SMent Builldding,South Korea

 

SHIN-HAE’S POV

 

Duduk diantara beberapa namja yang kutemui tadi didepan, dan mereka menjadikanku pusat perhatian mereka sekarang. tatapan mereka yang seperti akan ‘menerkamku kapan saja mereka mau’ membuatku sedikit merinding. Dan sialnya satu-satunya namja yang kukenal didalam kelompok ini lebih memilih duduk dipojok ruangan dengan earphone menempel ditelinganya dan sebuah buku ditangannya, dia benar-benar tidak berniat sama skali menolongku yang sedang dalam ketakutan sekarang. namja sialan!

 

“kembar ?” tanya namja yang sedari tadi menatapku paling intens diantara yang lain. Cukup tampan tapi terlalu kurus untuk ukuran pria. Oke Leria kau cukup gila yang masih bisa dengan tenangnya menilai penampilan pria ini, padahal kau dalam masalah sekarang

“ne, Larei adalah saudara kembarku” jawabku sekenanya.

Tidak tahu harus menjelaskan apa lagi pada mereka yang masih dengan penuh minat mengintrogasiku habis-habisan. Aku kehilangan kata-kata ketika melihat pria yang duduk dipojok sana, terus menerus berfikir kapan pria itu akan berhenti membuatku terpesona padahal dia tidak melakukan apa-apa, dia bahkan tidak memandang kearahku sama skali, sepertinya aku sudah lulus tes untuk masuk kerumah sakit jiwa sekarang. aish! Kenapa harus pria itu yang dipilih hatiku, kenapa tidak salah satu pria yang sedang berkerumun didepanku saja.

“tapi kenapa Larei tidak pernah menceritakan pada siapapun kalau dia punya saudara kembar ?” lagi-lagi pertanyaan kembali terlontar tapi kali ini dari namja yang berbeda

“hanya alasan sederhana yang dibuat Larei untuk menyembunyikan keberadaanku, dia hanya tidak ingin hidupku terganggu seperti apa yang dia alami. Dia hanya ingin aku hidup normal layaknya gadis-gadis remaja yang lain”

Semua menganggukan kepalanya bersamaan setelah mendengar jawaban dari pertanyaan namja tadi yang entah siapa namanya, kami bahkan belum sempat berkenalan tapi mereka sudah dengan sadisnya menyeretku kedalam ruangan latihan mereka dan mengeluarkan beberapa pertanyaan yang wajib ku jawab.

“jadi yang kulihat diberita itu kau” ucap namja itu lagi –namja yang terlalu kurus itu-

“lalu untuk apa kau datang kesini ?” lanjutnya lagi

“ada sebuah perintah yang mengharuskan aku bekerja ditempat ini” jawabku sekenanya

“bekerja ? kau akan menggantikan Larei menjadi selebritis ?”

“walaupun terlihat seperti itu, tapi aku benar-benar tidak berniat untuk melakukannya. Aku hanya ingin memenuhi keinginan Larei”

Aku hanya menunjukkan senyum terpaksa yang membuat wajahku terlihat aneh. Mereka sepertinya sudah kehabisan pertanyaan untuk ditanyakan padaku. Itu berarti aku bebas dari mereka, dan tanpa diperintah tatapanku kembali pada namja yang masih tenggelam dengan kegiatan mengasikannya membaca buku dengan alunan musik yang didengarnya. Dia bahkan sama skali tidak perduli padaku. Pabo! Padahal sudah jelas-jelas Kyuhyun tidak pernah menganggapku ada, tapi betapa gilanya aku yang masih menaruh rasa suka pada namja itu.

“nona, sudah saatnya anda bertemu dengan Lee Soo Man Sajangnim” kedatangan tuan Jang membuat tatapanku teralihkan dari namja itu, aku harus pergi dan itu berarti aku tidak bisa melihat wajahnya lagi.

