devil cover copy

Shin-Hae berkali-kali mencoba memejamkan mata memaksa dirinya sendiri untuk tidur namun tidak pernah berhasil. Setiap matanya tertutup, bayangan Kyuhyun yang sedang membersihkan darah disekitar bibirnya selalu terlintas

Shin-Hae memutar badannya kearah manapun untuk menemukan posisi nyaman namun tidak ada hasilnya. Akhirnya Shin-Hae menyerah dan menyandarkan punggungnya ke punggung tempat tidur. Shin-Hae mengigit ujung ibu jarinya berkali-kali sambil terus memikirkan kejadian tidak masuk akal yang baru saja di alaminya. Dan sialnya, mata Shin-Hae tak pernah terpejam hingga pagi menjelang

******

Shin-Hae menahan kantuk habis-habisan saat dia sudah sampai disekolah. Shin-Hae menidurkan setengah tubuhnya keatas meja dan menutup wajahnya menggunakan majalah. Suara ribut semakin mendekat berbarengan dengan kedatangan seorang pria yang tidak perlu ditanya lagi siapa. Itu pasti Cho Kyuhyun

Shin-Hae masih belum mempunyai tenaga penuh untuk sekedar mengangkat tubuhnya dan melihat siapa yang menjadi sumber keributan, Shin-Hae masih memerlukan beberapa menit untuk tidur setidaknya sampai guru tiba didepan kelas

Shin-Hae hampir tenggelam dalam tidurnya kalau saja tidak ada seseorang yang dengan sialnya menarik majalah yang membuat penghalang antara wajahnya dan cahaya yang berasal dari jendela kelas. Shin-Hae segera menyipitkan matanya saat tiba-tiba saja wajahnya dihujani sinar matahari

Mata Shin-Hae yang terasa perih dipaksa untuk terbuka dan penglihatannya langsung tertuju pada Cho Kyuhyun yang sedang memegang majalah yang dibuat Shin-Hae sebagai penutup wajahnya tadi. ekspresi wajah pria itu terlihat datar seperti biasanya, namun kali ini dipersatukan dengan aura iblis yang selalu terkuak, namun kali ini lebih jelas. Oh, astaga. Ada apa dengan pria ini, rutuk Shin-Hae dalam hati

“keluar dari kelas ini dan kembali ke kelas lamamu lalu kau bisa melanjutkan tidurmu sepuasnya disana” ucap Kyuhyun mantap yang membuat seluruh siswa dikelas ini terdiam. Hanya menjadikan dia dan Shin-Hae sebagai sorotan utama

Shin-Hae masih terpaku terdiam dihadapan Cho Kyuhyun. terlihat bodoh saat dia tidak bisa melakukan perlawanan sedikitpun. Shin-Hae menunduk menahan malu atas perlakuan Kyuhyun kepadanya. Diam-diam Shin-Hae mengepalkan tangannya kesal

“kau perlu bantuanku untuk keluar dari kelas ini, nona Shin ?” lanjut Kyuhyun yang sepertinya masih belum puas membuat gadis ini malu. Shin-Hae semakin menundukkan kepalanya menahan rasa malu dan juga amarah yang terjadi bersamaan

Shin-Hae mencoba menormalkan detak jantungnya yang telah berulah sejak tadi, Shin-Hae menarik napas panjang berkali-kali hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan mengatakan

“kau pikir aku akan mengikuti semua perkataanmu ?” ucap Shin-Hae dengan nada bengis yang kali ini membuat Kyuhyun semakin menunjukkan aura gelapnya

“aku mendapatkan kesempatan ini dengan susah payah, dan aku tidak akan melepaskannya begitu saja. jika kau keberatan dengan kehadiranku, kenapa bukan kau saja yang pergi ?” lanjut Shin-Hae dengan nada suara satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya

“brengsek!” gumam Kyuhyun dengan penuh penekanan disetiap ucapannya

“kau yang brengsek!” bentak Shin-Hae lalu terdengar suara tercekat tak percaya dari beberapa orang yang berada dikelas ini. Shin-Hae menangkap gerakan lengan Kyuhyun yang mengepal secara perlahan. Dan itu membuat batin Shin-Hae merasa puas. Kyuhyun kesal padanya. Ini hal yang paling menarik menurut Shin-Hae. dibenci oleh orang paling misterius disekolah ini

“aku.tidak akan.meninggalkan.kelas ini” ucap Shin-Hae dengan penuh penekanan disetiap ucapannya. Setelah itu Shin-Hae keluar dari kelas dengan tubuh bergetar. Dia masih tidak percaya jika baru saja membentak seorang Cho Kyuhyun yang terkenal dengan sifat dinginnya

Shin-Hae melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Satu-satunya tempat teraman menyembunyikan diri –menurutnya- dengan sisa energy yang dia punya. Energy nya tidak terisi penuh, ditambah dia baru saja mengatakan hal yang sangat tidak bisa diduga bahkan oleh dirinya sendiri pada Kyuhyun, membuat seluruh energynya terkuras habis. Bahkan dia hampir tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.

