uncommitted poster 3

Disini aku merekomendasikan beberapa lagu yang emang aku cocok-cocokin secara paksa sama adegan disini haha. Kalo bisa di download yaaa, biar lebih dapet feelnya. Happy read ^^

******

Shin-Hae menggeliat ringan diranjangnya, tubuhnya terasa remuk setelah acara lelang semalam yang berakhir hampir tengah malam. Shin-Hae membuka matanya perlahan. Sedikit mengerjap akibat cahaya yang berasal dari jendela kamarnya yang telah terbuka membuat matanya terasa perih

Shin-Hae mengerutkan keningnya saat terdengar bunyi sesuatu yang berasal dari luar kamarnya. Siapa disana ? Shin-Hae bangkit dengan tergesa-gesa ingin segera menghampiri sumber suara, namun terhenti ketika dia mengingat bahwa ayahnya telah kembali kerumah ini. itu pasti ayahnya

Shin-Hae merapihkan kemeja, celana pendek, dan juga rambutnya lalu keluar dari kamar. Shin-Hae berjalan mengitari seisi rumahnya untuk mencari asal suara yang membuatnya terbangun tadi. dia membelokkan langkahnya kearah dapur, dan benar saja. dia menemukan ayahnya telah berkotor-kotor ria dengan segala bahan makanan yang entah akan dijadikan apa

“kau bisa memasak ?” ucap Shin-Hae basa-basi sebagai pengganti ucapan ‘selamat pagi’ dia memang tidak terlalu dekat dengan ayahnya. Well, sebenarnya dia tidak terlalu dekat dengan seluruh anggota keluarganya

Seperti sedikit terkejut, dengan gerakan cepat ayahnya menoleh kearah Shin-Hae. lalu ekspresinya kembali normal setelah melihat anaknya lah yang menyapanya

“ya, aku sendiri selama ini. aku akan mati jika tidak bisa melakukan hal semudah ini” balas ayahnya yang masih sibuk mencampur adukkan beberapa bahan makanan yang berakhir ke celupan minyak panas yang telah tersedia

“aku sedikit tersindir dengan ucapanmu. Aku selama ini sendiri, tapi aku tidak bisa melakukan hal yang kau sebut mudah tadi” Shin-Hae bergumam pelan, namun tetap terdengar oleh ayahnya yang kini sibuk dengan cipratan minyak panas yang menghantam dirinya. Shin-Hae beranjak menuju meja makan yang telah tersedia roti panggang dan secangkir cokelat panas

“aku tidak bermaksud menyinggungmu, tapi kalau kau tersindir, kau bisa mencoba belajar masak mulai sekarang, karna sebentar lagi kau akan memiliki suami yang harus selalu kau sediakan makanan” ucap ayahnya dengan kekehan terselip disela-sela ucapannya. Shin-Hae tidak menghiraukannya, dia lebih memilih melahap roti panggangnya. Mengunyahnya sebentar lalu membalas ucapan ayahnya

“kurasa aku tidak perlu repot-repot melakukannya. Dirumahnya tersedia 5 koki handal setara dengan koki international yang selalu menyediakan makanan sehat dan bergizi untuknya” balas Shin-Hae, ayahnya berbalik menghampirinya dengan spatula ditangannya

“tapi itu berbeda, makanan yang ingin dinikmati seorang suami adalah makanan yang berasal dari hasil jerih payah sang isteri, bukan koki. Tapi jika kau memang tidak ingin melihat suamimu menikmati apa yang berasal dari tanganmu sendiri, tetap pertahankan kokinya” ayahnya kembali menuju dapur kotor, Shin-Hae terdiam mendengar ucapan ayahnya. Ada benarnya, tapi dia tidak ingin mengambil resiko Kyuhyun akan keracunan karna makanan buatannya. Dia cukup menyadari tingkat keahlian memasaknya, dan itu lebih buruk dari kata gagal

“aku tidak perduli, kurasa dia juga telah terbiasa menikmati makanan buatan kokinya. Aku mandi dulu” Shin-Hae menghabiskan tegukan terakhir cokelat panasnya lalu kembali menuju kamar. Bersiap-siap untuk bertempur dengan beberapa toko yang akan disambanginya hari ini. oh, kalau bukan karna ancaman dari Cho Kyuhyun, dia bersumpah dia hanya akan menghabiskan waktu istirahatnya hari ini dirumah saja, bergelut dengan selimut yang lebih menyenangkan

******

Shin-Hae melirik dengan malas kearah dua orang wanita yang sama dengan wanita yang kemarin merubah penampilannya habis-habisan saat akan ada acara lelang. Dua wanita itu masih sibuk mencocokkan satu sama lain benda-benda yang akan dipadukan dengan gaun pengantin yang telah dibelinya

Jauh dari kata mewah, gaun itu sangat sederhana namun tetap elegan, seperti gaun yang berasal dari berpuluh-puluh tahun yang lalu. Gaun berwarna putih gading tanpa hiasan apapun digaun tersebut, hanya kain transparan cukup panjang yang menjadi hiasan diatas kepalanya sebagai mahkota

Shin-Hae mengingat perbincangannya dengan Kyuhyun tentang pernikahannya semalam. Kyuhyun menawarkan kemewahan dalam pernikahannya. Ya, Shin-Hae tau kalau pernikahan seperti impian seluruh wanita didunia dengan segala kemewahan yang menghabiskan biaya hampir puluhan Milyar, mungkin akan terkabul jika Kyuhyun yang akan membiayainya, tapi dia benar-benar tidak ingin ada kemewahan yang terlalu hebat dalam pernikahannya

Kyuhyun mengabulkan permintaan Shin-Hae yang satu itu mengingat bahwa Kyuhyun telah bersedia menuruti seluruh keinginan Shin-Hae dalam pernikahannya, namun Kyuhyun menolak saat Shin-Hae memilih gereja yang berada di Seoul untuk pernikahannya. Dan itu menjadi berita buruk untuk Shin-Hae. itu berarti mereka tidak akan menikah di Korea, tapi diluar negri. Ini lebih mengerikan! Berapa banyak biaya yang akan dihabiskan pria itu untuk pernikahannya

Kyuhyun menolak memberitau dimana gereja yang akan mereka pakai untuk pernikahannya. Penuh rahasia, dan Shin-Hae membenci itu. tapi bagusnya, Shin-Hae mendapat kompensasi hari untuk pernikahan mereka. Mereka tidak akan melakukan pernikahan hari ini, tapi besok. Tentu saja Kyuhyun memberikan kelonggaran waktu dengan enggan. Dibutuhkan sebuah pertengkaran terlebih dahulu untuk mendapat kompensasi ini. dan akhirnya, Shin-Hae mendapatkannya

Segala benda yang harus dimiliki telah terbeli, Shin-Hae menghembuskan napasnya lega saat semuanya benar-benar telah berakhir. Dia bisa cepat-cepat kembali kerumah untuk mengistirahatkan badannya untuk acara sakral besok pagi

Saat tangannya hampir mencapai pintu mobil, sebuah tangan meraih bahu Shin-Hae lalu mebalikkan tubuhnya. Shin-Hae terlonjak kaget dengan gerakan secepat itu. Saat akhirnya mereka berhadap-hadapan, Shin-Hae mengerutkan keningnya

“Min Woo-ssi ?” ucap Shin-Hae bingung

“sudah selesai semuanya ?” balas Min Woo, Shin-Hae mengedarkan pandangannya kesekeliling, mencoba menemukan sosok lain selain Min Woo, tapi ternyata tidak ada siapapun

“ada apa ?” tanya Shin-Hae dengan nada tak suka. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk beristirahat, tapi Min Woo datang dan akan menghancurkan rencananya untuk tidur seharian

“ada yang ingin bertemu denganmu” ucap Min Woo sambil menarik lengan Shin-Hae. sontak Shin-Hae memberontak dalam genggaman Min Woo, namun cengkraman Min Woo lebih kuat dari biasanya. Tidak bisa terlepas. Dan Min Woo terus menyeret Shin-Hae kedalam mobilnya. Membiarkan dua wanita pekerja rumah Kyuhyun begitu saja disana dengan tatapan tak mengerti

“sebenarnya ada apa, huh!” ucap Shin-Hae pasrah. Cengkraman Min Woo semakin mengencang saat dia mencoba melepasnya, dan itu adalah kegiatan sia-sia, membuang tenaga. Jadi Shin-Hae hanya mengikuti kemana Min Woo membawanya

“ikut saja” Min Woo membuka pintu mobilnya, sedikit mendorong Shin-Hae untuk masuk kedalam mobilnya. Saat Shin-Hae telah duduk berdampingan dengan Min Woo, Shin-Hae baru tersadar kalau yang menyetir mobil adalah Jung Il Woo

“rencana apa yang kalian buat kali ini, huh” tanya Shin-Hae geram yang hanya dibalas oleh kekehan pelan Il Woo

“seseorang sedang menunggumu, ada yang ingin dibicarakan katanya” ujar Il Woo yang masih terfocus pada jalanan. Shin-Hae mengenduskan napasnya kasar. Percuma saja berbicara dengan dua pria tidak berotak ini. baiklah, lihat saja nanti setelah mereka sampai ditempat tujuan, Shin-Hae akan menghajar dua pria ini dan juga orang yang telah menyuruh Il Woo dan Min Woo menculiknya. Demi Tuhan, Ini waktu terakhirnya untuk istirahat!

Hanya beberapa blok dari tempatnya membeli gaun pengantin, Il Woo menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah kedai cafe. Tanpa berkomentar lagi, Shin-Hae turun dari mobil lalu mengikuti langkah Min Woo kemana akan membawanya. Shin-Hae menyipitkan matanya saat Minji melambaikan tangannya memberitahu keberadaannya

“dia yang ingiin bertemu denganku ? dia yang menyuruhmu menjemputku ? tolol! Dibayar berapa kau oleh gadis tengik itu” gerutu Shin-Hae geram karna ulah wanita yang sudah dianggapnya sahabat selama bertahun-tahun itu tiba-tiba saja memperlakukannya seperti dia seorang buronan yang baru saja tertangkap basah sedang shopping disebuah pusat perbelanjaan lalu dipaksa kembali ke jeruji besi. Sialan!

Shin-Hae membuka langkahnya lebar-lebar untuk menghampiri Minji yang sedang tertawa mengejek senang melihat reaksi Shin-Hae yang jelas-jelas terlihat marah. Minji ikut membuka langkahnya menghampiri Shin-Hae lalu memeluk tubuh Shin-Hae erat seakan mereka sahabat yang telah terpisah berpuluh-puluh tahun lamanya

“ada apa, huh! Dan .. bisakah kau melepaskanku, aku tidak bisa bernapas bodoh!” suara Shin-Hae terdengar terengah-engah akibat kehabisan napas yang dikarenakan pelukan Minji. Minji langsung melepasnya dengan tatapan minta maaf

Minji merogoh Handbag  Louis Vuitton nya lalu mengeluarkan sebuah kartu cukup besar sedikit memanjang berwarna hitam keabu-abuan. Shin-Hae segera menatap Minji dengan tatapan tak percaya

“oh, tunggu. Jangan katakan kalau ini …” suara Shin-Hae tercekat lalu menghentikan ucapannya begitu saja. sial! Minji akan menikah ? menikah dengan si keparat itu ? Shin-Hae segera melemparkan pandangan kearah Il Woo yang sedang tersenyum malu disebelah Min Woo

“bukankah kalian sedang bertengkar hebat ? kalian tidak bercanda kan dengan pernikahan ini ?” tanya Shin-Hae gencar sambil melempar pandangan curiga kearah Minji dan Il Woo secara bergantian

“ya, kami telah menyelesaikan masalah kami” ucap Il Woo sambil mengingat kejadian malam itu dimana Minji mengucapkan sesuatu yang tak pernah terbayangkan oleh Il Woo sama sekali

FLASHBACK

“aku ingin mengatakan sesuatu” ucap Minji saat mereka telah berada jauh dari keramaian, mengingat acara lelang ini memang sangat mengganggu pendengaran dengan music yang berderu dengan kencang

“apa” ucap Il Woo datar, sebisa mungkin untuk terlihat datar. Pada kenyataannya, Il Woo sangat berharap ada hal positive yang akan diucapkan Minji. Minji sudah siap untuk mengutarakan sesuatu, namun bibirnya kembali terkatup, seperti belum siap sama sekali mengutarakan apa yang akan dia ucapkan. Namun Il Woo tidak ingin mendesak, dia mengerti Minji membutuhkan waktu

“bicaralah” gumam Il Woo sekaligus menyadarkan Minji dari keterdiamannya. Minji menatap mata Il Woo cukup lama sebelum akhirnya dia mengatakan

“saranghae”

Il Woo melebarkan matanya sempurna, mengerjapkan matanya beberapa kali mencoba membangunkannya dari mimpi jika ini memang hanya sebuah mimpi. Tapi ini nyata. Baru saja Minji mengatakan apa ?

