triy cover copy

“Aku mencintainya,” Aku Kyuhyun pada Noona nya yang kini tengah berada dihadapannya, Ah-Ra datang begitu Kyuhyun memanggilnya untuk bertemu. “Aku mencintainya. Aku gila, kan ?” Lanjut Kyuhyun dengan kekehan pelan disela-sela perkataannya.

“Tidak ada yang salah jika kau ternyata mencintai istrimu sendiri.” Dengan tenang Ah-Ra menjawab apa yang baru saja adiknya katakan. Ah-Ra menangkap perasaan bersalah dari sinar mata Kyuhyun saat ini. Dia bisa mengerti dengan perasaan Kyuhyun, siapa yang tahan jika disodorkan wanita seperti Shin-Hae yang telah berstatus sebagai istrinya tanpa menggunakan perasaan sedikitpun. Dan adiknya goyah sekarang. Dia mencintainya. Mungkin Gyuhyoon harus mengampuni perlakuan Ah-Ra yang ternyata menyetujui apa yang sedang Kyuhyun rasakan.

“Tapi yang dia cintai itu Gyuhyoon, bukan aku.” Kali ini terdengar nada putus asa dari suara Kyuhyun. Ah-Ra mengigit bibir bawahnya dan menatap Kyuhyun nanar. Kyuhyun memang selalu menutup diri untuk urusan percintaannya, bisa dikatakan Shin-Hae adalah gadis pertamanya. Jadi, wajar saja jika Kyuhyun merasa sakit yang teramat saat dia harus mencintai orang yang sama sekali tidak mengenalnya, tapi justru mengenalnya sebagai oranglain.

“Kau bisa merubahnya. Buat dia mencintaimu, jangan biarkan dia mencintai Gyuhyoon yang pernah dikenalnya. Buat dia memiliki kesan berbeda antara kau dan Gyuhyoon.” Ujar Ah-Ra yang setelahnya mengamati reaksi Kyuhyun dalam-dalam. Pria itu hanya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. Yah, mungkin Gyuhyoon akan benar-benar membencinya karna telah menghasut Kyuhyun melakukan sesuatu yang tak seharusnya diusulkan. Gyuhyoon, maafkan aku, gumam Ah-Ra dalam hati.

“Baiklah, aku akan mempercepat honeymoon kami.” Ucap Kyuhyun setelah kesadarannya kembali. Ah-Ra yang mendengar ucapan Kyuhyun barusan tersenyum. Adiknya benar-benar mencintai Shin-Hae, mencintai tunangan saudara kembarnya. Ah-Ra yakin, Kyuhyun adalah orang yang tepat untuk Shin-Hae, dia bisa menjaga Shin-Hae, dia bisa mencintai Shin-Hae lebih dari Gyuhyoon mencintai Shin-Hae.

“Aku bisa mengatur semuanya. Kemana kalian akan pergi ?” Sambut Ah-Ra dengan senyuman.

“Seoul,” Ucap Kyuhyun mantap. “Aku akan membawa Shin-Hae ke apartment ku yang berada disana. Aku benar-benar ingin membuat Shin-Hae mencintai seorang Cho Kyuhyun dan melupakan sosok Cho Gyuhyoon.” Kyuhyun melanjutkan ucapannya masih dengan mantapnya. Ah-Ra sedikit bergidik ngeri mendengar ucapan Kyuhyun, namun dia yakin segalanya akan selalu terkendali jika Kyuhyun ikut campur didalamnya.

******

Shin-Hae mengetuk penanya diatas meja berkali-kali, menunggu siapapun yang sedang mengoceh didepan kelasnya berhenti berbicara dan keluar. Shin-Hae menggerutu kesal saat dirinya tidak bisa menikmati pernikahannya yang berlangsung kemarin karna jadwal kuliahnya yang sama sekali tidak bisa diajak berkompromi.

Shin-Hae tersenyum malu mengingat kejadian tadi malam. Dimana Gyuhyoon dan Shin-Hae berciuman. Jujur saja, itu bukanlah ciuman pertama mereka, tapi Shin-Hae merasa ciuman kali ini terasa berbeda, seperti bukan Gyuhyoon yang biasanya. Ciuman kali ini terasa lebih manis, lebih intens, dan lebih berhasrat. Apakah karna status hubungan mereka telah berganti menjadi sepasang suami istri menjadikan ciuman mereka terasa berbeda ? Entahlah, yang jelas Shin-Hae menyukainya.

Dan selang beberapa jam yang lalu, Shin-Hae mendapat panggilan dari Kyuhyun yang mengatakan dia ingin berbulan madu besok, dan Shin-Hae merasa bersyukur karna libur akhir semesternya jatuh tepat dihari Kyuhyun mengajaknya berbulan madu. Yang Shin-Hae pertanyakan adalah, Kyuhyun mengajaknya ke Seoul. Jelas saja pria itu bahkan sanggup membawa Shin-Hae keluar negri atau ke luar angkasa sekalipun untuk berbulan madu. Tapi kenapa harus Seoul ? Shin-Hae hanya bisa meng-iyakan permintaan Kyuhyun karna pria itu seperti memohon dan setengah memaksa. Ya, itu adalah sifatnya, pemaksa. Jadi, Shin-Hae sama sekali tidak bisa menolak. Well, Seoul tidak buruk.

