uncommitted poster 3

Kyuhyun berjalan dengan tergesa-gesa mencari pintu keberangkatan, berkali-kali melirik jam tangan yang dia kenakan. Belum terlambat. Dia harus menemukan Il Woo dan juga Ji Young. Il Woo memberitahu Kyuhyun kalau Ji Young akan kembali ke Eropa hari ini dengan alasan ingin meneruskan perkerjaannya disana. Kyuhyun hampir tak percaya dengan ucapan Il Woo, jadi dia datang untuk memastikannya sendiri

Mata Kyuhyun menangkap sosok Il Woo bersama seorang gadis yang dikenalnya bernama Minji, sedangkan Ji Young sedang bercengkrama dengan Min Woo. Min Woo ? pria itu kenapa ada disini juga ? Il Woo-lah yang menyadari kehadiran Kyuhyun terlebih dahulu. Pria itu melambai memberitahu keberadaannya yang sebenarnya Kyuhyun sudah tau. Kyuhyun membalas dengan mengangkat sebelah tangannya kearah Il Woo dan menunjukkan senyum yang sangat terlihat dipaksakan

Dengan langkah enggan Kyuhyun melangkah mendekati ke-empat orang itu berkumpul. Mata Ji Young tak pernah lepas dari Kyuhyun. gadis itu menatap Kyuhyun dengan tatapan seperti biasa. Sorot mata berbinar dan sebuah senyuman yang membuat mata gadis itu hampir tak terlihat

Berbeda dengan Ji Young, Kyuhyun justru memandang Ji Young dengan tatapan dingin. sebenarnya JI Young menyadari tatapan bengis itu, namun teralihkan oleh sosok Kyuhyun yang mempesona. kemeja, kacamata hitam, dan sebuah headphone melingkar dilehernya, membuat Kyuhyun terlihat pada usia yang sesungguhnya. Berbanding terbalik dengan seorang Cho Kyuhyun jika sudah berada dikantor dan berkutat dengan tumpukan berkas-berkas penting yang menumpuk menunggu tanda tangannya tertoreh dikertas itu. Hanya seorang wanita munafik-lah yang mengatakan kalau pria ini tidak mempesona sama sekali

“ada apa sebenarnya ?” setelah Kyuhyun berhadapan langsung dengan beberapa sahabatnya, dia tidak ingin berbasa-basi lagi. dengan nada cukup sinis Kyuhyun bertanya

“ada yang ingin Ji Young katakan” ekor mata Kyuhyun melirik kearah Min Woo yang menjawab pertanyaannya tadi. namun Kyuhyun tak ingin repot-repot menolehkan kepalanya ke arah Min Woo. Kyuhyun masih merasa marah pada Min Woo dengan perlakuannya beberapa hari yang lalu

“apa ?” ucap Kyuhyun menatap Ji Young

“bisa kita berbicara berdua saja ?” Ji Young memandangi Minji, Il Woo, dan Min Woo secara bergantian seperti meminta izin untuk meminjam Kyuhyun dan mengusir ke-tiga orang itu secara halus. Dengan penuh pengertian mereka meninggalkan Kyuhyun dan Ji Young, memberi sebuah privasi untuk mereka berdua. Ji Young mulai membuka pembicaraannya dengan Kyuhyun saat ke-tiga orang itu benar-benar tak terlihat lagi dari jarak pandangnya

“sebelumnya aku ingin minta maaf atas kejadian kemarin saat dirumah sakit” Kyuhyun diam memandangi bandara yang penuh sesak dengan orang-orang yang sedang mengejar sesuatu atau menunggu dan berpisah pada orang yang mengantarnya. Kyuhyun diam mendengarkan apa yang akan dikatakan Ji Young

“kau pasti sudah sangat tau bagaimana perasaanku terhadapmu, kan ?” lanjut Ji Young. Kyuhyun masih tetap diam, memberikan kesempatan untuk Ji Young mengatakan semuanya. Kyuhyun benar-benar lelah menghadapi wanita yang satu ini. dia tidak ingin menyakitinya, dan Kyuhyun juga tak ingin menyakiti Shin-Hae. tapi tentu saja gagasan yang kedua-lah yang lebih diprioritaskan oleh Kyuhyun

“mungkin menggelikan, tapi aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu, oppa. tak bisakah kau meninggalkan wanita itu dan lebih memilihku ?” masih suara Ji Young yang mendominasi. Kali ini ucapan Ji Young berhasil menarik perhatian Kyuhyun. dengan cepat Kyuhyun menoleh kearah Ji Young

“kau tau bagaimana rasanya mencintai seseorang, kan. Seperti halnya kau mencintaiku, seperti itu jugalah perasaanku pada Shin-Hae. aku tidak bisa hidup tanpanya” akhirnya Kyuhyun angkat bicara. Ji Young menutup matanya dan menarik napas dalam-dalam disaat bersamaan

“ya” suara Ji Young terdengar putus asa, “aku mengerti” lanjutnya sambil tersenyum miris

“aku sadar dengan ucapanmu saat kita berada dirumah sakit kemarin, aku tidak memiliki hak apapun atas dirimu. Aku terlalu terobsesi ingin memilikimu. Tapi aku melakukan itu karna aku mencintaimu, oppa. aku hanya ingin kau menghargai perasaanku. Aku ingin kau melihatku”

“kau tau, masih banyak diluar sana yang lebih baik dariku. Kau bisa mengencani salah satunya” ucap Kyuhyun acuh tak acuh, Ji Young menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan dan juga air mata yang telah menumpuk dipelupuk matanya

“kau-lah yang terbaik untukku, oppa”

“demi Tuhan, Byeon Ji Young!” bentak Kyuhyun tanpas sadar, namun setelah itu Kyuhyun segera mengucapkan permintaan maaf dengan nada terpaksa. Gadis ini benar-benar berniat membuatnya gila!

