back to december

Desember .. bulan terakhir dalam satu tahun

Desember .. bulan penuh kesunyian, dan dingin

Dan Desember .. bulan paling menyakitkan yang pernah ada

Aku ingin kembali ke bulan Desember, dan memperbaiki semuanya

Juny  2012

Aku ‘Shin-Hae’ adalah gadis beruntung yang bisa mendapatkan hati seorang pria yang sangat populer seantero kota Seoul atau bahkan se-Korea Selatan. Tidak ada dari diriku yang bisa dibanggakan sama sekali. Tidak terlalu baik dalam pergaulan, tidak terlalu berprestasi dalam pekerjaan, tidak memiliki kesempurnaan sama sekali dibandingkan dengan wanita populer lainnya. Mungkinkah ini yang disebut sebuah keajaiban ?

Cho Kyuhyun. pria itu membuatku menyandang gelar sebagai kekasihnya bulan lalu. Entah apa yang ada didalam pikirannya memilihku menjadi kekasihnya. Sempat merasa keraguan yang teramat ketika dia menarikku keluar gedung –saat kami berada dikantor- dan menyatakan perasaannya padaku

Aku tidak munafik seperti gadis lain. Aku tertarik padanya ? tentu saja! siapa yang akan mengabaikan pria tampan seperti dia. aku tau perbedaan antara aku dan dia seperti terpaku antara langit dan bumi. Aku hanya bekerja dibagian yang tidak penting sama sekali diperusahaan yang dia miliki. Aku pesuruh dan dia boss nya

Terlalu banyak wanita berada didekat kami, dan aku mengerti itu. aku cemburu ? wanita mana yang tidak akan cemburu melihat kekasihnya digoda oleh wanita lain yang kecantikannya 1000x lipat lebih dari kecantikanku ? dan sialnya seluruh wanita yang berada didekatnya terlihat seperti barbie yang sangat menggiurkan

Dan kurasa dia tidak bisa menahan godaannya terhadap wanita lain. Sering kali aku melihat dia bermesraan dengan wanita lain. Bahkan jangka waktu pertemuanku dengan nya tidak lebih lama dari pertemuannya dengan wanita lain. Dan kurasa dia tidak benar-benar mencintaiku. Dan aku tidak bisa berbuat apapun

Barulah aku mengerti apa itu sakit hati, bagaimana rasanya diasingkan, bagaimana rasanya dicemooh dengan kata-kata yang tidak pantas hanya karna aku menyandang status yang memang tidak pantas untuk ku ambil. Namun aku mengambilnya. Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku

******

Shin-Hae menjatuhkan tubuhnya dikursi kerjanya yang berhadapan dengan sebuah layar komputer LCD berwarna hitam pekat. Kacamata berbingkai hitam telah bertengger diatas puncak hidungnya. Tumpukan berkas disebelah komputernya telah menunggu untuk dikerjakan dengan segera. Shin-Hae memasang headset ditelinganya, ini adalah cara terampuh yang dia temui agar bisa bekerja dengan tenang tanpa bisa mendengar cemoohan dari rekan kerjanya yang berada satu ruangan dengannya

Shin-Hae memang tidak sepopuler wanita lain, namun kecantikan alaminya benar-benar patut diacungi jempol. Dia merasa dirinya tidak ada apa-apa dibandingkan dengan rekan kerjanya yang terlihat lebih cantik dari dirinya. Semua adalah salah. Kecantikannya hampir mencapai kata sempurna. Rambut indah yang terurai melewati bahunya dengan indah yang bergelombang dibagian bawah, mata besar berwarna hitam pekat, kulit putih bersih tidak ada noda sedikitpun, bibir merah alami tanpa polesan apapun, dan tentu saja bentuk tubuh yang nyaris membuat wanita manapun merasa ingin bunuh diri melihatnya karna iri. Yang dideskripsikan sebagai wanita cantik dan sempurna adalah dia

Shin-Hae melepas headsetnya setelah menyelesaikan tugasnya. Dia melihat ke sekeliling, hanya ada dia sendiri. Shin-Hae melirik jam tangannya, dan ternyata ini waktunya makan siang. Shin-Hae menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan untuk merenggangkan ototnya yang terasa kaku. Shin-Hae mengeluarkan satu kotak makan siang berwarna merah yang dia persiapkan dari rumah. Jujur saja, Shin-Hae menjadi tidak nyaman bekerja dikantor ini semenjak dia menerima tawaran menjadi kekasih Cho Kyuhyun, boss nya. Dan dia tidak pernah berbaur lagi dengan rekan kerjanya yang memang dengan sengaja menjauhinya. Bahkan Shin-Hae tidak pernah menyantap makan siang yang disiapkan oleh perusahaan ini lagi

Shin-Hae memakan sepotong sandwich dengan lahap, dia belum mengkonsumsi apapun dari tadi malam. Shin-Hae hanya tinggal sendiri di Seoul, sebagian keluarganya masih berada di Jepang untuk melakukan tugas dari pekerjaanya. Shin-Hae merasa tidak nyaman tinggal dinegara lain, jadi dia memohon agar diizinkan pulang ke negara kelahirannya

Tiba-tiba saja handphone Shin-Hae berdering. Shin-Hae mencari benda kecil elektronik itu didalam tas nya dan setelah menemukannya dia langsung mengangkat telpnya tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelpon nya

