the police

“selidiki siapa yang mengincarku dan tangkap orang itu, lalu bawa kehadapanku!” ucap Kyuhyun geram, emosinya melebihi batas ketika mengingat kejadian tadi malam yang hampir melukai dirinya, tepatnya melukai Shin-Hae! keparat! Aku ingin membunuh orang itu langsung dengan tanganku sendiri, batin Kyuhyun

“baik” jawab 18 orang anak buah Kyuhyun membubarkan barisannya ketika mendapat instruksi langsung dari kepala polisi dikota ini. Kyuhyun menutup matanya menahan emosi, dia benar-benar tidak berbakat dalam masalah menenangkan diri sendiri. dia tidak bisa menormalkan kembali detak jantungnya yang mulai menggila. Dia hampir tewas tadi malam!

Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana reaksi tubuh Shin-Hae saat timah panas hampir saja menghantam mereka berdua. Tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin mulai muncul dipelipisnya. Wajahnya berubah menjadi pucat pasi seketika. Dia benar-benar tidak menginginkan hal itu terjadi lagi. dan dia akan pastikan dia tidak akan membuat Shin-Hae merasa ketakutan untuk yang kedua kalinya

******

Suara tembakan senapan dan bisingnya pecahan kaca masih tersisa dipikiran Shin-Hae. Shin-Hae selalu merasa bahwa pembunuh itu pasti akan mendatanginya kembali dan mencoba membunuhnya. Tapi apa masalahnya ? seseorang itu pasti mengincar Kyuhyun. ya, dia pasti mengincar Kyuhyun

Pekerjaan Kyuhyun-lah yang membuat pria itu menjadi incaran nomor satu para penjahat yang telah berhasil dijebloskannya kedalam ruangan sempit berpintu jeruji besi. Tapi entah mengapa, Shin-Hae merasa ada yang ganjil, pria itu terlalu misterius. Dan lagi, sebenarnya siapa dia ? kenapa seluruh keluargaku mengenalnya dan bahkan berhubungan dengan sangat baik, batin Shin-Hae

Ketukan pintu dikamar Shin-Hae membuat Shin-Hae tersadar dari pikirannya. Dengan malas Shin-Hae melangkah kepintu untuk membuka pintu yang memang dikuncinya. Dan melihat siapa yang berada dibalik pintu kamarnya, Shin-Hae segera membulatkan matanya lebar-lebar

“harabeoji ?!” ucap Shin-Hae terkejut melihat kakeknya yang tiba-tiba saja telah berada dirumahnya. Dan eomma Shin-Hae sudah berada dibelakang harabeoji yang melakukan gerakan mencekik lehernya sendiri sebagai tanda peringatan ada yang tidak beres dengan kedatangan kakeknya

“w .. waeyo ?” tanya Shin-Hae gugup setelah melihat reaksi datar milik kakeknya yang tidak berubah sejak tadi. pasti ada yang tidak beres, pasti ada yang salah, batin Shin-Hae

“napeun yeoja! Kau harus menikah besok”

“MWOYA ?!!!”

Setelah pembicaraan yang mengejutkan tadi, kakeknya menyeret Shin-Hae paksa menuju ruang tengah untuk berunding tentang pernikahannya. Sekali lagi, untuk pernikahannya! kakek tua ini sudah gila, ya .. pasti sudah gila! Sungut Shin-Hae dalam hati

Shin-Hae tidak bisa berkutik sama sekali saat kakeknya membacakan beberapa surat wasiat yang seharusnya belum boleh dibacakan sebelum sang kakek telah tiada. Tapi seluruh peraturan dirubah oleh kakeknya ini dengan seenaknya. Dia mengatakan beberapa alasan tentang pernikahan konyol yang ditulis oleh orangtua ini

“yang pertama, kau harus menikah karna kau belum bisa menjadi mandiri sama sekali. kau selalu membuat masalah, dan mungkin karna itulah kau membutuhkan pendamping yang bisa mengatur tingkah lakumu” Shin-Hae menatap harabeoji dengan tatapan tak suka sama sekali. tunggu sampai dia menyelesaikan pidatonya, setelah itu akan ku hajar habis-habisan dengan penolakanku, batin Shin-Hae

“yang kedua, kau memang belum mempunyai kekasih, kan ? jadi karna itu juga aku menikahkanmu” ujar harabeoji yang kali ini tidak bisa menahan Shin-Hae untuk protes

“yak, harabeoji, apa-apaan itu ?! mana bisa dijadikan alasan yang seperti itu!” sungut Shin-Hae tak terima yang langsung mendapat pukulan keras dikepala oleh eommanya yang duduk disampingnya

“eomma, appo!” teriak Shin-Hae sambil memegang bagian kepalanya yang terasa sakit

“yang ketiga, karna aku memang telah menjodohkanmu sejak kecil” ucapan teeakhir kakekknya membuat napas Shin-Hae tercekat, dijodohkan ? ini gila!

