uncommitted poster 3

STORYLINE : SHIN-HAE

Seorang gadis mungil berjalan dengan santai dibandara yang cukup ramai, dimana semuanya berjalan dengan tergesa-gesa seperti sedang mengejar sesuatu, tapi gadis ini tidak. Seperti menyesali menginjak negara ini lagi. langkahnya teratur dan tetap tenang, tapi berbeda dengan debar jantungnya. Seperti sedang dikejar-kejar oleh mafia yang siap membunuhnya kapanpun mafia itu mau

Shin Minji, gadis mungil ini baru saja tiba di Korea setelah menetap di Jepang beberapa lama. Menenangkan pikirannya, itulah alasan yang dia temui sejauh ini. tapi nyatanya dia tetap tidak bisa tenang. Dia selalu memikirkan pria brengsek yang membuat pikirannya menjadi kacau. Jung Ill Woo. Si keparat nomor satu

Deringan handphone Minji terdengar dari dalam hand bag Channel miliknya, dengan malas dia merogoh tas dan mencari benda kecil elektronik yang sedang berbunyi itu. tanpa melihat siapa yang menelpon, Minji langsung menjawab

“yeobseyo” sapa Minji, beberapa detik tidak ada jawaban. Minji mengerutkan keningnya lalu kembali berbicara

“yeobseyo, siapa ini ?” lanjut Minji

Minji menjauhkan handphonennya untuk melihat siapa yang menelpon, namun sialnya yang muncul hanya sebuah nomor yang tidak dia kenal, bukan sebuah nama. Minji kembali menempelkan handphonennya ketelinganya, untuk menanyakan sekali siapa yang menelpon

“tolong jangan main-main, aku sedang sibuk dan tid….” kata-kata Minji terpotong karna seseorang disebrang sana menjawabnya

“ini aku” tanpa perlu menjadi pintarpun Minji sangat tau siapa pemilik suara ini. pria itu. sikeparat itu. suara yang .. jujur saja, Minji sangat rindukan. Jung Il Woo

******

CoffeeCojjee, Seoul, South Korea

Setelah sebelumnya mereka berbicara melalu telpon dan memutuskan untuk bertemu, akhirnya disinilah Minji dan Il Woo berada. Keduanya saling diam tanpa suara, hanya memandangi satu sama lain. Minji menyesap kopinya dalam diam, tidak berani memandang wajah Il Woo yang sedari tadi jelas memandanginya

Il Woo menarik napas lebih dalam sebelu akhirnya sebuah pertanyaan keluar lancar dari mulutnya

“bagaimana kabarmu ?” basa-basi paling tolol milik Il Woo. Minji akhirnya memberanikan diri menatap wajah Il Woo yang sudah beberapa lama ini tidak dilihatnya. Mungkin gagasan ini sedikit gila, tapi semuanya tidak bisa ditepis. Minji merindukan sosok pria ini

“lebih baik dari kemarin, kau ?” keduanya berbicara seolah-olah orang biasa yang baru saja berkenalan dipersimpangan jalan kafe ini lalu berjalan bersama menuju kafe dan memilih duduk dimeja yang sama lalu memulai pembicaraan yang mengarah keperkenalan. Benar-benar canggung

“tidak cukup baik. Tanpamu” suara Il Woo sedikit menghilang diakhir kalimat. Pria itu kembali menundukkan kepalanya menatap gelas kopi miliknya yang masih mengeluarkan kepulan asap. Kembali hening.

Minji melakukan hal yang sama. Seakan gelas tersebut adalah hal termenarik didunia yang sangat diinginkannya dibanding pria yang sedang duduk dihadapannya. Minji ingin sekali mengangkat dagu pria itu agar matanya menatap mata Minji lalu mengucapkan ‘aku baik-baik saja’ tapi keberaniannya tak segila kenyataannya

Minji melihat kepala Il Woo mulai terangkat dan bibirnya bergerak seperti akan mengucapkan sesuatu

“aku ingin membicarakan sesuatu”

******

Shin-Hae sedikit tersadar dari tidurnya saat suara cukup bising yang menyambangi kamarnya. Dengan susah payah gadis itu memaksa matanya untuk terbuka, kamarnya masih dalam keadaan gelap. Suara apa itu ?

Shin-Hae mengambil handphonenya yang terletak tidak jauh dari tubuhnya, sedikit kesal saat mengetahui bahwa ini masih pukul 02.00 malam, dan manusia gila mana yang dengan tololnya menyambangi rumah seseorang hanya untuk melemparkan sesuatu kearah jendela yang berakhir dengan suara bising

Dengan kesal Shin-Hae bangkit dari tidurnya, menghampiri jendela yang sedari tadi mengeluarkan suara yang mengganggu tidurnya. Menyumpahi siapa saja yang membangunkan tidurnya. Ini benar-benar tidak lucu!

Shin-Hae tertegun saat melihat seseorang dari sebrang rumah Shhin-Hae sedang melambaikan tangannya kearah Shin-Hae. Shin-Hae mengerjapkan matanya untuk memperjelas penglihatannya. Kyuhyun ? dia ada disini ? dan ini masih sangat pagi!

Deringan ponsel Shin-Hae membuat Shin-Hae tersadar dari keterkejutannya. Shin-Hae melihat pria itu juga sedang menempelkan handphonennya ketelinganya. Pria itu yang menelpon

“bisa turun sebentar” ucapnya saat Shin-Hae sudah menekan tombol jawab. Shin-Hae belum sempat menjawab apapun karna dia langsung memutus hubungan telponnya. Pria ini semacam sakit jiwa atau apa ?!

