cvrbrcpy

SMent Building, Seoul

 

KYUHYUN’S POV

“pilih .. kau yang meninggalkan tempat ini atau aku yang pergi”

Dia terdiam .. hanya menundukkan kepalanya tanpa menatapku sedikitpun. Keterlaluan ? ya, aku mengakuinya, tapi apa yang sedang dia lakukan lebih keterlaluan menurutku. Setelah kematian Larei tiba-tiba dia kembali dari England dan berniat ingin meneruskan apa yang sudah Larei raih. Cih! dia benar-benar naif.

“sudah selesai ? sekarang aku yang bicara, jangan mencoba untuk menyelah perkataanku, cukup dengarkan baik-baik” akhirnya dia angkat bicara

“apa kau tau alasanku kembali ke Korea ? kalau kau tidak tahu, jangan menilaiku seperti seakan-akan aku benar-benar bernafsu untuk mengambil seluruh kekayaan Larei. dan apa kau berfikir aku yang menginginkan menjadi seorang penyanyi ? aku bahkan tidak pandai bernyanyi, dan asal kau tahu, aku kuliah di Oxford yang akan menjamin masa depanku nantinya, tanpa harus menjadi seorang penyanyipun aku akan sukses. Apa untungnya aku mengambil semua yang Larei miliki ? aku bahkan sudah memilikinya disana. ketenaran ? untuk apa aku menjadi tenar, bahkan aku tidak suka melihat banyak kamera didepanku. Dan aku tau betul dia mempunyai namjachingu, dan itu kau. Dia telah menceritakan semuanya padaku. Dan aku tidak akan dengan bodohnya mencintai namja yang sudah Larei miliki. Sekali lagi aku tidak pernah berniat merampas semua yang telah Larei raih. Jika aku harus memilih, lebih baik aku yang pergi dari tempat ini. AKU KELUAR!”

Setelah menyelesaikan ucapannya dia mendorong tubuhku menjauh dan dia pergi meninggalkan ku yang masih terpaku ditempat, semua yang dia katakan benar. Tapi kenapa aku masih merasakan keganjalan jika dia tetap berada disini. Aku tidak menyukai dia berada didekatku.

Baru beberapa langkah dia meninggalkanku, tapi langkahnya terhenti karna mendengar suara seseorang yang berteriak didepan kami berdua. Membuatku dan gadis itu menoleh kearah sumber suara.

“siapa bilang kau boleh pergi dari tempat ini” ucap tuan Jang yang sudah berdiri dengan angkuhnya dihadapan kami. Sejak kapan dia disitu.

Itu asisstent Larei dulu yang sekarang menjadi asisstentnya, dia menghadang langkah gadis itu agar tetap ditempat. Ternyata tuan Jang tidak sendiri, dibelakangnya sudah berdiri dengan angkuhnya Seunghwan hyung yang menatap ku garang.

“tidak akan ada yang pergi dari tempat ini, aku akan berpura-pura tidak mendengar apa-apa. Tapi jika sekali lagi aku mendengar kalian bertengkar seperti ini, aku jamin kalian akan berhadapan dengan SooMan Sajangnim” sambung Seunghwan hyung

Kedua orang menyebalkan itu pergi tanpa melakukan apapun lagi. sial! Padahal hanya sekedar ucapan, tapi kenapa itu berhasil membuat ku merinding. Ini semua karna gadis itu. Jika aku sampai masuk dalam masalah, tidak akan ku ampuni dia.

Aku mempercepat langkahku menyusul langkah gadis itu, sengaja mendorong tubuh gadis itu dengan bahu ku hingga dia kehilangan keseimbangan.

“yak! Apa-apaan kau huh” teriaknya tak terima

Aku lebih memilih mengabaikannya, meladeninya membuat emosiku tambah memuncak.

******

SHIN-HAE’S POV

Keterlaluan!

Tidak sopan!

Kurang ajar!

Aku terus menggerutu selama berjalan menuju kamarku, Kyuhyun masih berjalan didepanku dan tadi dengan sengaja dia menabrakku. Seperti anak kecil, caranya sangat tidak lucu! Aku juga tidak ingin berada ditempat ini, kalau bukan Larei yang meminta, aku akan kabur dari tempat yang seperti neraka ini.