“tidak bisakah kau melepaskanku ?” kini suara Kyuhyun terdengar lebih tenang dari sebelumnya. ucapan Kyuhyun yang sebelumnya sukses membuat Ji Young meneteskan airmatanya berkali-kali. Namun kali ini Ji Young tidak lari dari Kyuhyun. justru gadis ini menghapus airmatanya dan tersenyum

“baiklah, aku akan melakukannya” ucapnya dengan nada enggan. Apa ? apa yang baru saja dia katakan ? Byeon Ji Young melepas Cho Kyuhyun begitu saja ? apakah ini nyata ?

“aku akan pergi ke England hari ini oppa, kurasa aku bisa menghapusmu dari pikiranku selama aku berada disana” Kyuhyun menatap Ji Young dengan tatapan tak percaya. Ji Young akan meninggalkan Korea hari ini ? Kyuhyun berbohong jika dia mengatakan dia terluka mendengar kepergian Ji Young. justru sebaliknya. Mungkin kejam, tapi inilah kenyataannya

“aku akan berusaha melepasmu. Ya, walaupun sedikit sulit untuk dilakukan” Ji Young bangkit dari kursinya dan menghadap Kyuhyun yang juga ikut bangkit bersamaan dengan Ji Young. Ji Young mengulurkan sebelah tangannya pada Kyuhyun untuk berjabatan. Kyuhyun meraih tangan Ji Young dan menggenggamnya lembut. Dengan gerakan cepat Ji Young menarik Kyuhyun mendekat dan memeluknya. Kyuhyun tidak menolak karna Kyuhyun mengerti kalau ini adalah hari terakhirnya di Korea. Setidaknya Kyuhyun bisa memberikan ‘hadiah’ perpisahan pada Ji Young dengan sebuah pelukan

“aku akan merindukanmu, oppa” gumam Ji Young di dada Kyuhyun

“hiduplah dengan bahagia disana” balas Kyuhyun mencoba menghibur gadis ini, Kyuhyun merasa pundak gadis ini bergetar dibawah rengkuhan lengan Kyuhyun. dia menangis. Kyuhyun tidak bisa mengucapkan apapun yang membuatnya lebih terhibur lagi. hanya itu yang bisa dilakukannya. Meminjamkan dadanya untuk meredam tangisannya. Itulah hal terbaik yang Kyuhyun lakukan saat ini

Dengan enggan Ji Young melepas Kyuhyun lalu menatap wajah Kyuhyun sebentar. Seperti merekam wajah Kyuhyun didalam ingatannya, sebagai persiapan jika dia sudah mulai melupakan wajah Kyuhyun secara perlahan nantinya. Setelah puas memandang wajah itu, Ji Young memakai kacamata hitam dan mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Kyuhyun sendiri

******

“bagaimana dengan Shin-Hae ?” Il Woo, Minji dan juga Min Woo menunggu Kyuhyun disebuah cafe yang terdapat didalam bandara, sebuah kedai kopi kecil yang cukup menarik perhatian dengan gaya bangunan kuno

“maksudmu ?” tanya Il Woo pada Minji yang sedang menanyakan sahabatnya. Dengan wajah pasrah Minji mengaduk-aduk Italiano Red Ice nya tanpa minat. Dia mengasihani keadaan sahabatnya yang membutuhkan perjuangan mendapatkan seorang Cho Kyuhyun

“jika .. jika Kyuhyun dan Ji Young ternyata” Minji menggantungkan ucapannya, membuat Il Woo dan Min Woo menatapnya penuh dengan rasa penasaran “kalau ternyata mereka memutuskan untuk menjalin suatu hubungan bagaimana ?” lanjut Minji dengan tatapan khawatir yang tergambar sangat jelas

Min Woo menyenderkan punggungnya ke sofa empuk yang mereka duduki. Seperti biasa, selalu bossy. Il Woo masih menatap Minji dengan serius, seperti memikirkan suatu hal mengerikan yang akan terjadi kalau apa yang dibicarakan Minji barusan adalah benar

“kalau begitu aku akan merebut Shin-Hae dari Kyuhyun” ujar Min Woo santai sambil menyesap Americano nya, sedangkan Minji dan Il Woo hampir saja menyemburkan kembali minuman mereka yang belum sempat ditelan mereka

“aku harap kata-katamu hanya sebuah gurauan” ucap Il Woo dingin sambil meletakkan gelas kopinya keatas meja. Tentu saja dia lebih memercayakan Shin-Hae pada Kyuhyun dari Min Woo. Ya, walaupun Min Woo 50x lebih baik dari sikap Kyuhyun, tapi setidaknya Kyuhyun tidak pernah bermain-main dengan wanita manapun. Min Woo adalah penikmat wanita malam walau tak sesering dirinya

“tidak, aku tidak sedang bergurau atau semacamnya. Kesadaranku 100% sekarang” jawab Min Woo sekenanya, mengangkat bahunya santai seperti siap menerima tantangan besar yang akan dihadapinya dalam merebut Shin-Hae

“Shin-Hae milik Kyuhyun, kau tau” kali ini suara Il Woo terdengar tercekat

“belum ada ikatan apapun yang terjadi diantara keduanya. Dan aku masih bebas untuk memiliki Shin-Hae” ucap Min Woo yang kali ini membuat Minji mengubah pikirannya tentang Min Woo yang jauh lebih baik dari Il Woo. Ternyata Il Woo-lah yang terbaik diantara kedua manusia ini

