uncommitted poster 3

Sekali lagi Il Woo mencoba menghubungi Minji, walaupun hasilnya adalah sama, dia tidak pernah menyerah membuat Minji kembali padanya. Il Woo berani bersumpah kalau dia akan melakukan apapun yang Minji minta jika Minji bersedia kembali lagi padanya

Dalam deringan ke-5 telpon itu diangkat. Membuat Il Woo berdiri dari duduknya sangking kagetnya. Minji masih terdiam disebrang sana, menunggu Il Woo yang berbicara

“Minji!” erang Il Woo penuh rasa terimakasih. Minji masih tidak bersuara, Il Woo tidak menyerah. Dia ingin gadis ini menyebut namanya lagi dan berbicara padanya

“Minji” gumamnya sekali lagi “terimakasih Tuhan kau mengangkat telponku”

Il Woo menghembuskan nafasnya berat, menunggu jawaban dari Minji namun Minji tidak mengatakan apapun setelah menerima telpon dari Il Woo. Il Woo berusaha mencoba mengajak Minji berbicara

“Minji, aku benar-benar menyesal dengan apa yang kau temui ditempatku. Tapi sungguh, aku bisa menjelaskannya. Tolong bicaralah” mohon Il Woo dengan nada suara yang sangat kentara bergetar, menahan rasa sakit yang membuncah didadanya seketika. Dia benar-benar ingin Minji memaafkannya

“ya” suara Minji terdengar tercekat. Akhirnya Minji menjawab ucapannya. Dan Il Woo menyunggingkan senyumnya. Minji berbicara padanya. Mungkin Minji akan memaafkannya jika Il Woo benar-benar serius untuk minta maaf

“bisa kita bertemu ?” tanya Il Woo dengan lembut

“tidak bisa” Il Woo merasa jantungnya melorot mendengar jawaban Minji

“kenapa ?” suara Il Woo terdengar lemas. Dia takut menunggu jawaban Minji

“aku sedang berada di Jepang” Il Woo memejamkan matanya mendengar jawaban dari Minji. Gadis itu berada di Jepang. Untuk apa ? berapa lama dia akan menetap disana ? pertanyaan itu terlontar dengan cepat dari mulutnya

“untuk menemani kakekku yang sedang mendapat bisnis disana, mungkin 1 bulan” Minji menjawabnya dengan nada ketus yang sangat kentara, lalu kembali berkata “mungkin dengan cara ini juga aku menjadi bisa berpikir 2x tentangmu”

Kali ini dada Il Woo benar-benar terasa sesak. Dia mengatakan ‘berpikir 2x tentangmu’ apakah maksudnya dia ragu dengan Il Woo ?

“kau .. kau meragukanku ?”

“tidak ada satu wanitapun yang tidak merasa ragu ketika menemukan sebuah pengaman dikamar kekasihnya”

Il Woo kembali memejamkan matanya, seperti menerima tusukan timah panas tepat dijantungnya. Minji benar, tidak ada yang akan percaya dengan pria yang memiliki banyak pengaman didalam kamarnya. Dan Il Woo tidak menyalahkan sikap Minji yang berubah seperti ini

“ya, aku mengerti” suara Il Woo bertambah pelan, hanya seperti berupa desahan ringan namun Minji tetap jeli untuk mendengar suaranya “tapi aku harap .. kau tidak meninggalkanku” pinta Il Woo dengan nada tulus. Dia tidak pernah merasa setulus ini dengan berpuluh-puluh wanita yang telah ditidurinya

*******

Hari ini adalah hari kepindahan Shin-Hae di Samsung Corp. Benar-benar hari pertamanya. Tapi dia telah membuat sang CEO ditempat ini marah besar karna kebodohannya tadi malam. Shin-Hae benar-benar tidak bisa tidur semalam suntuk memikirkan pria itu. dia benar-benar terlihat mengerikan

Shin-Hae merasa canggung saat menempati ruangannya yang tersedia di lantai 24. Tiba-tiba saja Shin-Hae teringat dengan ruangan Kyuhyun yang berada dilantai 25. Dia pernah mendatangi tempat itu lalu berakhir dengan .. ciuman panas di lift gedung ini

Shin-Hae telah beradaptasi dengan orang-orang yang bekerja disini, dia sudah bercengkrama dengan sebagian karyawan yang berada digedung ini. dan menurut Shin-Hae tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan orang-orang disekitar perusahaan ini. ya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebelum mereka tau kalau CEO-nya telah melamarnya menjadi istrinya. Mungkin seluruh wanita yang berada digedung ini akan mencabik-cabik tubuhnya hingga tak berbentuk karna merebut orang yang paling mereka inginkan didunia

Shin-Hae merapihkan meja kerja barunya dengan beberapa barang yag dibawanya dari perusahaan Min Woo kemarin. meletakkan sebuah laptop, walaupun disini telah disediakan laptop yang 1000x lebih canggih dari laptop miliknya namun dia masih merasa nyaman dengan laptop miliknya. Dia juga meletakkan sebuah kalender yang sudah penuh berisi coretan jadwal-jadwal penting yang harus dihadirinya dalam beberapa rapat diperusahaan Min Woo. Dan tiba-tiba saja matanya berhenti pada tanggal 20, hari sabtu besok. Hari dimana Kyuhyun akan membawanya ke keluarganya untuk dipertemukan lalu melamar Shin-Hae secara resmi. Apakah pria itu masih akan mengajaknya kerumahnya ? dengan kondisi seperti ini ? Shin-Hae tidak merasa yakin

Sebuah ketukan ringan terdengar diruangan pribadi miliknya, dengan cekatan Shin-Hae menghampiri pintu itu lalu membukanya. Tampillah seorang lelaki cukup tua dengan jas resmi hitam lengkap membawa buku catatan kecil yang sepertinya berisi catatan-catatan penting miliknya. Pria itu menyunggingkan senyumnya ramah kearah Shin-Hae

“hari ini ada rapat dewan direksi pukul 09.45, dan nona harus berada disana untuk menyiapkan berkas-berkas penting yang dibutuhkan oleh atasan nona” lelaki itu membuat Shin-Hae mengernyit dengan sebutan nona yang berkali-kali disebutnya tadi

“cukup panggil aku Shin-Hae saja” Shin-Hae tersenyum ramah pada lelaki itu, lalu kembali bertanya “kalau boleh tau, anda … ?”

