sadness

 

Tangannya terkepal geram melihat pemandangan tepat dihadapannya. Memandang sepasang kekasih yang tengah berkencan didalam cafe. Seorang gadis dengan senyuman paling manis miliknya sedang tersungging lebar. Namun bedanya, kali ini senyuman itu bukan ditujukan untuknya, tetapi untuk pria lain yang kini sedang duduk dihadapan gadis itu sambil menggenggam erat tangan gadisnya. Ya, gadis miliknya yang kini tengah terperangkap basah memiliki pria lain.

Perlahan, kaki pria itu mulai melangkah menuju pintu cafe tempat perselingkuhan itu terjadi. Belum sempat mencapai pintu cafe, tubuhnya menabrak tubuh seseorang yang sama sekali tidak terlihat olehnya. Dia hanya terfocus pada kedua manusia laknat itu, tidak terhadap orang lain.

 

“yak! kau mengotori dressku, bodoh!” teriakan suara wanita memenuhi telinga Kyuhyun yang tengah menahan kesal karna Hyuri, gadisnya tengah melakukan kencan dengan pria lain.

 

“minggir” bukan perkataan maaf, justru yang terlontar adalah kata-kata mengesalkan yang keluar dari mulutnya. Membuat wanita yang tengah berusaha membersihkan kopi yang tumpah akibat tabrakan antara tubuhnya dan tubuh pria mengesalkan ini membelalakan matanya tak percaya.

 

“ku bilang menyingkir, sialan!” Kyuhyun mendorong tubuh gadis itu hingga terdorong kebelakang dan memberikan akses jalan untuknya memasuki cafe ini. Wanita ini tentu saja tidak tinggal diam, baru saja pria itu memasuki cafe, wanita yang terkena tumpahan kopi tadi menariknya hingga menuju sebuah ruangan kecil yang diperkirakan adalah ruangan khusus para pegawai cafe ini.

 

“apa masalahmu, huh!” teriak Kyuhyun kesal saat lagi-lagi rencananya memergoki kekasihnya terhalang. Dan lagi-lagi dilakukan oleh wanita yang sama.

 

“apa masalahku ? tentu saja karna ini” wanita itu menunjuk dress nya yang berwarna biru muda, namun bagian perutnya telah berubah warna menjadi kecokelatan. “dan masalah sopan santunmu! Kau mendorongku tadi! dan aku tidak menerima tamu yang tidak mempunyai sopan santun sepertimu. Pergi atau ku panggil polisi!” lanjut gadis itu tak kalah geramnya dengan Kyuhyun.

 

“kau mengusirku ? memangnya kau-“ ucapan Kyuhyun terhenti saat gadis itu menyelahnya

 

“ya! Cafe ini milikku!”

 

Kyuhyun benar-benar tidak bisa bicara kali ini. Pemikirannya benar-benar tidak bisa terbagi. Dia hanya ingin menarik gadisnya pergi dari pria brengsek yang telah mencium keningnya. Dan sekarang dia dihadapakna masalah dengan membentak pemilik cafe. Yang benar saja!

 

“oke, apa mau mu ? maaf ? oke, aku minta maaf. Cukup ?” Kyuhyun memandang gadis yang sedang menatapnya dengan tatapan geram, menunggu reaksi, namun gadis itu tetap diam. Kyuhyun menyimpulkan sesuatu dari tatapan wanita itu. Dengan malas Kyuhyun mengeluarkan dompetnya dari saku celana, merogoh isinya dan mengeluarkan beberapa cek dengan nilai 100.000 Won lalu menyerahkannya begitu saja kepada wanita yang ada dihadapannya.

 

“ini ambilah. Masalah kita selesai kan ?”

 

Wanita yang bernama Shin-Hae ini semakin geram dengan tingkah Kyuhyun. Menjijikan! Apakah pemikiran pria sepertinya hanya berkisar pada uang ? menyelesaikan segalanya dengan uang ? pria ini benar-benar tidak memiliki otak!

 

“aku tidak butuh uangmu, brengsek! Simpan saja untuk gadismu” kali ini Shin-Hae yang mendorong tubuh Kyuhyun agar memberinya akses keluar. Kyuhyun mencengkran cek tersebut hingga menjadi gumpalan tak berharga. Dia memang paling bodoh dalam hal meminimalisasikan emosinya.

 

Hyuri! Setelah mengingat nama itu, Kyuhyun segera beranjak keluar dan mengedarkan pandangannya keseluruh sudut cafe, dan sialnya pasangan itu telah pergi dari sini. Brengsek! Dia kehilangan jejak. Dan ini semua karna gadis itu. Gadis pemilik cafe yang benar-benar tidak berguna!

 

******

 

Shin-Hae menggerakan kakinya bebas saat dia duduk dikursi yang cukup tinggi hingga kakinya tidak bisa mencapai tanah. Hari ini adalah hari yang membahagiakan untuknya. Hari jadinya dengan kekasihnya yang ke-2 mungkin ? entahlah, dia bukan pengingat yang baik. Bahkan dia sendiri lupa tanggal lahirnya sendiri.