Min Woo melirik jam tangannya yang tersembunyi dibalik jas hitamnya lalu bangkit dari duduknya “aku masih ada meeting siang ini, aku harus kembali kekantor. Titipkan salamku untuk Kyuhyun” Min Woo menepuk pundak Il Woo pelan sebelum benar-benar meninggalkan Minji dan Il Woo dikedai tersebut

“dua orang pria mencintai satu orang wanita yang jelas-jelas tidak pernah tertarik pada pria manapun” suara Minji terdengar seperti belas kasihan. Il Woo mengernyit mendengar ucapan Minji

“apa maksudnya ?” tanya Il Woo ingin tau

“Shin-Hae. dia tidak pernah terlihat tertarik pada pria manapun. Dan kalau memang dia memilih satu diantara dua orang kaya ini, berarti ini adalah pertama kalinya Shin-Hae memliki seorang kekasih” jelas Minji. Il Woo seperti mendapat sebuah pelajaran lagi tentang Shin-Hae. pantas saja wanita itu tidak pernah terlihat menggandeng pria manapun. Shin-Hae bukan termasuk kategori wanita yang tidak menarik sama sekali. justru sebaliknya, hanya wanita itu saja yang terlalu cuek pada urusan percintaannya. Atau jangan-jangan dia tidak sadar kalau ada dua pria brengsek yang sedang mengincarnya ?

Il Woo mendapati sosok Kyuhyun sedang mendekat kearah kedai tempat mereka menunggu, pria itu tetap tampak dingin seperti biasa. Kali ini kacamatanya telah dicampakkannya, hanya menyisakan headphone disekitar lehernya. Beberapa wanita yang berada dikedai ini melirik kearahnya dengan tatapan penuh nafsu. Oh, dia benar-benar pria yang membuat dunia menjadi terbalik. Wanitalah yang akan mengerjarnya. Namun dia tidak tertarik pada wanita seperti itu, justru dia sedang mengejar seorang wanita yang tidak pernah perduli pada pria. Jika wanita-wanita ini tau bagaimana sadisnya Shin-Hae mengabaikan Kyuhyun, mungkin mereka akan membunuh Shin-Hae detik ini juga karna ketololan nya mengabaikan pria semempesona ini. pria yang sangat diinginkan didunia

“sepertinya kurang satu penghuni disini” ucap Kyuhyun sambil mendudukkan tubuhnya ditempat Min Woo duduk tadi

“Min Woo ? seperti biasa, mencari uang untuk masa depan” balas Il Woo sambil terkekeh pelan berusaha mencairkan suasana formal yang terjadi

“sepertinya kau tidak pernah dikantor akhir-akhir ini. aku sering menelponmu kesana, tapi kau tidak pernah ada” cecar Kyuhyun pada Il Woo yang sekarang terlihat panik. Dia adalah boss di Hyundai, namun diatas Il Woo masih ada Kyuhyun yang memegang kuasa atas perusahaannya. Ya, Kyuhyun adalah boss besarnya. Dan sekarang dia mendapat teguran dari boss besarnya

“ya .. aku memang jarang berada disana. kau sangat tau betapa terpaksanya aku mengurus perusahaan itu. aku bukan pebisnis yang hebat, tapi aku seorang penakluk wanita yang sangat hebat” gurau Il Woo sambil mengedipkan sebelah matanya pada Minji dan meraih tangan mungil milik Minji lalu menggenggamnya ringan. Kyuhyun menatap jijik kearah kedua pasangan itu

“ah” gumam Kyuhyun mengingat sesuatu, lalu menatap kearah Minji “bisa aku meminta tolong ?” mohon Kyuhyun pada Minji. Ini terlihat rasional saat seorang Cho kyuhyun memohon meminta pertolong. Dia benar-benar terlihat berbeda akhir-akhir ini. Kyuhyun merubah gaya berpakaiannya yang selalu memakai jas resmi, menjadi kemeja santai yang terlihat sangat casual. Dan sekarang dia memohon ? oh, ini benar-benar seperti keajaiban

“apa ?” tanya Minji tanpa bisa meredam suara gugupnya dan itu membuat Il Woo risih. Minji masih bisa terpikat pada seorang Cho Kyuhyun padahal sudah jelas-jelas Il Woo sedang berada disampingnya. Sekarang menjadi sangat jelas, pesona Jung Il Woo pun tidak ada seperseribu dari pesona seorang Cho Kyuhyun

“Shin-Hae meninggalkan dompetnya dirumahku tadi, aku ingin mengantarnya ke Shinhan Financial, namun Min Woo sepertinya tidak akan mengizinkanku bertemu dengan Shin-Hae saat ini. jadi aku ingin kau membuat Shin-Hae menemuiku diluar kantornya” jelas Kyuhyun yang membuat Il Woo dan Minji melebarkan matanya sempurna

“tunggu. Tadi kau bilang dirumahmu ? Shin-Hae datang kerumahmu ?” tanya Il Woo sambil mengerutkan keningnya

Dengan bangga Kyuhyun menjawab “bahkan tadi malam dia tidur diatas ranjangku, bersamaku”

Minji hampir saja berteriak kalau dia tidak menutup mulut dengan sebelah tangannya “a .. apa kau bilang ?”