Dengan langkah malas Shin-Hae meninggalkan kamarnya untuk menghampiri pria itu. setidaknya agar dia bisa secepatnya melanjutkan tidurnya yang terganggu oleh ulah pria itu

******

Gadis itu melangkah kearahnya dengan enggan. Wajahnya tertekuk dengan sengaja, dari kilatan matanya terlihat sangat jelas kalau gadis itu telah mencapai titik akhir batas kesabarannya. Dia memang se-sensitif itu jika sudah berkaitan dengan masalah tidur

“ada apa!” bentak gadis itu saat sudah berada dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum geli melihat reaksi Shin-Hae

“aku sudah bersusah payah membuka mataku lalu turun kebawah hanya untuk menghampirimu dan kau hanya tersenyum ?!” lanjut Shin-Hae saat Kyuhyun masih terus saja menatapnya dengan senyum tanpa ada satu katapun yang terlontar dari bibirnya. Senyum separonya, senyum favorite Shin-Hae

“hanya ingin melakukan ini” Kyuhyun tiba-tiba saja mendaratkan bibbirnya diatas bibir Shin-Hae

“dan ini” lanjut Kyuhyun, kini tubuh mereka menempel sempurna. Terasa pas ditubuh Kyuhyun, seperti sudah seharusnya tubuh ini berada dalam pelukan tubuh Kyuhyun. Shin-Hae hanya bisa menerima dengan pasrah apa yang sedang dilakukan Kyuhyun. tepatnya tidak bisa berbuat apa-apa karna terlalu terkejut dengan apa yang barusan saja diakukan calon suaminya. Ya, calon suaminya

“sudah kubilang, kau bisa tinggal dirumahku, jadi aku tidak perlu repot-repot menghampirimu kesini hanya untuk mencium dan memelukmu” kini Kyuhyun yang berbicara, masih dalam posisi berpelukan

“kau fikir semudah itu! dan lagi, sebentar lagi kita juga akan tinggal disatu rumah yang sama. Secara halal. Bersabarlah” balas Shin-Hae, Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan gadisnya. Secara halal ?

“besok kau datang ?” tanya Kyuhyun sambil membuat jarak antara tubuhnya dan tubuh Shin-Hae

“tentu saja, besok acara amal perusahaan lamaku, dan Min Woo juga memberikan undangannya padaku” pamer Shin-Hae yang membuat Kyuhyun  memukul pelan kepala Shin-Hae

“datang denganku. Besok” pinta Kyuhyun sambil terus memandangi mata cokelat milik Shin-Hae, pandangan yang membuat siapapun akan melakukan apa saja untuknya. seperti tatapan menghipnotis

“sayang sekali, aku telah memiliki pasangan untuk pesta besok” ucap Shin-Hae sambil membalas tatapan Kyuhyun dengan tatapan tantangan yang membuat Kyuhyun geram setelahnya. Oh sial! Ini tidak benar, Shin-Hae menyesal telah mengatakannya. Auranya benar-benar buruk

“siapa” bentak Kyuhyun, terdengar seperti bukan pertanyaan, justru seperti tuduhan

“tentu saja dengan CEO perusahaan itu, No Min Woo. Kau terlambat Sajangnim. Aku sudah dimiliki orang lain” canda Shin-Hae yang membuat Kyuhyun seperti mengerang kesakitan. Oh, ini menyenangkan. Sangat menyenangkan untuk terus menggoda pria ini

“tidak perduli, aku akan merebutmu dari No Min Woo. Kau tau aku bisa melakukannya” oh, sekali lagi seperti terikat mati dengan ucapan Cho Kyuhyun. penawanan seumur hidup darinya akan terlaksana mulai sekarang. pria over protektif miliknya

******

Minji merasa bersalah dengan apa yang diucapkannya tempo hari pada Il Woo. Minji sangat mengingat bagaimana kata demi kata yang diucapkan Il Woo sungguh menghipnotis dirinya. Tapi dia menghancurkan segalanya. Sebenarnya bukan kata-kata itulah yang ingin diucapkan Minji. Semua terlalu mendadak hingga Minji mengeluarkan perkataan yang diluar dugaannya sendiri. dia masih sangat ingat bagaimana ekspresi Il Woo saat itu

FLASHBACK

“aku ingin membicarakan sesuatu” ucap Minji yang hanya dibalas dengan tatapan intens milik Il Woo. Il Woo sudah mempersiapkan hatinya matang-matang untuk menerima seluruh hasilnya. Baik ataupun buruk untuk dirinya

 

“boleh aku mengatakan sesuatu terlebih dahulu ?” sela Il Woo saat Minji telah siap dengan kata-kata yang akan diucapkannya. Minji mengangguk pelan tanda menyetujui ucapan Il Woo

 

“entah aku harus mengatakan apa untuk membuatmu percaya kembali padaku setelah kau menemukan .. ya, kau sangat tau apa yang ku maksud. Tapi aku akan tetap mengatakan aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku telah berhenti meniduri wanita lain setelah bertemu denganmu. Sungguh, aku tidak berbohong. Aku melepaskan segalanya untuk mendekatimu” Il Woo terdiam sejenak sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya

 

“aku seperti telah terhipnotis dengan sihirmu. tanpa berfikir panjang hatiku segera mengatakan ‘mungkin ini yang terakhir dan yang terbaik’ dan hari disaat kita mulai berkencan, aku telah memutuskan untuk memulai jalan hidup yang baru yang lebih baik, tanpa pelacur-pelacur sialan yang aku tiduri”

 

“tidak terlalu sulit meninggalkan kebiasaan itu, karna aku mempunyai tujuan. Tujuan yang harus aku gapai walau mengorbankan sesuatu yang mungkin sudah sampai ditaraf seperti hobby. Dan aku berhasil melakukannya. Karna didalam hatiku telah tertanam satu mantra yang terus mengulang difikiranku. ‘jauhi pelacur itu dan kau akan mendapatkan Minji yang lebih baik dari wanita murahan itu’ selalu terngiang perkataan itu”

 

“dan aku harus mengakui kalau belakangan ini aku .. hancur. Mungkin ini seperti bualan kelas atas yang sering kau terima untuk permohonan maaf, tapi ini sungguh. Mungkin terlalu murahan jika aku mengucapkan ini sekarang. tapi aku akan tetap mengungkapkannya dengan apapun jawaban yang kau berikan”

 

“aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Mungkin terlalu egois jika aku meminta jawaban itu sekarang setelah apa yang terjadi. Aku tidak akan menuntutmu untuk menjawabnya. Hanya ingin kau tau, aku sebenarnya mencintaimu, menginginkanmu dalam hidup”

 

Minji tak sanggup mengedipkan matanya sedetikpun. Terlalu terkejut mendengar seluruh perkataan yang diucapkan oleh Il Woo. Dia sedikit merasa bersalah dengan apa yang akan dia ucapkan sebelum Il Woo mengatakan tentang perasaannya terlebih dahulu. Tapi Minji benar-benar telah bulat dengan keputusannya

 

“maafkan aku” ucap Minji lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Il Woo sendirian yang masih duduk diam dengan terpana karna kepergian Minji. Il Woo memejamkan matanya kuat-kuat, mencoba menerima apapun hasil yang diberikan Minji. Dia sudah mempersiapkan mental untuk sebuah penolakan seperti ini. tapi kenapa masih terasa sakit

 

FLASHBACK END

******

Sekali lagi Shin-Hae berniat membalikkan tubuhnya untuk menjauh dari tempat ini, tapi sekali lagi juga lengan kuat milik Kyuhyun menahannya. Shin-Hae melemparkan pandangan tidak suka pada Kyuhyun yang masih menahan sisi tubuhnya untuk tetap meneruskan jalannya

“demi Tuhan aku ingin pulang! Aku tidak ingin berada disini, bisakah kau mendengarkanku ?!” bantah Shin-Hae dengan nada yang jelas-jelas terdengar emosi. Kyuhyun membalikkan tubuhnya menghadap Shin-Hae lalu menatapnya tepat dimanik mata Shin-Hae

“dengar, aku tidak ingin kembali sebelum menemui ibumu. Apapun yang terjadi nanti, serahkan semuanya padaku. Aku hanya ingin membicarakan masalah pernikahan kita, setelah itu kita bisa pulang, oke ?” bujuk Kyuhyun sambil mencoba menenangkan Shin-Hae, namun terlihat gagal dariekspresi Shin-Hae yang sama sekali tidak berubah. Shin-Hae memang sempat bersumpah untuk tidak mendatangi tempat menjijikan ini hanya untuk menemui ibunya. Tapi dia terpaksa kembali hanya karna Kyuhyun ingin meminta izin untuk menikahinya. Oh, apakah itu perlu ? dia masih punya ayah yang telah merestui hubungannya, apakah perlu restu dari ibunya yang keparat itu juga ?

“tidak cukup hanya dengan restu dari ayahmu, aku ingin restu dari ibumu juga” ucap Kyuhyun seakan bisa membaca fikiran Shin-Hae. senyuman Kyuhyun membuat detakan jantung Shin-Hae mulai berdenyut dengan normal. Pria tampannya yang memakai kemeja hitam santai, celana jeans dengan warna senada dengan kemejanya, rambut kemerahannya yang terlihat berantakan karna terlalu sering disentuh membuat Shin-Hae terperanjat sebentar. Stelan hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih membuat pria ini terlihat mematikan

Setelah memastikan kalau Shin-Hae tidak akan membantah lagi, Kyuhyun menarik Shin-Hae untuk ikut berjalan bersamanya menemui ibunya. Ruangan demi ruangan mereka lalui dengan diam hingga sampailah disatu ruangan yang cukup sunyi dari ruangan lainnya. Detak jantung Shin-Hae semakin berderu kencang disana, semakin erat Shin-Hae menggenggam tangan Kyuhyun saat Shin-Hae melihat sesosok wanita yang sedang duduk terdiam didepan jeruji besi sambil memeluk lututnya

Langkah kaki Kyuhyun terhenti tepat dihadapan Nyonya Lee yang membuat wanita itu menegakkan kepalanya keatas untuk melihat siapa yang menghampirinya. Seperti tidak mengenali Kyuhyun wanita itu mengerutkan keningnya, namun setelah melihat sosok Shin-Hae yang berdiri disebelah Kyuhyun, barulah Nyonya Lee teringat sosok pria yang waktu itu diizinkannya masuk kedalam kamar Shin-Hae

Nyonya Lee bangkit sambil menatap tajam kearah Shin-Hae, tatapan kebencian. Shin-Hae membuang wajahnya dari wajah Nyonya Lee, berusaha sebisa mungkin agar mereka tidak melakukan eyes contact

“ibu” panggil Kyuhyun pelan yang berhasil mengalihkan pandangan Nyonya Lee dari wajah Shin-Hae. dengan wajah kusam dan juga terlihat pucat, Nyonya Lee memandang Kyuhyun dengan tatapan kosong

“aku ingin menikah dengan Shin-Hae” lanjut Kyuhyun tanpa basa-basi sama sekali. dengan cepat Nyonya Lee mengalihkan pandangannya kearah Shin-Hae dengan tatapan terkejut, namun Shin-Hae tidak balik memandang sang ibu

“aku sudah mendapat izin dari ayahnya, dan aku hanya ingin kau melakukan hal yang sama seperti ayahnya. Mengizinkanku menikahinya” Nyonya Lee tetap diam tidak menjawab apapun, pandangannya masih terpaku pada Shin-Hae yang sama sekali tidak memandangnya

Lama kelamaan tatapan Nyonya Lee mulai melembut, seperti ada pertengkaran hebat didalam matanya yang tiba-tiba saja menemukan jalan damai. Tatapannya kini beralih pada Kyuhyun, memandang wajah Kyuhyun lama sebelum akhirnya dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, lalu Nyonya Lee meninggalkan mereka berdua kedalam

******

“kau tau, aku sudah bersumpah untuk tidak mendatangi tempat itu lagi” Shin-Hae memandang marah kearah Kyuhyun yang sedang fokus menyetir. Kyuhyun tidak menjawab apapun, hanya tersirat kebahagiaan dari mimik wajahnya

