triy cover copy

Kyuhyun masih duduk diam di sofa, menenggelamkan dirinya kedalam kesunyian, meratapi nasib malangnya yang sepertinya akan segera datang. Dia takut, takut jika istrinya meninggalkannya. Demi Tuhan, Kyuhyun mencintai gadis itu.

Dia tau dari awal bahwa menikahi Shin-Hae sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri kedalam neraka. Ulahnya yang nekad menerima tawaran menikahi gadis yang sama sekali tidak dikenalnya sama saja dengan menggoreskan luka dalam dihatinya. Ditambah kenyataan bahwa dia mulai mencintai gadis itu.

Kyuhyun memainkan cincin yang dipakainya dijari manisnya. Cincin pernikahannya. Mungkin memang terlalu dramatis jika Kyuhyun mengatakan dia tidak bisa hidup tanpa gadis itu, tapi kenyataannya memang seperti itu sekarang. Dia bahkan tak sanggup membayangkan kedepannya apa yang akan terjadi dengan hidupnya dan dirinya jika dia kehilangan istrinya. Seperti seorang pengusaha yang kehilangan perusahaannya, semua selesai. Mungkin dia akan mati setelah itu.

Getaran pada ponsel Kyuhyun membangunkannya dari segala kenyataan buruk yang menghantui kepalanya. Dengan gerakan cepat dia meraih ponsel, berharap nama Shin-Hae yang tertera, tapi dia harus kecewa, karna nama Ah-Ra yang tertera disana.

“hm,” Gumam Kyuhyun setelah menjawab telponnya. Untuk sekedar menyapa saja dia tidak sanggup. Kyuhyun sedang berada dititik paling lemah dalam hidupnya.

“Ada Shin-Hae disini, apa kalian bertengkar?” Sergah Ah-Ra dengan nada tinggi.

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar perkataan Kakak perempuannya. Shin-Hae berada dirumah orangtuanya? Tanpa disadar Kyuhyun menghembuskan napasnya lega. Setidaknya sekarang dia tau dimana gadis itu, dan dia berada ditempat yang cukup aman.

“Ya.”

“Kau melakukan kesalahan?”

“Ya.”

“Berhenti bersikap tolol, Kyu! Jawab pertanyaanku.”

Kyuhyun tersenyum miris, bahkan teriakan Kakak perempuannya kini terdengar menyenangkan. Pasti ada yang salah dengan dirinya. Kyuhyun membenarkan posisi duduknya lalu mulai menceritakan semua kejadiannya. Berawal dari sifat Junho yang tiba-tiba saja berubah, makan malam dihotel bersama Junho dan Jineun, dan juga bagaimana Shin-Hae mengetahui makan malam mereka.

“Sahabatmu benar-benar keparat. Kau yakin pernah menyandangkan gelar sahabat pada pria itu? Kalau aku jadi kau, aku akan menghajarnya habis-habisan, menyeretnya ke tanah lalu aku akan menginjak tubuhnya beserta harga dirinya yang sama sekali tidak berharga.”

Itulah Ah-Ra. Alasan terkadang Kyuhyun selalu bersyukur bahwa dia memiliki Kakak perempuan sepertinya, dia selalu membela adiknya habis-habisan. Dan tidak segan-segan, dia akan melakukan yang baru saja dikatakannya tadi jika Kyuhyun mengatakan bahwa Ah-Ra boleh melakukannya. Tapi tidak, Junho milik Kyuhyun, tidak boleh ada seorangpun yang menyerangnya kecuali Kyuhyun. Junho akan habis ditangan Kyuhyun jika dia sudah melanggar batasannya.

“Noona,” Panggil Kyuhyun dengan suara lembut.

“Aku akan mengatakan pada Shin-Hae bahwa aku bukan Gyuhyoon.”

Hening.

Terjadi jeda beberapa lama, hingga akhirnya Ah-Ra terkesiap dengan perkataan Kyuhyun.