“aku tidur bersamanya tadi malam” ulang Kyuhyun dengan nada sebal “jadi kau mau membantuku atau tidak ?” Kyuhyun sedikit membentak Minji yang membuat Minji menegakkan badannya dan mengangguk dengan cepat

“ayo” Kyuhyun bangkit dan berjalan menuju mobilnya bersiap ketempat kerja Shin-Hae. Minji dan Il Woo masih sama-sama terpaku ditempat dengan apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan. Shin-Hae dan Kyuhyun tidur bersama tadi malam. Oh, ini benar-benar sebuah kemajuan yang pesat dalam hubungan mereka berdua

Ji Young telah meninggalkan Kyuhyun. tinggal menunggu Min Woo yang melepaskan Shin-Hae. oh, sialan! Il Woo dan Minji benar-benar menginginkan terjalinnya sebuah hubungan antara Shin-Hae dan Kyuhyun. kenapa sulit sekali menyatukan dua orang bodoh ini. terlalu banyak penghadang didalam hubungannya. Dan tidak tanggung-tanggung, penghadangnya adalah sahabat mereka sendiri

******

“siapa ?” tanya Shin-Hae pada resepsionits yang sebelumnya memberitahu bahwa ada seorang gadis menunggunya dibawah. Shin-Hae merasa tidak memiliki janji pada siapapun hari ini. dan ini saat jam makan siang! Shin-Hae ingin menghabiskan waktunya untuk makan. Dia belum mengkonsumsi apapun hari ini, dan orang yang mengganggu jam makan siang Shin-Hae adalah seseorang yang akan dikutuk Shin-Hae habis-habisan saat sudah bertemu nanti

Dengan langkah yang sedikit dihentak-hentakkan, Shin-Hae mendekati Minji yang sudah terlihat dari jarak pandang Shin-Hae. ternyata Minji yang mencarinya. Apa handphone gadis itu rusak ? kenapa dia tidak menelpon saja ? pikiran Shin-Hae buyar saat tiba-tiba saja Minji sudah menarik tangannya keluar. Dan sejak kapan Minji telah berada didekat Shin-Hae ?

“yak! lepaskan, ada apa sebenarnya ?” lengan Shin-Hae akhirnya terlepas dari genggaman tangan Minji saat gadis itu mengendurkan genggaman tangannya. Minji menatap Shin-Hae dengan menyipitkan matanya, pandangan penuh kecurigaan

“ada apa ?” tanya Shin-Hae sekali lagi mengerti dengan arti tatapan Minji yang akan menanyakan sesuatu

“kau bermalam dirumah Cho Kyuhyun!” bentak Minji yang mendapat tatapan tak percaya dari Shin-Hae. gadis ini tau, dari mana Minji tau kalau Shin-Hae tidur dirumah Kyuhyun tadi malam ?

“apa maksudmu” suara Shin-Hae terdengar gugup namun berhasil mengucapkannya dengan sempurna

“jangan pura-pura tolol, Kim Shin-Hae! Demi Tuhan!” kali ini Shin-Hae sudah bisa meredakan rasa terkejutnya lalu mulai bersikap dingin seperti biasa

“dan hapus fikiranmu tentang aku melakukan sex tadi malam bersama pria itu. aku masih punya akal sehat, Shin Minji!”

“tanpa sex ? benarkah ?” kali ini Minji lah yang mengeluarkan tatapan  terkejut sekaligus tak percaya. Shin-Hae menganggukkan kepalanya mantab sebagai jawaban. Setelah itu Minji menghembuskan napasnya lega

“jadi apa yang ingin kau bicarakan ?”

“ah benar, aku lupa” Minji kembali menarik lengan Shin-Hae menuju sebuah tempat parkir khusus untuk direksi. Shin-Hae mengernyit heran, sebenarnya dia mau membawanya kemana. Namun perlahan Shin-Hae mulai mengerti dengan apa yang dilakukan Minji setelah melihat sosok pria yang mengenakan kemeja berwarna merah sedang bersandar pada mobilnya dengan kedua tangan dilipat didepan dadanya. Padahal pria itu hanya berdiri seperti layaknya orang biasa. Namun, dia terlihat seperti seorang model yang sedang bergaya untuk difoto. Ya, semempesona itulah gambaran laki-laki itu. Cho Kyuhyun

“dia yang ingin bicara denganmu” suara Minji membuat Kyuhyun menoleh kearah mereka lalu tersenyum. Oh! Dia tersenyum! Seorang Cho Kyuhyun tersenyum dengan cara yang benar! Apakah kiamat akan terjadi besok ?

Minji mengikuti isyarat Kyuhyun untuk meninggalkan mereka berdua. Dengan senang hati, tentu saja Minji meninggalkannya. Minji adalah pendukung nomor satu pasangan ini. Minji menjauh dengan senyuman puas dibibirnya

Kyuhyun masih menatap Shin-Hae dengan penuh konsentrasi, namun sayangnya gagal. Kyuhyun selalu kehilangan konsentrasi ataupun akal sehatnya jika sudah berhadapan dengan Shin-Hae. gadis yang membuatnya bersumpah untuk tidak melirik wanita lain, karna yang diinginkannya hanya wanita ini

Kyuhyun melirik Shin-Hae dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Gadis ini mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan blazer berwarna biru gelap dan juga rok span dengan warna yang kontras dengan blazernya. Blazer tersebut memperlihatkan dengan jelas lekuk-lekuk tubuh Shin-Hae yang hampir membuat pria manapun tergiur melihatnya. Tubuh yang sangat diinginkan setiap wanita. Tubuh yang akan membuat wanita manapun ingin bunuh diri melihat lekukan indah tubuhnya karna iri. Wanita ini benar-benar sempurna. Walaupun Kyuhyun tidak mengerti soal make up, Kyuhyun yakin 100% kalau gadis ini tidak mengenakan polesan apapun. Kecantikannya benar-benar alami

