Image

Kyuhyun’s Rooms

KYUHYUN’S POV

Perlahan aku membuka mataku, sedikit mengernyit saat mataku berhadapan langsung dengan sebuah cahaya yang timbul dari jendela besar dikamarku. Aku masih terbaring diatas tempat tidur, tempat biasa yang aku tempati, kamarku. Badan ku terasa seperti remuk, sakit disegala bagian, dan juga kepalaku terasa sangat pusing, membuatku ingin muntah saat ini juga. aku tertidur masih mengenakan pakaian yang tadi malam aku pakai. Separah itukah aku sampai lupa mengganti baju.

Bau alkohol. Baunya berasal dari tubuhku, apa aku mabuk ? ah! aku ingat, semalam saat aku tidak bisa tidur sama sekali, aku berniat mencari udara segar, lalu aku bermain gitar, dan .. Leria datang, lalu .. ah sial! Aku tidak bisa ingat apa-apa lagi setelah itu. Apa aku melakukan sesuatu padanya ? apa aku melakukan hal yang akan membuat reputasiku hancur ? aish! Eotteokhae!! Aku harus mencari tahu, aku harus menemui gadis itu sekarang.

******

Ruang Latihan Super Junior

“Ryeowook-ah, yang lain ada dimana ? kenapa hanya ada kau saja ?”

Sepi sekali, seharusnya kami berkumpul diruang latihan hari ini, tapi hanya ada Ryeowook sendiri ditempat ini

“yak! Panggil aku hyung!”

“sirho! Kau itu magnae abadi disini, jadi untuk apa aku memanggilmu hyung. Dimana yang lain ?”

“neo mollayo ? hari ini ada shooting untuk MV nya Leria”

Yeoja itu lagi! kapan sih dia tidak membuat semua jadwal Super Junior berubah. Memang dia siapa disini! Dia hanya anak baru yang langsung dianak emaskan. Cih! aku benar-benar tidak suka dengan kehadirannya.

“shootingnya dimana ?”

“masih digedung ini, dihalaman belakang”

Untungnya masih ditempat ini, jadi aku masih memiliki alasan untuk datang kesana, aku harus menemui Leria, menanyakan apa ada sesuatu yang terjadi dengan kami berdua ? dan lagi, siapa yang membawaku ke kamar, sudah jelas saat Leria datang, kesadaranku sudah hampir hilang. Tidak mungkin aku masih sanggup berjalan kekamar yang jaraknya lumayan jauh.

“Lee tidak shooting sendiri, Donghae hyung menjadi partnernya”

Ucapan Ryeowook sontak membuat langkahku terhenti. Donghae ?

“lalu apa urusannya denganku ?” ucapku acuh

“aku hanya memberitahu, agar kau tidak terlalu terkejut ketika melihat Lee dan Donghae sangat akrab”

“arasseo” ucapku lalu melanjutkan langkahku yang sempat terhenti

Aku kembali melanjutkan langkahku, menuju ketempat yang akan menjadi klimaks dari perjalananku.

******

LERIA’S POV

Aku hanya tidur 2 jam tadi malam, dan parahnya pagi-pagi sekali aku sudah diharuskan untuk menjalankan shooting untuk MV laguku. Untung saja tempat shootingnya masih digedung ini, karna tema dari MV ini adalah halaman bunga yang luas, dan halaman belakang gedung ini menjadi tempat yang pas.

Apa dia sudah bangun ? Cho Kyuhyun. Bagaimana keadaannya ? apa dia baik-baik saja ? tadi malam aku berhasil memanggil seseorang untuk membantu membawa Kyuhyun kekamarnya. Orang itu adalah namja yang saat ini ditugaskan menjadi partner kerjaku. Lee Donghae oppa.

Aku menelponnya, dan untung saja dia terbangun, lalu aku meminta tolong padanya.

Tadi malam aku benar-benar hancur, hatiku sangat sakit ketika dia mengatakan Saranghae Larei. kenapa nama itu yang dia sebut ? dia sedang bersamaku. Setidaknya hargai aku. Aku tau aku egois, tapi apa salahnya jika aku mencintainya ? aku bahkan bisa mencintainya lebih dari Larei mencintainya. Aku tulus menyayanginya. Apa Kyuhyun tidak menyadari itu ?

