triy cover copy

 

Jalan tol menuju Seoul cukup lengang saat itu. Membuat seluruh mobil berlomba-lomba menaikan tingkat kecepatan hanya untuk mengejar sesuatu yang sedang diburunya. Cuaca kurang mendukung untuk mengemudi dengan kecepatan diatas angka 100, namun ada satu mobil yang melanggar aturan tersebut.

Audi R8 melaju dengan kecepatan tinggi menghajar derasnya hujan yang menghantam pertengahan kota Seoul. Sipemilik seakan tak perduli dengan keselamatannya sendiri. hanya mementingkan bagaimana ia bisa mencapai tempat tujuannya secepat mungkin tanpa mengalami keterlambatan waktu yang membuat seseorang disana menunggu terlalu lama.

 

Perjalanan mengerikan itu terus berlanjut hingga beberapa kilo meter kedepannya. Hujan semakin deras menghantam Audi R8 tersebut. Pemandangan semakin berkabut, menghalangi setiap pengemudi yang berada dijalan tersebut. Tapi pengemudi ini seakan tak perduli. Dia terus menambahakan kecepatan pada mobilnya hingga dia menemukan titik terang dari kabut tersebut.

 

Dengan semangat pengemudi itu terus menuju cahaya terang yang berada diujung kabut. Namun sialnya, dia tidak melihat ada sebuah mobil didepannya yang bergerak lebih lambat dari mobilnya. Dia menginjak pedal rem dalam-dalam untuk menghentikan mobilnya, membanting stir ke arah berlawanan dan dia berhasil lolos. Dia menghembuskan napas lega saat terlepas dari bahaya yang hampir memakan jiwanya.

 

Saat dia berhasil lolos, pengemudi SUV yang berada tepat dibelakang Audi R8 tidak cukup awas untuk memperhatikan bahwa R8 tersebut tiba-tiba membanting stir kearah mobilnya sedang melaju. Belum sempat pengemudi SUV itu menginjak rem, mobilnya telah menghantam R8 itu dengan dorongan kuat hingga Audi tersebut terpental jauh kedepan dengan kondisi terlempar lalu berguling beberapa kali hingga berakhir dengan atap mobil berada di aspal jalanan.

 

Mobil Audi R8 nya terus berguncang hebat dan berguling beberapa kali hingga si pengemudi merasa kepalanya berada dibawah sekarang. pecahan kaca melukai wajah dan lengannya. Mobilnya terus terseret hingga beberapa meter kedepan dan benar-benar berhenti saat mobilnya menghantam pembatas jalan yang membuat sisi kanan mobilnya hancur.

 

Samar-samar si pengemudi mendengar suara derap langkah mendekat kearahnya sambil berteriak meminta tolong, dan itu adalah suara terakhir kali yang bisa ditangkap telinganya. Dan setelah seseorang berhasil mengeluarkannya dari mobil, dia bisa mencium dengan sangat peka bau amis yang berada didekat hidungnya. Sekilas dia melihat bercak darah di tangan seseorang yang mengeluarkannya dari mobil saat orang itu mengusap keningnya. Lalu  tak lama kesadarannya benar-benar hilang. Semua menjadi gelap seketika.

 

******

 

Kyuhyun menyilangkan kedua lengannya didepan dada. Memerhatikan seorang pria yang sedang tergeletak lemah diranjang rumah sakit dengan balutan perban hampir 80% disekujur tubuhnya. Satu selang tertancap dimulut pria itu yang mengarah pada sebuah ventilator. Suara pendeteksi jantung yang berasal dari monitor yang menunjukkan empat garis bergerak berlawanan seakan memberitau bahwa pria itu masih memiliki kesempatan untuk hidup lagi.

 

Cho Gyuhyoon. Pria itu yang sedang terbaring lemah diranjang satu-satunya yang berada di ruang ICU rumah sakit ini. sedangkan yang berdiri di pojok ruangan tersebut adalah Cho Kyuhyun. mereka adalah saudara kembar. Dua orang yang memiliki paras yang sama namun dengan sifat yang jelas-jelas berbeda.