“kau ingin bicara apa ?” suara Shin-Hae menghancurkan pujian Kyuhyun terhadap Shin-Hae dalam pikirannya

“kau melupakan ini” Kyuhyun mengacungkan dompet panjang berwarna hitam milik Shin-Hae yang memang tertinggal dirumahnya tadi pagi. Shin-Hae baru menyadari kalau seharian ini dompetnya tidak ada ditasnya

“oh” gumam Shin-Hae terkejut “maaf aku meninggalkannya sepertinya” Shin-Hae baru saja ingin meraih dompet yang diacungkan Kyuhyun tadi, namun dengan cepat Kyuhyun menarik kembali dompetnya dan menyembunyikannya kebelakang tubuhnya

Shin-Hae terkejut dengan gerakan cepat tangan Kyuhyun yang menarik kembali dompetnya. Ini bukan masalah dompetnya, tapi Shin-Hae sudah terlanjur mendekat kearah Kyuhyun. Shin-Hae mengernyit mendapat perlakuan seperti itu dari Kyuhyun

“kembalikan” ucap Shin-Hae tegas

“tidak” balas Kyuhyun tak kalah tegasnya

“itu dompetku, dan aku memiliki hak penuh atas dompet itu! jadi kembalikan sekarang juga” Shin-Hae mengucapkannya dengan penuh penekanan disetiap kata. Kyuhyun tersenyum licik karna diotaknya telah tersusun rapi langkah-langkah yang akan diambilnya untuk mengembalikan dompet ini. namun dengan beberapa syarat tentunya. Tidak ada yang mudah jika telah berurusan dengan Cho Kyuhyun

“aku akan mengembalikannya jika kau menyetujui satu hal” ucap Kyuhyun penuh arti lalu tersenyum licik. Shin-Hae menatapnya tak percaya. Itu adalah dompetnya, dan dia harus menebus dompet itu dengan sebuah syarat. Sebenarnya siapa yang tidak punya otak disini!

Shin-Hae mengeram kesal sambil berkata “kau pikir aku mau menyetujui syarat yang kau ajukan ? lebih baik aku tidak mendapatkan dompet itu sampai mati daripada menuruti apa katamu” Setelah menyelesaikan ucapannya, Shin-Hae hendak beranjak pergi namun dengan cepat tangan Kyuhyun menahannya dan memutar tubuh Shin-Hae menghadapnya kembali

“tapi kurasa kau membutuhkan ini untuk masuk kembali kedalam gedung itu” Kyuhyun mengeluarkan sebuah kartu yang berfungsi untuk membuka setiap pintu digedung tempatnya bekerja dari dompet Shin-Hae. Shin-Hae lupa kalau dia tadi diantar resepsionist keluar dari gedung ini. dia benar-benar tidak bisa masuk kembali tanpa kartu itu

“brengsek! Apa yang kau inginkan ?”

“aku ingin kau keluar dari perusahaan ini dan mulai bekerja denganku” ucap Kyuhyun dengan tegas dan penuh penekanan disetiap ucapannya. Shin-Hae memiringkan kepalanya lalu tertawa miris kearah Kyuhyun

“kau bercanda ?”

“apa kau pernah mendengar kalau aku adalah pengguyon yang handal ?” balas Kyuhyun santai

Shin-Hae memejamkan matanya menormalkan degup jantungnya yang menggila karna kekesalannya yang telah memuncak hingga ke ubun-ubun dan telah siap untuk diledakkan. Namun Shin-Hae masih menahan amarahnya kuat-kuat

“aku tidak akan pernah meninggalkan perusahaan ini” balas Shin-Hae membuat Kyuhyun semakin mengencangkan genggamannya dilengan Shin-Hae

“aku serius dengan ucapanku kali ini. tinggalkan perusahaan ini secepatnya” Shin-Hae mulai merasa takut dengan nada bicara Kyuhyun yang tiba-tiba saja berubah menjadi dingin dan menakutkan seperti ini

“katakan kenapa aku harus meninggalkan perusahaan ini” ucap Shin-Hae

“jangan pura-pura bodoh, nona Shin! Kau sangat tau kalau CEO diperusahaan ini menyukaimu! No Min Woo menyukaimu! Dan kenyataan itu sangat menggangguku” jawab Kyuhyun sedikit berteriak dan itu cukup membuat Shin-Hae memejamkan matanya karna terkejut dengan nada bicara Kyuhyun yang sedikit membentaknya

Ya, Shin-Hae tidak pelru berakting menjadi pura-pura bodoh untuk masalah yang satu ini. dia tau kalau Min Woo menyukainya. Dan itu bukan menjadi alasan yang tepat untuk keluar dari perusahaan ini. Shin-Hae menyukai pekerjaannya. Dan perasaan Min Woo padanya belum termasuk kategori mengganggu pikirannya. Seorang pria menyukai seorang wanita bukankah itu hal wajar ?

“hanya karna itu ? demi Tuhan kau kekanakan sekali, Cho Kyuhyun”

“kekanakan ? kau benar-benar berpikir aku bercanda dengan masalah itu” Kyuhyun mengerang frustasi lalu memejamkan matanya sebentar dan membukanya kembali

“akan ku ulangi sekali lagi. No Min Woo menyukaimu, dan aku benar-benar tidak suka membayangkan wanita yang kucintai bekerja dengan orang yang jelas-jelas ingin memiliki apa yang seharusnya menjadi milikku” papar Kyuhyun secara terus terang. Kali ini Shin-Hae terdiam mendengar ucapannya. Terutama pada kata ‘wanita yang kucintai’ astaga, kata-kata itu membuat Shin-Hae kehilangan oksigen disekitarnya, dia menjadi sulit untuk bernapas

“lalu bagaimana denganmu ? Kau sendiri selalu berada diekat Byeon Ji Young, wanita yang jelas-jelas mengejarmu mati-matian!”

