the police

 

Shin-Hae mengepalkan tangannya kuat-kuat. Mencoba mencerna dengan benar apa yang baru saja kakeknya katakan. Perjodohan yang Shin-Hae ketahui bahwa calon suaminya adalah Cho Kyuhyun, ternyata salah besar. Justru yang akan dinikahkan dengannya adalah seorang pria yang sama sekali tidak dikenalnya.

Kakek mendekati Shin-Hae dan menarik tubuh lunglai Shin-Hae kebelakang agar memberikan akses jalan masuk untuk Kim Yoonie yang telah menunggu lama didepan sana. Kim Yoonie sendiri hanya terus-terusan memberikan senyuman khas miliknya yang tidak pernah membuat siapapun merasa bosan untuk melihatnya. Auranya terpancar sekali.

 

Saat Kim Yoonie masuk, dia menoleh kearah Kyuhyun lalu kembali tersenyum. Kali ini lebih lebar.

 

“lama tidak bertemu, Kyu” ucap Kim Yoonie hangat, merindukan sahabatnya ini dengan begitu sangat. Kim Yoonie bahkan hampir saja memeluk Kyuhyun kalau saja dia tidak ingat sedang berada dirumah calon isterinya yang akan berakibat memalukan dirinya sendiri.

 

Kyuhyun masih terpaku, masih belum bisa mencerna dengan baik apa yang sedang terjadi saat ini. Kyuhyun adalah pria dengan kejeniusan tanpa batas, memiliki IQ tertinggi di Seoul atau bahkan se-Korea Selatan, namun dia bisa terlihat sangat bodoh hanya karna seorang wanita. Cinta benar-benar merubah segalanya.

 

“tidak merindukanku, tuan Cho ?” sapa Yoonie sekali lagi merasa kecewa dengan reaksi yang dikeluarkan Kyuhyun seperti bertemunya adalah hal yang tidak menarik lagi.

 

Kyuhyun tersadar dari keterpanahannya lalu mulai menatap Kim Yoonie dengan awas. Senyum pria itu terkembang sedikit demi sedikit. Setidaknya hanya itulah yang bisa dilakukan Kyuhyun saat ini. Kyuhyun menjabat tangan Kim Yoonie lalu menarik pria itu dalam pelukannya.

 

“oh, tolong jangan membuatku terlihat seperti pria penyuka sesama jenis” ujar Kim Yoonie dengan nada tercekat karna sangking eratnya pelukan yang diberikan Kyuhyun. entah karna terlalu bahagia, atau karna terluka.

 

“kuharap kau benar-benar penyuka sesama jenis” ucap Kyuhyun geli setelah melepas pelukannya. Kyuhyun sempat melirik kearah Shin-Hae. wanita itu menatap kearahnya. Jelas sekali kearahnya, bukan kearah Kim Yoonie. Bisakah Kyuhyun menangkap kebenaran jika yang diinginkannya adalah dia, bukan Kim Yoonie ? Kyuhyun sempat melantunkan do’a dalam hati kalau segalanya akan hancur begitu saja.

 

“sudahlah, kalian seperti tidak bertemu puluhan tahun saja, sekarang berikan waktu untuk Kim Yoonie dan Shin-Hae untuk saling mengenal. Karna aku sama sekali tidak sabar untuk menentukan tanggal pernikahan mereka” ucap kakeknya dengan nada sedikit mencemooh kearah Shin-Hae yang mulai menunjukkan wajah tidak sukanya.

 

Kim Yoonie kembali menatap kearah Shin-Hae, dan sekali lagi senyuman itu tercetak begitu saja untuk Shin-Hae. Shin-Hae, gadis itu akan menjadi miliknya sebentar lagi, batin Yoonie.

 

“kami telah bertemu sebelumnya, kami hanya perlu membiasakan diri untuk bertemu lebih sering agar lebih akrab” ujar Kim Yoonie yang membuat Kyuhyun dan kakeknya sama-sama terkejut. Kyuhyun menautkan kedua alisnya saat melihat reaksi Shin-Hae yang sama sekali tidak menyukai topik pembicaraan ini.