Lelaki tua itu mengerti dengan arah pertanyaan Shin-Hae. dia belum memperkenalkan dirinya sama sekali pada Shin-Hae, lalu dia mengulurkan sebelah tangannya pada Shin-Hae dan menyebutkan nama dan posisinya diperusahaan ini

“Kim Jong Wook, saya kepala staff disini, saya yang bertanggung jawab atas semua karyawan di Samsung Corp, termasuk anda, Shin-Hae~ssi” jawabnya ramah lalu Shin-Hae tersenyum. Dia atasan Shin-Hae

“ne, Sajangnim”

******

Dengan gugup Shin-Hae melangkah menuju ruang rapat yang tersedia dilantai 23 gedung ini. Shin-Hae memeluk beberapa berkas penting yang harus dibagikannya pada ketua-ketua yang ikut menghadiri rapat ini. sebelum memutar kenop pintu, Shin-Hae merapihkan letak kemejanya dan juga roknya. Mencoba tampil sempurna dalam pekerjaan perdana

Shin-Hae membuka kenop pintu dan manusia pertama yang dilihatnya adalah Kyuhyun yang sedang memejamkan matanya sambil memijit keningnya. Pria itu tampak pucat, rambutnya berantakan akibat sering disentuh, jasnya terlihat kusut, dan dasi yang terpasang dilehernya mengikat dengan longgar. Apa pria itu tidak pulang semalam ?

Kyuhyun menyadari kehadiran Shin-Hae diruangan tersebut. Kyuhyun menatap Shin-Hae cukup lama sebelum akhirnya teralihkan oleh pembicaraan yang dibicarakan entah siapa nama pria itu. kali ini Shin-Hae yang memandangi Kyuhyun dalam diam. Pria itu terlihat berantakan. Dan tiba-tiba saja pikiran Shin-Hae melayang pada perlakuan dingin Kyuhyun semalam

Setelah meletakkan seluruh berkas kesetiap meja yang berada diruangan ini, Shin-Hae duduk dipinggir dekat pintu keluar, menunggu hingga rapat itu selesai. Pandangan Shin-Hae benar-benar tidak teralihkan dari Kyuhyun yang sedang mempresentasikan bentuk diagram hasil penjualan perusahaan mereka sebulan ini. Shin-Hae tidak perduli dengan ucapan Kyuhyun, yang diperudlikannya hanya bibir penuh Kyuhyun yang mengucapkan kata-kata yang selalu berhasil membuat seluruh orang diruangan ini bertepuk tangan bangga untuk Kyuhyun

Pria itu sama sekali tidak melihat kearah Shin-Hae. Shin-Hae yakin pria itu masih marah padanya. Dia harus minta maaf. Tapi bagaimana caranya meminta maaf pada orang yang sulit untuk memaafkan kesalahannya. Dan sekali lagi Shin-Hae teringat akan hari sabtu besok. Hari dimana dia akan dipertemukan dengan keluarganya

Rapat selesai, Shin-Hae kembali membereskan berkas-berkas yang dibawanya tadi dalam genggamannya dan berniat membawanya kembali keruangannya. Shin-Hae menyadari ada satu tatapan tersembunyi yang seperti sedang mengintai kegiatannya. Shin-Hae tinggal sendiri diruangan ini setelah semua orang meninggalakan ruangan rapat ini

Shin-Hae menoleh kekiri dan kekanan memastikan bahwa ditempat ini tidak ada satu orangpun. Tapi dia merasa ada seseorang yang mengintipnya dibalik pintu. Dan benar saja, Shin-Hae terkejut saat mendapati seorang lelaki yang tiba-tiba saja muncul didepan pintu dengan tersenyum

Pria itu seperti gambaran Kyuhyun, cukup tinggi, tubuhnya memilik abs yang cukup menonjol dari balik kemeja ketat yang dipakainya, lelaki ini juga memiliki senyuman menenangkan, tapi tetap tidak bisa mengalahkan pesona Kyuhyun. Shin-Hae mengerutkan keningnya bingung kearah lelaki yang belum dikenalnya itu

“sekretaris baru ?” tanya lelaki itu dengan lembut. Dia mendekat kearah Shin-Hae dengan tatapan menjijikan. Shin-Hae merasa ada yang tidak beres dengan lelaki ini. saat lelaki itu memajukan langkahnya, Shin-Hae melangkah mundur, menjauh sebisanya

“ya” suara Shin-Hae terdengar tercekat. Lelaki itu tersenyum lagi, kali ini senyuman nafsu yang ditunjukkannya. Shin-Hae terus melangkah mundur menghindari lelaki brengsek yang sepertinya menginginkan tubuhnya. Jantung Shin-Hae melorot saat punggungnya menyentuh dinding. Sial! Dia terpojokkan sekarang. tidak ada celah untuk melarikan diri lagi

“siapa namamu” ujar lelaki itu saat tubuhnya telah berdiri tepat didepan tubuh Shin-Hae. jaraknya sangat memungkinkan untuk pria itu menyentuh tubuhnya hanya dengan menjulurkan tangannya sedikit lagi saja

“mau apa kau!” Shin-Hae meninggikan suaranya saat pria itu memajukan langkahnya sekali lagi hingga tubuh mereka hampil menempel. Kyuhyun tolong aku .. tolong aku! Jerit Shin-Hae dalam hati

“aku hanya ingin berkenalan, sayang. Siapa namamu” tangannya mulai terangkat kearah pinggul Shin-Hae. Shin-Hae menghempaskannya dengan cepat

“keparat! Jauhkan tangan kotormu dari tubuhku” lelaki itu tertawa melihat Shin-Hae yang mencoba memberontak

“wow, galak sekali nona” tangannya bergerak kembali dan berniat ingin menyentuh Shin-Hae sekali lagi. tapi kali ini gerakan tangannya terhenti diudara karna seseorang dari belakang menahannya. Shin-Hae melihat Kyuhyun yang jauh lebih tinggi dari tubuh lelaki ini sedang mencengkram lengan lelaki itu yang tengah meringis kesakitan. Kyuhyun menarik jas lelaki itu hingga menjauhi tubuh Shin-Hae lalu melemparnya kelantai

“kalau kau tau siapa dia, aku bersumpah kau tidak akan pernah berani menyentuhnya” suara Kyuhyun bergetar menahan emosi. Saat dia kembali keruang rapat dia melihat pemandangan yang membuat darahnya mendidih seketika. Shin-Hae disudutkan oleh pria yang jelas-jelas hanya pegawai rendahan diperusahaan ini. dan dia menyentuh Shin-Hae! dia menyentuh apa yang seharusnya hanya dia yang boleh menyentuhnya

Kyuhyun menunduk kearah pria yang dilemparnya tadi lalu mencengkram kemejanya kuat-kuat hingga pria itu kehilangan napasnya beberapa detik karna cengkraman Kyuhyun tepat berada disaluran pernapasannya

“aku akan membunuhmu” Kyuhyun menarik pria itu berdiri kembali lalu mendorongnya dengan setengah berlari kearah sudut ruangan lainnya. Kepalan tangan Kyuhyun menghantam hidung pria itu hingga mengeluarkan darah. Kyuhyun kembali menghambat pernapasannya lagi. lalu Kyuhyun mengeluarkan handphonenya dari saku celananya