Sempat mendapat beberapa pertanyaan yang sedikit menuntut jawaban saat Donghae oppa tau aku dan Kyuhyun bersama ditengah malam. Aku hanya bisa merekayasa segala kejadian, dan untungnya dia percaya. Entahlah, dia benar-benar percaya atau hanya sebuah kebohongan kecilnya untuk percaya. Yang jelas, Kyuhyun bisa kembali kekamarnya, itu sudah cukup membuat hatiku lega.

“shooting sudah selesai, kau boleh istirahat nona” tuan Jang yang sedari tadi setia mendampingiku, menghampiriku dengan sebuah botol minuman lalu menyodorkannya untukku.

“gomawo”

“Lee” Donghae oppa menghampiriku dengan senyuman khasnya yang membuat siapapun yang melihatnya akan meleleh, melihat Donghae oppa mendekat, tuan Jang pamit untuk pergi

“shooting sudah selesai, kita boleh istirahat”

“hmm, tapi oppa, bukannya kau ada latihan hari ini ? apa tidak lelah ?”

“ani, ini menyenangkan. Ini pertama kalinya aku menjadi model untuk MV, aku sudah mengharapkannya dari dulu, dan sekarang telah tercapai. Semua berkat kau Lee, gomawo” Donghae oppa menyentuh puncak kepalaku, lalu mengacak rambutku.

“kau berlebihan oppa” aku memukul pelan bahunya, membuatku malu saja.

Sedang asik tertawa dengan Donghae oppa, dari ujung penglihatanku tergambar jelas sesosok namja yang sangat kukenal sedang menatap sinis kearahku dan Donghae oppa. Cho Kyuhyun. Ya, pria yang menciumku tanpa alasan tadi malam. Mungkin dia tidak mengingat sama skali apa yang telah dia lakukan. karna dia mabuk, setelah menciumku kesadarannya hilang, dia pingsan dipelukanku. Semalaman aku berusaha mati-matian untuk melupakan kejadian ‘terindah’ yang pernah kualami dihidupku, karna ku yakin Kyuhyun juga tidak akan mengingatnya.

“sudah selesai ?” ucapnya tajam, matanya menatap kearahku, itu berarti dia sedang berbicara padaku. Sial! Kenapa aku menjadi ketakutan seperti ini merasakan aura yang tidak baik yang terpancar jelas dari dirinya.

“mwo ?” bukan aku yang menjawab, tapi Donghae oppa. lidahku tiba-tiba menjadi kaku, tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun saat melihat matanya yang menatapku tajam.

“sudah selesai membuat kacau seluruh kegiatan kami ? apa kau mau bertanggung jawab dengan penurunan pendapatan diperusahaan kami ? satu kali saja kami batal tampil, itu akan menjadi kerugian besar untuk perusahaan ini. Dan kau dengan seenaknya mengacaukan seluruh kegiatan artis diperusahaan ini tanpa merasa bersalah sama skali”

Apa maksud ucapannya ? kenapa dia menyalahkanku ? apa dia masih berfikir bahwa aku ingin menjadi terkenal seperti Larei ? bahkan Lee SooMan Sajangnim sendirilah yang menghentikan seluruh kegiatan artis disini, dan dia menyalahkanku ?

“Kyu! Jaga bicaramu” selah Donghae oppa, aku masih belum bisa mengeluarkan sepatah katapun

“kau diam hyung, jangan ikut campur” jawabnya masih memandangku intens

“tugasmu sudah selesai kan ? secepatnya kau pergi dari tempat ini, tinggalkan tempat ini dan tinggalkan Korea. Keadaan jauh lebih baik sebelum kau datang dan mengacaukan segalanya. Ingat, hanya akan ada satu Larei disini, tidak akan pernah menjadi dua walaupun kalian kembar dan walaupun kau berusaha mati-matian untuk menyejajarkan posisi kalian. Itu tidak akan pernah menjadi sama” lanjutnya. Kata-katanya membuat air mataku menggenang

