uncommitted poster 3

Shin-Hae memandang kedua lelaki yang berada dihadapannya dengan tatapan bingung. Sebenarnya apa yang diinginkan kedua pria ini. Shin-Hae sudah bertekad untuk menerima Kyuhyun dalam hidupnya, tapi kenapa Min Woo datang dan mempersulit semuanya ? Shin-Hae pikir, perasaan Min Woo hanya sebatas suka dan tidak akan meminta jawaban atas perasaannya. Namun perkiraannya salah

“kau mencintainya ?” pertanyaan Min Woo menyadarkan Shin-Hae dari lamunannya. Shin-Hae merasa tenggorokkannya tercekat melihat tatapan Min Woo yang begitu lembut. Berbeda sekali dengan Kyuhyun

“sebenarnya apa yang kalian inginkan, huh” tanya Shin-Hae putus asa

“aku hanya ingin mendengar jawabanmu, Shin-Hae~ssi. Kau mencintainya ?” tanya Min Woo sekali lagi. Shin-Hae merasa kaku karna pengalihan pembicaraannya dinyatakan gagal. Dan dia harus menjawab ini sekarang. Shin-Hae melirik kearah Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan tatapan cemas, sama seperti yang Min Woo lakukan

Shin-Hae menarik napasnya dalam-dalam dan memejamkan matanya sebentar lalu menjawab “ya, aku mencintainya” jawab Shin-Hae dengan tegas. Min Woo menundukkan kepalanya sebentar lalu mengangkatnya kembali dengan sebuah senyuman lemah. Oh, Shin-Hae benar-benar merasa bersalah melihat wajah Min Woo yang seperti itu. ini semua karena nya

Shin-Hae melihat blitz lampu kamera dibelakang mereka. Oh bagus! Wartawan keparat itu masih berada disana memburu berita. Mungkin besok wajahnya akan terpampang disejumlah media cetak dengan berita utama. Shin-Hae mengabaikan wartawan itu dan kembali beralih pada Min Woo

“maafkan aku” gumam Shin-Hae yang ditujukan pada Min Woo. Min Woo menoleh kesebelah tubuhnya, tempat Kyuhyun berdiri

“aku rasa aku sudah mendapat jawaban untuk perasaanku” Min Woo memegang bahu Kyuhyun dan meremasnya lembut “jaga dia baik-baik. Dan jika kau membuatnya terluka sekali lagi, akan kupastikan dijari manis gadis itu akan melingkar sebuah cincin dengan ukiran namaku” Min Woo tertawa renyah setelah berhasil mengucapkan perkataannya dengan sempurna

“sepertinya itu tidak akan terjadi” Kyuhyun menarik tubuh Min Woo dan memeluknya sebentar. Tali persahabatan mulai terajut kembali sedikit demi sedikit. Min Woo dan Kyuhyun telah kembali seperti dulu. tidak ada persaingan lagi

Min Woo menatap kearah Shin-Hae “kuharap kau bahagia dengan pria brengsek ini” Min Woo menunjuk Kyuhyun dengan jari telunjuknya. Dan itu berhasil membuat Shin-Hae tertawa “dan jika kau menyesali keputusanmu untuk menikah dengannya, aku masih bersedia menerimamu, sekretarisku” gurau Min Woo yang mendapat tinju pelan didadanya dari Kyuhyun “dia milikku sekarang. dan aku tidak suka kau memanggilnya dengan sebutan ‘ku’ atau apapun”

Min Woo mengangkat bahunya santai “tapi aku menyukai sebutan itu” lalu tawa mereka pecah didalam ruangan yang sudah sepi ini. satu persatu masalah mulai hilang. Berawal dari kepergian Ji Young, dan sekarang kembalinya persahabatan antara Kyuhyun dan Min Woo. Semuanya membuat Shin-Hae merasa tenang untuk benar-benar menerima lamaran Kyuhyun

******

Seperti biasa, Minji dan Il Woo mendatangi kedai coffee favorite mereka akhir-akhir ini. mereka memesan Americano dan sepotong Sandwich kalkun untuk Il Woo dan sebuah wafel untuk Minji. Hubungan keduanya akhir-akhir ini semakin dekat, namun belum ada tanda sedikitpun kalau mereka akan berakhir dengan sebuah hubungan serius

Il Woo mulai berhenti mengencani pelacur-pelacur yang ditemuinya setelah dia bertemu Minji. Jujur saja, Il Woo benar-benar tertarik dengan Minji. Gadis yang bisa membuatnya bertahan dengan sebuah hubungan tanpa melakukan seks sekalipun. Dan ini adalah yang pertama kali

Il Woo benar-benar tidak ingin menyentuh Minji. Bukan karna tidak tertarik. Tapi membayangkan Minji berada diatas ranjangnya dan membuat keperawanannya hilang sungguh mengerikan untuk Il Woo. Entah dengan alasan apa. Yang jelas Il Woo ingin melindungi gadis itu. Il Woo menyayanginya dengan tulus

“sudah lama kita tidak ke pub” cetus Minji saat keduanya sama-sama diam menikmati sarapan mereka

“hmm, karna pemilik pub itu juga jarang mengunjungi tempat itu akhir-akhir ini” jawab Il Woo dengan malas

“Kyuhyun maksudmu ?” Minji melihat Il Woo mengangguk pelan sebagai jawaban pertanyaannya tadi. dan itu mengejutkan. Pub itu milik Kyuhyun ?!