Cho Gyuhyoon adalah seorang pengusaha cukup profesional dibidangnya. Sedangkan Cho Kyuhyun hanya seorang pria yang masih menginginkan kebebasan dalam masa mudanya, dia hanya seorang mahasiswa yang sangat mencintai musik. Tidak seperti saudara kembarnya yang memang menggilai dunia bisnis dan berhasil menguasai perusahaan diusia 26 tahun. Sangat berbeda, bukan ?

 

Gyuhyoon dan Kyuhyun adalah contoh nyata bahwa kembar tak selalu sama. Mereka lebih banyak memiliki perbedaan dari pada persamaan. Bahkan mereka kerap mendapati cemoohan hanya karna perbedaan sifat mereka yang benar-benar terlihat.

Suara isakan terdengar jelas diruangan itu. itu adalah ibu nya dan kakak perempuannya. Pagi-pagi sekali mereka telah sampai di Seoul. Kyuhyun sempat memikirkan bagaimana perjalanan dadakan mereka dari Jeju ke Seoul setelah mendapati kabar bahwa salah satu dari anak kembarnya yang bernama Gyuhyoon mengalami kecelakaan yang hampir menewaskannya.

 

Kyuhyun membenci ini. melihat saingan satu-satunya terlihat lemah tak berdaya.

 

Kyuhyun telah berada dirumah sakit setelah mendapati kabar dari ayahnya yang memberitahu bahwa Gyuhyoon kecelakaan didaerah Seoul. Kyuhyun segera mendatangi rumah sakit tujuan dan berharap bahwa yang dikabarkan kecelakaan adalah Gyuhyoon yang lain. Bukan saudara kembarnya.

 

Kyuhyun tidak bicara apapun sejak tadi, hanya menonton kegiatan dramatis yang sedang terjadi diruangan ini. keadaannya masih sama. Koma. Kritis. Bahkan dokter belum bisa memastikan kapan Gyuhyoon akan tersadar. Dokter bilang, patahan tulang rusuknya cukup parah, dan ada sedikit pendarahan pada otak nya.

 

Ibunya berkali-kali hilang kesadaraan saat mengetahui kondisi anaknya. Berkali-kali pula dia memohon pada dokter untuk menyembuhkan anaknya. Tapi Tuhan berkehendak lain. Malam harinya, Gyuhyoon dinyatakan telah tiada. Detak jantungnya melemah, bahkan alat kejut jantung tidak membantu sama sekali.

 

Tapi, sebelum Gyuhyoon dinyatakan meninggal. Beberapa menit sebelumnya Gyuhyoon sadar dari koma nya. Dia menatap sayu kearah Kyuhyun, dan Kyuhyun segera mendekat karna menurutnya, Gyuhyoon ingin mengatakan sesuatu padanya.

 

“brengsek, kau harus sembuh. Aku benci melihatmu seperti ini” gumam Kyuhyun dengan nada miris. Kepedihan jelas terpancar dimata Kyuhyun.

 

Sayangnya Gyuhyoon tidak mengatakan apapun. Dia hanya tetap menatap Kyuhyun dalam. Hingga Kyuhyun menangkap gerakan tangan kiri Gyuhyoon yang tidak terinfus terangkat kearahnya. Kyuhyun mengambil tangan itu dan menyanggahnya. Lalu Gyuhyoon menggenggam dengan erat sebisanya. Namun bukan itulah tujuannya.

 

Gyuhyoon menggunakan tangan Kyuhyun untuk membuka satu buah cincin yang tersemat dijari manisnya. Dengan perlahan tapi pasti. Cincin itu terlepas dan berakhir dalam genggaman Kyuhyun.

 

“apa maksudnya ?” gumam Kyuhyun tak mengerti. Gyuhyoon membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu. Tidak ada suara, namun Kyuhyun bisa menangkap gerakan mulutnya mengucapkan apa.

 

‘nikahi dia’

 

Itulah yang Kyuhyun tangkap dari ucapan Gyuhyoon barusan. Sontak, Kyuhyun melangkah mundur dan menabrak tubuh ayahnya yang sedang berdiri tepat dibelakang Kyuhyun. Ah-Ra yang berada disebelahnya pun ikut terkejut dengan apa yang baru saja Gyuhyoon ucapkan.