“saranghae Il Woo-ssi” ulang Minji seakan mendengar pertanyaan Il Woo tadi

“aku tau ini sedikit tidak masuk akal setelah aku meninggalkanmu kemarin. aku memang awalnya tidak ingin memaafkanmu dan ingin melupakanmu. Tapi” Minji menghentikan ucapannya, menarik napas dalam untuk menenangkan debar jantungnya yang semakin menggila

“aku tidak bisa melakukanya. Melupakanmu tak semudah saat aku jatuh cinta padamu”

FLASHBACK OFF

Il Woo memeluk pinggul Minji lalu mencium bahu Minji, membuat Shin-Hae yang melihatnya segera menampakkan wajah muaknya dengan sikap Il Woo yang sama sekali bukan tipenya. Playboy kelas satu diKorea

Minji terlihat sedikit malu dengan perilaku Il Woo barusan

“jadi, dimana kau akan melakukan perniakahan ? aku sangat penasaran dengan konsep mewah seperti apa yang dipilih oleh seorang Cho Kyuhyun yang kekayaannya sedikit tidak masuk akal” ya, Minji benar,  Pria yang memiliki hampir segalanya. Bujangan terkaya, tersukses, dan tertampan di Korea akan menikah besok. Apakah ini lelucon ? ribuan hati wanita akan terpatahkan besok saat janji pernikahan terucap

“bisakah kalian berhenti membicarakan tentang pernikahan ? aku sedikit mual mendengarnya. Aku ingin pulang” ucap Shin-Hae sambil melirik kearah Min Woo yang sedang menerima telpon. Pria itu yang menculiknya, jadi pria itu juga yang harus mengantarnya pulang

“sajangnim, antar aku pulang” bentak Shin-Hae saat Min Woo tak kunjung menyelesaikan pembicaraannya ditelpon

Sial! Ini hari terakhirnya untuk istirahat namun dihancurkan oleh kedua sekawan ini. jika saja Shin-Hae melapor pada Kyuhyun tentang kejadian hari ini, mungkin Min Woo dan Il Woo akan dibuat menderita oleh sipengusaha nomor satu itu

******

Shin-Hae baru saja tertidur selama 2 jam, namun aktifitas menyenangkan itu terhenti karna dengan sadisnya seseorang menggendong tubuhnya lalu membantingnya kedalam bathtub. Shin-Hae tersentak hebat saat merasakan dinginnya air dan juga hentakan keras pada bagian belakang tubuhnya

Saat Shin-Hae berhasil membuka matanya, dia mendapati Kyuhyun sedang tertawa puas melihat Shin-Hae meringis kesakitan sekaligus kedinginan

“KAU PIKIR APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN, HUH!” bentak Shin-Hae saat dia berhasil duduk dengan posisi sempurna karna sebelumnya tubuhnya sempat tenggelam didalam bathtub tersebut. Kyuhyun masih saja menertawakannya selama beberapa detik

“aku tidak akan menikahimu Cho Kyuhyun!” geram Shin-Hae saat Kyuhyun tak kunjung menghentikan tawanya. Namun ucapannya kali ini berhasil  membuat Kyuhyun berhenti menertawakannya. Dan langsung memasang wajah datarnya kembali

“candaan yang konyol” ucap Kyuhyun datar sambil mendudukkan dirinya disisi bathtub lalu mengelus pipi Shin-Hae lembut. membuat wanita itu sempat kehilangan kata-kata untuk membalas perbuatan Kyuhyun tadi

“candaanmu yang tidak lucu, apa maksudnya dengan ini” bentak Shin-Hae

“aku hanya ingin kau mandi”

“tapi tidak seperti ini caranya”

“oh, baiklah aku minta maaf. Aku hanya ingin kau membereskan dirimu lalu kita akan pergi sekarang”

“apa ? kemana ?”

“oh, jangan mendadak menjadi tolol, nona Shin”

“sialan! Jangan mengataiku. Sebaiknya cepat katakan atau aku akan memanggil petugas keamanan untuk mengusirmu dari sini”

“Slovenia. Kita akan menikah disana. cukup puas nona Shin ?”

******

Shin-Hae dan Kyuhyun telah berada diatas pesawat yang akan membawanya ke Eropa tengah, tepatnya di negara Slovenia. Kyuhyun memang sudah berjanji untuk tidak menyuguhkan kemewahan didalam pernikahannya, tapi dia menolak saat Shin-Hae meminta mereka menikah di Katedral yang berada di Korea

Shin-Hae merasa sedikit tidak terbiasa dengan super kemewahan yang biasa dirasakan oleh Kyuhyun. namun berkali-kali pula Kyuhyun menyadarkan Shin-Hae dengan berbicara ‘kini, seluruh harta yang ku punya akan menjadi milikmu juga. jadi biasakanlah hidup sepertiku’ Shin-Hae sangat membenci Kyuhyun yang selalu mengucapkan perkataan itu

Mereka menghabiskan waktu berpuluh-puluh jam diatas pesawat yang membawanya ke Eropa, dan sampailah mereka disana. saat Kyuhyun dan Shin-Hae baru saja mendarat, sepuluh penjaga keamanan dikerahkan hanya untuk melindungi jalan Kyuhyun dan Shin-Hae. pria ini memiliki orang suruhan dinegara manapun. Apakah separah itu kekayaannya ?

Shin-Hae segera menaiki mobil yang telah tersedia untuk membawanya kerumah Kyuhyun yang berada dinegara ini. dengar ? rumahnya, itu berarti miliknya! Tingkat kekayaan pria ini benar-benar mengerikan

“kau mempunyai tempat hunian dinegara ini ?” tanya Shin-Hae dengan nada bosan

Kyuhyun mengangkat bahunya santai “hanya untuk tempat istirahat jika aku mempunyai perjalanan bisnis ke negara ini”

Shin-Hae menggelengkan kepalanya pelan dan tidak ingin menanyakan lebih lanjut lagi. karna hanya akan membuatnya bertambah gila dengan mengetahui beberapa tempat dinegara ini yang juga ternyata adalah miliknya

Shin-Hae melebarkan matanya sempurna saat pengemudi mobil ini membelokkan mobilnya kearah satu rumah

20111111153759718922078

“oh my .. ini yang kau sebut sebagai tempat istirahat ?” ucap Shin-Hae dengan nada tidak percaya. Kyuhyun hanya menunjukkan senyum tanpa dosanya kearah Shin-Hae yang sedang menggelengkan kepalanya pelan

“kau benar-benar gila” ucap Shin-Hae

“oke, cukup mengagumi apa yang ku punya, sekarang bergegaslah, waktu kita menipis” ucap Kyuhyun sambil keluar dari mobil lalu mebukakan pintu mobil untuk Shin-Hae. Kyuhyun menggenggam tangan Shin-Hae dan menuntunnya kedalam. Menaruh segala sesuatu yang mereka bawa lalu kembali menuju mobil untuk ketempat tujuan utama

“kemana lagi ?” tanya Shin-Hae dengan nada sebal. Demi Tuhan dia ingin tidur! di Korea dia hanya tidur 2 jam saja, lalu saat sampai di negara ini tenyata sudah pagi, masih pukul 09.35 dinegara ini, dan sepertinya Tuhan tidak mengizinkannya untuk tidur

“aku yakin kau akan memaki aku saat tau apa yang akan aku lakukan sebentar lagi. jadi tolong, sebelum itu terjadi, berikan aku bonus untuk mengikuti semua perkataanku hari ini. setelahnya, aku akan menerima seluruh caci maki mu dengan tulus” ucap Kyuhyun dengan nada pasrah yang dibuat-buat. Shin-Hae menggerutu kesal namun tetap mengikuti apa yang Kyuhyun pinta. Shin-Hae mengikuti arah langkah Kyuhyun dan berhenti tepat didepan sebuah mobil yang lagi-lagi membuat Shin-Hae memandangnya dengan lemas

news_51

“tolong izinkan aku untuk mendaftarkan namamu ke bagian negara untuk mengecek apakah seluruh hartamu benar-benar hasil jerih payahmu atau uang gelap. Oh My! Kau memiliki segalanya!” ucap Shin-Hae dengan nada bicara jelas-jelas menyindir. Namun yang di sindir hanya tersenyum lalu membukakan pintu mobil untuk Shin-Hae

“silahkan saja, tapi aku akan minta bayaran jika semua itu tidak terbukti. Dan yang aku minta bukan uang” ucap Kyuhyun yang kali ini mengerling nakal ke arah Shin-Hae. Shin-Hae sempat terkejut dengan ekspresi Kyuhyun barusan. Pria ini saat diluar gedung Samsung sangat berbeda dengan tampilan CEO-nya. Dia terlihat seperti seorang pria muda dengan ketampanan yang mutlak dan diberi bonus kekayaan melimpah. Pria ini tidak memiliki kekurangan sama sekali sepertinya

******

Slovenia, South Europe

Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, Kyuhyun memberhentikan Mercedes nya didepan Cathedral yang terlihat klasik namun tetap elegan. Shin-Hae masih tidak mengerti dengan apa yang di maksud Kyuhyun dengan mengajaknya ketempat ini. namun beberapa detik kemudian otaknya mulai bekerja setelah dibangkitkan dengan memory yang sempat dilupakannya selama beberapa jam. Shin-Hae menoleh kearah Kyuhyun dengan gerakan cepat

Ljubljana_Cathedral_inside

“sekarang ?” tanya Shin-Hae dengan mata bulatnya melebar sempurna. Kyuhyun yang mengerti dengan maksud pertanyaan Shin-Hae segera menganggukkan kepalanya pelan sebagai pengganti jawaban

“oh, yang benar saja! aku tidak membawa persiapan apapun, segala keperluannya ku tinggal di Korea” ucap Shin-Hae dengan nada sedikit meninggi diakhir kalimat yang diucapkannya. Ah, pria ini benar-benar gila!