“Kim Jong Wook-ssi, datang keruang rapat sekarang juga. kau akan menemukan anak buahmu diruangan ini. aku ingin kau memecatnya sekarang juga dan memastikan pria ini tidak akan pernah mendapat pekerjaan apapun dan dimanapun. Ini perintah!” Kyuhyun mematikan telponnya dengan kasar. Kyuhyun menatap tajam kearah lelaki yang sudah kehabisan napas itu lalu tersenyum licik “nikmati hari-hari terakhirmu menjadi seorang karyawan, bung” Kyuhyun membanting tubuh pria itu ke dinding, tubuh pria itu merosot kebawah dengan lemah. Kyuhyun mengalihkan padangannya kearah Shin-Hae berada

Shin-Hae terjatuh lemas menyaksikan pemandangan dihadapannya. Kyuhyun benar-benar terlihat menakutkan. Shin-Hae merasa kakinya lemas dan kepalanya sedikit pusing. Sial! Ini benar-benar mengerikan. Kyuhyun melakukan sesuatu yang diduganya tidak pernah dilakukannya sama sekali

Shin-Hae melihat Kyuhyun melangkah mendekat kearahnya, dia berjongkok tepat dihadapan Shin-Hae. tidak melakukan apapun hanya memandangi seluruh tubuh Shin-Hae, memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan tubuh gadisnya

“kau tidak apa-apa ?” Kyuhyun bertanya dengan nada yang dingin. dia masih terlihat marah. Bukan karna lelaki itu, tapi karna kejadian di pub kemarin. ya, karna masalah itu. dengan tenaga yang dia punya, Shin-Hae menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia baik-baik saja

“bisa berdiri ?” tanya nya sekali lagi, saat Shin-Hae mengangguk Kyuhyun mengangkat tubuh Shin-Hae untuk membantunya berdiri. Kyuhyun dan Shin-Hae berjalan berdampingan keluar ruangan dan menuju lift. Mereka menunggu dalam diam, tidak ada percakapan apapun yang mereka ucapkan

Sesampainya didalam lift, ada 2 orang yang dikenal Kyuhyun disana. mereka membicarakan masalah rapat yang tadi mereka laksanakan. Membicarakan masalah peningkatan penjualan yang dilakukan oleh Kyuhyun dengan sangat baik. Shin-Hae hanya berdiri memojokkan diri disisi lift, dia merasa seperti orang asing diperusahaan ini. Kyuhyun menyuruhnya bekerja diperusahaannya, tapi setelah dia bekerja disini, dia diperlakukan seperti orang asing. Inikah imbalannya ? jika seperti ini, lebih baik Shin-Hae keluar dan mencari pekerjaan baru

Lift berhenti dilantai 24. Shin-Hae mencoba menarik perhatian Kyuhyun dengan memajukan tubuhnya lebih dekat kearah pintu lift, namun Kyuhyun sama sekali tidak menoleh. Shin-Hae merasa sedikit kecewa. Separah itulah kesalahannya. Pintu lift terbuka, Shin-Hae benar-benar keluar dari lift namun masih menunggu Kyuhyun memanggilnya. Sayangnya, hal itu tidak terjadi hingga pintu lift tertutup kembali. Mata Shin-Hae terasa panas dan pandangannya kabur karna airmata yang telah menumpuk dikelopak matanya

******

“jadi dia tidak berbicara padamu ?” Shin-Hae menggelengkan kepalanya pada Minji melalui telpon, seolah Minji melihat apa yang sedang dia lakukan, namun tersadar bahwa Minji tidak melihatnya menggelengkan kepala, dia menjawab “tidak”

“aish! Pabo-ya! Susah payah aku mendekatkanmu pada Kyuhyun, lalu dengan mudahnya kau menghancurkan kepercayaannya padamu. Jika aku jadi Kyuhyun, aku akan melakukan hal yang sama” ucapan Minji sama sekali tidak membantu untuk membuat hatinya terasa lebih ringan, justru membuatnya terasa lebih menyakitkan. Wanita sialan!

“yak! tidak bisakah kau mengatakan sesuatu yang membuatku terhibur ? percuma saja aku menceritakannya padamu” balas Shin-Hae tak kalah ketusnya dengan Minji

“tidak! Aku tidak punya stok kata-kata menenangkan untuk wanita pengkhianat sepertimu” tiba-tiba saja Shin-Hae merasa ubun-ubunnya mendidih mendengar ucapan Minji. Apa ? wanita pengkhianat ?!

“baiklah baiklah, aku memang salah. Lalu apa yang harus aku lakukan ?” Shin-Hae mendengar suara dengusan ringan yang diduganya adalah seringaian Minji. Gadis brengsek!

“tentu saja kau harus minta maaf lalu menerima lamarannya. Kurasa itu cukup membuatnya memaafkanmu”

Shin-Hae mengernyit mendengar kata lamaran. Kenapa kata itu menjadi menyebalkan ditelinganya ? pikiran Shin-Hae tiba-tiba saja melayang pada saat Kyuhyun melamarnya. Oh, brengsek! Dia merindukan pria itu. merindukan suaranya, merindukan perlakuannya, merindukan segala hal yang Kyuhyun pernah lakukan padanya

“haruskah ?”

“jika kau ingin dimaafkan” jawab Minji sekenanya. Shin-Hae memejamkan matanya memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Kyuhyun. apakah pria itu mau mendengarkan kata-kata Shin-Hae ? gila! Ini benar-benar gila! Satu-satunya pria yang membuat Shin-Hae memikirkan cara untuk meminta maaf hanya Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar merubah segalanya membuat Shin-Hae melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan gadis itu untuk orang lain

******

Sabtu! Oh, akhirnya datang juga hari ini. apa yang akan dilakukan Kyuhyun padanya hari ini ? apakah pria itu sudah bersikap normal lagi padanya ? Shin-Hae mengernyit mendengar percakapan dua orang gadis yang berada disebelah Shin-Hae yang juga sedang menunggu pintu lift terbuka dan membawa mereka keruangan kerja masing-masing

“benarkah ? kalau begitu, ini pertama kalinya dia tidak masuk kerja” ucap gadis berambut pirang yang lebih tinggi dari wanita berambut hitam yang sedang menanggapi ucapannya

“aku rasa ada yang aneh dengannya. Kudengar, kemarin dia baru saja memecat seseorang tanpa alasan yang jelas. Dan hari ini dia membolos tanpa keterangan. Membuat seluruh perusahaan menjadi ribut karna ketidak hadiran CEO” ucap si rambut hitam itu membuat Shin-Hae melebarkan matanya sempurna. CEO ? berarti yang dibicarakan mereka adalah Kyuhyun ? dan Kyuhyun tidak masuk kerja hari ini ? dentingan pada lift menyadarkan Shin-Hae dari lamunannya. Shin-Hae menekan angka 24 pada tombol yang berada didinding lift. Dengan cepat lift membawanya menuju lantai 24 setelah melewati lantai 22 yang menurunkan dua orang gadis tadi. pintu lift terbuka saat angka 24 diatas lift menyala, namun Shin-Hae tidak menggerakkan tubuhnya keluar dari lift. Alih-alih keluar dari lift, Shin-Hae justru menekan angka 25 di dinding lift. Dia benar-benar harus memastikan sendiri kalau Kyuhyun benar-benar tidak ada diruangannya. Kenapa pria itu membolos ?