Baru saja Shin-Hae meraih knop pintu kamar mandi, tiba-tiba saja tubuhnya terdorong masuk dengan paksa saat seseorang dibelakang Shin-Hae melakukannya dengan sengaja. Shin-Hae meringis saat tangannya tergores tepian pintu akibat dorongan paksa tadi

Tubuh Shin-Hae diputar balik dengan kasar setelah mendengar suara pintu tertutup dengan bantingan cukup keras. Tubuh Shin-Hae disudutkan kedinding dengan cengkraman pada bahu yang terasa menyakitkan. Shin-Hae terkejut saat mengetahui yang melakukannya adalah Cho Kyuhyun. pria itu memaksa masuk kedalam toilet wanita!

“kau pikir apa yang sedang kau lakukan, lepaskan aku!” Shin-Hae memberontak mencoba melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun pada bahunya, namun yang dilakukan hanyalah hal yang sia-sia dan menambah rasa sakitnya karna Kyuhyun semakin mempererat cengkramannya jika Shin-Hae memberontak

“aku tidak suka jika kehidupanku diusik, aku ingin kau pergi dari sekitarku dan jangan pernah memunculkan wajahmu lagi dihadapanku ataupun dikedai milik kakakku. Aku tau kau mempunyai pikiran yang busuk tentangku, dan aku yakin itu adalah pemikiran paling tolol yang pernah aku temui” ucap Kyuhyun

Shin-Hae tidak mengerti dengan apa yang ingin dimaksud Kyuhyun pada kata-katanya. Kehidupannya terusik ? pemikiran busuk ? bagaimana dia bisa tau akan semua hal itu ? Shin-Hae tidak pernah bisa berhenti memikirkan kejadian tadi malam dan berniat untuk mencari tau

Shin-Hae mengerutkan keningnya saat cengkraman tangan Kyuhyun dibahunya mulai melemah, begitu juga dengan tubuhnya. Pria itu terlihat lemah, seperti darahnya baru saja dikuras habis dan kehilangan tenaga

Shin-Hae menahan napas ketika Kyuhyun menundukkan kepalanya menyejajarkan wajahnya dan wajah Shin-Hae, Shin-Hae telah bersiap menutup matanya jika terjadi sesuatu, namun apa yang dihadapinya kini bukan untuk mendapat sebuah ciuman romantis. Kyuhyun terus menundukkan tubuhnya hingga dia terkulai lemah didekat kaki Shin-Hae. pria itu memegangi tenggorokannya, seperti menahan rasa sakit disana

“k .. kau kenapa” ucap Shin-Hae hati-hati memberanikan diri untuk bertanya setelah beberapa detik hanya menyaksikan adegan tersiksanya Kyuhyun dengan tubuhnya. Shin-Hae menyejajarkan posisi tubuhnya dengan tubuh Kyuhyun yang kini telah terduduk dihadapannya, Shin-Hae mencoba memegang tangan Kyuhyun yang kemarin dirasanya dingin, dan kali ini tangannya terasa 50 kali lipat lebih dingin dari sebelumnya. Shin-Hae bergidik ngeri

“astaga, kenapa tubuhmu dingin sekali, sebenarnya kau ini kenapa, huh ?! jawab aku!” Shin-Hae mengguncang pelan tubuh Kyuhyun, namun yang didapat Shin-Hae adalah dorongan kasar dari Kyuhyun hingga punggung Shin-Hae membentur tembok yang berada dibelakangnya dengan kasar, setelah itu lelaki itu pergi begitu saja meninggalkan Shin-Hae. Shin-Hae semakin tidak mengerti dengan sifat Kyuhyun. pria itu semakin membuatnya tak bisa diam dan bertekad untuk mencari tau kenapa sifat pria itu sering berubah-ubah. Ada yang tidak beres dengan pria itu

******

Shin-Hae mengunjungi Shin-Ra yang sedang bekerja di restoran didaerah Myeongdong. Ini adalah hari libur Shin-Hae yang diberikan oleh Cho Ah-Ra dalam seminggu masa kerjanya. Dan Shin-Hae memutuskan untuk mengunjungi kakak kembarnya