“andwae! Sirho! Aku tidak akan menikah dengan siapapun lelaki pilihanmu, harabeoji. Aku memiliki hak untuk memilih siapa yang akan menjadi suamiku nantinya. Suratmu itu benar-benar konyol!” Shin-Hae bangkit dari duduknya lalu melangkah menjauh dari kakeknya. Eomma Shin-Hae lalu tersenyum melihat tingkah anaknya sendiri

“rencana kita pasti berhasil” ucap ibu Shin-Hae pada kakeknya yang sama-sama sedang tersenyum penuh arti

******

Dengan napas tersengal sehabis melarikan diri dari rumah Shin-Hae berjalan melewati jalan raya dengan perasaan kesal. Dijodohkan ? menikah besok ? apa-apaan sebenarnya ini! seenaknya saja kakek tua itu mengatur jalan hidupnya. Shin-Hae terus menggerutu hingga dia melihat sesosok pria disebrang jalan sambil mencondongkan sesuatu kearahnya. Shin-Hae segera menutup telinganya lalu berjongkok. Lama dia terdiam dengan posisi itu namun tidak ada yang terjadi. Shin-Hae melihat ke sekelilingnya telah banyak orang yang menjadikannya sebagai pusat perhatian. Shin-Hae kembali melirik kearah pria yang berada disebrang tadi, dan ternyata pria itu hanya memegang sebuah kayu yang sedang diukurnya. Shin-Hae mengalami trauma ringan sejak kejadian malam itu. dimana Shin-Hae dan Kyuhyun hampir terbunuh

Kyuhyun. tiba-tiba saja Shin-Hae mengingat pria itu. Kyuhyun, Cho Kyuhyun. pasti dialah pria yang akan dijodohkan dengannya. Mengingat betapa dekatnya kakeknya dengan pria itu. jika memang benar pria itu yang akan menjadi calon suaminya nanti, apa yang akan dia lakukan ? menolaknya atau menerimanya ?

Jujur saja, pria itu sudah membuat Shin-Hae mengingat namanya setiap hari. Memberikan kesan yang cukup baik mengenai dirinya. Dan entah sejak kapan, Shin-Hae mulai mengagumi pria itu. karna pekerjaannya tentu saja, tetapi ketampanannya juga termasuk dalam daftar

Tiba-tiba sebuah tangan terulur kearah Shin-Hae yang masih terdiam dengan posisi hampir terduduk ditengah keramaian. Shin-Hae menoleh keatas untuk melihat siapa pria itu. dia pikir seseorang yang dia kenal. Ternyata bukan. Seorang pria yang tidak dia kenal sama sekali namun sedang tersenyum kearahnya

“bisa bangun ?” ucap pria itu lembut. suaranya terdengar tenang dan datar. Senyuman pria itu bertambah lebar saat Shin-Hae masih menatapinya tanpa menyambut uluran tangannya

“biar ku bantu” ucapnya sekali lagi dan kali ini dia membantu Shin-Hae berdiri

Pria itu masih saja menunjukkan senyumannya walau Shin-Hae tidak membalas senyuman pria itu. Shin-Hae menyadarkan dirinya sendiri dari keterpanahannya karna senyuman pria ini. Shin-Hae mencoba tersenyum namun gagal. Suasana hatinya tidak mendukung sama sekali untuk membantunya tersenyum. Shin-Hae hanya menundukkan kepalanya sekilas sebagai tanda terimakasih lalu pergi begitu saja meninggalkan pria itu

Shin-Hae menjauh, berjalan lebih cepat dari sebelumnya karna dia merasa dibelakangnya seperti ada yang sedang mengikuti langkahnya. Shin-Hae semakin merasa yakin saat pantulan bayangan hitam dbelakangnya terus berada tepat didekatnya. Dengan keberanian penuh Shin-Hae menghentikan langkahnya lallu berbalik. Dan yang dia temui adalah sosok pria yang membantunya berdiri tadi