Suara Shin-Hae pecah, sangat menunjukkan kalau dia tidak suka jika Kyuhyun berada didekat Ji Young. Shin-Hae merasa jantungnya hampir berhenti berdetak saat menyadari genggaman tangan Kyuhyun dilengannya melembut, bahkan mengusap kulit lengan Shin-Hae dengan ibu jarinya

“dia tidak di Korea lagi, dia akan menetap di England” jawab Kyuhyun dengan penuh penegasan. Dia berharap Shin-Hae berhenti mengait-ngaitkan hidupnya dengan wanita yang sempat menghambat hubungannya dengan Shin-Hae. dia benar-benar membenci nama Byeon Ji Young sekarang

“pergi ke England ?” gumam Shin-Hae tak percaya. Seorang Byeon Ji Young melepas Kyuhyun begitu saja ? tidak masuk akal! Dia rela mati untuk mendapatkan cinta Kyuhyun, dan sekarang dia meninggalkan Kyuhyun ?

“ya. Karna itu aku ingin kau meninggalkan perusahaan ini agar kita imbang. Kau tidak perlu cemas lagi dengan Byeon Ji Young, dan aku ingin kau membuatku tidak cemas dengan No Min Woo. Kurasa itu adil” Kyuhyun mengangkat bahunya santai lalu menarik Shin-Hae mendekat kearahnya. Kyuhyun memeluk pinggang Shin-Hae, membuat Shin-Hae menoleh ke kanan dan ke kiri memastika kalau tidak ada satu orangpun ditempat parkir ini

“apa yang kau lakukan” Shin-Hae berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun namun gagal

“apa yang kau takutkan ? Min Woo ?” gumam Kyuhyun dalam pundak Shin-Hae. menghirup aroma menenangkan yang menguar dari dalam tubuh Shin-Hae. dan sekarang wangi itu menjadi wangi favorite Kyuhyun

Shin-Hae menyerah dengan memberontak melepas pelukan Kyuhyun. dia tau kegiatan itu hanya menjadi sia-sia saja. Shin-Hae diam-diam menikmati kehangatan yang terjadi akibat sentuhan kulitnya dengan kulit Kyuhyun. Kyuhyun tiba-tiba saja melepaskan pelukannya namun tetap merengkuh pinggang Shin-Hae, Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan mengambil sesuatu disana

“ini” Kyuhyun mengacungkan sebuah kertas berwarna silver mewah. Sebuah kartu undangan

“acara amal Samsung Corp. Aku ingin kau datang” Shin-Hae mengambil kartu undangan itu dengan ragu. Shin-Hae baru saja membuka mulutnya untuk menolak undangan ini, namun Kyuhyun lebih cepat mengatakan “aku tidak menerima penolakan sama sekali”

******

Setelah sebelumnya Kyuhyun memaksa untuk menjemput Shin-Hae dirumahnya, kini dia sudah berada didalam rumah Shin-Hae, tepat pukul 04.35. entah karna jiwa bossy nya atau apa, dia terlalu tepat waktu untuk ukuran pria seusianya. Ini menyedihkan membayangkan usia muda Kyuhyun telah dihabiskannya untuk memajukan perusahaan keluarganya

Shin-Hae keluar dari kamarnya dengan menggunakan gaun panjang berwarna hijau toska dengan aksen renda diatas dadanya. Belahan cukup panjang berhasil memamerkan belahan dada Shin-Hae dengan sempurna. Gaun panjang yang terjatuh hingga ke lantai membuat lekuk tubuhnya tergambar dengan jelas. High heels berwarna sepadan dengan gaunnya menghias indah kaki Shin-Hae dan berhasil membuatnya terlihat lebih tinggi sekitar 8centi

Gadis itu tidak pernah memakai make up yang berlebihan, dan itupun dilakukannya juga untuk hari ini. hanya sedikit polesan alas wajah, maskara, dan sedikit blush on, wajahnya terlihat lebih sempurna dari biasanya yang sebenarnya sudah terlihat sangat sempurna. Kyuhyun tak berhenti menatap keindahan yang terpancar dari seluruh tubuh Shin-Hae. matanya tak berkedip sekalipun melihat kearah Shin-Hae, dan itu berhasil membuat Shin-Hae merasa risih

“kau ingin kita terlambat ?” suara Shin-Hae membuyarkan lamunannya dari kenikmatan memandangi Shin-Hae. dia mengedip sekali dan barulah tersadar sepenuhnya

“kau cantik sekali malam ini” puji Kyuhyun yang membuat semburat warna merah di kedua pipi Shin-Hae terlihat lebih nyata

Shin-Hae mengamati apa yang dikenakan Kyuhyun saat ini. jas berwarna abu-abu dan shirt berwarna hitam melekat ditubuhnya dengan pas. Rambut kecoklatannya tidak tertata rapi akibat terlalu sering disentuh, justru itu membuatnya terlihat lebih mempesona. Ini adalah kali kedua Kyuhyun terlihat santai, tidak menggunakan jas resmi dengan dasi tersangkut dilehernya. Oh, dia benar-benar menggoda. Shin-Hae tersadar dari penilaian lelaki ini akibat sentuhan lembut dari Kyuhyun dipipinya