“astaga, apalagi yang dimiliki Kyuhyun selain Samsung Corp dan pub termewah se-Korea Selatan” gumam Minji. Bukan untuk sebuah pertanyaan, itu seperti sebuah ejekan. Namun Il Woo salah mengerti ucapan Minji, dia justru menjelaskan lebih banyak lagi apa yang dimiliki Kyuhyun

“kalau kau mau tau, kedai kopi ini pun miliknya. Dia bilang hanya untuk investasi jangka panjang”

“benarkah ?” suara Minji benar-benar sangat kentara terkejutnya. Dia melongo parah lalu memadangi sekitar kedai ini. kedai ini bahkan miliknya juga. apa Kyuhyun juga memiliki sebuah perusahaan mobil ?

“dia sedang berusaha menggaet perusahaan Saab di Jerman” Minji kaget mendengar ucapan Il Woo. Sepertinya Minji tanpa sadar telah mengucapkan apa yang dipikirkannya tadi. dan apa katanya ? Saab ? sialan! Itu perusahaan sekelas Audi!

“aku pusing memikirkan kekayaan pria itu” Minji menyesap Americano nya dengan satu hentakan

“dan untuk apa kita membahas kekayaan pria itu. lebih baik kita membicarakan hubungan kita” raut wajah Il Woo tiba-tiba saja berubah menjadi serius. Oh, Minji merasa gelisah dengan tatapan Il Woo saat ini. seperti akan menerkan Minji hidup-hidup

“bukankah kau rasa kita sudah terlalu lama berhubungan seperti ini ? dan kurasa sudah waktunya untuk kita menentukan hubungan apa yang akan kita jalani kedepannya” lanjut Il Woo sambil terus menatap Minji dengan binar mata yang selalu terlihat menakjubkan

“kufikir kau tidak butuh status” ucap Minji dengan asal. Membuat Il Woo menghembuskan napasnya berat

“aku memang hanya melakukannya padamu. Mungkin terdengar menggelikan, tapi aku benar-benar menginginkan sebuah hubungan yang lebih denganmu”

“kau ingin kita melakukannya ?”

“apa aku masih harus menjawabnya ?” Minji tersenyum senang mendengar jawaban Il Woo. Mereka saling pandang dengan tatapan kagum, namun kegiatan itu tak terjadi lama karna suara handphone milik Il Woo berdering menghancurkan adegan romantis yang sedang mereka lakukan

“ada apa ?” jawab Il Woo dengan enggan, mengalihkan pandangannya dari Minji saat mengetahui yang menelpon adalah kepala bagian terpenting diperusahaannya

“mungkin tertinggal dirumahku, aku akan mengambilnya dan memberikan padamu. Tunggu saja aku disana” tanpa menunggu jawaban dari sipenelpon, Il Woo langsung memutuskan hubungan telp begitu saja lalu memandang Minji dengan tatapan kecewa

“kau harus pergi, bukan ? kau memang seharusnya bekerja, tuan Jung. Ingat, Cho Kyuhyun telah menegurmu kemarin” ucap Minji dengan senyuman yang menenangkan

“aku bekerja. Ya, aku melakukannya. Perusahaanku baik-baik saja sekarang. mau menemaniku ?” Minji mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Il Woo. Mau kemana pria ini ? bukankah dia harus bekerja ?

“kemana ?”

“kerumahku”

“apa ?!”

“untuk mengambil beberapa data, sayang. Aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam padamu” Il Woo mengerti tentang rasa curiga yang terjadi pada seorang wanita jika diajak bertandang kerumah pria yang terkenal dengan sebutan player

Tanpa menunggu jawaban dari Minji, Il Woo menarik lengan gadis itu dan menggenggamnya lembu t lalu menariknya keluar menuju mobil mewah miliknya. Minji hanya menurut, tidak ingin menolak karna itu akan berisiko genggaman mereka terlepas. Minji sangat menyukai kehangatan yang tercipta dari sentuhan kulitnya dengan Il Woo

******

Mereka telah sampai didepan gerbang sebuah rumah. Apakah ini benar sebuah rumah ? ini terlalu besar untuk disebut sebagai rumah. Minji melongo hebat melihat pekarangan rumahnya yang hampir sama dengan setengah ukuran rumahnya yang juga terbilang cukup mewah

Minji menoleh cepat kearah Il Woo saat laki-laki itu menertawakan tampang bodohnya. Dengan cepat Minji memperbaiki tampilan wajahnya menjadi senormal mungkin, tapi tetap saja mulutnya masih tidak bisa tertutup melihat rumah super megah ini

“kau tinggal sendiri ?” tanya Minji akhirnya

“awalnya tidak, aku bersama ayahku. Tapi sekarang dia memilih menetap di Amerika, sekaligus menjaga kakekku yang sedang mendapat perawatan intensif disana” jawab Il Woo santai sambil membuka pintu mobilnya

“kau ingin berlama-lama didalam mobil ?” tanya Il Woo sedikit mengernyit melihat gadis itu tetap diam ditempatnya. Tidak ada tanda sama sekali dia akan meninggalkan mobil. Teguran Il Woo membuat gadis itu sadar dan dengan cepat membuka pintu mobilnya dan keluar

“ayo” Il Woo menarik tangan Minji kedalam genggamannya dan menuntun gadis itu masuk kedalam rumahnya. Beberapa pegawai rumahnya menunduk hormat saat Il Woo melintas dihadapan mereka. Sekali lagi Minji mengedarkan pandangannya keseluruh sudut rumah Il Woo yang mungkin harus menggunakan mobil untuk sekedar mengelilingi setiap sisi rumah

“mungkin kau akan pingsan melihat rumah si brengsek Cho kyuhyun” goda Il Woo yang berhasil membuat gadis itu menoleh kearahnya dengan tatapan malas

“kau sudah cukup membuatku pusing dengan beberapa tempat yang dimilikinya, jadi tolong jangan bahas tempat tinggalnya. Mungkin aku akan benar-benar menyuruh tim penuntas korupsi negara untuk menyelidiki harta miliknya”