 

Dia memandangi pemandangan luas yang terdapat dihadapannya. Miris memang. Ini adalah hari jadi yang seharusnya dirayakan berdua dengan kekasihnya. Namun dia hanya merayakannya sendiri. ya, sendirian tanpa kekasihnya. Shin-Hae sudah terbiasa seperti ini, karna tahun lalu dia juga merayakannya sendiri. Memang apa yang bisa diharapkannya ? kekasihnya berada disampingnya ? senyum miris kembali tercetak dibibir Shin-Hae.

 

Kim Jaehyun. Aku merindukanmu.

 

Shin-Hae memutuskan beranjak dari sana. Berdiam diri lebih lama lagi membuatnya merasa sakit yang teramat karna dia akan mengingat kekasihnya. Shin-Hae mengayunkan tas kecilnya keudara, menikmati udara Seoul yang cukup bersahabat hari ini. Musim semi hampir tiba. Udara sedang baik sekarang. Tidak terlalu dingin, tapi sejuk. Ah, dia menyukai musim semi.

 

Pandangan Shin-Hae tiba-tiba saja teronggok pada seorang pria yang cukup dikenalnya. Well, walaupun dia baru melihat pira itu satu kali, namun tingkahnya membuat Shin-Hae tak akan melupakannya seumur hidup! Pria menjengkelkan yang mengandalkan uang untuk permintaan maaf.

 

Shin-Hae mendekati pria itu dan memukul bahunya pelan. Setelah menoleh, ada tatapan terkejut dimata pria itu. Shin-Hae memasang wajah datar karna pria itu memasang wajah mengerikan. Shin-Hae tidak memperdulikan tatapan pria itu lagi saat Shin-Hae dengan sengaja mengiktui arah pandangan pria itu. Pria itu sedari tadi mengamati sepasang kekasih yang sedang makan siang dengan romantis. Lalu Shin-Hae mengernyit.

 

“hey, dia sudah punya kekasih, jangan ganggu wanita itu” ucap Shin-Hae yang memiliki pemikiran sendiri atas apa yang didapatnnya. Kyuhyun dengan sangat tak percaya berdecak kesal.

 

“kalau kau tidak tau apa-apa, tutup saja mulutmu. Penguntit!” ujar Kyuhyun dengan nada kesombongannya yang tak bisa disembunyikan.

 

“penguntit ? siapa yang penguntit, huh!”

 

“tentu saja kau, siapa lagi. kau mengikutiku kan ? agar kau bisa mendapatkan 300.000 Won yang kutawarkan kemarin. Sayang, penawaran itu telah berakhir. Tidak akan ku beri lagi”

 

“bawa saja uangmu untuk mengencani seluruh wanita yang kau sukai termasuk wanita itu. jauhkan uangmu dariku! Aku tidak semurah itu, sialan!”

 

Shin-Hae menatapnya dengan penuh rasa sakit. Seperti direndahkan. Dia tidak terima jika dia dibayar dengan uang. Dia tidak sedang menjual dirinya. Melihat Shin-Hae terluka, Kyuhyun merasa menyesal. Dia terlalu kasar mungkin pada wanita ini.

 

“maaf. Aku sedang emosi” hanya itu yang bisa diucapkan Kyuhyun sebagai tanda penyesalannya. Tidak merubah apapun, memang. Tapi Shin-Hae sudah memaafkannya, dia tidak bisa membenci siapapun, karna dia takut hal itu berbalik padanya.

 

“lupakan. Jadi, siapa mereka ?” tanya Shin-Hae mencoba mencairakan suasana. Entah kerna apa, Shin-Hae menangkap tatapan benci pada pasangan yang berada disana. Membuat Shin-Hae bergidik ngeri melihatnya.

 

“wanita itu kekasihku”

 

“APA ?!” teriak Shin-Hae dengan batas suara paling maksimal miliknya. Membuat Hyuri melihat kearah sumber suara. Dengan refleks Shin-Hae memutar balik tubuh Kyuhyun agar membelakangi Hyuri jadi dia tidak bisa melihat Kyuhyun-lah yang berada dihadapannya.

 

“bodoh! Kecilkan suaramu. Apa dia masih melihat kearah sini” bisik Kyuhyun

 

“ya, sepertinya kita harus pergi dari sini” Shin-Hae menggandeng lengan Kyuhyun layaknya sepasang kekasih. Mengelabui Hyuri yang memang sudah tidak tertarik lagi dengan pemandangan yang didapatnya. Mengabaikannya seperti hal tak berguna.

 

Shin-Hae dan Kyuhyun memilih taman yang terletak tak jauh dari restoran tadi. Kyuhyun menceritakan semuanya pada Shin-Hae seperti Kyuhyun telah mengenal Shin-Hae sejak bertahun-tahun lamanya. Mulai dari kisah cintanya berawal, hingga berakhir dengan perselingkuhan. Tak lupa dia juga menceritakan insiden di cafe kemarin. Shin-Hae merasa bersalah dengan perbuatannya kemarin. Tapi ada bagusnya juga, karna cafenya terbebas dari keributan yang akan membuat para pelanggannya kabur karna perkelahian antara Kyuhyun dan entah siapa nama pria itu memperebutkan Hyuri, kekasihnya.