Aku menganggukkan kepalaku kearah tuan Jang yang masih tersenyum ketika melihat kearahku. Aku bangkit dari dudukku dan mulai berpamitan dengan ke-9 namja yang ada dihadapanku, tentu saja kecuali Kyuhyun, bagaimana aku bisa berpamitan dengannya, mendengar aku harus pergi saja tidak. Sebelum pergi aku benar-benar memberanikan diri untuk menatap wajah namja itu lagi, setidaknya untuk yang terakhir kali untuk hari ini. Dan seperti dia menyadari sedari tadi ada yang memandanginya, Kyuhyun menoleh kearahku, membuatku mati kutu –lagi-. selalu seperti ini, aku selalu terlihat dalam keadaan bodoh ketika dia melihat kearahku, sial! Aku sedikit membungkukan badanku kearahnya lalu pergi meninggalkan ruangan ini.

Lee Soo Man’s Rooms, SMent Builldding

 

 

“kau hanya perlu menyanyikan satu lagu, sebenarnya lagu ini sudah pernah dipopulerkan oleh artisku sendiri, tapi aku membutuhkan suara wanita sekarang, dan aku memilihmu untuk menyanyikannya. Tidak ada yang berubah dengan lyrics maupun nada dari lagu ini, kau hanya perlu menyanyikannya, cukup menyanyikan ulang lagu ini”

Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku, sebelumnya aku sudah mendengar penjelasan dari tuan Jang mengenai watak pria dihadapanku ini, dia tidak pernah mau menerima penolakan, itulah yang kudapatkan dari tuan Jang mengenai pria paruh baya dihadapanku ini.

Tidak perlu berlama-lama diruangan itu, Lee Soo Man Sajangnim hanya memberiku selembar kertas yang berisi lyrics lagu yang harus kupelajari untuk ku nyanyikan ulang, dan aku sudah diperbolehkan pulang. Pulang dalam arti disini bukan pulang kerumah seperti yang biasa kulakukan. Aku harus tinggal didorm , itulah yang dikatakan Lee Soo Man Sajangnim barusan kepadaku. Aku tidak menolak ? tentu saja aku menolak! Itulah yang sedang aku lakukan saat ini pada tuan Jang

“aku tidak mau! Aku ingin pulang kerumah. Jarak dari tempat ini kerumahku tidak terlalu jauh, jadi apa masalahnya jika aku pulang ? aku berjanji aku akan selalu tepat waktu datang ketempat ini, bisakan tuan Jang ? ayolah aku hanya ingin pulang, tidak lebih” rengekku bagaikan anak berumur 5th yang kehilangan mainannya

“maaf nona, anda harus tetap tinggal di dorm, ini hanya untuk dua minggu saja, setelah itu anda bisa kembali lagi kerumah”

“aku bahkan belum minta izin pada eomma” aku mencoba membela diri

“aku sudah mendapatkannya”

“aku belum membawa persiapan” lagi-lagi mencoba mendapatkan alasan yang tepat untuk bisa pulang kerumah

“aku sudah menyiapkan dan membawanya tadi”

Tidak kehabisan akal, lagi-lagi aku mencari alasan

“ponselku tertinggal dikamar”

“kau sedang menggenggamnya nona” Shin-Hae baru sadar kalau handphone putih miliknya sedang berada digenggamannya

Haish! Alasan apalagi yang harus kubuat ? aku benar-benar tidak ingin tinggal ditempat asing ini. Saat sedang melanjutkan –tawar menawar- dengan tuan Jang, aku melihat Kyuhyun baru saja melintas dihadapanku, membuat aku sedikit tersenyum mendapatkan fakta menyenangkan jika aku tinggal didorm. Aku akan bertemu dengan Kyuhyun sebanyak apapun yang ku mau.

“tuan Jang dimana kamarku”

******

Keesokan harinya

SMent Builldding, South Korea

 

KYUHYUN’S POV

“jadi dia tinggal didorm ? waah berarti aku bisa bertemu lagi dengannya” Eunhyuk hyung bahkan sudah satu malam ini terus menceritakan betapa kagumnya melihat wanita itu, aku bosan mendengar ocehan si monkey itu

Tunggu, dia tinggal di dorm ini juga ? untuk apa ? apa dia benar-benar kembali hanya untuk mengambil popularitas Larei ? cih! bahkan dia marah ketika aku mengatakan dia kembali hanya untuk merebut semua yang sudah Larei raih.

