the police

Kyuhyun menginjak pedal gasnya dalam-dalam, melanggar peraturan lalulintas yang dibuatnya sendiri untuk menuju rumah sakit tempat Shin-Hae dirawat tepat waktu. Dia butuh bertemu gadis itu. Ingin melihat kondisinya yang dikatakan berlumuran darah ketika ditemukan. Bajingan sialan itu membuat gadisnya terluka. Keluarga busuk itu telah melakukan kesalahan besar, pertama, ayahnya membunuh kedua orangtua Kyuhyun. Dan anaknya yang paling brengsek dan tolol berusaha membunuh gadisnya. Benar-benar menantang maut. Dan dia telah menerimanya, maut telah menghampirinya beberapa waktu yang lalu. Dengan tangan Kyuhyun sendiri, tentunya.

Sesampainya dirumah sakit, Kyuhyun menemukan beberapa anak buahnya –yang membawa Shin-Hae kerumah sakit menunggu didepan ruangan tertutup dengan lampu menyala diatasnya menandakan bahwa operasi belum selesai. Sial, operasi! Seberapa parah gadis itu hingga harus menjalani operasi?

Anak buah Kyuhyun menunduk memberi hormat saat sang kepala polisi hadir dengan raut wajah yang sama sekali tak bersahabat, auranya gelap, dan yang jelas, jangan ganggu pria itu hingga beberapa waktu kedepan. Karna dia akan menjadi menakutkan untuk masalah yang satu ini.

Disana terlihat juga sang kakek dan kakak perempuannya yang telah menunggui Shin-Hae. Kakek hampir menangis saat melihat Kyuhyun datang. Dengan cepat Kyuhyun mengusap bahu pria itu mencoba menenangkan. Dia tau Kakeknya menyesal dengan apa yang dilakukannya, walaupun dia sama sekali tidak bersungguh-sungguh melakukan perjodohan sialan itu. Dan Kakak perempuan Kyuhyun ikut memandang sedih kearah Kyuhyun.

“Mereka bilang, tulang rusuknya retak.” Ujar sang Kakek dengan tangisan yang tertahan. “Dan ada memar yang cukup parah dikepalanya. Tapi .. untungnya tidak ada pembengkakan diotak, aktifitas otaknya normal. Itulah yang dikatakan dokter.” Lanjut pria tua itu sambil mengusap wajahnya frustasi.

Kyuhyun menelan cairan salivanya susah payah. Separah itu kondisi Shin-Hae, gadisnya. Dia bersumpah akan menghajar siapapun yang berani menyentuh Shin-Hae, apalagi membuat goresan ditubuhnya sedikit saja. Dan mereka telah melakukannya, mereka melukai Shin-Hae, hingga sebegitu parahnya. Dia akan mencari gerombolan keparat yang masih tersisa dan menghabisinya dengan tangannya sendiri.

“Oh, kenapa operasinya lama sekali!” Keluh Kakek karna terlalu frustasi. Mereka bilang operasi ini telah dilakukan hampir 3 jam lamanya, dan masih belum selesai hingga sekarang.

Kyuhyun menduduki salah satu bangku yang tersisa dari 3 bangku yang telah ditempati oleh Kakek dan Kakak perempuannya. Mengusap wajahnya lelah karna menghadapi masalah yang sangat berat seharian penuh. Mulai dari mengejar penculik Shin-Hae, membunuh Yoon, hingga menemui Shin-Hae yang tengah di operasi dirumah sakit. Benar-benar melelahkan.

Junhye mengahmpiri Kyuhyun dan langsung membisikan sesuatu diteling pria itu.

“Bagus .. Bawa pasukan ke balkon rumah sakit.” Jawab Kyuhyun seraya bangkit dari duduknya. Setelah berpamitan dengan Kakek dan Kakak peremuannya, dengan sangat berwibawa Kyuhyun memimpin jalan pasukan yang mengikutinya dari belakang.

Setelah tiba di balkon, Kyuhyun memandang ke-9 orang polisi yang dikhususkan Kyuhyun untuk menyelamatkan Shin-Hae dari penculikan. Namun nyatanya mereka gagal. Menurut penyelidikan, Shin-Hae disekap dalam sebuah ruangan yang hanya terdapat lima orang didalamnya.