Pintu lift terbuka, Shin-Hae setengah berlari menuju meja resepsionist dan menanyakan tentang Kyuhyun

“dia tidak masuk hari ini” jawab seorang wanita dari balik meja resepsionist dengan sebuah senyuman. Wanita ini sering melihat Kyuhyun dan Shin-Hae keluar masuk kedalam ruangan pria itu beberapa kali. Mungkin bisa dikatakan satu-satunya wanita yang pernah diajak Kyuhyun masuk kedalam ruangannya. Jadi dia tidak heran mengapa Shin-Hae menanyakan keberadaan Kyuhyun hari ini

“apa ada keterangan kenapa dia tidak masuk hari ini ?” tanya Shin-Hae dengan suara khawatir yang sangat kentara. Wanita itu menggeleng lemah

“tidak ada” Shin-Hae berterimakasih pada wanita itu lalu kembali menuju pintu lift. Setelah sampai diruangannya, Shin-Hae mencari nama Kyuhyun didalam daftar kontak handphone nya. Setelah menemukannya, dengan segera Shin-Hae menelponnya. Dering pertama, dering kedua, dering ketiga, dering keempat, dering kelima, dering keenam hingga akhirnya suara wanita memutus deringan itu menjadi kata-kata yang memberitahu Shin-Hae bahwa handphone Kyuhyun sedang tidak aktif dan menyuruhnya meninggalkan pesan suara

Ada apa ini ? pria itu tidak menjawab telponnya. Oh, astaga jantungnya serasa melorot. Ada yang tidak beres! Sekali lagi Shin-Hae mencoba menghubunginya, namun hasilnya sama. Siapa yang harus dia hubungi jika seperti ini ? Shin-Hae tidak memiliki kontak rumah Kyuhyun sama sekali. Min Woo ? Il Woo ? apa mereka mengetahui keberadaan Kyuhyun ? detik itu juga Shin-Hae menghubungi Min Woo

“Min Woo, kau tau dimana Kyuhyun berada ?” saat deringan terputus dan tergantikan suara sapaan Min Woo, Shin-Hae segera membicarakan intinya menelpon

“tidak. Aku belum berhubungan dengannya hari ini. ada apa ?” suara Min Woo terdengar cemas

“aku tidak bisa menghubunginya hari ini, jika kau mendapat kabar tentangnya bisa tolong beritahu aku ?” suara Shin-Hae melemah, bahkan Min Woo tidak tau dimana pria itu. sebelum telponnya ditutup, Shin-Hae mengingat sesuatu untuk ditanyakan pada Min Woo

“Min Woo-ssi, beritau aku alamat rumah Kyuhyun”

******

Setelah mendapat alamat rumah Kyuhyun, Shin-Hae melajukan mobilnya menuju rumah Kyuhyun dan disinilah dia sekarang. didepan rumah super mewah milik Kyuhyun. dia pernah datang ketempat ini satu kali, hari dimana dia tertidur didalam mobil Kyuhyun lalu pria itu menidurkan Shin-Hae dirumahnya, dikamarnya, dan diranjang miliknya. Kenangan itu terasa menusuk kepala Shin-Hae hingga membuatnya sakit. Satu hal yang disadarkannya kali ini adalah, dia merindukan Cho Kyuhyun

Shin-Hae turun dari mobilnya lalu melangkah memasuki pekarangan rumahnya yang sangat luas. 3 orang pria berbaju resmi mendekat kearah Shin-Hae dengan senyuman sopan tercetak dibibir mereka. Shin-Hae menundukkan kepalanya menyapa ke-3 pria ini

“hmm .. aku Shin-Hae, bisa aku bertemu Cho Kyuhyun ? dia mengenalku” tanya Shin-Hae sambil meyakinkan saat ke-3 pria itu telah benar-benar berdiri dihadapannya. Salah satu dari mereka berbicara dibalik kerah kemejanya yang tersambung entah kemana lalu pria itu menganggukkan kepalanya

“silahkan” ke-3 pria itu mengantar Shin-Hae menuju pintu utama rumah ini, Shin-Hae melirik kearah garasi rumah ini yang terdapat 6 mobil terparkir disana, salah satunya terlihat audi hitam yang biasa dipakai Kyuhyun terparkir juga disana. tiba-tiba saja perasaan lega menghantam pikiran Shin-Hae. Kyuhyun ada dirumahnya. Dan .. 5 mobil lagi milik siapa ? jangan katakan semua mobil itu miliknya!

“lantai 2, belok kanan, pintu pertama itu kamarnya” ucap salah satu pria bertubuh besar yang berdiri tepat disampingnya. Shin-Hae tersenyum sopan lalu meninggalkan mereka. Aku sudah tau letak kamarnya, batin Shin-Hae meremehkan ke-3 orang itu

Dengan gugup Shin-Hae berjalan cepat menuju kamar Kyuhyun. mereka menyuruh Shin-Hae kekamar Kyuhyun berarti pria itu ada disana. kenapa dia tidak masuk kerja hari ini ? Shin-Hae telah sampai didepan pintu kamar Kyuhyun, dengan ragu Shin-Hae mencengkram kenop pintu itu lalu memutarnya

Shin-Hae mendapati Kyuhyun masih berbaring diranjangnya. Posisinya membelakangi Shin-Hae, jadi dia tidak bisa melihat wajah pria itu. Shin-Hae berdeham untuk menyadarkan Kyuhyun akan kehadirannya, namun itu tidak berhasil. Kyuhyun tidak bergeming sama sekali. Shin-Hae melangkah mendekati ranjangnya, sekali lagi berdeham lebih keras dari sebelumnya. hasilnya sama, dia tidak bergeming sedikitpun

Shin-Hae mengitari ranjangnya ketempat wajah pria itu bersandar. Wajahnya terlihat pucat pasi dan keringat membasahi keningnya. Shin-Hae mengerutkan keningnya melihat Kyuhyun tampak kesakitan dalam tidurnya. Nekat Shin-Hae memegangi kening pria itu dan hasilnya mengejutkan, tubuhnya sangat panas, seperti terbakar

“astaga” Shin-Hae mengeluarkan tisue dari tasnya lalu menghapus butiran-butiran keringat yang muncul disekitar kening Kyuhyun. akibat sentuhan itu, Kyuhyun terjaga. Pria itu menatap wajah Shin-Hae dengan tatapan sayu

“kau sakit, kenapa tidak menghubungiku” ucap Shin-Hae pelan saat tau Kyuhyun telah terbangun dari tidurnya. Tidak ada yang diucapkan pria itu, Kyuhyun masih menatap Shin-Hae dalam-dalam. Shin-Hae tidak memperdulikan tatapannya, dia tetap melakukan kegiatannya sebelumnya

“tunggu sebentar, aku ambilkan obat” Shin-Hae bangkit berniat mencarikan obat didalam rumah ini yang bisa menurunkan suhu badan pria ini. namun langkahnya terhenti saat tangan Kyuhyun mencengkram lengan Shin-Hae menahannya pergi

“jangan pergi” ucap Kyuhyun serak. Pria itu mendudukkan tubuhnya dengan susah payah lalu menarik Shin-Hae hingga terjatuh keranjangnya dan detik itu juga Kyuhyun memeluk Shin-Hae. memeluknya dengan erat

“aku merindukanmu” ucapnya lagi. Shin-Hae tidak bisa mengatakan apapun, dia hanya bisa membalas pelukan Kyuhyun. aku juga merindukanmu, balas Shin-Hae dalam hati. Tiba-tiba saja pelukan Kyuhyun menjadi kaku ditubuh Shin-Hae. oh, apa yang terjadi ? apa yang salah ?