“yeobseyo”

“Shin-Hae~ah, bagaimana kabarmu ?” ucap pria disebrang sana. Pria ? siapa ini ? Shin-Hae menjauhkan handphone nya untuk melihat siapa yang menelpon, dan setelah membaca nama si penelpon, barulah Shin-Hae menyadari kalau yang menelponnya adalah sahabat baiknya, Junho

“Junho! Kau ada dimana sekarang ? kenapa susah sekali menghubungimu” Shin-Hae balik membentak Junho karna memang pria ini sudah tidak pernah terlihat lagi beberapa tahun terakhir

“aku baru menyelesaikan wamil ku, hey kau belum menjawab pertanyaanku, bagaimana kabarmu ? kau baik-baik saja ?” Shin-Hae tersenyum mendengar suara lelaki ini. ini adalah satu-satunya kesempatan dia bisa tersenyum dengan benar. Tidak menunjukkan senyuman palsu yang selalu ditunjukkannya untuk lelaki yang menyandang status sebagai kekasihnya

Shin-Hae baru akan menjawab, namun tiba-tiba saja ada seseorang dari belakang yang menarik handphone Shin-Hae dengan paksa. Shin-Hae menoleh kebelakang dan mendapati Kyuhyun sedang melipat kedua tangannya didepan dada dengan tatapan tak suka. Kyuhyun melempar handphone milik Shin-Hae dengan keras ke meja kerja Shin-Hae, membuat Shin-Hae terkejut dengan apa yang baru saja dilakukannya

“ada apa ?” tanya Shin-Hae hati-hati

“aku tidak suka kau menerima telpon dari pria lain. Karna aku akan menganggap kau berselingkuh dibelakangku” ucap Kyuhyun tajam dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya

“tapi dia sahabatku, aku tidak mungkin menjalin hubungan dengannya. Dan aku” Shin-Hae menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya “aku sudah memiliki kau. Aku tidak membutuhkan orang lain” ucap Shin-Hae dengan nada super minim yang hampir tidak bisa didengar oleh siapapun kecuali dirinya sendiri

“terserah! Yang jelas aku tidak suka kau berhubungan dengan laki-laki manapun selain aku. Aku juga bisa sakit hati, kau tau” setelah menyelesaikan ucapannya, Kyuhyun berjalan menjauh dari Shin-Hae. meninggalkannya sendiri. Shin-Hae merasa frustasi dengan apa yang baru saja dialaminya. Dia mengira Shin-Hae berselingkuh, lalu apa kabarnya dengan dia ? apa dia lupa hampir setiap hari dia bermesaraan dengan wanita lain dihadapan Shin-Hae

******

July, 2012

Shin-Hae berjalan dengan semangat menuju ruangan boss nya. Cho Kyuhyun. Shin-Hae menyembunyikan sesuatu dibalik badannya, sesuatu yang bertangkai dan berwarna merah. Bunga mawar. Shin-Hae berniat menaruh bunga ini dimeja kerjanya sebagai ucapan selamat pagi. Sebenarnya bukan itu tujuan utamanya. Hari ini adalah ulangtahun Shin-Hae. 18 juli. Shin-Hae ingin mengingatkan Kyuhyun kalau hari ini adalah hari special dalam hidupnya

Shin-Hae mengetuk sebelum membuka pintu yang terbagi menjadi dua ini. pintu ruangan Kyuhyun bekerja. Karna tidak ada jawaban dari dalam, Shin-Hae nekat memasuki ruangan tersebut. Ternyata ruangannya kosong. Apa dia belum datang ? Shin-Hae melirik jam tangannya sekilas, ini sudah masuk jam kerja, tapi dia belum datang

Shin-Hae tidak ingin berlama-lama diruangan megah ini, rasanya seperti penguntit. Shin-Hae meletakkan bunga mawar yang dia bawa diatas meja kerja yang biasa Kyuhyun tempati. Tersenyum sebentar saat pikirannya mengkhayal saat Kyuhyun mengucapkan ucapan selamat ulang tahun untuknya hari ini. Shin-Hae berbalik menuju pintu, belum sempat mencapai kenop pintu dan menariknya agar terbuka, tiba-tiba saja pintu terbuka lebih dahulu dari depan. Cho Kyuhyun!

Shin-Hae menahan napas saat melihat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan tak suka setelah menemui Shin-Hae diam-diam berada didalam ruangannya. Mata Shin-Hae beralih kebelakang pundak Kyuhyun yang menampilkan sosok wanita cantik yang dengan seenaknya menarik lengan Kyuhyun agar mendekat kearahnya. Wanita yang sama dengan wanita saat Shin-Hae memergoki Kyuhyun sedang bermesraan dengan wanita ini. si Barbie yang menggiurkan

Shin-Hae merasa salah tingkah melihat kejadian itu, Shin-Hae memaksakan seulas senyum dibibirnya. Seperti biasa, senyuman palsu. Mata Shin-Hae masih terpaku pada mata Kyuhyun yang tiba-tiba saja terlihat menjadi .. merasa bersalah ?