Il Woo tertawa lepas mendengar jawaban Minji yang sangat polos. Korupsi ? kekayaan Kyuhyun bahkan 1000x lipat lebih banyak dari para koruptor sialan itu. Il Woo semakin mengeratkan genggaman tangannya saat melihat Minji ikut menertawai kebodohan ucapannya sendiri. inilah yang dia cari selama ini. gadis ini. akhirnya Tuhan mempertemukannya dengan gadisnya

Il Woo menolak saat Minji meminta menunggu diruang tamu rumahnya yang sangat tidak bisa disebut sebagai ruang tamu. Tidak ada ruang tamu semewah dan semegah itu. Il Woo tetap menarik tangan gadis itu menuju kamarnya. Dia benar-benar sudah bersumpah tidak akan menyentuh gadis ini jika bukan gadis ini yang menginginkannya. Dia ingin menjaga gadis ini. dilubuk hatinya di benar-benar tidak ingin menyakiti gadis ini. dia gadis yang berbeda dengan gadis-gadis yang sebelumnya sempat dikencaninya

“tunggu disini” Il Woo mendudukkan Minji diatas ranjangnya, lalu dia berkutat dengan laci yang berada tepat didepan tempat tidurnya. Mencari berkas-berkas yang dibutuhkannya. Kegiatan itu terhenti saat tiba-tiba saja handphone nya berbunyi. Il Woo meminta izin sebentar untuk memasuki sebauh pintu yang berada didalam kamarnya. Minji sangat yakin kalau itu adalah ruang kerja pribadi miliknya. Karna saat pintu itu terbuka Minji melihat terdapat sebuah meja yang terdapat tumpukkan berkas-berkas

Minji berdiri dan mulai mengitari kamar milik Il Woo. Gadis itu menyentuh apapun yang bisa disentuh. Dia menyalakan TV LCD yang tergantung didekat jendela besar yang langsung memamerkan keindahaan kolam renang  milik rumah ini, namun tidak benar-benar menontonnya, hanya agar menimbulkan suara samar-samar

Minji tertarik dengan isi laci tempat Il Woo mengambil beberapa berkas tadi. Minji menarik laci itu lebih dalam lagi. seketika jantung Minji serasa turun kelantai, matanya terbuka lebar, dadanya terasa nyeri. Dia menemukan 4 buah kotak pengaman untuk berhubungan seks beserta beberapa alat yang dia cukup mengerti fungsinya namun tidak tau apa namanya. alat penunjang seks. Minji menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Matanya terasa perih dan pandangannya menjadi kabur saat airmata telah menggenang disana

Dengan satu hentakan, Minji melemparkan 4 buah kotak pengaman, dan alat penunjang seks tadi keatas tempat tidur Il Woo, lalu dia meraih tasnya dan berlari keluar dari kamar Il Woo dengan airmata yang telah lolos meluncur ke pipinya

******

Shin-Hae mengetukkan alat tulis yang dipegangnya keatas meja dan mengeluarkan bunyi yang cukup mengganggu disekitarnya. Shin-Hae masih memikirkan ucapan Kyuhyun soal lamarannya. Apakah pria itu benar-benar serius melamarnya ? dan Shin-Hae telah terang-terangan mengaku dihadapan Kyuhyun bahwa dia mencintainya. Ya, itu kebodohan paling tolol yang Shin-Hae lakukan minggu ini

Lalu fikiran Shin-Hae mulai berubah pada sosok Min Woo yang selalu bersikap baik padanya. Dan kenapa pria itu mempunyai perasaan yang lebih pada Shin-Hae ? Shin-Hae benar-benar tidak tega melihat raut wajah Min Woo saat dia mengatakan kalau dia mencintai Kyuhyun

Tanpa terasa setelah menjalani hari yang cukup panjang dikantor tanpa bertemu Min Woo karna pria itu sedang melakukan survei dibeberapa tempat, akhirnya jam pulang pun tiba. Dengan semangat Shin-Hae meninggalkan gedung ini dan bergegas menuju rumahnya dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi

Shin-Hae memarkirkan mobilnya dengan sembarang digarasi rumahnya, melepas sepatu yang sebenarnya tidak memiliki heels yang cukup tinggi tapi itu berhasil membuat kakinya terasa sakit. Langkahnya terhenti saat melihat sosok ayahnya duduk dengan tenang diruang keluarga sambil membaca majalah. Kim Junho menoleh saat suara hentakan kaki Shin-Hae mendekat

“kau sudah pulang” basa-basi yang sangat basi. Shin-Hae menjatuhkan tubuhnya keatas sofa tepat disebelah ayahnya

“ada apa ?” tanya Shin-Hae secara gamblang. Shin-Hae tau tidak ada yang baik dengan kehadirannya secara tiba-tiba disini

“aku hanya ingin mengunjungimu” dia menutup majalah yang dibacanya tadi dan mengembalikannya ketempat asal

“kau sudah bertemu dengan ibumu ?” tanyanya dengan lembut, selembut mungkin yang ia bisa. Takut membuatku menjadi kaku, tapi itu benar-benar terjadi. Shin-Hae selalu tidak menyukai topik pembicaraan dimana nama Lee Shinra termasuk didalamnya

“ya, dan dia mengusirku” jawab Shin-Hae ketus

“dia melakukan hal yang sama padaku” dengan cepat Shin-Hae menoleh kearah ayahnya. Mata lelaki itu sangat terlihat terpukul dan juga lelah. sialan! Ini menyebalkan

Kim Junho memaksakan senyumnya dan itu malah membuat wajahnya terlihat aneh

“bagaimana dengan pekerjaanmu ?” inilah yang Shin-Hae suka, sifat kebapakan milik Kim Junho selalu berhasil membuat Shin-Hae merasa nyaman

“cukup baik” ucap Shin-Hae sambil menganggukkan kepalanya

“jadi, dia boss mu ?”

