya yang terlihat cukup lelah.

“eomma” Leria menghambur kepelukan eommanya setelah mendapati wanita paruh baya itu berdiri tepat dihadapannya.

“Shin-Hae ? ini kau nak ? omo! Shin-Hae~ah .. neomu bogoshipda” ucap eomma dengan suara serak yang sangat kentara seperti sedang menahan suara tangisan. Dan tentu saja eomma membalas pelukan Leria.

“nado, bogoshipo eomma”

******

“kenapa kau tak memberitahu eomma kalau kau akan ke Korea, setidaknya eomma bisa menjemputmu dibandara”

Leria dan eomma sudah berada diruang tengah rumah ini, yang menjadi tempat khusus untuk keluarga ini jika ingin berkumpul.

“justru itu yang menjadi alasanku tidak memberitahu eomma tentang kedatanganku. Aku tidak ingin eomma lelah menungguku dibandara” eomma hanya tersenyum mendengar ucapan Leria barusan.

“eomma, Larei … ani, Shin-Young … apakah dia meninggalkan sesuatu sebelum kepergiannya ?” tanya Leria tanpa basa-basi yang membuat wajah eommanya berubah seketika ketika membicarakan masalah Larei.

“ani .. dia tidak meninggalkan apa-apa, dia hanya pamit untuk pergi mengunjungi makam appanya, dan beberapa jam kemudian….” seakan tidak kuat dengan apa yang akan diucapkannya, dia menggantungkan kata-katanya

“mianhae, eomma”  ucap Leria sambil mengusap pelan punggung eommanya

“gawaencanha, sebaiknya kau istirahat. Kau pasti lelah”

“hmm, arraseo”

******

Olympic Gymnastics Area Seoul

 

“aigooo~ lelah sekali rasanya. Ah hyung, ini konser pertama kita kan ?” ucap seorang bertubuh mungil dengan wajah yang cukup manis untuk ukuran seorang namja yang bernama Ryeowook  bertanya pada orang yang berdiri tepat didepannya Leeteuk.

“hmm, ini konser perdana kita untuk SuperShow 4. Ahhh~ selanjutnya pasti akan lebih melelahkan lagi untuk menyelesaikan konser-konser berikutnya” ucap Leeteuk sambil terus meneguk habis minuman yang berada dalam genggamannya.

“ah, Hyung.. untuk merayakan kesuksesan kita untuk SuShow perdana ini, bagaimana kalau kita makan diluar ?”

“setuju!” jawab seseorang dengan badan yang berbobot lebih besar dari semua member

“Shindong-ah kau itu kalau soal makanan selalu paling semangat” ucap Leeteuk sambil tertawa

“aku juga setuju, ayo semuanya kita berangkat” timpal pria yang bernama Yesung

Semua sedang besiap-siap untuk merayakan kesuksesan karir mereka, hanya ada satu member yang terlihat sangat tak berminat untuk pergi. Dia adalah Cho Kyuhyun

“aku tidak ikut” mendadak semua pandangan beralih kearah suara yang bersumber disudut ruangan

“Kyuhyun-ah aku mengerti bagaimana perasaanmu, tapi apa kau akan terus tepuruk seperti ini ? kau juga butuh refreshing Kyu” ucap bijak sang Leader

“sirho” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan hendak meninggalkan semua member yang berada diruang ganti begitu saja.

“Kyu! Jangan menyiksa dirimu terus menerus. Larei sudah tidak ada, kau harus mengikhlaskannya”

Mendengar kata-kata itu yang terlontar dari hyungnya sendiri sontak membuat Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menatap Donghae Hyung dengan tatapan mengerikan

“apa kau bilang ? mengikhlaskan ? apa kau pernah merasakannya ? kalau jawabannya belum, tutup mulutmu Lee Donghae-ssi” ucap Kyuhyun tajam tanpa menggunakan embel-embel ‘hyung’ dibelakang nama Donghae sangking kesalnya dan langsung meninggalkan ruangan begitu saja setelah membuat suasana menjadi sedikit canggung.

“YAK!!” kalau saja Siwon tak mencegah Donghae keluar, mungkin perkelahian akan terjadi.

******

Kyuhyun berjalan gontai disebuah taman yang entah didaerah mana, tempat ini cukup sepi. Hanya ada beberapa orang yang sedang menyaksikan indahnya air mancur yang memang tersedia didekat taman itu. Kyuhyun dulu selalu mengajak Larei ketempat ini jika keduanya sedang sangat lelah akibat aktifitas mereka yang memang terkadang menggila padatnya.