“aku tau ada yang salah, ceritakan” ucap Shin-Ra seperti telah mendapat feeling dari kembarannya tersebut. Feeling itu tidak pernah meleset mengingat ikatan batin diantara mereka cukup kuat. Dan kali ini Shin-Ra benar. Well, Shin-Ra memang tidak pernah meleset dalam ucapannya

“disekolahku, aku menemukan seorang pria yang sedikit .. aneh ?” ucap Shin-Hae ragu pada Shin-Ra yang sedang membereskan meja makan didekat Shin-Hae yang kini terlihat  sepi

“aneh dalam artian ?” Shin-Ra melontarkan pertanyaan yang sukses membuat Shin-Hae terdiam. Aneh dalam artian apa ? benar. Apakah Shin-Ra akan percaya dengan apa yang akan aku ucapkan ? batin Shin-Hae, gadis itu menjadi ragu untuk mengucapkannya

Shin-Ra yang telah membereskan meja, kini duduk dihadapan Shin-Hae dan menatap lekat adik kembarnya

“ani. Lupakan” ucap Shin-Hae akhirnya mengalah dengan hatinya yang menyuruh untuk tidak mengatakan pada siapapun

“baiklah” Shin-Ra mengucapkannya dengan nada sedikit kecewa. Mereka tidak pernah merahasiakan hal apapun, sekecil apapun masalahnya mereka selalu berbagi. Tapi kali ini Shin-Hae tidak ingin menceritakannya. Mulai sekarang Shin-Ra harus mengerti dengan apa yang disebut sebagai privasi

“kali ini aku tidak akan bertanya, tapi lain waktu aku akan menanyakan hal yang sama tentang pria itu” ucap Shin-Ra dengan senyum tulus khasnya. Shin-Hae hanya membalas ucapan Shin-Ra dengan anggukan mengerti

“setelah aku menemukan bukti, tentunya” gumam Shin-Hae tak bersemangat. Namun tiba-tiba saja didalam otak Shin-Hae melintas kilasan memory masa lalu yang membuatnya tersentak

Dia ingat, Shin Yeong sempat memberinya album photo yang sedikit usang kepadanya. Dia bilang dia telah menguak banyak rahasia dari dalam diri Kyuhyun. apa jangan-jangan …

“aku pergi dulu” Shin-Hae bangkit dari duduknya dengan tergesa-gesa hingga membuat Shin-Ra terkejut dibuatnya. Shin-Ra belum sempat bertanya karna soso Shin-Hae telah berada diluar restoran tempatnya bekerja. gadis itu terkadang seperti mempunyai ilmu untuk mengalihkan pembicaraan, mengulur waktu, dan menghilang dengan begitu cepat. Itulah Shin-Hae

******

Dengan tangan sedikit bergetar dan detak jantung yang bekerja diluar batas, Shin-Hae perlahan membuka album photo yang terlihat usang dari Shin Yeong tempo hari. Pada lembar pertama Shin-Hae hanya mendapati berupa potongan artikel yang sama sekali tidak diketahuinya, jadi dia hanya melewatinya begitu saja

Lembar kedua Shin-Hae mendapati photo Kyuhyun yang sedang tersenyum cerah memandangi langit. Tersenyum ? Kyuhyun tersenyum! Jadi pria itu masih ingat bagaimana caranya tersenyum mengingat dia tidak pernah melakukannya lagi akhir-akhir ini. Shin-Hae kembali mendapati beberapa potongan artikel yang sepertinya hanya ditaruh sebagai penutup lembaran-lembaran yang kosong tanpa terisi photo. Shin-Hae kembali membalikkan lembar selanjutnya

Disini terdapat tulisan tangan yang diprediksi adalah tulisan Shin Yeong. Setiap judul ditulis dengan tinta berwarna merah

Kehabisan energy

Dia akan memegangi tenggorokkannya dan terlihat pucat. Terkadang dia bahkan membolos jam pelajaran ketika itu terjadi

Setelah membaca catatan ini, sontak Shin-Hae mengingat kejadian di toilet kemarin, dimana Kyuhyun sedang menyudutkannya lalu tiba-tiba saja cengkraman Kyuhyun melemah dipundaknya dan dia memegangi tenggorokannya lalu pergi begitu saja. dia sedang kehabisan energy ? Shin-Hae kembali melanjutkan membaca tulisan Shin Yeong