“m .. maaf” ucap Shin-Hae gugup sambil menerobos tubuh Kyuhyun untuk keluar dari ruangan ini. Shin-Hae setengah berlari menuju ruangan tempatnya bekerja. Dadanya terasa sakit, matanya terasa perih. Pandangannya menjadi buram akibat air mata yang menggenang disana. tidak, dia tidak boleh menangis. jangan menangis Shin-Hae~ssi! Perintah Shin-Hae dalam hati untuk dirinya sendiri

Tanpa diperintah, tiba-tiba air mata Shin-Hae terjatuh begitu saja melewati pipi mulusnya. Dengan gerakan cepat Shin-Hae menghapus air mata dengan punggung tangannya secara kasar. Ini tidak benar. Apa yang salah ? sebenarnya disini Kyuhyun-lah yang bersalah. Tapi kenapa Shin-Hae yang menangis ? kenapa hanya Shin-Hae yang menangis ? dia tidak merasa bersalah sedikitpun

Kyuhyun tersenyum sekilas kearah Lee Jung Ha yang berada disebelahnya sekarang. gadis yang beberapa hari ini selalu mengikuti kemanapun Kyuhyun pergi. Kyuhyun sangat tau kalau gadis ini mencoba merayu Kyuhyun habis-habisan, namun Kyuhyun tidak merasa tertarik sama sekali. Kyuhyun hanya mencoba bersikap sopan pada keluarga yang akan menyumbangkan dana mereka keperusahaan milik Kyuhyun

Mereka memang terlihat sering bermesraan, hanya itu yang bisa Kyuhyun lakukan untuk menarik perhatian gadis ini agar tetap bisa mempertahankan keluarganya agar bisa menjadi investor tetap diperusahaan ini

Kyuhyun berjalan mendekati meja kerjanya yang memperlihatkan sesuatu disana. bunga ? Kyuhyun segera menoleh kebelakang berharap masih bisa menemukan sosok Shin-Hae, namun terlambat. Dia sudah tidak berada didekat sini lagi

“ige mwoya” Lee Jung Ha mengambil bunga mawar yang menjadi perhatian Kyuhyun tadi dengan tatapan jijik

“caranya menarik perhatianmu kuno sekali” lanjutnya yang membuat Kyuhyun tersenyum

“buang saja” ucap Kyuhyun dengan nada malas, membuat Jung Ha tersenyum senang mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Lalu Jung Ha membuang bunga tersebut kedalam tempat sampah yang tersedia tepat disamping meja kerja Kyuhyun

******

Shin-Hae menunggu bus dihalte yang tersedia didepan gedung bertingkat tempat dimana dia bekerja. Malam sudah semakin larut, Shin-Hae sudah melewatkan beberapa bus yang menyambangi halte tersebut. Dia benar-benar tidak ingin kembali hari ini

Ini adalah hari ulang tahun nya. Dia mengaktifkan handphone nya hampir sepanjang hari hanya untuk menunggu ucapan selamat dari kekasihnya. Namun Cho Kyuhyun tidak pernah menelpon. Sesaat handphone nya berbunyi hanya telpon dari eomma, appa, dan Junho yang mendoakan Shin-Hae dihari kelahirannya. Namun bukan mereka yang Shin-Hae harap. Dengan satu gerakan lambat, Shin-Hae melepas baterai handphone nya dan membuangnya begitu saja kedalam tas kecil berwarna hitam miliknya

Kyuhyun melupakannya lagi hari ini. hari ini ? bahkan hari-hari sebelumnya Kyuhyun tidak pernah menganggapnya ada. Airmata Shin-Hae kembali menggenang.Shin-Hae tidak kuat berada disisinya lagi. sepertinya Kyuhyun memang tidak memiliki perasaan apapun pada Shin-Hae. Kyuhyun hanya menggunakan Shin-Hae untuk memperbaiki nama baiknya yang disebut sebagai pria yang tidak pernah melakukan hubungan special pada siapapun. Seorang player

******

December, 2012

Degup jantung Shin-Hae berdegup dengan cepat saat dia berjalan menuju ruangan Kyuhyun. Shin-Hae ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini. dia telah mendiskusikan masalah ini dengan keluarganya, Shin-Hae memutuskan untuk kembali ke Jepang dan tinggal bersama keluarganya

Shin-Hae mengetuk pintu ruangan Kyuhyun berkali-kali, namun tidak ada jawaban sama sekali. apa Kyuhyun tidak masuk hari ini ? tapi kenapa ? atau dia sedang bersama dengan wanita itu ? Shin-Hae menggeleng kepalanya pelan agar memusnahkan pikiran itu dari kepalanya. Baru Shin-Hae ingin mengetuk pintu itu sekali lagi, seseorang dari belakang menyadarkan Shin-Hae

“dia tidak masuk hari ini, apa kau tidak tau ?” ucap pria yang kebetulan lewat denagn setumpuk berkas dipelukannya

“dia kemana ?” tanya Shin-Hae dengan nada sopan

“kau tidak tau ? bukan kah kau kekasihnya ?” pria itu menatap heran kearah Shin-Hae, Shin-Hae hanya bisa tersenyum lemah kearahnya, lalu pria itu melanjutkan “dia dirumah sakit sekarang, tadi malam dia mengalami kecelakaan lalu lintas”

Ucapan pria tadi membuat tubuh Shin-Hae menegang. Tanpa sadar tas yang berada dalam genggamannya kini terjatuh. Dada Shin-Hae semakin terasa sesak. Kecelakaan ? tadi malam ? Shin-Hae segera berlari menuju lift untuk turun kelantai paling dasar dan segera melesat menuju rumah sakit tempat Kyuhyun berada