 

“benarkah ? bagus kalau begitu. Jadi aku tidak perlu susah payah mendorong kalian berdua untuk lebih dekat. Sekarang, kuserahkan semuanya padamu” ucap kakeknya sekali lagi dan Kyuhyun kembali menangkap keganjilan diekspresi Kakeknya yang sedari tadi tidak bisa menahan senyum.

 

“Kyu, ikut denganku sebentar” ujar Kakek yang langsung direspon oleh Kyuhyun. Kyuhyun sedikit tidak rela mengikuti ucapan Kakeknya tadi. Dia terlalu takut jika harus meninggalkan Shin-Hae berdua saja dengan Kim Yoonie. Walaupun Kyuhyun sangat tau bagaimana sifat sahabatnya yang tak mungkin melakukan hal yang tercela sedikitpun. Tapi hatinya berkata lain kali ini.

 

******

 

Shin-Hae menatapi jari-jarinya yang saling bertaut dengan bosan. Sudah hampir satu jam dia duduk bersebelahan dengan Yoonie yang hanya terus-terusan tersenyum kearahnya dan membicarakan hal yang sedikit membosankan. Dia ingin kabur jika terus seperti ini.

 

Shin-Hae sempat mengamati Yoonie dari jarak sedekat ini. pria itu ternyata memiliki tanda lahir didekat matanya. Dan dua buah lesung pipi yang cukup dalam ketika dia tersenyum. Matanya terlihat teduh sekaligus tegas dalam waktu bersamaan. Dan yang paling disukainya hanya tulang pipinya yang sedikit menonjol. Sama seperti Kyuhyun. oh, sial sekali lagi dia membandingkan pria ini dengan Kyuhyun.

 

“kau pasti bingung kenapa aku telah mengenal Kyuhyun, si Kepala Polisi itu. aku dan Kyuhyun berteman baik sejak kecil” ujar Yoonie menghantam kesunyian yang terjadi selama beberapa menit sebelumnya. Shin-Hae menoleh sebagai respon dan menjadi pendengar yang baik walaupun sebenarnya dia membenci itu.

 

“kami memulai persahabatan sejak tak lama setelah kepergian kedua orangtuanya. Kami memiliki nasib yang sama” lanjutnya dengan semangat, seakan terbang ke masa lalu yang pernah dijalaninya dengan Kyuhyun.

 

“orangtua mu juga telah .. ?” ucap Shin-Hae ragu sambil mengamati wajah pria itu dalam-dalam seakan menjaga agar hatinya tak tergores jika Shin-Hae mengingatkannya kembali pada kejadian yang ingin dilupakannya

 

Lalu Yoonie memberikan sebuah senyuman yang memberi tanda bahwa dia tidak masalah sama sekali jika Shin-Hae bertanya tentang hal tersebut

 

“hanya ayahku. Ibu ku masih hidup. Aku dan Kyuhyun sama-sama menjalani hidup yang cukup berat mengingat dulu kita hanya seorang anak kecil yang tak berdaya. Apalagi dia benar-benar kehilangan kedua orangtuanya”

 

“kami telah menjadi seperti seorang saudara. Tidak pernah terpisahkan. Namun, saat Kyuhyun mulai bergelut didunia Hukum, aku mulai menjauh darinya karna jalur yang kita ambil kali ini berbeda” akhir Yoonie dalam ceritanya. Shin-Hae hanya mengangguk untuk sekedar menghormati.

 

Perhatian Shin-Hae teralihkan ketika Kyuhyun kembali hadir didekat mereka dan dengan seenaknya menarik lengan Shin-Hae begitu saja untuk mengikutinya, tidak memperdulikan sama sekali Yoonie yang mulai merubah ekspresi wajahnya menjadi seperti kebingungan.

 

Shin-Hae berkali-kali meronta kesakitan saat Kyuhyun terlalu kencang menggenggam tangannya hingga muncul bercak kemerahan disekitar pergelangan tangannya. Namun Kyuhyun tidak terlalu memperdulikannya, dia terus menarik Shin-Hae hingga ketempat dimana tidak ada orang sama sekali disekitarnya.

 

Shin-Hae meronta hanya karna kesakitan. Bukan karna dia keberatan dibawa kabur seperti ini. justru dia harus banyak-banyak berterimakasih pada Kyuhyun yang telah menariknya keluar dari dunia membosankan yang diberikan Kim Yoonie. Diam-diam Shin-Hae tersenyum.