 

“apa-apaan, Cho Gyuhyoon! Kau tidak boleh menyerah. Kau harus menikahinya akhir minggu ini. kau tidak boleh menyuruh Kyuhyun menggantikanmu” ucap Ah-Ra dengan nada emosi yang sangat kentara. Gyuhyoon yang mendengarkan ucapan Ah-Ra menutup matanya sekilas, lalu meluncurlah satu tetes air mata dan meluncur hingga ke pipinya. Ah-Ra yang melihat itu segera menutup mulutnya dengan telapak tangan lalu memeluk adiknya itu sebagai tanda permohonan maaf.

 

Kyuhyun masih termenung mendengar permintaan Gyuhyoon. Menikah ? pria itu akan menikah akhir minggu ini ? bagaimana bisa Kyuhyun tidak mengetahui hal sepenting ini ? Kyuhyun memang tidak lagi tinggal dengan keluarganya selama 5 tahun setelah dia memutuskan untuk menggeluti dunia musik. Hanya Gyuhyoon-lah yang masih tinggal di Jeju bersama Cho Family. Dan Kyuhyun bisa mengambil kesimpulan kenapa Gyuhyoon bisa kecelakaan di Seoul. Mungkin Gyuhyoon ingin memberitahu nya bahwa dia akan menikah.

 

Dan itulah permintaan terakhir Gyuhyoon. Karna detik selanjutnya, terdengar suara datar yang cukup panjang dari alat pendeteksi jantung. Pertanda bahwa perjalanan hidup Cho Gyuhyoon berakhir sampai disini.

 

******

 

Keluarga Cho masih dalam duka malam ini. namun semua diharuskan menghadapi satu masalah berat lagi. Kyuhyun menaruh cincin yang diberikan Gyuhyoon keatas meja tempat seluruh keluarga berkumpul. Mereka terdiam menatap cincin tersebut. Hanya terdengar suara isakan pelan ibunya yang masih mengingat anaknya yang baru saja meninggalkannya untuk selamanya.

 

“aku masih bisa menerima jika aku dipaksa menggantikan Gyuhyoon diperusahaannya, namun aku tidak bisa untuk yang satu ini” ujar Kyuhyun mengawali percakapan yang jelas-jelas keluar dari topik pembicaraan sebelumnya mengenai masalah perusahaan milik Gyuhyoon. Ah-Ra memejamkan matanya sejenak lalu melirik kearah ayahnya yang hanya mengeluarkan ekspresi datar.

 

Kyuhyun menolak, tentu saja. Siapa yang ingin menikahi wanita yang sama sekali tidak dikenalnya. Dan jika memang pada akhirnya Kyuhyun menerima, apakah dia bersedia dicintai atas nama Cho Gyuhyoon ? ini pemalsuan.

 

Ayahnya bangkit lalu meninggalkan ruangan ini begitu saja. Membuat hati Kyuhyun terasa diremas sekencang-kencangnya. Dadanya seperti ditancapkan timah panas. Kyuhyun mengira ayahnya tidak akan kembali. Namun dugaannya salah. Ayahnya kembali dengan beberapa bingkai photo ditangannya. Kyuhyun mengerutkan dahinya tak mengerti.

 

Ayahnya menyerahkan semua bingkai photo tersebut pada Kyuhyun. menyuruhnya melihat photo tersebut. Dan Kyuhyun menurut.

 

Kyuhyun sempat tertegun sejenak. Setelah dia melihat photo tersebut, ada perasaan tak tega hinggap didalam hatinya. Gyuhyoon dan tunangannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“namanya Shin-Hae” ujar Ayahnya pelan memulai awal ceritanya. Kyuhyun tetap diam dan menjadi pendengar yang baik.

 

“Gyuhyoon sangat mencintainya. Kau lihat, ekspresinya tidak pernah berbeda saat dia bersama Shin-Hae. ekspresi bahagia. Mereka akan menikah minggu ini. bisa kau bayangkan jika kau menjadi wanitanya, mendapati kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya tiba-tiba telah tiada ?” Ayahnya menghentikan ucapannya dan menoleh kearah Kyuhyun. ingin memastikan eskpresi apa yang sedang Kyuhyun keluarkan. Namun ayahnya sama sekali tidak bisa membacanya. Ekspresinya datar.