Masih asik menggerutu, tiba-tiba pria yang bernama Yesung menghampiri Kyuhyun yang berada tepat didepanku

“Kyu, hari ini jadwal Sukira, kau yang akan membawa acaranya. Ayo cepat”

Sukira ? apa itu ? jangan salahkan aku yang mendengar percakapan mereka, siapa suruh mereka membicarakannya didepanku.

“Leria, kau juga ikut” Yesung oppa berbalik menghadapku dan memberikan sebuah senyuman. Cih! senyuman apa itu, senyumannya memiliki arti tersendiri

“mwo ?” aku dan Kyuhyun sama-sama mengatakan hal yang sama, gila! Apa lagi yang harus aku lakukan

“sirho! Kalau gadis itu ikut, aku tidak akan pergi” lagi-lagi si setan tengik itu membuat emosiku memuncak. Seperti aku akan membuat masalah saja jika aku ikut

“baik, aku ikut!” selahku, sengaja aku menekan setiap perkataanku, lalu aku mendekat kearahnya. Menyejajarkan langkahku dengannya.

“aku tidak ingin berurusan dengan SooMan Sajangnim. Jika kau tidak mau pergi ya silahkan. Tapi jangan bawa-bawa namaku jika kau mendapat masalah dengan Lee SooMan Sajangnim” ucapku pelan bahkan hampir berbisik, membuat Kyuhyun kehilangan kesabarannya, wajahnya memerah menahan emosi, haha kali ini aku menang Kyu!

“kalian ini kenapa sih ?” tanya Yesung oppa yang bingung melihat tingkah kami

“ani .. ayo oppa” aku menarik tangan Yesung oppa menjauh dari si iblis itu. Berada terlalu lama didekatnya membuat suasanan hatiku menjadi tidak baik. Aku benar-benar sangat menyesal telah mengaguminya dari pertama bertemu. Kalau aku tau sifatnya semenyebalkan itu, aku akan berusaha untuk jatuh cinta pada Donghae oppa saja

******

Van Super Junior

 

 

AUTHOR’S POV

“Leria dan Kyuhyun kalian naik duluan, aku ingin berbicara sebentar dengan Leeteuk” ucap Seunghwan

Yup .. hari ini adalah jadwal Sukira, dan dengan sangat kebetulan sekali yang akan menjadi pembawa acaranya adalah Kyuhyun dan Leeteuk. Leria dan Kyuhyun mengikuti perkataan Seunghwan untuk naik duluan. Tentu saja belum ada siapapun didalam mobil ini. Leria dan Kyuhyun duduk dengan jarak yang sangat jauh. Tidak akan mungkin mereka duduk berdampingan, berdekatan sedikit saja sudah membuat keduanya menjadi tidak nyaman.

Hanya diam yang mereka lakukan, tidak ada percakapan sama skali. Leria lebih memilih sibuk dengan sebuah majalah ditangannya

sedangkan Kyuhyun masih mengedarkan pandangannya kesetiap sudut yang bisa dijangkau oleh penglihatannya.

“ck! Lama sekali sih mereka” gumam Kyuhyun pelan. Dan tanpa sengaja pandangan Kyuhyun terhenti pada Leria, memandangnya penuh minat. Seperti terhipnotis, Kyuhyun tidak bisa melepaskan pandangannya pada gadis itu. Cantik, batin Kyuhyun.

“jangan menatapku seperti itu, aku risih” ucap Leria menyadari ada sepasang mata yang memandangnya.

“cih! percaya diri sekali kau” Kyuhyun berusaha menetralkan degup jantungnya yang seketika berdetak kencang entah karna apa.

“ah, mian sedikit lama. Ayo kita berangkat”

Seunghwan, Leeteuk, dan supir pribadi kami tiba disaat yang tepat. Disaat dimana Kyuhyun membutuhkan sesuatu yang membuat nya menghilangkan ‘fikiran buruk’ tentang memuji kecantikan Leria dalam hati.