“kudengar hari ini dia akan berlatih menyanyi diruang latihan SNSD, apa kau ingin melihatnya ?” sambut Donghae yang bahkan tidak pernah tertarik dengan masalah wanita sekalipun kini dia turut adil dalam masalah ini sekarang

Semua hyungku seperti menunjukkan reaksi yang sama dengan Eunhyuk dan Donghae hyung, mereka sepakat untuk mengintip kegiatan wanita itu dan lebih memilih mengabaikan latihan yang harus kita lakukan untuk persiapan SuShow selanjutnya. Apa-apaan sih mereka ini.

“yak! Hyung kalian lupa kalau kita juga harus latihan hari ini” teriakku memperingatkan

Sial! Mereka semua tidak ada yang memperdulikanku, seakan mereka tidak pernah mendengar apapun yang keluar dari mulutku mereka malah meninggalkanku sendiri. Kecuali Sungmin hyung yang membalikkan badannya dan mendekat kearahku

“Kyu, ayo ikut” Sungmin hyung menarikku paksa, mengikuti barisan yang dibuat hyung-hyungku menuju ruang latihan SNSD. Ini gila! Apa-apaan ini.

“hyung, sirho! Aku tidak ingin pergi” aku mencoba berontak dan melepas genggaman tangan Sungmin hyung tapi sialnya susah sekali. Sejak kapan kekuatan Sungmin hyung menjadi lebih besar dari kekuatanku.

“sebentar saja Kyu, kau akan menyesal jika tidak melihatnya”

SNSD’s Practice Room, SM Building

Dan sampailah kami semua didepan pintu ruangan latihan SNSD, baru saja tiba semua anggota SNSD sudah menyambut kedatangan kami

“omo! Oppadeul ada apa kalian kesini ?” tanya Taeyeon sang Leader memandang kami semua dengan wajah terkejut. Tentu saja, siapa yang menyangka sepagi ini kami sudah berkeliaran dari ruangan latihan kami, ini semua karna ulah si monyet itu.

Dari jauh aku melihat semua member SNSD sedang duduk menyaksikan satu wanita yang sedang berdiri dihadapan mereka semua dengan memegang sebuah kertas yang sepertinya berisi lyrics lagu, karna sesekali dia melihat catatan dikertas itu sebelum dia kehilangan lyrics untuk bernyanyi. Namun kegiatan itu terhenti ketika Seohyun memanggil namaku dari dalam

“Kyuhyun oppa” suaranya pelan, tapi itu cukup membuat wanita itu menoleh juga kearahku, sial.

Aku hanya memberikan senyum secukupnya pada Seohyun yang sedari tadi tersenyum padaku, raut wajah wanita itu berubah ketika melihat kearahku dan Seohyun secara bergantian.

“boleh kami masuk ? aku ingin melihat Leria” Leeteuk hyung benar-benar mencari masalah! Apa tidak cukup hanya memandangnya dari luar saja ? itu berarti aku harus masuk kedalam juga, karna Sungmin hyung pasti tidak akan membiarkanku pergi begitu saja

“kalian sudah bertemu dengan Larei ?” Taeyeon yang menyadari salah menyebutkan nama sontak menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan melihat kearahku.

“mian, Leria maksudku” ucapnya pelan masih memandangku, aku tidak bereaksi apa-apa, hanya tatapan biasa yang bisa kuberikan.

Menyadari keadaan menjadi dingin, Leeteuk hyung mulai menyuruh kami semua untuk masuk agar mencairkan suasana, dan mau tidak mau aku harus ikut masuk kedalam. Kini pandanganku terpaku pada wanita yang masih berdiri didepan dalam diam tanpa melakukan apapun.

“oppa, sebelah sini” Seouhyun menepukkan tangannya kearah tempat yang kosong disebelahnya, dan aku tidak bisa menolak, karna dia akan menjadi teman duetku nanti, aku tidak boleh bersikap tidak sopan didepannya.