Taman ini menjadi tempat favorite mereka, dalam seminggu mereka mengunjungi tempat ini sekali bahkan lebih jika memang mereka menginginkannya. Tempat ini hanya ada pengunjung paling banyak 5 orang atau bahkan kurang dari itu. Karna tempat ini memang cukup jauh dari pusat keramaian kota.

Disini mereka hanya menghabisi waktu dengan duduk bersantai sambil menikmati udara yang memang sangat sejuk. Dan mereka juga saling menceritakan masalah mereka satu sama lain yang membuat mereka kesal atau tertawa. Banyak sekali kenangan Kyuhyun dan Larei yang terdapat ditempat ini.

Kyuhyun masih belum berniat untuk pergi meninggalkan taman ini, dia memang seharusnya mendapatkan penyegaran otak karna kejadian yang membuat dirinya sedikit terguncang akibat kematian orang yang amat sangat dia sayangi baru-baru ini.

Kyuhyun saat ini tidak menggunakan penyamaran sama skali. Jadi wajar saja jika semua orang yang berada ditaman ini dengan penuh minat memandang kearahnya. Menjadi pusat tontonan yang begitu menyenangkan. Kyuhyun bahkan tidak menyadari kalau dia menjadi pusat perhatian sekarang sampai bunyi Handphonenya yang menyadarkan dia dari lamunannya.

“Yeoboseyo”

Kyuhyun-ah .. ini eomma

******

Kim’s Home, Gangnam, Seoul

“ada apa eomma ?” Kyuhyun sekarang sedang berada dirumah Larei. eomma tadi menelpon Kyuhyun dan menyuruhnya datang kekediamannya, ada yang ingin disampaikan mungkin.

“apa dulu Larei pernah membicarakan tentang … saudara kembar yang dia miliki ?” ucap eomma tanpa basa-basi setelah mereka berdua sudah duduk berhadapan untuk membicarakan masalah yang bersangkutan dengan Larei

“mwo ? saudara kembar ? ani …” Kyuhyun mengerutkan wajahnya mendengar ucapan eomma yang memang tidak dia mengerti sama skali.

“eomma melahirkan anak kembar Kyuhyun-ah. dan anak kembar itu salah satunya Larei, dan yang satu bernama Leria”

Seperti dihantam dengan bongkahan es tepat diatas kepalanya, Kyuhyun merasa berdenyut didaerah kepalanya setelah mengetahui satu kenyataan baru bahwa Larei mempunyai saudara kembar. Dan yang berarti dia akan sangat mirip dengan Larei dan kenyataan pahit lainnya adalah dia harus melihat wajah Larei –lagi- didalam keluarga ini.

“kenapa Larei tak pernah menceritakannya padaku ? apa memang ini menjadi sebuah rahasia ?”

“ani .. sebenarnya ini bukan dirahasiakan, memang Larei yang tak pernah mau menceritakannya pada media dengan alasan kenyamanan hidup Leria nantinya. Sebagai seorang entertaint Larei sangat mengerti bagaimana tersiksanya hidup dengan sorotan kamera dimanapun dan kapanpun. Media pasti akan mencari tahu tentang kehidupan Leria juga sebagai saudara kembarnya. Dan Larei membenci hal itu, cukup hanya dia yang tersiksa, tidak untuk Leria” jelas eomma panjang lebar yang membuat Kyuhyun semakin sesak nafas mendengarnya. Kenyataan bahwa wajah Larei harus hadir kembali dikehidupannya, walaupun di orang yang berbeda.

“boleh aku bertemu dengan ..  Leria ?” ucap Kyuhyun sedikit berat mengucapkan nama Leria, karna hanya nama Larei-lah yang selalu dia ucapkan

“sebentar eomma panggilkan” eomma menghilang dari jarak pandang Kyuhyun. Kyuhyun yang menanti kehadiran Leria dengan wajah yang sedikit tegang, terus memainkan jari-jarinya yang mungkin sudah terasa dingin sekarang.

Tak lama suara derap langkah kaki kembali menghampiri dimana tempat Kyuhyun berada, dan jantung Kyuhyun semakin kencang berdetak menantikan sosok yang sama persis dengan orang yang dicintainya yang sudah tidak ada lagi didunia ini.

“ini dia Leria”

TBC