******

 

Super Junior KBS CoolFM Kiss the Radio, KBS Building, Yeoido-dong, Seoul

 

LERIA’S POV

Untuk apa aku datang kalau aku hanya harus menonton mereka seperti ini, lebih baik aku tidur saja tadi di dorm. Dan lagi, kenapa banyak sekali sih gadis-gadis yang berada ditempat ini ? apa ini tempat umum yang boleh dimasuki para fans ? mereka sangat gembira sekali melihat kedua manusia yang sedang mengoceh entah pada siapa itu. Dan bodohnya adalah, aku termasuk dalam kerumunan gadis-gadis bodoh ini yang bergantian meneriaki nama sang Leader dan si iblis itu.

“eonni, nuguya ? sepertinya aku baru melihatmu hari ini” sapa seorang fangirl yang sedang memegang kamera dengan sebelah tangannya, lalu sebelah tangannya lagi memegang Lightstick yang tertera nama si iblis itu.

Aku mengenakan penyamaran, hanya berupa kacamata hitam, dan topi yang cukup menutupi wajahku. Bisa gawat kalau aku keluar tanpa mengenakan penyamaran. Kalau kalian lupa akan kuingatkan. Saudara kembarku Aktris terkenal di Korea dan dia sudah meninggal. Jadi apa reaksi mereka ketika melihat wajah Larei kembali berkeliaran sedangkan mereka sama sekali tidak mengetahui tentangku. Leria.

“hmm, aku fans baru mereka” ucapku berusaha ramah pada mereka.

“biasmu siapa eonni ?” aish! Kenapa mereka malah menanyakan bias sih, kalau aku jawab Cho Kyuhyun kan tidak lucu. Karna tuan Jang berada tidak jauh dariku dan ku yakin dia akan mendengar semua perkataanku.

“Donghae .. Lee Donghae” ucapku spontan

“hmm, kalau aku dia” yeoja disebelahku menunjuk kearah Kyuhyun yang sedang memberikan senyuman pada fansnya yang membuat semua yeoja yang berada disini teriak histeris. Cih! kau mau tebar pesona huh! Eh .. tunggu, dia bukan tersenyum pada fansnya, tapi … ani, tidak mungkin dia tersenyum padaku, tapi tatapan matanya tertuju kearahku. Gila! Aku gila! Senyumannya sangat memikat. Aku ingin pingsan, eomma .. selamatkan anakmu ini!!.

Oke tenangkan dirimu Leria .. itu hanya sebuah senyuman biasa, tidak ada maksud lain. Ingat, dia adalah pacar saudaramu sendiri Leria, kau tidak boleh jatuh cinta padanya. Seperti bicara sendiri dalam hati, berusaha menyadarkan fikiranku bahwa senyuman itu tidak berarti apa-apa jangan terlalu percaya diri Leria.

“Kyuhyun tersenyum padamu, kau tidak membalas senyumannya” entah sejak kapan tuan Jang sudah berdiri tepat disebelahku, dia berbisik .. mengatakan sesuatu yang sudah susah payah aku hilangkan dari otakku.

“tuan Jang! Kau ini apa-apaan sih, dia itu tersenyum pada fansnya, bukan padaku” suaraku sedikit membentak

“arraseo”

******

Next Day

SMent Building, Seoul

KYUHYUN’S POV

“bukankah hari ini jadwal kita di Music Bank ?”

Jadwal berubah total, semenjak gadis itu menginjakkan kakinya ditempat ini, semua hanya terfokus pada masalah gadis itu. Apa-apaan semua ini! Memangnya kita tidak ada kegiatan lain selain melihat dia rekaman seperti hari ini. Hanya rekaman! Dan itu sama sekali tidak penting.

Seluruh kegiatan artis SMent hari ini serempak dihentikan hanya demi gadis itu. Dan hebatnya adalah Lee SooMan Sajangnim sendiri yang turun tangan dalam masalah rekaman. Gadis itu benar-benar hebat! Merubah segalanya hanya dalam waktu beberapa hari. Aku benar-benar membencinya. Aku harus bisa menyingkirkannya dari tempat ini.

Semua sudah berada diruang rekaman, dimana sesosok wanita telah berdiri didalam dengan earphone yang tersangkut ditelinganya.

Deg!