 

“aku tau, tidak semudah itu melakukan apa yang diinginkan Gyuhyoon sebelum dia .. tiada. Dia memintamu menggantikan posisinya. Mungkin maksud Gyuhyoon baik. Dia hanya tidak ingin membuat Shin-Hae terpukul dengan kepergiannya. Tapi ini permintaan terakhirnya, Kyu. Anggap saja kau sedang melakukan balas budi atas kejadian ini. kau tau, Gyuhyoon dengan nekadnya menerobos badai menuju Seoul hanya untuk bertemu denganmu.”

 

Kyuhyun kehilangan oksigennya. Dia sulit bernapas. Balas budi ? apakah mereka menyalahkannya sebagai penyebab kematian Gyuhyoon ? Kyuhyun merasa dadanya sakit seperti ditusuk berulang kali menggunakan pisau tajam ditempat yang sama. Diam-diam Kyuhyun mengepalkan tangannya.

 

“balas budi. Ku kira kalian benar-benar menyalahkanku atas kematian Gyuhyoon. Akan ku pertimbangkan” Kyuhyun berbicara dengan nada sinis. Setelah itu bangkit dari duduknya dan meninggalkan mereka begitu saja. Ah-Ra menegur ayahnya yang sepertinya salah berucap. Sungguh, bukan itu maksud ayahnya.

 

Dengan cekatan, Ah-Ra mengikuti langkah adiknya yang sedang berjalan menuju kamar tidurnya. Kamar Gyuhyoon tepatnya.

 

“Kyu” panggil Ah-Ra sebelum Kyuhyun menutup pintu kamarnya. Kyuhyun berbalik dan menunjukkan ekspresi tak suka.

 

“kau tau bukan itu maksud Ayah” jelas Ah-Ra tanpa basa-basi. Kyuhyun tersenyum sinis lalu bersandar pada kusen pintu kamarnya sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Seperti menantang Ah-Ra untuk perang dingin. Dia tau Ah-Ra sama saja dengannya. Sama-sama bodoh dalam melakukan pengendalian emosi.

 

“aku terima jika aku disodorkan pada wanita yang sama sekali belum ku kenal. Tapi penuduhan, itu keterlaluan. Aku tidak bisa menerimanya.” ujar Kyuhyun dengan nada menyeramkan. Menatap Ah-Ra dengan mata besarnya yang menyala. Seakan gejolak emosi sedang berperang didalam sana.

 

“oke, anggap saja pria tua itu salah bicara. Tapi jangan bawa aku dan ibu kedalam masalah ini, keparat. Kalau kau ingin mengamuk, hancurkan saja pria tua itu” gurau Ah-Ra yang membuat Kyuhyun berhasil tersenyum.

 

“baiklah, selamat malam” ucap Kyuhyun mengakhiri segalanya. Ah-Ra menepuk pundak Kyuhyun lemah sebagai balasan ucapan selamat malam.

 

Ah-Ra sangat merindukan adik lelakinya ini. Cho Kyuhyun. tentu saja dia menyayangi keduanya. Hanya saja, jarak pertemuannya dengan Kyuhyun hampir melampaui kata tahun. Kyuhyun tinggal di Seoul, sedangkan mereka –Ayah, Ibu, Ah-Ra, dan Gyuhyoon- memilih menetap di Jeju. Tempat asalnya. Kyuhyun memang dengan lancang keluar dari rumah saat dia berusia 19 tahun karna dia berniat mendalami dunia musik yang sangat bertentangan dengan keinginan Ayahnya yang ingin menjebloskannya kedalam dunia bisnis. Jadi dia memilih opsi terakhir untuk menyelamatkan keinginannya. Keluar dari rumah dan menjalani hidupnya sendiri sebagai seorang seniman.