 

Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya, memberikan waktu untuk Shin-Hae mengusap lengannya yang terasa sakit selama beberapa detik sebelum dia berbalik dan menatap wajah Shin-Hae erat-erat.

 

“kau pikir apa yang sedang kau lakukan, huh!” bentak Shin-Hae kesal yang tentu saja hanya sebuah akting.

 

Kyuhyun masih belum mengeluarkan sepatah kata apapun, dia masih sibuk mengamati wajah Shin-Hae dengan begitu detailnya. Seakan takut ada yang terluka dibagian sana. Shin-Hae tercekat kaget saat Kyuhyun tiba-tiba saja menyentuhkan buku jarinya di pipi Shin-Hae.

 

“aku akan kembali, Yoonie pasti menungguku” ujar Shin-Hae gugup setelah sentuhan secara intim itu terjadi. Berusaha meninggalkan rasa gugup dengan cara menjauh dari Kyuhyun. Namun, belum sempat wanita itu beranjak, Kyuhyun telah menarik lengannya dan memeluk tubuh gadis itu erat. Seakan ini adalah hari terakhir dia bertemu dengan Shin-Hae.

 

Sekali lagi Shin-Hae merasa detak jantungnya bekerja dari batas normal. Paru-parunya berhenti bekerja memompa oksigen saat pelukan itu terjadi. Dia lupa bagaimana caranya bernapas sejenak. Dia terlalu terkejut untuk merespon pelukan ini.

 

Tidak ada yang dibicarakan Kyuhyun sama sekali. dia hanya memeluk gadis itu yang semakin erat per tiap detiknya. Seakan ini adalah pertemuannya yang terakhir dengan gadis itu.

 

Kyuhyun melepas pelukannya setelah merasa cukup puas. Sebenarnya tidak pernah ada kata puas jika menyangkut masalah gadis itu. Kyuhyun menatap tepat ke manik mata Shin-Hae dan perlahan bibirnya membentuk sebuah senyuman samar. Lalu dia pergi begitu saja.

 

Shin-Hae tercengang dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Cho Kyuhyun. dia memeluknya dan meninggalkannya begitu saja ? Shin-Hae merasa bodoh saat mengira bahwa Kyuhyun akan melakukan sesuatu yang lebih atau mengatakan sesuatu yang membuatnya bisa menolak habis-habisan keputusan kakeknya yang ingin menjodohkannya dengan Kim Yoonie. Shin-Hae merasa dada nya sesak begitu saja. Ini perlakuan paling menyakitkan yang pernah disarasakn gadis itu. Rasa sakit itu tak akan pernah terlupakan.

 

******

 

Kim Yoonie mengajak Shin-Hae pergi hari ini. dengan alasan ingin memulai pendekatan terhadap dirinya. Oh, demi Tuhan! Shin-Hae benar-benar muak dengan pria ini. Bahkan Yoonie membawa satu buah buket bunga mawar dan memberikannya pada Shin-Hae. tingkahnya yang terlalu romantis membuat Shin-Hae ingin segera pergi menjauh darinya. Kim Yoonie termasuk kedalam tipe ideal pria idaman seluruh wanita dimuka bumi. Namun, dia tidak termasuk dalam kriteria pria idaman Shin-Hae. sepulang nanti, Shin-Hae akan memohon pada Kakeknya agar perjodohan ini dibatalkan. Jika Shin-Hae tau sejak awal bahwa Kim Yoonie lah yang akan dijodohkan dengan Shin-Hae, Shin-Hae akan menolek habis-habisan. Dia menerima perjodohan ini begitu saja hanya karna dia mengira Kyuhyun-lah yang menjadi pilihan Kakeknya.

 

Kyuhyun. Shin-Hae kembali mengingat pelukan singkat yang diberikan Kyuhyun kemarin. Pelukan dengan waktu yang tak lebih dari 5 menit itu cukup membuat hati Shin-Hae terenyuh. Entah pikiran gila darimana, tapi Shin-Hae merasa kehilangan Kyuhyun saat ini. dia merindukan pria itu.