“Kau yakin?” Tanya Ah-Ra dengan penuh rasa keraguan.

“Sepertinya akan terasa lebih baik seperti itu. Dia harus mendengarnya langsung dari mulutku, aku takut Junho akan membeberkannya terlebih dahulu. Mungkin saja Junho akan menambahkan perkataan yang sebenarnya tidak perlu, dan itu akan membuat Shin-Hae semakin membenciku.”

Disebrang sana, Ah-Ra membuka mulutnya tak percaya dengan perkataan Kyuhyun. Seorang Cho Kyuhyun yang selama ini terlalu dingin dengan seorang wanita tiba-tiba saja rela bertekuk lutut dihadapan wanita. Terlalu jelas kan kalau adiknya itu memang mencintai Shin-Hae.

“Kau pikir dia akan percaya dengan perkataanmu?”

“Setidaknya aku sudah mencoba, selanjutnya akan kuserahkan padanya. Jika dia mengerti dengan alasanku menikahinya, mungkin itu sebuah keberuntungan, tapi jika dia menangis dan memilih untuk pergi, kau pikir aku bisa apa lagi. Aku harus melepasnya.”

Suara Kyuhyun semakin serak dan dalam, itulah yang disadari Ah-Ra. Ah-Ra semakin tidak tega melihat adiknya yang tersakiti. Sudah cukup melihatnya selama ini terasingi. Kyuhyun hidup mandiri setelah dia memutuskan menekuni kegiatan yang dia sukai, Ayah dan Ibu tentu saja berpihak pada Gyuhyoon yang secara suka rela menyodorkan dirinya menjalankan perusahaan. Apakah Kyuhyun tidak pantas untuk merasa bahagia? Bahkan setelah dia mendapatkan kebahagiaannya, dia harus rela kehilangan. Dia harus melepaskan.

“Kapan kau akan mengatakannya?” Ah-Ra memecahkan keheningan yang terjadi.

“Mungkin malam ini jika dia sudah pulang.”

“Baiklah, semoga pilihan kemungkinan pertama yang akan kau dapatkan. Semoga keberuntungan sedang memihakmu. Aku menyayangimu, Kyu.”

Kyuhyun tidak sanggup menjawab perkataan Ah-Ra sampai Kakak perempuannya itu memutuskan sambungan telpon. Kyuhyun masih menggenggam ponselnya yang tertempel ditelinga padahal jelas-jelas sambungan telpon telah diputus beberapa detik yang lalu.

“Tapi sepertinya opsi kedua adalah pilihan gadis itu.” Gumam Kyuhyun pada ponsel yang jelas-jelas tidak tersambung pada siapapun. Dan lagi-lagi tanpa disadari, Kyuhyun menunjukkan sisi lemahnya. Air mata pria itu menetes secara perlahan. Pria masih diizinkan untuk menangis kan?

******

Shin-Hae berpamitan setelah merasa lebih baik. Bertemu dengan kedua mertuanya adalah pilihan yang tepat. Setidaknya dia mendapatkan kenyataan bahwa Kyuhyun bukanlah pria yang mudah pindah ke lain hati.

Mungkin benar apa yang dikatakan Ah-Ra, jika Kyuhyun memang berniat seperti yang Junho katakan, dia tidak mungkin kembali ke Busan tengah malam setelah dia mengetahui Junho menelponnya. Shin-Hae benar-benar merasa bersalah. Mungkin sifatnya pada Kyuhyun tadi sudah kelewatan. Dia harus minta maaf sepulangnya dia ke apartment.

Shin-Hae beranjak menuju halte bus yang akan mengantarnya pulang, namun langkahnya terhenti ketika seseorang memanggil namanya. Saat gadis itu berbalik, dia mendapati seorang gadis yang cukup manis berdiri tersenyum kearahnya.