 

Shin-Hae pun menceritakan masalah kekasihnya, namun dengan pengecualian, tidak menceritakannya dengan tuntas. Membuat Kyuhyun tersenyum sedih mendengar cerita Shin-Hae. Miris, bahwa hubungan Shin-Hae dan kekasihnya jauh lebih baik dari Kyuhyun dan Hyuri.

 

Dalam diam Shin-Hae mengamati Kyuhyun dari dekat. Pria itu memiliki wajah yang sangat tampan untuk ukuran wanita biasa sepertinya. Rahang yang tegas, bibir yang penuh, tulang pipi yang menonjol, hidung yang amat sangat terpahat sempurna, mata yang besar, dan kulit yang putih. Pria ini sangat sempurna untuk sekedar dibuang. Wanita itu terlalu bodoh melepas pria setampan ini.

 

“lalu, kapan kau akan memergoki mereka ?” tanya Shin-Hae akhirnya memecah keheningan yang terjadi.

 

“entahlah, aku hanya belum siap meninggalkannya. Jika aku memergokinya, bagaimana jika dia lebih memilih pria itu ?”

 

“bodoh. Wanita seperti itu apa yang ingin kau pertahankan lagi ? jelas-jelas dia mengkhianatimu”

 

“tapi aku mencintainya”

 

“tapi apakah dia mencintaimu ? nyatanya, dia berselingkuh dengan pria lain”

 

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Shin-Hae. Dadanya sesak penuh dengan emosi. Dia mencintai Hyuri setengah mati, tapi Hyuri mencampakkannya begitu saja. Tidak ada timbal balik didalam hubungan ini, hubungan ini hanya didasari kebohongan. Tapi dia benar-benar tidak bisa terima jika Hyuri meninggalkannya dalam waktu dekat. Dia sanagt mencintainya, setidaknya dia akan memberikan Hyuri waktu untuk menjelaskan kenapa dia berselingkuh. Ya, dia akan memberikan Hyuri satu kesempatan lagi.

 

“kau pendengar pertama ceritaku, dan ku harap kau mau membantuku” ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

 

“membantu ?”

 

“ya, aku ingin kau membantuku. Seperti tadi. Aku ingin terus mengawasi Hyuri dari kejauhan. Dan jika aku hampir ketauan, kita bisa berpura-pura sebagai sepasang kekasih agar mengalihkannya. Bagaimana ?”

 

“Shin-Hae memicingkan matanya “lagi-lagi kau memanfaatkanku”

 

“mungkin hanya untuk beberapa kali” sekali lagi Kyuhyun memohon, membuat Shin-Hae tak tega melihat wajah tampannya tertekuk memohon.

 

“baiklah”

 

******

 

Sudah beberapa kali Shin-Hae menemani Kyuhyun kebanyak tempat yang Hyuri datangi bersama kekasihnya. Membuat Shin-Hae dan Kyuhyun menjadi dekat secara tak sadar. Mereka sering melakukan hal selayaknya sepasang kekasih. Berpegangan tangan, berpelukan, bahkan hampir berciuman hanya untuk mengelabui Hyuri.

 

Kedekatan mereka semakin lama semakin bertambah intens, menumbuhkan satu rasa yang seharusnya tak dimiliki. Tapi Shin-Hae tak bisa memungkiri bahwa ada rasa pengkhianatan yang juga dirasakannya. Dia menyukai Kyuhyun.

 

Hari ini Kyuhyun memintanya bertemu di pub yang sama dengan pub yang didatanginya beberapa hari yang lalu. Dan dengan senang hati Shin-Hae akan datang. Hatinya terasa berdebar saat mengingat kejadian di pub beberapa hari yang lalu saat mereka hampir saja berciuman.

 

Kyuhyun saat itu sedang berada dilantai dansa dengan Shin-Hae, mereka berada disana karna Hyuri juga sedang berada dilantai dansa bersama kekasihnya. Kyuhyun dan Shin-Hae berdansa layaknya sepdanga kekasih. Dengan tubuh dan wajah menempel lekat. Kyuhyun yang terus memandangi Hyuri, membuatnya tak focus dengan langkahnya. Kyuhyun menginjak dress Shin-Hae yang saat itu panjangnya menyapu lantai. Keduanya kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan posisi Kyuhyun menindih tubuh Shin-Hae. Membuat Shin-Hae mau tak mau menenggelamkan wajah Kyuhyun lebih dekat kewajahnya agar wajah Kyuhyun tak terlihat oleh Hyuri. Hidung mereka bersentuhan saat itu, jarak antara wajah keduanya sangat dekat, bibir mereka hampir saja menempel kalau tidak dengan cepatnya Kyuhyun menarik wajahnya menjauh. Membuat perasaan kecewa timbul begitu saja didalam diri Shin-Hae.

 

Kali ini Shin-Hae memutuskan untuk memakai short dress yang mempertunjukkan lekuk tubuhnya dengan jelas. Shin-Hae memilih heels dengan tinggi 15centi yang mungkin akan menyetarai tingginya dengan Kyuhyun yang tentu lebih tinggi darinya. Shin-Hae merasa cukup seksi dengan penampilannya. Ini adalah pertama kalinya dia berdandan sebelum bertemu pria manapun termasuk kekasihnya sendiri.