Shin-Hae masih sibuk berkutat dengan pemikirannya saat tiba-tiba saja seseorang dari belakangnya menghancurkan pemikirannya.

“Hey, kudengar, pernikahan kalian dikacau kan oleh seorang wanita penggoda. Apakah wanita itu masih memiliki hubungan dengan suami mu ?” Tanya Kang Hyori, orang yang selalu ingin mengusik kehidupan Shin-Hae karna iri, jelas saja, kekasihnya memutuskan wanita ini demi menyatakan perasaannya pada Shin-Hae. “Ku rasa Gyuhyoon menduakan mu.” Lanjutnya kali ini dengan kekehan geli, membuat Shin-Hae geram tapi tidak melakukan apapun. Shin-Hae tidak lagi melihat adanya pengajar didepan kelas, pantas saja wanita ini berani berbicara dengan keras agar seluruh orang yang berada dikelas mendengar apa yang tengah dibicarakannya.

“Ku rasa Gyuhyoon tidak benar-benar menyukainya. Lihat saja,” Ucap seseorang yang lain namun tak terlalu jauh dari Kang Hyori. “Tidak ada yang menarik sama sekali dari dirinya. Sedangkan Gyuhyoon? Oh Tuhan, dia seperti duplikat dewa-dewa Yunani yang ketampanannya menunjukkan kata sempuna.” Dengusan sebal keluar begitu saja dari hembusan napas gadis itu. Shin-Hae yakin, yang berbicara kali ini adalah seseorang yang mengidolakan suaminya. Lagi-lagi Shin-Hae hanya diam lalu berkutat dengan beberapa bawaannya lalu ingin segera meninggalkan tempat yang seperti neraka ini.

Dengan langkah lebar-lebar Shin-Hae meninggalkan kelas dengan geram. Seluruh ucapan beberapa wanita tadi cukup membuat Shin-Hae naik darah. Gyuhyoon tidak seperti itu, suaminya tidak seperti itu! Shin-Hae bersumpah akan membalas perbuatan Kang Hyori suatu saat nanti. Benar-benar wanita tanpa otak.

******

Kyuhyun berjalan menghampiri Shin-Hae yang telah menunggunya diluar apartment. Mereka akan pergi ke Seoul malam ini juga, melaksanakan honeymoon mereka yang telah Kyuhyun rencanakan baru-baru ini. Sedikit terburu-buru memang, tapi rasa cinta Kyuhyun terus mendesaknya untuk melakukan pendekatan dengan Shin-Hae lebih cepat. Dia harus membuat Shin-Hae secara perlahan memudarkan ingatannya tentang Cho Gyuhyoon dan mulai menanam kembali sebuah ingatan baru tentang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun membuka pintu mobil untuk Shin-Hae dan membiarkan istriya masuk ke mobil terlebih dahulu. “Tunggu disini sebentar, ada barangku yang tertinggal.” Ucap Kyuhyun sambil memasangkan sabuk pengaman untuk Shin-Hae. Shin-Hae hanya mengangguk sebagai jawabannya dan dengan segera Kyuhyun berlari memasuki apartment mereka. Namun, bukan mencari sebuah benda, justru Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Noona,” Ujar Kyuhyun setelah mendengar jawaban dari sebrang sana. “Aku akan berangkat sebentar lagi, apakah semua telah kau atur ?” Tanya Kyuhyun, dan setelah mendengar apa jawaban dari noonanya Kyuhyun tersenyum lega. “Semuanya telah kau beritahu tanpa terkecuali ? Baiklah, semoga tidak ada yang memanggilku dengan nama Kyuhyun saat aku disana. Gomapta, Noona.”

******

Hari hampir menjelang pagi saat mereka tiba di Seoul. Selama perjalanan, Shin-Hae tertidur sejak memasuki wilayah pertengahan Seoul, membuat Kyuhyun dengan leluasa bisa melajukan mobilnya dengan lamban saat dia melewati tempat kecelakaan Gyuhyoon terjadi. Sedikit tidak masuk akal memang, namun berawal dari sinilah semuanya terjadi, pertukaran peran antara Gyuhyoon dan Kyuhyun.

Kyuhyun membuka sabuk pengaman yang masih melekat melilit tubuh mungil istrinya dengan pelan, berusaha agar tidak membangunkan namun tampak gagal karna Shin-Hae menggeliat ringan setelahnya.

Kyuhyun tersenyum saat mata Shin-Hae mencari sosok Kyuhyun dikursi pengemudi. “Aku disini,” Ujar Kyuhyun dari arah berlawanan, tepat disamping pintu mobil dengan posisi membungkuk untuk menyetarakan pandangan mereka. “Aku baru saja ingin menggendongmu kedalam, tapi kau terbangun. Sepertinya niat ingin melakukan hal yang romantis gagal.” Kyuhyun sedikit mengerutkan bibirnya sebal, membuat Shin-Hae tersenyum geli. “Cih, sejak kapan kau memiliki sisi romantis didalam dirimu, terdengar menggelikan, kau tau.” Kyuhyun memberi jarak agar Shin-Hae bisa keluar dari mobil yang disambut langsung oleh Shin-Hae.