Walaupun aku tidak melihatnya, tapi aku cukup merasa kalau pandangan gadis itu terpaku padaku dan juga Seohyun.

“ayo Leria, nyanyikan satu kali lagi untuk kami” Sunny yang terlihat paling bersemangat menyuruh dia untuk menyanyikan ulang lagu itu dihadapan kami.

Dia terlihat sedikit gugup, mungkin karna kedatangan kami semua. Tapi dia memberanikan diri dan mulai menyanyikan lagu itu satu kali lagi.

Nan jeongmal gwaenchaneun geonji

Na boreo gwaenchanyamyeo

Mureoboneun sarammajeo

Naega seulpeo boina bwa hagin na

Nunmullo du soni beombeogi janha

(akhirnya aku mengetahuinya sekarang

Apa yang terus mereka tanyakan padaku

Aku terlihat sangat menyedihkan

Sampai aku tidak tau airmataku terjatuh)

Nareul wihae ddo heulleo naerineun bitmuri

nae nuriae wieseo beonjyeo

Neol garyeojultende

Saranga uljima neol deryeogalji

Molla

Ajikdo neon nameun gieokmajeo

Japgo ittdeongeoya

(aku bisa melihatmu dengan jelas

Cintaku, jangan menangis

Aku tidak tahu

jika aku seharusnya

Membawamu bersamaku

Kau tetap menyimpan banyaknya kenangan itu)

Jamshi nuneul gama

Neol saranghalkkabwa

Nohaya dwoel neoui soneul

Notji mothalkkabwa

Naegero saranghanenun beopeul

Gareuchyeo jun neo eoddeohke

Ijeoya hae jigeumui nae moseup

(aku menutup mataku untuk sementara

Aku selalu mencintaimu ..

Aku ingin melupakanmu,

Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi

Kau menguatkan aku dengan cinta ini

Sekarang bagaimana bisa aku melupakanmu ?)

Oneul ddo sure chihae nege jeonhal

Georeo yeokshi neon badji anha ddo

Uljanha

 

(hari ini aku mabuk lagi ..

Aku menelponmu tapi kau tidak menjawabnya

Aku menangis lagi)

Museun mareul haettneunji

Heotdwoen soril hanji

“mianhae” ran mal jocha mothaneun na

Ajikdo naegeseo domanggaryeoni

Jabeul su eoptneun kkumeul

Jjotdeushi deo meoreojyeoga

 

( apa yang harus kukatakan

Aku bosan dengan kata-kata ini

Aku bahkan tidak bisa mengatakan “aku minta maaf”

Jadi untuk apa aku ada, aku tidak dapat

Menggapai mimpi itu

Sekarang semua itu sudah tidak ada)

Jamshi nuneul gama

Neol saranghalkkabwa

Nohaya dwoel neoui soneul

Notji mothalkkabwa

Naegero saranghanenun beopeul

Gareuchyeo jun neo eoddeohke

Ijeoya hae jigeumui nae moseup

(aku menutup mataku untuk sementara

Aku selalu mencintaimu ..

Aku ingin melupakanmu,

Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi

Kau menguatkan aku dengan cinta ini

Sekarang bagaimana bisa aku melupakanmu ?)

Neoege eoddeon sarangi wado gidariltende

Pyeonhi naega eoptda saenggakhae

Nege haettdeon uri yaksokgwa

Hamkke hajideon nunmureul

Ije boyeo julsu isseo

(cinta itu butuh waktu

Tapi aku tidak punya

Janji itu kita yang buat

Untuk kita bersama

Tapi aku tidak bisa menepatinya sekarang)

Jamshi nuneul gama

Neol saranghalkkabwa

Nohaya dwoel neoui soneul

Notji mothalkkabwa

Naegero saranghanenun beopeul

Gareuchyeo jun neo eoddeohke

Ijeoya hae jigeumui nae moseup

(aku menutup mataku untuk sementara

Aku selalu mencintaimu ..

Aku ingin melupakanmu,

Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pergi

Kau menguatkan aku dengan cinta ini

Sekarang bagaimana bisa aku melupakanmu ?)

