uncommitted poster 3

Shin-Hae melangkahkan kakinya pelan melewai satu persatu ruangan sempit yang berpintukan teralis besi memanjang kebawah dan menyisakan celah-celah kecil tempat masuknya oksigen untuk dihirup oleh manusia yang berada didalam sana. Tempat menjijikan, penuh dengan penjahat, tempat yang amat sangat Shin-Hae hindari untuk mendatanginya. Tapi semua harus dia lakukan demi seseorang. Seorang wanita yang menyandang status sebagai ibunya. Nyonya Lee

Lee Shinra dilaporkan ke polisi oleh pihak keluarga pria yang menjadi teman kencan butanya. Ini bukan kali pertama dia masuk kedalam bui, Lee Shinra seperti sudah terbiasa dengan lingkungan tempat ini. tempat akhir dari segala maksiat yang terjadi

Shin-Hae mencari satu ruangan yang dikhususkan untuk nyonya Lee, tempat wanita keparat itu berada. Shin-Hae menghentikan langkahnya saat matanya mendapati sosok wanita yang sedang merenung sambil memeluk besi-besi tua yang sudah hampir berkarat yang berdiri kokoh sebagai pintu ruangan sempit tersebut. Lee Shinra sedang merenung disana. meratapi nasib ? tentu bukan itu jawabannya. Seorang Lee Shinra meratapi nasib ? apa kiamat akan terjadi esok ?

Shin-Hae melanjutkan langkahnya dan menghentikan langkahnya saat tubuhnya telah berhadapan langsung dengan Lee Shinra. Shin-Hae berdiri dengan angkuh dan memasang wajah tengik yang Shin-Hae punya. Dia benar-benar muak dengan wanita paruh baya ini. bertingkah seperti remaja usia belasan tahun yang tidak mengerti apapun lalu mempermainkan pria dengan seenaknya

“sepertinya tempat ini cocok untukmu” sindir Shin-Hae sambil tersenyum sinis, tidak memperlihatkan senyuman yang selayaknya

“brengsek! Kalau hanya ingin menghinaku, lebih baik aku tidak melihat wajahmu sampai mati” balas nyonya Lee dengan wajah geram, Shin-Hae semakin menunjukkan senyum sinis miliknya saat nyonya Lee mengganti sebutan namanya menjadi brengsek

“kau lebih brengsek daripada aku nyonya Lee! Setidaknya aku tidak pernah mencumbui 8 lelaki dalam waktu tiga minggu, dan sepertinya Itu hal terbaik yang pernah kulakukan. Menahan godaan dari pria-pria setan pecinta tubuh sexy dengan balutan gaun tak bermoral” balas Shin-Hae dengan nada sengit, berusaha mati-matian menahan tangannya agar tidak menarik rambut si wanita tidak tau diri ini

“aku tidak separah yang kau pikirkan! Aku dijebak!” balas nyonya Lee sambil mencoba menggapai lengan Shin-Hae untuk ditarik dan menampar pipinya sekencang mungkin. Namun Shin-Hae berhasil menjauh dari wanita iblis ini. Shin-Hae sangat bersyukur dengan adanya besi-besi panjang yang membatasi jarak tubuhnya dengan si wanita iblis

“mau mencoba melukaiku ? lakukan sesuka hatimu kalau kau bisa! Seorang ibu seharusnya tidak seperti ini! kau wanita jalang!” bentak Shin-Hae sambil menunjuk wajah Lee Shinra tepat dihidungnya. Membuat nyonya Lee semakin geram. Seperti di injak-injak oleh anaknya sendiri

“pergi kau! Aku tidak butuh anak sepertimu! Persetan dengan statusmu, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!” nyonya Lee menjauh dari tempat Shin-Hae berada. Dia masuk kedalam ruangan sempit yang cukup gelap itu, menyembunyikan dirinya disana. dada Shin-Hae terasa sesak. Kenapa dia harus memiliki seorang ibu yang seperti ini ? Shin-Hae mengepalkan tangannya erat, berniat meninju besi tua tersebut dengan kepalan tangannya. Alih-alih melakukan itu, Shin-Hae memejamkan matanya sebentar untuk merilekskan pikirannya lalu berjalan keluar dari tempat menjijikan ini

******

Shin-Hae duduk ditepi ranjangnya, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sesekali Shin-Hae mengerang kesal mengingat tingkah nyonya Lee yang membuat moodnya bertambah buruk. Datang ketempat itu adalah kesalahan besar. Shin-Hae berkali-kali merutuki dirinya sendiri kenapa bisa dengan bodohnya dia menyambangi tempat tersebut hanya untuk bertemu dengan nyonya Lee. Ini kebodohan terbesarnya

Setelah berdiam diri hampir selama satu jam, Shin-Hae bangkit dari ranjangnya menuju sebuah pintu yang masih berada didalam kamarnya. Pandangannya kosong, seperti tidak memiliki kesadaran penuh, Shin-Hae membuka pintu kamar mandi dikamarnya dan mengalirkan air yang cukup dingin dari shower, Shin-Hae melangkah tepat kebawah shower tersebut dan membasahi dirinya yang masih terbalut busana lengkap

Shin-Hae menatapi dirinya dicermin yang tersedia disana, menatapi dirinya yang basah dengan wajah pucat. Tiba-tiba saja dicermin tersebut muncul bayangan seorang pria dan seorang wanita secara bersamaan. Kyuhyun dan nyonya Lee. Kedua orang tersebut membuat Shin-Hae bertambah frustasi. Bayangan seorang lelaki itu lama kelamaan lenyap, dan hanya meninggalkan sosok wanita disana yang sedang berbicara penuh kata kotor pada Shin-Hae. melihat kejadian tersebut Shin-Hae meninju cermin dengan kepalan tangannya, dan terbelah-lah cermin tersebut menjadi beberapa bagian. Air yang mengalir dari shower kini berubah menjadi warna kemerahan akibat darah yang keluar dari punggung tangan Shin-Hae yang terluka akibat memecahkan cermin tersebut