Setelah turun dari mobil, Shin-Hae mengamati gedung tinggi yang terhampar dihadapannya dengan kerutan didahi menandakan ada yang aneh. “Apartment ?” Tanya Shin-Hae sambil menunjuk puluhan jendela yang menghiasi gedung ini. Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan sebagai pengganti jawaban.

“Kau memiliki apartment disini ?” Bingo! Kyuhyun telah menyiapkan sebuah jawaban untuk ini, jawaban yang telah disiapkannya jauh-jauh hari sebelum mereka mengunjungi apartmentnya. “Aku bahkan memiliki ratusan apartment didunia, Shin-Hae~ssi. Hal yang tidak perlu ditanyakan kenapa aku memiliki apartment di negara kita sendiri.” Kyuhyun membanggakan diri yang disambut dengan tatapan sinis oleh istrinya. Istrinya! Astaga, benarkah dia telah menikahi wanita ini ? Kyuhyun hampir saja mencubit dirinya sendiri untuk menyadarkan dirinya sendiri bahwa semua ini adalah kenyataan.

“Kau bahkan bisa membeli ratusan hotel bintang lima, aku tau itu, jangan diumbar lagi, membuatku pusing memikirkan properti milikmu.” Shin-Hae melangkah pergi menjauh dari Kyuhyun yang telah terkekeh geli mendengar jawaban dari istrinya. Sebelum langkah Shin-Hae semakin jauh, setengah berlari Kyuhyun menyusul langkah istrinya dan dengan lembutnya Kyuhyun menelusupkan tangannya pada pinggul Shin-Hae, meraih tubuh istrinya menjadi lebih dekat dengannya lalu membisikan sesuatu ketelinga istrinya yang membuat Shin-Hae kembali melirik sinis kearahnya. “Yes, I am.”

******

Shin-Hae berpikir ini adalah Apartment yang sama seperti milik mereka di Busan, hanya memiliki ruang tengah yang cukup luas, ruang makan, dan tiga buah kamar tidur. Ternyata, apartment yang dimiliki suaminya lebih lebih mewah dari yang mereka miliki di Busan. Apartment ini selain memiliki tempat-tempat umum seperti yang disebutkan tadi juga memiliki arena fitnes tersendiri, bar mungil yang terlihat mencolok dengan botol-botol Wine yang tersampir diatas mejanya, dan juga sebuah ruangan yang dibatasi dengan kaca tembus pandang yang memperlihatkan sebuah piano besar berwarna putih beserta kursi kecil memanjang menghadap piano tersebut membuat Shin-Hae terkejut berapa harga dari Apartment dengan fasilitas lengkap seperti ini, Apartment miliknya saja sudah memiliki harga yang tinggi, bagaimana dengan Apartment dikota besar seperti ini.

“Kau pernah menempati Apartment ini ? Kapan ?” Tanya Shin-Hae tiba-tiba saat Kyuhyun sedang membereskan koper-koper yang mereka bawa. Kyuhyun menoleh kearah Shin-Hae yang ternyata tengah memandangi sebuah photo besar yang tergantung diatas TV LED yang terletak diruang tengah. Ah-Ra!!! Apakah dia lupa menurunkan photo itu.

Kyuhyun mencari sedikit alasan yang masuk akal untuk dikatakan pada Shin-Hae. Photo tersebut adalah sebuah photo yang diambil oleh Kyuhyun dan juga dua teman baiknya selama dia tinggal di Seoul. Kim Junho dan juga Yoon Jineun. Sial, dia melihat tubuh Shin-Hae seketika menegang saat mengamati photo tersebut yang ternyata kepala Jineun tengah bersandar didada Kyuhyun.

“Mereka adalah orang pertama yang aku kenal disini, menjadi akrab dengan tetangga tidak ada salahnya, bukan ?” Kyuhyun berusaha menyelipkan sebuah kekehan kecil namun tidak berarti apa-apa untuk Shin-Hae. Shin-Hae masih terdiam kaku disana, mengamati photo tersebut terus menerus hingga beberapa menit kedepannya.

Kyuhyun mendekat lalu memutar tubuh mungil istrinya agar menghadap kearahnya, gadis itu akhirnya tersenyum kearah Kyuhyun, walau Kyuhyun menangkap senyuman itu mengandung unsur kekecewaan, namun Kyuhyun tersenyum dalam hati, ternyata ini yang dinamakan sebuah kecemburuan, Kyuhyun akhirnya merasakannya, merasakan dicemburui, memiliki kesempatan untuk membantah tentang semua yang tidak benar.

“Tidak ada yang spesial ditempat ini. Busan memiliki semuanya, semua yang ku inginkan, semua yang ku butuhkan.” Kyuhyun mengelus pipi Shin-Hae lembut menggunakan ibu jarinya. Shin-Hae memejamkan matanya menikmati sentuhan itu, sentuhan ringan yang selalu berhasil membuatnya tehanyut.