“kau tidak merindukanku” gumamnya pelan yang terdengar hanya berupa desahan tidak jelas. Tapi Shin-Hae cukup jeli untuk menangkap ucapan Kyuhyun. tidak! Dia melakukan kesalahan lagi, oh Tuhan!

Kyuhyun melepas pelukannya lalu kembali membaringkan tubuhnya lemah diatas ranjangnya lalu menutup matanya. Shin-Hae merasa bersalah, dia merindukannya, dia merindukannya juga, demi Tuhan dia juga merindukannya

“untuk apa kau datang ?” tanya Kyuhyun masih memejamkan matanya

“aku tidak melihatmu dikantor, dan kau juga tidak menjawab telponku. Jadi aku datang kesini” ucap Shin-Hae gugup, ini terdengar seperti introgasi mengerikan

“hanya itu ?” kali ini Kyuhyun membuka matanya dan menatap Shin-Hae yang masih terduduk kaku disebelah tubuh Kyuhyun

“aku mengkhawatirkanmu, Sajangnim. Apakah itu tidak cukup jelas ?” Shin-Hae mulai merasa jengkel dengan Kyuhyun. pria itu terkekeh geli mendengar suara ketus Shin-Hae. Kyuhyun kembali duduk dan menyandarkan punggungnya ketumpukan bantal yang disusunnya untuk menahan tubuhnya

“kau merindukanku, nona Shin. Kalau kau merindukanku, katakan saja kau merindukanku. Jujur itu lebih mudah” Kyuhyun mendekatkan wajahnya kearah Shin-Hae, lalu menurunkan bibirnya kearah bibir Shin-Hae. pria itu mengecupnya lembut, sangat lembut hingga membuat jantung Shin-Hae berdegup dengan kencang hanya karna sebuah kecupan. Shin-Hae mengernyit saat rasa panas menyambangi bibirnya. Suhu tubuh Kyuhyun benar-benar panas

“kau harus kerumah sakit” cecar Shin-Hae dengan nada tak suka. Tiba-tiba saja Kyuhyun merasa sakit dibagian kepala, membuat Kyuhyun menyadari apa yang disarankan Shin-Hae ada benarnya. Dia sakit. Sebenarnya ini bukan sakit seperti biasanya, dia hanya merasa ada yang hilang dari dirinya hingga dia merasa setengah jiwanya tidak berada dalam raganya. Dia kehilangan gadisnya beberapa hari ini. separah inilah reaksi tubuhnya jika tidak ada Shin-Hae disisinya. Dia sedikit bergidik ngeri membayangkan bagaimana jika Shin-Hae benar-benar tidak bersamanya dalam jangka waktu yang cukup lama. Dia harus mendapatkan wanita itu. dia harus mengikat Shin-Hae dengan sebuah hubungan yang memperbolehkannya mengurung Shin-Hae dalam hidupnya. Kyuhyun benar-benar menawannya

******

“tapi kau masih sakit” bantah Shin-Hae sambil berusaha menahan langkah Kyuhyun menuju mobilnya. Pria itu bertekad membawa Shin-Hae kehadapan orangtuanya hari ini juga. dengan keadaan lemah seperti ini. Kyuhyun benar-benar tidak perduli dengan kesehatannya, dia hanya ingin mempercepat perikahannya dengan Shin-Hae

“aku sehat. Dan tolong jangan membantah” Kyuhyun menarik lengan Shin-Hae dan mendudukkannya kekursi penumpang disebelah kursi kemudi. Tak lama Kyuhyun menyusul duduk disebelahnya dan segera menjalankan mobil dengan kecepatan normal

“memang tidak bisa ditunda hingga kau sembuh ?” tanya Shin-Hae setelah sekian lama diam didalam mobil. Kyuhyun menggelengkan kepalanya tegas sebagai jawabannya

“aku hanya tidak ingin menunda suatu hal jika aku masih bisa melakukannya dengan baik” jawab Kyuhyun dengan nada dingin, Shin-Hae terdiam, lelaki ini benar-benar tidak bisa dibantah. Jadi Shin-Hae memilh diam hingga mobilnya terparkir disebuah rumah yang tak kalah megah dan mewah dari rumah milik Kyuhyun

Shin-Hae keluar dari mobil setelah Kyuhyun membukakan pintu untukknya. Shin-Hae merasa degup jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Keringat mulai muncul dipelipisnya. Ini adalah kali pertama dia menjalin hubungan dan yang pertama kali pula dihadapkan dengan orangtua kekasihnya

Berbanding terbalik dengan Shin-Hae, Kyuhyun justru terlihat lebih sehat dari sebelumnya. dia terlihat seperti tidak sabar untuk memperkenalkan kekasihnya pada kedua orangtuanya dan segera meminta agar diizinkan menikah dengan gadis pilihannya

Kyuhyun menarik lengan Shin-Hae agar mengikuti langkahnya. Kyuhyun membuka pintu rumahnya dengan satu hentakan dan seluruh orang yang berada didalam rumah menjadikan Kyuhyun dan Shin-Hae sebagai pusat perhatian mereka

Semua orang tampak terkejut dengan kehadiran Kyuhyun, orang pertama yang menghampiri Kyuhyun adalah seorang wanita paruh baya yang diyakini Shin-Hae adalah ibunya. Wanita itu menawarkan sebuah pelukan kearah Kyuhyun, dan Kyuhyun menerima memeluknya

“anakku, aku merindukanmu” ucap ibu Kyuhyun sambil menyeka airmatanya tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Shin-Hae hanya bisa dia melihat adegan dramatis ini. Shin-Hae menoleh saat ada seorang wanita yang menepuk bahu Shin-Hae lembut. Seorang gadis mungil yang diperkirakan umurnya sama dengan Shin-Hae. gadis itu mengajak Shin-Hae meninggalkan Kyuhyun dan ibunya

“mereka memang selalu seperti itu jika sudah bertemu” ucap gadis mungil tadi mencoba menghibur Shin-Hae

“ah, perkenalkan” gadis tadi mengulurkan tangannya kearah Shin-Hae “aku Cho Hyemi. Aku adik sepupu Kyuhyun”

Shin-Hae segera menyambut uluran tangan gadis yang bernama Hyemi lalu balik memperkenalkan dirinya