 

Beberapa menit kemudian, mobil Kyuhyun telah terparkir dihalaman rumah Shin-Hae. Melihat penampilan Shin-Hae, Kyuhyun sedikit terkejut. Dia belum pernah melihat Shin-Hae ber-make up sebelumnya. Membuat Kyuhyun hampir tak percaya bahwa Shin-Hae lah yang sedang berdiri dihadapannya.

 

“kalau kau ingin mengatakan aku cantik, aku akan memakluminya” ujar Shin-Hae penuh percaya diri yang menjadi sebuah lelucon ringan yang membuat Kyuhyun tertawa ringan.

 

“Hyuri-ku lebih cantik” ujar Kyuhyun yang tentu saja lelucon. Shin-Hae jauh lebih cantik dibanding dengan Hyur.

 

“hey, aku kecewa tuan Cho!” geram Shin-Hae sambil tertawa renyah. Lelucon itu berakhir saat Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk Shin-Hae. Dan mereka melesat menuju pub.

 

******

 

Kali ini tidak ada dansa, tidak ada percakapan apapun. Kyuhyun hanya terfocus pada Hyuri-nya. Shin-Hae kali ini merasa kecewa dengan Kyuhyun yang sama sekali tidak menoleh kearahnya. Menjijikan memang, taoi Shin-Hae tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Persaaan jahanamnya yang menyukai Kyuhyun.

 

Dia merasa bersalah pada Jaehyun karna merasa telah mengingkari janjinya untuk setia seumur hidupnya. Tapi tidak bisa dipungkiri pula bahwa Shin-Hae menemukan Jaehyun didalam diri Kyuhyun. Ketika dia bersama Kyuhyun , dia menemukan pula rasa nyaman yang sama ketika dia bersama dengan Jaehyun. Sikap dan sifat yang sama namun dengan wujud yang berbeda.

 

Kali ini Hyuri hanya duduk diam ditempatnya, menikmati nuansa pub dengan kekasihnya, membuat Kyuhyun bisa dengan leluasa mengamati Hyuri. Shin-Hae sempat memikirkan satu hal, jika suatu saat terjadi sesuatu antara Hyuri dan Shin-Hae, siapa yang akan dipilih Kyuhyun untuk diselamatkan terlebih dahulu ? Shin-Hae ingin tau jawabannya. Shin-Hae memang terlampau bodoh, tentu saja Hyuri yang akan diselamatkannya.

 

Shin-Hae menghapus seluruh lamunannya saat Kyuhyun menoleh kearahnya.

 

“kau bisa pergi jika kau ingin. Aku masih ingin disini” Kyuhyun merasa dia mengabaikan Shin-Hae, jadi dia memilih menyuruh gadis itu pulang. Namun Shin-Hae menggelengkan kepalanya mantap sebagai jawaban. Membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung.

 

“aku masih ingin disini. Dan kita juga memiliki kesepakatan. Jika aku pergi, siapa yang akan kau buat tempat persembunyianmu ? bartender ?” Shin-Hae terkekeh geli saat mengucapkannya.

 

Kyuhyun masih mengamati wajah Shin-Hae yang sedang terkekeh geli. Gadis ini terllau cantik untuk sekedar menjadi tempat persembunyiannya. Lelaki manapun akan merasa cemburu padanya karna telah berhasil menggaet wanita ini.

 

Gadis itu memilik wajah putih bersih tanpa noda sedikitpun, rambut panjang dan ikalnya terurai sempurna dibahunya, mata yang lebar, tulang pipi yang naik, bibir yang cukup tipis, dan memiliki lesung pipi dikedua pipinya yang membuatnya bertambah manis jika tersenyum. Dan Kyuhyun memanfaatkan gadis secantik ini hanya untuk tempat bersembunyi nya dari Hyuri.

 

“mungkin mereka akan tinggal hingga pagi” Kyuhyun terus mencoba untuk membuat Shin-Hae pergi. Kyuhyun hanya tidak ingin Shin-Hae merasa bosan didekatnya karna dia terus terabaikan.

 

“kalau begitu aku juga akan tinggal sampai pagi”

 

“kau benar-benar keras kepala”

 

“itulah aku” Shin-Hae mengangkat bahunya santai.

 

“sudah beberapa hari ini kau selalu menemaniku. Apakah kekasihmu tidak marah padamu ?”

 

Shin-Hae tersentak diam mendengar pertanyaan itu. Kekasihnya. Astaga, dia hampir melupakan Jaehyun. Betapa bodohnya dia. lebih memilih mengharapkan sesuatu yang tak mungkin dia miliki dan mengabaikan orang yang dicintainya. Shin-Hae tersenyum miris kearah Kyuhyun.

 

“dia akan mengerti. Aku sudah menceritakan semuanya padanya” Shin-Hae mengambil wine nya lalu menenggaknya hingga habis. Ini sudah gelas ke-empat yang dia habiskan. Dia tidak boleh mengkonsumsi ini lagi. Jika dia masih terus menenggaknya, kemungkinan besar dia akan mabuk. Shin-Hae bukan tipe wanita yang kuat terhadap alkohol.

 

“bagus. Kau menceritakannya” Kyuhyun mendengus sebal “dan dia akan menertawakanku habis-habisan karna dia tau apa alasannya aku meminjam kekasihnya” Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan dengan napas putus asa.