Itu Jineun.

city,face,fashion,legs,photo,sensual-3078e7406ffa6365328d51e28a8b57e1_h

“Hai,” Jineun menyapa Shin-Hae dengan senyum manisnya yang membuat Shin-Hae sedikit merasa takut. Takut jika Kyuhyun-nya akan beralih pada Jineun jika gadis ini terus menerus menggoda Kyuhyun. Lelaki mana yang bisa menolak pesona gadis manis seperti dia.

“Masih mengingatku?” Lanjut Jineun setelah melihat ekspresi bingung yang dipancarkan Shin-Hae.

Shin-Hae berdeham lalu menggangguk. “Ya, tentu saja. Kau sahabat Gyuhyoon, kan?”

Jineun masih belum terbiasa mendengar nama itu, jadi dia cepat-cepat merubah ekspresinya lalu mengangguk mengiyakan.

Jineun baru saja tiba di Busan siang ini, dia berniat membicarakan masalah Kyuhyun yang sempat makan malam bersamanya. Ya, Jineun tau masalah ini setelah Kyuhyun menghubunginya untuk membujuk Jineun menjelaskan semua pada Shin-Hae, menyuruhnya mengatakan kebenaran agar gadis itu tidak lagi salah paham mengenai hubungan mereka.

Dan bersamaan dengan permintaan Kyuhyun pagi tadi, Jineun benar-benar melepas Kyuhyun yang sebenarnya susah dia lakukan. Tapi melihat kegigihan Kyuhyun membujuknya agar dia mau menjelaskan pada Shin-Hae, barulah dia tersadar bahwa Kyuhyun benar-bear mencintai istrinya. Tentu saja mengesampingkan nama Gyuhyoon yang digunakan untuk mempersunting Shin-Hae.

Jineun tidak pernah melihat Kyuhyun seperti ini sebelumnya. Jujur saja, Kyuhyun bukanlah tipe pria yang tertarik dengan wanita, maksudnya, dia tidak terlalu berminat dengan urusan wanita sebelum dia mencapai kesuksesannya. Tapi dia membuat pengecualian untuk Shin-Hae. Kyuhyun benar-benar mencintainya.

“Ada yang ingin ku bicarakan. Bisa kita mengobrol sebentar?”

Shin-Hae ragu sejenak, apakah berbicara dengan gadis ini akan memperbaiki suasana hatinya yang sudah susah payah dia pulihkan. Bagaimanapun juga, karna wanita inilah hubungannya dan Kyuhyun sedikit menjauh.

“Baiklah.”

******

Jineun dan Shin-Hae duduk berhadapan dengan masing-masing gelas kopi berada ditangan mereka yang masih mengepul panas. Keduanya diam, masih terlihat canggung untuk membuka obrolan. Jineun sesekali melirik kearah Shin-Hae yang terus saja menunduk menatap gelasnya.

“Hmm, aku ingin minta maaf.” Jineun akhirnya memberanikan diri, dan berhasil membuat Shin-Hae mengangkat kepalanya dan menatap Jineun tepat dimanik matanya.

“Untuk apa?”

“Aku tau kau marah pada Gyuhyoon karna dia menemaniku makan malam di Seoul semalam. Tapi percayalah, tidak ada yang terjadi selain makan malam biasa tanpa obrolan yang berarti.”

Ini informasi baru untuk Shin-Hae. Benarkah mereka tidak membicarakan apapun saat makan malam kemarin? Shin-Hae masih mengingat dengan jelas bahwa Jineun menyukai Kyuhyun-nya. Apakah benar tidak ada yang dibicarakan? Tapi Junho mengatakan hal yang sebaliknya. Siapa yang berbohong disini?

“Aku harap kau tidak meragukan perkataanku.” Lanjut Jineun. “Gyuhyoon, aku tau dia orang yang seperti apa. Maksudku, aku tau kau lebih mengenal Gyuhyoon dari pada aku, tapi setidaknya aku punya pandangan lain mengenai Gyuhyoon. Dia sama sekali tidak seperti pria kebanyakan. Jika dia telah memutuskan untuk mencintai seseorang, itu berarti dia telah menjanjikan kebahagiaan selamanya. Dan itu berarti dia akan menutup hatinya, tidak akan ada lagi wanita pengganggu diantara percintaannya.”