“mereka telah memilikinya” Kyuhyun mengedikkan dagunya kearah jendela mobil yang kini telah menampilkan dua sosok wanita yang dikenal Shin-Hae. wanita yang mendandaninya diacara lelang dan juga yang menemaninya membeli gaun tadi

Shin-Hae mendengus kesal “aku lupa kau penguasa segalanya” dengan malas Shin-Hae membuka pintu mobil lalu menghampiri kedua wanita yang sedang tersenyum lembut kearah Shin-Hae. Kyuhyun sedikit terkekeh melihat ekspresi calon istrinya tadi. wanita itu benar-benar membuat Kyuhyun mengalihkan seluruh pusat perhatiannya kepada wanita itu, seperti oksigennya. Kyuhyun tidak bisa hidup tanpa wanita itu, karna wanita itulah yang menjadi sumber kehidupannya. Oksigennya

******

Cathedral Ljubljana, Slovenia, South Europe

Shin-Hae telah mengenakan gaun penganti berwarna putih gading yang dibelinya tadi. Gaun itu melekat sempurna membungkus tubuh Shin-Hae dengan lekukan-lekukan pas ditempat yang seharusnya. Shin-Hae mengamati pantulan dirinya dicermin panjang yang tersedia diruangan ini

Sementara kedua wanita pekerja milik Kyuhyun sibuk merapihkan dan menempelkan sesuatu digaun sebagai hiasan. Shin-Hae terlihat sedikit linglung melihat pantulan dirinya sendiri dicermin. seorang wanita cantik dengan wajah sedikit pucat memakai gaun pengantin panjang yang cukup sederhana. Terlihat tidak terlalu mencolok tapi tetap akan menjadi pusat perhatian. Make up diwajahnya tidak terlalu kentara tapi tetap memberi warna diwajahnya walau tetap terlihat agak pucat. Ini bukan dirinya, bukan Kim Shin-Hae, tapi Cho Shin-Hae

Mereka akan menikah hari ini. sesuai dengan perkataan Kyuhyun kemarin. dia tidak ingin mengundur atau memperlambat waktu pernikahannya lagi. dia benar-benar melakukannya sekarang. ini tidak seperti pernikahan yang Shin-Hae bayangkan. Bukan dinegaranya, tidak terlibat apapun dalam persiapan pernikahannya, dan tidak mengetahui alur pernikahannya sama sekali. Kyuhyun memberi pernikahan ini seperti sebuah kejutan. Kejutan manis yang tak ingin Shin-Hae lupakan. Dia yang melakukan ini semua. Mencari tempat seindah ini, membawa seluruh perlengkapan yang bahkan Shin-Hae sendiri tidak mengetahuinya. Dan mungkin .. entahlah apalagi yang akan diberikan Kyuhyun padanya. Yang jelas, Shin-Hae tidak akan melupakan saat-saat terpenting dalam hidupnya. Hari ini adalah hari yang tidak akan dilupakannya. Tidak akan pernah bisa

Setelah berhasil membenahi dirinya dengan sempurna, kedua wanita itu membimbing Shin-Hae melewati lorong yang cukup jauh untuk menembus gedung utama katedral ini. setelah hampir sampai, samar-samar Shin-Hae mendengar suara alunan musik pernikahan melantun indah memenuhi ruangan yang diperkirakan Shin-Hae adalah altar. Dan benar saja, Shin-Hae menghentikan langkahnya saat ayahnya berdiri didepan sebuah pintu yang menghubungkan lorong ini kegedung utama

“ayah” gumam Shin-Hae tak percaya. Ayahnya hanya tersenyum melihat puterinya yang telah didandani habis-habisan untuk acara ini

“cantik sekali” ucap ayahnya tanpa kecanggungan sama sekali seperti yang biasa terjadi

“izinkan aku menyalahkan diriku sendiri karna tidak bisa mejagamu” lanjut ayahnya dengan nada murung “aku tidak percaya sebentar lagi kau akan berdiri didepan altar lalu mengucap sumpah pernikahan. Kau benar-benar telah dewasa. Selesai sudah tugasku sebagai seorang ayah. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari diriku sama sekali, memang. Tapi aku sangat bangga memiliki anak sepertimu. Gadis perempuanku” nada kesedihan bertambah saat ayahnya berhasil mengucapkan kata ‘gadis perempuanku’

Shin-Hae tersenyum getir lalu memeluk tubuh ayahnya. Sebuah tetesan airmata lolos membasahi pipinya yang telah berlapis blush on. Shin-Hae ingin terisak didalam pelukan ayahnya, tapi dia tidak bisa melakukannya. Shin-Hae tau akan menjadi seperti apa jika dia meneruskan ini, jadi dengan segera Shin-Hae melepas pelukannya setelah mengusap air matanya diam-diam

“terimakasih, kau ayah yang paling hebat dimataku. I Love you, dad” Shin-Hae mengecup pipi ayahnya lembut lalu menggenggam tangan ayahnya siap untuk digiring ke depan altar dan menyerahkan tangannya pada Kyuhyun. calon suaminya

Dengan degup jantung yang sedikit berulah, Shin-Hae menghembuskan napasnya kuat-kuat lalu berjalan melewati pintu dan seketika suara alunan musik pernikahan tadi dinaikkan volumenya sebagai tanda kedatangan pengantin wanitanya

Ljubljana_Cathedral_inside

(Download MP3 Uncommitted – Xia Junsu : http://www.mediafire.com/?7rzv9q509a79072)

Dan seluruh mata tertuju padanya. Oh sial! Banyak sekali orang yang Shin-Hae kenal didalam katedral ini. dia menemukan beberapa rekan kerjanya di Samsung Corp dan juga Shinhan Finansial. Tak lupa dengan sahabat-sahabatnya. Minji, Il Woo, dan juga Min Woo. Apakah ini semua juga sudah diatur oleh Kyuhyun ? berapa banyak biaya yang dihabiskan Kyuhyun untuk membawa mereka semua ketempat ini, pikir Shin-Hae dalam hati yang langsung buyar karna ayahnya berbisik didekat telinganya

“perhatikan saja calon suamimu, jangan perdulikan yang lain”

Shin-Hae segera melempar pandangan kedepan altar dan menemukan Kyuhyun dengan tuxedo hitam miliknya yang berlabel ratusan juta dollar. Pria itu diam menatap gerakan Shin-Hae. pria itu terlihat tenang, namun Shin-Hae tau, pria itu memiliki perasaan gugup yang sama besarnya dengan dirinya. Sekilas Shin-Hae dapat melihat bibir Kyuhyun tertarik keatas membentuk sebuah senyuman samar. Debaran jantung Shin-Hae tiba-tiba saja menjadi normal hanya karna senyuman pria itu. ya, sebesar itulah pengaruh Kyuhyun pada diri Shin-Hae

Shin-Hae semakin mengeratkan pegangan tangannya saat Shin-Hae dan ayahnya tiba didepan altar. Benar-benar didepan altar, disamping Kyuhyun, dan dihadapan pendeta yang akan menikahkannya. Kaki Shin-Hae terasa lemas saat tangannya diserahkan pada Kyuhyun oleh ayahnya sendiri. lalu pria paruh baya itu meninggalkan Shin-Hae setelah sebelumnya menepuk bahu Kyuhyun pelan seperti memberi artian ‘kuserahkan puteriku padamu’

Inilah saatnya untuk Shin-Hae dan Kyuhyun saling memiliki sesutuhnya

Kyuhyun menuntun langkah Shin-Hae untuk naik keatas altar lalu berhadapan dengan pendeta yang tengah memegang kitab cukup tebal ditangannya. Shin-Hae mencoba menormalkan kembali detak jantungnya yang sekali lagi berulah. Pendeta itu memberikan pertanyaan singkat kepada keduanya apakah mereka siap, dan keduanya menganggukkan kepalanya mantap. Pendeta itu mulai mengucapkan beberapa peraturan yang harus diikuti oleh kedua pengantin ini, dan dimulailah pengucapan sumpah pernikahan. Kyuhyun menjadi yang pertama. Mereka berbalik untuk menghadap satu sama lain. dan kini pandangan Shin-Hae terkunci pada Kyuhyun yang sedang menarik napas dalam-dalam hingga akhirnya dia bersumpah

“aku Cho Kyuhyun menerimamu Kim Shin-Hae menjadi istriku. wanita yang akan segera ku sematkan margaku didepan namamu, aku  berjanji untuk mencintaimu dengan setia, mengabaikan orang lain, untuk bertahan disisimu dalam keadaan baik dan buruk, dalam keadaan sehat ataupun sakit, terlepas dimana kehidupan membawa kita. Aku akan melindungimu, mempercayaimu, dan menghormatimu. Aku akan berbagi kegembiraan dan kesedihan, menghiburmu pada saat dibutuhkan. Aku berjanji untuk menghargaimu dan menjunjung tinggi harapan dan impianmu. Tetap aman dan tetap disisiku. Semua milikku kini menjadi milikmu. Aku memberikan diriku, hatiku, dan cintaku saat ini dan selama kita berdua hidup”

Kyuhyun mengucapkan sumpahnya dengan sempurna. Tidak ada kesalahan, seperti telah paham dan sering mengucapkan isi dari sumpah pernikahan. Shin-Hae hampir saja jatuh lemas mendengar sumpah pernikahan Kyuhyun. hari ini benar-benar terjadi. Dimana Kyuhyun benar-benar melakukan sumpahnya pada saat pertama kalinya dengan terang-terangan Kyuhyun mengatakan perasaannya mulai sekarang aku menawanmu, nona Shin. Tidak perduli bagaimana caranya, aku akan mendapatkanmu. Aku bersumpah

 

Terjadi jeda yang cukup lama hingga membuat para tamu riuh membicarakan Shin-Hae yang sepertinya lupa kalau dia belum mengucapkan sumpahnya. Shin-Hae melirik sekilas kearah Minji yang duduk dibarisan pertama dengan gugup lalu kembali menatap Kyuhyun. Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan kearah Shin-Hae sebagai tanda saatnya kau yang bersumpah

Shin-Hae menarik napas dalam-dalam lalu mulai bersumpah

“aku Kim Shin-Hae menerimamu Cho Kyuhyun sebagai suamiku. Pria yang akan mengganti nama margaku, aku  memberikan sumpah suciku untuk menjadi teman setiamu dalam keadaan sakit dan sehat, untuk bertahan disisimu dalam saat baik dan buruk, untuk berbagi sukacita serta kesedihan bersamamu. Aku berjanji untuk mencintaimu tanpa syarat untuk menghormatimu dan menghargaimu dan untuk menyayangimu selama kita berdua hidup”

Setelah Shin-Hae menyelesaikan sumpahnya, seluruh tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan atas pernikahan mereka. Sang pendeta masih sibuk menikahkan mereka dengan membacakan beberapa ayat yang dibacanya melalui kitab, namun sepertinya tidak ada yang perduli. Mereka semakin riuh saat seseorang mengantar dua buah cincin pasangan berlian yang dipastikan berlabel ratusan juta dollar

Kyuhyun yang pertama kali menyematkan cincin tersebut kejari manis milik Shin-Hae, dan Shin-Hae melakukan hal yang sama. Mereka tersenyum penuh kebahagiaan, saling menatap dengan penuh cinta. Kini mereka telah menjadi pasangan suami istri yang disahkan untuk saling memiliki seutuhnya dan menjalani sumpah yang baru saja mereka ucapkan

BellaDress1 copy

“terimakasih kau mau menikah denganku” bisik Kyuhyun ditelinga Shin-Hae

Shin-Hae menatap Kyuhyun lekat sambil tersenyum “Kau menjanjikan segala yang kuinginkan, siapa yang bisa menolak menikah denganmu. Tidak ada yang lebih baik selain menikah denganmu” balas Shin-Hae yang membuat Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya lalu mengecup singkat bibir Shin-Hae yang semakiin membuat riuh para tamu dan sorakan serta ejekan yang dilemparkan oleh sahabat dan kerabatnya. Satu persatu seluruh orang yang berada dikatedral ini menghampiri Shin-Hae dan Kyuhyun untuk sekedar menjabat tangan sebagai tanda selamat atas pernikahannya. Minji-lah orang pertama yang maju kedepan dan memeluk Shin-Hae

“kau sudah menjadi seorang istri sekarang. aku tidak menyangka akan secepat ini. semoga kau bahagia” ucap Minji dengan nada terharu yang sangat kentara. Shin-Hae membalas pelukan Minji sama eratnya

“terimakasih. Hey, kau juga akan menikah sebentar lagi” balas Shin-Hae yang membuat Minji melepaskan pelukannya

“bisakah kita tidak membahas masalah ini sekarang ?” sergah Minji dengan wajah yang tiba-tiba saja memerah. Lalu Il Woo datang menghampiri Minji sebagai pelengkap rasa malunya saat ini