Kyuhyun menundukkan kepalanya menyejajarkan posisi wajah mereka lalu mengincar bibir istrinya. Dengan lembut Kyuhyun menyentuhkan bibirnya pada bibir Shin-Hae, menikmati sengatan aneh yang tiba-tiba saja menyerang tubuhnya saat bibir mereka bersentuhan. Hal itu terus berlanjut, mengikat keduanya dalam kenikmatan yang menghanyutkan.

******

“Mereka sudah tiba,” Ujar seorang pria bertubuh cukup tinggi. Wajahnya menempel dijendela Apartmentnya sambil terus menyaksikan kedatangan Kyuhyun, sahabatnya dan juga istri barunya. Ya, Kyuhyun telah menikah. Siapa sangka, kepergiannya selama beberapa minggu ini dikejutkan dengan kabar menikahnya seorang Cho Kyuhyun yang kini tengah menyamar sebagai Cho Gyuhyoon.

Junho terduduk begitu saja disofa setelah menyaksikan adegan romantis yang dilakukan Kyuhyun bersama istrinya selama menuju apartmentnya. Junho masih belum bisa percaya jika seorang Cho Kyuhyun yang sama sekali tidak pernah terlihat bersama wanita manapun kecuali Yoon Jineun kini telah berstatus sebagai seorang suami.

Dengan ngeri Junho melirik kearah Jineun yang tengah menunduk menatap kakinya yang saling bertautan. Gadis itu terlihat murung, penuh dengan ekspresi terluka. Jineun, satu-satunya wanita yang memiliki hubungan paling dekat dengan Kyuhyun kini tengah meratapi nasibnya yang semakin tidak jelas. Demi Tuhan, Jineun mencintainya, mencintai Kyuhyun. Dan sepertinya Kyuhyun pun menaruh hati pada gadis ini, namun seketika harapan itu musnah bersamaan dengan kabar yang dibawakan Cho Ah-Ra bahwa Kyuhyun telah menikah dengan tunangan saudara kembarnya, Cho Gyuhyoon. Mereka –Junho,Jineun- telah mengetahui tentang kembarnya Kyuhyun dan Gyuhyoon dari mulut Kyuhyun sendiri setelah kedatangannya ke Seoul untuk pertama kalinya, namun siapa sangka bahwa takdir memutuskan untuk menjadikan Kyuhyun sebagai Gyuhyoon.

Junho dan Jineun sama-sama mengerti dengan alasan keluarga mereka menyembunyikan kematian Gyuhyoon. Di negri ini, siapapun orang itu, tidak perduli memiliki jabatan atau tidak, jika mereka telah melanggar peraturan yang dibuat akan dikenakan denda yang sangat besar dan juga namanya akan ter-black list dalam catatan negara walaupun pelaku telah meninggal sekalipun. Dan tentu saja, mereka akan kehilangan nama perusahaan mereka jika kabar kecelakaan tunggal itu tersebar. Terdengar egois memang, seperti lebih memilih kekuasaan dari pada anak. Tapi mereka tengah berada dalam posisi hampir mencapai puncak, mereka tidak bisa mengulang kembali dari awal, dan semua ini pun dilakukan demi Gyuhyoon. Gyuhyoon yang meminta sendiri pada Kyuhyun untuk menggantikannya.

Jineun kembali mengusap airmatanya dalam diam, berusaha terlihat tenang namun gagal, hatinya hancur. Pria yang disayanginya telah memiliki seorang istri. Jineun hampir saja membangun sebuah hubungan dengan Kyuhyun jika Kyuhyun bisa tinggal lebih lama lagi disini, Kyuhyun telah menunjukkan rasa yang sama pada Jineun sebelum dia pergi meninggalkan Seoul. Dan sekarang harapan itu benar-benar musnah ketika Ah-Ra yang sebelumnya pernah singgah ditempat ini kembali berkunjung dan membawa kabar. Kabar buruk untuk Jineun.

“Jadi, kami harus memanggilnya Gyuhyoon ? Terlalu asing dilidah ku.” Junho yang sedari tadi selalu berusaha mengucapkan nama Gyuhyoon dengan benar, terlihat menyerah lalu kembali memanggilnya dengan nama Kyuhyun. Ah-Ra yang masih berada diapartment Junho terus memberikan petuah bahwa Junho benar-benar dilarang menyebut nama Kyuhyun mulai detik ini.

Alih-alih menjawab perkataan Junho, Ah-Ra justru menoleh kearah Jineun yang masih menunduk. “Kau menangis, aku melihatnya. Jangan mengelak, katakan padaku kenapa.” Tanya Ah-Ra dengan nada yang terdengar sedikit marah namun tetap lembut secara bersamaan. Jineun menoleh berusaha memberikan sebuah senyuman, namun lagi-lagi terlihat gagal.

“Aku hanya menangisi seorang Cho Kyuhyun yang dulu mencintaiku.” Ucapan Jineun benar-benar membuat Ah-Ra terkejut, ‘Kyuhyun yang ‘dulu’ mencintaiku ?’ Apakah Ah-Ra tidak salah dengar ? Dari kata-katanya, tercermin bahwa Kyuhyun-lah yang menyukai gadis ini terlebih dahulu. Apakah itu benar ?