“kau tidak melihat bagaimana tatapan ibumu tadi padamu” gumam Kyuhyun pelan namun berhasil ditangkap dengan baik oleh Shin-Hae

“dia bahkan meninggalkan kita begitu saja” ucap Shin-Hae mencoba membela diri

“karna dia hampir menangis” ucapan Kyuhyun kali ini membuat Shin-Hae mengerutkan keningnya

“kau tidak melihat wajahnya kan ? aku melihat matanya memerah dan mulai menggenang airmata, karna itulah dia meninggalkan kita. Dia tidak ingin memperlihatkan airmatanya didepan kita” jelas Kyuhyun yang membuat Shin-Hae terdiam beberapa saat. Shin-Hae merasa sedikit kasihan pada Nyonya Lee. Namun, ketika mengingat betapa hancurnya dirinya dan juga ayahnya karna wanita itu, Shin-Hae semakin membencinya. Dia tidak tersentuh sedikitpun

Shin-Hae tersadar dari lamunannya saat melihat arah jalan yang menunjukkan mereka akan keluar dari kota tempat Shin-Hae tinggal

“mau kemana kita ?” tanya Shin-Hae akhirnya. Kyuhyun menoleh sebentar lalu kembali fokus pada jalanan dihadapannya

“rumahku”

******

Ini adalah yang ketiga kalinya dia menyambangi tempat ini. rumah super mewah milik CEO Samsung Electronics yang paling tampan dan mempesona di Korea Selatan. Berkali-kali sudah dia melihat bangunan megah ini, namun tetap saja masih tidak bisa menahan keterkagumannya pada bentuk rumah Cho Kyuhyun yang terlihat minimalis dan elegan. Percampuran antara modern dan klasik, namun terlihat unik

Rumah yang didominasi dengan warna grey, white, dan black membuat rumah ini terlihat penuh rahasia namun tetap nyaman. Terdapat sebuah kolam kecil yang berisikan berbagai jenis ikan disamping kanan pekarangan rumah ini dan juga dilengkapi air mancur kecil yang menimbulkan suara gemercik air yang membuat rumah ini masih tetap memperlihatkan sisi alamnya

dua pilar besar menjulang tinggi mengapit pintu masuk yang terbelah menjadi dua mengantarkan mereka kedalam ruangan pertama yang mereka masuki. Ruang keluarga yang terlihat mewah dengan sofa berlapis jati kokoh dan juga satu buah lemari besar yang memperlihatkan benda-benda yang terbuat dari kristal asli

kembali menemukan dua buah pilar tinggi yang kali ini menghubungkan antara ruang keluarga dengan ruang utama rumah ini yang berisikan sofa yang terlihat lebih santai dari sofa ruang keluarga tadi. tergantung TV LCD cukup besar diantara dua buah speaker home theater yang sama rata tingginya dengan TV tersebut. Ruangan ini dilapisi beberapa kaca sebagai pembatas disetiap ruangnya. Sebuah ruang TV berada ditengah ruangan terpisahkan oleh satu buah pintu yang menuju ruang makan, ruangan ini hanya terpisahkan oleh kaca yang memperlihatkan seluruh isi ruang makan tersebut

disisi kiri ruangan utama rumah ini, terdapat tangga melingkar yang menuju lantai 2 rumah ini. lantai 2 hanya berisikan satu buah ruangan yang lagi-lagi diberikan TV LCD besar beserta sofa nyaman yang menghadap kearah TV tersebut. Selain itu, dilantai 2 ini terdapat satu buah kamar yang cukup besar disisi kanan dari ruangan kecil berisi TV tadi. kamar utama sang pemilik rumah. Disinilah Shin-Hae dan Kyuhyun berada

“untuk apa aku kesini ?” tanya Shin-Hae sekali lagi, namun tetap saja Kyuhyun tidak memberitahu apa maksud dan tujuannya hingga dia membuka pintu kamarnya yang telah berisikan 2 orang wanita yang langsung menunduk hormat saat Kyuhyun tiba

“acara amal perusahaan lama mu, kau tidak lupa kan ?” Kyuhyun tidak memberikan jawaban, namun ucapan Kyuhyun barusan menjawab seluruh pertanyaan Shin-Hae yang terlontar sejak tadi. Shin-Hae tersentak saat Kyuhyun mendorongnya kearah dua wanita yang berdiri kaku diujung kamar Kyuhyun

“dandani dia” perintah Kyuhyun pada dua wanita itu yang langsung disambut anggukkan tanda mengerti. Shin-Hae sendiri melebarkan matanya sempurna. Apa ? dandan ? ini bahkan hanya acara amal biasa. Apalagi yang akan direncanakan pria brengsek ini

Mata Shin-Hae teralihkan pada sebuah long dress berwarna hitam pekat dengan berlian kecil disisi belahan dadanya. Gaun ini terlihat sialan sangat mahal! Apakah dia akan menggunakan ini ? kalau tidak salah ini hanya acara amal biasa yang akan dihadiri seluruh karyawan biasa dan juga beberapa petinggi perusahaan itu. apa harus semewah ini pakaian yang akan dia kenakan ?

“ini berlebihan. Kita hanya akan berada diacara amal. Kenapa harus memakai gaun semahal ini” suara Shin-Hae menghentikan langkah Kyuhyun yang hampir mencapai knop pintu kamarnya

“kau akan menjadi Nyonya Cho sebentar lagi, aku ingin kau mulai terbiasa dengan kekayaan yang kupunya. Seluruh hartaku akan menjadi milikmu juga. jadi nikmati selagi bisa” jawaban Kyuhyun membuat emosi Shin-Hae berada dipuncak

“sialan, bukan itu maksudku!” Kyuhyun kembali mendekati Shin-Hae dan berdiri berhadapan dengan Shin-Hae

“jangan membantah, dan cukup ikuti perintahku” ucap Kyuhyun dengan nada dingin namun terdengar seperti rayuan ditelinga Shin-Hae, Kyuhyun menundukkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya dibibir Shin-Hae. membuat Shin-Hae terperanjat kaget karna kalau tidak salah ingat masih ada dua wanita yang akan mendandaninya dibelakang mereka. Kyuhyun menunjukkan senyum separonya lalu kembali memutar tubuhnya untuk keluar dari kamar

