nan neomu miwo

 

SUPER JUNIOR, SUPER JUNIOR, SUPER JUNIOR!!!

 

Teriakan histeris ratusan ribu orang menggema didalam Stadium Olympic, Seoul. Lapangan tersebut dengan seketika berubah menjadi warna Sapphire Blue. Mereka (para Fans) bahkan kompak menggunakan T-Shirt dengan corak dan warna yang sama.

Mereka berlomba-lomba meneriakan nama penyanyi idola mereka masing-masing dengan suara paling dahsyat yang mereka miliki seakan-akan idola mereka akan mendengar murni suaranya jika dia berteriak lebih kencang lagi.

 

Mereka melambaikan Banner dengan bertuliskan WE LOVE SUPER JUNIOR dalam ukuran paling besar. Membuat seakan-akan mereka adalah lautan dan banner itu seperti ombak yang berada diatasnya. Membuat siapapun yang melihatnya akan berdecak kagum dengan hasilnya.

 

Ada beberapa wanita yang terlihat berteriak histeris seakan kerasukan makhluk halus, ada yang dengan sadisnya meneriaki sang empunya acara karna acara tak kunjung mulai, dan juga ada yang terlihat menangis tersedu-sedu sambil meneriaki bangga nama idolanya. Separah itulah reaksi mereka jika telah menyangkut nama SUPER JUNIOR.

 

Dengan bangga Super Junior memberikan mereka nama dengan sebuah nama EVERLASTING FRIENDS.

 

******

 

Shin-Hae menutup telinga kuat-kuat saat dia telah berada di Festival Class dan bergabung dengan para fans Super Junior yang jumlahnya mengalahi jumlah penonton pertandingan piala dunia sepak bola sekalipun. Dengan amat sangat terpaksa Shin-Hae melepas telinganya saat seseorang tiba-tiba saja mendorong tubuhnya kedepan untuk melindungi kamera yang berada dalam kalungannya.

 

“Sial!” Geram Shin-Hae pada wanita dengan aksesoris paling lengkap dengan label Super Junior. Shin-Hae menatap wanita itu jijik, sebegitu fanatiknya wanita itu terhadap sekumpulan pria berwajah ‘paling manis’ yang bernama Super Junior. Oh, Shin-Hae membuat gerakan ingin muntah saat tiba-tiba saja terlintas kata ‘paling manis’ didalam pikirannya.

 

Well, inilah dia, seorang wanita dengan rasa benci paling kuat terhadap Super Junior tetapi menjadi stalker Super Junior. Bisakah disebut stalker karna dia dibayar untuk hal itu? Ya. Ini adalah pekerjaannya. Menjadi seseorang yang merekam seluruh hasil konser ini lalu akan dijual kepada media.

 

Wanita ini bekerja pada salah satu Fansite terbesar milik Super Junior. Dia menolak sebenarnya saat ditawari pekerjaan ini pada pertama kalinya, namun, setelah sang empunya Fansite mengumbar berapa jumlah uang yang akan dia dapat ketika dia berhasil merekam seluruh acara konser membuatnya melupakan fakta bahwa dia membenci Super Junior setengah mati. Hampir menyentuh angka jutaan won sekali rekaman. Siapa yang tidak tertarik?

 

Yang menjadi masalah hanyalah, dia sangat membenci siapa yang akan dia rekam. Itu berarti dia harus memperhatikan dengan baik setiap gerakan boyband itu, apa yang sedang mereka lakukan, dan apa yang sedang mereka perbincangkan. Mungkin ini menggelikan, tapi justru dialah yang paling mengerti tentang Super Junior dibanding dengan fans fanatiknya sendiri.

 

Gadis ini tidak pernah jauh dari Super Junior. Dimanapun boyband itu berada, disitu jugalah Shin-Hae berada. Sebenarnya pekerjaan ini tidak terlalu sulit untuknya. Mengingat dia hanya duduk dikursi miliknya, lalu mengarahkan kamera pada panggung dan merekam. Hanya sesederhana itu, namun memiliki hasil yang cukup mencengangkan.

 

Dan dia menjadi lebih mengerti tentang Super Junior, itu adalah satu-satunya hal yang sangat disesalinya menerima pekerjaan ini. Dia sangat membenci Super Junior, entah karna alasan apa, Shin-Hae sendiri pun tidak mengerti, tiba-tiba saja hatinya menginstruksi untuk tidak menyukai kumpulan pria itu.

 

Dan kini dia mengerti kenapa dia terlalu membenci Super Junior. Karena salah satu member dari boyband itu selalu membuatnya muak. Namanya jika dia tidak salah ingat adalah Cho Kyuhyun. Pria itu selalu berlagak sok manis namun tetap dengan tatapan matanya yang dingin. Seperti memiliki dua kepribadian yang berbeda. Dan entah kenapa justru disekitarnya saat ini lebih banyak yang membawa hand banner bertuliskan nama pria itu. Apakah para wanita bodoh ini tidak menyadari betapa bengisnya pria itu?

 

Saat pikirannya melayang pada hal-hal yang dibencinya saat dia harus merekam kegiatan Super Junior, Shin-Hae dialihkan oleh ponselnya yang tiba-tiba saja bergetar. Dengan susah payah dia mengeluarkan benda elektronik kecil itu dari saku celananya dalam posisi sedang berdesak-desakan seperti saat ini.

 

“yeobseo” Shin-Hae menempelkan ponsel diantara telinga dan bahunya. Dia lebih memilih melindungi kamera kesayangannya dari orang-orang yang dengan seenaknya saja mendorongnya kedepan hanya untuk mendapati posisi yang lebih dekat dari stage.