 

“Dia bukan tipe orang yang akan merendahkan orang lain”

 

“kau mencintainya ?”

 

“tentu saja. Aku sangat mencintainya”

 

“jangan sia-siakan orang yang mencintaimu. Jangan pernah merasakan hal yang sama sepertiku”

 

Terdengar miris saat Kyuhyun mengucapkan kalimat terakhirnya. Namun pandangan Shin-Hae beralih pada beberapa orang berbadan besar yang sedang mengerubungi Hyuri dan kekasih gelapnya. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu dengan emosi.

 

“Kyu, lihat” Shin-Hae menunjuk meja yang ditempati Hyuri dan kekasihnya dikepung oleh beberapa orang berbadan besar.

 

Kyuhyun bangkit untuk menyelamatkan Hyuri dari kepungan itu, namun Shin-Hae menghentikan langkah Kyuhyun. Shin-Hae sangat tau akan menjadi apa nanti jika Kyuhyun tiba-tiba saja ikut campur dalam hal itu. Karna berurusan dengan pria berbadan besar bukanlah hal yang menyenangkan.

 

“jangan. Kalau kau kesana, kau akan menyulitkannya” cecar Shin-Hae sambil terus menahan lengan Kyuhyun.

 

“Hyuri dalam bahaya, sialan!”

 

“dia bersama kekasihnya, dia pasti akan menyelamatkan Hyuri”

 

Kyuhyun sempat menyerah sepertinya. Dia mempertimbangkan perkataan Shin-Hae. Kyuhyun kembali melangkah mundur, namun saat suara pecahan gelas terdengar dari sana, Kyuhyun kembali melangkah untuk menghampiri Hyuri. Dan sekali lagi Shin-Hae menahannya.

 

“Kyu-“

 

“itu yang kau katakan menyelamatkan ? dia dalam bahaya, brengsek!” Kyuhyun menghentak paksa lengan Shin-Hae agar terlepas walaupun dengan sedikit dorongan untuk menjauhkan Shin-Hae. Pegangannya pada Kyuhyun terlepas dan dia terdorong hingga jatuh keatas sofa yang tadi mereka duduki. Shin-Hae menatap kearah Kyuhyun yang telah menjauh dengan tatapan tak percaya. Kyuhyun membentakknya menggunakan kata ‘brengsek’

 

Hatinya serasa diremas dengan sangat kencang. Sakit sekali. Dia belum pernah diperlakukan seperti ini. Dibuang selayaknya sampah tak berguna.

 

Shin-Hae terus mengamati tarik menarik yang terjadi antara Kyuhyun dan kekasih gelap Hyuri yang memperebutkan gadis itu. Shin-Hae merasa terkhianati walaupun itu karna kesalahannya sendiri. dia tidak seharusnya menaruh perasaan pada Kyuhyun yang sudah sangat jelas masih sangat menginginkan Hyuri.

 

Shin-Hae tidak lagi melihat kearah sana, dia kembali meraih botol wine yang isinya masih setengah botol. Dia mengambil botol itu dan menuangkan wine untuk dirinya sendiri. Kali ini dia menggunakan gelas Kyuhyun yang memiliki kapasitas lebih banyak dari gelas miliknya. Dia menenggak cairan kuning pucat itu dengan satu tenggakan. Tidak perduli bagaimana caranya dia pulang nanti dalam keadaan mabuk. Dia hanya ingin menghilangkan rasa sakitnya terlebih dahulu dengan cara menghilangkan kesadarannya. Sekali lagi Shin-Hae menuangkan wine dan menenggaknya hingga habis. Terus berulang hingga isi dari botol wine itu habis.

 

Cairan bening dari mata Shin-Hae keluar begitu saja setelah dia menangkap siluet Kyuhyun keluar pub dengan gadisnya, Hyuri. Kyuhyun meninggalkannya sendirian disini. Tidak perduli lagi pada Shin-Hae. tidak memikirkan bagaimana caranya Shin-Hae pulang dengan menggunakan dress se-minim ini. Apakah dia akan khawatir ? Shin-Hae tertawa bercampur dengan tangisnya.

 

******

 

Shin-Hae mengayunkan kakinya dikursi cukup tinggi yang selalu dia duduki jika datang ketempat ini. Tempat paling tenang yang pernah ditemuinya di Seoul. Tidak ada banyak orang didalamnya, tidak ada suara bising kendaraan, hanya kesunyian yang tercipat ditempat ini. Tempat yang sama setiap dia ingin bercerita pada Jaehyun, kekasihnya.

 

“maaf. Aku tau aku mengecewakanmu, aku pantas untuk dihukum. Kau boleh marah padaku karna dengan bodohnya aku melupakanmu untuk sesaat. Aku terbuai disampingnya. Hal paling bodoh yang pernah ku lakukan, kau tau” Shin-Hae mulai bercerita dengan bisikan pelan.