Semua rasa kekesalanku padanya tiba-tiba luntur begitu saja setelah melihat wajahnya yang sedang tersenyum, tidak bisa dipungkiri dia memang … cantik, sama seperti Larei, Larei-ku. Setiap melihat wajahnya aku teringat pada sosok yang sangat kucintai. Itu salah satu alasanku yang membuatku benci padanya. Dia selalu mengingatkanku pada gadisku. Membuat semua seperti kembali dari awal, dimana aku baru bertemu dengan Larei, berkenalan, pendekatan dan berakhir dengan sebuah hubungan. Lebih tepatnya rasa takut, bukan benci. Aku takut, aku takut mencintainya.

“dia menyanyikan laguku” ujar Changmin sahabatku saat dia sudah berada tepat disisiku

“ara” jawabku singkat, tatapanku tetap tertuju pada gadis yang bernama Leria itu

“kau menyukainya ?” pertanyaan yang berlanjut kearah yang sangat –tidak- menyenangkan

“sama skali tidak”

“tapi tatapanmu berkata lain” sontak aku menoleh kearah Changmin, sepertinya dia sedari tadi memperhatikan arah tatapanku

“jangan hanya karna masalah ini kau jadi membencinya” lanjutnya

“kau tidak tau apa-apa”

“aku tau, sangat tau .. Sajangnim telah menceritakan semuanya padaku. Jika dia berniat menggantikan Larei, dia akan muncul tepat setelah kepergian Larei. tapi dia tidak melakukannya kan ? dia hanya seorang mahasiswi yang sama skali tidak mengerti tentang entertain. Bahkan dari yang kudengar dia dipaksa datang ketempat ini. Jadi enyahkan semua fikiran bodohmu tentang Leria”

Ada benarnya .. tapi aku masih merasa kesal jika melihatnya seperti ini. Lebih baik kalau dia hanya diam saja dirumahnya atau lebih bagus lagi jika dia kembali ke England. Kalau dia tetap meneruskannya sama saja dia berniat untuk menjadi terkenal dan menggantikan posisi Larei.

Rekaman sukses dilaksanakan, masalah suaranya ? jangan ditanya .. hampir mendekati kata sempurna untuk seorang pemula seperti dia.  Bahkan Yunho hyung dan juga Changmin sempat tertegun mendengar suaranya saat menyanyikan ulang lagu mereka.

******

Leria’s Room

LERIA’S POV

“Micky, how are you .. bogoshipo”

Aku menelphone Micky, dan tentu saja sekarang aku tahu waktu jika ingin menelphonenya. Disini hampir jam 12 malam, tapi disana mungkin masih pagi. Aku merindukannya, tempatku bercerita setiap ada masalah. Sahabat yang paling setia, yang selalu ada disisiku.

“baru beberapa hari di Korea, tapi kau sudah melupakanku huh ? kenapa baru menghubungiku lagi ?”

“mian, aku sedang terfocus pada sebuah rekaman”

“rekaman ?”

Ah, aku lupa, dia tidak tahu apa-apa sekarang. aku belum sempat menceritakan semuanya. Mulai dari Cho Kyuhyun sampai SMent. Aku sangat ingin menceritakan tentang perasaanku pada Kyuhyun ke Micky. Tapi sangat tidak lucu jika dia mentertawai aku yang telah jatuh cinta pada ‘mantan’ pacar saudaraku sendiri.

“Lee, kau mendengarku ?”

“ah, mian .. ne, aku sedang melaksanakan apa yang Larei minta”

“Larei ?”

“hmm, dia menulis sebuah surat yang isinya aku harus masuk dalam sebuah managemen yang mengharuskanku menjadi penyanyi”

Micky terdiam, mungkin mencerna apa yang telah kuucapkan. Memang tidak masuk akal, tapi aku tidak akan mencari tahu kenapa Larei menginginkan aku menjadi seorang penyanyi. Tugasku disini hanya ingin melaksanakan apa yang Larei perintahkan.

“lalu ?” tanyanya lagi

“lalu apa ?”

“aku tahu masalahmu tidak hanya seputar pada rekaman kan ? ceritakan semuanya padaku, jangan ada yang kau tutupi”

See ?! dia seperti mempunyai kemampuan membaca fikiran, padahal jarak kami terlewat jauh, tapi dia masih tetap bisa membaca fikiranku. Ini gila!

“seharusnya kau yang tidak boleh menutupi sesuatu dariku! Sebenarnya kau ini bisa membaca fikiran seseorang kan ?”