“kau mengikutiku, mau apa kau!” bentak Shin-Hae sama sekali tidak menunjukkan ramah tamahnya sedikitpun pada orang yang membantunya tadi. dan sekali lagi pria itu hanya tersenyum mendapat perlakuan tidak baik dari Shin-Hae

Lalu pria itu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan benda kecil berwarna putih yang sangat dikenal Shin-Hae. itu handphone miliknya. Shin-Hae merogoh saku mantelnya untuk mencari benda itu namun tidak ada. Handphone yang kini berada ditangan pria itu adalah ponselnya

“kau menjatuhkannya tadi” ujar pria itu dengan nada yang sama lembutnya dan sama tenangnya seperti tadi. tidak lupa dengan senyuman khasnya yang membentuk kelancipan disudut kiri dan kanan bibir pria itu

Dengan sedikit kasar Shin-Hae merampas ponselnya lalu melemparnya begitu saja kedalam saku mantelnya. Dan kali ini urusannya dengan pira itu benar-benar telah selesai. Jika pria itu masih saja mengikuti Shin-Hae, jangan salahkan dia jika Shin-Hae mengira bahwa pira itu seorang penguntit

Shin-Hae sama sekali tidak berterimakasih, dia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Shin-Hae masih waspada dengan pria itu. pria yang terlalu ramah itu. Shin-Hae sempat melirik kebelakang dan dia tidak menemukan pria itu. dan Shin-Hae merasa lega entah karna apa

Tidak lama, ponsel milik Shin-Hae berdering. Dengan segera dia menemukan ponsel itu dan menjawabnya setelah sebelumnya melihat sebuah nomor yang tidak dia kenal. Dengan cekatan Shin-Hae membuka flip handphone nya lalu menerima telpon itu

“yeobseyo” ujar Shin-Hae dengan kelembutan yang dibuat-buat. Hari ini mood nya benar-benar sedang tidak bagus

“aku yang mengembalikan ponselmu tadi. namaku Kim Yoonie. Senang bisa bertemu lebih cepat denganmu, Shin-Hae~ssi” setelah itu sambungan telponnya terputus

Shin-Hae masih menempelkan ponselnya ditelinga padahal sudah sangat jelas jika sambungan telponnya telah terputus dari beberapa detik yang lalu. Kim Yoonie ? dari mana dia mengetahui nomor handphone Shin-Hae ? dan bagaimana bisa dia mengenal Shin-Hae sedangkan Shin-Hae sama sekali tidak pernah merasa mengenal ria itu

Shin-Hae berbalik mencoba menemukan sosok pria yang diwaspadainya sedari tadi. namun pria itu sudah tidak terlihat. Pria itu telah menghilang. Shin-Hae mengeratkan pegangannya pada ponselnya. Tiba-tiba saja dia merasa ada yang tidak beres dengan pria itu

******

Police Station, Gangnam, South Korea

Kyuhyun sedang sibuk mengatasi masalah pembunuhan yang terjadi akhir-akhir ini. dia sedikit menemukan kesamaan dalam setiap pembunuhan yang dia tangani. Rata-rata yang terbunuh adalah kapala polisi yang aktif dan seluruh keluarganya ikut terbunuh dan yang paling mencurigai adalah waktu dari pembunuhan itu terjadi. Sama-sama terjadi pada pukul 03.11 malam. Sama dengan waktu pembunuhan appa nya. Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan jika polisi tidak cepat datang, mungkin dia akan ikut terbunuh. Semua berkat noona nya

Cho Ah-Ra. Perempuan yang paling dia sayangi dimuka bumi setelah ibunya tentu saja. dan setelah terjadi pembunuhan lagi kemarin, penjagaan untuk kakaknya semakin ketat. Bahkan didalam rumahnyapun tinggal 5 orang bodyguard untuk menjaga seluruh sudut rumah yang mungkin saja bisa dijebol masuk dan membunuh kakaknya. Semua kemungkinan bisa terjadi

Dan karna masalah itulah Ah-Ra sekarang sedang berdiri dihadapan Kyuhyun dengan tatapan sebal