“aku akan menjadi pria yang dicemburui banyak pria disana” gumam Kyuhyun sambil terus mengelus lembut pipi Shin-Hae. dan tanpa sadar Shin-Hae menahan napasnya, terlalu kaget dengan apa yang baru saja diucapkan Kyuhyun. pria ini benar-benar berubah menjadi pria normal yang sedang merayu wanita

“ya, dan aku akan menjadi wanita yang akan dibunuh secepatnya oleh seluruh wanita yang berada disana karna menggaet pria nomor satu diperusahaan itu” gumam Shin-Hae geli dan tertawa renyah. Kyuhyun ikut tertawa lalu mengambil tangan Shin-Hae dan digenggamnya

“kita berangkat sekarang” Kyuhyun menarik Shin-Hae menuju mobilnya terparkir

Sudah berpuluh-puluh mil Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju tempat acara, mereka hanya diam tanpa bicara, menikmati pemandangan yang jelas-jelas tidak menarik sama sekali. mereka menyibukkan diri masing-masing hingga akhirnya mereka sampai kepelataran gedung mewah. Sudah banyak mobil berdatangan secara bergantian dan menurunkan penumpang disana. red carpet telah terbentang panjang hingga kedalam gedung, menyambut kedatangan para tamu undangan. Sial! Ini benar-benar acara yang mewah, gumam Shin-Hae dalam hati

Kyuhyun turun dari mobil lalu memutar mobilnya dan membuka pintu tempat Shin-Hae duduk, mengambil tangan Shin-Hae lalu menggenggamnya lembut dan menariknya keluar. Sorotan media langsung terfocus pada Kyuhyun yang sedang menggandeng seorang wanita cantik. Bahkan dia mengundang pers! Rutuk Shin-Hae dalam hati

Setelah menyerahkan kunci mobilnya pada petugas, Kyuhyun berjalan santai menuju red carpet yang terdapat berpulu-puluh media disana yang memang sengaja menanti kedatangan Kyuhyun. tamu kehormatan dalam acara ini.lampu blitz yang berasal dari kamera para wartawan itu membuat pandangan Shin-Hae kabur, dia benar-benar membenci kamera

“Cho Kyuhyun-ssi, siapa gadis cantik disebelah anda” celetuk satu dari puluhan wartawan. Kyuhyun tampak enggan menjawab, namun dia tetap berkata “dia gadisku” dan setelah mengucapkan kata-kata itu, kamera dari seluruh wartawan semakin gencar mendekati Kyuhyun dan berniat menanyai lebih lanjut. Namun mereka tidak bisa bertanya lebih karna kyuhyun mengabaikan mereka dan masuk kedalam gedung

Setelah masuk kedalam gedung, Shin-Hae pikir penyiksaan ini telah berakhir. Namun dugaannya salah, seluruh tamu menatap mereka dengan tatapan beragam. Terkejut, aneh, bingung, dan marah ?

Kyuhyun berkali-kali menyunggingkan senyum dinginnya pada beberapa orang yang sengaja mendekatinya. Dia tidak ingin berkomunikasi dengan orang asing lebih dari 25 detik. Itulah yang membuat Kyuhyun digilai banyak orang. Sikapnya yang dingin membuatnya lebih misterius, dan orang-orang disini semakin gencar mendekatinya karna rasa ingin tau

“sedikit wine ?” tawar Kyuhyun setelah mereka berdiri dekat meja bar yang telah tersedia berbagai jenis anggur

“baiklah” Shin-Hae mengangguk, dia memang merasa tenggorokkannya kering sekarang. apalagi setelah mengetahui para tamu diacara ini beribu-ribu kali lipat lebih banyak dari perkiraannya. Tenggorokkannya seperti tercekat. Kyuhyun menyodorkan anggur putih kearah Shin-Hae dan langsung ditenggaknya hingga habis

“acara apa ini sebenarnya ? kenapa ramai sekali” tanya Shin-Hae heran kearah Kyuhyun

“acara amal tahunan. Seperti acara lelang, korting besar-besaran kau tau. Hasil dari seluruh penjualan akan disumbangkan pada beberapa panti yang memang sudah menjadi langganan kami menyumbang” penjelasan Kyuhyun membuat Shin-Hae mengangguk tanda mengerti. acara amal. Dia baru pertama kali keacara amal terbesar, termegah, dan termewah seperti ini

“kau tidak mengundang Il Woo dan Min Woo ?” pertanyaan Shin-Hae membuat Kyuhyun sebal. Dia menyebutkan nama Min Woo!

“tentu saja Il Woo akan datang, karna perusahaannya berada dibawah tanggungan perusahaanku. Tapi kalau Min Woo” Kyuhyun menggeleng lemah sambil menatap Shin-Hae lekat “dia tidak ada kaitannya sama sekali dengan perusahaanku. Jadi dia tidak berhak datang keacara ini. bukankah perusahaan kalian akan mengadakan acara amal juga sebentar lagi ?” Shin-Hae tertegun. Bagaimana Kyuhyun bisa menjadi lebih tau dari Shin-Hae yang menjabat sebagai sekretaris diperusahaan itu

“aku bahkan belum tau”

“sekretaris payah” Kyuhyun tertawa renyah sambil menaruh gelas miliknya keatas meja bar