(Song : DBSK – Saranga Uljima)

Bahkan tidak ada musik sama sekali yang bermain saat dia menyanyikannya, tapi kenapa suaranya begitu sempurna. Lagu ini termasuk dalam kategori yang sulit, karna dibeberapa bagian harus meninggikan suaranya , dan dia berhasil menyanyikannya. Bahkan hampir sama seperti penyanyi aslinya. Mengagumkan

Setelah selesai menyanyikannya, semua member yang berada diruangan ini serentak bertepuk tangan untuknya, dia hanya menunduk tersipu malu saat semua bersorak ‘Daebak Leria-ssi’

Dan lagi, hari ini dia terlihat menawan, mengenakan baju berwarna hijau gelap dengan rambut yang setengahnya diikat keatas dan tak lupa kacamata hitamnya, yang membuatnya terlihat cantik, mempesona.

Aish! Cho Kyuhyun apa yang sedang kau fikirkan!

Untuk menghindari segala macam kenyataan bahwa aku akan semakin terpesona dengan penampilannya hari ini, lebih baik secepatnya aku keluar dari ruangan ini.

Dengan langkah yang sedikit dipercepat aku keluar dari ruangan ini. Tidak perduli dengan beberapa orang yang meneriakkan namaku untuk tetap tinggal diruangan itu.

******

Leria Rooms, Dorm SMent

 

SHIN-HAE’S POV

cih! reaksi apa itu yang dia tunjukan, bahkan dia tidak menunjukkan senyumnya sama skali, apa penampilanku kacau hari ini ? tapi semua orang bertepuk tangan untukku. Dan lagi ada hubungan apa dia dengan wanita yang bernama Seohyun ? apa dia berselingkuh dibelakang Larei ? mereka terlihat sangat mesra sekali.

Tapi berbicara tentang Kyuhyun, kapan sih dia tidak akan pernah terlihat mempesona dimataku, bahkan saat dia datang mengunjungiku tadi dia hanya memakai kaus putih polos dengan kerah membentuk huruf V. Tapi lagi-lagi dia berhasil merebut perhatianku. Tuhan, sebenarnya ada apa denganku ? apa ini cinta ? tapi mengapa secepat ini ? lagipula dia adalah namjachingu saudaraku sendiri, aku tidak boleh mencintainya.

Saat aku sedang bersantai diatas tempat tidurku, aku baru mengingat bahwa aku belum sempat menghubungi Micky sama sekali saat aku telah sampai di Korea. Gawat!

Dengan cekatan aku meraih ponselku yang berada didalam tas dan mencari nama My Besties di contact dan langsung menekan tombol berwarna hijau. Sebelumnya aku sempat memandangi foto sahabat terbaikku itu yang memang sudah kupasang di contactnya. Aku merindukannya.

Lama aku menunggu nada panggil yang belum juga tersambung, sampai akhirnya Micky mengangkat telp ku.

“Leria! Kau tahu disini jam brapa huh, aku sedang tidur kau tahu, jangan samakan dengan waktu dikorea”

Bukan sapaan seperti biasa yang dikatakan setiap mengangkat telp tapi Micky sudah melontarkan kata-kata yang membuatku merasa bersalah. Aku lupa! Aku lupa kalau perbedaan waktu antara Korea dan England hampir 7 jam

“mian Micky, aku lupa .. yasudah lanjutkan saja tidurmu” baru ingin kututup telpku, tapi dia menahannya

“sudahlah, aku sudah terlanjur bangun, ada apa ? apa kau bersenang-senang disana sampai kau lupa untuk menghubungiku”

“Micky aku benar-benar minta maaf, aku akan menerima segala hukuman yang akan kau berikan nanti karna aku lupa menghubungimu”

Terdengar kekehan pelan dari sebrang sana, apa dia sedang tertawa ? dasar bocah tengik! Aku sedang minta maaf tapi dia malah tertawa, apa dia fikir ini lucu

“yak! Kau tertawa ?”