“ya, aku akan mengubah marganya menjadi Jung Minji” ujar Il Woo dengan nada geli, namun tersemat nada serius disela-sela kekehannya. Il Woo memeluk Shin-Hae sekilas dan beralih memeluk Kyuhyun. setelah itu Il Woo menyodorkan dua benda kearah Shin-Hae. dia memberikan sebuah kunci mobil dan 2 buah tiket pesawat pada Shin-Hae

“apa ini” Shin-Hae merasa terkejut dengan ‘hadiah’ yang diberikan oleh Il Woo. Tiket pesawat ? dan yang lebih membuat Shin-Hae terperanjat kaget adalah, tiket pesawat itu hanya berlaku untuk hari ini. apa-apaan ini sebenarnya

“Korea ?” ujar Shin-Hae saat membaca negara tujuannya

“kalian akan kembali ke Korea hari ini juga. kau tidak lupa dengan acara pernikahan rancanganmu kan ?” ujar Il Woo mengingatkan Shin-Hae yang sepertinya melupakan apa yang telah dia rancang diKorea

Shin-Hae tertegun sebentar. Shin-Hae hampir lupa kalau dia juga menyiapkan pesta pernikahan yang sederhana. Kyuhyun hanya meminta sumpah pernikahannya tidak dilakukan di Korea, dan berarti dia masih mempunyai kesempatan untuk merasakan pernikahan rancangannya sendiri

“tapi .. apa harus hari ini ?” jawab Shin-Hae dengan kening berkerut

“kau ingin menundanya ? aku bisa menghubungi Wedding Organizer untuk membatalkannya” kali ini Kyuhyun ikut campur didalam pembahasan ini. dengan mantap dan cepat Shin-Hae menggelengkan kepalanya menolak usulan yang baru saja diberikan Kyuhyun

“tidak! Hari ini kita kembali ke Korea”

******

Malam. Mereka tiba di Korea pukul 19.45, dan lagi-lagi Shin-Hae tidak bisa menikmati tidurnya. Jika saja Kyuhyun tidak menyibukkannya dengan acara ciuman panas yang selalu ingin didapatnya, Shin-Hae mungkin bisa tidur pulas dipesawat. Sepertinya Tuhan benar-benar tidak mencatatkan kata tidur dilembaran hidup Shin-Hae hari ini

“sialan, bibirku sakit berciuman selama berjam-jam denganmu” Shin-Hae menggerutu kesal sambil mengusap bibirnya dengan lembut. Kyuhyun yang sedang sibuk mengambil koper milik mereka tertawa renyah

“jangan lupa siapa tadi yang paling bersemangat. Kau membuat luka di lidahku, nyonya Cho” balas Kyuhyun sambil memamerkan lidahnya yang mempunyai bercak merah terang seperti bekas gigitan. Shin-Hae segera melebarkan matanya sempurna tidak yakin dia yang membuat tanda itu. sebrutal itu kah dia sekarang ?

“bisakah kalian berhenti membicarakan masalah ciuman kalian ? waktu kita hampir habis” kali ini suara Min Woo sedikit terdengar mengerikan. Shin-Hae mengernyit kesal kearah Min Woo. Min Woo dan Shin-Hae sama-sama tidak bisa tidur karna seseorang disebelah mereka terus mengganggunya. Jika Shin-Hae direcoki oleh Kyuhyun, Min Woo diganggu oleh seorang wanita seumuran dengannya yang terlihat cantik dan menawan namun terlalu over

“semoga saja mereka bersama” gumam Kyuhyun pelan yang masih memperhatikan Min Woo didepannya

“mereka ? siapa maksudmu ?” tanya Shin-Hae dengan penuh minat. Menjadikan topik ini menjadi topik utamanya

“wanita yang duduk bersamanya tadi, itu adalah mantan kekasihnya” jelas Kyuhyun yang membuat Shin-Hae melebarkan matanya sempurna. Kyuhyun menggenggam lengan Shin-Hae lalu menuntunnya menuju Audi miliknya yang telah tersedia dibandara

“wanita yang duduk bersebelahan dengan Min Woo adalah mantan kekasihnya ?” ulang Shin-Hae saat mereka berdua telah berada didalam mobil. Kyuhyun mengangguk pelan sebagai jawabannya. Shin-Hae masih tidak bisa mempercayainya “kebetulan sekali” lanjut Shin-Hae

“tidak ada kebetulan yang seperti ini, nyonya Cho. Aku dan Il Woo yang telah merencanakannya” sekali lagi ucapan Kyuhyun membuat Shin-Hae terkejut. Jadi ini ulah kedua pria ini

“dengan alasan apa kalian membuat rencana seperti ini ?” pertanyaan Shin-Hae masih berlanjut hingga dia mendapat kepastian yang membuat dirinya sendiri puas

“kenakan sabuk pengamanmu”Kyuhyun memberikan peringatan karna Shin-Hae tidak terlalu fokus dengan hal seperti ini, dia hanya perduli dengan masalah Min Woo sekarang. setelah Shin-Hae mengenakan sabuk pengamannya, Kyuhyun memberi jawaban dari pertanyaan istrinya

“tidak adil jika aku dan Il Woo memiliki pasangan, tapi hanya dia yang sendiri. aku ingat jika mantan kekasihnya ada yang tinggal di Slovenia. Jadi sekalian saja aku mengundangnya ke acara pernikahan kita” jawab Kyuhyun yang sambil berkonsentrasi pada stir mobilnya

“pesawat dan tempat duduk yang sama itu juga ulahmu ?”

“kau tau aku bisa melakukannya dengan mudah”

“cih, dimana dia sekarang ?”

“di apartment miliknya disini. dia juga akan hadir diacara nanti malam. Kita akan menyaksikan sebuah drama menakjubkan malam ini” Kyuhyun tersenyum penuh arti kearah Shin-Hae, Shin-Hae hanya menghela napasnya pasrah. Sebuah drama menakjubkan ? apa maksudnya, gerutu Shin-Hae dalam hati

******

Shin-Hae hampir tidak percaya melihat apa yang sekarang berada dihadapannya. Sebuah pesta malam yang sangat indah, romantis, dan … luar biasa. Inikah yang dia inginkan ? ini adalah pernikahan impian setiap wanita. Dan Kyuhyun seseorang yang membantu persiapan ini dengan hampir menuju kata sempurna

wedding

“demi Tuhan Cho Kyuhyun, ini indah sekali. kau membuat apa yang telah ku gambarkan menjadi nyata” ucap Shin-Hae dengan nada takjub, masih terlalu terpesona melihat dekorasi romantis dihalaman rumah Kyuhyun sendiri. Shin-Hae masih tidak menyangka, apa yang dia inginkan didalam dunia khayalnya, kini benar-benar menjadi nyata. Dibuat nyata oleh seorang Cho Kyuhyun yang sangat jelas bisa melakukan apa saja

“mungkin terdengar klise, tapi .. semua yang kulakukan semata-mata hanya untukmu, hanya untuk membahagiakanmu, membuatmu tersenyum, dan yang menjadi inti adalah, menjaga perasaanmu agar tetap sama hingga jangka waktu yang tidak bisa ditentukan” Kyuhyun menarik Shin-Hae kepelukannya, memeluk gadis itu dengan erat dan menciumi bau yang mengeruak dari rambut gadis itu. wangi yang sama setiap harinya. Wangi yang menenangkan. Favoritenya

“ayo” Kyuhyun melepas pelukannya dan menuntun Shin-Hae berjalan menuju tempat yang telah disediakan khusus untuk mereka berdua.

Malam ini pakaian Shin-Hae sedikit rumit. Gaun malam yang selalu berwarna hitam, kali ini gaun itu panjang hingga menyapu lantai, memiliki belahan dada yang cukup mengekspos belahan dadanya. Tidak ada penghias apapun selain gliter yang membuat gaun itu terlihat menyala ketika terkena cahaya. Tataan rambutnya hanya kepang longgar yang menjatuhkan anak rambutnya dibahu yang tidak tertutup busana. Sederhana namun tetap terlihat menakjubkan

Sedangkan Kyuhyun memakai kemeja resmi yang sering dipakainya di kantor, namun jas yang dipakainya tidak terlalu formal. kemeja hitam yang menyesuaikan dengan gaun istrinya. Lelaki itu sengaja tidak menata rambutnya, dibiarkan terlihat berantakan namun entah kenapa justru itu membuatnya terlihat semakin tampan dan .. seksi

Kyuhyun merangkul pinggul Shin-Hae dan menyatukan tubuh mereka. Seakan memberitau pada dunia bahwa Shin-Hae adalah miliknya. Gadis cantik ini adalah miliknya. Kali ini dengan ikatan pernikahan. Bukan hanya label kekasih, tapi sekarang telah berubah menjadi label istri

Kyuhyun menarik kursi untu Shin-Hae dan mengambil tempat disebelah Shin-Hae. Kyuhyun menawarkan anggur yang langsung ditolaknya

“aku belum tidur seharian ini, jangan tawari aku anggur atau aku akan merusak malam ini” peringati Shin-Hae yang dibalas kekehan oleh Kyuhyun

“sudah berapa kali kau membahas masalah tidur hari ini” ucap Kyuhyun masih dengan tawa renyahnya

“dan sudah berapa kali aku katakan padamu, kalau aku memang se-sensitif ini jika berhubungan dengan masalah tidur” sahut Shin-Hae kesal. Kyuhyun tidak menyerah untuk menawarkan gadis itu minum. Kali ini dia menawarkan Champagne yang memiliki kadar alkohol rendah. Disini tidak menyediakan minuman non alkohol, dan hanya Champagne ini lah yang masih bisa disebut dengan minuman normal

“kali ini benar-benar dengan kadar alkohol rendah, tidak seperti saat di pub dulu. kau dibodohi oleh bartendernya” ejek Kyuhyun setengah mengingat kejadian saat dimana pertama kalinya Kyuhyun melihat Shin-Hae mabuk

“aku tidak akan mabuk hanya karna alkohol berkadar 0.5% seperti ini” Shin-Hae mengacungkan gelas yang berisi cairan berwarna kuning busuk miliknya. Min Woo merampas gelas tersebut lalu mencium aroma cairan itu dan meminumnya sedikit untuk memastikan apakah benar kadar alkohol yang diminumnya serendah itu. setelah mencicipinya, hasilnya salah besar. Justru itu alkohol dengan kadar tertinggi yang dimiliki pub ini

 

“kau yang tidak mengerti dengan masalah kadar alkohol. Siapa yang mengatakan ini dengan kadar alkohol rendah ? bartender ? tolol, kau ditipu! aku akan menegur bartender itu” Min Woo beringsek bangkit dari duduknya, membuat tubuh Shin-Hae terlempar ketubuh Kyuhyun – yang memang sedang duduk disebelahnya. Kyuhyun menangkap tubuh gadis itu dengan memegangi kedua bahu Shin-Hae

“sialan, berhenti mengejekku!” bentak Shin-Hae kemudian merampas gelas berisi Champagne yang disodorkan Kyuhyun lalu menghabiskannya dalam satu tegukan. Shin-Hae meletakkan gelas tersebut yang telah kosong dengan sedikit membantingnya. Menandakan dia masih kesal dengan ejekan Kyuhyun. tidak tidur seharian lalu mendapat bonus sebuah ejekan yang membuat kepalanya panas. Oh, ini sempurna!