“Kyuhyun .. mencintaimu ?” Suara Ah-Ra sedikit tercekat saat mengucapkan kata ‘mencintaimu’. Benar-benar salah dengar, harus salah dengar. Tidak, selera adiknya bukan seperti Jineun. Oh, Tuhan, semoga wanita ini tidak akan menjadi penghancur hubungan Kyuhyun dan Shin-Hae.

“Aku belum bisa memastikan, tapi dia menunjukkan rasa seperti itu.” Jawab Jineun dengan penuh kepercayaan dirinya. Membuat Junho ingin sekali menyadarkan Jineun kembali kedunia nyata bahwa benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuknya bersama dengan Kyuhyun.

“Dia terbuka, terlalu terbuka denganku. Dia memperhatikanku, dia mengkhawatirkan ku,” Lanjut Jineun seperti sedang terbang kemasa lalunya, mengingat bagaimana Kyuhyun dimasa lalu, masa dimana Kyuhyun belum bertemu dengan Shin-Hae.

“Dia selalu seperti itu pada semua orang.” Bantah Ah-Ra mencoba tenang seperti sebelumnya, namun emosinya dibuat hampir meledak oleh kata-kata Jineun yang mengklaim seperti mengetahui Kyuhyun lebih dalam dibanding siapapun.

Jineun menunduk kembali mendengar Ah-Ra yang hampir lepas emosi. Dia melewati batas, dia tau dia salah. Tapi perasaanya sedang tidak bisa diajak berkompromi, dia sedang merasakan sakit. Dia ingin Kyuhyun, dia ingin memiliki Kyuhyun.

“Maaf.” Ujar Jineun akhirnya. Ah-Ra yang mendengar permintaan maaf Jineun segera menghembuskan napasnya kesal.

“Ku harap kalian bisa membantu Kyuhyun. Hanya cukup dengan memanggilnya Gyuhyoon, selebihnya kalian boleh bersikap seperti biasa. Aku pergi.” Ah-Ra meninggalkan Jineun dan juga Junho dengan kesal. Junho menghampiri Jineun yang masih menunduk sedari tadi. Dia mengerti bagaimana perasaan Jineun, dia tau gadis ini mencintai Kyuhyun, bahkan sebelum gadis itu mengatakan padanya, Junho mengetahui Jineun mencintai Kyuhyun. Dan Jineun benar-benar mengabaikannya, mengabaikan perasaan Junho yang sebenarnya mencintai Jineun.

******

Kencan pertamanya. Kyuhyun bersama Shin-Hae mengunjungi Lotte World yang berada di Seoul. Mereka memang berniat menghabiskan waktu di Seoul dengan bersenang-senang tanpa memikirkan apapun. Ini Honeymoon mereka, jadi mereka menginginkan waktu mereka benar-benar habis dengan berdua saja.

Kyuhyun mati-matian membujuk Shin-Hae agar mau ikut dengannya ketempat hiburan paling ternama yang dimiliki Korea. Dia selalu menolak dengan menyelipkan alasan phobianya. Ya, dia phobia ketinggian, itulah yang ku ketahui baru-baru ini setelah Kyuhyun mencari tau kelemahan yang dimiliki istrinya. Dan ini adalah kesempatan Kyuhyun untuk membuatnya ketakutan setengah mati. Kyuhyun menunjuk sebuah wahana permainan yang membuat wajah Shin-Hae memucat seketika.

seoul-lotte-world_2503_600x4501.jpg

“NEO MICHYEOSEO ?! ANDWAE!” Teriak Shin-Hae sambil melangkah jauh dari Kyuhyun, membuang rasa gengsi nya jauh-jauh dia mulai berlari meninggalkan Kyuhyun sejauh-jauhnya namun pria itu berhasil menangkapnya.

Lotte World hari ni milik mereka, tempat ini sepi tanpa pengunjung satupun. Tempat ini telah di sewa oleh Kyuhyun seharian penuh dengan menggunakan nama perusahaannya yang tentu saja dilayani dengan baik oleh sang pemilik. Lotte World tutup selama satu hari dan mungkin akan mengakibatkan kerugian ratusan juta dollar jika diperhitungkan. Namun sangat sebanding dengan apa yang akan mereka terima dari Kyuhyun. Kyuhyun akna membayarnya dengan lebih, mungkin melebihi omset mereka selama satu tahun penuh. Ya, itulah Kyuhyun, pemusik yang telah beralih menjadi penguasa dunia.

“Hanya 2 menit, mereka akan memutarnya hanya 2 menit. Ayolah, sekali saja.” Kyuhyun mencoba memasang wajah memohon, namun gagal karna ekspresi gelinya lebih dominan. Shin-Hae masih terus meronta saat tubuhnya didekap oleh Kyuhyun, namun dia benar-benar tidak bisa berkutik saat Kyuhyun mengangkat tubuhnya dan membawa Shin-Hae kearah wahana mengerikan itu.

“Aku bersumpah tidak akan pernah menginjakkan kaki ku lagi ditempat ini! Sialan, lepaskan aku!” Shin-Hae masih terus meronta namun Kyuhyun terlalu sadis untuk didebat, dia terus melangkahkan kakinya menuju wahana tersebut.