******

Min Woo berkali-kali mencoba menghubungi Shin-Hae namun tidak ada jawaban. Min Woo kini sudah berada didepan rumahnya, berniat menjemputnya untuk pergi ke kantor bersama, karna Min Woo yakin, Shin-Hae belum mengetahui masalah yang terjadi pada Ji Young. jika Shin-Hae mengetahui hal tersebut .. Min Woo tidak ingin membayangkannya, Min Woo tidak ingin melihat gadis yang dicintainya terluka

Sekali lagi Min Woo mencoba menghubungi Shin-Hae, namun masih tidak ada jawaban. Min Woo sudah berkali-kali menekan bell pada interkom yang tersedia, namun hasilnya sama, tidak ada jawaban. Apa Shin-Hae tidak ada didalam ? tiba-tiba saja pendengaran Min Woo menangkap suara pecahan beling dari dalam, Min Woo dengan paniknya mengetuk pintu rumah Shin-Hae lebih kencang dari sebelumnya, karna tidak ada jawaban juga, Min Wo mendobrak pintu rumah tersebut. ketika berhasil, Min Woo berlari mencari keberadaan suara pecahan itu berasal. Pintu terakhir yang dibuka adalah kamar Shin-Hae, namun didalam kamar tersebut terlihat sepi. Kini yang menjadi pusat perhatian Min Woo adalah sebuah pintu didalam kamar Shin-Hae yang tertutup rapat, samar-samar terdengar suara air mengalir dari dalam sana, Min Woo sangat yakin Shin-Hae berada didalam

Setelah berhasil mendobrak pintu kamar mandi, Min Woo menemukan Shin-Hae sedang terduduk lemas dibawah hantaman air yang mengalir deras dari shower dengan punggung tangan yang terluka. Min Woo dengan segera menghentikan aliran air yang terus meluncur dari kepala shower tersebut dan mencoba membantu Shin-Hae berdiri, namun gagal. Tubuh Shin-Hae sangat lemah untuk sekedar ditopang berdiri. Tanpa ragu Min Woo menyelipkan tangan kanannya kebelakang paha Shin-Hae dan tangan kiri menopang belakang kepala Shin-Hae. Min Woo menggendong Shin-Hae keluar dari kamar mandi dan membaringkannya ditempat tidur

“apa yang terjadi ?” tanya Min Woo dengan lembut, namun tidak ada tanda-tanda Shin-Hae ingin menjawab pertanyaan tersebut. Shin-Hae masih menatapi langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong

Min Woo melirik punggung tangan Shin-Hae yang masih mengeluarkan darah walau tak sebanyak tadi “kau bahkan terluka” terdengar nada frustasi dari ucapan Min Woo

“bisa kau meninggalkanku sendirian ?” akhirnya suara Shin-Hae terdengar ditelinga Min Woo

“dengan keadaan seperti ini ? tidak!”

“aku ingin sendiri” bantah Shin-Hae

“tapi aku tidak ingin kau sendirian” suara Min Woo terdengar meninggi dari sebelumnya. Shin-Hae menoleh kearah Min Woo dan menatap tepat dimanik mata Min Woo

“kenapa ? kenapa kau begitu perduli padaku ?” tatapan Shin-Hae seperti mencemooh Min Woo. Seolah-olah tidak ada yang perlu diperdulikan terhadap Shin-Hae

“aku tidak butuh dikasihani, aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini” lanjut Shin-Hae dengan nada datar. Tidak ada emosi sama sekali

“ini bukan tentang rasa kasihan atau keperdulian, tapi ini tentang perasaan!” Min Woo mengacak rambutnya gusar melihat Shin-Hae memejamkan matanya saat Min Woo menyinggung soal perasaan

Shin-Hae bukan gadis tolol yang tidak bisa menyadari apa yang dirasakan Min Woo terhadapnya. Sayangnya, Shin-Hae benar-benar tidak tertarik dengan lelaki ini. satu pria yang dicintainya saja sudah cukup membuatnya frustasi, jadi dia menolak habis-habisan saat perasaan Min Woo mencoba menembus hatinya

“aku benar-benar ingin sendiri, Sajangnim. Bisa kau meninggalkanku ? aku hanya ingin istirahat, aku bersumpah tidak akan melakukan apapun yang merugikan diriku sendiri”

“tapi kau baru saja melakukannya!” Min Woo maish berbicara dengan nada tinggi, membuat Shin-Hae memejamkan matanya tak suka dengan perlakuan Min Woo

“aku.tidak.akan.melakukannya.lagi” ucap Shin-Hae dengan penuh penekanan disetiap ucapannya. Shin-Hae benar-benar ingin sendirian saat ini

Min Woo seperti menyerah berdebat dengan Shin-Hae, Min Woo mendecakkan lidahnya kesal lalu berbalik menuju pintu keluar dari kamar ini dan membantingnya dengan kasar hingga tertutup. Min Woo merasa bahwa Shin-Hae tidak terlalu nyaman berada didekatnya. Dan dari seluruh pengamatannya hari ini, dia dapat menyadari satu hal. Bahwa Shin-Hae tidak tartarik sama sekali padanya

******

Minji dan Il Woo menyesap kopi mereka dalam diam setelah membahas tentang Ji Young, Minji merasa marah dengan wanita yang belum dikenalnya itu. bukan belum, tapi dia tidak akan pernah ingin berkenalan dengan wanita menjijikan seperti Ji Young

Il Woo juga menjelaskan kenapa Ji Young selalu berbuat nekad hanya untuk seorang Cho Kyuhyun. gadis itu mencintai Kyuhyun habis-habisan. Tidak perduli dengan perasaan Kyuhyun, Ji Young akan terus mencintai lelaki itu, dengan caranya sendiri tentunya