Kyuhyun menghapus sisa cairan Champagne yang menempel disudut bibir Shin-Hae dengan ibu jarinya. Shin-Hae tertegun sebentar setelah Kyuhyun melakukannya. Kyuhyun tersenyum manis lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Shin-Hae dan berbisik

“jika kita berada ditempat yang lebih sepi, aku akan menghapusnya dengan cara yang lain” goda Kyuhyun yang kemudian membuat kedua pipi Shin-Hae memerah. Shin-Hae kini merasakan bibir Kyuhyun telah menempel di pipinya beberapa detik lalu melepasnya. Shin-Hae beruntung kali ini, ada Jung Il Woo dan Minji yang segera menghampiri mereka. Jadi Shin-Hae tidak perlu bersusah payah untuk menormalkan ekspresinya setelah terlihat bodoh dengan ciuman di pipi yang dilakukan Kyuhyun karna pandangan Kyuhyun segera teralihkan oleh suara Jung Il Woo

“ini tempat umum, bung. Silahkan gunakan kamar kalian jika memang sudah tidak tahan” ejek Il Woo sambil menyodorkan tangannya untuk berjabatan dengan Kyuhyun. Kyuhyun memasang wajah kesalnya kearah Il Woo seperti melakukan kontak mata dengan mengatakan kau-mengangguku-sialan!

Il Woo dan Kyuhyun kemudian tenggelam dengan percakapan mereka. Minji dengan senyuman lebarnya merebut Shin-Hae dari Kyuhyun dengan niat mengajaknya keluar dari meja makan itu dan menjauh dari tempat ini

“aku meminjamnya sebentar. Dan aku akan mengembalikannya dengan utuh, tenang saja” gurau Minji namun Kyuhyun menganggapnya serius

“aku akan menuntutmu dengan hukum jika kau mengembalikannya dengan luka gores sekecil apapun” tidak ada nada gurauan sama sekali saat Kyuhyun membicarakannya. Wajah Minji segera memucat mendengar hal itu. Shin-Hae yang menyadari perubahan pada Minji segera menyenggol Kyuhyun dengan sikunya. Kyuhyun hanya menatapnya dengan tatapan tak berdosa seperti mengatakan ‘apa salahku ?’

“jangan dengarkan dia, ayo” setelah bangkit, Shin-Hae segera menarik Minji menjauh dari meja makan

“suami mu menyeramkan sekali, aku akan berpikir berulang kali untuk menikahinya” sungut Minji kesal

“aku yakin kau tidak akan pernah mengatakan ini jika kau yang berada di posisiku” Shin-Hae memberi Minji senyum ejekan yang membuat Minji tercengang mendengarnya

“astaga, kau berubah dari Shin-Hae yang ku kenal. Shin-Hae yang ku kenal tidak pernah tertarik dengan seorang pria manapun karna merasa trauma oleh keadaan keluarganya” cetus Minji yang membuat Shin-Hae murung kali ini mendengar kata-kata keluarga. Minji yang merasa bersalah segera mengalihkan pembicaraannya

“dimana ayahmu ? aku tidak melihatnya”

“dia disana” Shin-Hae membalikan tubuhnya lalu menunjuk ayahnya yang sedang tertawa bersama orangtua Kyuhyun. pandangan Shin-Hae dan Minji kini terpaku pada seorang wanita yang baru saja tiba dipintu masuk rumah Kyuhyun

Astaga, wanita itu adalah mantan kekasih No Min Woo.

DoHweJi

Shin-Hae dan Minji masih terpukau dengan penampilan perempuan itu. terlalu cantik untuk ukuran seorang wanita, batin Shin-Hae. wanita itu berjalan anggun menghampiri Shin-Hae lalu memeluknya dan mengucapkan selamat untuk yang kedua kalinya walaupun Shin-Hae tidak ingat persis saat di Slovenia wanita ini menghampirinya ke depan altar untuk mengucapkan selamat

“terimakasih” balas Shin-Hae dengan senyuman yang sedikit dipaksakan. Wanita itu melakukan hal yang sama pada Minji. Memeluknya seperti mereka adalah teman lama yang baru saja bertemu kembali

“aku Do Hwe Ji. Kalian sudah mendengarnya dari pasangan kalian masing-masing, bukan ?” seru wanita itu riang. Seakan tidak ada yang harus ditutupi lagi. dia begitu bangga menyabet gelar mantan kekasih seorang No Min Woo. Tapi, dimana lelaki itu sekarang

“dimana suami mu ?” tanya Hwe Ji hanya sekedar basa-basi. Wanita itu melempar pandangannya keseluruh sudut tempat ini. Shin-Hae menjamin kalau dia tidak sedang mencari sosok Kyuhyun, tapi Min Woo lah yang dia cari

Shin-Hae mengikuti arah pandang Hwe Ji namun terhenti ditempat yang berbeda. Shin-Hae mendapati sosok Min Woo yang baru saja tiba. Shin-Hae tersenyum penuh arti lalu menarik lengan Hwe Ji untuk mengikutinya. Hwe Ji hanya pasrah tubuhnya ditarik karna dia juga telah menemukan sosok Min Woo didepan sana. Dia sudah sangat tau apa yang akan dilakukan Shin-Hae.

Min Woo terdiam melihat Shin-Hae dan Hwe Ji berjalan bersama menghampirinya

“aku membuat peraturan, tidak akan ku izinkan masuk jika tidak membawa pasangan”  Shin-Hae mendorong Hwe Ji kearah Min Woo dengan sedikit hentakan yang berakibat Hwe Ji hampir saja terjatuh karna Heels yang dipakainya cukup tinggi. Dan untungnya Min Woo cukup awas lalu menangkapnya. Inilah pemandangan yang menyenangkan, batin Shin-Hae

Keduanya tampak canggung ketika disatukan. Mereka tidak membicarakan apapun, hanya terdiam dan sesekali menatap. Mereka benar-benar pasangan yang serasi. Shin-Hae dan Minji meninggalkan mereka, memberi waktu untuk berdua saja.

“aku berani bertaruh, kalau Hwe Ji lah yang masih meyimpan perasaan pada Min Woo” ucap Minji dengan percaya diri. Mereka kini telah bergabung dengan para tamu yang sedang mengantri mengambil minum. Shin-Hae butuh kadar alkohol yang lebih banyak dari sebelumnya. untuk memberi sedikit kekuatan agar tubuhnya tidak ambruk dalam beberapa jam kedepan. Dia benar-benar butuh istirahat.

“Min Woo pun memiliki perasaan yang sama” jawab Shin-Hae sekenanya. Dia mulai tidak tertarik dengan hal apapun sekarang. dia hanya ingin minum lalu kembali pada Kyuhyun

“bagaimana jika dia tau kalau Min Woo sempat menaruh perasaan padamu” pertanyaan Minji sontak membuat Shin-Hae tersentak. Dia benar-benar lupa dengan hal itu. Min Woo pernah menyukainya

“lebih baik dia tidak pernah tau” ujar Shin-Hae sambil mengambil wine milliknya. Tidak menunggu lama, Shin-Hae segera menenggaknya hingga habis

“kau benar-benar tidak bisa menikmati wine! Minuman ini di sesap peralahan nyonya Cho, bukan ditenggak seperti itu” sela Minji memprotes

“memangnya aku perduli” Shin-Hae meninggalkan Minji begitu saja. dia kembali ketempat Kyuhyun berada. Shin-Hae melihat Kyuhyun dan Il Woo sedang bercengkrama. Shin-Hae segera menjatuhkan tubuhnya disebelah Kyuhyun lalu menghela napas

“tadi kau sendiri yang mengatakan tidak ingin minum wine” protes Kyuhyun setelah mencium aroma wine dari napas Shin-Hae. Shin-Hae menoleh dengan malas kearah Kyuhyun lalu tersenyum sinis

“seperti kau tau saja” ujar Shin-Hae meremehkan. Kyuhyun menatap tajam kearah Shin-Hae

“anggur 2004 Block 42 Cabernet Sauvignon. Aku mengeluarkan biaya sebesar 1,5 Milyar untuk satu botolnya. Aku sangat tau wine jenis apa yang baru saja kau minum, Shin-Hae~ssi”

Shin-Hae menggelengkan kepalanya tidak percaya kearah Kyuhyun

“kau selalu memamerkan hartamu, tuan Cho” balas Shin-Hae tak ingin kalah. Il Woo yang melihat tingkah keduanya menggelengkan kepalanya pelan

“aku tidak percaya kalian bisa menikah dengan keadaan seperti ini. ku harap kalian bahagia. Tapi, dimana Minji-ku ?” Il Woo baru saja tersadar kalau kekasihnya tidak kembali bersama Shin-Hae. Shn-Hae yang semakin kehilangan kesadarannya mulai membuat Il Woo emosi

“tadi aku ingin mengajaknya kesini, tapi dia menolak. sepertinya dia lebih tertarik dengan pria yang tadi mengajaknya berdansa” gurau Shin-Hae namun tanpa tawa. Wajah Il Woo tiba-tiba saja menjadi pucat. Rahanganya terlihat mengeras. Pria itu cemburu

“aku tidak yakin ada yang bisa menandingi pesonaku” ujar Il Woo masih mencoba terlihat datar dan tenang dengan sebuah candaan. Namun segalanya nampak gagal dimata Shin-Hae. dan Il Woo segera menghilang setelah itu.

“kau lelah ?” suara Kyuhyun menyadarkannya kalau dia sekarang bersama suaminya

“sudah tidak” jelas Shin-Hae lalu memejamkan matanya sebentar. Kini tubuhnya telah kembali bersemangat. Tubuhnya terasa hangat karna wine yang diminumnya tadi. namun terasa sedikit pusing

“mau berdansa denganku ?” tawar Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya. Oh, dansa!

“demi Tuhan aku tidak bisa berdansa sama sekali” Shin-Hae menolaknya langsung dan tidak menerima sambutan tangan Kyuhyun

“aku bisa” Kyuhyun bangkit dan segera meraih tangan Shin-Hae dan menariknya ketempat dansa yang memang telah disediakan didekat kolam renang. Selalu seperti ini. Kyuhyun yang tidak bisa dibantah dan ditolak. Selalu semaunya

Kyuhyun meraih tangan Shin-Hae lalu menaruhnya dipundaknya, sedangkan tangan Kyuhyun telah bersiap dipinggul Shin-Hae. mereka mulai berdansa dengan lembut saat lagu A Thousand Years milik Christina Perry melantun indah. Shin-Hae mulai mengikuti gerakan tubuh Kyuhyun dengan nyaman. Dia bisa berdansa dalam waktu 2 menit karna seorang Cho Kyuhyun

“sesederhana itu kan ?” ucap Kyuhyun menyinggung soal dansa. Shin-Hae tersenyum malu kearah Kyuhyun. dia benar. Hal yang dianggapnya sulit bisa menjadi semudah ini jika Kyuhyun ikut campur didalamnya. Begitu juga dengan hubungan yang dia takuti selama ini. bayang-bayang kehidupan keluarganya yang sama sekali jauh dari kata harmonis menghantui dirinya hingga menutup diri untuk lelaki manapun. Tapi ketika Kyuhyun mencoba menerobos pertahanan dirinya, segalanya menjadi indah. Seluruh ketakutannya sirna. Ternyata mencintai seseorang seperti ini rasanya. Indah, manis dan tidak mudah dilupakan. Sesederhana itu

Tiba-tiba saja Kyuhyun menyanyikan potongan lagu tersebut untuk Shin-Hae. dan Shin-Hae tercengang hampir tak percaya dia menyanyikannya. Dan yang lebih parahnya adalah. Suara lelaki itu benar-benar sempurna!

The day we met,
Frozen I held my breath
Right from the start
I knew that I’d found a home for my heart beats, fast

Hari kita bertemu,
Napasku membeku
Mulai dari awal

Aku tau bahwa aku telah menemukan rumah untuk hatiku berdetak, cepat

 

Kyuhyun berhenti, membiarkan lagu itu terus berlanjut. Kyuhyun tersenyum manis kearah Shin-Hae dan membasahi bibirnya cepat. Dia menikmati dansanya bersama Shin-Hae, memperhatikan wajah istrinya yang kini mulai muncul semburat warna kemerahan akibat tatapannya yang tak pernah lepas dari wajah istrinya. Lalu saat lagu hampir mencapai Reff, Kyuhyun kembali mengikutinya

One Step Closer

Satu langkah lebih dekat

 

I have died everyday waiting for you

Darling don’t be afraid I have loved you

For a thousand years

I’ll love you for a thousand more

Aku hampir mati menunggumu setiap hari

Sayang, jangan takut aku mencintaimu

Untuk seribu tahun

Aku mencintaimu untuk seribu tahun selanjutnya

 

(Download MP3 A Tousand Years part 2 – Christina Perry : http://www.4shared.com/get/8QbBe5lH/Christina_Perry_-_A_Thousand_Y.html)

 

Shin-Hae masih terpesona saat Kyuhyun menghentikan nyanyiannya. Tolong beritau dia, dimana letak kelemahan seorang Cho Kyuhyun ?! apa pria ini benar-benar tidak memiliki cacat sedikitpun ?