Lemah

Dia akan terlihat selalu menunduk seperti menutupi wajahnya dari cahaya matahari. Seakan-akan itu membuatnya bertambah kehilangan energi

Marah

Dia akan selalu terlihat murung, lebih buruk dari biasanya. Dan bahkan terkadang aku seperti melihat matanya berubah warna menjadi kemerahan. Dan dia akan menghilang selama beberapa saat lalu kembali dengan keadaan kondisi seperti biasa

Itu adalah yang terakhir dari halaman ini. setelah melanjutkan halaman berikutnya, hanya ada tulisan biasa yang sepertinya memang ditujukan untuk Shin-Hae. karna dia tidak menulis untuk dirinya sendiri. dia menulis untuk orang lain

Entah ini karena apa, aku belum menemukan alasannya. Dia terlihat seperti ingin memuntahkan sesuatu tapi tidak ada yang dimuntahkan. Lalu sedetik kemudian dia meminum wine yang sengaja dibawanya. Setelah itu keadaannya akan normal kembali

 

Aku belum pernah menemukan hal-hal aneh lainnya. aku harap kau bisa menemukannya untukku. Aku pikir kita akan memiliki sudut pandang yang sama mengenai pria bernama Cho Kyuhyun itu. aku juga merasa ada yang lain dari pria itu

 

Shin-Hae menutup album tersebut karna isinya memang hanya sebatas itu. sisanya kosong, masih belum terisi. Shin-Hae mulai melayangkan pikiran-pikiran aneh yang tidak bisa dipikirkan dengan akal sehat. Dia mengira Kyuhyun sejenis makhluk halus yang akan terus mengganggu kehidupannya. Shin-Hae bergidik ngeri membayangkan hal itu. Mungkin kah Kyuhyun itu iblis ? oh, Shin-Hae bergidik ngeri membayangkannya.

******

Shin-Hae sedang menghitung hasil pemasukan cafe tempatnya bekerja sebelum dia diizinkan pulang. Hari ini jam kerjanya berakhir lebih larut karna banyaknya pelanggan yang menikmati malamnya disini. hari ini weekend, dan memang selalu terjadi hal yang sama jika weekend. Cafenya selalu penuh oleh pengunjung

Ketika Shin-Hae menyelesaikan perhitungannya. Shin-Hae mengunci pintu utama agar tidak ada yang masuk lagi dan Shin-Hae bisa mengganti seragamnya diruang belakang cafe ini. dia memang tinggal sendiri di cafe ini. Ah-Ra telah kembali kerumah satu jam yang lalu. Jadi dia memilih untuk aman dengan mengunci pintu terlebih dahulu

Setelah berhasil mengunci pintu, Shin-Hae segera bergegas kebelakang namun gerakannya terhenti saat dia mendengar bunyi aneh yang berasal dari pintu depan. Dengan bergidik ngeri Shin-Hae memberanikan diri menengok kebelakang. Tapi tidak ada siapapun disana

Shin-Hae berusaha mengabaikannya, lalu kembali melangkah. Namun gerakannya sekali lagi terhenti mendengar suara aneh itu untuk yang kedua kalinya. Shin-Hae kembali membalikkan tubuhnya, dan hasilnya masih sama, tidak ada siapa-siapa. Kali ini Shin-Hae berdiri cukup lama memandangi pintu utama yang sedari tadi menimbulkan bunyi aneh, padahal tidak ada siapapun didalam maupun diluar sekitar tempat ini. Shin-Hae bisa saja membayangkan kalau ternyata suara itu berasal dari binatang atau apapun, namun pikirannya akhir-akhir ini telah dibuat kacau. Tingkat ketakutannya melambung pesat membuatnya selalu berpikiran negative

Shin-Hae merasa bahwa tidak ada siapapun disana, dengan segera kembali membalikkan tubuhnya untuk mengganti pakaian seragamnya. Baru saja gadis itu membalikkan tubuhnya, tiba-tiba saja tubuhnya menabrak seseorang yang kini telah berada dihadapannya. Shin-Hae menjauh dengan cepat lalu berteriak sekencangnya. Shin-Hae menutup matanya ketakutan dengan lengannya tidak ingin melihat siapa yang berada dihadapannya. Namun sebuah tangan memaksa gadis itu menjauhkan lengannya dari wajahnya. Shin-Hae tidak bisa berkutik, terlalu takut untuk melawan. Dengan perlahan Shin-Hae membuka kelopak matanya dan menatap tajam seseorang yang sedang menatapnya dengan tatapan sadis

“K .. Kyuhyun ?” ujar Shin-Hae terbata setelah tau siapa yang kini berada dihadapannya. Shin-Hae menoleh ke kanan dan kiri disekitarnya. Mencari tempat darimana datangnya pria ini. seluruh tempat tertutup. Toko ini hanya memiliki satu pintu untuk keluar dan masuk. Tadi saat Shin-Hae memandangi pintu tersebut, dia tidak menemukan siapapun, namun saat dia membalikkan tubuhnya, Kyuhyun telah berada dihadapannya. Bagaimana caranya pria ini bisa masuk ?