Jadi dia tidak akan ragu untuk melenyapkan gadis yang berdekatan dengan Kyuhyun, atau dia akan melenyapkan nyawanya sendiri jika dia tidak berhasil melenyapkan gadis itu. mencintai menurutnya adalah memiliki seutuhnya. Ji Young hanya ingin Kyuhyun menjadi miliknya, tidak boleh ada yang berdekatan dengan Kyuhyun. sekalipun itu pengurus rumahnya, atau ibu Kyuhyun sekali pun, Ji Young tetap merasa terganggu dengan kehadiran wanita lain

“kurasa dia psycho” ejek Minji terang-terangan. Il Woo ikut tertawa renyah mendengarnya

“kurasa juga begitu, dia sangat terobsesi dengan pria tampan, kaya, dan memiliki segalanya” penjelasan kali ini membuat Minji semakin menatap rendah Ji Young

“bukan hanya psycho, ternyata dia juga gila harta. Seperti gadis murahan” Minji mengedikkan bahunya ngeri, mengingat betapa malang nasib Shin-Hae harus dihadapkan dengan wanita gila seperti Ji Young. tiba-tiba saja Minji teringat dengan Shin-Hae

“bagaimana dengan Kyuhyun dan Shin-Hae ? kurasa mereka saling mencintai” ucapan Minji terdengar ragu-ragu, Il Woo menoleh kearah Minji dan teringat sesuatu

“kurasa bukan Ji Young satu-satunya penghadang didalam hubungan mereka” Minji menoleh kearah Il Woo saat Il Woo mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti olehnya

“maksudmu ada orang ke-empat ? astaga, aku bersumpah tidak akan mencintai pria tampan, kaya, dan menjadi incaran banyak wanita. Ini benar-benar melelahkan. Wanita mana lagi yang menghalangi hubungan mereka?”

Il Woo mengerutkan keningnya tak suka mendengar penjelasan pertama Minji

“jadi kau tidak berniat mengencani pria tampan, kaya, dan di gilai banyak wanita ? sepertinya aku harus mengundurkan diri dari perusahaan agar uangku tidak terlalu menumpuk, dan karna aku tidak bisa menjadi tidak tampan, aku akan mengurangi dosis kebiasaanku menarik perhatian banyak wanita” Il Woo tersenyum manis penuh arti, membuat Minji tidak bisa menahan gerakan bibirnya untuk membuat sebuah senyuman

“well, kali ini bukan wanita. Seorang pria yang tertarik pada Shin-Hae” Il Woo kembali ke topik utama. Minji mengerutkan keningnya lagi

“jadi kali ini seorang pria yang mengejar Shin-Hae ?” nada bingung sangat tercetak jelas dari nada bicara Minji

“ya, dan kau sangat mengenal siapa pria itu” balas Il Woo yang membuat Minji semakin penasaran dengan sosok pria tersebut

“siapa ?” tanya Minji. Il Woo memajukan tubuhnya dan bibirnya mendekati telinga Minji, Il Woo sempat terdiam sebentar disana, menikmati wangi yang terkuar dari tubuh gadis ini. wangi yang membuatnya cukup menjadi gila. Il Woo mulai memberitahu apa yang terjadi dan reaksi Minji benar-benar berlebihan

“APA ?!”

******

Kyuhyun duduk terdiam memangku kedua siku tangannya diatas paha, menutup setengah wajahnya dengan telapak tangan. Pandangannya terlihat kosong, menatap sesuatu yang jelas-jelas tidak menarik sama sekali

Ji Young masih menutup matanya diruang perawatan, tidak ada yang terjadi, urat nadinya hampir putus namun masih bisa diobati. Lengan kiri gadis itu terbalut perban yang mengeluarkan warna merah tua tepat ditempat urat nadinya berada. Gadis ini melakukannya lagi, dan kali ini pemotongan urat nadi. Lebih berbahaya dari yang Kyuhyun bayangkan

Ji Young tidak mengalami luka parah, dia hanya kehabisan banyak darah dan itupun telah dilakukan pemasokan darah kedalam tubuhnya. Jadi gadis ini baik-baik saja, pasti baik-baik saja

Kyuhyun masih merasakan perih disudut bibirnya dan juga batang hidungnya. Masih teringat dengan jelas tinju Min Woo yang menghantam hidungnya hingga mengeluarkan darah. Tidak terlalu sakit pada fisiknya, justru hatinya yang terluka, mengingat kata-kata terakhir Min Woo, pergi kerumah sakit sekarang juga. dan lepaskan Shin-Hae .. aku bisa menjaganya, karna aku mencintainya

Min Woo mencintainya. Min Woo mencintainya

Kalimat itu terus berulang didalam otak Kyuhyun, membuatnya bertambah frustasi dihadapkan dengan dua orang yang bisa menghancurkan hidupnya dalam satu hentakan. Kyuhyun tidak pernah terlihat selemah ini, dan ini adalah kali pertama Kyuhyun merasa ingin mengakhiri hidupnya, melenyapkan nyawanya. Mungkin itu adalah opsi terakhir dari segala solusi yang ditemukan didalam otaknya

“oppa” Kyuhyun menoleh kearah ranjang yang menjadi satu-satunya pusat perhatian diruangan serba putih ini, Ji Young telah sadar. Namun masih terlihat lemah, suaranya pun terdengar serak. Benar-benar berbeda dengan Ji Young yang biasa

Kyuhyun bangkit dengan enggan lalu menghampiri Ji Young, mencoba habis-habisan untuk bersikap ramah yang sebetulnya dia tidak bisa lakukan. jujur saja, gadis inilah yang membuat hidupnya menjadi berantakan, jadi dia tidak ingin bersikap manis sama sekali dihadapan gadis ini. tapi ini seperti tidak adil jika Kyuhyun melakukannya sekarang. gadis ini terluka karna nya

“kau sadar” Kyuhyun menatap tepat dimanik mata Ji Young, dan gadis itu tersenyum. Terlihat sangat jelas tatapan gadis itu berbinar penuh kebahagiaan

“kau menemaniku ?” tanya nya masih dengan suara serak, mencoba menggapai tangan Kyuhyun untuk digenggam. Namun Kyuhyun lebih cepat mengelak dan tangan gadis itu tidak berhasil meraihnya. Ji Young menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung

“ya, ibu mu menyuruhku tinggal” jawab Kyuhyun sekena nya, seperti berusaha menghindari berkomunikasi dengan gadis ini. Ji Young masih menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung, matanya yang berbinar karna mengetahui Kyuhyun menemainya semalaman kini berubah menjadi gurat kekecewaan. Kyuhyun berada disini karna ibu nya, bukan tulus ingin menjaganya

“maafkan aku” sebuah permintaan maaf terlontar dari bibir gadis itu, Kyuhyun duduk ditepi ranjang tanpa menatap wajah Ji Young sama sekali

“tidak ada yang perlu dimaafkan” jawab Kyuhyun dengan nada dingin, membuat Ji Young sekali lagi merasa seperti ada timah panas yang menyambangi jantungnya dan menembusnya

“bagaimana kau tau aku berada dirumah sakit ?” Ji Young berusaha mencari bahan pembicaraan, namun apapun yang terlontar dari mulut gadis ini berhasil membuat mood Kyuhyun bertambah buruk. Dia membenci suara gadis ini. dia berharap dia bisa menghentikan ocehannya sekarang juga

“Min Woo yang memberitahuku”

Akhirnya keduanya terdiam, tidak menemukan pembahasan lain yang bisa dibicarakan. Kyuhyun tidak berniat menatap Ji Young sama sekali, otaknya telah teracuni oleh Shin-Hae. dia memikirkan gadis itu sekarang. apa dia berangkat kerja hari ini dan yang berarti dia akan bertemu dengan Min Woo yang mencintainya. Seharusnya Kyuhyun bisa membuat Shin-Hae beralih menjadi sekretaris pribadinya. Ya, dia akan melakukannya. Kyuhyun pasti akan melakukannya

“aku harus pergi sekarang” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berniat beranjak pergi, namun tangan Ji Young menangkap tangan Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya menahan emosi yang telah memuncak diubun-ubunnya. Jika Ji Young melakukan sesuatu yang membuatnya kehilangan kesabaran, emosi ini benar-benar tidak bisa dibenung lagi

“apa lagi!” kali ini Kyuhyun secara terang-terangan membentak Ji Young

“kau mencintainya ?” pertanyaan Ji Young membuat Kyuhyun menoleh pelan kearahnya, Kyuhyun mengerti kemana arah pertanyaan ini

“Shin-Hae” jelas Ji Young “kau mencintainya ?” lanjutnya

“kau ingin jawaban yang jujur atau sebuah kebohongan ?” Kyuhyun membalas dengan sebuah pertanyaan yang jelas-jelas seperti mengejek Ji Young. seharusnya tanpa bertanya Ji Young dapat melihat dengan jelas apa yang dirasakan Kyuhyun terhadap Shin-Hae

“aku tidak ingin mendengar jawaban jujur mu, tapi aku juga membenci kebohongan” jawab Ji Young lemah, seperti bergumam namun Kyuhyun tetap bisa menangkap apa yang Ji Young katakan

“aku mencintainya” jawab Kyuhyun dengan penuh nada penekanan

“tapi aku mencintaimu, oppa! kau tidak boleh mencintai gadis lain. Kau milikku!” Ji Young berteriak frustasi dan cengkraman tangannya semakin menguat dipergelangan tangan Kyuhyun. membuat darah disekitar pergelangan tangannya berhenti mengalir

“lalu apa kau memikirkan perasaanku ?! aku lelah! Cukup dengan tingkah konyolmu yang selalu ingin bunuh diri jika aku berdekatan dengan wanita lain. Aku punya kehidupanku sendiri, dan kau tidak berhak mengusik hidupku karna kau bukan siapa-siapa didalam hidupku!” akhirnya emosi Kyuhyun pecah. Jangan salahkan Kyuhyun jika dia berkata kasar pada Ji Young. Ji Young sendiri-lah yang membuat Kyuhyun bersikap kasar seperti ini

“kau membuatku sakit, oppa” Ji Young memegangi dadanya dan airmata mengalir dipipinya

“dan kau membuatku gila, Byeon Ji Young!” balas Kyuhyun. suara tangisan Ji Young pecah diruangan yang cukup sempit ini. Kyuhyun tidak memperdulikan tangisan Ji Young. persetan dengan perasaan gadis ini! yang Kyuhyun inginkan adalah Shin-Hae, bukan Ji Young

“apa yang akan terjadi jika aku yang akan mengakhiri hidupku” gumam Kyuhyun namun Ji Young masih tetap bisa mendengar ucapan Kyuhyun. sedetik itu juga mata Ji Young melebar sempurna

“oppa” suara Ji Young semakin bergetar, isakan tangisnya berubah menjadi raungan kencang. Kyuhyun masih tidak perduli, dan dia benar-benar tidak akan pernah perduli pada gadis ini

“coba saja kau lakukan percobaan bunuh diri sekali lagi. aku benar-benar akan melakukan sesuatu yang membuatmu tidak akan pernah melihatku lagi. selamanya!” Kyuhyun menarik kasar tangannya dari genggaman Ji Young. Kyuhyun berjalan dengan penuh emosi keluar ruangan tempat Ji Young dirawat. Berlama-lama berada ditempat itu membuat Kyuhyun semakin ingin melukai dirinya sendiri

******

Setelah memecahkan cermin, malam harinya Shin-Hae bangkit kembali. Menjadi wanita malam penikmat wine di pub yang biasa mereka kunjungi. Kali ini Shin-Hae benar-benar datang sendiri. tidak ada Minji, Il Woo, Min Woo ataupun Kyuhyun

Dengan tangan masih terbalut perban akibat luka dipunggung tangannya, Shin-Hae meraih gelas kecil yang berisi cairan pucat itu dengan menggunakan tangan satu nya lagi yang sangat terlihat kaku jika digerakkan

Berkali-kali Shin-Hae menenggak cairan brengsek itu, berusaha membuat dirinya kehilangan kesadaran. Setelah datang ketempat ini, Shin-Hae sedikit melupakan masalahnya. Dia datang ketempat ini bukan karna masalah nyonya Lee. Tapi karna Kyuhyun