 

“aku menemukan dirimu didalam dirinya. Dia hampir mirip denganmu. Tapi dia memiliki emosi yang berlebihan. Entah kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria yang jelas-jelas telah memiliki kekasih sepertinya”

 

“aku pernah bertanya dalam hati. Jika aku dan Hyuri sama-sama dalam bahaya, siapa yang akan dipilihnya untuk diselamatkan terlebih dahulu. Kemarin aku mendapat jawabannya”

 

Shin-Hae tersenyum miris mengingat kejadian tadi malam yang membuat hatinya terasa sakit. Shin-Hae memutuskan untuk tidak penah berurusan dengan Kyuhyun lagi mulai detik ini. Kyuhyun telah mendapatkan Hyuri-nya kembali, jadi Shin-Hae sudah tidak berguna lagi sekarang. Shin-Hae hanya berupa sisi gelap bagi Kyuhyun, tempatnya bersembunyi dari cahaya terang. Dan cahaya itu adalah Hyuri. Perlahan gelap akan memudar karna terangnya cahaya yang terus menyinari.

 

******

 

Shin-Hae bergegas menuju cafe miliknya. Hari ini adalah waktunya memberi bayaran pada seluruh pegawai cafenya atas kerja keras mereka. Shin-Hae memang jarang bertamu ke cafe miliknya, dia lebih memilih mengontrol dari jauh. Dia hanya berkunjung pada saat tertentu. Mungkin dia mengunjungi cafe itu hanya satu bulan sekali.

 

Shin-Hae hampir tiba di cafenya saat dia tiba-tiba berhenti didepan kaca besar yang memperlihatkan isi cafe nya. Kyuhyun dan Hyuri sedang bercengkrama dengan bahagia disalah satu meja. Shin-Hae mengamati kedua pasangan itu dengan rasa sakit yang tiba-tiba muncul kembali didadanya.

 

Shin-Hae pabo!

 

Shin-Hae terpaku diam hingga beberapa saat. Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun dan Hyuri. Gerak tubuhnya benar-benar tidak bisa mengikuti perintah otaknya yang menyuruh untuk pergi dari sini. Shin-Hae masih terus berdiri disana hingga Kyuhyun menoleh kearahnya.

 

Shin-Hae menundukkan kepalanya seakan dia tidak melihat apapun, dengan langkah yang tegas dia memasuki cafe nya dan memberi senyuman cerianya pada seluruh karyawan yang menyambut kehadirannya dengan antusias.

 

Shin-Hae merasa ada yang mengamatinya, dan Shin-Hae tidak perlu menjadi pintar untuk mengetahui siapa yang sedang mengamatinya. Itu pasti Kyuhyun. Mungkin dia merasa bersalah karna kejadian tempo hari di pub. Apakah Kyuhyun akan meminta maaf karna dia telah meninggalkan Shin-Hae sendirian ? atau…

 

“kau mengenalnya ?” sebuah suara menyambangi telinga Shin-Hae. suara yang tak jauh dari tempat Shin-Hae berdiri saat ini. Kemudian suara berat milik seseorang menjawabnya. Suara yang tidak asing lagi bagi Shin-Hae. itu suara Kyuhyun.

 

“siapa ?”

 

“wanita itu, kau terus memandanginya sejak tadi”

 

“oh, aku hanya pernah bertemu di cafe ini”

 

Deg!

 

Shin-Hae kehilangan cara untuk bernapas. Matanya melebar sempurna tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Jadi pertemuanya selama ini tidak pernah dihargainya. Ah, Shin-Hae hampir melupakannya. Dia hanya bayangan gelap Kyuhyun, sisi yang tak terlihat. Jadi dia sengaja menyembunyikannya.

 

Lalu selanjutnya apa yang didengar Shin-Hae hanyalah kata-kata manis yang terlontar dari Kyuhyun untuk Hyuri. Benar-benar pasangan yang akan bahagia hingga nanti. Hanya Shin-Hae yang masih bergantung pada Jaehyun. Kekasihnya yang sangat dirindukan Shin-Hae.

 

Shin-Hae, Kyuhyun dan Hyuri keluar cafe dengan berbarengan. Kyuhyun dan Hyuri melangkah menuju ke kanan jalan dari cafe, sedangkan Shin-Hae ke arah kiri jalan. Belum sempat Shin-Hae melangkha jauh, namanya diteriakan seseorang yang membuatnya menoleh kebelakang. Mau tak mau matanya kembali mengarah pada Kyuhyun dan Hyuri, walaupun sebenarnya bukan salah satu dari mereka yang memanggilnya.

 

“oh, Ryunju-ssi” Shin-Hae terkejut melihat teman lamanya yang memanggilnya. Ryunju yang sempat mengamati Kyuhyun terus memperhatikan Shin-Hae akhirnya bertanya.

 

“kau mengenalnya ?” tanya Ryunju sambil menunjuk kearah Kyuhyun. Dan sepertinya Kyuhyun mendengar apa yang sedang Ryunju tanyakan.

 

“aku hanya pernah bertemu dicafe ini” jawab Shin-Hae mengikuti apa yang Kyuhyun ucapkan pada Hyuri saat Hyuri bertanya siapa Shin-Hae. Dan kali ini Kyuhyun terkejut mendengar ucapan Shin-Hae. Sesederhana ini ternyata hubungan mereka. Hanya sebatas orang yang pernah saling bertemu.