“Sembilan orang melawan lima orang. Koreksi jika aku salah.” Kyuhyun menegur para polisi yang dibawanya saat itu. Mereka semua menunduk menyesal atas kinerja mereka yang sama sekali tidak profesional. “Dan kalian kalah telak. Bahkan Shin-Hae terluka.” Lanjutnya sambil memperhatikan luka-luka kecil yang terdapat disekitaran wajah anak buahnya.

“Dan sekarang lihat apa yang terjadi.” Kyuhyun menunjuk ke arah ruangan Shin-Hae sedang dioperasi yang tak jauh dari letak balkon berada. Mereka semakin menunduk mengingat betapa parahnya kondisi Shin-Hae sekarang.

Setelah semua yang diinginkan Kyuhyun diucapkan, dengan santai Kyuhyun mendekat kearah mereka lalu mencabuti lencana kepolisian yang masih tertempel di dada mereka, satu persatu Kyuhyun mencabutinya dengan kasar, mungkin ada sedikit robekan dikemeja mereka, tapi Kyuhyun sama sekali tak perduli. Setelah semua terkumpul, Kyuhyun melempar lencana itu kesembarang arah, belum cukup puas, Kyuhyun mengeluarkan pistolnya dan menembaki satu persatu lencana kepolisian itu hingga tidak berbentuk.

“Kalian dipecat.” Ujar Kyuhyun tanpa ampun lalu masih dengan santainya Kyuhyun meninggalkan pasukan kepolisian tersebut yang masih terlihat shock dengan apa yang baru saja dilakukan Kyuhyun. Kyuhyun sama sekali tidak mengenal kata maaf jika menyangkut masalah kelalaian.

Kembalinya Kyuhyun bertepatan dengan keluarnya Shin-Hae dari ruang operasi. Segerombolan suster dan juga dua orang dokter ikut mengiringi keluarnya Shin-Hae. Kyuhyun pun ikut didalam rombongan tersebut termasuk Kakeknya, Ah-Ra, dan juga Junhye yang setia mengikuti Kyuhyun.

Kyuhyun berada diposisi paling depan, dia terus mengamati wajah Shin-Hae yang banyak terdapat luka memar yang telah membiru disana. Ditambah dengan selang-selang alat medis yang disambungkan ke sebuah tabung menjadi pelengkap betapa mirisnya kondisi Shin-Hae saat ini.

Mereka tiba diruang perawatan Shin-Hae, memindahkan tubuh Shin-Hae dengan susah payah ke atas ranjang yang terdapat diruangan tersebut dengan alat-alat sebanyak itu. Kyuhyun hampir meneteskan air matanya saat melihat alat pendeteksi jantungnya menunjukkan garis-garis tak beraturan yang menandakan bahwa gadis itu hidup. Gadisnya selamat.

“Biusnya akan hilang sekitar 1 jam lagi, mungkin disaat itulah dia terbangun, bersamaan dengan rasa sakit akibat operasi. Jika dia sadar, tolong dengan segera kabari kami.” Ujar salah satu diantara dua  dokter yang masih mengenakan pakaian serba hijau.

Dokter beserta suster keluar dari ruangan Shin-Hae dirawat, meninggalkan Kyuhyun, Kakek, dan Ah-Ra saja. Dan kesunyian pun segera menghampiri mereka, menyisakan bunyi beep beep dari alat pendeteksi jantung yang menyeramkan.

“Dimana ibunya?” Tanya Kyuhyun setelah mengingat bahwa Ibu gadis ini belum hadir.

“Ibunya sedang berada di Busan. Besok dia baru bisa kesini.” Jawab Ah-Ra dengan sedikit berbisik.

Kyuhyun kembali menoleh ke arah Kakek. Dia melihat pria tua itu mengeluarkan setetes air mata yang mungkin telah ditahannya sejak tadi. Kakek selalu mengatakan bahwa dia menyesal telah memberikan cucu wanitanya pada pria yang salah. Dan dia juga berkali-kali menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Kakeknya semata-mata hanya ingin membuat Kyuhyun dan Shin-Hae menyadari perasaan mereka satu sama lain hingga akhirnya bersatu. Tapi semua yang telah dirancangnya matang-matang justru menjadi malapetaka tersendiri untuk keselamatn cucu wanitanya.