 

“kau dimana? sudah tiba disana?” Ujar Minyeong sahabatnya. Sahabatnya? benarkah gadis busuk ini bisa disebut sebagai sahabat? dia menjadikan Shin-Hae sebagai ‘sahabat’ hanya karna mengetahui pekerjaan Shin-Hae sebagai salah satu orang dalam dari Fansite terbesar Super Junior. Wanita gila ini adalah fans Super Junior, lebih tepatnya fans seorang Cho Kyuhyun.

 

“sudah, waeyo? kau mengkhawatirkanku?” Shin-Hae kembali menatap seorang gadis remaja dengan tatapan bengisnya karna gadis itu selalu mendorong tubuh Shin-Hae hingga terkena kamera kesayangannya.

 

“aku lebih baik mengkhawatirkan kamera mu yang sepertinya akan remuk sebentar lagi karna wanita paling sialan yang berada disebelahmu. Aku benar kan?” Shin-Hae menangkap suara kekehan milik Minyeong yang sepertinya sedang mengejeknya habis-habisan. Sialan!

 

“kalau kau menelponku hanya untuk menertawakanku, lebih baik aku tutup telpon sialan ini dan aku akan menghabiskan waktu menunggu dimulainya acara dengan menjambak habis rambut wanita yang berada disampingku karna dia berkali-kali hampir merusak kameraku” desis Shin-Hae pada Minyeong yang dibalas dengan tawa puas.

 

Shin-Hae terkesiap saat tiba-tiba lighting diredupkan dan pencahayaan diatas stage mulai dinyalakan. Dengan sigap dia mulai menghidupkan kameranya.

 

“hey acara akan dimulai, aku tutup” belum sempat Shin-Hae menjauhkan ponselnya, Minyeong berteriak dari sebrang sana.

 

“sampaikan salamku pada Cho Kyuhyun-ku yang tampan!”

 

“Cho Kyuhyun-mu sialan!” setelah mengucapkan kata-kata tersebut, dengan cepat Shin-Hae menutup telponnya sebelum dihabisi Minyeong dengan kata-kata mengerikan miliknya. Dia memang se-sensitif itu jika sudah menyangkut masalah Cho Kyuhyun.

 

Shin-Hae masih mengingat dengan baik bagaimana murka nya Minyeong saat Kyuhyun sempat digosipkan berdekatan dengan beberapa wanita yang memang berasal dari kalangan yang sama dengan Kyuhyun. Wanita itu tampak menakutkan dengan raut wajah marahnya saat da menuliskan umpatan-umpatan keji pada Weibo nya yang dikirimkan pada Lou Yi Xiao dan pada UFO nya kepada salah satu penyanyi wanita yang berasal dari managemen yang sama dengan Super Junior.

 

Terkadang Shin-Hae percaya kalau Minyeong hanyalah sebagian kecil dari wanita pemuja lelaki yang disebut-sebut sebagai ‘Superman’ itu yang memiliki sifat paling mengerikan. Tiba-tiba saja Shin-Hae merasa bergidik. Dan demi Tuhan, Minyeong telah berusia 23 tahun, dan dia masih memuja Cho Kyuhyun seakan dia berumur 18 tahun. Benar-benar wanita gila.

 

Sekali lagi Shin-Hae merasa ponselnya bergetar. Membuatnya sekali lagi tidak focus pada kameranya padahal acara telah dimulai beberapa menit yang lalu.

 

“yeobseyo” suara Shin-Hae sedikit meninggi saat salah satu Admin termasuk pendiri Fansite menelponnya agar suara gadis itu tidak terkalahkan oleh suara bising teriakan histeris dari seluruh fans saat idolenya muncul diatas stage.

 

“Shin-Hae~ssi. Hari ini Jin-Ah tidak bisa datang, bisa kau menggantikannya untuk merekam Kyuhyun Focus? kami akan mengalihkan pekerjaan mu pada Youngmin”

 

Shin-Hae tidak bisa berkata apapun. Bisakah dia mengatakan ‘aku tidak mau, aku terlalu membenci pria itu, dan aku sangat tidak ingin bertemu pria itu setelah acara selesai nanti. Kau bisa tidak membayarku untuk hari ini asalkan aku tidak berhubungan dengan pria bernama Cho Kyuhyun’.

 

“baiklah” ucap Shin-Hae lesu dan mengurungkan niatnya untuk mengatakan kata-kata yang telah dirancangkan dalam hati. Telpon ditutup begitu saja dan Shin-Hae menjatuhkan lengannya lemas kesamping tubuhnya.

 

******

 

Acara telah selesai setengah jam yang lalu, dan kini saatnya gadis itu menuju sebuah ruangan dimana para member berkumpul disana membersihkan diri dari peluh-peluh keringat mereka setelah beraksi diatas stage hampir 4 jam lamanya.

 

Inilah yang Shin-Hae benci. Dia harus menemui Super Junior untuk menunjukkan hasil rekamannya agar bisa disetujui untuk dipublish atau tidak. Dia menyesali kenapa dia harus menjawab ya saat ketua dari fansite ini menyuruhnya mengambil pekerjaan Jin-Ah, jadi dia harus benar-benar berhadapan dengan Cho Kyuhyun untuk menunjukkan hasil rekamannya. Oh, dia berharap Jin-Ah bisa menggantikannya saat bertemu dengan Kyuhyun.

 

Shin-Hae menunggu dibelakang Youngmin ketika gadis itu mengetuk pintu ruangan make up yang bertuliskan Super Junior Room. Setelah mendapat izin masuk, keduanya melangkah dan mulai mencari orang-orang yang dia butuhkan.

 

Youngmin menghampiri seluruh member Super Junior kecuali Kyuhyun, karna Kyuhyun adalah bagiannya, lagi pula pria itu memang tidak sedang berkumpul dengan rekannya, jadi Shin-Hae bisa dengan mudah menemuinya yang sedang sibuk dengan handphonenya.