“cukup Kyu!!” lagi-lagi Donghae oppa berusaha membantuku

“jangan pernah bermimpi untuk menjadi tenar diatas nama Larei, kau hanya menjadi benalu. Kau tau kan keluargamu sudah merahasiakan keberadaanmu bertahun-tahun lamanya. Dan lebih baik kau teruskan menjadi sebuah rahasia dari keluargamu. Jangan pernah muncul dihadapan siapapun lagi dan menghilang!” lanjutnya tanpa menggubris perkataan Donghae oppa tadi

“CHO KYUHYUN!” teriak Donghae oppa mencoba menghentikan perkataannya

Kyuhyun lagi-lagi tidak menggubris ucapan Donghae oppa, Kyuhyun lebih memilih beranjak meninggalkan tempat ini. Tapi sebelum dia menjauh dari tempat ini, aku menahan tangannya lalu membuat dia berbalikk menatapku.

“ya, aku tau .. aku memang tidak pantas untuk melakukan semuanya, merampas apa yang telah ada. Tapi ini jelas-jelas bukan kemauanku. Kalau aku disuruh untuk memilih, aku akan memilih England dari Korea. Kau memintaku untuk pergi ? aku akan pergi Cho Kyuhyun, aku akan pergi. Hari ini mungkin hari terakhir aku berada di dorm ini, dan itu berarti kau sudah tidak perlu bersusah payah untuk mencari cara untuk mengusirku. Tanpa kau suruhpun aku akan pergi dari tempat ini”

“tapi sebelumnya aku ingin bertanya beberapa hal. Apa kau tahu kalau ada orang yang mencintaimu ? menyayangimu setulus hati tapi perasaannya akan selalu dia pendam karna takut mengutarakannya. Takut pada sebuah penolakan. Apa kau tau bagaimana rasanya tersakiti ? tersakiti karna orang yang kita cintai lebih memilih untuk membencinya. Berusaha mati-matian untuk melupakan seseorang yang kita cintai bukan hal yang mudah. Berusaha agar selalu terlihat kuat, tapi ternyata hatinya terluka. kau tidak akan pernah mengerti semua perasaan itu. Karna kau tidak pernah merasakan bagaimana sakitnya cinta yang tak terbalas Kyu. Hanya bisa memendamnya dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan. Kau fikir mudah untuk menghapus sebuah perasaan yang sudah mendalam ? mungkin mudah untukmu Kyu, tapi tidak untukku” lanjutku

Air mataku telah mendesak untuk keluar dari tempatnya. Dadaku naik turun menahan segala luapan emosi yang membuncah, seluruh badanku bergetar saat mengucapkan segala perasaanku. Mulutku sudah tidak tahan untuk mengeluarkan sebuah teriakan yang mungkin akan meredakan rasa sesak didadaku. Aku lebih memilih untuk pergi dari hadapannya, menghilang dari jarak pandangnya. Aku tau, semua yang ku ucapkan tak akan merubah apapun.

“Lee, kau mau kemana ?” Donghae oppa berusaha mengejarku, aku berbalik sekilas kearahnya

“jangan ikuti aku oppa, aku ingin sendiri” aku meneruskan langkahku yang sempat terhenti, melanjutkan perjalananku menuju pintu gerbang gedung ini. Aku benar-benar tidak tahan lagi berada disini. Eomma, aku ingin pulang.

******

AUTHOR’S POV

“sudah puas ?” ucap Donghae yang sekarang hanya tinggal berdua saja dengan Kyuhyun. Setelah Leria meninggalkan tempat ini, mereka masih terpaku ditempat semula, tidak ada pergerakan sama skali. Keduanya saling meredakan emosi

“kenapa sih kau selalu menuduhnya ?” lanjut Donghae masih dengan nada yang cukup tenang

“aku tidak menuduh, itu kenyataan hyung!” jawab Kyuhyun masih dengan nada emosi

“kau keterlaluan! Kalau kau ingin menyalahkan seseorang, salahkan Larei. karna dialah yang meminta Leria untuk menjadi seperti ini”

“Hyung! “ selah Kyuhyun tak terima, pandangannya semakin tajam menatap Donghae

“wae ? kau tidak terima aku menyalahkan Larei ? aku juga tidak terima jika kau menyalahkan Leria terus menerus. Dia tidak tau apa-apa Kyu, kau tega sekali selalu menuduhnya dengan fakta yang belum tentu benar. Dan kalau dia memang ingin menjadi terkenal lalu apa salahnya ? dan apa masalahnya untukmu ? apa itu merugikanmu ? tidak kan! Kau salah menilai Leria Kyu”