“aku senang berada ditempat ini. kolam renang mengingatkanku saat kau menerima lamaranku” ucap Kyuhyun yang membuat Shin-Hae kembali ke masa lalu dimana dia menerima Kyuhyun sebagai tunangannya

Shin-Hae mengacungkan handphone milik Kyuhyun yang kini telah menjuntai sebuah gantungan handphone berwarna putih mengkilap memanjang yang bertuliskan SK yang terbuat dari berlian kecil. Kyuhyun memandangi penuh kagum gantungan tersebut. SK, singkatan dari nama mereka. Shin-Hae dan Kyuhyun

 

“putar balik” perintah Shin-Hae pada Kyuhyun, Kyuhyun melakukan apa yang diperintahkan Kyuhyun. dan kali ini benar-benar membuat jantung Kyuhyun serasa melorot hingga kelantai. Senyumannya tak bisa ditahan sama sekali, menunjukkan deretan giginya yang putih

 

Dibalik tulisan SK tersebut terdapat tulisan YES yang sama terbuat dari berlian kecil yang terlihat mewah. Kyuhyun memeluk tubuh Shin-Hae dengan erat, menciumi puncak kepala gadis itu dengan perasaan yang benar-benar tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata

 

“kau akan menikahiku” gumam Kyuhyun lembut tepat ditelinga Shin-Hae.

 

Shin-Hae kembali kedunia nyata saat tiba-tiba saja Kyuhyun melepas rangkulannya lalu meninggalkannya begitu saja. Shin-Hae masih terpaku ditempat mengamati langkah Kyuhyun yang mendekati tempat dimana seorang pria sedang menatap wajahnya dengan senyuman lebar. Pria itu menyerahkan sebuah Mic kearah Kyuhyun lalu meninggalkannya disana sendirian. Astaga, apalagi yang akan dilakukan suaminya itu ?

“selamat malam semua” kata-kata Kyuhyun menyita perhatian seluruh tamu yang hadir

“terimakasih telah bersedia datang malam ini. ini adalah malam yang cukup penting dalam hidupku. Menikahi seseorang yang sudah ku incar cukup lama. Gadis itu sebenarnya menolakku saat pertama kali bertemu. tapi pada akhirnya dia jatuh juga dalam pelukanku” penjelasan Kyuhyun membuat Shin-Hae tersipu malu. Meninggalkan tanda merah dikedua pipinya saat semua orang mengalihkan perhatiannya pada dirinya yang masih terdiam terpaku ditengah-tengah para tamu

“ini pertama kalinya aku melakukannya. mungkin sedikit aneh. Tapi .. aku akan menyanyikan satu lagu untuk istriku. Cho Shin-Hae” perkataan Kyuhyun disambut suara riuh dan tepuk tangan dari semua yang hadir termasuk ke-4 orang tua mereka

Cho Kyuhyun – You Made Me Impressed /Kau membuatku Terkesan/

 

(Download Video Kyuhyun sing You Made Me Impressed : http://www.youtube.com/watch?v=QqXM_Z3Sj9Q&playnext=1&list=PL960843EB5E656F29&feature=results_main)

 

Shin-Hae hampir meneteskan airmata saat Kyuhyun menyelesaikan lagunya. Begitu mendalam dan sangat indah. Ini benar-benar hari yang membuatnya terkesan. Pernikahan di Slovenia yang hampir dia lupakan namun tetap berjalan dengan hikmat, lalu resepsi pernikahan yang memberikan banyak kejutan seperti ini. benar-benar indah.

Kyuhyun menghampiri Shin-Hae yang masih berdiri disana dengan senyumannya yang khas. Shin-Hae tidak pernah melepaskan pandangannya dari Kyuhyun saat pria itu berjalan menghampirinya. Ketika jarak mereka benar-benar telah terkikis habis, Kyuhyun menundukkan wajahnya dan meraih bibir Shin-Hae. dia menciumnya didepan banyak orang yang kini sedang bersorak untuk mereka berdua

Ciuman manis yang lembut. Kyuhyun melumat bibir Shin-Hae dengan peralahan. Seperti dia tidak sedang terburu-buru melakukannya. ciuman yang terjadi cukup lama membuat keduanya terbuai lupa dengan keadaan sekitar. Detak jantung Shin-Hae semakin berulah saat Kyuhyun mengucapkan ‘Saranghae’ disela-sela ciumannya

******

Pub. Setelah beberapa bulan ini mereka tidak mengunjungi tempat ini, akhirnya mereka menyambangi tempat itu lagi. Kyuhyun, Shin-Hae, Il Woo, Minji, Min Woo, dan .. Hwe Ji telah bergabung disatu meja menghamburkan isi dompet mereka dengan percuma hanya untuk membeli cairan kuning pucat yang harganya diatas normal

“cepat sekali hubungan kalian melesat seperti ini” goda Minji yang ditujukan pada Hwe Ji yang disambut anggukan oleh Shin-Hae. para lelaki sedang sibuk dengan pembicaraan masalah perusahaan mereka yang akan berkolaborasi mengeluarkan sesuatu yang masih dirahasiakan. Dan para wanita sibuk meliuk-liukkan tubuhnya dilantai dansa

“ya. Itu juga karna bantuan dari pasangan kalian. Aku harus berterimakasih untuk itu” jawab  Hwe Ji dengan sedikit berteriak. Mencoba mengalahkan suara dentuman musik yang berderu dengan keras

“boleh aku tau kenapa dulu kalian berpisah ?” tanya Minji sekali lagi. gadis itu tidak akan membiarkan Hwe Ji pergi sebelum menjawab seluruh keganjilan yang berada dibenak Minji

“aku yang meninggalkannya dulu” jawab Hwe Ji yang membuat Shin-Hae dan Minji tercengang hebat. Mereka memutuskan untuk menyudahi kegiatannya dan mencari tempat duduk yang jauh dari para lelaki. Dan mereka mengambil tempat yang cukup terpencil dari tempat lainnya

“karena apa ?” sekali lagi Minji yang melontarkan pertanyaan

“hanya karena masalah klise. Aku meninggalkannya karna aku ingin mengejar cita-citaku. Masa depanku. Dulu aku sangat tergila-gila dengan busana. Aku tergoda menjadi designer. Aku melakukan berpuluh-puluh test agar aku bisa lolos ke sekolah khusus designer yang berada di Slovenia, dan aku lolos. Aku tidak pernah berpikir bahwa Min Woo yang saat itu menjadi kekasihku menentang keras kepergianku. Tapi aku tidak bisa berhenti. Itu adalah cita-citaku” Hwe Ji menghentikan ceritanya saat bartender datang membawa 3 gelas Cocktail yang telah dipesannya

“Min Woo melarangmu pergi dengan alasan apa ?” kali ini Shin-Hae yang bertanya. Hwe Ji menjawab pertanyaan Shin-Hae setelah menyesap sedikit cocktail miliknya

“dia tau aku hanya sendiri disini. orangtua ku sudah lama meninggal. Aku dan Min Woo memang sudah berteman sejak kecil. Bahkan aku sempat tinggal dirumahnya. Dia khawatir jika aku pergi jauh bahkan sampai ke Eropa. Tapi dia sempat mengizinkanku pergi” Hwe Ji kembali berhenti. Menarik napas sebentar lalu melanjutkan ceritanya

“tapi dengan syarat dia akan ikut denganku. Tentu saja aku menolak. saat itu dia sedang dalam tahap pembelajaran menjadi seorang pebisnis untuk perusahaan ayahnya yang memang akan dianugerahkan padanya. Aku tidak ingin menghancurkan hidupnya. Karna jika dia ikut denganku, masa depannya akan benar-benar hancur. Karna keluarganya memang telah merancang pria itu menjadi seorang penerus. Tidak mungkin aku egois dengan membiarkan dia ikut denganku sedangkan disini dia sangat dibutuhkan” Hwe Ji tersenyum miris setelah menyelesaikan ceritanya. Shin-Hae dan Minji menatap Hwe Ji dengan tatapan iba. Ternyata kisha cinta No Min Woo cukup sulit

“lalu dia salah mengerti dengan apa yang ku maksud. Aku hanya ingin dia tetap berada disini menjalani kehidupannya, begitu juga denganku. Tapi dia menganggap ini adalah caraku memutuskannya. Demi Tuhan bukan seperti itu maksudku. Yang ku maksud adalah .. aku ingin kami sama-sama menjalani hidup kita masing-masing hingga mencapai titik terang kehidupan kita lalu kita akan bertemu lagi disini, di Korea. Tapi dia tidak ingin mendengar penjelasanku. Lalu dia pergi begitu saja meninggalkanku. Sejak itulah aku tidak pernah bertemu lagi dengannya” akhir Hwe Ji dari ceritanya. Dia kembali tersenyum lalu meneguk Cocktail miliknya

“tapi berkat suamimu, aku bisa bertemu lagi dengannya” Hwe Ji mengerling kearah Shin-Hae yang disambut dengan senyuman oleh Shin-Hae.

semua menoleh saat suara lelaki menghampiri mereka

“boleh aku mengambil kekasihku ?” ucap Min Woo sambil menyodorkan tangannya kearah Hwe Ji. Hwe Ji merona saat Min Woo memanggilnya dengan sebutan kekasihku ditambah dengan dia mengatakannya dihadapan oranglain

“oh silahkan saja, aku mengerti dengan sepasang kekasih yang telah lama terpisah” gurau Minji yang disambut dengan rona merah dipipi Min Woo. Namun Min Woo berusaha mengabaikannya dengan mengalihkan perhatiannya kepada Hwe Ji. Gadisnya

“aku masih belum selesai dengan bagaimana cara kalian menjadi dekat seperti ini, kau berhutang cerita pada kami” jerit Minji setelah Hwe Ji digiring oleh Min Woo menjauh dari keberadaan mereka. Yang diteriaki hanya menoleh lalu mengangguk dan benar-benar menghilang setelah itu ditelan kerumunan banyak orang dilantai dansa

Minji masih heran dengan Hwe Ji yang bisa begitu cepat mengambil alih hati Min Woo lagi. apakah mereka memang benar masih saling menyimpan perasaan satu sama lain ? apapun itu, yang jelas Min Woo tidak sendiri lagi. tidak gigit jari dengan nasib perasaannya yang diacuhkan oleh Kim Shin-Hae yang kini telah menjadi Cho Shin-Hae

“dan sekarang aku yang penasaran setengah mati mengenai hubunganmu dengan Il Woo. Kalian berbaikan secepat itu ? setelah satu bukti laknat yang kau temukan dikamar kekasihmu” gumam Shin-Hae setengah mengejek mengingat bagaimana kacaunya keadaan Minji pada saat pertama kali dia mengetahui bahwa kekasihnya pemakai tetap pelacur-pelacur kelas satu yang selalu menggoda kehidupan Il Woo

“ya, aku rasa aku juga sudah gila memaafkannya secepat ini. tapi setelah mengetahui isi hatinya, aku mulai tersentuh. Kalau saja kau mendengarnya, aku jamin kau akan menunjukkan ekspresi iba mu yang tak pernah muncul” gumam Minji mantap