 

“Cho Kyuhyun-ssi, ini duplicat rekaman tadi.” Shin-Hae menyodorkan sebuah memory kearah Kyuhyun namun tidak ada reaksi dari pria itu, pria itu terus mengetikkan sesuatu dilayar handphonenya dan tidak menganggap kehadiran Shin-Hae disampingnya.

 

Dengan kesabaran penuh, Shin-Hae mengulang kata-katanya, berharap kali ini pria itu menoleh dan mengambil memory itu agar Shin-Hae bisa dengan cepat kembali kerumah.

 

“Cho Kyuhyun-ssi, ini duplicat rekaman tadi.”

 

Tidak ada reaksi. Ini benar-benar menyebalkan. Pria itu masih saja sibuk dengan benda elektronik yang berada dalam genggamannya, membuat Shin-Hae geram setengah mati dengan tingkahnya yang kurang ajar dan sama sekali tidak tau sopan santun. Jadi jangan salahkan Shin-Hae jika saat ini gadis itu merebut ponsel Kyuhyun lalu melemparnya begitu saja keatas meja rias yang berada dihadapan Kyuhyun hingga menimbulkan suara yang cukup bising dan itu berhasil mengalihkan pandangan Kyuhyun serta member Super Junior lainnya kearah Shin-Hae.

 

“Apa-apaan kau!” Teriak Kyuhyun tidak terima tentu saja dengan apa yang baru saja dilakukan gadis yang sama sekali tidak Kyuhyun kenal, dan dipertemuan pertama kali mereka, gadis itu telah membuat kesan buruk pada Kyuhyun.

 

“Aku telah mengulang perkataanku hingga dua kali, dan kau masih mengabaikanku karna benda brengsek itu.” Suara gadis itu tak kalah tingginya dengan intonasi nada yang digunakan Kyuhyun untuk membentak Shin-Hae barusan. Dan itu berhasil membuat Kyuhyun melongo parah akibat bentakan balik yang diberikan lawan bicaranya. Ini adalah kali pertama dia mendapat perlakuan kasar dari orang lain.

 

“Aku hanya ingin kau menerima benda ini agar aku bisa pergi secepatnya dari sini.” Lanjut Shin-Hae sambil menyodorkan benda kecil yang dipegangnya sedari tadi. Tanpa memberi kesempatan untuk Kyuhyun berbicara, gadis itu kembali berucap. “Jangan merasa kau menjadi dewa hanya karna kau dikelilingi para fans yang sama sekali tidak ada bagus-bagusnya itu.” Bentak Shin-Hae sebelum dia berhasil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tempat Super Junior itu berada.

 

Kyuhyun masih belum bisa mencerna dengan baik apa yang baru saja dialaminya. Jeda begitu panjang setelah akhirnya dia menyadari benda apa yang berada dalam genggamannya kini, dan juga bentakan demi bentakan yang keluar secara polosnya dari bibir seorang gadis yang sama sekali tidak dikenal Kyuhyun.

 

Setelah kesadarannya kembali sepenuhnya, dengan gerakan cepat Kyuhyun menoleh kebelakang tepatnya ke tempat pintu berada dan berteriak, “SIAPA GADIS ITU?!” Hingga membuat seluruh member menahan napas mendengar suara teriakan Kyuhyun yang menggema diseluruh ruangan.

 

******

 

“YAK KIM SHIN-HAE!” Suara paling bising milik Jin-Ah menghampiri gendang telinga Shin-Hae disaat gadis itu sedang tertidur dengan damai. Gadis itu terlalu sering mendengar teriakan Jin-Ah yang mengancam pendengarnya menjadi tuli, jadi dia hanya menggerakkan tubuhnya sedikit sebagai isyarat bahwa dia mengetahui keberadaan Jin-Ah didekatnya.

 

“Apa yang kau lakukan hingga manager Super Junior memanggilku kembali kesana dengan alasan keributan.” Jin-Ah melanjutkan pembicaraannya walaupun Shin-Hae masih memejamkan matanya dan berlindung dibalik selimut yang menutupi tubuhnya hingga batas dagu.

 

Tentu saja Jin-Ah geram dengan tingkah Shin-Hae yang seolah-olah tidak ada kejadian apapun yang mengancam pekerjaannya, jadi dengan sadisnya Jin-Ah menarik selimut yang digunakan Shin-Hae dan berhasil membuat gadis itu mengerang hebat akibat hantaran dingin yang mulai menusuk tubuh mungilnya. Jadi, mau tak mau Shin-Hae membuka matanya secara perlahan dengan kesal.

 

“Apa?” Tanya Shin-Hae dengan sebal setelah matanya berhasil menemukan Jin-Ah yang sedang beridiri dihadapannya dengan tangan yang melipat didepan dada dan juga ekspresi marah di wajah Jin-Ah yang membuat Shin-Hae risih.

 

“Apa? Seharusnya aku yang mengatakan itu! Apa yang kau lakukan dengan Super Junior?” Suara Jin-Ah ketika marah sama sekali tidak seperti ini, jadi Shin-Hae bisa memastikan bahwa gadis itu mentolerir rasa marahnya habis-habisan hanya demi jawaban dari mulut Shin-Hae. Apakah masalah yang dia buat sangat kacau? Hingga Jin-Ah sendiri yang terkenal dengan rasa sabarnya yang melewati batas bisa semarah ini. Cho Kyuhyun brengsek! Dia memang pria paling pembuat sakit kepala yang pernah tercipta didunia!

 

“Oh, Cho Kyuhyun.” Ujar Shin-Hae pura-pura tolol. “Salahkan saja dia. Dia mengabaikanku hingga dua kali, aku hanya melempar ponselnya, tidak lebih dari itu.” Aku Shin-Hae pada Jin-Ah yang kini tengah menutup matanya frustasi mendengar penjelasan dari Shin-Hae. Benar-benar tidak seperti gadis biasa.