Kyuhyun terdiam mendengar seluruh perkataan Donghae, seperti mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Donghae. Wajah Kyuhyun perlahan mulai berubah, tidak menunjukkan emosi lagi, sepertinya dia tersadar sesuatu, tersadar bahwa Leria mungkin tidak seburuk yang dia kira

“Leria mencintaimu Kyu” sontak Kyuhyun menoleh kearah Donghae

“kau tidak menyadarinya ? sudah ku duga! Kau tidak pernah memperhatikannya kan ? semua member bahkan menyadari perasaan Leria padamu. Dia selalu terlihat senang jika sudah berhadapan denganmu, dia selalu mencari tau tentangmu Kyu pada kami semua. Bisa dibilang dia stalkermu. Tapi kau menghancurkan perasaannya begitu saja. Kau egois, selalu mementingkan perasaanmu sendiri. Dan apa kau tau apa yang terjadi padamu tadi malam ? Leria bersamamu kan ? dia menelponku saat kau sudah tidak sadar dan memohon untuk aku membawamu kekamar, dengan alasan dia takut kau sakit jika berlama-lama terkena angin malam. Padahal sudah jelas dialah yang sedang menahan rasa dingin, tubuhnya terlihat bergetar saat itu. Dia menungguku sampai datang, terlihat jelas dari raut wajahnya kalau dia sangat khawatir padamu”

Satu fakta lagi yang Kyuhyun ketahui tentang Leria, tentang seberapa besar perasaan Leria pada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikit merubah pandangannya terhadap Leria, membuka sedikit hatinya untuk Leria.

“sebesar itulah perasaan Leria padamu Kyu, apa kau masih tega menghancurkan perasaannya ? aku tau kau masih sulit menerima yeoja lain, karna kau baru saja kehilangan Larei. aku sangat mengerti Kyu. Walaupun begitu, kau harus tetap menjaga perasaan Leria. Jika kau tidak menyukainya kau bisa mengatakannya secara halus, tidak seperti ini” lanjut Donghae

Dadanya kembali dihantam rasa sesak karna mendengar segala penjelasan tentang Leria dari Donghae. Kyuhyun sama skali tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Kini dia yang terdiam mendengar segala ucapan Donghae.

“kalau kau tidak bisa menjaga perasaannya, jauhi dia” ucapan terakhir Donghae, Donghae langsung meninggalkan Kyuhyun dan berniat mencari Leria yang mungkin belum jauh dari sini. Berniat membawanya kembali ke dorm dan menyelesaikan semuanya.

******

SHIN-HAE’S POV

Aku masih belum jauh dari dorm, aku mendatangi sebuah taman kecil yang letaknya sedikit terpencil. Taman ini sepertinya jarang dikunjungi, karna sangat sepi, dan kondisi taman ini juga sedikit tidak terurus. Seperti sebuah taman yang cukup tua. Aku duduk disebuah bangku panjang yang terdapat dipinggir taman ini. Menghirup udara sebanyak-banyaknya seakan aku baru saja kehabisan oksigen. Bukan .. bukan kehabisan, tepatnya kehilangan. Aku tidak bisa menghirup udara dengan benar saat Kyuhyun mengucapkan kata-kata yang membuat kerja paru-paruku tidak normal seperti biasa.

Dia mengusirku. Ya .. dia benar-benar mengusirku, dia benar-benar tidak menginginkanku. Tidak masalah jika dia membenciku, tapi dia memintaku untuk menghilang dari pandangannya. Apa aku bisa ? aku telah mencintainya, itulah bodohnya aku, aku mencintainya dari sejak pertama kali bertemu. Kenapa harus dia yang dipilih hatiku, pabo! Itu akan menjadi sia-sia, hanya membuatku sakit hati jika mencintainya.

Haruskah aku melupakannya ? tapi yang menjadi pertanyaan adalah, apa aku bisa melupakannya ? tidak terasa airmataku jatuh lagi, seperti orang bodoh! Selalu menangis karna dia. Aku tidak boleh menangis! Tapi terlalu sakit untuk kupendam sendiri, dadaku sudah terlalu sesak untuk menyimpan rasa sakit ini sendiri.