******

Shin-Hae mengerjapkan matanya tidak percaya melihat pantulan dirinya sendiri dicermin besar yang sengaja disiapkan disudut ruangan. Dia merasa yang kini berada didepan cermin seperti bukan Shin-Hae. yang kini ada dihadapannya adalah wanita yang cantik, luar biasa cantik dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal namun terlihat sangat pas disemua sisi

Matanya tampak begitu indah dengan bulu mata palsu yang sedikit memberati matanya, dan matanya juga terlihat lebih besar akibat sedikit polesan ajaib dua orang wanita itu, eye shadow berwarna perpaduan antara hitam dan juga abu-abu membuatnya terlihat lebih elegan

Dengan sedemikian rupa, dua wanita yang bertugas mendandani Shin-Hae itu menonjolkan struktur tulang pipinya yang tinggi sehingga tampak lebih manis ketika tersenyum. Dan polesan terakhir adalah pada bibirnya. Lipstick yang digunakan berwarna peach dengan nuansa yang membuat bibirnya seolah-olah selalu terlihat basah

“sudah selesai” ucap salah satu diantara dua wanita ini yang baru saja memasangkan satu buah cincin berlian berwarna sapphire blue dijari manis Shin-Hae. Shin-Hae memandangi dirinya sekali lagi dicermin besar tersebut, berkali-kali mencoba menyadari kalau pantulan dicermin tersebut adalah dirinya sendiri

Setelah dua kali diketuk, pintu kamarpun perlahan terbuka. Kyuhyun masuk dengan tuxedo hitamnya yang terlihat sepadan dengan gaun milik Shin-Hae. lelaki itu terdiam sejenak memperhatikan Shin-Hae yang masih menghadap kearah cermin. Shin-Hae menyadari tatapan Kyuhyun kearahnya melalui cermin, sedikit merasa bahagia ketika mengetahui Kyuhyun terpesona dengan penampilannya

Kyuhyun menghampirinya dan langsung memeluknya dari belakang

“aku tidak melihat calon istriku, dimana dia” gurau Kyuhyun dengan geli, Kyuhyun menghirup aroma lembut dan manis yang terkuar dari balik telinga Shin-Hae, aroma itu seperti menyiksanya, membuatnya tidak tahan untuk berlama-lama berdekapan dengan gadisnya tanpa melakukan apapun

“ku anggap itu sebagai pujian, tuan Cho” balas Shin-Hae tak kalah geli ekspresinya dengan Kyuhyun

“sepertinya kita akan terlambat” tegur Shin-Hae saat Kyuhyun tak kunjung melepasnya. Ini sudah hampir waktunya, dan mereka masih dirumah. Mungkin Min Woo akan melakukan pembukaan tanpa kehadiran mereka berdua

“acara tidak akan dimulai sebelum aku datang, karna akulah tamu utamanya” Shin-Hae terperanjat kaget mendengar ucapan Kyuhyun. dia tamu utama ? dan dia masih bisa bersantai dirumah dan memeluknya seperti ini. apa otaknya telah terkikis ?

“rasanya aku tidak ingin pergi, aku ingin terus memelukmu. Mungkin aku bisa melakukan ini hingga pagi. Tapi mengingat Min Woo yang mengundangku, apa boleh buat. ayo” akhirnya Kyuhyun melepasnya dan menariknya keluar menuju Audi A8 miliknya. Sepertinya dia sedang tidak tertarik dengan Ferrari miliknya. Kalau tidak salah dia memiliki 5 mobil lainnya dengan berbagai merk terkenal. Oh, jangan lupakan soal Sab yang akan digaetnya tahun ini. apakah pria ini memiliki segalanya ?

******

Audi A8 milik Kyuhyun telah berhasil melesat dengan indah hingga akhirnya berhenti tepat didepan pintu utama gedung pencakar langit ini. red carpet telah terbentang panjang menyambut siapapun yang datang dan membawanya ketempat tujuan utama

Para wartawan dari berbagai media sibuk dengan kameranya ketika sang milliarder termuda milik Korea Selatan menginjakkan kakinya dilobby utama dengan seorang wanita cantik bergaun hitam yang sedang digenggam tangannya oleh Cho Kyuhyun

Blitz kamera milik para wartawan semakin sadis menyambut ketika Kyuhyun memindahkan tangannya kepinggul wanita bergaun hitam itu, Kyuhyun melingkarkan lengannya dipinggul gadisnya. Kyuhyun sengaja melakukannya sebagai tanda perkenalan pada dunia bahwa gadis cantik yang berada disampingnya adalah miliknya

Wartawan semakin ribut ketika penjagaan diperketat ketika Kyuhyun dan Shin-Hae melangkah masuk dan tidak mengizinkan wartawan manapun mendekati pasangan terdahsyat ini. pintu putar menyudahi segalanya. Teriakan ribut milik wartawan tak terdengar lagi, dan sorotan blitz kamerapun telah redam. Membuat Shin-Hae menghembuskan napasnya lega secara terang-terangan

“merepotkan sekali memiliki seorang kekasih yang sangat digilai wartawan sepertimu” cibir Shin-Hae yang justru mendapat senyum ejekan dari Kyuhyun

“dan kalau tidak salah ingat, kau telah menyetujui menikah dengan pria yang kau sebut digilai wartawan tadi” kali ini Kyuhyun yang mengejek Shin-Hae. sesi saling ejek mereka terhenti saat No Min Woo datang kehadapan mereka

“sepertinya kau telah mencuri pasanganku malam ini” ucap Min Woo tak suka pada Kyuhyun dan langsung mengalihkan pandangannya pada Shin-Hae yang malam ini terlihat sangat memukau dan mempesona dengan gaun hitam miliknya. Min Woo seperti tak bisa mengalihkan matanya pada pemandangan lain selain Shin-Hae yang tampil sangat berbeda malam ini

“sudah cukup memandanginya, dia milikku kalau kau lupa” Kyuhyun menarik Shin-Hae lebih dekat kearahnya seperti mengingatkan kepada sahabatnya ini kalau wanita cantik bergaun hitam yang kini berada disampingnya adalah miliknya

Min Woo mengangkat bahunya santai lalu tersenyum licik kearah Kyuhyun. menurutnya menggoda Kyuhyun adalah hal yang paling menyenangkan selain memenangkan tender besar untuk perusahaannya. Ketiga orang ini mengalihkan pandangannya ketika mendengar celotehan humor milik Il Woo. Pria itu kelihatan baik-baik saja tanpa Minji disampingnya. Kelihatan baik-baik saja atau dibuat terlihat baik-baik saja ?