******

Shin-Hae berdiri diluar ruangan menatap Kyuhyun dari kejauhan yang sedang berbicara dengan dokter yang sedang memeriksanya. Dia tidak koma, dan dia masih terlihat sangat sehat, hanya wajahnya terlihat pucat dan lemas ah, dan ada satu buah perban yang membalut lengan kirinya. Shin-Hae menghembuskan napasnya lega mengetahui kondisi Kyuhyun tidak terlalu parah

Suster yang sebelumnya berada didalam ruangan Kyuhyun pun keluar, Shin-Hae memanggilnya untuk menanyakan keadaan Kyuhyun

“apa luka nya parah ?” tanya Shin-Hae dengan suara rendah

“tidak, dia hanya membutuhkan banyak darah sekarang. dia kehabisan darah akibat lengannya kirinya robek” jelas perawat itu

“apa ?! lalu sudah diberikan ?” tanya Shin-Hae sekali lagi

“itu masalahnya, kami sedang kehabisan stok darah golongan A”

“A ? darah ku A, kau bisa mengambilnya untuk diberikan pada Kyuhyun”

“benarkah ? baiklah kalau begitu. Ikut aku, aku akan memeriksamu terlebih dahulu”

Shin-Hae dan perawat tadi berjalan menuju satu ruangan khusus yang terdapat 2 tempat tidur didalamnya. Shin-Hae lolos dalam pemeriksaan kesehatan darahnya. Dia bersiap untuk mendonorkan darahnya. Perlahan jarum yang cukup panjang menembus kulitnya dan setelah itu, rasa yang amat sakit terasa dibagian tempat jarum itu dibenamkan. Lama kelamaan tubuh Shin-Hae terasa menjadi lemah. Dia baru ingat kalau dia belum mengkonsumsi apapun hari ini. dan sekarang darahnya dikuras yang membuatnya menjadi tambah tidak bertenaga

“sudah selesai” ucap perawat tadi, kini sudah terlihat 2 kantong darah yang berhasil diambilnya dari tubuh Shin-Hae. Shin-Hae tersenyum lemah

“boleh ku minta data pribadimu untuk diberikan pada pasien ?” tanya perawat itu lagi

“bisakah kau merahasiakannya ? aku tidak ingin dia tau” Shin-Hae menatap perawat itu dengan tatapan memohon. Namun tak berapa lama perawat itu menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban

******

Lengan Shin-Hae mendapat perban kecil bekas tusukan jarum tadi. terasa sedikit sakit pada saat tangannya digerakkan. Tubuhnya benar-benar lemas. Shin-Hae menolak berbagai makanan dan minuman yang diberikan perawat tadi untuk tetap menjaga kondisi Shin-Hae. dia bisa pingsan kalau tidak memakan apapun sekarang. tapi kenyataan itu malah membuat Shin-Hae bersemangat. Dia ingin pingsan, dia ingin kesadarannya hilang setelah menjalani hidupnya yang tak karuan beberapa bulan terakhir ini

Shin-Hae masih harus bertemu dengan Kyuhyun, dia harus menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Kyuhyun hari ini, karna besok dia akan pergi ke jepang. Shin-Hae mengetuk pelan pintu kamar Kyuhyun, setelah mendapatkan izin masuk, Shin-Hae berjalan lemah kearah Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat melihat siapa yang datang. Seperti tidak suka dengan kehadiran Shin-Hae

Shin-Hae sekilas melirik kantong darah yang telah terpasang diselang yang disambungkan ketubuh Kyuhyun. itu darahnya. Shin-Hae kembali memusatkan perhatiannya ke Kyuhyun. sekilas mengamati perban yang terbalut dilengan kirinya

“bagaimana kondisimu ?” basa-basi Shin-Hae

“seperti yang kau lihat, aku sudah bisa bekerja besok” jawab Kyuhyun malas. Sekali lagi Shin-Hae tersenyum lemah

“aku datang ingin memberikan ini” Shin-Hae menyerahkan amplop putih dengan tulisan pengunduran diri didepannya. Kyuhyun menatap Shin-Hae dengan tatapan tak suka, namun sekilas mata Kyuhyun menangkap perban kecil yang tertempel dilengan Shin-Hae saat tangan Shin-Hae masih terjulur untuk memberikan amplop tersebut

“mengundurkan diri ?” tanya Kyuhyun dengan nada dingin

“ya, kurasa itu yang terbaik. Dan aku minta maaf jika selama beberapa bulan ini aku membuatmu malu dengan status kita” ucap Shin-Hae dengan nada lemah

“aku tau kau tidak benar-benar berniat menjadikanku kekasihmu, dan aku sangat mengerti dengan alasannya” lanjutnya dengan seulas senyum dibibirnya. Senyuman palsunya

“baiklah, kurasa hanya itu yang ingin kusampaikan. Aku pergi” Shin-Hae membungkukan badannya 90 derajat pada Kyuhyun. hormat terakhirnya pada boss nya. Boss, bukan kekasih. Shin-Hae keluar ruangan Kyuhyun dengan selamat, namun setelah dia berhasil menutup pintu ruangan Kyuhyun, tiba-tiba saja pandangan Shin-Hae menjadi gelap. Shin-Hae kehilangan kesadarannya