 

Dan sekarang anak itu kembali. Kembali pulang kerumah ini. namun dengan nuansa yang berbeda. dia tinggal seperti menggantikan posisi Cho Gyuhyoon. Seorang pebisnis hebat, dan seorang calon suami. Kyuhyun dipaksa untuk meneruskan keduanya. Berat memang. Sama saja seperti membohongi Shin-Hae secara telak. Dia akan menikahi orang dengan paras yang sama namun dengan sifat yang sangat berbeda. Tapi hal apa lagi yang bisa diperbuat oleh keluarga kami dengan baik ? tentu saja mereka akan mengarang cerita habis-habisan setelah ini. Mereka benar-benar tak sanggup untuk menyakiti perasaan Shin-Hae. gadis itu terlalu baik untuk mendapati garis takdirnya seburuk ini. Dan ini adalah pengorbanan paling maksimal yang pernah dilakukan Kyuhyun. Meneruskan apa yang telah Gyuhyoon capai. Termasuk melepaskan masa lajangnya.

 

******

 

Kyuhyun dengan malas menyeret langkahnya menuju meja makan untuk sarapan. Dia telah berpakaian resmi layaknya seorang Direktur utama sebuah perusahaan ternama. Oh, tentu saja dia akan memulai nerakanya terhitung mulai hari ini. dia akan menggantikan posisi Gyuhyoon di perusahaan milik pria itu. Cho’s Corp.

 

“selamat pagi” ujar ibunya dengan sebuah senyum ramah saat melihat Kyuhyun keluar dari kamarnya. Kyuhyun hanya membalas ucapan itu dengan sebatas senyuman singkat. Ayahnya telah berada disana, meneguk kopi paginya. Meja ini sepi tanpa Ah-Ra yang selalu memulai keributan.

 

“dimana Noona ?” tanya Kyuhyun sekedar basa-basi gara suasana sedikit mencair. Tidak se-kaku ini.

 

“pagi-pagi sekali dia telah pergi. Penelitian Geografis katanya” jawab Ibu nya sambil menuangkan kopi pada gelas yang berada dihadapan Kyuhyun.

 

Kyuhyun terkekeh geli mendengarnya. Dia hampir lupa jika Noonanya itu sangat tergila-gila dengan bintang dan segala tabir surya yang bertebaran diluar angkasa sana. Namun bodohnya, dia mengambil jurusan yang salah. Dia bukan sebagai Astronom tetapi sebagai Peneliti Geografis. Bumi dan luar angkasa tentu saja sangat berbeda.

 

Kyuhyun membuyarkan segala pikirannya saat Ayahnya berdeham pelan pertanda dia akan segera melayangkan perkataan. Kyuhyun melirik sekilas kearah Ayahnya. Ayahnya terlihat canggung untuk mengatakan sesuatu. Mungkin sekarang rasa bersalah sedang menghinggapinya. Ya, jika memang dia memiliki perasaa, dia akan meminta maaf pada anaknya karna telah mengatakan hal yang membuat anaknya tidak senang.

 

“kejadian semalam ..” Ayahanya menggantung ucapannya, seperti kehilangan kata-kata. Namun Kyuhyun yang saat itu sedang memasukan potongan sandwich besar-besar kedalam mulutnya mengangguk paham. Seakan tak ingin diganggu dengan hal yang akan membuatnya harinya bertambah buruk menginat hari ini adalah hari pertamanya menyamar sebagai seorang Direktur Utama. Pebisnis nomor satu.

 

“aku mengerti. aku tidak ingin membahas masalah ini. aku akan segera dibuat gila dengan tumpukan pekerjaan yang ditinggalkan Gyuhyoon. Jadi tolong beri aku waktu untuk menghabiskan masa-masa indahku sekarang” gurau Kyuhyun yang memancing Ibu dan Ayahnya untuk tertawa, dan dia berhasil.

 

“kau bisa mengatasinya. Aku akan mengajarimu jika ada yang tidak kau pahami” ucap Ayahnya setelah meneguk segelas kopi lagi. lalu dia bangkit dan meninggalkan meja makan.

“kau akan menyusul, kan ?” tanya Ayahnya memastikan Kyuhyun tidak akan lari dari pekerjaannya. Pekerjaan yang diterimanya dengan suka rela. Hanya demi Cho Gyuhyoon.