 

“Dengar,” Ujar Jin-Ah sambil memegangi keningnya yang terasa berdenyut seketika setelah mendengar pemaparan dari Shin-Hae mengenai kejadian yang sebenarnya. “Aku tidak ingin nama Fansite kita menjadi tercoreng hanya karna ulahmu. Kau harus minta maaf! Sekarang ikut aku.” Tanpa ingin dibantah sama sekali, Jin-Ah segera menarik tangan Shin-Hae hingga berdiri lalu menyeretnya keluar kamar.

 

Jin-Ah tidak main-main dengan ucapannya, Shin-Hae harus mempertanggung jawabkan atas akibat dari ulah yang dia ciptakan, dan gadis itu kini benar-benar berada dihadapan Kyuhyun dan juga rekan-rekannya –member Super Junior.

 

Kyuhyun menatap intens kearah Shin-Hae yang terlihat jauh lebih santai dari apa yang Kyuhyun perkirakan. Gadis ini apa lupa sedang berhadapan dengan siapa dia sekarang? Dia hanya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tanpa terlihat perduli sama sekali, seperti sedang tidak memiliki masalah, jadi Kyuhyun menggebrak meja untuk meraih perhatian gadis itu dan cara Kyuhyun berhasil.

 

“Lihat,” Ujar Kyuhyun membuka pembicaraan diantara keduanya. Jin-Ah dengan ngeri memandang layar handphone milik Kyuhyun yang kini memiliki sebuah garis yang menandakan layar ponsel tersebut retak dan dalam kondisi yang mengenaskan. Lalu pandangan Jin-Ah kini beralih pada Shin-Hae yang sialannya terlihat sangat tenang. Jika dia diizinkan untuk mengeluarkan anggota, maka dia ingin mendepak Shin-Hae secepatnya dari group Fansite ini, namun dengan segala keahlian yang dimiliki Shin-Hae, dia mulai mempertimbangkan apakah Shin-Hae patut dikeluarkan atau tidak. Gadis sialan!

 

“Lalu kau menginginkan apa?” Jawab Shin-Hae benar-benar santai, bahkan terlalu santai untuk ukuran pembuat masalah. Jin-Ah yang melihat tingkah Shin-Hae ingin sekali membunuh gadis yang seperti tidak memiliki sopan santun itu.

 

Kyuhyun mendengus kesal, lagi-lagi tidak sesuai dengan harapannya. Biasanya para gadis yang berhadapan degannya akan memasang tatapan bodoh hanya karna melihat pesona yang menguar dari diri Kyuhyun. Bolehkah Kyuhyun berasumsi bahwa gadis itu memiliki kelainan seks? Apa dia tidak tertarik dengan laki-laki?

 

“Kau pikir apa lagi yang seharusnya dilakukan seseorang yang telah merusak benda milik orang lain?” Nada bicara Kyuhyun membuat gadis itu kesal setengah mati, berharap pria bernama Cho Kyuhyun detik ini juga mati ditangannya. Dia akan meraih leher pria itu lalu menekannya kuat-kuat hingga pria itu kesulitan bernapas dan Shin-Hae bisa langsung meninggalkan tubuh pria itu yang sudah tak bernyawa lalu melangkahinya dengan bangga. Namun alih-alih melakukan hal itu, Shin-Hae menyodorkan tangannya pada Kyuhyun untuk mengambil ponsel pria itu.

 

“Akan ku perbaiki.”

 

Shin-Hae pergi, dengan enggan sebenarnya. Namun dia bisa apa selain melakukan hal itu? Dan untuk kejadian ini, Shin-Hae menambah daftar kebenciannya pada Cho Kyuhyun, bukan hanya dari tampilan depannya yang menyebalkan, ternyata sifat pria itu tak jauh berbeda dengan apa yang terlihat dari luar.

 

******

 

Ponsel itu selesai dibenahi hanya dalam waktu tiga jam setelah sang empunya toko diancam oleh Shin-Hae menggunakan kata-kata mengerikan yang telah disusunnya susah payah agar dia mendapat pelayanan istimewa. Gadis itu membayar lebih tentu saja, hanya agar dia tidak bertemu lagi dengan pria brengsek bernama Cho Kyuhyun. Tidak bertemu lagi? Bisakah hal itu terjadi? Ya, jika dia dengan tololnya membuang pekerjaan emas yang telah didapatnya dengan Cuma-Cuma. Sayangnya dia lebih mencintai uang lebih dari apapun, jadi dia tidak perduli jika harus bekerja didalam kandang singa sekalipun.

 

Gadis itu telah berdiri didepan halte bus yang akan mengantarnya kembali ke gedung SMent tempat dimana pria itu berada. Gadis ini mengeluarkan sebuah lolipop dari dalam tasnya dan dengan segera membuang bungkus yang menyelimuti lolipop tersebtut lalu berakhir dengan isapan hebat didalam mulutnya. Shin-Hae mendesah nikmat saat rasa manis dari lolipop itu menyebar disleuruh permukaan mulutnya. Oh, tidak ada yang lebih baik dari rasa manis lolipop yang sedang dilahapnya dengan penuh napsu.

 

Kegiatannya menikmati lolipop terhenti setelah menerima sebuah getar dari ponselnya. Dengan susah payah gadis itu mengaduk isi tas kecilnya berusaha menemukan ponsel yang sialannya tak berhenti bergetar menandakan adanya sebuah panggilan darurat. Setelah mendapatkan ponsel miliknya getar itu berhenti, membuat Shin-Hae kesal setengah mati. Memutuskan untuk melihat siapa yang menelponnya barusan, namun tidak ada panggilan sama sekali yang tercatat dilayar ponsel gadis itu.