“dan untungnya aku tidak mendengarnya. Menjijikan sekali mengeluarkan ekspresi iba untuk seorang Jung Il Woo, aku merasa rugi setengah mati jika itu terjadi” balas Shin-Hae yang terdengar seperti candaan namun tetap membuat Minji memukul lengan Shin-Hae pelan saat kekasihnya dijelekkan oleh sahabatnya sendiri

“well, aku masih harus berterimakasih padamu karna berkat kau lah aku bisa bertemu dengan Il Woo. Aku tidak pernah melupakan malam itu. dan apakah kau sadar kita berada ditempat pertama kali aku bertemu dengannya ? dan ini adalah kursi yang sama” Minji mulai berfantasi dengan memory berharganya

Shin-Hae juga mengingat bagaimana penuh kenangan tempat ini. awal kisah percintaannya dengan Kyuhyun dimulai dari tempat ini. tempat yang merubah seluruh keadaan. Kyuhyun tidak lagi terlihat seperti Cho Kyuhyun yang dia kenal sebagai CEO ternama nomor satu di Korea. Dia terlihat sebagai pria berumur 26 tahun yang sedang berusaha merayu salah seorang gadis untuk menjadi kekasihnya. Dan begitu juga dengan Shin-Hae. gadis itu adalah gadis yang tertutup dengan setiap lelaki yang berusaha mendekatinya. Hanya dengan Kyuhyun-lah pertahanannya hancur. Dia mulai membuka hatinya untuk pria itu, dan pertama kali dia merasakan perasaan itu, disinilah tempatnya. Benar-benar tempat yang tak terlupakan

Keduanya kembali ke alam sadar saat suara seseorang yang sangat mereka kenal tiba-tiba menggema diseluruh pub. Dan sejak kapan music berhenti menderu ? yang membuat terkejut adalah kehadiran Il Woo diatas sana dengan sebuah Mic yang membuat suranya terdengar keseluruh sudut pub ini. oh my! Apa yang akan dia lakukan

“bisa aku meminta perhatiannya sebentar” ucap Il Woo dari atas sana, tempat DJ seharusnya memutar piringan hitamnya. Shin-Hae melirik sekilas kearah Minji, hanya sekedar untuk mengecek ekspresi apa yang dia tunjukkan saat ini, dan hasilnya adalah Minji melongo parah melihat ulah kekasihnya itu

“aku disini ingin meminta bantuan pada kalian, bisa kalian bantu aku untuk mendesign acara pertunangan yang romantis ? aku membutuhkannya malam ini” ucap Il Woo yang disambut suara riuh dari pengunjung yang sedang asik berdansa tadi. Il Woo melirik kearah Minji yang masih terpaku menatapnya disana

“gadisku ada disana” tunjuk Il Woo kearah Minji yang diikuti oleh seluruh penghuni pub untuk melihatnya. Seketika Minji menundukkan kepalanya malu karna ulah Il Woo

“aku ingin dia disini, disampingku. Bisa tolong beri dia jalan untuk kesini” Il Woo menganggukkan kepalanya kearah Minji sebagai tanda agar Minji menuruti perkataannya tadi. menyuruhnya untuk menghampiri Il Woo. Minji awalnya tidak bergeming, namun berkat dukungan dari Shin-Hae lah dia mulai bangkit dari duduknya lalu menghampiri Il Woo

Minji berhasil sampai keatas sana dengan selamat tanpa kejadian memalukan sedikitpun karna rasa gugupnya. Il Woo segera meraih tangan Minji saat gadis itu benar-benar telah berada disampingnya. Il Woo menatap Minji cukup lama dan sampai akhirnya dia kembali mengucapkan sesuatu namun pandangannya tetap terarah pada Minji

“sebenarnya aku telah melamarnya secara resmi beberapa hari yang lalu. Bahkan kami telah mencetak undangan pernikahan. Tapi aku hanya ingin mencoba melamar seperti yang dilakukan pria-pria lain. Melamar kekasihku didepan banyak orang. aku ingin dia menerimaku, bisa bantu aku untuk merayunya agar dia mau menerimaku lagi ?” ucap Il Woo kepada puluhan manusia yang kini tengah menjadikan mereka pusat perhatiannya. Minji sempat tertegun saat Il Woo mengucapkan itu. dia pikir mana ada yang mau melakukan hal semacam itu. terlebih lagi, mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Tapi yang dipikirkan Minji salah besar. Satu persatu mereka mengangkat gelas mereka yang masih berisikan wine. Disetiap gelas tersebut terdapat satu huruf, dan mereka mulai membentuk sebuah barisan memanjang dan menjadikan huruf tersebut tersambung dan membentuk sebuah kalimat

Married with Him

Itulah yang terbentuk dari huruf-huruf yang tertera digelas tersebut. Shin-Hae sedikit mengerutkan keningnya, bersyukur dalam hati kalau bukan dialah yang akan menikahi pria dengan selera romantis yang sangat kampungan itu

Shin-Hae masih menatapi kedua pasangan itu yang kini tengah berpelukan, setelah itu Il Woo menyematkan cincin berlian dijari manis Minji dengan aksi berlutut didepan Minji. Tiba-tiba saja sebuah lengan melingkari pinggul Shin-Hae dari samping. Kyuhyun yang melakukannya

“dia sudah merencanakannya dari beberapa hari yang lalu. Semua itu orang bayarannya” jelas Kyuhyun tanpa diminta. Tapi memang itu yang ingin Shin-Hae tau. Tidak mungkin orang-orang tersebut memiliki persiapan tanpa didiskusikan. Cara Il Woo benar-benar murahan

“cih, menjijikan!” sembur Shin-Hae sambil melemparkan pandangannya kearah Il Woo yang kini sedang mencium tunangannya. Shin-Hae mendengar suara kekehan pelan milik Kyuhyun, dia menoleh dan ternyata Kyuhyun sedang menertawakan dirinya, bukan Il Woo dan Minji yang kini sedang menjadi sorotan utama

“ayo kita pergi” ajak Kyuhyun tanpa permisi langsung menarik lengan Shin-Hae agar mengikutinya

“kemana ?” tanya Shin-Hae yang telah pasrah dengan perlakuan Kyuhyun

“rumah kita”

******

Shin-Hae melebarkan matanya sempurna saat Audi A8 yang dimereka bawa tadi ke pub kini telah berubah menjadi sebuah Rolls Royce keluaran terbaru yang kemarin di agung-agungkan oleh jutaan masyarakat dunia. Mobil keluaran inggris yang harganya mencapai kisaran 18milyar jika Shin-Hae tidak salah ingat. Dan Kyuhyun memiliki satu diantaranya!

“kalau aku tidak salah ingat, kita datang dengan Audi, kemana mobil itu ?” tanya Shin-Hae yang masih ngeri untuk mendekati mobil termahal didunia itu. Kyuhyun dengan santainya membuka mobil dengan gerakan mengerikan. Membuat Shin-Hae menahan napasnya takut jika mobil itu rusak atau semacamnya

“mobil itu sudah 5 bulan ku gunakan, sudah termasuk dalam daftar rongsokan. Jadi aku baru saja memesan yang baru” Kyuhyun berniat ingin menduduki kursi kemudi namun gerakannya terhenti melihat Shin-Hae yang masih terpaku disana tidak berniat bergerak sama sekali

“kau tidak ingin masuk ?” tanya Kyuhyun sedikit membentak dengan nada putus asa. Shin-Hae menggelengkan kepalanya tidak percaya lalu menaiki mobil dan duduk persis disebelah Kyuhyun

Hanya dengan menekan sebuah tombol berwarna hitam didashboard, mesin mobil hidup dengan sendirinya. Suara mesinnya sungguh membuat siapapun terbuai. Tidak memiliki suara bising seperti mobil lainnya. itulah mengapa mobil ini diciptakan dengan harga yang tidak masuk akal

“aku benar-benar ingin tau seberapa kayanya kau, uangmu sangat berlebihan sepertinya” sindir Shi-Hae dengan nada jijik yang sangat kentara

“uang kita” ralat Kyuhyun. Shin-Hae memutar matanya. Gadis ini memang terbiasa hidup sederhana. Tidak terlalu dikelilingi banyak harta, hanya uang yang berkecukupan. Orangtuanya memang berasal dari keluarga biasa bukan jutawan seperti suaminya. Jadi dia masih belum bisa menerima dengan akal sehat harta suaminya yang mungkin kerajaan inggris pun bisa dibelinya jika dia berminat

Shin-Hae melirik kearah Kyuhyun yang masih sibuk berkonsentrasi dengan jalanan, Shin-Hae berganti melirik kearah jam tangannya. Sudah pukul 03.45. menjelang pagi. Dan mereka masih berkeliaran diluar. Dan kalau tidak salah ingat, Kyuhyun menyebutkan ‘rumah kita’ apa maksudnya ?

Rumah Kyuhyun dan juga rumah Shin-Hae sama-sama tidak menuju kearah jalan yang sekarang Kyuhyun telusuri. Pria ini benar-benar memiliki segudang rahasia yang akan diperlihatkan pada istrinya. Dan sialnya, istrinya sangat membenci kejutan

Shin-Hae menautkan kedua alisnya saat Kyuhyun membelokkan mobilnya kearah yang cukup gelap dan jauh dari jalan utama. Tempatnya hampir terpencil, banyak rumput-rumput tinggi yang menutupi tepi jalan.  Dan semakin menjauh lagi dari jalan utama. Benar-benar jauh

“hey, sebenarnya kita mau kemana, huh” tanya Shin-Hae mulai panik saat mereka menelusuri tempat yang lebih mirip seperti hutan. Kyuhyun tidak menjawab namun terlihat senyuman kecil dibibirnya. Dan Shin-Hae mulai bernapas lega saat melihat sebuah cahaya didepan sana. Mobil mereka terus mendekati cahaya itu hingga muncullah sebuah rumah yang terbilang cukup megah berdiri dengan angkuhnya disana

Exterior-of-minimalist-home-design

Sebuah rumah bergaya kaku namun terlihat menakjubkan dengan seluruh sisi rumah ini yang 98% menggunakan kaca-kaca besar yang memperlihatkan seluruh isi rumah tersebut. Shin-Hae menatap bangunan rumah tersebut dengan mulut ternganga. Ini seperti rumah impiannya. Jauh dari tempat ramai, klasik, dan menggunakan kaca sebagai bahan utamanya

“welcome home, nyonya Cho”  ucapan Kyuhyun menyadarkan Shin-Hae dari keterpukauannya dengan keindahan rumah ini. Shin-Hae menoleh kearah Kyuhyun dan disambut dengan senyuman menenangkan milik Kyuhyun

“aku tau kau tidak terlalu menyukai kemewahan, jadi aku membuatnya agar terlihat sesederhana mungkin. Kau menyukainya ?”

“sederhana versimu seperti ini ya ?” balas Shin-Hae dengan nada mengejek

“kau menyukainya atau tidak ?” tanya Kyuhyun mengabaikan perkataan Shin-Hae tadi

“ya, aku menyukainya. Ini indah, Kyuhyun-ssi”

Kyuhyun tersenyum puas mendengar jawaban dari istrinya. Untung Shin-Hae menyukainya. Kalau tidak, dia akan menghancurkan rumah ini besok pagi dan membangun yang baru sesuai dengan keinginan istrinya. Segila itulah sikap Kyuhyun jika sudah menyangkut masalah istrinya

“ingin melihat-lihat ?” tawar Kyuhyun yang langsung dijawab dengan anggukan semangat dari Shin-Hae sebagai pengganti jawaban. Kyuhyun turun dari mobil yang diikuti oleh Shin-Hae. mereka berpegangan tangan dan mulai menjelajahi isi rumah tersebut

Diawali dengan ruang inti rumah tersebut. Terlihat elegan dan juga klasik disaat bersamaan

2257976003_125cbd01c31

Lalu Kyuhyun menuntunnya keruang berikutnya. Yaitu ruang santai yang berfasilitaskan TV LED besar yang menggantung. Hampir sama dengan design rumah Kyuhyun

Home-interior-design-trendszine-com

“kau yang mendesign segalanya ?” tanya Shin-Hae sebelum Kyuhyun melanjutkan tour singkat mereka dirumah yang dihadiahkan untuk istrinya ini

“tentu saja. kau pikir siapa lagi. kau menyukainya ?”