Shin-Hae tercenung. Tidak bisa berkata apapun. Gyuhyoon adalah suaminya, bagaimana bisa ada seorang wanita yang bahkan lebih mengenal suaminya dari dia. Kenyataan ini seperti menampar Shin-Hae keras-keras, berusaha menyadarkan Shin-Hae dari keegoisannya. Dia selalu ingin dimengerti oleh Kyuhyun, tapi dia sendiri tidak mengenal Kyuhyun. Istri macam apa dia. Rasa bersalah semakin menghantui Shin-Hae.

“Aku harap kau mau berbaikan dengan Gyuhyoon. Dia sama sekali tidak bersalah. Dan apapun yang kau dengar tentang semalam, percayalah tidak ada apapun yang terjadi antara aku dan Kyuhyun. Itu hanya makan malam biasa.”

Jineun mengakhiri perkataannya dengan senyuman. Senyuman yang sebenarnya membuat hatinya terasa sakit. Inilah pengorbanan cintanya untuk Kyuhyun. Dia rela melakukan apapun yang membuat Kyuhyun bahagia. Jika seperti ini keadaannya, dia menyerah, benar-benar menyerah. Dia akan menghapus nama Kyuhyun dari hatinya. Dan percayalah, itu bukan sekedar ucapan belaka.

“Terimakasih Jineun-ssi. Mungkin sifatku yang terlalu berlebihan menanggapi masalah ini. Aku akan meminta maaf padanya.” Gumam Shin-Hae sambil menundukkan kepalanya, membuat Jineun tersenyum bahagia. Lihat, siapa sangka membuat orang berbahagia itu semudah ini?

“Baiklah, misi ku telah selesai. Aku akan kembali ke Seoul.” Jineun bangkit, membuat Shin-Hae ikut bangkit dan menatap Jineun penuh rasa terimakasih sebelum akhirnya mereka berpelukan dengan damai. Saling tersenyum dan saling tertawa. Entah apa yang membuat mereka tertawa, tapi yang mereka rasakan saat ini adalah perasaan bahagia yang menggebu-gebu.

******

Junho tiba di apartment Kyuhyun dengan angkuhnya. Pria itu menatap Kyuhyun dengan tatapan tajam dan penuh kebencian. Kyuhyun tentu saja membalas tatapan itu, tak kalah tajamnya. Kyuhyun bahkan memiliki mata yang terlau tajam dan menakutkan lebih dari yang Junho miliki. Jadi Kyuhyun tidak mungkin terkalahkan dalam hal ini.

Pria brengsek ini dengan beraninya menghampiri Kyuhyun dengan alasan dia ingin berpamitan karna dia tidak akan kembali lagi ke perusahaan, dia akan menetap di Seoul seperti biasa, menemani Jineun disana. Tapi Kyuhyun tidak terlalu yakin dengan alasannya. Benarkah dia ingin sekedar berpamitan atau ingin menghancurkan pernikahan mereka lebih dalam. Dan yang disadari Kyuhyun saat ini adalah, dia bersyukur karna Shin-Hae tidak berada diapartment.

“Aku benar-benar akan kembali ke Seoul. Menjadi pengusaha ternyata tidak semenyenangkan yang sempat ku pikirkan. Ditambah dengan sebuah kebohongan.” Seringai Junho membuat Kyuhyun ingin menghajar hidung pria ini. Benar kan, dia tidak hanya sekedar berpamitan, dia masih ingin mengacaukan hidup Kyuhyun.

“Sepertinya istrimu tidak ada.” Junho melemparkan pandangan keseluruh penjuru apartment Kyuhyun dan tidak ada tanda-tanda bahwa istrinya sedang bersamanya.