Minji menelpon nya tadi dan memberitahu bahwa Ji Young sekali lagi mencoba mengakhiri hidupnya –lagi- dengan cara memotong urat nadinya. Shin-Hae merasa kecewa saat mendengar bahwa gadis itu masih hidup. Shin-Hae berharap gadis itu benar-benar tewas akibat ulahnya sendiri

Shin-Hae memegangi kepalanya dengan tangan yang terbebas dari balutan perban berbau alkohol dan obat luka. Shin-Hae masih mengingat reaksi Min Woo saat dia keluar dari kamar Shin-Hae. demi Tuhan, Min Woo orang yang baik. Tapi Shin-Hae tidak cukup baik untuk seorang No Min Woo. Kenapa atasannya memilihnya untuk dijadikan wanita yang diinginkannya ? kenapa bukan wanita lain ? kenyataan itu membuat Shin-Hae semakin gila. Dia bisa masuk rumah sakit jiwa jika terus-terusan seperti ini

Shin-Hae berusaha mencari sosok pria lain yang mungkin bisa melebihi ketampanan Kyuhyun dan juga Min Woo. Disini banyak pria-pria brengsek yang bisa diambilnya lalu dijadikan kekasihnya jika Shin-Hae mau. Mungkin itu jalan terbaik dan pilihan terakhir. Dia tidak akan memilih satu diantara kedua penerus perusahaan terdepan di Korea Selatan

Disini terdapat banyak pria tidak berkomitmen, hanya baik untuk satu malam, tidak untuk dipertahankan. Mereka tidak memiliki pendirian, dan merekapun tidak hanya memiliki satu orang wanita didalam hidupnya. Pria tidak berkomitmen, Uncommitted!

Shin-Hae dengan sengaja memakai baju yang hampir sama persis dengan pelacur-pelacur yang berada disini. gaun dengan belahan dimana-mana. Mengekspos bagian tubuhnya yang seharusnya tidak diperlihatkan oleh orang lain. Shin-Hae mencoba pengalaman baru, pengalaman yang tidak pernah terlintas diotaknya sekalipun untuk melakukannya

Shin-Hae berjalan menuju lantai dansa, saat Shin-Hae mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik yang menggema, beberapa pria langsung menghampiri Shin-Hae dengan tatapan nafsu yang sangat kentara. Ini terlihat lebih mudah dari yang dia bayangkan, fikir Shin-Hae. menjadi seseorang yang tidak baik ternyata tidak sulit

Salah satu dari tiga pria yang berdansa didekat Shin-Hae mencoba meraih bagian tubuh sensitif Shin-Hae, namun belum sempat itu terjadi, tangan besar milik orang lain mencengkram tangan pria brengsek itu dan mendorongnya menjauh. Kini tangan besar itu menarik lengan Shin-Hae sampai meninggalkan lantai dansa dan juga keluar dari pub

Tanpa perlu melihat wajah pria ini, Shin-Hae sudah sangat mengenali postur tubuh lelaki yang sedang menariknya. Cho Kyuhyun. dia menyeret Shin-Hae menuju mobilnya. Shin-Hae berkali-kali mencoba melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun namun tidak berhasil. Kekuatan pria ini benar-benar tidak bisa diremehkan

Kyuhyun mendorong tubuh Shin-Hae masuk kedalam mobil, dan Kyuhyun mengambil tempat tepat disebelah Shin-Hae. Kyuhyun menghimpit tubuh Shin-Hae dengan tubuhnya. Punggung Shin-Hae telah menyentuh pintu mobil yang terkunci, Shin-Hae terpojokkan dan dia merasa takut sekarang melihat aura gelap yang terpancar dari mata Kyuhyun

“kenapa dengan tanganmu ?” ucap Kyuhyun sambil mengangkat tangan Shin-Hae yang terbalut perban dengan nada panik. Ini benar-benar membuat hati Kyuhyun sakit. Kenapa semua wanita yang berada didekatnya melakukan hal tolol yang melukai dirinya sendiri

“bukan urusanmu” Shin-Hae menarik paksa tangannya dan sedikit merasa nyeri saat hentakan tangannya terlalu kuat. Kyuhyun semakin geram menatap wajah Shin-Hae. dan kini mata Kyuhyun teralihkan oleh busana yang dikenakan Shin-Hae

“kau mau mencoba melakukan apa, huh” ucap Kyuhyun datar namun tetap terkesan dingin. Shin-Hae seperti terhipnotis oleh mata gelap milik Kyuhyun. Shin-Hae tidak berhasil membuang pandangannya dari mata Kyuhyun. justru dia lupa dengan alasan apa dia harus melempar pandangan dari wajah sesempurna ini. Kyuhyun dengan balutan jas resmi berwarna hitam. Dia terlihat sangat mempesona

“dan apa maksud dari pakaianmu” lanjut Kyuhyun setelah sebelumnya dia mengamati tubuh Shin-Hae dari ujung kaki hingga kepala. Shin-Hae berusaha menutupi paha putihnya yang terekspos karna gaun yang dia pakai naik keatas saat dia dipaksa masuk kedalam mobil

“apa yang kau lihat!” cecar Shin-Hae sambil berusaha menurunkan gaunnya namun tidak berhasil

“kau mau menjual dirimu pada pria-pria tidak berotak itu ? apa kau semurah itu ?!” Kyuhyun menaikkan nada suaranya menjadi satu oktaf lebih tinggi. Shin-Hae merasa marah dengan perkataan terakhir Kyuhyun. semurah itu. Shin-Hae berusaha mendorong tubuh Kyuhyun namun tidak berhasil

“persetan dengan gaya hidupku! Urusi saja Byeon Ji Young mu!” teriak Shin-Hae tak kalah kencang dengan suara milik Kyuhyun. Shin-Hae baru menyadari ada orang lain didalam mobil ini saat mobil ini tiba-tiba saja bergerak meninggalkan parkiran pub. Sial! Dia memakai jasa supir. Lalu kenapa dia bisa dengan seenaknya menyuduti Shin-Hae seperti ini. apa dia tidak malu dengan supirnya

“bukan hanya kita yang ada dimobil ini. jadi kecilkan suaramu” ucap Shin-Hae seperti menggumam, menurunkan nada bicaranya seminim mungkin

“dia sudah kubayar untuk menyetir dan menutup telinganya saat kita berada dimobil” balas Kyuhyun dengan nada biasa. Tidak ingin repot-repot menurunkan nada bicaranya. kita ? jadi Kyuhyun datang ke pub memang berniat untuk mencari Shin-Hae ?