Shin-Hae diturunkan begitu telah sampai ditempat tujuan. Kakinya bergetar hebat saat benar-benar telah menapak diwahana itu. Shin-Hae masih tidak bisa mempercayai bagaimana jadinya dia jika berada diatas ketinggian 10 ribu kaki seperti yang dikatakan orang-orang. Apakah dia akan mati ? Phobia! Dia phobia ketinggian, apa Kyuhyun lupa soal itu ?

“Aku phobia ketinggian, tolong biarkan aku bebas dari kematian. Hey, kau mau membunuh istrimu ya ?!” Shin-Hae masih terus memegangi lengan Kyuhyun erat, takut jika pria itu meninggalkannya sendirian. Kyuhyun tidak mendengar apa yang baru saja dibicarakan Shin-Hae karna bertepatan dengan bicaranya Kyuhyun pada operator yang menjalankan wahana tersebut.

“Kita naik sekarang.” Kyuhyun kembali menyeret Shin-Hae hingga gadis itu duduk diam ditempat duduknya. Shin-Hae mengerutkan bibirnya kesal saat Kyuhyun benar-benar mengabaikan permintaannya. Dia bersumpah akan membalas Kyuhyun setelah ini.

Perlahan tempat yang diduduki Shin-Hae dan juga Kyuhyun beranjak naik, hanya sebatas naik, belum memutar. Shin-Hae memejamkan matanya saat rasa panik mulai menyerang jantungnya. Dia berusaha mengatur napasnya sebisanya agar dia tidak kehilangan oksigen. Gadis itu tidak bercanda dengan phobianya. Jika wahana ini kembali naik lebih tinggi lagi, mungkin dia akan kehilangan kesadarannya. Namun apa yang diperkirakan Shin-Hae tidak terjadi. Wahana itu berhenti diketinggian yang masih bisa ditoleransi oleh Shin-Hae. Secara perlahan Shin-Hae membuka matanya, mencoba melihat seberapa ketinggian yang diberikan oleh wahana ini, mencoba memastikan bahwa phobianya tidak akan datang jika hanya seperti ini. Alih-alih memperhatikan ketinggian, Shin-Hae menoleh saat Kyuhyun melantunkan sebuah nyanyian yang cukup indah. Oh sial, pria ini berniat memberikan kejutan rupanya.

Kyuhyun telah melepas sabuk pengamannya dan berlutut disamping Shin-Hae dengan gitarnya.

I like your smile

I like your vibe

I like your style

But that’s not why I love you

 

And I, I like the way

You’re such a star

But that’s not why I love you

 

Hey, do you feel, do you feel me?

Do you feel what I feel too?

Do you need, do you need me?

 Do you need me?

 

You’re so beautiful

But that’s not why I love you

I’m not sure you know

That the reason I love you

 

Is you

being you

just you

Yeah, the reason I love you

Is all that we’ve been through

And that’s why I love you

 

I like the way

you misbehave

When we get wasted

But that’s not why I love you

 

And how you keep your cool

When I am complicated

But that’s not why I love you

 

Hey, do you feel, do you feel me?

Do you feel what I feel too?

Do you need, do you need me?

Do you need me?

 

You’re so beautiful

But that’s not why I love you

And I’m not sure you know

That the reason I love you

 

Is you

being you

just you

Yeah, the reason I love you

Is all that we’ve been through

And that’s why I love you

 

Even though we didn’t make it through

I am always here for you, you

 

You’re so beautiful

But that’s not why I love you

I’m not sure you know

That the reason I love you

 

Is you

being you

just you

Yeah, the reason I love you

Is all that we’ve been through

And that’s why I love you

 

That’s why I love you

That’s why I love you

Shin-Hae tertawa sejadi-jadinya saat lagu itu usai dilantunkan. Kyuhyun yang masih berlutut dengan kemeja dan rambut yang cukup berantakan akibat angin cukup kencang menerpa ikut tertawa melihat istrinya menertawakannya cukup geli. Pria itu menjalankan jarinya menelusup kearah belakang kepala Shin-Hae dan mendekatkannya kearah wajah Kyuhyun lalu dengan lembut dikecupnya bibir wanita itu. Disela-sela kecupannya, Kyuhyun mengucapkan “Aku mencintaimu.”

Kyuhyun kembali melumat bibir istrinya tanpa perduli dengan rintik hujan yang perlahan turun menghujam bumi tanpa ampun. Mereka masih menikmati kebersamaan mereka diatas sana, menikmati indahnya cinta yang melambung tinggi dan juga kebahagiaan mereka dengan cara menertawakan hal-hal yang tidak penting lalu berakhir dengan sebuah kemesraan yang berarti.

“Kupikir kau benar-benar ingin membuatku mati dengan mengajakku ketempat setinggi ini.” Ucap Shin-Hae setelah mereka saling melepaskan ciuman itu. Kyuhyun tersenyum hampir tertawa sambil terus menghapus rintikan air hujan yang membasahi wajah gadis itu.

“Lalu setelah kau mati, apa yang kau pikir akan ku lakukan ?” Tanya Kyuhyun bersungguh-sungguh kali ini. Membuat Shin-Hae memutar matanya mencoba menemukan sebuah alasan logis mengapa seorang pria menginginkan wanitanya mati setelah beberapa hari pernikahannya.