 

Hmm? Tidak ada panggilan?

 

Shin-Hae baru menyadari jika saat ini dia memegang dua buah ponsel. Miliknya dan milik Kyuhyun. Dengan lancangnya Shin-Hae memeriksa ponsel milik Kyuhyun yang beruntungnya tidak memerlukan kata sandi untuk menjelajahi benda itu. Dilayar ponsel tertera sebuah nama yang telah diprediksi adalah seseorang yang menelpon barusan.

 

‘Eomma’

 

Itulah yang tertera disana, membuat Shin-Hae menahan tawa setengah mati akibat nama yang digunakan pria itu. Ternyata dia masih memiliki sisi kekanakan dibalik wajahnya yang terlihat tidak bersahabat sama sekali. Belum merasa puas dengan apa yang didapatnya, Shin-Hae kembali menjelajahi ponsel pria itu, kali ini galery-lah yang menjadi sasaran gadis itu. Belum sempat dia membuka folder-folder berisi ratusan photo milik Kyuhyun, ponsel itu kembali bergetar.

 

Shin-Hae sempat menimbang, apakah dia harus mengangkatnya atau hanya membiarkannya hingga berhenti seperti tadi. Tapi setelah ponsle itu kembali bergetar, Shin-Hae berasumsi bahwa ada hal penting yang ingin dikatakan, mungkin Shin-Hae bisa mewakilkan Kyuhyun menerima panggilan tersebut lalu bisa menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Ya, mungkin bisa seperti itu. Jadi Shin-Hae menerima panggilannya.

 

“Yeob..” Sapaan Shin-Hae belum sepenuhnya selesai, namun suara wanita dari sebrang sana membuat Shin-Hae menjauhkan ponsel itu dari telinganya jika dia masih menginginkan pendengarannya baik-baik saja. Teriakan dari sebrang sana membuat Shin-Hae ingin kembali memaksi siapapun yang sedang berbicara tanpa ampun, namun mengingat ini bukan ponsel miliknya, jadi dia menahannya dalam-dalam.

 

“Hmm, maaf saat ini kau tidak berbicara dengan Cho Kyuhyun.” Jelas Shin-Hae secara halus, sama sekali tidak ingin mengagetkan sang ibu yang ingin berbicara dengan anaknya.

 

Mwoya? Lalu siapa kau?” Teriakan panik kembali terdengar. Dengan cepat Shin-Hae memikirkan alasan terbaik yang memungkinkan sang ibu percaya dengan apa yang akan dikatakannya. Jangan panggil wanita ini dengan nama Shin-Hae jika aktingnya sama sekali tidak berkualitas. Ini adalah keahliannya. Dan selintas ide jahat tiba-tiba muncul dipikirannya. Mungkin Tuhan sedang memberinya kesempatan untuk membalas Cho Kyuhyun.

 

“Ah, mian eommonim. Kyuhyun masih tertidur, dia belum bangun. Ada yang ingin disampaikan?” Shin-Hae membuat suaranya terdengar seperti baru saja terjaga dari tidurnya, dan itu sangat menyakinkan karna selang beberapa detik kemudian Shin-Hae mendengar suara tarikan napas terkejut. Seringai jahat milik Shin-Hae muncul tanpa diperintahkan.

 

“APA?! DIMANA ANAK ITU SEKARANG!” Teriakan itu kembali terdengar, dan kali ini teriakan itu terdengar lebih indah ditelinga Shin-Hae. Seperti sebuah alunan lagu kemenangan. Yap! Mati kau Cho Kyuhyun, haha!

 

******

 

“Ne, arraso.” Shin-Hae baru saja memutus sambungan telponnya yang tersambung pada Jin-Ah yang baru saja memberitahukan keberaaannya serta seluruh member Super Junior yang tentu saja sedang menunggu kedatangan Shin-Hae beserta ponsel milik Kyuhyun.

 

Dengan langkah malas Shin-Hae menaiki satu persatu anak tangga hingga tempat tujuannya, lantai paling atas yang tersedia pada SMent. Shin-Hae bukan hanya satu dua kali masuk kedalam ruangan rahasia itu, mungkin ini adalah yang ke-5 kalinya setelah dia berkali-kali diajak untuk ikut bergabung dengan pesta yang selalu diadakan setelah konser selesai.

 

After Party. Itulah sebutannya. Seperti merayakan kesuksesan mereka dalam melakukan penampilan terbaiknya diatas panggung tadi. Acara ini memang sedikit menyimpang karna dari managemen ini telah menyediakan beberapa wanita untuk menemani para member bermain. Bermain dalam artian yang membuat para fans akan bunuh diri jika mengetahui hal ini. Karna itulah setiap anggota lain selain member Super Junior yang ingin memasuki ruangan itu tidak diperbolehkan membawa benda apapun yang bisa mengabadikan moment yang sedang terjadi didalam sana. Karna jika hal ini tersebar, reputasi sang idola akan benar-benar hancur.

 

Setelah memberikan tasnya pada seseorang yang berjaga diluar ruangan, Shin-Hae mulai mengelilingi ruangan yang terbilang cukup megah ini untuk menemukan satu makhluk busuk yang sama sekali tidak ingin Shin-Hae temui.

 

Cho Kyuhyun tidak terlalu buruk memang, tapi sifat pria itulah yang membuat Shin-Hae membencinya setengah mati. Sebenarnya bukan hanya Kyuhyun yang dibencinya, hampir seluruh member Super Junior tidak ada yang disukai oleh Shin-Hae. Wanita itu memang memiliki selera yang sedikit aneh, jika wanita lain akan menangis histeris saat berhadapan langsung dengan Cho Kyuhyun, maka dia adalah satu-satunya wanita yang akan mencibir pria itu secara terang-terangan dihadapan pria itu secara langsung.