“apa lagi yang ingin dibicarakan ?” bentak Shin-Hae tanpa melihat kearah Kyuhyun sama sekali. Kyuhyun melonggarkan jarak antara tubuhnya dan tubuh Shin-Hae. Shin-Hae melirik Kyuhyun dengan ekor matanya dan menangkap Kyuhyun sedang membuka jas hitam yang dikenakannya lalu disampirkan keatas paha Shin-Hae yang terbuka. Shin-Hae terkesiap dengan apa yang baru saja Kyuhyun lakukan. Shin-Hae menatap Kyuhyun dalam diam

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya dengan nyaman tanpa menjawab pertanyaan Shin-Hae. keduanya terdiam, menikmati perjalanan mereka dalam diam. Shin-Hae mengalihkan pandangannya kearah luar jendela, sedangkan Kyuhyun focus entah pada apa yang menarik didepan sana. Pandangannya lurus kedepan tidak teralihkan

“aku minta maaf atas Byeon Ji Young” ucap Kyuhyun akhirnya memecahkan keheningan yang terjadi. Shin-Hae hanya melirik Kyuhyun sekilas, tidka benar-benar menolehkan wajahnya kearah Kyuhyun

“maaf untuk apa” jawab Shin-Hae sekenanya

“aku tau kau sudah mengetahui apa yang terjadi pada Byeon Ji Young hari ini”

“kau berharap aku perduli dengan masalah itu ?” Shin-Hae balas bertanya

“tidak. Aku berharap tidak akan pernah” Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Shin-Hae dan mengamati wajah gadis itu. pipinya yang merah merona akibat alkohol yang dikonsumsinya, matanya yang terlihat memerah entah akibat pengaruh alkohol atau memang dia sedang menahan kantuk habis-habisan

“kau lelah” gumam Kyuhyun, bukan sebuah pertanyaan, tapi lebih pada pernyataan yang membuatnya kesal. Kyuhyun merasa gadis itu tidak terlalu memperhatikan tubuhnya. Tubuh lemahnya yang akan berpengaruh pada kesehatannya

ya, benar apa yang diucapkan pria ini. Shin-Hae benar-benar lelah. yang dibutuhkannya sekarang hanya sebuah ranjang agar dia bisa merebahkan tubuhnya dan terlelap untuk melupakan masalah hari ini yang benar-benar ingin dihapus dari ingatannya. Kata yang jauh dari bahagia

Shin-Hae tidak ingin berbicara lebih banyak lagi dengan Kyuhyun. dia merasa percakapan ini tidak menguntungkannya sama sekali. justru membuatnya lebih sakit. Jadi Shin-Hae memutuskan untuk memejamkan matanya. Memejamkan matanya yang memang seharusnya telah terpejam dari beberapa jam yang lalu. Ini sudah melewati batas jam tidur yang normal. Dan Shin-Hae merasa nyaman dengan terpejamnya matanya, menikmati kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sampai dia berada dirumahnya. Dan Shin-Hae benar-benar terlelap

******

Dengan perlahan Shin-Hae membuka matanya yang terasa lebih baik dari sebelumnya. Shin-Hae perlu menyesuaikan dengan cahaya terang yang menyambut terbukanya mata Shin-Hae. Shin-Hae mengerjapkan matanya berkali-kali hingga dia berhasil menangkap seluruh pandangan dengan jelas

Beberapa saat Shin-Hae mengerutkan dahinya melihat pemandangan yang tidak biasa. Dia tertidur, didalam kamar dan diatas ranjang. Namun ini bukan kamarnya, dan bukan tempat tidur miliknya yang biasa dia tempati. Lalu dimana dia saat ini ? Shin-Hae membalikkan posisi tubuhnya dan terkejut dengan apa yang ditemukannya dibalik badannya. Kyuhyun sedang tertidur pulas disampingnya. Dan di detik itu juga Shin-Hae menyadari sesuatu. Ini rumahnya, ini kamarnya dan ini ranjang miliknya. Dia tidur bersama Kyuhyun!

Shin-Hae dengan refleks menjauh dari Kyuhyun dengan kasar, membuat Kyuhyun terjaga lalu menatap Shin-Hae dengan wajah lelah. Shin-Hae mengambil jarak yang cukup jauh dari Kyuhyun. Kyuhyun menatap wajah Shin-Hae sebentar lalu memejamkan matanya kembali. Seperti tak ada yang terjadi

“kenapa aku berada disini ?! kau tidak mengantarku pulang, sialan!” teriak Shin-Hae. Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya

“kufikir kau tidak akan tahan tidur dengan posisi mengerikan didalam mobilku, dan jarak rumahku dari pub jauh lebih dekat dari jarak menuju rumahmu. Jadi kuputuskan untuk menidurkanmu sebentar dirumahku” jawab Kyuhyun tanpa membuka matanya sama sekali. dia benar-benar masih merasa lelah dan mengantuk

“sebentar ? ini bahkan sudah pagi!” bentak Shin-Hae setelah sebelumnya melirik kearah jam kecil yang tersampir dimeja kecil yang terdapat disebelah tempat tidur

“ya, dan ini masih sangat pagi! Bisakah kau membiarkan aku tidur beberapa jam lagi ? aku benar-benar lelah” mata Kyuhyun akhirnya terbuka dan menampilkan matanya yang masih terlihat sayu dan memerah. Dia tidak berbohong dengan kata-kata lelah. dia pasti sangat lelah, lebih lelah dari Shin-Hae. dia harus mengurusi satu orang gadis sakit jiwa yang memiliki hobby bunuh diri