Aku memegangi dadaku yang terasa sangat sesak, sedikit memukul-mukulnya untuk menghilangkan rasa sesak itu. Tetap mencoba untuk tidak menangis, tetap mencoba untuk tidak mengeluarkan suara isakan tangisku sendiri. Tapi aku tidak sanggup lagi, aku ingin mengeluarkan semua rasa sakitku.

“Lee” tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku, membuatku menoleh kearah sumber suara, dan aku benar-benar terkejut melihat siapa yang memanggil namaku tadi. Sesosok sahabat yang selalu ada ketika aku butuhkan, sesosok pria yang akan selalu menyembuhkan rasa sakitku walau hanya dengan senyumannya. Dia ….

“Micky ?”

“sudah kubilang, ceritakan semuanya padaku Lee” Micky mendekat kearahku dan memelukku, mengusap pelan bahu dan puncak kepalaku bergantian. Membuat semua rasa yang sedari tadi ku pendam, kini kembali timbul dan ingin ku keluarkan semua kesakitanku.

Aku tidak tahan, aku mulai mengeluarkan sebuah isakan tangisan kencang, dan itu membuat Micky memelukku lebih erat.

“apa salah jika aku mencintainya ?”

Dadaku terasa semakin sakit saat mengeluarkan sebuah ucapan yang menyangkut tentang pria itu. Aku masih menangis, menangis sekencang-kencangnya yang kubisa, mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini telah ku pendam, aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi. dadaku sudah terlalu sesak.

“aku mencintainya .. aku mencintainya”

Micky masih memelukku, memberikan kenyamanan tersendiri dari pelukan itu, dia terdiam mendengar perkataanku, dia tidak berniat mengatakan apapun, mungkin sampai aku selesai menangis nanti. Aku masih melanjutkan tangisanku, semakin lama tangisanku semakin dalam, aku menjerit, menangis sejadi-jadinya.

******

AUTHOR’S POV

“bagaimana kabarmu ?”

Setelah menghentikan tangisannya, Micky memulai percakapan yang mungkin akan membuat Leria sedikit melupakan rasa sakitnya. Sedangkan Leria masih terdiam setelah menangis tadi, dia hanya menundukkan wajahnya, menatap tanah yang dia pijaki sekarang. wajahnya terlihat memerah, terutama dibagian mata dan hidungnya

“kufikir kau akan lebih bahagia berada di Korea Lee”

Masih belum ada jawaban dari Leria sama sekali, dia masih belum berniat membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan Micky. Mikcy tidak akan menuntut jawaban, karna dia tau bagaimana perasaan Leria saat ini. Micky tidak akan bertanya apapun yang menyangkut masalah perasaan Leria.

“mau berkunjung ke makam Larei ?”

Kali ini Leria menoleh kearah Micky, mata sayunya menatap Micky dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Micky memeluk Leria sekali lagi, Micky sangat tidak tega melihat sahabatnya selalu tersakiiti. Membuat hatinya seperti teriris. Micky bahkan bersumpah dalam hati, dia tidak akan mengampuni siapapun yang membuat Leria menjadi seperti ini.

******

Seoul National Cemetery, Dongjak-dong, South Korea

 

 

 

 

Leria dan Micky benar-benar mengunjungi makam Larei. selama di Korea, bahkan Leria belum sempat mengunjungi makam Larei, dan berkat Micky-lah dia bisa mengunjungi tempat ini. Makam Larei tepat bersebelahan dengan makam appanya, membuat Leria kembali terisak melihat kedua orang yang sangat disayanginya telah berada didalam tumpukan tanah yang membentuk sebuah gundukan besar dihadapannya.

“appa .. aku merindukanmu. Maaf aku baru datang lagi appa~ aku anak yang tidak berguna kan ? bahkan untuk mengunjungimu saja memerlukan jangka waktu yang tidak bisa ditentukan” airmata Leria kembali terjatuh, membuat Leria lagi-lagi mengeluarkan sebuah isakan.