“Mencari wanita lain, mungkin ?” Setidaknya itu yang didapatkan Shin-Hae untuk mencoba mendebat Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Shin-Hae.

“Serendah itu ya tentangku diotakmu, cih.” Cibir Kyuhyun kesal.

“Memangnya apa lagi yang akan kau lakukan selain mencari wanita lain ? Mencoba setia ? Sejenismu diciptakan memang untuk menduakan.” Bantah Shin-Hae sama kesalnya dengan Kyuhyun.

“Baiklah jika memang itu deskripsi tentang pria diotakmu. Tapi aku tidak termasuk dalam golongan itu,” Kyuhyun kembali duduk ditempat duduknya, tepat disebelah Shin-Hae. Dengan lembut Kyuhyun menautkan jari-jarinya pada jari tangan Shin-Hae dan menggenggamnya lembut. “Jika kau mati, memangnya masih ada kehidupan ? Ku kira itu sebuah kiamat. Karna sekarang aku hidup didalam dirimu, kau duniaku. Jika dunia runtuh, memangnya manusia masih bisa hidup ? Mati bersamamu sepertinya terdengar lebih nikmat daripada mencari penggantimu.” Ujar Kyuhyun sambil terus mengeratkan pegangan tangannya pada lengan Shin-Hae.

Diam-diam Shin-Hae tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun. Dia adalah dunia pria itu, suaminya. Seperti inikah Gyuhyoon yang dikenalnya ? Sejak kapan dia menjadi se-romantis ini. Dulu dia bahkan tidak memiliki waktu sama sekali untuk menghabiskan waktunya berdua saja dengan Shin-Hae. Terlalu mencintai pekerjaannya hingga melupakan tunangannya. Namun sejak status itu berubah menjadi sepasang suami istri, hubungan mereka pun perlahan ikut berubah.

“Dan permainan dimulai.” Teriak Kyuhyun yang disambut dengan bergeraknya kembali wahana tersebut. Membuat Shin-Hae ikut berteriak karna terkejut, benda itu membuat tubuhnya berputar dengan kecepatan menakjubkan.

******

Mereka kembali ke apartment hampir tengah malam, menikmati beberapa wahana yang tentu saja tidak memiliki ketinggian berlebih lagi dan juga menikmati makan malam yang mereka nikmati di Lotte Hotel. Hari yang benar-benar hanya mereka berdua saja.

Kyuhyun kembali menggendong Shin-Hae ke Apartmentnya setelah gadis itu tertidur pulas sejak perjalanan pulang tadi. Dengan perlahan Kyuhyun membaringkan tubuh mungil istrinya ditempat tidur, tanpa lupa melepas cardigan, sepatu, dan juga tas yang dipakai istrinya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu hingga batas dagu.

Dalam diam Kyuhyun mengamati wajah istrinya, menikmati pemandangan paling indah yang pernah dilihatnya. Wajah polos tanpa make up sedang tertidur pulas seperti jelmaan malaikat. Ingin sekali dia meneriakkan namanya sekencang mungkin dihadapan Shin-Hae, lalu menyuruh gadis itu menggumamkan namanya sekali lagi saja.

Kyuhyun secara perlahan telah menanamkan sifat aslinya didalam otak Shin-Hae. Mencoba mendoktrin pikiran gadis itu hanya dengan Cho Kyuhyun saja, menggantikan posisi Gyuhyoon didalam sana. Dan akan ada saatnya juga Kyuhyun membuat Shin-Hae menghapus segala tentang Gyuhyoon dari dalam hatinya dan digantikan oleh Kyuhyun. Akan ada saatnya nanti.

Kyuhyun beranjak dari tempat tidur berniat menuju kamar mandi namun sebuah ketukan pelan dipintu apartmentnya membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Tamu ? Semalam ini ?

Dengan enggan Kyuhyun mendekati Intercom dan melihat siapa yang berada diluar. Sedikit terkejut melihat Jineun lah yang berada dibalik pintunya. Astaga, Kyuhyun lupa dengan teman-temannya yang berada di Seoul.

Setelah menekan tombol, kunci otomatis terbuka, membuat Jineun dengan leluasa memasuki apartment Kyuhyun. Dia tersenyum setelah mendapati Kyuhyun berada dihadapannya.

“Hai,” Ucap Jineun dengan salah tingkah. “Kau sudah kembali kesini ?” Lanjutnya.

Kyuhyun mengingat kejadian tadi siang dimana Shin-Hae menemukan photo Jineun, Junho dan juga dirinya diruang tengah. Melihat pose yang diberikan Jineun, Shin-Hae menjadi tegang, menandakan ketidaksukaannya terhadap Jineun. Dan sekarang gadis itu ada disini, bagaimana jika Shin-Hae melihatnya ?

Dengan tergesa-gesa Kyuhyun menarik Jineun keluar dari apartmentnya menuju apartment Junho yang memang hanya berjarak beberapa pintu dari apartmentnya, dan untungnya Junho masih terjaga, jadi dia bisa menjadikan tempat itu sebagai tempatnya bercerita.

“Eo ? Kyu ..” Merasa salah menyebutkan nama, Junho menutup mulutnya dengan tangannya lalu meralat perkataannya barusan. “Gyuhyoon-ah, kau datang.” Junho melompat kedalam pelukan Kyuhyun yang diterima Kyuhyun dengan tawa.