***

I will not make the same mistakes that you did

I Will not let myself cause my heart so much misery

I will not break the way you did

You fell so hard

I’ve learned the hard way, to never let it get that far

(Aku tidak akan membuat kesalahan yang sama seperti yang kau lakukan

Aku tidak akan membiarkan diriku menyebabkan kesengsaraan hatiku begitu banyak

Aku tidak akan merusak jalanmu

kau jatuh begitu keras

aku telah belajar dengan cara yang keras, untuk tidak pernah membiarkan hal itu sampai sejauh itu)

Because of you

I’ll never stray too far from the sidewalk

Because of you

I learned to play on the safe side

So I don’t get hurt

Because of you

I find it hard to trust

Not only me, but everyone around me

Because of you

I am afraid

(Karena mu

Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari tepi jalan

Karena mu

Aku belajar untuk bermain di sisi aman

Jadi aku tidak terluka

Karena mu

Aku merasa sulit untuk percaya

Bukan hanya aku, tapi semua orang di sekitar ku

Karena mu

Aku takut )

I lose my way

And it’s not too long before you point it out

I cannot cry

Because I know that’s weakness in your eyes

I’m forced to fake, a smile, a laugh

Every day of my life

My heart can’t possibly break

When it wasn’t even whole to start with …

(Aku tersesat

Dan itu tidak terlalu lama sebelum kau menunjukkan itu

Aku tidak bisa menangis

Karena aku tahu itu sebuah kelemahan di matamu

Aku memaksakan senyum dan tawa palsu

Setiap hari dalam hidupku

Hatiku tidak mungkin beristirahat

Ketika itu bahkan tidak utuh untuk memulai dengan …)

Because of you

I’ll never stray too far from the sidewalk

Because of you

I learned to play on the safe side

So I don’t get hurt

Because of you

I find it hard to trust

Not only me, but everyone around me

Because of you

I am afraid

(Karena mu

Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari tepi jalan

Karena mu

Aku belajar untuk bermain di sisi aman

Jadi aku tidak terluka

Karena Anda

Aku merasa sulit untuk percaya

Bukan hanya aku, tapi semua orang di sekitar ku

Karena mu

Aku takut )

I watched you die

I heard you cry

Every night in your sleep

I was so young

You should have known better than to lean on me

You never thought of anyone else

You just saw your pain

And now I cry

In the middle of the night

For the same damn thing

(Aku melihat kau mati

Aku mendengar kau menangis

Setiap malam dalam tidurmu

Aku masih sangat muda

Kau seharusnya tahu lebih baik, daripada untuk bersandar pada ku

Kau tidak pernah memikirkan orang lain

Kau hanya mementingkan  rasa sakit mu

Dan sekarang aku menangis

Di tengah malam

Untuk hal sialan yang sama)

Because of you

I’ll never stray too far from the sidewalk

Because of you

I learned to play on the safe side

So I don’t get hurt

Because of you

I tried my hardest just to forget everything

Because of you

I don’t know how to let anyone else in

Because of you

I’m ashamed of my life because it’s empty

Because of you

I am afraid

(Karena mu

Aku tidak akan pernah menyimpang terlalu jauh dari tepi jalan

Karena mu

Aku belajar untuk bermain di sisi aman

Jadi aku tidak terluka

Karena mu

Aku berusaha sekuat tenaga hanya untuk melupakan semuanya

Karena mu

aku tidak tahu bagaimana membiarkan orang lain

Karena mu

Aku malu hidup karena kosong

Karena mu

Aku takut)

Because of you

Because of you

(Karena mu

Karena mu)

 

***

 

January, 2012

 

Kyuhyun bersama Park So Ah berjalan berdampingan dilorong rumah sakit tempat sebelumnya Kyuhyun dirawat. Dia masih harus memeriksakan kondisi tubuhnya rutin beberapa hari dalam satu minggu

Kyuhyun sama sekali tidak pernah tau mengenai Shin-Hae semenjak hari terakhir mereka bertemu dirumah sakit. Saat Shin-Hae memberikan surat pengunduran dirinya. Kyuhyun tidak merasa kehilangan sama sekali. Kyuhyun memang merasa dia tidak pernah memiliki perasaan apapun pada gadis itu. tapi sejujurnya, gadis itu memang menarik perhatiannya. Gadis cantik, manis, ramah, pendiam, dan polos. Kyuhyun dengan cepat menggelengkan kepalanya saat penilaian tentang Shin-Hae dipikirannya mulai membuatnya memikirkan yang tidak-tidak

“ada apa ?” tanya So Ah bingung sambil mengerutkan keningnya

“tidak” jawab Kyuhyun singkat sambil tersenyum menenangkan wanita yang berada disampingnya. Park So Ah bisa dikatakan pengganti Shin-Hae. menggantikan posisi Shin-Hae dihati Kyuhyun. bukan Kyuhyun-lah yang berniat mengencani gadis ini. namun gadis ini yang selalu memohon pada Kyuhyun agar dia mau menjadi kekasihnya, dan hasilnya adalah seperti sekarang. Kyuhyun seperti memiliki pengawal baru yang selalu mengikutinya kemanapun. Kyuhyun merasa tidak nyaman sama sekali. dia lebih menyukai Shin-Hae. langkah Kyuhyun terhenti sebentar secara tiba-tiba saat pikiran tentang ‘dia lebih menyukai Shin-Hae’ terlintas diotaknya. Ada apa ini ? pasti ada yang salah!