“Kim Shin-Hae”  mereka tersenyum saat telah saling mengenal satu sama lain

“Kyuhyun-mu” Hyemi mengedikkan dagunya kearah belakang Shin-Hae pertanda bahwa Kyuhyun sedang berjalan kearahnya. Shin-Hae menolehkan kepalanya kearah yang ditunjuk Hyemi tadi, dan benar, Kyuhyun dan ibunya sedang berjalan kearahnya. Shin-Hae kembali menegang

“ini wanita yang kuceritakan” ucap Kyuhyun pada ibunya. Ibunya tidak mengalihkan matanya pada Shin-Hae sedetikpun dengan tatapan senang.  Selang beberapa detik ibu Kyuhyun memberi tanda ingin memeluk Shin-Hae, secara refleks Shin-Hae menundukkan tubuhnya agar bisa berpelukan dengan ibu Kyuhyun yang memang tubuhnya lebih mungil dari tubuh Shin-Hae

“akhirnya kau datang” gumam ibu Kyuhyun dengan nada lirih, sedikit berbisik agar yang lain tidak mendengar pembicaraannya. Shin-Hae tersenyum dalam dekap peluk ‘calon mertuanya’ Kyuhyun yang mengamati adegan itu hanya bisa menarik napas lega karna sepertinya ibunya menyukai pilihannya. Gadis pilihannya. Kim Shin-Hae

“dimana ?!” pelukan itu terlepas saat seorang perempuan berteriak dengan nada terkejut. Mata seluruh orang tertuju pada gadis remaja dengan gaun mewahnya yang menyapu lantai. Gadis itu melebarkan matanya saat melihat Kyuhyun berdiri dihadapannya dan juga melihat ibu Kyuhyun dan seorang wanita yang tak dikenalnya sedang berpegangan tangan

“dia ?” tunjuk gadis remaja itu kearah Shin-Hae. disamping gadis itu berdiri Hyemi dengan tampang puas seperti baru saja mengalahkan wanita itu dengan taruhan sebesar puluhan juta dollar

“ya, namanya Kim Shin-Hae. sekarang kau percayakan kalau Kyuhyun oppa memiliki kekasih” ucap Hyemi yang hampir bahkan melompat kegirangan. Sedangkan gadis disebelahnya hanya mengerutkan wajahnya kecewa lalu pergi begitu saja

Hyemi yang ditinggal oleh entah siapa nama gadis itu, menghampiri Shin-Hae dengan cengiran lebarnya. Lalu menyangkutkan lengannya ke siku lengan Shin-Hae

“boleh aku meminjamnya ? hanya sebentar” Hyemi menatap Kyuhyun dengan penuh harap agar dia mau meminjamkan calon istrinya sebentar. Sedangkan Shin-Hae menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan cemas. Takut dengan apa yang akan dilakukan Hyemi padanya. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya santai menjawab kedua pandangan itu yang ditujukkan padanya

Shin-Hae mengikuti langkah Hyemi entah menuju kemana. Mereka menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai berikutnya, dan tibalah mereka disalah satu pintu cukup besar berwarna cokelat tua. Hyemi mengeluarkan sebuah kunci dari balik gaun nya

“kamar siapa ?” tanya Shin-Hae saat mereka telah berada didalam sebuah kamar. Hyemi tidak langsung menjawab. Hyemi berlari kearah dua jendela besar yang terdapat didalam kamar ini lalu menutupnya dengan rapat

“ini kamar Kyuhyun. saat dia masih tinggal dirumah ini” ucap Hyemi sambil berjalan kearah satu-satunya ranjang yang berada dikamar ini. Shin-Hae tertegun sebentar memperhatikan setiap sudut kamar Kyuhyun

Tidak ada yang special. Hanya ada sebuah ranjang, meja kecil tempat menaruh lampu tidur, sebuah komputer, beberapa rak buku dan juga tempat menyimpan kaset games. Oh, ada satu rak lagi yang khusus menaruh foto-foto Kyuhyun saat masih kecil dan juga remaja. Tidak ada yang special, layaknya kamar normal

“kau tau, ini adalah kali pertama Kyuhyun mengajak seorang wanita kerumahnya” ucap Hyemi lagi yang membuat Shin-Hae kembali tertegun. Pertama kali ? dia yang pertama. Seperti mendapat sebuah penghargaan

“benarkah ?” jawab Shin-Hae dengan penuh rasa ingin tau

“kau lihat, ibu nya saja menyambutmu dengan hangat. Karna memang ini yang pertama kali. Mungkin dia merasa lega karna anaknya yang diberitakan Gay itu ternyata memiliki kekasih dan bahkan ingin menikah dalam waktu dekat” gurau Hyemi yang membuat Shin-Hae tersenyum malu saat dia menyinggung masalah pernikahan

“dia tidak seperti yang diberitakan banyak media” ucap Shin-Hae berusaha membela calon suaminya

“ya, aku tau” Hyemi menyetujui ucapan Shin-Hae. baru saja Hyemi ingin melanjutkan pembicaraannya, namun ketukan pada pintu kamar Kyuhyun menghentikan segalanya. Hyemi bangkit dari ranjang dan membukakan pintu kamar yang memang dikunci dari dalam olehnya

“boleh aku mengkalim kencanku kembali ?” Shin-Hae mendengar nada suara yang sangat familiar ditelinganya. Shin-Hae berbalik dan mendapati Kyuhyun sedang memandanginya. Shin-Hae mencari sosok Hyemi didekat Kyuhyun, namun wanita itu sudah tidak ada. Dimana dia ?

“untuk apa Hyemi mengajakmu kesini” gumam Kyuhyun yang ditujukan untuk dirinya sendiri, namun Shin-Hae terlalu peka dan mendengar apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun. Shin-Hae mengabaikan Kyuhyun yang bergerak masuk kedalam kamarnya menghampiri Shin-Hae. Shin-Hae berjalan menuju sebuah lemari yang memajang beberapa foto-foto masa kecil Kyuhyun

Shin-Hae mengambil salah satu foto Kyuhyun lalu tersenyum geli melihat pose Kyuhyun didalam foto yang masih berumur berkisar 5th. Pria itu begitu lucu dengan blazer kebesaran yang dipakainya. Kyuhyun merebut foto itu lalu meletakkannya kembali ketempat asal dengan sebal

“aku benci dengan foto itu” geram Kyuhyun pada Shin-Hae. Shin-Hae menoleh kearah Kyuhyun

“kenapa ? itu lucu” bantah Shin-Hae

“itu menjijikan”

“kau saja yang bilang seperti itu” ucap Shin-Hae dengan sebal. Shin-Hae kembali menelusuri setiap sudut kamar ini. menikmati segala pemandangan yang ada didalam kamar ini. Kyuhyun mengikuti Shin-Hae dari belakang, ikut memandangi kamarnya yang sudah lama dia tinggalkan