 

“Shin-Hae~ssi” ucap Yoonie membuyarkan seluruh pikiran Shin-Hae mengenai Kyuhyun. Shin-Hae segera menoleh dan mendapati Yoonie sedang menyodori satu buah Ice Cream Vanilla kearahnya. Dengan canggung Shin-Hae menerimanya.

 

“gomapta” ucap Shin-Hae singkat lalu kembali diam dan menyantap Ice Cream yang diberikan Yoonie.

 

“kau sedang memikirkan apa tadi ? aku memanggilmu hampir 3 kali” ujar Yoonie dengan nada penuh kesabaran. Dan tak lupa senyuman khas miliknya yang selalu tercetak dibibirnya.

 

“tidak ada” jawab Shin-Hae acuh. Dia lebih memilih menikmati ice cream nya dibanding harus meladeni pria yang selalu ceria ini. Shin-Hae diam-diam melirik kearah Yoonie, yang ternyata dia juga melirik kearah Shin-Hae. oke, cukup sudah kesabarannya. Dia harus mengatakan pada Yoonie untuk melakukan pemberontakan pada Kakeknya atas perjodohan ini.

 

“Kim Yoonie-ssi” ucap Shin-Hae mantap dan Yoonie pun menoleh.

 

“panggil saja Yoon” ralat Kim Yoonie yang membuat Shin-Hae memutar matanya kesal.

 

“oh, baiklah. Yoon, aku ingin kita berdua berbicara dengan Kakek untuk membatalkan perjodohan ini. ini benar-benar tidak lucu. Aku tidak ingin menikah dengan orang yang sama sekali tidak ku kenal” jelas Shin-Hae yang hanya mendapat balasan sebuah senyuman. Lagi-lagi senyuman!

 

“kita sudah saling kenal dulu”

 

“tapi itu dulu! berbeda dengan sekarang. mungkin dulu aku mengenalmu, mungkin dulu kita memang sedekat itu. tapi itu dulu. masa kecil kita. Jelas berbeda kondisinya dengan saat ini” bentak Shin-Hae yang lepas control. Dia telah menahan emosinya sebisa mungkin. Tapi pria ini memancingnya untuk meledakkan emosinya. Dan terjadilah ledakan itu.

 

“jika aku tidak ingin membatalkannya, memang kau bisa apa ? aku terlanjur menyukaimu, nona Shin. Dan aku tidak akan melepaskan apa yang ku inginkan” ujar Yoon yang tiba-tiba saja auranya menjadi mengerikan. Senyumannya masih tercetak. Namun bukan senyuman manis seperti biasa. Kali ini senyuman mengerikan yang terpancar. Gawat!

 

******

 

Kyuhyun membalik balikan berkas yang sedari tadi sedang diperiksanya. Mencari sebuah alasan untuk mengkritik berkas tersebut atau mencari titik terang untuk dikomentari. Namun dia tidak terlalu focus dengan hal itu saat anak buahnya belum lama mendatangi nya dan mengatakan

 

“kunci yang kami temukan didalam kamar hotel tempat kepala polisi Busan dibunuh berinisial PDY. Dan kami menemukan sebuah nama dari inisial tersebut. Park Dae Young” ucap anak buahnya, Park Junhye dengan tegas dan penuh keyakinan atas jawabannya.

 

“kau yakin ?” tanya Kyuhyun sungguh-sungguh.

 

“ya, kami berhasil menangkap sidik jarinya pada sisi ranjang yang berada dikamar hotel tersebut. Pria itu cukup bodoh untuk menjadi seorang pembunuh tanpa pelindung tangan” ucap Junhye dengan nada mencemooh. Kyuhyun ikut tersenyum lalu menertawakan kebodohan Park Dae Young.

 

“Tunggu! PDY adalah Park Dae Young ?” Kyuhyun segera mengambil kunci kecil yang berhasil ditemukan di kamar hotel kepala polisi Busan menginap. Junhye mengerutkan keningnya bingung dengan reaksi yang ditunjukkan atasannya.

 

Kyuhyun kembali mengeluarkan satu buah kunci yang sama namun dengan inisial yang berbeda.

 

“KY. Berarti 2 huruf ini adalah inisial seseorang yang membunuh kedua orangtuaku” ucap Kyuhyun dengan nada dingin yang tiba-tiba menggerogoti dirinya. Kyuhyun kembali merasakan sakitnya melihat kedua orangtuanya dibunuh dihadapannya. Dia benar-benar akan membalas dengan harga yang sama jika orang ini tertangkap nanti.