“sebenarnya ada apa denganmu ?” tanya So Ah masih dengan ekspresi yang sama

“hmm .. dimana ruangan dokternya ?” Kyuhyun mencoba mengalihkan pertanyaan So Ah karna Kyuhyun tidak menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu

So Ah menunjukkan ruangan dokternya dan sampailah mereka diruangan tersebut. Berhadapan langsung dengan seorang pria paruh baya dengan jubah putih panjang terbalut sempurna ditubuhnya

“bagaimana kabarmu, tuan Cho ? apakah ada keluhan seperti minggu lalu ?” tanya dokter itu dengan ramah

“tidak, tidak ada. Hanya sering merasa cepat lelah”

“kau masih kekurangan darah, sepertinya” ucap dokter itu sambil menuliskan resep obat yang harus ditebus oleh Kyuhyun. Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung. Kurang darah ?

“kurang darah ? kurasa bukan itu penyebabnya. Aku masih mengkonsumsi vitamin setiap hari”

“bukan kurang darah, tapi kekurangan darah. Tubuhmu banyak mengeluarkan darah sewaktu kecelakaan dulu. Untung saja ada gadis itu, kalau tidak aku tidak bisa menjamin keselamatanmu” ucap dokter itu lagi. Kerutan dikening Kyuhyun semakin bertambah

“apa maksudnya ?”

Dokter itu berhenti menulis lalu mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun

“kau tidak tau wanita penyelamat itu ?” tanya dokter itu sekali lagi yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Kyuhyun

“sewaktu kau memerlukan banyak darah, stok darah golongan A dirumah sakit ini sedang habis, dan tiba-tiba seorang wanita muda menghampiri kami dan meminta agar darahnya disumbangkan untukmu” dokter itu berhenti sejenak mengamati wajah Kyuhyun sambil tersenyum lemah “tapi setelah dia keluar dari ruanganmu dia jatuh pingsan, dia mendonorkan darahnya terlalu banyak dan dia tidak mengkonsumsi apapun yang pihak rumah sakit berikan, dia benar-benar nekad” lanjut dokter itu sambil terkekeh pelan

“wanita ? dan dia sempat keruanganku ? siapa namanya ?” tanya Kyuhyun bertubi-tubi

“dia tidak mau memberikan data dirinya pada kami, tapi aku melihat kalian berdua mengobrol diruanganmu. Kupikir kalian saling mengenal”

Kyuhyun mencoba mengingat sesuatu saat dia masih dirawat dirumah sakit ini. seorang wanita mendonorkan darahnya ? kami saling mengenal ? tapi siapa ? Kyuhyun semakin berusaha keras mengingat siapa saja yang menjenguknya kerumah sakit waktu itu. dan tiba-tiba saja kilasan balik Shin-Hae menyodorkan surat pengunduran diri dengan perban kecil dilengannya terlintas dipikiran Kyuhyun. mungkinkah ?

“kuharap kau sudah berterimakasih padanya. Karna kalau bukan karna dia, aku tidak tau kau sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit ini atau belum” lanjut si Dokter itu

Shin-Hae! tidak salah lagi, pasti gadis itu. tidak ada siapapun yang datang menjenguknya selain Shin-Hae dan orangtuanya. So Ah menjenguknya saat dia sudah hampir keluar rumah sakit, dan itu berarti bukan dia. Shin-Hae, dimana gadis itu ?

Setelah berterimakasih pada dokter, Kyuhyun dengan cepat menghampiri So Ah yang menunggu diluar, lalu mengantarnya pulang. Dia harus mencari tau dimana Shin-Hae berada. Dia masih memiliki data pribadi Shin-Hae dikantor miliknya. Seluruh pegawai disana memang diharuskan memberi data diri, dan Kyuhyun yakin disana tertera alamat lengkap rumah Shin-Hae. lelaki macam apa dia! bahkan alamat kekasihnya saja dia tidak pernah tau

******

Kyuhyun membongkar seluruh berkas pegawainya diperusahaan ini, dia mencari nama Shin-Hae diloker yang berisi dokumen-dokumen pegawainya. Hampr setengah jam Kyuhyun baru menemukan nama Shin-Hae. Kyuhyun mencatat alamat kediaman Shin-Hae dikertas kecil dan segera membuang seluruh berkas yang dirasa tidak penting

Saat Kyuhyun membuang beberapa berkas ketempat sampah yang tersedia didekat meja kerjanya, Kyuhyun melihat ada setangkai bunga mawar yang telah mengering dan layu, warna merahnya mulai berubah menjadi hitam. Kyuhyun ingat bunga itu yang diberikan Shin-Hae untuknya. tapi Kyuhyun dengan mudahnya menyuruh So Ah membuangnya. Tiba-tiba saja dada Kyuhyun terasa sesak, dia telah menyakiti gadis itu terlalu banyak. Kyuhyun benar-benar merasa bersalah sekarang

******

Kyuhyun telah sampai didepan rumah yang terlihat sepi dan kotor seperti tidak di huni, Kyuhyun melirik sekali lagi alamat yang ditulisnya. Alamatnya sama dengan rumah yang terlihat seperti rumah tua dan tak berpenghuni itu. Kyuhyun mencoba membuka pagar, namun pagar itu terkunci dengan sebuah gembok yang tergantung dari luar

“mencari siapa ?” tiba-tiba seorang wanita tua menghampiri Kyuhyun

“apa rumah ini ada penghuninya ?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi

“bulan lalu memang ada, tapi dia sudah pindah”

“pindah ? kemana ?”