“bisa kita mempercepat acara pelelangan dress ? aku sudah tidak sabar untuk melihat wanita-wanita terbaik pilihan No Min Woo sajangnim” gurau Il Woo yang disambut kekehan pelan oleh Min Woo

“yang dijual adalah pakaiannya, bukan wanitanya, bung” ucap Min Woo yang membuat Il Woo melebarkan matanya sempurna. Terlalu kaget dengan ucapan Min Woo yang sangat terang-terangan menyindirnya. Pandangan Il Woo kini berdalih pada Shin-Hae. secara terang-terangan Il Woo memuji tubuh Shin-Hae yang terlihat sempurna dan sexy dengan gaun hitam pekat yang sedang melekat ditubuhnya

“kau terlihat sempurna, nona Shin” puji Il Woo. Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat tingkah Il Woo yang seakan-akan lupa kehadirannya disamping Shin-Hae

“simpan kata-kata busukmu untuk Minji, jangan melakukan hal yang sia-sia, karna dia tidak akan tergoda padamu” ucap Kyuhyun dengan mengeluarkan nada jijiknya pada Il Woo. Seketika raut wajah Il Woo berubah mendengar nama Minji disebut, dia mengingat wanita itu lagi. wanita yang baru saja mencampakannya

Melihat perubahan yang terjadi pada Il Woo, Shin-Hae menyikut lengan Kyuhyun sebagai tanda untuk menyuruh meminta maaf, namun Kyuhyun tidak terlalu memperdulikan. Dan Min Woo lah yang akhirnya menyeret Il Woo kedalam ruangan utama, mencoba untuk membuat Il Woo terhibur, dengan apapun caranya

“tidak bisakah keu menjaga sikapmu, tuan Cho ? dia sahabatmu! Oh my .. bagaimana bisa kau mengatakan itu pada Il Woo” sembur Shin-Hae saat mereka akhirnya hanya berdua

“aku hanya akan membenci siapapun yang berusaha menggodamu. Siapapun. Termasuk sahabatku sendiri” Kyuhyun menekan nada bicaranya saat diakhir ucapannya, pertanda bahwa dia tidka ingin memperlanjut hal sepele seperti ini, dan dia menarik Shin-Hae untuk memasuki ruangan utama, karna sebentar lagi acara lelang akan dimulai

******

Kyuhyun memberikan pidato cukup panjang didepan sana, membicarakan tentang sesuatu yang sama sekali tidak dimengerti Shin-Hae. Shin-Hae hanya terfokus pada Kyuhyun, hanya memandanginya saja sudah sangat cukup membuat mood Shin-Hae kembali 100%

Calon suaminya. Ya, Cho Kyuhyun adalah calon suaminya yang akan dinikahinya sebentar lagi. apakah ini mimpi ? dia akan memiliki pria terkaya, tertampan, terseksi, dan tersombong se-Korea Selatan ini. pengusaha muda paling sukses. Cho Kyuhyun. dan sebentar lagi marga Cho akan menjadi miliknya juga. Cho Shin-Hae

Setelah memberikan pidato, Kyuhyun belum diperbolehkan untuk pergi dari sana, dia harus duduk didepan dengan beberapa orang penting lainnya, dan itu membuat Shin-Hae sedikit merasa senang karna dia bisa memandangi wajah malaikat namun mematikan itu sepuasnya. Ini adalah kejadian langka

111229-007

Berpuluh-puluh menit kemudian, akhirnya Kyuhyun diperbolehkan kembali, dan dari atas sana pandangan Kyuhyun tidak pernah lepas dari Shin-Hae hingga akhirnya mereka berhadap-hadapan. Kyuhyun tersenyum manis pada Shin-Hae sebelum dia duduk tepat disebelahnya lalu menggenggam tangannya lembut

“aku baru datang, dan aku tak ingin kau jauh dariku. Tapi sepertinya Min Woo tidak mengizinkannya” Kyuhyun menggumam kesal hingga akhirnya 2 orang wanita berpakaian sama menghampiri Shin-Hae dan mengajaknya pergi. Shin-Hae yang tidak mengerti apa-apa hanya mengerutkan keningnya lalu terpaksa pergi karna dia hampir dipaksa ikut dengan dua orang wanita tersebut. Dan anehnya Kyuhyun memperbolehkannya. Ada apa ini ?