 

Dia pernah merasakan apa yang dirasakan para ELF, mencintai sang idola hingga seperti memuja, benar-benar mencintai orang itu hingga rasanya dia rela jika seumur hidupnya dia tidak akan menikah. Namun saat Shin-Hae menghadiri sebuah Fanmeet, disanalah dia melihat kenyataan yang sesungguhnya, bahwa mereka –semua idola- memiliki sifat yang sama, hanya berpura-pura manis diatas sana, lalu saat kami benar-benar berhadapan dengannya, dia menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan. Benar-benar seperti penjilat. Hanya menginginkan uang para Fans untuk sebuah album dan juga tiket konser, saat mereka telah mencapai target dalam penjualan, mereka membuang para fans nya begitu saja. Melupakan jasa-jasa bahwa Fans-lah yang membuat mereka berada dipuncak tertinggi. Dari saat itulah Shin-Hae tidak akan menyukai Boyband manapun lagi.

 

Saat Shin-Hae melempar pandangan sekali lagi, dia menemukan Jin-Ah yang sedang melambaikan tangannya untuk memberitahukan keberadaannya. Shin-Hae yang melihat itu hanya melangkahkan kakinya malas ketempat Jin-Ah berada, tentu saja dengan embel-embel member Super Junior disampingnya.

 

Shin-Hae menaruh ponsel milik Kyuhyun keatas meja yang ditempati sang pemilik ponsel. Tanpa mengatakan apa-apa lagi Shin-Hae berniat pergi dari hadapan pria yang sama sekali tidak melirik kearahnya dan langsung menyambar ponselnya. Memeriksa dengan teliti apakah ada yang terlewat untuk diperbaiki namun hasilnya terlalu sempurna. Ponselnya kembali seperti semula.

 

Shin-Hae menghampiri Jin-Ah untuk bergabung bersamanya namun suara pria dari belakangnya menghentikan langkah gadis itu. “Bergabunglah dengan kami.” Ujar pria manis yang jelas-jelas Shin-Hae ketahui siapa dia. Lee Sungmin. Shin-Hae ingin menolak, nmaun senyuman dari pra itu meluluhkan niat Shin-Hae untuk memberikan wajah malasnya. Mau tidak mau Shin-Hae kembali bergabung dengan meja Super Junior yang memang masih tersisa satu bangku untuknya.

 

“Kau merekam Kyuhyun fokus? Bukankah tugasmu hanya merekam kami?” Timpal Shindong yang ternyata lebih santai dari kelihatannya. “Memang,” Ujar Shin-Hae sambil menoleh kearah Jin-Ah yang dibalas dengan pandangan tak mengerti oleh gadis itu. “Tapi ada seseorang yang tidak bisa datang, jadi pekerjaannya dialihkan padaku.” Lanjut Shin-Hae dengan nada sinis sambil menyipitkan matanya kearah Jin-Ah. Membuat Jin-Ah menyeringai seperti orang tolol yang tak berdosa.

 

“Aku tidak menyukai rekamannya.” Suara yang lagi-lagi membuat Shin-Hae geram terdengar ditelinganya. Pria kutu busuk paling brengsek yang sangat ingin Shin-Hae lenyapkan dari muka bumi. Shin-Hae tidak ingin berulah lagi, jadi dia melampiaskannya dengan meminum wine yang entah milik siapa, yang jelas gelas itu berada dihadapannya, dan beruntungnya gelas itu masih terisi penuh, dan dengan sadisnya gadis itu menenggak habis wine tersebut dalam satu tegukan, membuat Ryeowook berdecak kagum melihatnya.

 

“Aku kembalikan.” Kyuhyun melempar benda kecil yang diberikan Shin-Hae tadi seusai konser, memperpanas keadaan dengan senyuman sinis yang dia berikan kearah Shin-Hae. Shin-Hae yang melihat itu merasa geram, jantungnya berdegup lebih kencang karna emosi yang tertahan. Cho Kyuhyun keparat, brengsek, sialan!

 

“Bukan rekamanku yang tidak bagus, tapi kau-lah yang membuatnya terlihat tidak berkualitas!” Balas Shin-Hae sama kesalnya dengan Kyuhyun.

 

Mereka yang berada diantara Shin-Hae dan Kyuhyun mulai berpergian satu persatu, sama sekali tidak ingin kena imbasnya, mereka memilih menjauh. Tatapan mata dari keduanya mengisyaratkan tidak akan ada perdamaian yang berarti hari ini. Shin-Hae semakin membenci sosok Kyuhyun yang dari luar terlihat manis, namun busuk didalamnya.

 

“Apa kau bilang? Tidak berkualitas? Dari sisi mana yang tidak berkualitas, huh? Katakan padaku!” Teriak Kyuhyun tidak terima.

 

“Yak yak, sudahlah jangan bertengkar. Inikan pesta, jangan merusaknya. Lebih baik kita minum.” Shindong menawari wine –lagi- untuk Shin-Hae dan juga Kyuhyun yang ternyata diterima untuk saling meredam emosi masing-masing.

 

Pesta berlanjut hingga tengah malam, dan suasana pun mulai luluh. Shin-Hae yang tadinya emosi, kini telah bergabung dengan member untuk bermain sesuatu yang menghasilkan tawa diakhir permainan itu. Sedangkan Kyuhyun, sama saja dengan Shin-Hae, walau ekspresinya masih terlihat dingin, namun tersirat jelas bahwa dia mulai menikmati pesta.