“oh, come on Lee .. jangan alihkan pembicaraan”

“seharusnya tanpa ku ceritakan kau sudah tahu jawabannya”

“bingo! Sudah terbaca dengan jelas Lee diotakku, kau sedang jatuh cinta”

“sialan kau!”

“siapa laki-laki beruntung yang berhasil menaklukan hatimu ?”

Pertanyaan yang sangat tidak pernah kuharapkan yang keluar dari mulutnya. Pertanyaan yang tidak ingin ku jawab, tapi sangat ingin kuceritakan padanya. Aku akan terlihat seperti saudara yang sangat jahat jika aku merebut semua apa yang telah dimiliki saudaraku sendiri. Tapi hatiku tidak bisa berbohong, aku mencintainya .. mencintai seorang Cho Kyuhyun.

“oke, aku anggap kau punya alasan sendiri untuk tidak menjawab pertanyaanku”

“maaf Micky, suatu saat aku akan mengatakannya padamu, tapi tidak sekarang”

“arasseo .. kau belum tidur Lee ? perkiraanku sekarang disana sudah sekitar jam 12 lewat mungkin ?”

“hmm, aku belum mengantuk. Kau sendiri ? tidak pergi keluar ? sekarangkan masih pagi, waktu yang baik hanya untuk sekedar jalan-jalan”

“Lee,, bagaimana jika sekarang aku ada didepanmu ?” ucapnya dengan nada serius dan mengabaikan perkataanku barusan

“tidak mungkin, kau fikir kau hantu yang bisa datang dan pergi dengan seenaknya kenegara lain”

“kalau aku memang hantu bagaimana ?”

“well, aku akan memelukmu mungkin, aku merindukanmu kau tau”

“baiklah, lebih baik kau tidur. Ini sudah lewat dari jam tidurmu”

“oke .. lain kali harus kau yang menghubungiku, jangan aku terus yang menghubungimu”

“arasseo, agasshi”

******

Berusaha memejamkan mataku sekarang merupakan hal yang sia-sia, aku tidak mengantuk sama skali. Padahal aku sudah sangat lelah hari ini, tapi kenapa aku masih tidak bisa tidur. Dan sialnya lagi, obat tidur yang biasa ku minum habis, jadi bagaimana nasibku besok yang akan melakukan shooting untuk MV dari laguku jika aku mengantuk karna sekarang tidak bisa tidur. Aish!

Aku melihat jam digital yang berada dimeja kecil disebelah tempat tidurku, jam itu menunjukkan angka 1:50 yang berarti hampir jam 2 pagi. Aku sudah melakukan segala cara untuk tertidur. Bahkan cara paling konyol –menghitung domba- sekalipun telah aku lakukan. lebih baik aku keluar saja, mencari udara.

Aku berjalan pelan menuju taman belakang yang berada digedung ini. Taman yang dipenuhi bunga dengan berbagai warna, dan dipadukan dengan rerumputan hijau disekitarnya, membuat taman ini terlihat sangat menawan. Lampu-lampu kecil yang berada disetiap sudut taman menjadikan tempat ini menjadi terlihat romantis mungkin. Bahkan aku telah menetapkan bahwa tempat ini adalah tempat terindah yang pernah ku lihat. Dan lagi ditengah taman ini ada sebuah hiasan air mancur kecil dan mengeluarkan suara aliran air yang tenang. membuat nuansa disini semakin terlihat menyenangkan.

Saat aku sedang menikmati pemandangan, aku mendengar sayup-sayup suara petikan gitar yang sangat merdu sekali. Suaranya sarat akan kepedihan. Tak lama suara gitar itu mengalun, terdengar suara seorang pria melantunkan sebuah lagu. Dan sangat kebetulan sekali lagu ini adalah lagu favoriteku. Siapa yang menyanyikannya.

I believe Kudaen gyote opjiman

idaero ibyorun anigetyo

I believe naege orun girun

cho-gum molri / tora-ol ppunigetjyo

Modu jinagan ku gi-ok-sukeso

naega nalrul apuge hamyo nunmurun manduljyo

(Aku percaya  Meskipun kau tidak bersamaku,ini bukan berarti kita berpisah.
aku percaya  … kau berada dibelakangku.
Di dalam semua kenangan masa lalu,
aku membuat diriku sakit dan aku sendiri menangis
.)