“Kalian bertengkar?” Ucap Junho sambil terkekeh bahagia.

“Diam.” Sergah Kyuhyun kesal.

“Ah, aku tau alasannya.” Junho mengangguk, seakan-akan dia sangat tau apa yang terjadi. Bedebah yang paling keparat, kan? Jelas-jelas dia tau siapa penyebab semua ini, dan masih dengan bahagianya dia menertawakan Kyuhyun.

“Keluar dari sini.” Kyuhyun menunjuk pintu keluar untuk Junho, mempersilahkan dengan senang hati untuk Junho keluar secepatnya dari apartment.

“Wah, kau mengusirku, Cho Kyuhyun.” Junho melipat kedua tangannya didepan dada. Ekspresinya 95% berubah menjadi kesal saat Kyuhyun jelas-jelas mengusir Junho dari apartment.

“Cho Kyuhyun, apa kau tidak takut jika istrimu suatu saat akan mengenali siapa kau sebenarnya? Bagaimana jika dia tau, bahwa pria yang selama ini menjadi suaminya adalah orang yang berbeda dari yang dia kenal.”

Junho pura-pura menatap Kyuhyun dengan tatapan berduka. Kyuhyun berani bertaruh, jika didalam hatinya saat ini dia sedang tertawa puas karna telah berhasil membuatnya diam tidak bisa membalas ucapan pria brengsek itu.

Junho bersiap melayangkan perkataan pedasnya sekali lagi jika sesuatu tidak terjadi setelahnya. Shin-Hae datang dihadapan mereka dengan sorot mata yang bingung, eskpresi wajah marah sekaligus sedih. Dan tangannya gemetar.

Kyuhyun-lah yang pertama kali menoleh kearah Shin-Hae. Tidak jauh berbeda dengan reaksi Shin-Hae. Wajahnya pucat seketika, matanya memerah, bibirnya terkatup sempurna.

“Apa maksudnya?” Suara dalam Shin-Hae membuat jantung Kyuhyun serasa diremas sekencangnya hingga membuatnya tidak bisa bernapas.

******

Shin-Hae tiba diapartment setelah sebelumnya mengobrol sebentar dengan Jineun.

Ternyata bericara dengan Jineun sama sekali tidak salah. Justru wanita itu membuat Shin-Hae menyadari bahwa dialah yang terlalu egois. Dia benar, Kyuhyun bukan tipe pria yang dengan mudahnya menerima wanita lain saat dia telah menemukan wanitanya.

Jadi, hari ini Shin-Hae akan meminta maaf pada Kyuhyun atas sikap dan sifatnya yang terllau egois dan kekanakan. Dia akan membuatkan Kyuhyun makan malam yang lezat dan memberikan hadiah kecil untuknya.

Shin-Hae baru saja hendak melangkah memasuki apartmentnya, namun langkahnya terhenti saat menyadari bahwa pintu apartmentnya sedikit terbuka.

Shin-Hae mengintip kedalam dengan pandangan seadanya dan dia menemukan Junho dan Kyuhyun sedang berbicara dengan .. kesal?

Shin-Hae mengerutkan dahi saat melihat Kyuhyun dengan ekspresi kesalnya yang sangat kentara, namun jauh berbeda dengan yang ditunjukkan Junho, pria itu justru tersenyum, bahkan sesekali terkekeh. Apa yang salah?

Shin-Hae lebih mendekatkan diri lagi hingga dia bisa mendengar apa yang sedang diperbincangkan.

“Wah, kau mengusirku, Cho Kyuhyun.”

Itulah kata-kata yang tertangkap oleh telinga Shin-Hae. Dan tadi apa katanya? Mengusir? Kyuhyun mengusir Junho? Bukankah mereka bersahabat? Shin-Hae semakin penasaran, jadi dia kembali memfokuskan pada apa yang tengah mereka bicarakan.