Kyuhyun membanting tubuhnya keatas ranjang miliknya. Dia merasa masih kurang sehat hari ini. dia memejamkan matanya sebentar sampai akhirnya terbuka lagi lalu menoleh kearah Shin-Hae yang sedang tersenyum melihat foto paling besar yang terpampang dikamarnya, dihadapan tempat tidurnya. Fotonya bersama ibunya

“untuk apa mengagumi sebuah foto kalau yang asli sedang berada dihadapanmu” suara Kyuhyun memecahkan keheningan yang terjadi beberapa menit. Shin-Hae mencibir kearah Kyuhyun

“cih, memangnya aku sedang mengagumimu. Aku sedang memandangi ibumu”

Kyuhyun menunjukkan wajah kecewanya secara terang-terangan, dia hampir telah memiliki gadis ini, dan akan menikahi gadis ini, namun dia tetap tidak bisa membuat Shin-Hae mengaguminya sedetik saja

“sini” Kyuhyun menepuk sisi ranjang disebelah Kyuhyun berbaring. Shin-Hae mengikuti perintah Kyuhyun. dia duduk disebelah tubuh Kyuhyun, namun setelahnya tubuh Shin-Hae ditarik hingga berbaring tepat disebelah Kyuhyun. belum selesai, Kyuhyun berguling kearah Shin-Hae dan kini posisinya adalah Shin-Hae berada dibawah tubuh Kyuhyun

“yak! apa yang kau lakukan” Shin-Hae berusaha kabur dari ranjang Kyuhyun namun dia tidak menemukan celah sama sekali untuk melarikan diri. Kyuhyun mengunci tubuh Shin-Hae rapat dibawah tubuhnya

“kenapa ? nanti kita juga akan melakukan hal yang lebih dari ini setelah kita menikah” ucap Kyuhyun santai yang membuat Shin-Hae semakin panik. Pria ini benar-benar telah kehilangan akalnya!

“jadi kau sudah punya jawabannya ?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba saja raut wajahnya berubah menjadi sangat serius. Oh, Shin-Hae baru sadar kalau dia belum memberikan Kyuhyun jawaban atas lamarannya

“bisa lepaskan aku dulu ?” pinta Shin-Hae, dan Kyuhyun mengabulkannya. Shin-Hae bangkit dari ranjangnya diikuti Kyuhyun disampingnya. Keduanya hanya terdiam, saling berhadapan, saling menatap namun tak ada satu patah katapun yang terucap

Kyuhyun mempersiapkan dirinya sebisa mungkin untuk segala kemungkinan terburuk. Kyuhyun benar-benar tidak bisa menerima penolakan, ditambah dengan kondisi kesehatannya yang memang sednag kurang baik, mungkin dia akan segera jatuh kelantai jika Shin-Hae menolaknya. Jika Shin-Hae menolaknya ? Kyuhyun tidak akan membiarkan wanita itu menolaknya. Kyuhyun hanya menyediakan satu jawaban yang harus dipilih Shin-Hae. Kyuhyun hanya ingin penerimaan, dia membenci kata penolakan

“aku ingin menanyakan sesuatu. Sesuatu yang membuatku selama ini berpikir keras tentang jawabannya” ucap Shin-Hae

“apa”

“kenapa kau menyukaiku ?” tanya Shin-Hae akhirnya, pertanyaan yang selama ini menghantui pikiran Shin-Hae. kenapa Kyuhyun menyukainya ? dan kenapa Kyuhyun memilihnya sebagai wanita yang ingin dia nikahi ?

“nyaman” jawab Kyuhyun singkat. Membuat Shin-Hae mengerutkan keningnya

“hanya itu ?” tanya Shin-Hae terkejut tak percaya

“memangnya kau membutuhkan jawaban seperti apa ? kukira kau membenci kata-kata bualan yang sering diucapkan dalam film Hollywood”

“aku serius, Cho Kyuhyun!”

“aku sangat serius. Aku merasa nyaman bersamamu. Kau fikir, apa lagi yang dibutuhkan selain kenyamanan dalam sebuah hubungan ? jika hanya dilandasi rasa sayang kufikir itu tidak akan berguna jika keduanya tidak saling merasa nyaman. Rasa nyaman sangat berperan penuh pada sebuah hubungan. Tidak mungkin seseorang mencintai tanpa diiringi rasa nyaman. Dan aku mendapatkannya pada dirimu. Aku merasa nyaman jika berada didekatmu. Jika hanya mengandalkan rasa suka, aku sudah mempunyai banyak wanita saat ini” jelas Kyuhyun panjang lebar yang membuat Shin-Hae semakin yakin dengan jawaban yang telah disiapkannya

“baiklah, aku mengerti” ucap Shin-Hae sambil mengangguk paham atas seluruh ucapan Kyuhyun

Kyuhyun tersentak kaget saat tiba-tiba saja Shin-Hae melangkah mundur teratur menuju pintu kamar Kyuhyun. Shin-Hae masih menatap Kyuhyun, begitu juga Kyuhyun hingga akhirnya Shin-Hae menggapai kenop pintu kamar Kyuhyun, Shin-Hae berbalik dan keluar dari kamar Kyuhyun

Kyuhyun memejamkan matanya frustasi lalu tubuhnya kembali terjatuh keatas ranjangnya. Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya berkali-kali, seperti berusaha menjernihkan pikirannya. Kyuhyun mengacak rambutnya gusar sebelum akhirnya pria itu lebih memilih menghabiskan waktunya dikamar miliknya. Dia bertekad tidak akan keluar dari kamarnya selama beberapa hari sampai dia benar-benar bisa menerima kalau Shin-Hae ternyata .. menolaknya

Baru Kyuhyun berniat tidur untuk melupakan segala kejadian yang sangat membuat jiwanya terguncang, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Bukan telpon, tapi sebuah pesan. Kyuhyun sedang tidak berniat dengan masalah perusahaan, jadi dia mengabaikan pesan itu

Namun, sekali lagi pesan masuk kedalam handphone Kyuhyun, dengan malas sambil menggerutu tidak jelas Kyuhyun meraih handphonennya dari saku celananya. Ada dua pesan, dengan malas dia membaca pesan tersebut, dan isinya membuat jantung Kyuhyun sejenak berhenti berdetak

Temui aku, dan aku akan memberimu jawaban

Kyuhyun masih tidak percaya dengan pesan yang dikirim Shin-Hae untuknya. jawaban ? itu berarti Shin-Hae belum .. menolaknya ? Kyuhyun membuka pesan kedua yang didapat dari Shin-Hae juga

Sekarang!