Suaranya merdu sekali, aku mencari kearah sumber suara yang sepertinya tidak terlalu jauh dari tempatku berdiri sekarang. aku berjalan menuju samping taman ini, dan betapa kagetnya aku menemukan sesosok pria yang sangat ku kenal sedang duduk disana, dengan beberapa botol soju yang  telah kosong disampingnya. Dia .. Cho Kyuhyun

Namankum ulji anh-kirul kudae-manun

nunmul obshi nal pyonhage ttona-jugirul

Onjen-ga tashi-dura ol

kudae-ranun gyol algiye / nan mitko itkiye

Kidaril-keyo nan kudae-yo-ya-man hajyo

(kautidak menangissepertiku,tidak ada air mata,perpisahan ini membuatku terasa sakit.
Aku tahu suatu saat kau akan kembali padaku, aku percaya itu
aku akan menunggumu, aku akan  melakukannya untukmu
)

Dia menyanyi dengan baik sekali, suaranya mendekati kata sempurna, tapi dari suaranya terdengar jelas bahwa dia sedang menahan tangis ..

I believe naega apa-halkkabwa

kudaenun ulchido mothaet-ketjyo

I believe hururun nae runmuri

kudael dashi naega toll-yo-ju-getjyo

Jakku momchurun nae nunkil sokeso

kudae rosupduri tto-olra nunmurul manduljyo

(Aku percayamungkin aku terluka,kau bahkan tidak menangis.
aku percaya  … kau akan kembali padaku, dengan semua airmata seperti sekarang
Aku akan melihatmu lagi dalam penglihatanku
Dan itu akan membuat air mataku terjatuh
)

Aku memandangnya yang masih memejamkan matanya saat menyanyikan lagu ini, wajahnya menyiratkan suatu kepedihan yang mendalam

Tapi dia tetap menyanyikannya dengan sempurna

Namankum ulji anh-kirul kudae-manun

nunmul obshi nal pyonhage ttona-jugirul

Onjen-ga tashi-dura ol

kudae-ranun gyol algiye / nan mitko itkiye

Kidaril-keyo nan kudae-yo-ya-man hajyo

(kautidak menangissepertiku,tidak ada air mata,perpisahan ini membuatku terasa sakit.
Aku tahu suatu saat kau akan kembali padaku, aku percaya itu
aku akan menunggumu, aku akan  melakukannya untukmu
)

Aku terkejut saat melihat sebuah carian bening lolos dari matanya, turun kepipinya. Dia menangis .. ini pertama kalinya aku melihatnya menangis. Apa dia sedang merindukan .. Larei ? karna isi dari lagu tersebut menggambarkan sebuah perasaan yang sama dengan apa yang dia rasakan sekarang

Na kudae alki chon i sesangdo / irohke nunbusyon-nunji

Ku hanul araeso ijen / nunmulro ramgyocho-jiman

i jaril nan chi-kil-keyo

(Apakahdunia inimenyilaukansebelumaku bertemu denganmu?
Di bawah langit itu, aku pergi dengan sebuah airmata
Aku akan menjaga tempat ini sampai suatu saat nanti
)

Aku ingin mendekat kearahnya lalu membantu menghapus airmatanya, tapi aku tidak sanggup melakukannya. Aku ikut bersedih mendengar setiap bait lagu yang dia nyanyikan. Penghayatannya benar-benar membuatku tersentuh.

Kudaeran iyu-manuro naege-karun

kidarimjocha chungbunhi haengbokha-getjyo

Saranghan iyumanuro / tto haruga chinagago

onun gil ichodo / kidarilkeyo

Nan kudaeyoyaman hajyo

Nan kudaeyoyaman hajyo

(Kau satu-satunya alasanku  …
menunggumu membuatku merasa cukup bahagia.
Cinta adalah satu-satunya alasanku …
Seperti hari berlalu
Jika kau melupakanku, aku akan tetap menunggu
aku melakukannya untukumu.
aku melakukannya untukmu)

 

(Song : Shin Seung Hoon – I Believe)

Dia membuka matanya perlahan, tanpa berniat sama skali mengusap pipinya yang basah karna airmatanya. Matanya terlihat memerah, pandangannya menyiratkan sebuah kesedihan yang mendalam. Aku benar-benar hampir menangis melihatnya seperti ini. Larei, apa kau lihat ? kau membuat priamu menangis sekarang! kau keterlaluan, kenapa meninggalkannya begitu saja ?