“appa .. mianhae, jalmeothaesoyo .. jalmeothaesoyo appa, mianhae” Leria terisak sambil terduduk disebelah makam appanya, membenamkan wajahnya diatas makam appanya

Micky yang melihat hal itu hanya bisa mengusap pelan bahu Leria, berusaha membuat Leria menjadi tenang, walaupun Micky sangat tahu dengan jelas apa yang membuat Leria sampai menjadi seperti ini, tapi Micky masih berusaha diam sampai Leria yang menceritakannya sendiri pada Micky

Kini Leria beralih ke makam Larei yang berada disebelah makam appanya

“Larei, sebenarnya apa yang kau rencanakan untukku ? malhae! Aku tidak sanggup menahan perasaanku lagi, aku berdosa .. aku mencintainya. Maafkan aku…”

“ajak aku bersamamu Larei, aku ingin bertemu dengan mu dan juga appa, ajak aku bersamammu .. jebal”

Sebuah tangisan kembali pecah, Micky yang melihat Leria saat ini ikut meneteskan airmata, Micky sangat tau bagaimana perasaan Leria saat ini. Dia memiliki banyak perasaan yang dipendam, tapi dia selalu berusaha untuk memendamnya sendiri, menahan sakitnya sendiri.

******

SMent Building, Seoul

AUTHOR’S POV

Entah ada apa, tapi tiba-tiba saja Lee Soo Man Sajangnim menyuruh semua artis berkumpul diruangannya, termasuk Super Junior. Membuat semua artis memiliki perasaan yang sama, perasaan yang tidak dapat diartikan. Perasaan takut lebih jelasnya. Tidak pernah Lee Soo Man melakukan hal ini, apa ada hubungannya dengan masalah pembuatan Music Video Leria dan Donghae tadi ?

“seperti yang kalian tau, aku sama skali tidak berniat untuk mempublish seluruh kegiatan Leria selama berada di managemen ini, ini seperti hanya sebuah permainan mungkin. Dia tidak bisa bergabung untuk mencetak uang diperusahaan ini, karna ini adalah hari terakhir dia disini”

Semua hanya terdiam dan mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Sajangnimnya, tidak ada yang membuka mulut sama skali. Memang sudah sangat jelas kalau dia mengumpulkan semua artisnya hanya untuk membicarakan masalah Leria, karna Leria sudah menjadi anak emas disini. Hal yang tidak pernah dilakukan untuk artis manapun tapi dia lakukan hanya untuk Leria.

“apa tidak ada yang ingin ditanyakan tentang masalah ini ? tidak ada yang penasaran kenapa Leria tiba-tiba bisa masuk kemanagemen ini bersama kalian bahkan tanpa audisi sekalipun ?”

Seketika raut wajah seluruh artis yang berkumpul disini berubah, menjadi terlihat was-was. Memang banyak yang mereka ingin tanyakan tentang keganjilan masalah Leria ini. Tapi tentu saja tidak ada yang berani menanyakannya. Salah ucap sedikit dihadapan Lee Soo Man Sajangnim sama saja dengan mati.

“mungkin ada yang ingin kau tanyakan, Cho Kyuhyun ?”

Kini seluruh perhatian terpusat pada Kyuhyun, seluruh artis memandang penuh minat pada Kyuhyun, Kyuhyun hanya mengeluarkan ekspresi yang sulit terbaca, hanya sebuah tatapan datar yang diberikannya pada Lee Soo Man Sajangnim.

“ani”

Ya, hanya itu yang keluar dari mulut Kyuhyun. Tentu saja dia tidak segila itu untuk bertanya tentang Leria pada Lee Soo Man.

“baik, karna sepertinya tidak ada yang ingin ditanyakan, ku rasa cukup. Kalian boleh pergi”

Semua artis kembali ke Dorm masing-masing, termasuk Kyuhyun dan member yang lain, yang lain terlihat seperti sedang asik mengobrol, tapi hanya Donghae dan Kyuhyun yang tidak berniat untuk mengeluarkan senyum mereka hari ini, jelas karna masalah Leria tadi.

“Kyu, kau sakit ?” ucap Leeteuk khawatir melihat raut wajah Kyuhyun tidak seperti biasa

“eo ? Kyuhyun kau sakit ?” kini Yesunglah yang mendekat kearah Kyuhyun, dia memegang kening Kyuhyun untuk merasakan suhu tubuh Kyuhyun. Raut wajahnya khawatir Yesung sangat kentara dibuat-buat, membuat Kyuhyun ingin segera membunuhnya.