 

“aku akan memberimu tumpukan dollar jika aku tidak datang kesana. Kau mempunyai nomor kontakku, kau hafal nomor mobilku. Kau bisa melacak keberadaanku sesuka hatimu. Jadi untuk apa ketakutan seperti aku tidak akan datang” cecar Kyuhyun yang ternyata kali ini hanya dibalas dengan anggukan kepala. Memang tidak mudah menyuruh anaknya yang satu ini menjadi seorang pebisnis yang memang keluar dari jalur keinginannya sendiri.

 

Ketika ayahnya benar-benar meninggalkannya. Raut wajah Kyuhyun mulai berubah. Menjadi dingin kembali. Dia hanya bersikap bersahabat jika dihadapan Ayahnya saja. setidaknya hanya hal itu yang bisa dilakukannya dengan baik untuk melakukan ‘balas budi’ yang disinggungnya semalam.

 

Kyuhyun memang tidak pernah bisa melakukan hal yang satu ini. berpura-pura menjadi pintar hanya untuk menyelamatkan nama marga keluarga ini dari keburukan perilaku anaknya yang tewas dijalan tol akibat melanggar aturan lalulintas. Mungkin hanya itu tujuannya. Hanya agar nama besar Cho’s Corp terselamatkan .

 

******

 

“selamat pagi” kata itu terus berulang dari para pegawai yang memang sengaja hadir untuk menyambut Cho Kyuhyun  saat Kyuhyun memasuki lobby Cho’s Corp. Gedung pencakar langit yang memiliki 58 lantai dengan keamanan super ketat dan juga segala kemegahan yang berada didalamnya cukup membuat Kyuhyun frustasi. Segila ini Cho Gyuhyoon, batin Kyuhyun.

 

Kyuhyun benar-benar merasa asing dengan keadaan. Dia sama sekali tidak mengenal seluruh karyawan yang berada disini. Bahkan dia juga sama sekali tidak mengenal pria paruh baya yang kini sedang mengoceh disampingnya mengenai agenda kerjanya hari ini. Kyuhyun hanya tersenyum kaku saat pria paruh baya itu mengikutinya dari lobby menuju lantai 58, lantai paling atas yang telah diberitahukan Ayahnya yang adalah ruang kerja Gyuhyoon.

 

“hari ini akan ada rapat direksi dengan investor terbesar tahun ini dari Taiwan. Pertemuan khusus untuk membicarakan masalah pembelian sebuah Kota yang akan dijadikan tempat pariwisata, makan siang dengan para direksi perusahaan, lalu sorenya adalah waktu bebas anda, dan yang terakhir makan malam bersama kolega-kolega perusahaan anda” cecar pria paruh baya itu dengan sadisnya tanpa memperdulikan reaksi yang dikeluarkan seorang Cho Gyuhyoon yang ternyata adalah Cho Kyuhyun.

 

“pembelian apa ? pembelian Kota ?” Kyuhyun hampir menjerit saat mengetahui salah satu jadwal yang dimiliki Gyuhyoon ada yang se-ekstrim itu. apa tingkat kegilaan Cho Gyuhyoon pada bisnis telah samapai taraf yang mengkhawatirkan ?

 

Pria paruh baya yang belum diketahui namanya itu tampak mengerutkan keningnya bingung dengan reaksi yang dikeluarkan oleh atasannya. Pria paruh baya itu mencoba mengerti dengan apa yang baru saja dipertanyakan atasannya. Mungkin atasannya tidak cukup jeli menangkap ucapannya barusan. Jadi dia memutuskan untuk mengulangi.

 

“ya, pembelian sebuah kota kecil yang berada di perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Kita sudah menyepakati hal ini sejak tahun 2009 kemarin. dan proses jual-beli telah di sah kan bulan kemarin. jadi anda akan membicarakan masalah pembangunan tempat pariwisata yang telah anda rencanakan pada perusahaan yang akan membangun tempat pariwisata tersebut.” Jelas pria paruh baya itu sambil terus menuntun Kyuhyun menuju ruangannya. Sambil berjalan menuju ruangan Kyuhyun berada, Assistent nya terus berceloteh mengenai apapun yang harus dilakukan Kyuhyun hari ini. Dan neraka Kyuhyun pun dimulai.