******

Minji dengan langkah ragu memasuki gedung megah ini, dengan sedikit gemetar, Minji tetap melanjutkan langkahnya menuju ruangan utama. Minji seperti ingin membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh dari gedung ini, namun badan dan otaknya bekerja bertabrakan. Tubuhnya tidak ingin mengikuti perintah otaknya yang jelas-jelas memaksa untuk meninggalkan tempat ini

Pintu terbuka, dan Minji melihat banyak orang sedang menikmati pesta ini dengan menghamburkan uang mereka membeli barang yang mereka suka dengan harga yang mereka suka juga. Minji tidak terlalu tertarik dengan itu semua. Pandangannya langsung mengedar jauh, menerawang setiap sudutnya untuk menemukan satu sosok yang sedang dicarinya. Sialnya dia tidak menemukannya

Minji melangkah lebih dalam memasuki ruangan tersebut, sekali lagi matanya menerawang setiap sudut ruangan ini, dan matanya berhasil menangkap satu sosok pria yang sedang memegang gelas anggurnya dengan enggan, pria itu terlihat murung dan juga bosan. Minji tersenyum senang melihat sosok itu. pria yang dicarinya akhirnya ditemukan

******

Shin-Hae masih belum berani bertanya untuk apa dia masuk kedalam ruang make up dan mengganti dressnya dengan dress yang lebih rumit lagi, dia seperti tak diizinkan bertanya oleh siapapun, karna tidak ada yang berbicara sama sekali disini. Shin-Hae hanya mengikuti apapun yang dikatakan oleh semua orang disini, karna tadi Kyuhyun menyebut nama Min Woo, jadi dia menuruti apapun yang mereka suruh

Shin-Hae kembali digiring menuju sebuah pintu yang akan disambungkan pada tempat Kyuhyun berpidato tadi. tidak hanya ada dia saja, ada hampir 10 orang wanita yang juga berdiri disampingnya. Mereka saling memandang dengan sengit satu sama lain seperti sedang menjalani sebuah kontes kecantikan. Shin-Hae adalah wanita yang paling banyak dilirik dengan sinis oleh seluruh wanita yang berada disini

Shin-Hae kini mengenakan short dress berwarna toska lembut dengan belahan dada yang rendah, cukup memperlihatkan belahan dadanya yang sempurna. Renda-renda kecil memperhias setiap sisi dress tersebut. Tidak terlalu seksi namun tetap mencolok diantara yang lain

“kini kita akan mengadakan lelang dress buatan designer ternama dan nomor satu. Bukan hanya sekedar dress, kalian para pria yang menawar dengan harga tertinggi akan mendapat kesempatan untuk makan malam bersama wanita cantik yang mengenakan dress tersebut” ucap MC yang menjelaskan acara apa ini sebenarnya. Dan Shin-Hae sangat terkejuut dengan apa yang baru saja diucapkannya. Lelang dress ?

“yang pertama adalah wanita cantik dengan Short Dress berwarna hitam pekat, kim Shin Yeong” ucap MC tersebut. Degupan jantung Shin-Hae mulai bekerja tidak normal. Dia tidak siap jika tiba-tiba saja namanya dipanggil dan dia harus memamerkan dress yang sedang dipakainya. No Min Woo brengsek! Rutuk Shin-Hae dalam hati

“tenang saja, Kyuhyun pasti akan memilikimu. Dia tidak akan membiarkan pria manapun mendekatimu dan menyentuhmu” suara berat milik seorang pria yang sangat dikenlnya tiba-tiba saja mengalun indah ditelinganya. No Min Woo

“Sajangnim! Apa sebenarnya yang kau lakukan” ucap Shin-Hae geram

“baik, terjual! dengan harga 12 ribu dollar” suara MC tersebut membuat Shin-Hae sedikit tercengang. Mereka menawarnya menggunakan dollar ?! astaga

“ikuti saja perintahnya, setelah ini namamu akan dipanggil” Min Woo meninggalkan Shin-Hae begitu saja. Shin-Hae semakin merasa panik setelah tau namanya akan dipanggil setelah wanita ini

“terjual! Dengan 24 ribu dollar” MC tersebut terlihat sangat kegirangan dalam menyebutkan harganya. Dan selesai sudah wanita bernama Lee Hana. Dan kini gilirannya. Namanya telah dipanggil. Dengan langkah anggun Shin-Hae keluar kehadapan seluruh tamu yang hadir. Tatapan matanya pertama kali tertuju pada Kyuhyun yang sedang tersenyum manis kearahnya. Sial! Tatapan pria itu membuatnya semakin tidak ingin berada lama-lama diatas panggung ini

“untuk nona Shin yang cantik ini, kita akan memulai tawarannya dari sekarang” ucap MC tersebut, dan pria pertama yang mengangkat papan pertama kali adalah Kyuhyun. pria itu menuliskan 10 ribu dollar. Astaga!

“10 ribu dollar untuk pria tampan disana, ada lagi ?” sela MC tersebut. Tidak lama, pria dibelakang Kyuhyun mengangkat papannya dengan harga 15 ribu dollar. Oh ? siapa pria itu ?

“15 ribu dollar, apakah ada yang ingin menawar lebih tinggi ?” ucap MC tersebut dengan semangat yang membuncah. Shin-Hae semakin lemas saat Kyuhyun kembali mengangkat papannya

“dua puluh” ucap Kyuhyun mantap, namun sekali lagi dipatahkan oleh pria yang berada dibelakang Kyuhyun dengan harga

“dua puluh lima” ucap pria itu tak kalah lancangnya. Kyuhyun menoleh kebelakang dengan tatapan mengerikannya. Seperti memandang rendah orang itu lalu kembali dengan papan harganya

“dua ratus lima puluh ribu dollar” ucap Kyuhyun mantap. Tiba-tiba saja suara riuh menyambut harga tersebut. Bahkan beberapa orang terdengar mengatakan ‘apa-apaan itu’ MC yang berada disamping Shin-Hae melebarkan matanya sempurna mendengar harga tawaran Kyuhyun

Apakah pria itu bercanda ? 250 ribu dollar!

Pria yang berada dibelakang Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu menyerah. Kyuhyun tampak tersenyum licik pada pria itu lalu kembali fokus pada Shin-Hae

“ada lagi ? akan mulai dihitung dari sekarang. satu .. dua .. tiga! Terjual. Nona Shin, selamat atas tawaran tertinggi malam ini” ucap MC tersebut masih dengan nada terkejutnya

Kyuhyun melangkah kedepan untuk menjemput wanitanya didepan sana. Dengan cekatan Kyuhyun mengambil lengan Shin-Hae lalu membawanya turun menuju meja makan yang telah disiapkan khusus untuk hasil lelangan ini

“aku harus menikmati makan malam termahalku malam ini” ucap Kyuhyun dengan kegeliannya yang tak bisa disembunyikan

“brengsek! Aku seperti sedang dijual pada kalian” ucap Shin-Hae kesal namun tetap mengikuti arahan jalan Kyuhyun menuju meja makan khusus yang telah tersedia

“kau memang sedang menjual, nona Shin. Ini lelang dress, dan bonusnya adalah kau” sekali lagi Kyuhyun gagal menahan ekspresi gelinya saat Shin-Hae masih saja terlihat kesal. Kyuhyun menghentikan langkahnya sebentar saat matanya menemukan sosok pria yang sejak tadi berada dibelakangnya lalu mengucapkan sesuatu. Pria yang juga turut ‘menawar’ Shin-Hae tadi. mereka saling kenal ?