“sejak kapan kau berada disitu ?”

Deg!

Aku menoleh pelan kearahnya, dia bahkan tidak melihat kearahku, tapi dia menyadari kehadiranku disini. Padahal posisiku cukup tersembunyi sekarang. aku memberanikan diri mendekat kearahnya. Sedikit mencari masalah ketika aku duduk disampingya, ini pertama kalinya aku berdekatan dengannya. Membuat sebuah rasa aneh muncul ditubuhku. Separah inikah reaksi tubuhku jika berdekatan dengannya.

“kau merindukan Larei ?” dengan sedikit ragu-ragu aku mengeluarkan pertanyaan yang sepertinya tidak akan dijawabnya.

“sangat” aku langsung menoleh saat dia mengeluarkan sebuah jawaban

Bau alkohol, sepertinya dia mabuk. Jelas saja, hampir 4 botol soju disini dan keadaan botol itu telah kosong. Dia cukup kuat minum sepertinya, buktinya dia belum mabuk dan masih memiliki kesadaran hampir 100%.

“aku juga .. bahkan sangat merindukannya. Aku bertemu dengannya terakhir kali sekitar satu tahun yang lalu. Dan tiba-tiba aku mendapat kabar bahwa dia telah tiada. Kita sama sakitnya, ditinggal oleh orang yang kita sayang dengan tiba-tiba. Dia jahat sekali kan ?”

Kyuhyun terdiam, menundukkan wajahnya. Sepertinya dia sedang berusaha menahan airmatanya yang mendesak ingin keluar. Aku memberanikan diri mengusap pelan punggungnya. Dan itu berhasil membuatnya menoleh kearahku.

“kalau ingin menangis, menangislah”

Matanya berubah menjadi sayu, memperlihatkan sisi lainnya yang berbeda dibanding dengan biasanya yang selalu membuat masalah denganku. Dia masih menatapku, menatap tepat kemanik mataku. Tapi pandangannya perlahan turun, entah apa yang kini sedang dia lihat, tapi yang kusadari sekarang adalah tubuhnya semakin mendekat kearahku. Membunuh jarak yang ada antara tubuhnya dan tubuhku. Semakin lama semakin dekat. Gila! Apa yang akan dia lakukan ? Tuhan, jantungku mau copot. Apakah reaksi tubuhku separah ini ketika berdekatan dengannya.

Kini bibirnya telah bermain diatas bibirku. Bibirnya sangat lembut. seperti ada sengatan listrik kecil saat bibirnya menyentuh bibirku. Membuat aku merasakan sensasi yang sedikit menggila saat dia mengulum pelan bibirku. sebelah tanganya memegangi belakang kepalaku, memperdalam ciumannya, dan sebelah tangannya lagi memeluk pinggangku. Oh Tuhan, aku berdosa karna menikmati ciuman ini. Seharusnya aku mendorong tubuhnya menjauh dariku. Alih-alih melakukan hal itu, aku malah balik memeluknya.

Ciuman itu tidak berlangsung lama, perlahan dia menjauhkan bibirnya dari bibirku, masih dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan hidung kami masih saling bersentuhan. Cho Kyuhyun, kau membenciku dan berusaha untuk mengusirku dari tempat ini. Tapi kau juga yang membuatku selalu mencari satu alasan untuk tetap tinggal ditempat ini. Bodoh! Dengan seperti ini, rasa cintaku padamu akan terus bertambah. Tapi tiba-tiba dia mengucapkan beberapa kata yang membuat hatiku hancur kemudian.

“saranghae .. Larei”

Deg!

Sekali lagi hati Leria hancur

Kyuhyun brengsek!

Pria tidak berotak!

Jahanam!

Tidak bisakah dia melupakan Larei saat dia sedang bersamaku ?

Bolehkah aku bersikap egois ? hanya kali ini saja

Aku ingin Kyuhyun berhenti memikirkan saudara kembarku, walau sedetik saja

Aku ingin dia melihatku

TBC~