“Ku dengar kau menikah, bung.” Ujar Junho setelah reuni mereka berakhir. Kyuhyun mengangguk sopan pada Junho dan melirik kearah Jineun. Dia tau gadis itu menaruh perasaan pada Kyuhyun, tapi yang dirasakan Kyuhyun selama ini hanyalah rasa sayang terhadap adik perempuannya sendiri. Namun Jineun salah tangkap pada apa yang dia maksud. Jineun mengira dia Kyuhyun juga mencintainya.

“Ya, aku menikah.” Kyuhyun menjawabnya dengan pelan, sekali lagi melirik kearah Jineun yang tengah menundukkan wajahnya, dia tau Jineun terluka, tapi Kyuhyun benar-benar tidak memiliki perasaan apapun pada gadis itu.

Junho menarik Kyuhyun menjauh dari Jineun agar Jineun tidak mendengar apapun yang akan dibicarakan Junho pada Kyuhyun.

“Dia selalu murung setelah bertemu dengan Noona mu yang mengatakan kau telah menikah.” Junho berbisik pada Kyuhyun berharap semoga Jineun tidak mendengar apapun dari sana. Kyuhyun menghembuskan napasnya lelah lalu berkata, “Aku mencintai istriku.” Ujar Kyuhyun mantap, Junho yang mendengarnya seketika membatu mendengar pernyataan Kyuhyun. “Kau bahkan baru mengenal wanita itu, bung. Hargai Jineun sedikit. Kau tidak akan selamanya menjadi Gyuhyoon, kan ?” Junho sedikit meninggikan nada suaranya namun tetap terdengar seperti bisikan. “Aku mencintai istriku, aku tidak akan pernah kembali menjadi Kyuhyun, aku akan menjadi Gyuhyoon yang istriku kenal.”

Kyuhyun kembali melirik gadis yang sedang mereka bicarakan. Gadis mungil dengan tampilan polosnya masih menunduk menunggu teguran dari Kyuhyun, gadis itu mulai memainkan ujung gaunnya dengan resah.

“Kau gila ? Jineun mencintaimu, dan kau juga menunjukkan rasa yang sama seperti dia.” Junho hampir lepas emosi, namun bisa ditanggalkannya dengan baik. Alih-alih menjawab, Kyuhyun justru meninggalkan Junho, pria itu menghampiri Jineun yang kini telah mengangkat kepalanya dan mentapa wajah Kyuhyun dengan senyuman.

“Aku telah menikah, dan aku mencintai istriku.” Ujar Kyuhyun tak perduli dengan perasaan Jineun, membuat Junho mencengkram bahu Kyuhyun sekuatnya membuat pria itu menyadari betapa sakitnya perasaan Jineun saat ini.

Alih-alih menangis, Jineun justru memberikan senyumnya untuk Kyuhyun.

“Aku mengerti,” Ucap Jineun lembut. “Selamat untuk pernikahanmu, oppa.” Lanjutnya masih dengan senyuman tercetak dibibirnya. Kyuhyun semakin merasa bersalah pada gadis ini, demi Tuhan, dia wanita yang sangat baik yang pernah Kyuhyun kenal. Namun sebuah pemikiran tentang sifat yang baik tidak harus menyukai kan ?

Junho memutar bahu Kyuhyun agar menghadap kearahnya, Junho menatapnya garang lalu memberikan isyarat menyuruh Kyuhyun untuk kembali ke apartmentnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Kyuhyun meninggalkan Junho dan juga Jineun yang masih membatu ditempat semula.

Setelah Kyuhyun benar-benar hilang dari apartment Junho, Jineun mulai menitihkan airmatanya yang tak terbendung lagi, gadis itu terus mengeluarkannya tanpa perduli dengan Junho yang masih berada dihadapannya. Menyiksa dadanya yang terasa semakin sesak karna isakan tangisnya yang semakin menguat.

Junho mengepal tangannya kuat-kuat berjanji dalam hati akan membantu Jineun mendapatkan Kyuhyunnya kembali. Ya, dia akan melakukan itu karna dia mencintai Jineun. Jika Jineun bahagia, itu sudah cukup untuknya.

TBC

 

*Kalo ada yang nemu nama ‘Hyemi’ di FF ini, itu typo yah -.-*

 

Nah kan, makin gajelas aja ceritanya.

Otak saya lagi error, jadi ngetik FF pun ngasal, entah kemana alur ceritanya

Berhubung kemarin pada minta TRIY yang dilanjutin duluan, jadi ya saya ngetik FF ini dulu

DBY nyusul yah ._.v

Jujur aja itu FF gatau mau diapain lagi ceritanya

Yang udah ditulis duluan malah The Police -.-

Okeh, sekian ya cakap-cakapnya, ini saya kenalin dulu sama Junho+Jineun.

******

 New Cast :

Name  : Kim Junho

Born    : 26 April 1988

Height : 176

 

Name  : Yoon Jineun

Born    : 29 March 1992

Height : 163

 Kim Junho

hoon33

Yoon Jineun

do_hwe_ji_20110513_1072033906

Advertisements