Dengan segera Kyuhyun berlari keluar dari kamarnya lalu menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Kyuhyun menanyai keberadaan Shin-Hae pada setiap orang yang ditemuinya didalam rumah megahnya ini. Kyuhyun berlari keseluruh penjuru rumahnya seperti orang yang sedang kerasukan

Kyuhyun berkali-kali menabrak bahu orang lain saat dengan tergesa-gesanya berjalan melewati mereka. Shin-Hae tidak terdapat dimanapun, degupan jantung Kyuhyun semakin berdetak dengan cepat saat dia tidak berhasil menemui Shin-Hae, dia takut jika terlalu lama menemukan gadis itu, Shin-Hae akan menolaknya lalu meninggalkannya. Ini benar-benar mengerikan

Deringan pada handphone Kyuhyun membuatnya berhenti mencari sejenak. Melihat siapa yang menelpon, Kyuhyun segera menekan tombol hijau pada handphone nya dengan perasaan senang dan juga gugup

“kau dimana” Kyuhyun bertanya dengan nada putus asa, Shin-Hae yang menelpon hanya terkekeh pelan

“sisa waktumu hanya 10 detik, temui aku kalau kau menginginkan jawaban seperti yang kau harapkan” ancam Shin-Hae yang membuat Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya kesegala tempat yang berada dirumahnya. Dia sedikit merutuki kebodohan ayahnya yang membangun rumah sebesar ini

“aku sudah mencarimu, tapi kau tid…” ucapan Kyuhyun terpotong oleh ucapan Shin-Hae

“mulai dari sekarang. sepuluh” Shin-Hae mulai menghitung. Kyuhyun mempercepat langkahnya menyusuri halaman belakang. Hasilnya sama, nihil

“tujuh” suara Shin-Hae masih terdengar disebrang sana. Kyuhyun berlari kearah teras tempat keluarganya berkumpul, dan kembali nihil yang dia dapat. Kyuhyun menghapus keringat dengan punggung tangannya sedikit kasar. Mengendurkan ikatan dasinya yang terasa mencekik sekarang

“empat” oh sial! Waktunya menipis. Kyuhyun benar-benar kehilangan akal mencari kemana lagi. seluruh isi rumahnya telah dijelajahinya, namun dia tetap tidak mendapatkan sosok Shin-Hae. Kyuhyun berbalik kearah kanan dari posisinya berdiri berniat kembali ke kamarnya, namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok wanita mungil dengan handphone ditelinganya sedang memandangi kolam renang yang terdapat dibelakang rumahnya. Detik itu juga Kyuhyun menghembuskan napas lega lalu menghampiri Shin-Hae secepatnya

“dua” Shin-Hae masih tetap menghitung tanpa menyadari kalau Kyuhyun telah berdiri dibelakangnya. Shin-Hae baru saja ingin mengucapkan angka terakhir dalam sepuluh detik, namun suara berat milik Kyuhyun telah lebih dulu mengucapkannya

“satu” suara Kyuhyun terdengar sangat jelas ditelinga Shin-Hae, detik itu juga Shin-Hae berbalik dan mendapati Kyuhyun yang sedang terengah-engah menatapnya dengan senyum separonya. Senyuman favorite Shin-Hae

Kyuhyun meraih handphone Shin-Hae yang masih ditempelkan ketelinganya lalu meletakkannya ke sebuah meja bersama handphone miliknya yang terletak tak jauh dari mereka

“aku sudah menemukanmu, dan aku ingin imbalannya” ucap Kyuhyun masih terengah-engah dan berusaha mengatur napasnya menjadi normal kembali. Shin-Hae tersenyum kearah Kyuhyun yang terlihat berantakan. Calon suaminya yang dicintainya

“terburu-buru sekali, tuan Cho” Shin-Hae berusaha mengulur waktu

“jangan mengalihkan pembicaraan, nona Shin” geram Kyuhyun sebal saat Shin-Hae tak kunjung memberinya jawaban. Shin-Hae melangkah maju kearah Kyuhyun yang membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya. Namun tujuan Shin-Hae bukanlah kearah Kyuhyun, Shin-Hae melalui tubuh Kyuhyun untuk menggapai handphone milik Kyuhyun

Shin-Hae masih tetap dengan posisi berhadapan dengan Kyuhyun, dia berkutat pada handphone milik Kyuhyun. seperti berbuat sesuatu pada handphone Kyuhyun. sang empunya handphone hanya diam tak melakukan apapun menunggu Shin-Hae selesai dengan handphone miliknya

Tak berapa lama Shin-Hae melangkah mundur untuk menatap wajah Kyuhyun, Shin-Hae tersenyum sekali lagi kearah Kyuhyun, membuat Kyuhyun benar-benar tak sabar untuk mendapatkan jawaban yang telah diminta nya sejak tadi

“lalu apa jawabannya ?!” bentak Kyuhyun frustasi

Shin-Hae mengacungkan handphone milik Kyuhyun yang kini telah menjuntai sebuah gantungan handphone berwarna putih mengkilap memanjang yang bertuliskan SK yang terbuat dari berlian kecil. Kyuhyun memandangi penuh kagum gantungan tersebut. SK, singkatan dari nama mereka. Shin-Hae dan Kyuhyun

“putar balik” perintah Shin-Hae pada Kyuhyun, Kyuhyun melakukan apa yang diperintahkan Kyuhyun. dan kali ini benar-benar membuat jantung Kyuhyun serasa melorot hingga kelantai. Senyumannya tak bisa ditahan sama sekali, menunjukkan deretan giginya yang putih

Dibalik tulisan SK tersebut terdapat tulisan YES yang sama terbuat dari berlian kecil yang terlihat mewah. Kyuhyun memeluk tubuh Shin-Hae dengan erat, menciumi puncak kepala gadis itu dengan perasaan yang benar-benar tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata

“kau akan menikahiku” gumam Kyuhyun lembut tepat ditelinga Shin-Hae. Shin-Hae mengangguk pasti dalam pelukan Kyuhyun. pelukan itu semakin erat hingga membuat Shin-Hae kesulitan bernapas, namun dia mengabaikan perasaan itu. dia merasa lebih nyaman dengan posisi seperti ini. nyaman ? benar apa yang dikatakan Kyuhyun tadi. nyaman adalah kata kunci untuk sebuah hubungan

“terimakasih Tuhan, kau bersedia menikah denganku” ucap Kyuhyun sekali lagi lalu kembali mencium puncak kepala Kyuhyun. mereka terlalu larut dengan apa yang sedang mereka rasakan dan mereka salurkan melalui sebuah pelukan, hingga tidak sadar kalau ternyata keluarga besar Cho Kyuhyun sedang memandangi mereka diam-diam dengan tatapan tak percaya sekaligus bahagia

“dan langkah selanjutnya, aku akan mengikatmu dengan sumpah pernikahan yang akan membuatmu tidak bisa lepas dari genggamanku” gumam Kyuhyun tepat ditelinga Shin-Hae yang terdengar seperti sebuah ancaman. Ancaman yang sangat manis. Shin-Hae tersenyum bahagia membayangkan kehidupan selanjutnya yang akan dia jalankan bersama lelakinya, Cho Kyuhyun

TBC

Oke, aku pantes dapet caci maki dari kalian karna part ini beneran gajelas

Aku aja enek baca FF ini, apalagi kalian T.T

Mohon maklum ya, inilah otak anak kuliahan kalo lagi dibebanin sama TA

Jadi bener-bener buntu