Shin-Hae tidak membantah perkataan Kyuhyun lagi, dia memilih diam. Mengamati wajah Kyuhyun yang terlihat lelah bahkan saat dia tertidur. Shin-Hae memeluk lututnya sambil terus menikmati wajah Kyuhyun yang sedang tertidur. Sedikit merasa senang saat mengetahui kalau malam ini dia tidur bersama seorang pria muda yang tampan, mempesona, penuh masalah, dan kaya raya. Mungkin dia bisa memasukkan namanya kedalam daftar Guinness Book of Record dengan kategori wanita miskin yang berhasil tidur bersama seorang pria muda terkaya dan tersukses se-Korea Selatan

“berhenti melihatku seperti itu. sekarang kau sedang bersamaku, berada didalam kamar yang tertutup dan diatas ranjang. Jika aku berniat, aku bisa melakukan sesuatu yang membuatmu terpaksa menerimaku menjadi suamimu” ucap Kyuhyun masih menutup matanya. Pipi Shin-Hae menjadi memerah mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Apa yang sebenarnya pria ini katakan!

Shin-Hae memilih mengabaikan ucapan konyol Kyuhyun dan turun dari ranjang. Dia melirik sekilas kearah Kyuhyun. laki-laki itu masih ingin melanjutkan tidurnya. Shin-Hae keluar dari kamar Kyuhyun dan langsung disuguhkan oleh pemandangan sebuah ruangan yang cukup luas dengan fasilitas TV LCD yang menggantung dan juga sofa panjang berwarna coklat tua

Rumah ini sunyi. Apa Kyuhyun hanya tinggal sendiri ? Shin-Hae melangkahkan kakinya menjauh dari pintu kamar Kyuhyun dan mulai menjelajah ruangan lainnya. Shin-Hae sempat tersipu malu saat ada beberapa orang perempuan dengan baju yang sama lewat dihadapannya lalu memberi hormat pada Shin-Hae. mereka pasti pekerja dirumah Kyuhyun. dan mereka tau Shin-Hae tidur disatu kamar yang sama dengan Kyuhyun. kurasa bukan hanya Ji Young yang bermasalah dengan kejiwaannya, batin Shin-Hae

Shin-Hae menuruni anak tangga satu persatu dengan anggun, kembali terlihat sebuah ruangan yang lebih luas, namun tidak tersedia fasilitas apapun. Hanya sofa berlapis jati berdiri kokoh disana. tampak bersih dan nyaman. Pertanda sofa itu selalu dibersihkan setiap harinya walaupun tidak diduduki sama sekali

Pandangan Shin-Hae tertuju pada satu buah meja panjang yang dikhususkan untuk menaruh berpuluh-puluh foto yang telah terpasang bingkai-bingkai unik menyelimuti foto tersebut. Shin-Hae tersenyum melihat beberapa foto masa kecil seorang Cho Kyuhyun yang dingin dan pendiam berada disana. ada foto sepasang suami istri yang sudah dipastikan adalah orangtua Kyuhyun. dan yang menjadi pusat perhatian Shin-Hae saat ini adalah foto Cho Kyuhyun dengan seorang gadis cantik yang dikenalnya. Byeon Ji Young. seketika itu juga Shin-Hae merasa mual melihat wajah gadis itu. kenapa Kyuhyun harus memajangnya ?! dan kenapa juga Shin-Hae harus merasa sebal dengan foto tersebut ? ini tidak masuk akal!

Baru Shin-Hae ingin menyentuh foto tersebut, tangannya sudah ditarik dari belakang lalu dibawa menuju sebuah ruangan yang awalnya Shin-Hae tidak mengenali tempat apa itu. tapi kemudian Shin-Hae tau tempat apa ini setelah melihat beberapa orang wanita yang memakai baju yang sama dengan 3 wanita yang ditemuinya tadi. ini ruang makan. Ruang makan yang besarnya 3x lipat dari ruang tamu rumah Shin-Hae

“kau harus makan sesuatu, tadi malam kau hanya mengkonsumsi wine. Koreksi aku jika aku salah” suara Kyuhyun menjadi sangat dingin. Shin-Hae mengerutkan dahinya menatap Kyuhyun. bukankah pria ini ingin melanjutkan tidurnya hingga beberapa jam kedepan ?

“aku tidak lapar” bantah Shin-Hae sambil mencoba lari dari genggaman tangan Kyuhyun, namun tidak berhasil. Kyuhyun menarik Shin-Hae menjadi lebih dekat. Sedikit menyesali apa yang dilakukannya barusan jika berakhir dengan jarak seintens ini

“kau harus makan” suaranya seperti membentak. Shin-Hae ingin membantah namun suara wanita yang berasal dari dapur kotornya menahan suara Shin-Hae

“makanannya sudah siap” ucap wanita itu lalu membungkukkan badannya dan meninggalkan tempat ini. meninggalkan Shin-Hae dan Kyuhyun berdua saja

Shin-Hae menatap dengan tatapan tak berselera saat melihat makanan yang tersaji kebanyakan terbuat dari daging. Ini terlalu berat untuk dimakan dipagi hari, ini terlalu berlebihan. Kyuhyun sedang mengambil beberapa potong daging keatas piring yang dipegangnya

“makan” Kyuhyun menaruh piring yang dipegangnya tadi kehadapan Shin-Hae yang telah duduk disamping Kyuhyun. Shin-Hae segera melempar pandangannya kearah Kyuhyun dengan tatapan tak suka

“aku tidak lapar, dan ini terlalu berat”

“jangan banyak protes, atau aku akan membuat makanan ini masuk kedalam mulutmu dengan caraku sendiri” ucapan Kyuhyun seperti sebuah ancaman. Dan Shin-Hae sangat mengerti apa yang akan terjadi kalau dia tetap membantah Kyuhyun

Shin-Hae mulai menusuk dagingnya dengan garpu lalu memasukkan daging itu sedikit demi sedikit kedalam mulutnya. Kyuhyun masih sibuk dengan piringnya. Mereka makan dalam diam. Lalu entah kenapa dipikiran Shin-Hae tiba-tiba saja melintas sebuah foto yang dilihatnya tadi. Kyuhyun bersama dengan Ji Young

“sebenarnya apa hubunganmu dengan Ji Young” gumam Shin-Hae tanpa sadar dia telah mengucapkan kata-kata itu

Kyuhyun dengan cepat menoleh kearah Shin-Hae, mengamati wajah gadis itu dalam diam

“hanya sebatas hubungan pekerjaan” jawab Kyuhyun sekenanya. Shin-Hae menunjukkan senyum sinisnya

“hubungan pekerjaan” Shin-Hae mengulang ucapan Kyuhyun dengan nada mengejek

“kau cemburu ?”