“maksudnya ?”

“pria itu”

“siapa ?”

“Shinra mengatakan padaku kalau dia pernah mengizinkan seorang lelaki masuk kedalam kamarmu” ucap Junho sambil menahan senyum. Shin-Hae mengerti apa yang dimaksud. Kyuhyun. Shinra pernah mengizinkan Kyuhyun masuk kedalam kamarnya

“ah .. bukan, dia bukan boss ku” suara Shin-Hae sedikit canggung, merasa aneh membicarakan hal ini pada ayahnya sendiri

“aku juga pernah muda, anakku” Junho tersenyum penuh rahasi, wajahnya memerah menahan tawa

“aku bisa gila” gumam Shin-Hae lalu bangkit dari duduknya. Menunduk untuk mengecup kedua pipi ayahnya lalu berjalan menuju kamarnya

“mungkin untuk beberapa minggu kedepan aku akan tinggal dirumah ini. hmm .. kau tau, semacam penjagaan” teriak Junho saat Shin-Hae sudah terlampau jauh dari jaraknya

“ya, gunakan saja kamar Lee Shinra sesukamu. Kamar itu kosong sekarang” ucapan terakhir Shin-Hae menjadi penutup obrolan mereka hari ini karna Shin-Hae telah membanting pintu kamarnya tertutup

******

Il Woo memijit keningnya sejak kedatangannya beberapa jam yang lalu dipub. Wajah pria itu tertekuk seperti sedang banyak masalah. Ya, dia sedang mengalami masalah besar. Minji meninggalkannya. Itu adalah musibah terburuk yang pernah terjadi pada eksistensinya sebagai player. Dan gilanya dia merasa sangat kehilangan. Il Woo benar-benar jatuh cinta pada Minji

Pada saat Il Woo menelpon tadi, sepertinya Minji menggeledah beberapa laci dikamarnya, dan gadis itu menemukan beberapa pengaman dan jenis lainnya untuk digunakan dalam seks. Ya, itu memang miliknya. Pernah menjadi miliknya. Dan dia menyesali kebodohannya masih menyimpan benda sialan itu

Il Woo merasakan tepukan pelan dipundaknya dan setelah itu sentuhan ringan ditubuhnya saat seseorang duduk tepat disebelah tubuhnya. Oh, ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu dengan pria brengsek bernama Cho Kyuhyun

Kyuhyun mengamati Il Woo yang terus-terusan menenggak wine berkali-kali hingga habis. Pria ini tidak akan minum sebanyak ini jika tidak ada masalah. Kyuhyun sangat memahami sifat sahabatnya ini

“ada apa” tanya Kyuhyun tenang, tetap menjaga nada dinginnya

“kufikir kau tidak pernah tertarik mendengar ceritaku” cecar Il Woo dan dia kembali menuangkan wine kedalam gelasnya. Wine dari botol baru karna botol yang sebelumnya telah habis

“memang tidak. Tapi aku melakukan pengecualian untuk malam ini” Il Woo tersenyum miris mendengar jawaban Kyuhyun

“ada apa denganmu, huh ? ini tentang Minji ?” tebakan Kyuhyun tepat pada sasaran. Il Woo kembali terdiam mendengar nama Minji

“tidak. Ya. Kurasa karna itu” jawab Il Woo membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya

“jadi sebenarnya jawabannya ya atau tidak ? jangan bersikap seperti orang tolol Jung Il Woo!”

“kau bahkan menjadi tolol saat bersama Shin-Hae”  Kyuhyun menyadari ucapannya kurang tepat. Karna dia pun melakukan hal yang sama. Kyuhyun mengambil satu gelas kosong dan mulai menuangkan wine milik Il Woo kedalam gelasnya dan meminumnya sekali tenggak

“pilihan wine mu benar-benar payah” Kyuhyun mengangkat tangannya untuk memanggil bartender. Kyuhyun menyebutkan nama wine yang ingin diminumnya saat bartender itu menghampiri mereka. Si bartender itu pergi sebentar lalu kembali membawa 2 botol wine yang dimintanya tadi

“jadi ada apa dengan Minji ?” suara Kyuhyun mulai melembut. Dia memberikan kesempatan pada Il Woo untuk bercerita. Awalnya Il Woo tetap diam, namun pertahanannya rubuh saat rasa sakit yang dipendamnya semakin menusuk tenggorokkannya untuk dimuntahkan. Dia harus mengatakan sesuatu kalau ingin otaknya baik-baik saja hingga beberapa hari kedepan

“Minji mengetahui tentangku. Semuanya” ucap Il Woo dengan sorot mata kepedihan

“tentangmu ?” tanya Kyuhyun tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Il Woo

“dia menemukan beberapa alat yang kugunakan untuk seks dan juga beberapa kotak pengaman”

“bagaimana dia bisa tau ?”

“aku mengajaknya kekamarku, dan dia menemukan itu semua didalam kamarku”

“kau tau, semua pasti akan terungkap pada akhirnya. Lalu apa yang dia lakukan padamu ?”

“dia meninggalkanku”

Il Woo menenggak sekali lagi wine nya saat berhasil mengucapkan kata-kata ‘meninggalkanku’. Il Woo mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Meremas rambutnya pelan dan mengacaknya hingga berantakan. Il Woo sang player yang selalu terlihat sempurna bisa menjadi sekacau ini hanya karna seorang waniita. Pria ini benar-benar sedang jatuh cinta

“dan kau tidak berusaha mencarinya atau menghubunginya ?”