 

******

 

Shin-Hae menaruh sebuket bunga didepan makam yang penuh dengan buket bunga lainnya. Dan semua bunga itu adalah jenis bunga yang sama. Mawar putih.

 

“Jaehyun, aku datang lagi” ucap Shin-Hae didepan makam itu. Dengan lembut Shin-Hae mengelus gundukan tanah yang cukup tinggi dan airmatanya mulai mengalir.

 

“aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Bisa kau datang sebentar ? aku membutuhkanmu Jaehyun-ah. Atau izinkan aku ikut bersamamu. Katakan padaku kalau disana lebih menyenangkan dari pada didunia” Shin-Hae berhenti sejenak untuk menghapus airmatanya yang turun tanpa diperintah.

 

“aku sendirian disini. aku ingin bersamamu. Aku pernah mencoba mencari penggantimu. Ya, kau boleh menghukumku karna itu. Aku merasa telah memiliki perasaan yang salah. Karna aku mencintai seseorang yang sama sekali tidak pernah menoleh kearah ku bahkan untuk sekali saja. Kami memiliki hubungan yang cukup menyenangkan, tapi hanya sebatas teman. Tidak, aku berbohong. Aku menginginkannya sebagai seorang pria, bukan sebagai teman. Aku menyukainya. Apakah aku tidak diizinkan menyukai seseorang ? dia meninggalkanku begitu saja waktu itu”

 

“ Dia memiliki seorang gadis yang jauh lebih sempurna dari pada aku. Tentu saja dia akan kembali pada gadisnya, pemikiran sangat bodoh saat aku berharap dia akan menyukaiku. Aku marah padanya, tapi untuk alasan apa ? aku tidak memiliki hak bahkan untuk menahannya agar tetap berada disisiku sekalipun. Hingga akhirnya dia benar-benar meninggalkanku”

 

Shin-Hae membenamkan wajahnya dimakam tersebut dan menangis sejadi-jadinya, menumpahkan segala rasa sakitnya disana. Hanya Jaehyun tempatnya bercerita, hanya Jaehyun satu-satunya orang yang bersedia mendengarkan seluruh isi hatinya. Shin-Hae terus membenamkan wajahnya disana hingga beberapa jam kemudian, dan akhirnya dia terlelap disana. Ditempat terakhir kekasihnya.

 

Shin-Hae terbangun akibat sentuhan ringan yang dirasakannya dipuncak kepalanya. Apakah ini Jaehyun ? Apakah Jaehyun datang ? dengan semangat Shin-Hae menoleh kesampingnya

 

“Jaehyun” panggil Shin-Hae dengan senyuman bahagia miliknya. Namun setelah melihat siapa yang berada disampingnya membuat senyuman itu hilang.

 

“Kyuhyun ?”

 

“sejak kapan makam berubah menjadi tempat tidur ?” Shin-Hae mengerutkan dahinya bingung. Masih tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Ini benar-benar Kyuhyun yang dikenalnya ? dari mana dia tau jika Shin-Hae berada disini ?

 

“aku bertanya pada karyawan cafe mu, mereka bilang setiap hari kau pasti akan kesini” sepeti mengerti apa yang telah Shin-Hae tanyakan dalam hati, Kyuhyun menjelaskannya.

 

“dimana Hyuri ?” Shin-Hae mengalihkan pembicaraan. Shin-Hae bangkit dan merapikan pakaiannya yang berantakan.

 

“aku tidak tau”

 

“hmm ? berselingkuh lagi ?”

 

“aku tidak perduli”

 

Shin-Hae semakin mengerutkan keningnya, tidak mengerti kemana arah pembicaraan Kyuhyun.

 

“apa maksudmu ?”

 

“aku melepasnya”

 

“bodoh! Kau mendapatkannya denagn susah payah lalu kau melepaskannya begitu saja ?”

 

“aku hanya merasa bahwa bukan dia yang ku inginkan”

 

Shin-Hae melihat sirat penyesalan muncul diraut wajah Kyuhyun. Shin-Hae hampir mengerti kearah mana pembicaraan Kyuhyun. Mungkin dia akan meminta maaf karna kejadian tempo hari dan juga kemarin yang tidak mengakui siapa Shin-Hae.

 

Kyuhyun kemudian mengamati makam dengan nisan yang bertuliskan Kim Jaehyun. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak lalu menoleh kearah Shin-Hae.

 

“kau tidak mengatakan padaku kalau kekasihmu telah .. maafkan aku” ujar Kyuhyun dengan nada penuh penyesalan yang sangat mendalam.

 

“maaf untuk apa ? karna aku tidak menceritakan tentang Jaehyun ?”

 

“untuk semuanya. Semua yang telah ku lakukan padamu. Aku akan memaklumi jika aku tidak akan memaafkanku”

 

“aku sudah memaafkanmu”

 

Kyuhyun menoleh kearah Shin-Hae dengan gerakan cepat, sangat cepat bahkan. Membuat Shin-Hae tertawa melihat reaksi Kyuhyun yang terlihat berlebihan.

 

“secepat itu ?”

 

“memang memaafkan seseorang diharuskan dengan waktu yang lama ?” ujar Shin-Hae geli lalu bangkit dan berjalan meninggalkan makam.

 

“kau mau kemana ?”