“ani .. kau lucu, seperti anak berumur 5th yang sedang meminta maaf”

“lanjutkan saja tawamu Micky, aku akan menutup telpnya” ancamku yang sepertinya berhasil membuatnya berhenti tertawa

“ya ya! Kenapa kau tutup, kau bahkan belum menceritakan tentang apa saja yang terjadi disana. apa kau berhasil memenuhi segala keinginan Larei ?”

Ucapan Micky membuatku teridam. Aku bahkan lupa tujuan utamaku kembali ke Korea. Aku kembali karna ingin memenuhi segala keinginan Larei, tapi dengan bodohnya aku malah melupakannya dan terfocus pada hal lain, yaitu Cho Kyuhyun.

“Lee ? kau masih mendengarku ?”

“ne, aku .. aku mendengarmu”

Perasaanku mulai kacau sekarang. aku tidak bisa terus menerus seperti ini, aku seharusnya hanya terfocus pada satu permasalahan saja, ayolah Leria lupakan bayangan Cho Kyuhyun. Tapi yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, apa aku bisa menghapus bayangan Cho Kyuhyun ?

Saat Micky masih menunggu jawabanku, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarku membuat aku harus segera mematikan handphoneku. Karna ada sebuah perjanjian yang mengharuskan aku tidak boleh menggunakan handphone didalam Dorm.

“Micky, nanti aku telp lagi oke .. night” tanpa menunggu jawaban dari Micky, aku langsung memutuskannya begitu saja dan langsung memasukkan handphoneku kedalam tas

Aku berjalan menuju pintu dan membukanya, betapa terkejutnya aku siapa yang datang. Namja yang dari kemarin menyita seluruh perhatianku, namja yang membuatku selalu terpesona, namja yang sangat menyilaukan dimataku kini berdiri dihadapanku, Cho Kyuhyun!

“ikut aku”

Dia menyeretku paksa keluar dari kamarku menuju .. entah kemana dia akan membawaku. Aku tidak begitu tahu beberapa tempat digedung ini, yang jelas ini masih digedung tempat aku tinggal sekarang. tangannya begitu kuat mencengkram tanganku hingga aliran darahku sedikit terhambat dan menimbulkan warna pucat disekitar pergelangan tanganku.

“sakit! Lepaskan!” mencoba melepaskan cengkraman tangannya adalah usaha yang sia-sia, tenaganya terlalu kuat untuk kulawan. Semakin aku berontak semakin kencang pula cengkramannya

Dan sampailah kami disudut ruangan yang sangat sepi, mungkin tidak terjamah sama sekali, karna tempat ini begitu kotor seperti tidak pernah ditempati. Hanya kami berdua yang berada disini, terjebak dengannya didalam situasi seperti ini hanya mempercepat ajalku, membuat degupan jantungku menggila saat aku harus mengetahui fakta bahwa kini genggaman tangannya mulai melembut ditanganku.

“sebenarnya apa yang sedang kau lakukan disini huh ?”

Pertanyaan wajar yang dia lontarkan, aku tahu cepat atau lambat dia akan bertanya mengenai masalah ini

“aku .. aku hanya ..”

“munafik”

kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya membuatku terdiam, setengah tidak percaya dia mengatakan kata sekasar itu pada wanita. Inikah namja yang sedari tadi kupuja ? aku menyesal telah memujanya sepenuh hati!

“mwo ?”

“kemarin kau bahkan sangat marah ketika aku berkata kau kembali hanya untuk merebut popularitas Larei, tapi kenyataannya sekarang .. kau mulai mencoba untuk menggantikannya kan”

“aku tidak…”

“tidak berusaha untuk menolak tawaran yang diberikan perusahaan ini untuk menjadikanmu terkenal ?” dia memotong ucapanku seenaknya, dan ucapannya seperti peluru yang menembus pas dijantungku membuat seluruh kerja organ tubuhku berhenti

“kau terlalu naif” lanjutnya

Dia memandangku intens dengan tatapan yang sangat mengerikan, aku hanya bisa terdiam melihat tatapan tajam matanya. Lalu Kyuhyun melanjutkan ucapannya

“pilih .. kau yang meninggalkan tempat ini atau aku yang pergi”

TBC