“handphone nya mati, aku tidak bisa menemukannya dimanapun, bahkan dirumahnya sekalipun”

Il Woo menuang wine kedalam gelasnya lagi. semakin banyak ia minum, semakin jernih kesadaran otaknya. Ini sudah botol ke-3 yang diminumnya dan dia sama sekali belum kehilangan kesadarannya. Kyuhyun mengeluarkan handphone nya dan menekan kombinasi nomor yang sudah sangat dihafalnya diluar kepala

“ini aku” ucap Kyuhyun setelah seseorang disebrang sana menjawab telpnya

“bisa kau ke pub ? dan bawa Minji bersamamu” Kyuhyun sedikit tersenyum saat mendengar jawaban dari sana, seperti mendapat jawaban yang dia inginkan

“baiklah, aku akan ada disini sepanjang malam. Datang saja kapanpun sesukamu”

Kyuhyun menutup telpnya setelah dia menunggu beberapa ucapan terakhir dari sebrang sana. Kyuhyun kembali memasukkan handphonenya ke saku celananya, lalu pandangannya beralih pada Il Woo yang masih mengerutkan wajahnya

“Shin-Hae akan datang” lapor Kyuhyun pada Il Woo yang sepertinya tidak menarik sama sekali bagi pria itu. Kyuhyun melanjutkan ucapannya

“sepertinya Minji sedang bersamanya” detik itu juga Il Woo menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan penuh harap

“benarkah ? aku harus kesana sekarang” Il Woo bangkit dengan tergesa-gesa, dengan cepat Kyuhyun menarik kembali tubuh Il Woo hingga terjatuh keatas sofa yang mereka duduki

“sudah kukatakan tadi, Shin-Hae akan datang” Kyuhyun sedikit membentak Il Woo, namun Il Woo tak perduli dengan tatapan mengerikan milik Kyuhyun

“aku tidak bisa menunggu! Kalau kau masih ingin melihatku hidup untuk beberapa hari kedepan, antarkan aku kerumah Shin-Hae. sekarang” Il Woo kembali bangkit, dan kali ini dia berusaha menarik Kyuhyun untuk berdiri. Kyuhyun sedikit menyesal mengatakan kalau Minji sedang bersama Shin-Hae tadi. pria ini benar-benar menyusahkan!

******

Minji tiba-tiba saja datang kerumah Shin-Hae dengan airmata bergelimangan dipipinya. Matanya terlihat merah dan sembab. Keadaannya sangat kacau, hampir-hampir Shin-Hae tidak mengenalinya karna dia terlihat sangat kacau

Minji mulai menceritakan apa masalahnya, dan ini tentang si brengsek Jung Il Woo. Shin-Hae merasa geram dengan Il Woo dan dia akan benar-benar mendamprat Il Woo jika dia bertemu dengan Il Woo nanti. Dan yang diketahui Minji adalah sesuatu yang seharusnya menjadi aib, tidak disebarluaskan. Shin-Hae tidak tau kalau ternyata Il Woo sebodoh itu  hingga Minji bisa mengetahui kenyataannya

Shin-Hae tidak kaget dengan semua yang diceritakan Minji. Semua itu memang benar. Il Woo pemakai wanita. Dan dia selalu berganti-ganti wanita setiap malam. Tapi dia tidak melakukannya lagi setelah bertemu dengan Minji. Minji merubah segalanya. Minji merubah gaya hidup Il Woo. Dan ini bisa dibilang seperti keajaiban

Handphone Shin-Hae berbunyi dan itu dari Kyuhyun. dengan cepat Shin-Hae meraih handphonennya dan menjawab

“apa” Shin-Hae memelankan suaranya saat Minji telah terlelap tidur diranjangnya

“kalian ada dirumahku ? gila!” Shin-Hae keluar dari kamar dan setengah berlari menuju ruang tamu rumah ini. Shin-Hae melihat Kyuhyun dan Il Woo sedang bercakap-cakap dengan Kim Junho. Langkahnya mulai normal saat menghampiri dua orang pria itu

Setelah menyadari kehadiran Shin-Hae, Il Woo-lah yang terlihat paling semangat

“dimana Minji ?” tanyanya dengan tergesa-gesa. Shin-Hae menyipitkan matanya kearah Il Woo dengan tatapan sadis. Seperti ingin mengubur Il Woo hidup-hidup. Dia telah membuat Minji menangis! dan itu tidak bisa dimaafkan

“bukankah dulu aku pernah mengatakan padamu jangan pernah mengganggu Minji!” teriak Shin-Hae frustasi. Junho dan Kyuhyun meninggalkan Il Woo dan Shin-Hae berdua saja. memberikan kesempatan untuk mereka berdua berdebat masalah Minji

“aku ingin meminta maaf” suara Il Woo terdengar lesu

“kurasa dia tidak akan memaafkanmu setelah menemukan kondom dan alat vibrator sialan milikmu itu!”

“aku bersumpah aku tidak pernah melakukannya lagi”

“sekarang memang tidak, tapi kau lupa dengan kata ‘dulu’ “

“tolong izinkan aku menemuinya. Ini tidak akan lama”

“dia tertidur. Kelelahan sepertinya menangis sepanjang hari” Shin-Hae melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Il Woo mengikutinya

“menangis ?” gumam Il Woo terkejut. Gadis itu menangis. dan itu karenanya

“wanita sinting mana yang tidak akan menangis ketika mendapati kekasihnya seorang maniak seks” Shin-Hae tetap bersikap tidak ramah pada Il Woo. Il Woo tidak berani menjawab perkataan Shin-Hae lagi. semua yang dikatakan Shin-Hae ada benarnya. Dan sampailah mereka dikamar Shin-Hae

Shin-Hae mengizinkan Il Woo masuk kedalam kamarnya, menemui Minji dengan batas waktu yang telah ditentukan dan juga sebuah perjanjian agar dia tidak membangunkan Minji dengan suara ribut miliknya. Cukup melihat kondisi gadis itu dan meratapi kesalahannya dihadapan Minji