 

“tentu saja pulang”

 

“boleh aku bertanya ?” Kyuhyun berhasil menghentikan langkah Shin-Hae yang belum jauh darinya. Shin-Hae membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan ramah.

 

“apa ?”

 

“Jaehyun .. kau masih mencintainya ?”

 

“memang apa perdulinya dengan jawabanku ?”

 

“karna aku ingin mencoba menggantikan posisinya, dihidupmu”

 

Deg!

 

Apa yang baru saja Kyuhyun katakan ? menggantikan posisi Jaehyun dihidup Shin-Hae ? sebenarnya ada apa dengan lelaki ini ? bukankah kemarin dia masih bermesraan dengan kekasihnya ? Shin-Hae hanya terdiam, tidak menjawab apapun.

 

“mungkin klise, tapi entah sejak kapan, aku menyukaimu, aku mencintaimu. Aku merasa, bahwa bukan Hyuri yang aku inginkan selama ini. Aku menginginkanmu. Aku tidak akan meminta jawabanmu dalam waktu dekat. Aku tau kau masih marah padaku. Tapi tolong, jangan menjauh dariku. Tetap berada dalam jangkauanku. Karna aku tidak ingin merasa kecewa sekali lagi”

 

“aku ..” Shin-Hae merasa gugup setengah mati dihadapi situasi seperti ini. Pengakuan perasaan secara terang-terangan. Kyuhyun menanti Shin-Hae untuk mengutarakan sesuatu namun tidak ada yang terucap sama sekali dari Shin-Hae. Membuat Kyuhyun menundukkan kepalanya tanda menyerah. Dia memang tidak pantas mendapatkan hati Shin-Hae.

 

Shin-Hae hendak berbalik dan meninggalkan Kyuhyun, membuat Kyuhyun tercekat menahan napasnya. Dia akan kecewal lagi, pikir Kyuhyun. benar-benar tidak memiliki harapan untuk memiliki gadis ini.

 

“aku tidak ingin kau menggantikan posisi Jaehyun” ujar Shin-Hae dengan tegas, penuh penekanan disetipa katanya. Membuat Kyuhyun mencelos hebat. Membuat Kyuhyun lupa bagaimana caranya bertahan. Pria itu tersenyum miris lalu hendak memberikan satu kata untuk Shin-Hae, namun Shin-Hae berhasil lebih dulu mengucapkan sesuatu.

 

“karna kau akan memasuki hatiku sebagai Cho Kyuhyun seutuhnya, bukan sebagai pengganti siapapun” lanjut Shin-Hae yang akhirnya membuat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan tak percaya. Apa yang baru saja didengarnya ? apakah ini ..

 

“kau .. menerimaku ?” tanya Kyuhyun dengan ragu, takut jika dia salah mendengar ucapan Shin-Hae. takut jika Kyuhyun memejamkan matanya sedetik saja, maka dia akan kehilangan Shin-Hae seperti mimpi yang tak akan pernah menjadi kenyataan.

 

“kau pikir aku memiliki cara untuk menolakmu ?” ujar Shin-Hae geram namun tetap dengan sebuah senyuman.

 

“kau adalah pria dengan segala kesempurnaan yang melebihi batas akal manusia, dan juga pria dengan pesona mematikan. Katakan padaku siapa yang akan menolakmu ?” lanjut Shin-Hae masih terus menatap wajah Kyuhyun yang menunjukkan raut kebingungannya yang secara perlahan berubah menjadi sebuah senyuman ringan yang tercetak jelas diwajahnya. Bernapas lega bahwa wanita yang dicintainya ternyata memiliki perasaan yang sama terhadapnya.

 

“kau pikir hanya kau yang merasakannya ? aku seperti orang sakit jiwa selama beberapa hari yang lalu. Mengawasi seseorang yang didampingi dengan wanita secantikmu membuat konsentrasiku hancur begitu saja. Pesonamu terlalu mengikat, kau tau” ucap Kyuhyun dengan penuh kepercayaan dirinya. Dengan seenaknya pria itu mendekat kearah Shin-Hae dan menarik tubuh gadis itu hingga masuk kedalam dekapannya.

 

“kau tau, aku akan mempertahankan kebersamaan dengan siapa yang telah menemaniku mendaki hingga mencapai puncaknya, bukan dengan seseorang yang telah menungguku diatas puncak sana”

 

Kyuhyun mengecup kening Shin-Hae lembut lalu mereka kembali berpelukan. Kisah cinta dengan ketidaksengajaan yang berakhir dengan bahagia. Klise, memang. Tapi jika di telaah lebih jauh, hubungan seperti inilah yang akan bertahan hingga waktu yang tak terhingga. Karna mereka mendapatkannya dengan sebuah usaha, bukan karna sebuah keberuntungan.

 

END

 

Nah ini gatau bisa disebut FF atau bukan

Dapet idenya pas bangun tidur, dan saat itu juga langsung buka laptop

Jadi mohon dimaklumi jika ada beberapa kata yg ga nyambung sama sekali

Ini buatnya ngga sepenuhnya dalam keadaan sadar ._.

Ceritanya juga agak aneh kan -_-

Oke, anggep aja ini Cuma buat selingan doang sambil nunggu FF yang lain kelar.

Advertisements