“tentu saja. Aku menyukainya. Ini benar-benar sesuai dengan keinginanku” Shin-Hae mengeratkan genggaman tangannya. Kyuhyun menawarkan pelukannya yang disambut antusias oleh gadis itu. mereka berpelukan cukup lama. Membiarkan Kyuhyun menciumi rambutnya dan Shin-Hae dengan nyamannya menempelkan pipinya dibagian dada Kyuhyun yang terasa kuat

Kyuhyun merenggangkan jarak antara tubuhnya dan tubuh Shin-Hae. pria itu lamat-lamat menatapi wajah istrinya yang tampak seperti sosok perempuan yang sering diceritakan dalam dongeng. Benar-benar indah tanpa cacat. Wajah gadis itu benar-benar mulus tanpa noda sedikitpun. Kulitnya putih bersih. Hidungnya seperti terpahat dengan sempurna dengan patahan mantap dipuncak hidungnya. Bibir tipisnya berwarna merah muda alami yang tidak terpoles oleh pewarna buatan sedikitpun

Kyuhyun kembali menggenggam tangan Shin-Hae dengan lembut. hanya sentuhan seringan itu namun tetap berhasil membuat Kyuhyun merasakan sengatan listrik kecil yang mengalir diantara sentuhan mereka. Ini bahkan bukan pertama kalinya mereka melakukan kontak fisik. Tapi masih saja seperti ini. masih tidak bisa mengendalikan sentuhan kulit mereka yang hanya sesederhana itu

“ayo” ajak Kyuhyun melanjutkan acara berkeliling mereka yang sempat tertunda. Kyuhyun membuka sebuah pintu kaca yang memang telah terlihat dengan jelas apa isi ruangan itu. ruang makan dan juga dapur bersihnya

home06

home interior design

“aku sengaja membuatnya seminim mungkin. Karna aku tau, satu-satunya kelemahanmu adalah memasak. Itu hal yang paling kau benci jika aku tidak salah ingat” ucap Kyuhyun membuat Shin-Hae tergelak

“wah, sangat mengenalku, Tuan Cho. Sepertinya kau sangat mencintaiku hingga mengetahui kelemahanku” gurau Shin-Hae yang tidak membuat Kyuhyun gugup sama sekali

“aku membenarkan perkataanmu” ujar Kyuhyun santai lalu menggiring Shin-Hae ke lantai 2 rumah ini dengan sebuah tangga yang terletak dipojok ruangan

mylife-interior-home-design-01-920x1193

mereka sama-sama terpukau melihat design yang berada dilantai 2. Terlihat lebih hangat dari lantai 1. Namun masih menggunakan warna yang sama. Dominasi antara hitam dan putih

minimalist-interior-design-home

Ini ruangan pertama kali yang mereka temukan setelah menaiki anak tangga. Ruang santai yang terlihat lebih hangat dan lebih menyatu pada alam

“dan inilah kamar utama rumah ini” ucap Kyuhyun sambil menarik Shin-Hae menuju sebuah pintu cukup besar lalu membukanya dan terlihatlah isi kamar tersebut

singapore-interior-design

“maafkan aku jika kau tidak menyukai design kamar ini. aku memang sedikit payah dalam mendesign kamar. Aku hanya tau bagaimana kamar pria, tidak terlalu memahami isi kamar seorang wanita” Kyuhyun berucap dengan nada bersalah. Memang perlu diakui design kamar ini terlihat seperti kamar seorang pria. Tapi Shin-Hae tetap menyukainya. Dia selalu menyukai design kaku seperti ini. dan lagi-lagi dominasi antara warna hitam dan putih. Warna favoritenya

“tangga disana berfungsi untuk apa ?” ucapan Kyuhyun teralihkan saat Shin-Hae melihat sebuah tangga menuju atas kamarnya

“itu untuk ruang kerjaku. Aku selalu membutuhkan ruangan tersendiri untuk bekerja” Kyuhyun menuntun Shin-Hae menaiki tangga tersebut menuju ruang kerjanya yang memang terlihat agak kecil namun tetap terasa nyaman

Room-Office-Modern-Home-Design-Interior-Tollgard

Shin-Hae sedikit mengagumi tempat itu. namun pandangannya teralihkan oleh jendela kecil yang terpajang disana. Shin-Hae melihat keluar dan menemukan sebuah ruangan cukup lebar yang terpisah dengan rumah ini namun masih disatu lingkungan

“apa itu milik rumah ini juga ? tempat apa itu ?” tanya Shin-Hae saat Kyuhyun mengikuti arah pandangnya

“itu khusus untuk garasi mobilku”

******

Shin-Hae kini berdiri di jejeran mobil-mobil mewah milik Kyuhyun yang terpajang digarasi mobil yang dia tanyakan tadi. Satu buah Audi A8 yang disebutkan Kyuhyun tadi telah masuk menjadi daftar mobil rongsokan miliknya

Audi_A8_by_Error07 baru

satu buah BMW

P90060367

satu buah Ferrari

Ferrari_California_-_front_left_6AE_(Richmond,_Vic,_18_July_09)

satu buah Mercedes Benz

mercedes-benz-a-06

Dan yang terbaru adalah yang dipakainya tadi, satu buah Rolls Royce

rolls_royce_ghost_putih_phantom_i_hitam_foto_1-20120622-001-nazar

“bagaimana jika aku merusak salah satu dari mobil ini ?” tanya Shin-Hae dengan nada menantang. Kyuhyun terkekeh pelan mendengarnya

“aku akan menuntutmu dengan jumlah yang sangat besar, aku tidak pernah melepaskan buruanku begitu saja. tidak perduli siapapun itu, aku akan mengejarnya dengan hukum” ucap Kyuhyun yang membuat Shin-Hae memucat

“bahkan jika aku yang melakukannya ? mengerikan” Shin-Hae mundur satu langkah menjauhi deretan mobil mahal itu, lebih baik tidak menyentuhnya sama sekali dari pada beresiko tinggi berhadapan dengan seorang Cho Kyuhyun

“tentu saja. barang milikku tetap menjadi milikku. Dan aku tidak suka jika seseorang dengan sengaja merusaknya” kali ini Kyuhyun bergurau. Terdengar jelas dari aksen bicaranya

“aku akan menceraikanmu kalau begitu”

“coba saja. aku akan menuntut balik siapa yang mengabulkan permohonan ceraimu dariku. Kau tau aku bisa melakukannya” kali ini Kyuhyun tertawa lepas melihat reaksi wajah Shin-Hae yang sangat ketakutan. Wanita itu meninggalkan suaminya sendirian disana. yang masih tergelak dengan tawanya

Shin-Hae memasuki rumah barunya menuju kamarnya. Ini benar-benar rumahnya. Rumahnya dengan suaminya. Ini terlihat seperti sebuah mimpi indah. Tapi gilanya ini adalah kenyataan. Kenyataan yang sedikit tidak masuk akal. Seorang pria dengan penghasilan terbesar pertama di Asia, bahkan mengalahkan kekayaan orang nomor satu di Korea Selatan. Dan Shin-Hae menikahi pria itu

Kini hidupnya berubah. Benar-benar berubah. Dia menjadi bereelimpangan harta. Tidak memerlukan uang untuk membeli sesuatu, cukup dengan menyebutkan nama Kyuhyun dan TARAAAA semua menjadi bebas biaya

Dia kembali memutar memory nya. Saat pertama kali bertemu dengan Kyuhyun disebuah acara rapat direksi Shinhan Financial yang pada saat itu Kyuhyun turut hadir. Dia mulai mendekati Shin-Hae dengan caranya yang sedikit memaksa namun berhasil membuat Shin-Hae terpikat

Hingga akhirnya seorang gadis dengan hobby memotong urat nadinya hadir diantara hubungannya yang mulai berjalan dengan baik. Dan entah bagaimana caranya, Kyuhyun berhasil membuatnya pergi menjauh dari negara ini. dan satu halangan terbesar lenyap sudah

Shin-Hae dan Kyuhyun sempat dihalangi hubungannya secara diam-diam oleh Min Woo yang ternyata memiliki perasaan yang sama dengan Kyuhyun. namun itu tidak menjadi penghalang bagi Kyuhyun. hingga pada akhirnya, Kyuhyun dan Shin-Hae menyatu menjadi sepasang suami istri yang utuh

Shin-Hae duduk ditepian ranjang dan menatapi cincin berlian yang diberikan Kyuhyun sebagai cincin pernikahannya. dia mengusap berlian kecil itu dengan lembut. tanda pengikat bahwa dia sekarang adalah milik Kyuhyun

Ranjang yang diduduki Shin-Hae bergerak dari sisi lainnya. pertanda ada seseorang yang ikut duduk disana. Shin-Hae tersenyum mengetahui itu pasti suaminya. Belum sempat Shin-Hae membalikkan badannya untuk melihat, sebuah tangan telah melingkari pinggulnya dengan gerakan menggoda

“wanna know something ?” ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat lembut. berucap tepat ditelinga Shin-Hae. membuat suaranya terdengar seperti desahan menggoda

“what ?”  jawab Shin-Hae malas tapi benar-benar menunggu apa yang ingin dikatakan suaminya. Kyuhyun memutar tubuh Shin-Hae dan kini mereka saling berhadapan. Kyuhyun memegangi bahu istrinya dan menatapnya tepat dimanik matanya

“loving you was the second best thing I ever did”

Deg!

Shin-Hae terperanjat sebentar saat suaminya mengatakan itu. dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Ini memang sedikit menjijikan, tapi entah kenapa dia menyukainya. Sebuah kata-kata pemanis buatan yang entah sejak kapan dirancangnya. Tapi tunggu, the second ?

“what was the first ?”

“finding you”

 

Setelah ucapan terakhirnya, Kyuhyun menempelkan bibirnya lembut di bibir Shin-Hae. melumatnya dengan lembut. kali ini disertai perasaan mencintai didalam ciuman itu. bukan hanya sekedar ciuman biasa. Keduanya terlena dalam ciuman itu hingga mereka larut. Melupakan segala hal dan memulai pekerjaan baru mereka. Saling membutuhkan, saling menghangatkan.

Kini perjalanan cinta mereka pun telah mencapai titik puncaknya. Sesuatu yang mereka raih dengan susah payah dan penuh perjuangan. Tidak ada cinta yang sempurna dari awal, justru kesempurnaan akan muncul pada akhir cerita.

THE END

 

Akhirnya muncul kata END untuk series ini

Kecewa dengan hasilnya ?

Ya, inilah kemampuan menulis saya

Masih standart

 

Ada kata-kata terakhir untuk FF ini ?

Saya harap ada

Dan boleh saya minta commentnya agak panjang untuk series terakhir ini ?

 

Boleh kali ini aku ga dapet komen yang hanya berisi

“bagus thor”

“keren thor”

“daebak”

“sequel thor”

Aku mau komen yang bener2 komen buat FF aku, buat tulisan aku

Biar aku juga tau dimana letak kesalahan aku

Aku juga masih author abal-abal, jadi sangat dibutuhkan masukan dari kalian

Masalah typo gausah dibahas yaaa

Aku udah berulang kali bilang kalo aku ini ratunya typo

Aku mau kritik dan saran dari kalian ^^

 

Dan akhir kata saya hanya ingin mengucapkan terimakasih banyak atas penantian panjang kalian selama ini

Yang setia baca FF ini dari awal sampai akhir

Neomu-neomu gamsa ^^

Dibaca juga yaaa FF aku yang lainnya

Love You all~

Advertisements