“bisakah kau mengusir 5 bodyguard-mu yang tinggal dirumahku ? aku tidak leluasa untuk melakukan segala sesuatu” rengek Ah-Ra yang ke-seribu kali. Dan jawaban yang didapat hanyalah gelengan kepala penolakan dari Kyuhyun

“pembunuhan berantai itu terjadi lagi belum lama ini, aku hanya ingin melindungi-mu, Noona”

“tapi mereka sama sekali tidak mengenalku. Aku bahkan tidak berada dirumah saat .. orangtua kita terbunuh. Kau-lah yang menjadi incaran mereka! Seharusnya kau yang menyiapkan ribuan bodyguard untuk melindungi keselamatanmu sendiri”

Kyuhyun termenung mendengar ucapan Noona nya. Cho Ah-Ra benar. Seharusnya untuk dirinyalah dia memperketat penjagaan. Bahkan dia lupa untuk melindungi dirinya sendiri. dia terlalu terobsesi melindungi semua yang dekat dengannya yang akan menjadi incaran para musuh-musuhnya

“bahkan kemarin aku mendengar kau hampir tertembak di restaurant. Itu karna kau lupa melindungi dirimu sendiri. aku yang seharusnya mengkhawatirkan keselamatanmu, dongsaengie~” suara Ah-Ra melembut saat mngucapkan kalimat terakhir

“baiklah, aku akan melonggarkan penjagaan. Tapi tidak mengurangi jumlah bodyguard. Itu harga mati, aku tidak ingin membahas masalah ini lagi” Kyuhyun mencoba mengembalikan sifat kakunya setelah hatinya tersentuh oleh perkataan kakaknya

Ah-Ra memutar matanya sebal. Adiknya terlalu keras kepala untuk diberi tau. Percuma melakukan negosiasi dengan pria seperti itu. karna hasil yang didapat hanyalah kekecewan. Ah-Ra mengamati Kyuhyun yang kini tengah sibuk dengan berkas-berkas yang sekarang sedang berserakan diatas meja kerjanya

Tiba-tiba saja dia mengingat perbincangan bodyguard milik Kyuhyun yang membicarakan masalah penembakan di restauran kemarin. mereka menyebutkan bahwa Kyuhyun tidak sendiri. dia bersama seorang perempuan

“kalau tidak salah dengar, saat di restauran kau tidak sendiri. ada seorang wanita bersamamu. Boleh aku tau siapa wanita itu ? ucap Ah-Ra sedikit mengejek adiknya yang selama ini tidak pernah terketuk hatinya untuk seorang wanita. Bahkan sesekali dia berpikir bahwa adiknya seorang gay

“bukan urusanmu” jawab Kyuhyun dingin seakan tak suka membahas masalah itu

“well, apakah dia wanita yang itu ?” tanya Ah-Ra masih dengan nada mengejeknya. Membuat Kyuhyun menatap wajah Noona nya dengan penuh dugaan

“wanita mana yang kau maksud ?”

“kau tau siapa yang ku maksud” Ah-Ra mengedipkan sebelah matanya kearah Kyuhyun yang membuat Kyuhyun mengalihkan pandangan matanya kearah manapun asal tidak dengan mata Noona nya. Ah-Ra menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya dengan mata melebar sempurna seakan mendapat jawaban dari ekspresi wajah Kyuhyun saat ini

“jadi benar ? kau sudah menemukannya ?”

“kalau iya memang kenapa ?”

“Oh My .. aku harus menemuinya kalau begitu”

“untuk apa ?!”

“untuk segera menikahkanmu tentu saja. bukankah itu yang kau nantikan sejak dulu ? menikahi Kim Shin-Hae”

******

Unknown

“apa kau berhasil merayu nya ?” tanya pria bertatoo penuh dengan cerutu selalu menempel disudut bibirnya. Pria tampan yang sedang berdiri dihadapannya tersenyum dan menggelengkan kepalanya lemah. Tiba-tiba saja pria bercerutu itu menjauhkan cerutunya dan meletakkannya di meja. Tanda kekecewaan sepertinya

“kau pria dengan segala ketampanan dan penuh kharisma gagal mendekati satu wanita jalanan ?” nada bicara pria itu sedikit meninggi karna kesal dengan jawaban yang dia terima tadi. namun pria itu tetap menunjukkan senyuman khasnya