“yang kau maksud Shin-Hae, bukan ?” tanya wanita tua itu mencoba memastikan

“ya, benar. Dia yang ku cari. Dia pindah kemana ? kau tau alamatnya ?”

“walaupun aku sudah tua, tapi ingatanku masih kuat. Sekarang dia tinggal di Osaka” jawab nenek tua itu yang membuat Kyuhyun melebarkan matanya sempurna

“Jepang ?!!” suara Kyuhyun sedikit meninggi dari sebelumnya. Shin-Hae pindah ke Jepang ? bagaimana bisa ? dan apa yang akan dia lakukan sekarang ? Kyuhyun merasa sangat frustasi mendengar Shin-Hae pindah ke Osaka. Dia benar-benar harus bertemu dengan gadis itu. dia ingin minta maaf

*******

“pesankan aku tiket pesawat ke Jepang sekarang juga” ucap Kyuhyun lewat telpon yang disambungkan ke bandara Incheon. Setelah itu Kyuhyun memasukkan handphone nya kedalam saku celananya. Kyuhyun beralih ke koper miliknya dan membawa beberapa pakaian yang akan dia bawa ke Jepang untuk menemui gadis itu

******

Osaka, Japan

Kyuhyun mengucapkan terimakasih dalam bahasa jepang yang cukup lancar pada supir taksi yang telah mengantarnya kedepan gedung apartment yang tertera dikertas kecil yang diberikan tetangga Shin-Hae diKorea. Kyuhyun menarik napasnya dalam saat dia sudah sampai didepan pintu apartment bernomor 202. Apartment tempat Shin-Hae tinggal

Kyuhyun dengan ragu menekan interkom yang tersedia, dan tak lama ada jawaban dari dalam menggunakan bahasa jepang. Kyuhyun menjawabnya dengan bahasa Korea, dan tak lama pintu apartment terbuka menampilkan sosok gadis cantik disana. sesosok wanita yang ingin dia temui saat ini. Shin-Hae berdiri mematung disana melihat siapa yang datang menemuinya. Oh, ini Jepang! Dan dia .. dia berada di Jepang ?

Keduanya masih saling mengamati satu sama lain, dan tidak didominasi dengan percakapan. Shin-Hae lah yang tersadar lebih dulu, Shin-Hae melangkah mundur teratur dan berniat menutup pintu apartmentnya, namun gagal. Tangan Kyuhyun lebih cepat menahan pintu itu agar tidak tertutup

“kumohon jangan tutup pintunya” Kyuhyun memohon dengan nada yang benar-benar memohon. Ini seperti bukan Kyuhyun. apa dia memiliki saudara kembar ? benarkah yang berada dihadapan Shin-Hae saat ini adalah Kyuhyun, Cho Kyuhyun mantan kekasihnya sekaligus mantan atasannya

“aku tidak memiliki alasan apapun untuk berbicara padamu” Shin-Hae menjawab dengan nada dingin, sekali lagi berusaha menarik pintu apartmentnya, dan satu kali lagi gagal. Kyuhyun menahan pintu itu dengan sekuat tenaga

“tapi aku memiliki sebuah alasan untuk berbicara padamu” ucap Kyuhyun dengan meninggilan nada bicaranya

“apa ?!” jawab Shin-Hae tak kalah tingginya dengan suara milik Kyuhyun

“aku tau siapa pengirim bunga misterius dimeja kerjaku dan siapa pendonor darah untukku. Aku ingin berterimakasih atas segalanya. Dan aku juga ingin minta maaf” Kyuhyun kehilangan suaranya saat dia berhasil mengucapkan hingga akhir. Shin-Hae hanya menunduk lalu tersenyum miris

“aku sudah tau apa alasanmu datang kesini. Hanya untuk berterimakasih dan minta maaf. Dan aku akan menjawab ‘sama-sama’ untuk ucapan terimakasih dan ‘aku sudah memaafkanmu’ untuk jawaban permintaan maafmu. Jadi kau bisa pergi sekarang” Shin-Hae mengucapkan seluruh perkataannya dengan cepat, seperti terburu-buru. Atau dia memang menghindari berkomunikasi dengan Kyuhyun ?

Setelah itu, pintu apartment Shin-Hae benar-benar tertutup, Kyuhyun tidak berusahan menahannya kali ini. Kyuhyun tidak memiliki hak lagi atas Shin-Hae. dia hanyalah seorang pria brengsek yang telah mencampakkan seorang gadis lugu dan tulus seperti Shin-Hae. Kyuhyun memejamkan matanya mencoba menerima seluruh perlakuan Shin-Hae terhadapnya, dan Kyuhyun fikir ini memang pantas untuk didapatkannya

Aku ingin kembali ke bulan desember, dan memperbaiki semuanya

Dan jika kita bisa mencintai lagi, aku bersumpah akan mencintaimu dengan benar

I’m so glad you made time to see me

How’s life? Tell me, how’s your family?

I haven’t seen them in a while

(Aku sangat senang kau meluangkan waktu untuk menemuiku

Bagaimana kehidupanmu ? Katakan padaku, bagaimana dengan keluargamu ?