Shin-Hae dengan perlahan menutup pintu kamarnya pelan agar tidak menimbulkan suara. Shin-Hae berbalik dan mendapati tubuh Kyuhyun berada tepat dibelakangnya. Dan jaraknya cukup dekat. Kemana dia tadi ? bukankah dia bersama Junho ? bagaimana bisa dia tiba-tiba berada disini

“hai” sapa Kyuhyun lembut dengan sebuah senyuman mematikan miliknya

“hai” jawab Shin-Hae tanpa bisa menyembunyikan senyumannya. Oh, pria ini benar-benar terlihat mempesona. Kemeja biru yang dipakainya terlihat longgar dan celana panjang hitam yang membalut kaki panjangnya terlihat sangat pas memperlihatkan lekuk kakinya

“bagaimana pekerjaanmu hari ini” Kyuhyun meraih tangan Shin-Hae dan menggenggamnya dengan lembut. Membuat Shin-Hae lupa bagaimana caranya bernapas dengan benar. Reaksi tubuhnya benar-benar payah saat berhadapan dengan pria ini

“tidak terlalu buruk” jawab Shin-Hae sambil mengangkat bahunya santai. Kyuhyun menatap pintu kamar Shin-Hae

“dia didalam ?” tanya Kyuhyun dengan enggan

“ya” Kyuhyun menarik lengan Shin-Hae agar mengikuti langkahnya. Shin-Hae mengerutkan keningnya mendapat perlakuan seperti ini. ini rumahnya, seharusnya Shin-Hae lah yang membimbing langkah Kyuhyun dirumah ini

Mereka berhenti saat telah sampai dipekarangan rumah Shin-Hae. langit terlihat gelap dan udara dingin menusuk dikulit mereka. Jelas saja, ini sudah hampir pukul 3 pagi, dan hanya mereka yang maish menikmati udara buruk seperti ini

Kyuhyun meraih pinggul Shin-Hae lalu menariknya agar mendekat. Dan tiba-tiba saja udara disekeliling Shin-Hae terasa menjadi hangat. Wangi parfume milik Kyuhyun menjamu indra penciuman Shin-Hae yang membuat dirinya menjadi rileks. Shin-Hae merasa nyaman berada didekat pria ini. seperti terlindungi sepenuhnya. Pria kaya raya yang mencintainya

“apa kau sudah mendapat jawaban ?” tanya Kyuhyun tiba-tiba

“jawaban apa ?”

“kau tau apa yang sedang kita bicarakan” Kyuhyun menolak memberi penjelasan. Menurutnya meminta jawaban sudah sangat memalukan baginya. Shin-Hae menyadari apa yang sedang dipertanyakan Kyuhyun. masalah lamarannya beberapa hari yang lalu

“aku belum menemukan jawabannya. Aku butuh waktu untuk memikirkannya” Kyuhyun beringsek menghadap Shin-Hae, tapi masih memegang pinggul Shin-Hae

“kau tidak percaya padaku ?” matanya terlihat was-was, takut, dan tegas

“bukan itu”

“lalu apa ? kau bahkan sudah mengatakan kau mencintaiku. Lalu apa lagi ?”

“aku hanya masih merasa ragu. Bukan tentangmu, tentunya. Ini hanya masalah waktu. Kita belum benar-benar saling mengenal. Kita hanya mementingkan perasaan kita saat ini. dan kita hanya bermodalkan itu untuk menuju ke jenjang pernikahan. Kurasa itu sedikit gila” Shin-Hae mengucapkannya sedatar mungkin, agar Kyuhyun tidak merasa salah paham dengan apa yang diucapkannya. Kyuhyun terdiam sejenak mencerna setiap ucapan Shin-Hae

“untuk  saling mengenal kurasa kita bisa melakukannya setelah kita tinggal bersama nanti. Kurasa itu bukan masalah besar. Aku ingin mendapat jawaban itu secepatnya” Shin-Hae memejamkan matanya meredam sesuatu agar tidak meledak saat itu juga lalu matanya kembali terbuka

“jika kau ingin seperti itu, sepertinya kau tidak memerlukan jawaban dariku” ucap Shin-Hae geram

“aku ingin kau yang menjawab”

“jadi beri aku waktu untuk berpikir”

Kali ini Kyuhyun yang memejamkan matanya, dia mengerang dalam gumamannya. Mengacak rambutnya dengan tangan yang bebas

“baiklah. Tapi aku harap kau memberiku jawaban sebelum hari sabtu”

“kenapa ?”

“karna aku ingin kau menemui keluargaku. Aku ingin melamarmu secara resmi”

Sialan! Apa yang baru saja dia katakan ? menemui keluarganya ? melamar secara resmi ? damn! Ini benar-benar acara resmi

Oh ini pembicaraan yang menarik. Kyuhyun dan keluarganya. Pria itu tidak pernah mengungkit masalah keluarganya. Yang hanya diketahui Shin-Hae hanyalah Mr. Cho, orang nomor satu di Samsung Corp. Dan tentu saja seluruh Korea mengetahui hal itu bukan hanya Shin-Hae. jadi dia ingin mendengar penjelasan lebih lanjut mengenai keluarganya

“dimana keluargamu tinggal ?”