“bukan gagal, tapi belum. Aku akan terus merayu nya hingga jatuh kedalam pelukanku. Aku bersumpah untuk itu” jawab pria tampan tadi. senyumannya semakin melebar setelah berhasil mengucapkan perkataannya tanpa kesalahan sedikitpun. Dia merasa bangga dengan apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Dan sepertinya boss nya tidak perlu tau dengan rencana apa yang akan dijalankannya

******

“jadi kau masih menolak pernikahan ini ?!” teriak kakeknya dengan nada tak suka. Shin-Hae yang duduk dihadapannya hanya bisa membalas tatapan kakeknya dengan tatapan tak kalah sinisnya. Jika pandangan bisa menghancurkan sesuatu, mungkin mata kakeknya yang sedari tadi bertatapan dengan mata Shin-Hae akan segera hancur

“jadi kau tidak ingin memenuhi permintaan kakekmu yang terakhir kalinya bahkan jika aku mati besok ?” ujar kakeknya kali ini nadanya telah lebih tenang dari sebelumnya. tatapan Shin-Hae tiba-tiba saja melembut mendengar ucapan kakeknya barusan

“baiklah jika kau memang tidak ingin memenuhi permintaanku. Aku akan mati dengan penuh rasa khawatir karna meninggalkanmu begitu saja tanpa pendamping” kakeknya seolah-olah berakting seperti dia akan benar-benar mati besok

“berhenti mengucapkan kau akan mati besok! Baiklah aku akan menurut. Tapi aku ingin melakukan pendekatan terlebih dahulu. Aku tidak ingin dipaksa menikah terburu-buru” kalah Shin-Hae pada kakeknya. Dan tentu saja jawaban ini diterima dengan senang hati oleh kakeknya. Apapun keputusan cucu nya, rencananya pasti akan berhasil

“usulan diterima, besok aku akan mempertemukanmu dengannya”

******

Police Station, Gangnam, South Korea

“aku mendapatkan satu nama dari rencana pembunuhan keluargamu, pak” ujar salah satu anak buah Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar berita itu refleks bangkit dari duduknya. Akhirnya! Setelah bertahun-tahun dia menyelidiki kasus ini, dia menemukan sebuah petunjuk

“siapa dia ?” tanya Kyuhyun antusias

“namanya Park Dae Young. seorang pekerja swasta di pulau Jeju yang kini telah beralih profesi menjadi seorang apoteker. Dia menjadi salah satu anggota yang menyerbu rumahmu dulu. kami menemukan kesamaan fisik yang tak berubah dari yang pernah kau gambarkan. Dia juga menjadi salah satu buronan polisi pada tahun 2002 dengan penyelundupan barang terlarang. Dan saat kami menyelidiki kasus-kasus apa saja yang pernah dibuatnya, kami menemukan satu tanggal dan tahun yang sama saat terjadinya pembantaian dikeluarga anda” jelas anak buah Kyuhyun yang bernama Park Junhye. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat mendengar penjelasan dari Junhye. Sangat tidak sabar untuk menemui pembunuh itu

“sekarang dimana dia ?”

“dia masih didalam tahanan”

“tahanan ?”

“ya, karna baru-baru ini dia kembali melakukan pembunuhan. Belum jelas pembunuhan apa, dia masih dalam tahap introgasi” jawab Junhye yang membuat Kyuhyun sempat berpikir bahwa dia ada kaitannya dengan pembunuhan kepala polisi didaerah Busan kemarin

“aku ingin bertemu dengannya sore ini. pastikan dia tetap berada disana hingga aku datang menemuinya”

“baik”

Setelah anak buahnya meninggalkan Kyuhyun sendiri diruangannya, Kyuhyun kembali mengepalkan tangannya kuat-kuat. Kyuhyun merogoh saku celananya untuk mengambil sebuah benda yang selalu dibawanya. Sebuah kunci yang ditemukannya dikantung kemeja appanya dulu. Kyuhyun kembali melihat ukiran huruf yang tertera dikepala kunci tersebut. Ukiran tersebut membentuk huruf KY. Kyuhyun masih tidak bisa menemukan apa arti dibalik huruf KY tersebut

Kyuhyun masih menatapi kunci itu lekat-lekat hingga seseorang kembali mengetuk pintu ruangannya. Setelah dipersilahkan masuk, Kim Soonji muncul dari balik pintu tersebut. Sekretaris kepolisian