Aku belum melihat mereka dalam beberapa hari ini)

You’ve been good, busier than ever

We small talk, work and the weather

Your guard is up, and I know why

(Kau sudah lebih baik, tidak terlalu sibuk seperti sebelumnya

Kita berbasa-basi, mengenai pekerjaan dan cuaca

Kekuatanmu telah habis, dan aku tahu karna apa)

Because the last time you saw me

Is still burned in the back of your mind

You gave me roses, and I left them there to die

(Karena terakhir kali kau menemuiku

Masih terbayang dipikiranku

Kau memberiku mawar, dan aku meninggalkan mereka di sana hingga layu)

So this is me swallowing my pride

Standing in front of you, saying I’m sorry for that night

And I go back to December all the time

(Jadi ini aku mengenyahkan gengsiku

Berdiri di depanmu, mengatakan bahwa aku minta maaf untuk malam itu

Dan aku ingin kembali ke Desember setiap saat)

It turns out freedom ain’t nothing but missing you

Wishing I’d realized what I had when you were mine

I go back to December, turn around and make it alright

I go back to December all the time

(Ternyata kebebasan bukan apa-apa, tetapi aku kehilanganmu

Berharap aku menyadari apa yang aku miliki ketika kau milikku

Aku ingin kembali ke Desember, kembali dan membuatnya baik-baik saja

Aku ingin kembali ke Desember setiap saat)

These days, I haven’t been sleeping

Staying up, playing back myself leaving

When your birthday passed, and I didn’t call

(Setiap hari, aku tidak bisa tidur

Bergadang, aku kembali teringat

Ketika ulang tahunmu berlalu, dan aku tidak menelepon)

Then I think about summer, all the beautiful times

I watched you laughing from the passenger side

And realized I loved you in the fall

(Lalu aku berpikir tentang musim panas, waktu yang indah

Aku melihatmu tertawa dari sisi penumpang

Dan menyadari aku mencintaimu pada musim gugur)

And then the cold came, the dark days

When fear crept into my mind

You gave me all your love, and all I gave you was goodbye

(Dan kemudian dingin datang, hari-hari gelap

Ketika takut merayap ke dalam pikiranku

Kau memberiku semua cintamu, dan semua yang kuberikan padamu hanya ucapan selamat tinggal)

So this is me swallowing my pride

Standing in front of you, saying I’m sorry for that night

And I go back to December all the time

(Jadi ini aku mengenyahkan gengsiku

Berdiri di depanmu, mengatakan bahwa aku minta maaf untuk malam itu

Dan aku ingin kembali ke Desember setiap saat)

It turns out freedom ain’t nothing but missing you

Wishing I’d realized what I had when you were mine

I go back to December, turn around and change my own mind

I go back to December all the time

(Ternyata kebebasan bukan apa-apa, tetapi aku kehilanganmu

Berharap aku menyadari apa yang aku miliki ketika kau milikku

Aku ingin kembali ke Desember, kembali dan mengubah pikiranku sendiri

Aku ingin kembali ke Desember setiap saat)

I miss your tan skin, your sweet smile

So good to me, so right

And how you held me in your arms that September night

The first time you ever saw me cry

(Aku merindukan kulit cokelatmu, senyum manismu

Begitu baik untukku, begitu benar

Dan bagaimana cara kau memelukku pada September malam

Pertama kali kau melihatku menangis)

Maybe this is wishful thinking

Probably mindless dreaming

But if we loved again, I swear I’d love you right

(Mungkin ini hanya angan-angan

Mungkin tak ada artinya bermimpi

Tetapi jika kita mencintai lagi, aku bersumpah aku akan mencintaimu dengan benar)

I’d go back in time and change it, but I can’t

So if the chain is on your door, I understand

(Aku ingin memutar waktu dan mengubahnya, tapi aku tidak bisa

Jadi jika kau menutup pintu, aku mengerti)

This is me swallowing my pride

Standing in front of you, saying I’m sorry for that night

And I go back to December

(Jadi ini aku mengenyahkan gengsiku

Berdiri di depanmu, mengatakan bahwa aku minta maaf untuk malam itu

Dan aku ingin kembali ke Desember setiap saat)

It turns out freedom ain’t nothing but missing you

Wishing I’d realized what I had when you were mine

I go back to December, turn around and make it alright

I go back to December, turn around and change my own mind

I go back to December all the time, all the time

(ternyata kebebasan bukan apa-apa, tetapi aku kehilanganmu

Berharap aku menyadari apa yang aku miliki ketika kau milikku

Aku ingin kembali ke Desember, kembali dan mengubah pikiranku sendiri

Aku ingin kembali ke Desember setiap saat)

 

END

 

Gatau ini FF apa bukan, pokonya mah aku publish sesuatu deh

Udah lama aku ga publish apa-apa

 

Aku lagi sakiiitt T.T

Jadi gabisa nulis FF dulu beberapa hari kemarin

Mohon dimengerti yaaa

 

Ga di komen juga gapapa deh, ini juga ga bisa disebut FF kan ?

Kebanyakan penjelasan, pasti bete deh bacanya

Bentar lagi Uncommitted publish ko, sabar yaaa

Udah segini dulu deh cuap-cuapnya, aku masih lemah banget

Bye~ *kecup Kyuhyun*