 

“saya juga menduga seperti itu. kami akan menyelidiki lebih lanjut” ujar Junhye mengakhiri percakapan mereka tentang kasus ini. setelah Kyuhyun mengangguk tanda mengerti, Junhye berpamit untuk keluar ruangan.

 

Kyuhyun mendapat titik terang. 2 huruf inilah orang yang selama ini dia cari. Kyuhyun seakan mendapat energi tambahan setelah mendengar penjelasan dari Junhye mengenai inisial PDY tersebut. Dan PDY pun telah berada ditahanan. PDY pasti mengetahui siapa KY itu. Kyuhyun akan menemuinya sepulang nanti.

 

Kyuhyun kembali berkutat dengan lembar-lembaran kasus yang sedang ditanganinya. Bersiap berkonsentrasi, namun gagal saat tiba-tiba saja dikepalanya memutar memory saat dia berada diBusan dengan Kim Shin-Hae. Gadis itu.

 

Dia baru saja mencoba mendekati Shin-Hae. Namun dia harus kecewa karna Kakeknya telah menjodohkan gadis itu pada Yoon. Begitulah panggilan Kim Yoonie. Kyuhyun memanggilnya dengan nama Yoon. Sahabat masa kecilnya.

 

Kyuhyun sempat tidak percaya jika Yoon-lah yang akan dijodohkan dengan Shin-Hae. dan Kyuhyun tiba-tiba mengingat ucapan Kakeknya tadi saat dia sengaja memanggil Kyuhyun hanya untuk meninggalkan Yoon dan Shin-Hae berdua saja

 

FLASHBACK

 

“kau tentu ingat dengan Yoon, bukan ? Kakek merasa, dialah orang yang tepat untuk Shin-Hae” ucap Kakek mengawali segalanya. Memulai emosi yang tiba-tiba bergejolak didalam diri Kyuhyun. tangannya mengepa begitu saja. dadanya bahkan terasa sesak. Orang yang tepat ?

 

“aku merasa semakin tua. Tubuhku pun tak lagi sekuat dulu. hal yang ingin ku lihat disisa hidupku adalah menikahkan cucuku. Cucu perempuan satu-satunya yang ku miliki” lanjutnya. Kyuhyun merasa kakinya lemas saat Kakeknya menyinggung masalah pernikahan. Secepat itu kah ?

 

“menurutmu bagaimana ?” merasa cukup menjelaskan, Kakek bertanya pada Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam. Kyuhyun merasa kelimpungan saat pertanyaan itu terlontar. Bagaimana menurutnya ? jika dia berharap Kakeknya membatalkan perjodohan ini apakah mungkin terjadi ?

 

“jika menurutmu itu yang terbaik untuk Shin-Hae. apapun keputusanmu akan ku hargai” seketika Kakek menoleh kearah Kyuhyun dengan gerakan cepat. Sangat cepat hingga Kyuhyun merasa ada yang aneh.

 

“ada apa ?” tanya Kyuhyun bingung. Sang Kakek seperti sedang berusaha memperbaiki mimik wajahnya agar terlihat normal kembali. Setelah berhasil, dia berdeham lalu berbicara.

 

“tidak. Bukannya .. kau juga menyukai cucuku ?” tanya Kakeknya pelan.

 

Kyuhyun hanya tersenyum miris. Dia tetap menunduk, menatap sepatunya yang tidak menarik sama sekali.

 

“kau sudah membuat keputusan. Memangnya aku bisa berbuat apa ?” ujar Kyuhyun pelan. Erharap Kakeknya tidak mendengar apa yang baru saja dia katakan. Namun sayangnya, Kakaeknya cukup jeli untuk mendengar.

 

FLASHBACK END

 

Shin-Hae akan menjadi milik Yoon sebentar lagi. Entah kenapa dia begitu susah mengikhlaskan gadis itu pada pria lain. Separah inikah rasa cintanya pada gadis itu ?

 

Kyuhyun mengingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan Shin-Hae saat kedua orangtuanya mengajak Shin-Hae bertandang kerumah Kakeknya. Saat itu Kyuhyun sedang berada disana bersama Yoon juga.