“Sudahlah, semuanya baik-baik saja sekarang. Shin-Hae selamat.” Hibur Ah-Ra sambil terus mengusap bahu Kakeknya yang terlihat sangat lemah sekarang.

Setelah mendnegar bahwa Shin-Hae disandra lalu berakhir dengan masuk rumah sakit, Kakek adalah orang pertama yang mengunjungi rumah sakit ini untuk melihat keadaan Shin-Hae. Dia terus menangis menyesali perbuatannya. Dia orang tua, tidak wajar jika terlalu lelah seperti ini. Dia butuh istirahat. Jika tidak, kondisi tubuhnya pun sama membahayakannya.

“Lebih baik kita pulang kerumah. Disini sudah ada Kyuhyun. Kau juga harus istirahat.” Bujuk Ah-Ra yang disambut anggukan menyetujui dari Kyuhyun. Awalnya Kakek menolak, namun saat diiming-imingi jika Shin-Hae telah sadar dialah orang pertama yang akan diberitahu dan bisa kembali lagi kerumah sakit, barulah dia menyetujuinya.

Kini diruangan yang cukup luas untuk kapasitas satu orang itu hanya tersisa Kyuhyun dan juga Shin-Hae. Membuat Kyuhyun dengan leluasa menumpahkan airmatanya yang sedari tadi ditahan pria itu dengan susah payah.

Perlahan, tangan Kyuhyun meraih tangan Shin-Hae yang terdapat selang infus lalu menggenggamnya ringan. Berharap dengan sentuhan tangannya Shin-Hae bisa terbangun lebih cepat dari yang diperkirakan dokter.

“Karna aku,” Isak Kyuhyun sambil terus mengelus punggung tangan Shin-Hae. “Karna aku kau terluka.” Lanjutnya masih dengan isakan yang membuat suaranya terdengar parau. “Maafkan aku yang sama sekali tidak bisa menjagamu, aku menyesal telah memperlibatkanmu kedalam masalah ini. Kau menjadi incaran utama karna aku, dan kau menjadi terluka pun karna aku. Aku terlalu berbahaya untukmu.”

“Kau ingat saat pertama kali kita bertemu?” Tanya Kyuhyun percuma karna tak akan mendapat respon apapun dari gadis itu. Dia masih terlelap. “Ibumu menyuruhku ber-akting untuk memasukkanmu kedalam penjara karna kau tidak ingin dijodohkan. Kau mengenakan hanbok pada saat itu. Dan apa kau tau bagaimana perasaanku saat itu? Aku bahagia. Karna aku telah menemukanmu. Lagi.” Lanjut Kyuhyun masih sambil terisak. Sesekali telapak tangannya menghampiri kedua pipinya dan menghapus jejak air yang selalu menetes dari matanya.

“Kau mungkin tidak mengingatku, tapi aku mengingatmu.” Kyuhyun mengingat betapa sakitnya perasaan pria itu saat Shin-Hae sama sekali tidak mengenali Kyuhyun sebagai sahabat baiknya sejak kecil.

“Kita berteman sejak kecil, apa kau ingat? Katakan padaku, jangan diam saja. Cepat bangun, lihat aku, Shin-Hae~ah. Bangun.” Kyuhyun semakin terisak dengan tangisnya dan menenggelamkan kepalanya tepat disamping tubuh lemah Shin-Hae berbaring. Genggaman tangan Kyuhyun menguat, semakin meremas tangan Shin-Hae sekuat yang dia bisa. Berharap gadis itu akan terbangun karna rasa sakit yang diciptakan Kyuhyun. Tapi gadis itu tetap tertidur.

******

Keesokan harinya, Kyuhyun terbangun karna suara bising yang tiba-tiba menyerbu ruangan tempat Shin-Hae dirawat. Kyuhyun yang saat itu tertidur tepat disamping tubuh Shin-Hae segera menoleh kearah Shin-Hae. Keadaannya masih sama. Belum sadarkan diri. Bukankah dokter mengatakan dia hanya tinggal menunggu obat bius yang disuntikkan kepada gadis itu akan berakhir dalam hitungan jam? Mengapa gadis itu masih belum terbangun?