Kyuhyun mengendurkan pelukannya namun tetap berbicara dengan jarak yang dekat

“mereka tinggal di Gangnam”

“kau punya saudara kandung ?” tanya Shin-Hae dengan serius. Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban

“tidak ?” sungut Shin-Hae tak percaya

“jadi kau anak tunggal ?” Kyuhyun memiringkan kepalanya untuk menyusuri lekuk wajah Shin-Hae yang tepat berada didepan wajahnya. Kyuhyun menarik kepala Shin-Hae menuju bahunya dan merengkuh pundaknya ringan

“ya aku anak tunggal, tapi sebentar lagi orangtuaku akan mendapat satu anak perempuan” Shin-Hae tersenyum didalam dekapan Kyuhyun. mengerti dengan apa yang sedang Kyuhyun bicarakan. Dan itu cukup membuat wajah Shin-Hae memerah. Shin-Hae merasa sedikit beruntung karna wajahnya tidak terlihat oleh Kyuhyun

“aku mencintaimu” bisik Kyuhyun pelan ditelinga Shin-Hae. walaupun hanya berupa bisikan, namun kata-kata itu terdengar jelas ditelinganya. Kyuhyun mencintainya. Ya, pria itu benar-benar mengatakan kalau dia mencintai gadis yang berada dipelukannya saat ini

“aku ingin kau menerimaku sebagai calon suamimu” Kyuhyun mengendurkan pelukannya lalu bibirnya turun kearah bibir Shin-Hae. bibir mereka bertemu dan saling melumat ringan. Awalnya Shin-Hae hanya diam menikmati lumatan bibir Kyuhyun, namun Shin-Hae tidak bisa mengelak kehangatan yang dia dapat dari bibir Kyuhyun. Shin-Hae mulai memejamkan matanya

Shin-Hae pelan-pelan mulai membalas ciuman Kyuhyun. pertanda kalau secara pelan-pelan juga hatinya mulai menerima kehadiran Kyuhyun yang selalu memporak-porandakkan hidupnya. Dia tidak bisa mengelak perasaannya lagi. semua berawal dari sentuhan pertama kali yang Kyuhyun berikan saat mereka berada ditempat parkir pub

Shin-Hae selalu menolak perasaan nyaman yang selalu menghantam jiwanya saat bersama Kyuhyun. dia terlalu trauma melihat keluarganya yang sangat berantakan. Dia takut keluarganya nanti akan seperti keluarga yang akan dia bangun nanti. Namun Kyuhyun datang dan membuktikan bahwa sebuah hubungan tidak selalu hancur seperti hubungan Junho dan Shinra. Kyuhyun membuktikan bahwa Shin-Hae bisa merasakan perasaan yang seharusnya dia rasakan. Dia akan membuat Shin-Hae bahagia. Dan Shin-Hae merasa Kyuhyun berhasil membuatnya bahagia. Tidak ada keraguan lagi. Shin-Hae akan mengatakan ‘ya’ untuk lamarannya. Lalu dia akan menjalani hari-hari penuh perasaan yang tidak pernah dia dapati selama ini bersama Kyuhyun. memang hanya itukan yang dia butuhkan ?

******

Shin-Hae mengepak barang-barang yang berada dimeja kerjanya kedalam box putih miliknya. Langkah pertama yang diinginkan Kyuhyun adalah pengunduran dirinya pada perusahaan ini. Min Woo sempat menolak saat sekretarisnya dipaksa untuk keluar. Bukan karna hal apapun, tapi lebih pada susahnya mencari pekerja baru yang se-ulet Shin-Hae

Min Woo mengamati gerakan demi gerakan Shin-Hae memasuki barang-barangnya kedalam box dengan teliti, Min Woo menawarkan bantuan untuk membantu Shin-Hae, tentu sjaa gadis itu menolak. pengunduran dirinya yang sangat tiba-tiba sudah cukup membuat Shin-Hae merasa menyakiti Min Woo sekali lagi. dan ini semua karna si keparat paling mempesona itu

“jadi kau akan bekerja di Samsung Corp ?” tanya Min Woo memecahkan keheningan yang terjadi sedari tadi. Shin-Hae hanya menolehkan kepalanya kearah Min Woo sebentar, lalu kembali berkutat dengan barang-barangnya

“itulah yang dia mau”

“ini terdengar seperti pengkhianatan perusahaan” kekehan Min Woo membuat hati Shin-Hae terasa seperti teriris. Bisakah pria ini cukup diam saja disana mengamati Shin-Hae tanpa mengeluarkan sepatah katapun yang selalu berhasil membuat Shin-Hae ingin menangis ? Shin-Hae benar-benar menyukai Min Woo. Sebagai atasannya

“ya. Dan ini semua karna si keparat itu” jawab Shin-Hae mencoba ketus, namun gagal. Suaranya terdengar bergetar

“dan pria yang kau panggil si keparat itu adalah calon suamimu, nona” ujar Min Woo sambil tersenyum

“oh, bisakah kita tidak mengungkit masalah pernikahan sekarang ? tiba-tiba saja aku menjadi marah ketika mendengar kata-kata pernikahan”

Min Woo mengangkat kedua tangannya tanda menyerah “kau terserang syndrom pernikahan sepertinya”

“Min Woo-ssi, bagaimana kalau kita membuat pesta perpisahan malam ini. aku sudah lama tidak ke pub” tawar Shin-Hae yang membuat Min Woo kembali membuka mulutnya untuk berbicara

“tidak ada masalah sama sekali denganku. Tapi Cho Kyuhyun-mu lah yang akan menjadi masalah jika dia tau kita pergi berdua saja”

“aku bisa mengaturnya. Dan ajak Il Woo juga. pria itu sedang depresi akut karna Minji-nya”

“baiklah”

******

Seperti biasa, tempat ini selalu menyajikan pemandangan pelacur-pelacur yang berkeliaran dengan pasangannya, bartender yang sibuk membuat cocktail dibalik mejanya, alunan suara yang sangat memekakan telinga dan juga bau alkohol