Sepertinya acara sudah dimulai, karna Kyuhyun dipanggil untuk berpidato sebentar diatas sana. Pandangan Shin-Hae tak pernah terlepas dari Kyuhyun. pria itu mengucapkan sesuatu yang sedikit Shin-Hae mengerti dengan sempurna, tak ada kesalahan sedikitpun dari pidatonya. Setelah acara hampir seluruhnya terlaksana, Kyuhyun menarik Shin-Hae ke lantai dansa yang tersedia. Dengan cekatan Kyuhyun menempelkan tubuhnya pada Shin-Hae , kedua tangan Shin-Hae berada dipundak Kyuhyun, sedangkan kedua tangan Kyuhyun berada dipinggang Shin-Hae

“jadi katakan padaku, apa Min Woo pernah menyatakan perasaannya padamu ?” tanya Kyuhyun secara gamblang dengan serius

“belum” jawab Shin-Hae ragu. Min Woo memang belum benar-benar menyatakan perasaannya

“belum, berarti akan” dengus Kyuhyun sebal. Dia semakin mengencangkan pelukannya, membuat Shin-Hae terpaksa mendongak untuk melihat wajah Kyuhyun yang memang jauh lebih tinggi darinya

“kapan kau akan mengundurkan diri dari dari perusahaan itu ?” tanya Kyuhyun sekali lagi, gurat jawahnya benar-benar menyiratkan ketakutan. Takut jika gadis itu benar-benar memilih perusahaan Min Woo daripada perusahaannya

“aku akan memikirkannya”

“aku menginginkan jawaban secepatnya”

“aku butuh waktu, Cho Kyuhyun!”

“waktu untuk apa ?”

“tentu saja untuk memikirkan keputusan yang paling tepat. Pindah ke perusahaanmu atau tetap di Shinhan Financial Group”

Kyuhyun memejamkan matanya marah. Dia tidak suka untuk dibantah. Mungkin sudah terbiasa dengan sikap bossy nya, jadi dia ingin seluruh perkataannya dituruti. Hanya dengan Shin-Hae lah dia memberikan toleransi untuk berpikir. Dan tentu saja tidak lebih dari 2 hari

“aku ingin lusa kau menyerahkan lamaran pekerjaanmu diperusahaanku”

“tapi itu ter-“

Ucapan Shin-Hae terpotong karna Kyuhyun dengan tiba-tiba mencium bibirnya. Menutup bibir Shin-Hae rapat-rapat menggunakan bibirnya. Shin-Hae terlonjak kaget dengan perlakuan Kyuhyun yang sangat tidak terduga. Kalau dia lupa, mereka sekarang sedang berada diacara amal dengan jumlah tamu undangan yang hampir mencapai ribuan, mereka sedang berada diatas lantai dansa yang juga banyak orang didekat mereka, dan Kyuhyun menciumnya! Itu berarti Kyuhyun menciumnya dihadapan banyak orang. Apa lelaki ini sudah gila ?!!

Kyuhyun melepas ciumannya dengan enggang “aku ingin kita menikah”

Shin-Hae masih belum bisa bernapas dengan normal akibat ciuman Kyuhyun yang tiba-tiba, dan sekarang Kyuhyun melamarnya! Shin-Hae mengerjap beberapa kali, sampai akhirnya bibir Shin-Hae terangkat membuat sebuah senyuman, lalu senyuman itu berubah menjadi tawa. Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung melihat tingkah Shin-Hae

“kau pikir lamaranku lucu, nona Shin” ucap Kyuhyun dengan nada sebal

“tentu saja, bukankah itu sebuah lelucon ?”

“lelucon ?!”

“ya, pria sepertimu tidak pernah serius dalam menjalin hubungan dengan seorang wanita. Dan sekarang kau melamarku. Bukankah itu lucu ?” tawa Shin-Hae semakin pecah, perlahan tawanya mereda melihat wajah Kyuhyun menegang dan tiba-tiba saja gurat wajahnya berubah menjad serius. Oh, ini menakutkan

“aku tidak pernah seserius ini, sungguh! Dan aku benar-benar menginginkan jawaban ‘ya’ untuk lamaranku. Dan kau tau kau tak punya pilihan selain menerimaku sebagai suamimu, nona Shin”

Oh, sial! Shin-Hae merasa jantungnya seperti diremas detik itu juga. terasa sesak didadanya. Dia tidak bergurau soal lamaran itu. dan dia harus mengatakan apa ? apa dia harus menerima lelaki itu ? tentu saja Shin-Hae akan menerima lamaran Kyuhyun. Shin-Hae memiliki perasaan yang sama dengan Kyuhyun, tapi …

“kurasa dia memiliki hak untuk menolak lamaranmu, Cho Kyuhyun” suara penuh peringatan itu membuat keduanya menoleh kearah sumber suara. Perut Shin-Hae seperti melilit melihat No Min Woo berada didalam ruangan itu. dan yang membuatnya terkejut adalah diruangan itu hanya menyisakan mereka bertiga saja. sial! Dimana yang lain ?

“apa maksudmu” suara Kyuhyun terdengar bergetar karna amarah yang telah memuncak. Kebalikannya dengan No Min Woo, dia justru menunjukkan senyuman khas nya yang membuat wanita manapun akan meleleh melihatnya

“gadis itu memiliki hak untuk menolak lamaranmu” ulang Min Woo sekali lagi

“dan menyerahkannya padamu ? aku tidak akan pernah melakukannya”

“kufikir juga akan seperti itu. tapi aku hanya ingin mendengar jawabannya dari mulut Shin-Hae sendiri” kini pandangan Min Woo beralih pada Shin-Hae. Shin-Hae menatap Min Woo dan Kyuhyun secara bergantian. Matanya menunjukkan ketidak nyamanan yang sangat tercetak jelas. Bagaimana ini. apa yang harus dia lakukan ?

TBC