Kyuhyun mengerjap saat dua orang dokter dengan cepat masuk kedalam ruangan dan memeriksa Shin-Hae dengan gerakan cepat. Kyuhyun masih belum sadar apa yang terjadi hingga dia merasakan ada seseorang yang menariknya kebelakang dan membiarkan dokter-dokter tersebut mengambil alih tubuh Shin-Hae.

Kyuhyun menoleh dan mendapati Junhye masih memegangi lengan Kyuhyun.

“Aku sama sekali tak tega membangunkanmu, aku tau kau lelah. Jadi aku beralih pada Shin-Hae. Aku berniat membetulkan seragam rumah sakit yang dikenakan gadis itu, saat aku menyentuh dadanya .. Aku tidak merasakan detak jantungnya.” Jelas Ah-Ra yang berdiri tepat disamping Junhye. Air mata hampir jatuh saat dia menjelaskan apa yang terjadi.

Dengan gerakan cepat Kyuhyun menoleh kearah Shin-Hae yang kini tengah dikepung oleh pasukan dengan pakaian serba putih. Kyuhyun terdiam. Tadi apa kata Ah-Ra? Detak jantungnya .. Tidak ada?

Kyuhyun menyentuh lengan Junhye sebagai tanda dia tidak ingin dipegangi lagi. Jadi Junhye segera melepas Kyuhyun dan menatap lirih kearah atasannya. Demi Tuhan, Kyuhyun adalah pria yang baik, jangan biarkan dia merasakan kesakitan lainnya saat dia kehilangan gadis yang dicintainya. Mohon Junhye pada Tuhan didalam hatinya.

Kyuhyun berjalan gontai menuju satu-satunya ranjang yang berada diruangan ini. Mencoba melihat bagaimana kondisi Shin-Hae saat ini. Dan dia mendapat celah untuk melihat gadis itu. Saat dia berhasil melihat tubuh gadisnya yang masih terbaring, dokter sedang melepas selang-selang yang sebelumnya masih tertancap dibeberapa bagian tubuh gadis itu.

“Kenapa kalian melepasnya?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan para dokter yang baru saja memeriksa gadisnya.

Salah satu dokter menoleh kearah Kyuhyun lalu menggelengkan kepalanya pelan. Detik itu juga Ah-Ra menjerit dalam tangisnya yang segera ditenangkan oleh Junhye. Sedangkan kyuhyun masih terdiam menatap dokter tersebut. Kyuhyun jelas mengerti tanda apa yang baru saja diberikan dokter tersebut, tapi dia masih saja menepis kemungkinan buruk yang akan diterimanya.

“Bukankah kalian bilang dia baik-baik saja kemarin? Kalian bilang aktifitas otaknya normal.” Kyuhyun hampir saja mengeluarkan pistolnya untuk menanamkan sebuah peluru pada kepala dokter tersebut jika Junhye tidak dengan sigap menghampiri Kyuhyun dan memberikan pengertian.

“Kami kira juga seperti itu, tapi ternyata otak kecilnya mengalami pendarahan hebat pagi tadi.”

Kyuhyun merasa ditampar keras saat dokter itu menjelaskan apa yang terjadi.

Tidak. Tidak. Tidak.

Salah, mereka pasti salah. Shin-Hae tidak mungkin … Tidak!

Dan sentuhan terakhir pada gadis itu yang dilakukan dokter adalah, menutup seluruh tubuhnya dengan selembar kain putih panjang. Dan saat itu Kyuhyun tersadar jika Shin-Hae benar-benar telah tiada. Dia tidak pernah sadarkan diri lagi. Selamanya.

******

Kyuhyun meletakkan seragam beserta seluruh pangkatnya diatas meja kerjanya yang disaksikan banyak pasukan polisi dibelakangnya. Inilah keputusannya setelah dia benar-benar memikirkan yang terbaik untuk dirinya sendiri.