“ada apa” tanya Kyuhyun setelah menaruh kembali kunci tadi kedalam kantung celananya

“team menemukan ini didalam hotel yang ditempati kepala polisi Busan yang terbunuh kemarin” Soojin menyodorkan sebuah kunci kecil hampir sama dengan kunci yang ditemukannya didalam kemeja appanya

Dengan ekspresi terkejut, Kyuhyun meraih kunci tersebut dan melihat dengan teliti. Dia kembali menemukan ukiran dikepala kunci tersebut. Kali ini ukiran itu membentuk huruf PDY. Kyuhyun kembali merogoh saku celananya dan mengambil kunci yang selalu dibawa olehnya

Kyuhyun menyejajarkan kedua kunci tersebut, dan .. keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Kyuhyun semakin yakin bahwa disetiap huruf ini terdapat arti yang akan memudahkannya untuk menemukan para pembunuh yang telah membunuh beberapa kepala polisi termasuk appa nya

******

Shin-Hae dipaksa menuruti ucapan kakeknya agar memakai pakaian pilihannya dan sedikit berdandan. Ini adalah hal yang paling dibenci Shin-Hae. memakai dress dan juga ber-makeup. Shin-Hae menurutinya hanya agar kakeknya tidak lagi menyebut masalah mati

Hari ini dia hanya akan bertemu dengan Kyuhyun, bukan ? untuk apa berdandan seperti ini! toh, pria itu juga sudah mengenal Shin-Hae seperti Shin-Hae yang selama ini selalu membuat ulah dihadapannya. Shin-Hae kembali merutuki keputusan kakeknya yang tidak dengan sabarnya ingin menjodohkannya dengan pilihan kakeknya

Shin-Hae masih sibuk menyumpahi kakeknya hingga terdengar ketukan dipintu rumahnya. Tiba-tiba saja jantung Shin-Hae berdebar sedikit lebih kencang. Oh, ayolah .. didepan sana hanya ada Kyuhyun yang sedang menunggu dibukakannya pintu. Kenapa jantungnya berulah

Dengan cekatan Shin-Hae membuka pintu dan muncullah sosok pria yang sedari tadi dia bayangkan. Kyuhyun berdiri dengan angkuhnya disana. kali ini pakaiannya terlihat lebih casual. Hanya celana jeans dan juga kemeja santai berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya yang putih

Kyuhyun-pun sempat memperhatikan penampilan Shin-Hae hari ini. dress dengan panjang selutut berwarna peach lembut membalut tubuhnya sempurna hingga membentuk lekukan-lekukan indah. Dan wajahnya terdapat sedikit pewarnaan buatan yang membuatnya semakin terlihat menarik

Benarkan, kakeknya akan menjodohkannya dengan pria ini, gerutu Shin-Hae dalam hati

“ah, Kyuhyun kau sudah datang” sambut kakeknya dengan riang. Tentu saja riang, pria ini akan segera menjadi menantunya nanti. Shin-Hae menutup pintu dan berniat duduk disamping kakeknya namun kakeknya melarang

“jangan duduk dulu, sepertinya dia baru tiba” ujar kakeknya yang membuat Shin-Hae mengerutkan keningnya. Dia ? kakek mengundang orang lain ?

Dan benar apa yang dikatakan kakeknya. Selang beberapa menit, pintu kembali diketuk. Dengan malas Shin-Hae kembali berjalan menuju pintu. Dan saat pintu terbuka, Shin-Hae melebarkan matanya sempurna melihat sosok yang pernah ditemuinya kemarin. pria yang selalu tersenyum yang membantunya berdiri kemarin. pria yang memperkenalkan dirinya melalui telpon yang menyebutkan namanya Kim Yoonie

“nah, dialah calon suamimu” ujar kakeknya yang membuat Shin-Hae dengan cepat menoleh kearah kakeknya yang tersenyum penuh kegembiraan. Sama dengan apa yang Kyuhyun lakukan. Kyuhyun menatap kakek Shin-Hae dengan bingung dan juga terkejut. Calon suami Shin-Hae ?

Shin-Hae kembali menoleh kearah Kim Yoonie yang masih tersenyum dengan senyuman khas miliknya

Bukan Kyuhyun yang akan menjadi calon suamiku ? oh tidak! Ini tidak benar! Batin Shin-Hae

TBC