“kau mengenalnya ? siapa dia ?” tanya Shin-Hae setelah Kyuhyun mulai melangkah lagi

“dia pemegang saham tersebar setelah aku dibeberapa perusahaan ternama”

“pria itu yang ingin mengalahkanmu tadi, bukan ?”

“ya, memang. Tapi dia tetap berada dibelakangku. Aku selalu menjadi nomor satu” Kyuhyun membanggakan dirinya sendiri yang mendapat tatapan sinis dari Shin-Hae

“sombong sekali kau” cibir Shin-Hae, Kyuhyun mengangkat bahunya santai

“itu memang kenyataannya, nona Shin”

******

Minji masih sedikit tercengang saat melihat Shin-Hae berhasil menjual dress yang dipakainya dengan harga 250 ribu dollar. Minji benar-benar berpikir bahwa Shin-Hae akan menjadi penguasa dunia sebentar lagi. karna dia akan memiliki sumbernya dollar, yaitu Cho Kyuhyun. jutawan terhebat dan tertampan dimuka bumi

Minji tersenyum saat melihat Kyuhyun menjemput Shin-Hae untuk dibawa ke meja makan yang telah tersedia. Setelah tontonan berakhir, Minji mulai merasa bosan dan kembali mengintai keseluruh ruangan mencari sosok yang telah ditemukannya tadi. akibat terlalu fokus dengan Shin-Hae, Minji melupakan sosok pria itu. dan kini dia kehilangan sosok itu

Minji membalikkan tubuhnya untuk mencari kesudut ruangan lain, namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan dari belakang menahannya. Minji segera membalikkan tubuhnya dan sangat terkejut melihat siapa yang sedang mencengkram tangannya. Sosok pria yang sedang dicarinya kini sedang mencengkram lengannya

Jung Il Woo tampak lemah dengan lingkaran hitam disekitar matanya dan juga bibirnya terlihat sedikit pucat. Tangannya yang sedang mencengkran lengan Minji terasa hangat. Suhu tubuh pria ini tidak seperti biasanya. Apa dia sakit ?

“Il Woo-ssi, kau pucat sekali” ucap Minji ragu, tatapan Il Woo terlalu dingin, tidak seperti biasanya

“kau datang mencariku ? untuk apa ?” ucap Il Woo dingin, Minji tersentak kaget dengan apa yang baru saja diucapkan Il Woo. Apakah Il Woo marah dengan jawaban yang diterimanya kemarin ?

“aku ingin mengatakan sesuatu”

******

“bisa kita menikah besok ?” tanya Kyuhyun tiba-tiba ditengah makan malam mewah mereka. Shin-Hae hanya melirik Kyuhyun sekilas lalu kembali terfokus pada Brioche panggang nya

“bisa kau menjawab pertanyaanku sekarang, nona Shin ?” lanjut Kyuhyun saat tidak ada tanda-tanda sama sekali dari Shin-Hae untuk menjawab pertanyaannya. Shin-Hae masih terfokus dengan makannanya. Melihat Kyuhyun masih menatapnya dengan intens, Shin-Hae hanya menangkat bahunya santai

“apakah itu sebuah jawaban ?” tanya Kyuhyun tak mengerti

“bisakah kau membiarkan aku menyelesaikan makan malamku dulu ? kau tau ini adalah makanan pertamaku hari ini. dan bukankah aku sudah menjawab lamaranmu beberapa hari yang lalu ?” sergah Shin-Hae kesal saat Kyuhyun terus-terusan merecoki hidupnya dengan kata-kata ‘pernikahan’

“kau memang sudah menjawab lamaranku. Tapi aku menanyakan hal yang berbeda nona Shin. Kita menikah besok, oke ?” ulang Kyuhyun. kali ini Shin-Hae mendengarkan pertanyaan Kyuhyun dengan baik

“hmm” jawab Shin-Hae lalu kembali pada makan malamnya

“apakah itu berarti ‘iya’ ?” tanya Kyuhyun lagi. senyumannya tiba-tiba saja mengembang. Senyuman manis miliknya. Shin-Hae ikut tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun

“tapi .. bisakah aku yang mengatur segalanya ? aku ingin mengatur pernikahanku sendiri” pinta Shin-Hae sungguh-sungguh

“pernikahan seperti apa yang kau inginkan nona Shin ? pernikahan termewah yang pernah terjadi dimuka bumi dengan segala perhiasan termahal didunia ? katakan padaku, aku sanggup mewujudkannya. asal kau menikah denganku. besok, dan tidak ada bantahan!”

TBC

 

Makin gajelas kan ?

Makanya jangan ditungguin FF ini

Hasilnya mengecewakan

Aku aja bingung sendiri bacanya, makin ngawur ceritanya

 

Mulai bertele-tele ? emang iya, soalnya udah mau ending sih

Jadi mesti diselesain semua

Dan aku mulai males ngetiknya

Udah ga ada konflik

 

Ada yang mau bikinin Uncommitted Chapter 10 nya buat aku ? haha

Aku beneran gatau mau buat cerita yang kaya gimana lagi di Chapter 10

Kalo ada yang punya ide atau apa, kasih tau saya wkwk

 

COMMENT YANG MENETUKAN KALIAN DI TAG LAGI APA NGGA

Jadi tolong tinggalkan jejak berupa comment

 

Gamsha~~~~