 

Ketika gadis itu tersenyum menyapa kearah Kyuhyun dan Yoon, Kyuhyun segera merasakan perasaan aneh yang menyambangi dirinya. Kyuhyun menjadi begitu agresif dihadapan Shin-Hae. dia mencoba melakukan segala hal yang bisa membuat gadis itu menoleh kearahnya. Seperti itulah cara seorang anak kecil menunjukkan bahwa dia menyukai gadis itu. dan sepertinya gadis itu merespon. Shin-Hae berkali-kali melirik kearah Kyuhyun yang sedang bermain dengan Yoon. Kyuhyun mulai yakin, jika wanita itu juga merasakan perasaan yang sama.

 

Namun, itu adalah pertama dan terakhir kalinya Kyuhyun bertemu dengan Shin-Hae. Dia tidak pernah datang lagi. Maka itu, Shin-Hae tidak mengenal Kyuhyun saat pertama kalinya mereka kembali bertemu di Seoul, karna pada saat itu Shin-Hae masih sangat kecil. Tidak mungkin dia masih mengingat Kyuhyun sedang kan pertemuannya saja hanya satu kali. Mereka kembali bertemu saat Kyuhyun telah menjadi seorang kepala polisi dan dia telah menjadi seorang remaja yang begitu cantik. Dan mulai hati itu jugalah, Kyuhyun memantapkan hatinya untuk terus mendekati Shin-Hae dan berniat menjadikannya seorang kekasih. Namun segala yang direncanakannya itu hancur ketika Yoon kembali datang ke Seoul.

 

Kyuhyun menyudahi pikiran masa lalunya saat pintu ruangannya kembali terdengar bunyi ketukan. Bahkan sebelum Kyuhyun membuka mulut untuk sekedar mengucapkan kata ‘masuk’ pintu telah terbuka lebar dan menampilkan sosok wanita yang sangat dirindukannya.

 

“noona” ujar Kyuhyun cukup terkejut dengan kedatangannya tiba-tiba tanpa pemberitahuan seperti biasanya.

 

Ah-Ra tidak membalas ucapan adiknya ataupun menoleh kearah Kyuhyun. dia tidak melakukan sama sekali. yang dia cari adalah gelas berisi air putih milik Kyuhyun yang memang telah tersedia di meja kerjanya. Tanpa izin, Ah-Ra menenggak minuman itu hingga habis. Lalu dia mendudukkan diri dikursi yang tepat berada dihadapan meja Kyuhyun.

 

“ada apa sebenarnya” ucap Kyuhyun dengan nada was-was. Pria itu segera bangkit untuk menutup pintu ruangannya yang memang belum ditutup kembali oleh kakaknya.

 

“aku mencari tau siapa pembunuh orangtua kita” ucap Ah-Ra masih dengan napas yang terputus-putus. Wanita ini seperti sehabis berlari menaiki tangga menuju ruangan adiknya tanpa menggunakan lift yang tersedia sebagai fasilitas.

 

“aku juga sedang menyelidikinya, Noona. Tolong berhenti membuat dirimu sendiri dalam bahaya. Demi Tuhan, Cho Ah-Ra! Aku tidak ingin identitasmu sebagai kakakku terbongkar. Nyawamu dalam bahaya, kau tau” bentak Kyuhyun membuat Ah-Ra memejamkan matanya sekejap. Menormalkan kembali emosinya yang mulai membuncah. Dia mencoba tenang menghadapi adiknya yang memang terlalu terobsesi melindunginya dari bahaya.

 

“oke, aku akan menerima ocehanmu kali ini. tapi jangan harap lain kali. Aku hanya ingin memberitaumu, bahwa aku menemukan dua nama yang tersangkut dengan inisial KY” ucap Ah-Ra yang kali ini berhasil membuat tatapan Kyuhyun melembut seketika.

 

“apa ?”

 

TBC

 

Pada bingung ya ? haha sama, saya juga bingung sama FF ini -_-

Jujur aja, aku ga niat sama FF ini -_-

Aku pun juga tau, kalian juga ga begitu minat kan ?

Mungkin ending nya akan dipercepat dari yang diperkirakan

Mungkin the next bakalan tamat ? liat nanti aja *plak