Kyuhyun berbalik dan tersenyum lemah kearah rombongan pasukannya yang selama ini setia ekerja dengannya. Kyuhyun menyalami satu persatu pasukannya dengan beberapa kata nasihat yang diberikan Kyuhyun agar mereka bekerja dengan baik dan sebagainya.

Dan yang terkahir disalaminya adalh Junhye. Kyuhyun menatap Junhye cukup lama lalu dia memeluk Junhye sekilas. “Terimakasih telah bekerja denganku, Junhye~ah.”

Junhye tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya dan dipaksa tersenyum. Dia takut jika dia bersuara saat ini, suaranya akan terdengar serak akibat dadanya yang terlalu sesak karna menahan rasa haru yang luar biasa.

Kyuhyun melangkah mundur sekitar 3 langkah dan memberikan hormat terakhir pada pasukannya yang dibalas dengan hormat kembali oleh pasukannya. Dan setelah itu Kyuhyun benar-benar meninggalkan mereka, meninggalkan kantor polisi, dan meninggalkan profesi yang membesarkan namanya.

Dia telah berjanji pada dirinya sendiri, jika dia telah menemukan pelaku dari pembunuh kedua orangtuanya, dia akan meninggalkan profesi yang sebenarnya membahayakan keselamatannya. Dan dia telah kehilangan separuh jiwanya karna jabatan yang disandangnya, jadi dia benar-benar melepasnya.

******

Kyuhyun tersenyum saat dia kembali ke Busan dan disambut oleh Kakeknya. Ya, Kakeknya. Seorang Kakek yang telah dianggap sebagai Kakeknya sendiri.

Ah-Ra pun ikut tersenyum saat dia melihat adiknya kembali dengan pakaian casual tanpa seragam kepolisian dan embel-embel yang membuatnya terlihat menyeramkan. Ah-Ra jelas tau bagaimana perasaan Kyuhyun saat ini. Senyuman itu bukan senyuman yang sesungguhnya.

“Kau kembali,” Kakek menyambut Kyuhyun dan memeluknya erat. Kakek hampir saja meneteskan airmata jika Kyuhyun meneruskan pelukannya. Kakek masih sangat terpukul dengan kepergian cucunya yang sangat disayangi. Cucu wanitanya yang cantik.

Kyuhyun tersentak hebat saat bayangan Shin-Hae muncul tepat dibelakang Kakeknya. Bayangan itu sedikit pudar, namun senyuman pada bibir gadis itu terlihat jelas. Kyuhyun membalas senyuman Shin-Hae yang masih menatapnya dengan mata besarnya yang cantik. Tapi kini tidak ada lagi luka-luka kecil yang sempat menghiasi wajah gadis itu saat terakhir kali Kyuhyun melihatnya. Gadis itu masih tersenyum, lalu dia bergerak menghampiri Kyuhyun dan berdiri tepat dibelakang tubuh Kakeknya. Saat Kyuhyun memasang wajah bertanya-tanya, Shin-Hae menempelkan jari telunjuk dan jari tengah pada bibirnya, mengecupnya cukup lama lalu gadis itu menggerakkan kedua jarinya yang tadi berada dibibirnya kearah Kyuhyun, menempelkan kedua jarinya pada bibir Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum miris saat dia sama sekali tak merasakan apapun yang menempel dibibirnya, tapi dia sadar bahwa jari tangan gadis itu masih berada dibibirnya. Mereka benar-benar telah berbeda sekarang.

“Ya, aku kembali.” Kyuhyun mengusap bahu Kakek, masih terus memandangi bayangan Shin-Hae yang ikut bahagia disekitar mereka. “Aku akan tinggal disini. Tinggal bersama Noona, bersama Kakek … dan bersama gadis itu.”

END

 

Yang udah pernah baca FF ini di Facebook aku pasti udah tau tentang keminatan aku sama FF ini

FF ini pernah aku berhentikan dan ga akan aku lanjut karna aku ga pernah tertarik sama cerita yang kaya gini

Tapi karna terlanjur aku publish di WP, mau gamau harus aku lanjut

Dan akhirnya seperti ini

Maaf mengecewakan T.T

Tolong jangan mengatakan hal-hal yang membuat saya sakit hati ya karna FF nya ga memuaskan huhu.