 

******

 

“Saatnya pulang.” Teriak Lee Hyuk Jae yang dikenal sebagai Eunhyuk memecahkan kebahagiaan yang terjadi dimeja khusus Super Junior. Membuat para member mendesah kesal saat waktunya kembali ke Dorm telah ditentukan. Begitu halnya dengan Shin-Hae. Gadis itu sudah mabuk, jadi dia sangat malas untuk bangkit dari duduknya. Jangankan untuk bangkit, untuk mengangkat kepalanya saja sudah terasa sangat pusing, mungkin dia akan terjatuh jika mencoba untuk bangkit.

 

“Aigoo~ wanita macam apa sih dia. Mabuk dengan sekumpulan pria benar-benar bukan hal yang baik.” Gerutu Jin-Ah yang berusaha mengangkat tubuh Shin-Hae namun gagal karna gadis itu terlalu berat untuk seukuran Jin-Ah yang memang tubuhnya lebih kecil dari Shin-Hae.

 

Disana tinggal tersisa Kyuhyun dan juga Jin-Ah yang sedang kesulitan mengangkat tubuh Shin-Hae. Kyuhyun tertawa melihat Jin-Ah yang terlihat kesal saat Shin-Hae bahkan tidak sanggup membuka matanya. Sudah jelas dia tidak bisa minum, tapi masih berlagak kalau dia peminum yang hebat.

 

“Temanmu benar-benar menyusahkan.” Ucap Kyuhyun lemah. Jin-Ah tau Kyuhyun juga mabuk, tapi mengingat pria itu pecinta Wine, jadi tidak heran jika dia masih berada dalam kesadarannya padahal sudah menenggak hampir dua botol besar wine dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.

 

“Memang. Seperti kau tidak tau saja.” Gerutu Jin-ah kesal yang sialnya tidak mendapat bantuan sama sekali dari Kyuhyun padahal sudah jelas dia sedang kesusahan. Mungkin ini menjadi salah satu alasan Shin-Hae tidak menyukai pria ini.

 

Melihat Jin-Ah yang sedang kesusahan, membuat Kyuhyun akhirnya mengalah. Dia mungkin bisa membantu Jin-Ah dengan membawa temannya ini menuju mobilnya lalu dia bisa kembali ke dorm dengan van. Baiklah, sepertinya lebih bagus seperti itu.

 

“Dimana mobilmu?” Tanya Kyuhyun seraya mengambil alih Shin-Hae dari tangan gadis itu dan menggendongnya seakan tubuh Shin-Hae seringan kapas. Terlihat semudah itu jika pria yang melakukannya.

 

Jin-Ah mendesah lega setelah mendapat bantuan. Dia menunjukkan jalan menuju mobilnya yang sialnya ban depan mobil gadis itu terlihat tidak seperti biasanya. Sial! Ban mobilnya bocor.

 

“Aish, eottoke!” Sergah Jin-Ah hampir menangis saat cobaan demi cobaan terus menghantamnya hari ini. Mulai dari kekacauan yang dilakukan sahabatnya, dimarahi habis-habisan oleh ketua fansite, dan sekarang. dia tidak bisa pulang karna ban mobilnya bocor.

 

“Aku akan mencari taksi.” Ujar Jin-Ah tidak kehilangan akal untuk membawa temannya pulang. Kyuhyun yang masih menggendong Shin-Hae menatap iba kearah Jin-Ah yang baru saja berlari. Kyuhyun meneriaki Jin-Ah yang belum jauh dari jarak pandangnya.

 

“Jin-Ah~ssi. Kau ikut van kami saja.”

 

******

 

“Aku tidak rela membangunkannya, sepertinya dia lelah sekali.” Ucap Ryeowook saat Kyuhyun menyuruh pri aitu untuk membangunkan Jin-Ah dan memberitau bahwa mereka telah sampai dipersimpangan yang dikatakan gadis itu untuk menurunkannya. Namun gadis itu tertidur.

 

“Lalu bagaimana?” Ujar Eunhyuk yang duduk tepat disebelah Ryeowook. Eunhyuk ikut melihat kearah kursi paling belakang tempat Jin-Ah dan juga Shin-Hae yang sedang tertidur.

 

“Bawa saja mereka ke dorm, besok saat mereka terbangun, baru menyuruhnya pulang. Besok kita tidak ada kegiatan, jadi bisa sampai siang berada di dorm.” Titah Siwon yang ternyata ikut memandang Shin-Hae dan Jin-Ah.

 

“Terserah.” Jawab Kyuhyun yang terlihat paling tidak perduli dari yang lain. Dia kembali menutup matanya saat van kembali bergerak membawa mereka ke dorm. Namun lagi-lagi dia harus membuka matanya saat beberapa hyung-nya membicarakan gadis itu. Gadis yang merusak ponselnya.

 

“Hey, gadis itu ternyata manis juga.” Ucap Donghae yang langsung mendapat pukulan ringan dikepala oleh Eunhyuk.

 

“Aish, otakmu hanya wanita saja. Dia tidak pantas berdampingan dengan ikan sepertimu.” Balas Eunhyuk mendadak kesal saat wanita yang ternyata menarik perhatiannya tenyata juga menarik perhatian member lain.

 

“YAK!” Teriak Donghae tak terima saat kepalanya dipukul oleh Eunhyuk.

 

“Shin-Hae.” Eja Siwon membaca tanda pengenal yang masih tergantung di leher gadis yang sedari tadi dibicarakan oleh Donghae dan juga Eunhyuk.

 

“Lee Shin-Hae. Bukankah terasa pas jika diucapkan? Aku akan mengubah marganya menjadi Lee.” Ujar Eunhyuk tiba-tiba membuat Siwon dan juga Donghae memukul kepala dan bahunya secara berbarengan.

 

“MWOYA?!” Teriak Eunhyuk kesal saat tak ada yang setuju dengan ucapannya.