Namun pembicaraan selanjutna benar-benar membuat Shin-Hae bersumpah bahwa dia tidak ingin mendengarnya. Ini tentangnya dan tentang .. Kyuhyun? Siapa Cho Kyuhyun? Batin Shin-Hae. Dan Shin-Hae merasa ada yang aneh saat Junho mengatakan “suaminya adalah orang yang berbeda dari yang dia kenal.” Apa maksud semua ini?

Shin-Hae yang merasa tidak tahan dengan rasa keingintahuan nya, dia melangkah mendekat dan menghampiri Junho dan Kyuhyun yang sama-sama terkejut melihat kedatangan Shin-Hae. Benar, pasti ada yang salah.

“Apa maksudnya?” Tanya Shin-Hae dengan suara yang jelas-jelas berubah. Tidak, Shin-Hae belum tau mengenai apapun, tapi dia merasa ada sesuatu yang salah dan itu cukup penting.

Kyuhyun terdiam, dan wajahnya pucat pasi seketika.

“Dan siapa Cho Kyuhyun?” Tanya Shin-Hae sekali lagi saat dia sama sekali tidak mendapat jawaban.

Shin-Hae benar, pasti ada yang salah. Shin-Hae menoleh kearah Junho, berharap dia mau menjelaskan sesuatu, namun pria itu kembali menatap Kyuhyun seperti mengisyaratkan bahwa Kyuhyun-lah yang berhak menjelaskan.

“Katakan padaku Cho Gyuhyoon, apa yang terjadi sebenarnya?!” Shin-Hae membentak, tidak kuat lagi menahan rasa sesak di dadanya yang entah karna apa. Tidak, dia tidak ingin mendengar sesuatu yang menyakitkan. Dia sedang bahagia, dia sedang mencintai suaminya habis-habisan. Dia tidak ingin….

“Sebenarnya aku bukan Gyuhyoon.”

Jantung Shin-Hae melorot. Dia bahkan tidak sadar jika dia telah menjatuhkan tas kecilnya yang sedari tadi berada dalam genggaman tangannya. Shin-Hae menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya lalu tanpa diperintah setetes airmata jatuh mengalir ke pipinya.

Tidak! Jangan ada airmata, kumohon. Batin Kyuhyun meminta.

“Lalu .. Lalu siapa kau? Kau suamiku, bukan? Jangan bercanda, Cho Gyuhyoon.” Shin-Hae mendekat kearah Kyuhyun, memukul lengannya lemah tak bertenaga berkali-kali ditempat yang sama. Meminta Kyuhyun mengatakan bahwa dia bohong, ini semua tidak benar, dia mengatakan hal ini hanya karna dia ingin membuat Shin-Hae takut, menangis, lalu Kyuhyun akan berteriak ‘Kejutan’ lalu Kyuhyun mengambil sebuah kado yang telah dia simpan dikantung celana jeans nya untuk diserahkan pada Shin-Hae.

Tapi hari ini bukan hari spesial yang patut mereka rayakan.

Kyuhyun memejamkan matanya frustasi, “Aku tidak berbohong dengan apa yang ku katakan tadi.”

Shin-Hae kembali meneteskan air mata mendengar pengakuan dari Kyuhyun. Shin-Hae merasa risih dengan adanya oranglain didekat mereka saat dia sedang membicarakan masalah pribadi. Jadi Shin-Hae melirik sinis kearah Junho. “Bisa tinggalkan kami berdua?” Pinta Shin-Hae yang segera dituruti dengan langkah mundur Junho menuju pintu apartment. Dan menghilanglah dia bersamaan dengan suara pintu yang tertutup.

Shin-Hae kembali menoleh kearah Kyuhyun. “Siapa kau?”