“cemburu ? yang benar saja!” Shin-Hae meletakkan garpunya dengan kasar lalu bangkit dari duduknya berniat meninggalkan ruangan in. Kyuhyun mengamati piring Shin-Hae yang masih terlihat penuh seperti tidak disentuh sama sekali

Kyuhyun dengan kasar melempar garpunya dan mengejar Shin-Hae yang sudah hampir mencapai anak tangga untuk kembali kekamar Kyuhyun mengambil barang-barangnya. Kyunhyun mencengkram pundak Shin-Hae dan membalikkan badannya

“mau kemana kau” suara Kyuhyun terdengar sedikit kesal. Bukan sperti pertanyaan, tapi sebuah bentakan

“aku harus berangkat kerja, ini sudah hampir siang!” bentak Shin-Hae kesal

Kyuhyun memejamkan matanya sebentar. Berangkat kerja ? dan itu berarti Shin-Hae akan bertemu Min Woo disana. suatu kenyataan yang membuat Kyuhyun merasa kesal dan juga tidak suka. Dia tidak ingin Shin-Hae berdekatan dengan Min Woo yang jelas-jelas menyukainya

“tidak bisakah kau pindah ke perusahaanku ?” pinta Kyuhyun dengan nada memohon

“aku tidak mau” ucap Shin-Hae dengan penuh penekanan disetiap katanya. Shin-Hae dan Kyuhyun bertatapan intens, tidak ada yang mereka lakukan selain berpandangan. Kyuhyun sudah membuka mulutnya dan bersiap mengatakan sesuatu namun terpotong karna bunyi handphone nya. Kyuhyun merogoh saku celananya dan dengan cepat menjawab telpon itu dengan kasar. Seperti terganggu dengan sipenelpon yang menelpon disaat tak tepat

“ada apa!” bentak Kyuhyun

“dibandara ? dengan Byeon Ji Young ?” nada bicara Kyuhyun terdengar melembut seketika setelah menyebut nama Byeon Ji Young. Kyuhyun menjauh dari Shin-Hae agar pembicaraannya tidak didengar. Shin-Hae merasa hatinya sakit melihat Kyuhyun menjauh darinya. Sialan! Sebenarnya perasaan apa ini ? bentak Shin-Hae untuk dirinya sendiri

Shin-Hae mengambil beberapa barang yang dibawanya tadi malam yang berada dikamar Kyuhyun. Shin-Hae memejamkan matanya sebentar menormalkan pikirannya yang terus-terusan memikirkan cara tercepat membunuh Byeon Ji Young yang selalu mengganggu hubungannya dengan Kyuhyun

Shin-Hae merapihkan gaun minim nya yang memang kurang pantas untuk dikenakan dipagi hari dengan berkali-kali menurunkan panjang gaun itu hingga setidaknya menutupi paha putihnya, namun tidak berhasil. Shin-Hae merasa aneh bagaimana dia bisa memakai gaun ini tadi malam. Apa dia tidak sadar ? tapi dia sangat sadar. Dia memang berniat menggaet seorang pria brengsek tadi malam

Shin-Hae membalikkan tubuhnya saat terdengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali dengan cepat. Kyuhyun berjalan kearahnya dengan tatapan datar. Pria ini selalu berhasil membuat Shin-Hae kebingungan dengan sikapnya yang sering berubah-ubah tak menentu. Kyuhyun menarik tubuh Shin-Hae kedalam pelukannya dan menghirup udara dibahu Shin-Hae

“kuharap kau tidak pernah kembali keperusahaan itu” gumam Kyuhyun tak jelas namun samar-samar Shin-Hae masih bisa menangkap apa yang sedang Kyuhyun bicarakan. Sekali lagi Shin-Hae mengerutkan keningnya bingung mengingat Kyuhyun telah mengungkit masalah perusahaan sebanyak 2x hari ini

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memandang wajah Shin-Hae dari dekat. Mengamati wajah gadis itu lamat-lamat seperti sedang merekam tekstur wajah gadis itu diingatannya

“aku tidak bisa mengantarmu, aku akan meminta supirku menemanimu ke butik langgananku untuk membeli beberapa potong pakaian kerja lalu mengantarmu kekantor” ucapan Kyuhyun membuat Shin-Hae kembali mengerutkan keningnya

“kau tidak pergi bersamaku ? maksudku .. kita searah, bukan ?” Kyuhyun menganggukkan kepalanya lemah

“ya, tapi aku akan ke bandara terlebih dahulu”

Jawaban Kyuhyun menjawab seluruh pertanyaannya. Shin-Hae masih ingat dengan percakapan Kyuhyun barusan lewat telponnya. Byeon Ji Young ada dibandara, dan sekarang Kyuhyun akan menyusulnya. Kyuhyun akan bertemu dengan Byeon Ji Young. satu kenyataan lagi yang membuat Shin-Hae benar-benar ingin memusnahkan wanita jalang itu. Kyuhyun baru saja melambungkan hatinya tinggi, tinggi sekali. lalu beberapa detik kemudian, Kyuhyun juga lah yang membuat Shin-Hae terjatuh kepaling dasar dengan keras

TBC