 

******

 

Seorang gadis berlari dengan cepat dilorong gedung Universitas nya saat sebuah pengumuman kembali terdengar. Peringatan bahwa pengumpulan permohonan Skripsi akan ditutup 5 menit lagi, dan jika terlambat, kalian di wajibkan menyerahkan permohonan Skripsi pada semester yang akan datang, yang berarti harus menunggu tahun depan. Setelah mendengarkan kalimat terakhir, gadis itu menambah kecepatan lari nya mencari sumber suara yang jelas-jelas berasal dari ruang Administrasi yang jaraknya berkisar 200 meter dari tempat gadis itu berlari.

 

Dengan napas yang terengah-engah, gadis itu berhasil menyerahkan sebuah proposal yang menjadi pertaruhan antara lulus atau tidaknya dia pada perkuliahan yang sedang dijalaninya sekarang.

 

Nama gadis itu Kim Shin-Hae, gadis yang telah menjadi gadis terpopuler di Universitasnya sekaligus dibenci karna banyak menimbulkan fitnah bagi kalangan kaum hawa yang selalu kehilangan kekasihnya hanya karna kekasihnya itu rela mempertaruhkan urat malu nya putus untuk menyatakan cinta pada Shin-Hae yang jelas-jelas akan berakhir pada penolakan.

 

Shin-Hae bukan termasuk gadis yang dengan mudahnya bergaul dengan orang lain. Karna itu dia tidak cukup menarik untuk dijadikan sahabat. Dia cenderung memilih teman dalam persahabatannya. Karna dia tau dengan jelas, apa yang mereka pikirkan tentang Shin-Hae. Shin-Hae hanya akan diperalat oleh ‘temannya’ hanya untuk sebuah popularitas. Sedangkan gadis itu, dia benar-benar ingin membuang jauh-jauh popularitas yang membuatnya hampir mati tercekik.

 

Setelah diumumkan bahwa gadis itu akan menikah, seluruh fitnah terpatahkan begitu saja. para wanita dikampusnya mulai melonggarkan Shin-Hae dari ancaman. Dan seluruh pria yang berada dikampusnya tentu saja mengalami patah hati massal.

 

Cho Gyuhyoon si pengusaha terbaik dan termuda yang dimiliki Seoul berhasil membuat Shin-Hae jatuh hati. Gadis itu benar-benar tidak pernah membuka hatinya untuk pria manapun. Sejujurnya, awalnya Shin-Hae tidak begitu tertarik dengan Gyuhyoon. Namun, berkat usaha dan kegigihan Gyuhyoon yang ingin memiliki Shin-Hae, dia berhasil membuat Shin-Hae membuka hatinya untuk pria itu. Dan mereka akan berakhir dengan pernikahan.

 

“Shin-Hae~ssi” terdengar suara teriakan seorang pria dari belakang. Shin-Hae memutar matanya sebal lalu berbalik. Dia tau ini akan terjadi. Dua orang pria berbadan kekar sedang menunduk hormat padanya saat Shin-Hae berbalik.

 

Dua orang pria ini tentu saja sangat dikenal Shin-Hae. Mereka adalah bodyguard milik Gyuhyoon yang dikerahkan untuk Shin-Hae jika Gyuhyoon ingin menemuinya. Dan dalam diam Shin-Hae tersenyum. Kekasihnya menginginkan kehadirannya.

 

“kami mendapat perintah untuk membawa anda ke Cho’s Corp” ujar salah satu pria berbadan besar tersebut. Shin-Hae mencoba memasang ekspresi tidak tertarik dengan hal itu, namun gagal total saat Shin-Hae tak bisa menahan senyumannya. Oh, ini sudah hampir satu minggu dia tidak bertemu dengan Gyuhyoon.

 

Dengan langkah semangat, Shin-Hae mendahului para bodyguard dan masuk kedalam Lexus SUV yang memang disediakan Gyuhyoon untuk menjemput Shin-Hae kapanpun. Berarti secara tidak langsung, Gyuhyoon telah membelikannya mobil secara diam-diam. Kenyataan yang cukup menyenangkan.