 

******

 

Shin-Hae yang tiba-tiba saja merasa mual, membuka matanya dengan paksa yang masih terasa berat. Dengan tergopoh-gopoh gadis itu setengah berlari keluar dari kamar berniat mencari kamar mandi untuk memuntahkan isi dari tenggorokannya.

 

Aish! Dia berada dimana sekarang?

 

Shin-Hae membuka pintu demi pintu berharap bahwa pintu yang dibuka nya adalah toilet. Namun dia harus kecewa karna itu bukanlah tempat yang dia cari. Shin-Hae semakin mempercepat langkahnya saat isi perutnya tidak bisa ditahan lagi untuk keluar.

 

Dia menemukan sebuah pintu –lagi- yang diharapkan kali ini benar-benar toilet. Dengan cepat dia membuka pintu tersebut lalu menghambur masuk tanpa permisi yang jelas-jelas ada seseorang didalam ruangan tersebut.

 

Ini bukan toilet, melainkan kamar tidur yang diprediksi milik Kyuhyun karna pria itulah yang tengah menatap Shin-Hae kali ini dengan tatapan terkejut.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN?!” Teriak Kyuhyun kaget melihat Shin-Hae yang masih berpakaian super minim dengan mulut membesar dan tampang pucat memasuki kamarnya. Kyuhyun tau apa yang akan terjadi sebentar lagi jika dia terus menahan gadis itu dengan ocehannya.

 

“Disana,” Tunjuk Kyuhyun pada sebuah pintu yang berada dikamarnya. “Cepat!” Lanjutnya setenagh berteriak. Dia lebih rela meminjamkan toiletnya dari pada harus merelakan kamarnya dikotori dengan isi perut gadis itu.

 

Beberapa detik setelah pintu kamar mandi tertutup, Kyuhyun mendengar suara muntahan gadis itu berkali-kali, membuat Kyuhyun kesal setengah mati.

 

Ini masih pagi, dan dia telah dirusuhi oleh wanita yang sama dengan yang merusuhi hidupnya kemarin dengan merusak ponselnya. Dan sekarang dia harus kembali dihadapakan dengan wanita itu dengan hal yang berbeda lagi. Benar-benar menyusahkan!

 

Kyuhyun yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, menoleh saat suara pintu kamar mandi kembali terbuka. Memunculkan seorang gadis dengan ekspresi wajah yang terlihat lega menghampirinya. Alih-alih keluar dari kamar Kyuhyun, gadis itu malah menduduki sisi ranjang yang berdekatan dengan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun memalingkan wajahnya karna pakaian yang dipakai gadis itu cukup minim untuk dilihat seorang pria. Sehelai tanktop tipis dan juga hotpants yang terlalu pendek.

 

“Apa lagi yang kau lakukan? Cepat keluar!” Perintah Kyuhyun sambil melempari handuk yang tadi dia kenakan untuk mengeringkan rambut kearah paha gadis itu yang mengumbar.

 

Tapi lagi-lagi, bukannya bangkit, gadis itu malah terbaring lemas diranjang Kyuhyun tanpa perduli sang pemilik telah mengusirnya. Shin-Hae memejamkan matanya, hanya berniat merebahkan tubuhnya sebentar untuk mengisi tenaga haya untuk sekedar mengangkat tubuhnya sendiri dan berjalan menuju kamarnya. Hmm? Kamarnya?

 

“Chogi~ Ini dimana?” Tanya Shin-Hae dengan suara serak.

 

“Akhirnya kau sadar bahwa kau tidak berada ditempatmu. Ini dorm kami! Jadi, sekarang cepat keluar dari kamarku.” Jawab Kyuhyun sambil menarik sebelah lengan gadis itu agar terbangun dari ranjangnya.

 

Shin-Hae yang ditarik paksa oleh Kyuhyun mau tak mau berdiri dengan rasa sakit yang tiba-tiba menghantam kepalanya. Dia tidak kuat lagi untuk sekedar menahan berat badannya. Gadis itu hampir terjatuh kalau saja Kyuhyun tidak dengan segera menangkap tubuh mungil Shin-Hae dengan dekapannya yang dilakukan secara spontan.

 

“Yak, kau kenapa?” Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir.

 

Kyuhyun baru saja ingin menjatuhkan gadis itu kembali ke ranjangnya, namun suara pintu yang dibuka secara tiba-tiba menghentikan gerakannya. Jadi, posisi mereka masih dalam posisi berpelukan. Dan yang berada dibalik pintu itu sangat mengejutkan Kyuhyun.

 

“YAK! KAU PIKIR APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN, CHO KYUHYUN!” Suara teriakan itu membuat Kyuhyun hampir mati karna jantungnya hampir saja lepas dari tempatnya berada.

 

“Eo .. Eomma?”

 

TBC

 

Betapa beraninya saya memunculkan FF baru sedangkan FF lain aja ga jelas gimana kelanjutannya ._.

Yah, inilah saya. Modal nekad, Cuma mengandalkan inspirasi seadanya dan langsung dibuat trus dipublish pula -.-

FF yang lain dilanjutinnya nanti aja deh ya, saya mau hiatus lagi buat sementara kkk~

Cuma sampe bulan september, Insya Allah haha.

Saya mau perang dulu sama dosen penguji, kalo semuanya udah selesai, saya balik lagi dengan kelanjutan FF yang masih belum selesai.

Sekalian minta do’a nya untuk kelancaran sidang saya yang akan dilaksanakan pada 6 september.

Do’a kan aku, hiks. T.T

 

Sekalian saya mau minta maaf nih, masih dalam suasana lebaran kan yah walaupun telat dikit.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas sifat saya selama ini yang mungkin ada menyinggung kalian.

Ngomong kasar sama kalian, atau yang lainnya yang ngebuat kalian sebel sama aku.

Mohon maaf lahir dan batin. ^^