“waahh, aku tau kau sakit apa Kyu, kau sakit dibagian hatimu, benarkan ?” Yesung mengeluarkan senyuman mautnya, senyuman yang biasanya berhasil membuat wanita manapun meleleh melihatnya tapi itu malah membuat Kyuhyun ingin muntah saat itu juga

“Hyung, kau mau mati ?” walaupun Kyuhyun berbicara dengan nada yang terdengar sangat datar, tapi itu malah membuat siapapun yang mendengarnya akan merasakan malaikat pencabut nyawa telah bersamanya

“mungkin kedengarannya menyenangkan untuk membunuhmu hyung, aku sedang dalam mood yang kurang baik sekarang, mau coba ?”

Yesung melebarkan matanya sempurna setelah mendengar ucapan Kyuhyun barusan

“MWOYA ?! mulai sekarang, kau jangan dekati aku Kyu” ucapan Yesung barusan berhasil membuat Kyuhyun tersenyum, senyuman pertamanya untuk hari ini. Tiba-tiba pintu dorm terbuka, menampilkan sesosok yeoja yang selama beberapa minggu ini tinggal bersama mereka. Leria

“Lee, kau sudah mau pergi ?” Donghae dengan cepat mendekat kearah Leria yang saat ini telah membawa kopernya

“hmm, aku kesini ingin mengucapkan terimakasih untukmu oppa, dan juga member yang lain yang sudah sangat baik padaku”

Keadaan tiba-tiba hening saat Kyuhyun bangkit mendekat kearah Leria, semua menatap dengan tegang melihat Kyuhyun yang tiba-tiba saja bangkit. Tapi bukan untuk menghampiri Leria. Kyuhyun berniat keluar dari ruangan ini. Melewati Leria begitu saja tanpa memandangnya sama sekali. Membuat Leria terperanah hebat melihat kelakuan namja itu. Sebegitu parahkah dia membenci Leria ?

“tidak usah pedulikan dia, dia memang selalu seperti itu pada siapapun” Donghae mencoba menenangkan hati Leria. Hati Donghae sangat sakit ketika menyadari bahwa mata Leria sedikit membengkak, dan matanya masih sedikit merah. Dia pasti menangis, batin Donghae

“aku pergi” hanya kata itulah yang terucap dari Leria, ucapan perpisahannya.

******

Kim’s Home. Gangnam, Seoul

 

 

LERIA’S POV

“kau yakin dengan keputusanmu ?” ucap tuan Jang yang sedari tadi mengamatiku memasukan satu persatu baju milikku kedalam koper. Tidak hanya tuan Jang saja, tapi ada eomma dan juga micky yang sedari tdai sudah berada dirumah ini.

“aku memang seharusnya berada disana, melanjutkan pendidikanku dengan tenang. Salahku yang tiba-tiba ingin kembali ke Korea”

Masih sibuk memasukkan segala keperluan yang memang harus aku bawa, sampai akhirnya Micky menahan tanganku hingga aku berhenti dengan kegiatan yang sedari tadi kulakukan

“kau sudah menemukan rumah Larei ?”

Aku terdiam. Benar, tujuan utamaku kembali ke Korea adalah mengunjungi rumahnya yang memang tidak ada satu orangpun yang mengetahuinya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Larei ? kenapa dia begitu banyak menyimpan rahasia ? aku lelah.

“aku tidak berniat lagi sekarang”

“apa kau yakin ?”

“cukup .. aku sudah lelah”

Aku menghentakan tanganku agar terlepas dari genggaman Micky, terlihat tuan Jang yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa melebarkan matanya sempurna. Sama halnya dengan eomma, dia begitu terkejut melihat tingkah laku ku sekarang

******

AUTHOR’S POV

“tuan Jang” terlihat Kyuhyun menghampiri tuan Jang yang berada dihalaman belakang, sedikit berlari setelah tuan Jang berhasil membuat Kyuhyun terkejut dengan apa yang tuan Jang katakan. ‘temui aku sekarang, atau kau akan kehilangan informasi yang sangat penting’

 

“ada apa ? informasi apa ?”