 

******

 

Kyuhyun mengetuk pena yang sedang berada dalam genggamannya. Jari yang terbebas telah mendarat dikeningnya lalu memijatnya pelan. Kyuhyun bukan orang bodoh, tentu saja. IQ nya terhitung lebih tinggi dari Gyuhyoon. Dan Kyuhyun sangat mengerti dengan apa yang sedang dihadapinya. Dia mendapati kecurangan dalam proposal pembelian jual beli sebuah Kota yang telah dirancang Gyuhyoon beberapa tahun yang lalu.

 

Kyuhyun mulai mencoret segala sesuatu yang dianggap melenceng dari pengeluaran dana pada perusahaannya. Gyuhyoon telah ditipu sebanyak ini. Kyuhyun sempat mengerang kesal setelah mengetahui bahwa Gyuhyoon tidak sepintar yang dipikirkannya. Si pebisnis hebat ? apakah julukan itu patut disandangkan pada Gyuhyoon ? astaga, dia menghujat orang yang sudah tidak ada.

 

Kyuhyun melempar pena nya dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dan dia merasakan hantaran dingin yang tersambar ke pipi nya saat cincin pertunangan milik Gyuhyoon menyentuh pipinya. Ya, Kyuhyun telah mengenakannya sejak tadi malam. Dan pria itu kembali dilanda frustasi besar-besaran saat cincin itu mengingatkan Kyuhyun pada pernikahannya yang harus dijalaninya lusa.

 

Kyuhyun yang sedang mengamati cincin tersebut terkejut saat tiba-tiba saja pintu ruangannya dibuka tanpa ketukan terlebih dahulu. Kyuhyun yang sama sekali belum siap dihadapkan oleh kejadian ini mendadak menjadi bodoh. Tidak memiliki persiapan apapun, dan tidak menguasai hal apapun tentang masalah ini. jika dia salah berucap sedikit saja, maka hancurlah segalanya.

 

Gadis berparas cantik sedang tersenyum kearahnya, menunjukkan deretan giginya yang tertata rapi dan putih bersih. Kyuhyun mengingat paras gadis ini. Dia adalah Shin-Hae. Gadis yang akan dinikahi Gyuhyoon pada akhir pekan ini. dan sekarang dia ada dihadapan Kyuhyun!

 

Astaga, Kyuhyun terlihat bodoh saat melihat gadis itu dengan terperanah dalam diam tanpa bisa melakukan apapun. Eksistensi gadis ini benar-benar memperngaruhi otaknya. Bukankah Gyuhyoon yang seharusnya merasakan ini ? Mengapa terjadi hal yang sama pada Kyuhyun ? dan otak Kyuhyun tiba-tiba saja melintas sebuah pemikiran bodoh. Bukankah kembar selalu memiliki ikatan batin yang sangat kuat ? apakah Kyuhyun telah menyukai gadis ini tanpa sadar ? ini benar-benar konyol. Bahkan ini hari pertama mereka bertemu.

 

Apa yang harus Kyuhyun lakukan ? dia masih terus menatapi wajah gadis itu dengan seksama. Seakan mencari kesalahan dalam penciptaannya. Terlalu sempurna dan terlalu menyilaukan.

 

Kyuhyun masih terdiam saat Shin-Hae mendekat kearahnya sambil mengomel kecil karna bukan dirinyalah yang menjemput, tetapi bodyguard miliknya. Menjemput ? ini pasti ulah Ah-Ra! Kyuhyun bahkan belum mengenal gadis ini sepenuhnya. Apa yang akan terjadi jika Kyuhyun salah melakukan sesuatu sedikit saja dihadapan gadis ini ? Apakah semuanya akan terbongkar ? ini seperti pertaruhan antara hidup dan mati. Cho Ah-Ra, sialan!

 

TBC

 

Bingung ga ?

Pokoknya kalo AUTHOR POV yang lagi beraksi, dia Cuma menyebutkan nama Kyuhyun ya, kalau Shin-Hae yang lagi berbicara, baru menggunakan nama Gyuhyoon.

Untuk kunjungannya sekali lagi terimakasih

Saya ga bisa berucap apa-apa lagi

Tanpa kalian aku ga ada apa-apanya

Jangan pernah bosen baca tulisan aku yang masih ancur ini ya -_-

*bow