Shin-Hae mengangkat gelas bening yang berisi cairan kuning pucat kearah Min Woo dan Juga Il Woo yang duduk dihadapannya. Shin-Hae tidak mengundang Kyuhyun dengan satu alasan. Disini ada Min Woo, walaupun keadaannya sudah membaik, namun Shin-Hae sangat mengerti dengan apa yang dirasakan Kyuhyun saat Shin-Hae berada dekat Min Woo. Dan ini adalah hari terakhirnya bisa bersama Min Woo. Besok adalah hari kepindahannya ke Samsung Corp. Tempat lelaki itu menjadi CEO-nya

“untuk perpisahaan yang dipaksakan” ucap Il Woo sambil dengan kekehan kecilnya yang membuat Shin-Hae menarik bibirnya tersenyum sinis

“dan untuk kau yang menyakiti Minji” balas Shin-Hae tak kalah seringaiannya dari Il Woo. Dan pria itu hanya bisa tertawa muram

“apakah sudah selesai saling menyindirnya ?” kini Min Woo yang angkat bicara. Tanpa menyentuhkan gelasnya pada kedua orang didepannya, Min Woo menyesap wine nya. Mata Min Woo mengerling kesegala arah dipub ini. dan tiba-tiba saja mata Min Woo bertemu dengan mata Kyuhyun yang menatap tajam kearah tempat mereka berada. Lelaki itu ada disini

Shin-Hae menghindari pukulan Il Woo karna telah menganggunya dengan kenyataan bahwa dia menyakiti Minji terus-terusan dengan candaan. Tubuh Shin-Hae terjatuh ketubuh Min Woo dan Min Woo secara refleks memegangi tubuh Shin-Hae yang terlihat seperti memeluknya. Mata Min Woo kembali melirik kearah Kyuhyun yang kini sedang mengepalkan tangannya kuat-kuat dan matanya bertambah tajam. Lalu dengan perlahan Kyuhyun melangkah kearah mereka

Shin-Hae terpaku ditempat saat menyadari lelaki yang beridir tegak dihadapannya adalah Kyuhyun. bagaimana lelaki ini bisa tau ? dan, oh sial! Posisinya sekarang seperti sedang berpelukan dengan Min Woo. Dengan cepat Shin-Hae memperbaiki posisi tubuhnya dan langsung terduduk tegak dihadapan Kyuhyun

Kyuhyun masih tidak bicara apapun, dia hanya menatap Shin-Hae dengan tatapan membunuh paling mengerikan yang dia punya.  Lelaki itu tetap diam, belum mencapai titik klimaksnya untuk memecahkan amarahnya dihadapan Shin-Hae

“kau datang” sapa Min Woo sambil mencoba mengalihkan pandangan mengerikan yang dia berikan sedari tadi untuk Shin-Hae namun gagal. Kyuhyun tidak ingin repot-repot menoleh kearah Min Woo, dia hanya ingin Shin-Hae nya kembali dengannya sekarang

Tanpa aba-aba apapun Kyuhyun menarik lengan Shin-Hae dan membawanya keluar. Mengabaikan beberapa peringatan yang diberikan oleh Min Woo dan Il Woo secara bergantian. Namun Kyuhyun menutup telinganya rapat-rapat untuk suara Il Woo dan juga Min Woo. Dia hanya terfocus pada genggaman tangannya dilengan Shin-Hae

Kyuhyun berhasil menarik gadis itu hingga kehadapan audi hitamnya terparkir tanpa bicara, dan gadis itu tidak memberontak seperti biasanya. Kyuhyun membuka pintu mobil dengan kasar kearah Shin-Hae dan berkata dengan tegas

“masuk”

Shin-Hae menuruti perkataan Kyuhyun. dia tidak merasa cukup baik untuk melawan saat ini. dilihat dalam posisi apapun dia memang salah. Sedang berpesta dengan pria yang jelas-jelas mencintainya dan tanpa meminta izin pada calon suaminya. Dia terlihat seperti gadis brengsek sekarang

Kyuhyun menghidupkan mesin mobilnya dan menginjak gas dalam-dalam hingga tubuh Shin-Hae hampir terpental kearah dashboard. Jantung Shin-Hae berdegup dengan kencang. Ini buruk. Kyuhyun tidak pernah terlihat seperti ini sebelumnya. lebih baik lelaki itu mengumpatnya dengan kata-kata kasar daripada diam seperti ini. terlihat lebih menakutkan

“kau mengecewakanku” gumamnya frustasi. Shin-Hae tidak berani memandang wajah Kyuhyun, jadi dia hanya menatap kedepan , terfocus pada jalanan malam yang lengang. Kyuhyun membanting setirnya kearah kanan dan menambah kecepatan laju mobilnya. Shin-Hae mencengkram kuat sabuk pengamannya. Dia bersumpah tidak akan melakukan kesalahan lagi jika akibatnya separah ini

Mereka sudah sampai didepan rumah Shin-Hae. Kyuhyun diam tidak mengatakan apapun sampai Shin-Hae keluar dari mobil. 5 detik setelah Shin-Hae keluar dari mobil, dengan segera Kyuhyun meninggalkan rumah Shin-Hae. mobil Kyuhyun menjauh bahkaan sebelum Shin-Hae masuk kedalam rumahnya. Ini benar-benar mengerikan. Pria itu benar-benar marah besar

TBC

 

Kemarin pada minta Il Woo Minji nya diperbanyak. Ini udah cukup banyak yaaa sampe ShinKyu nya ga kebagian kkk~

 

Mungkin untuk beberapa waktu kedepan, aku ngepost FF agak lama ya

Soalnya aku udah masuk ke semester akhir, udah mulai banyak tugas T.T

Cuma mau minta pengertiannya aja

Dan aku harap kalian ga kabur dari wp ini, masih tetep setia baca FF gaje buatan aku

Seriusan deh, susah banget dapetin readers yang kaya kalian *aseek haha

Pokonya tetep tungguin hasil karya aku ya readersdeul~

Gomapta ^^

 

_ Cho Shin-Hae _