Alih-alih menjawab pertanyaan, tuan Jang malah menyodorkan satu buah amplop putih

“bacalah” Kyuhyun masih menatap tuan Jang dengan wajah yang sangat kentara membingungkan, sampai akhirnya dia mengambil amplop tersebut

“bukan dari Leria .. tapi dari Larei” lanjut tuan Jang

“mwo ?!” sontak Kyuhyun terkejut saat mendengar nama Larei terbawa dalam masalah amplop ini

“sebelum kepergiannya, Larei sempat menulis sebuah surat, dan Larei memintaku untuk memberikan surat ini padamu…..”

“lalu kenapa baru kau berikan padaku ?” Kyuhyun dengan cepat membantah perkataan tuan Jang

“aku belum selesai. Larei memintaku memberikan surat ini padamu setelah kau bertemu dengan Leria. Jadi aku baru bisa memberikan surat ini padamu. Aku pamit”

******

Perlahan Kyuhyun membuka amplop tersebut, sedikit bergetar saat mengetahui bahwa yang menulis surat ini adalah Larei. setelah berhasil membukanya, Kyuhyun mendapatkan satu buah kertas putih yang sudah berisi kata-kata disana.

‘Kyu .. Kyuhyun-ah, bagaimana kabarmu ? apa kau sehat seperti terakhir kali aku melihatmu ? apa kau tertawa seperti dulu ? apa kau tetap semanis dulu ? aku harap jawabannya adalah iya. Saat kau membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada lagi disisimu Kyu, sudah tidak ada lagi di dunia seperti yang kau tempati sekarang. mianhae~ aku harap kau mengerti bagaimana lelahnya aku”

Kyuhyun sempat menghentikan kegiatannya membaca surat dari Larei, sedikit menahan tangis mendengar sedikit penjelasan yang cukup gamblang tentang keadaan gadis itu saat ini. Kyuhyun menahan cairan bening itu untuk keluar dari tempatnya. Lalu dia mulai melanjutkan membaca

“Leria .. kau sudah bertemu dengannya ? sekali lagi aku minta maaf karna banyak menyembunyikan sebuah rahasia yang tidak kau ketahui. Dia adalah saudara kembarku. Aku selalu menutup-nutupi sesuatu tentang Leria, aku benar-benar merasa berdosa. Aku ingin memohon ampun pada Leria. Apa menurutmu dia memaafkanku ? ku rasa tidak”

 

“hari ini aku datang ke psikiater, dan dia mengatakan tingkat stresku meningkat. Aku sangat lelah dengan semua ini Kyu, dan aku juga sedang banyak fikiran. Terutama tentang kesalahan terbesar didalm hidupku. Aku ingin memberitahu sebuah fakta yang harus kau ketahui Kyu. Dengarkan dengan baik”

 

“apa kau ingat bagaimana caranya kita bertemu pertama kali ? kau bilang, sejak kita masih kecil kau sudah berteman denganku dan kau juga telah menyatakan kalau kau mencintaiku kan ? kita bertemu di sebuah taman bermain. Saat itu aku dan keluargaku sedang bertamasya begitu juga denganmu dan keluargamu. Saat berpas-pas’an tanpa diduga kalau kita ternyata tetangga. Mulai dari saat itu kau bilang padaku kalau kita sering bermain bersama, menghabiskan waktu seharian untuk bermain dirumahmu atau dirumahku. Dan kau juga pernah bilang padaku semenjak pertemuan pertama kita  kau mulai jatuh cinta padaku, kau menyukaiku. Benar begitu kan ?”

Tanpa diarahkan, otak Kyuhyun kembali mengingat masa-masa pertama kali mereka bertemu. Ya, love at the first sight. Sedikit tersenyum mengingat kejadian demi kejadian dimana kmereka dipertemukan. Ini seperti sebuah takdir yang sudah diatur oleh Tuhan

“tapi sebenarnya Kyu, wanita yang kau temui ditaman bermain dulu itu .. bukan aku, tapi Leria”

Deg!!

TBC

Cukup sampe sini aja haha

Gatau responnya bakalan kaya gimana, yang jelas ini A.N.C.U.R

Ceritanya makin gajelas arahnya kemana