“kau terlalu jauh mengambil keputusan untuk mencari tau siapa aku. Hentikan sekarang, atau kau akan menyesal” Kyuhyun mengucapkannya dengan nada datar namun menusuk. Pria itu maju satu langkah yang dibalas Shin-Hae dengan memundurkan kakinya satu langkah. Kyuhyun menatap Shin-Hae dengan tatapan paling mengerikan yang Kyuhyun punya. Mata pria itu melebar, seakan menjelaskan betapa tidak sukanya dia jika Shin-Hae selalu mengusik kehidupannya

“kau terlalu penasaran dengan jati diri ku” Kyuhyun kembali maju satu langkah. Shin-Hae pun kembali mundur satu langkah. Dengan susah payah Shin-Hae menelan cairan salivanya. Dia ingin mengatakan sesuatu, namun gerakan tubuhnya tidak sinkron dengan apa yang diperintahkan oleh otaknya. Shin-Hae mebelalakkan matanya saat Kyuhyun kembali maju satu langkah namun Shin-Hae tidak bisa mundur lagi. badannya telah menempel dengan pintu utama toko ini. Shin-Hae hampir mengeluarkan erangan ketakutan saat dia telah tersudut

Kyuhyun semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Shin-Hae. pria itu menunduk untuk menyejajarkan tinggi tubuhnya dengan gadis itu yang jauh lebih pendek darinya. Kyuhyun menatap wajah itu cukup lama hingga akhirnya dia tersadar dari keterpesonaannya terhadap wajah gadis itu saat gadis itu mengucapkan sesuatu

“apa yang kau inginkan” ujar Shin-Hae setelah berhasil mengumpulkan kekuatan penuh untuk sekedar melemparkan pertanyaan. Kyuhyun kembali menatap Shin-Hae dengan tajam

“kau pikir apalagi yang ku inginkan. Tentu saja aku ingin kau berhenti mengusik kehidupanku”

“jika memang tidak ada yang salah pada dirimu, untuk apa kau merasa takut seperti ini”

“takut ? maksudmu aku takut dengamu ?” nada suara Kyuhyun kali ini terdengar seperti mencemoohnya habis-habisan. Shin-Hae tetap menahan pandangan matanya pada Kyuhyun yang sedang menertawainya. Pria itu kemudian sadar jika Shin-Hae benar-benar serius dengan apa yang ingin diketahuinya. Wanita itu salah mencari mangsa.

“baik, akan ku tunjukkan siapa aku sebenarnya” kemudian Kyuhyun menarik lengan Shin-Hae kuat-kuat hingga gadis itu meringis kesakitan. Kyuhyun membuka paksa pintu utama toko tanpa menggunakan kunci. Kekuatannya cukup mengerikan.

Dalam sepersekian detik Shin-Hae sempat menyesali perbuatannya karna telah mencampuri urusan kehidupan Kyuhyun terlalu banyak. Tapi apa salahnya ? bahkan Shin-Hae tidak mengusik pria itu sama sekali.

Kyuhyun semakin menarik Shin-Hae kedalam kegelapan malam, dan mereka menghilang dibalik semak-semak yang cukup tinggi yang berada jauh dari pusat keramaian kota.

TBC

 

Aku tau ini pendek banget

Ini emang Cuma 6 lembar

Jadi silahkan yang mau maki-maki aku, aku tampung suaranya ._.

Mudah-mudahan part selanjutnya aku lagi mood nulis jadi bisa agak panjangan

 

Gaenak kan dipakein password gini ?

Jadi mohon kerjasamanya aja

Kalo di part ini kalian udah mulai bisa bekerja sama dengan saya, janji deh ga di protect buat kelanjutannya

Saya juga muak nih diginiin, sok penting banget tulisan saya dikunci-kunci gini

Berasa dewa banget FF saya -_-

Ini Cuma ngikutin saran temen yang menghasut saya habis-habisan *poke nadya wkwk

Advertisements