Kyuhyun sama sekali tidak tahan dengan suara Shin-Hae yang begitu mengisyaratkan bahwa dia sangat terluka. Kyuhyun mendekat, hendak menyentuh lengan Shin-Hae namun gadis itu mundur, tidak ingin disentuh. Membuat Kyuhyun hampir meneteskan airmatanya melihat sorot mata Shin-Hae yang begitu menyakitkan.

“Jangan sentuh aku, aku tidak mengenalmu.”

Kata-kata selanjutnya yang terlontar dari Shin-Hae membuat jantung Kyuhyun kali ini terasa seperti ditanamkan dengan timah panas dari jarak dekat, membuatnya terasa menyakitkan setengah mati. Istrinya sendiri mengatakan tidak mengenalnya.

“Aku, aku suamimu.” Balas Kyuhyun dengan suara terendahnya bahkan hampir terdengar berbisik.

“Juho bilang kau bukan suamiku.” Sergah Shin-Hae kesal. “Jadi, siapa kau?” Lanjutnya.

“Bisakah kita duduk terlebih dahulu?”

“Tidak perlu, cepat jelaskan!”

Kyuhyun mendesah pasrah, menundukkan kepalanya lemah lalu mulai menceritakan semuanya pada Shin-Hae. Mulai dari pertama kali Kyuhyun mendapat telpon dari orangtuanya bahwa Gyuhyoon mengalami kecelakaan di Seoul. Lalu melanjutkan ceritanya saat Gyuhyoon menyerahkan cincin pertunangannya dan meminta Kyuhyun menggantikan posisinya karna dia tidak ingin mengecewakan Shin-Hae. Lalu cerita itu terhenti saat Kyuhyun memikirkan bagaimana caranya dia menjelaskan keberadaan Gyuhyoon saat ini.

“Lanjutkan.” Pinta Shin-Hae saat Kyuhyun menghentikan ceritanya.

Kyuhyun mendesah dalam lalu mengatakan, “Gyuhyoon meninggal dunia setelah itu.”

Kyuhyun memberanikan diri melihat kearah Shin-Hae, dan yang da dapati adalah, raut wajah Shin-Hae yang tidak percaya dengan cerita Kyuhyun. Mulutnya sedikit terbuka, matanya terbuka lebar dan menggenang cairan didalam sana.

“Tidak.” Shin-Hae tersenyum pahit. “Semua tidak benar, kan? Aku belum lama menikahinya, dan sekarang kau mengatakan dia sudah meninggal? Ini tidak lucu.” Lanjutnya sambil menggelengkan kepala tidak percaya dengan informasi yang baru didapatnya.

“Aku mengatakan yang sesungguhnya. Gyuhyoon telah meninggal beberapa bulan yang lalu. Beberapa hari sebelum pernikahan… kita.”

Kyuhyun melihat Shin-Hae merosot dan terduduk dilantai dengan memegangi dadanya yang telah pasti terasa sesak. Shin-Hae menangis, menjerit, menyakiti dirinya sendiri dengan memukul-mukul dadanya sekuat mungkin agar dia terbangun dari mimpinya. Tapi semuanya adalah kenyataan. Kenyataan pahit yang harus dia terima mentah-mentah dalam sekejap.

Kyuhyun mendekat, berusaha membawa Shin-Hae kedalam pelukannya namun Shin-Hae menolak. Gadis itu mendorong tubuh Kyuhyun kuat hingga Kyuhyun terlempar kebelakang dan punggungnya menabrak sofa cukup kuat. Tapi rasa sakit yang dirasa dipunggungnya saat ini tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya saat istrinya tidak lagi menerima kehadirannya disampingnya.

“Menjauh dariku, aku tidak mengenalmu!”

Detik itu juga Shin-Hae bangkit dan berlari menuju pintu apartment dan menghilang setelah dia membanting pintu itu kuat-kuat hingga menimbulkan bunyi yang memekakan telinga. Meninggalkan Kyuhyun begitu saja yang masih terduduk lemas setelah terdorong tadi.

Ini adalah resikonya, jika dia berani mengambil keputusan, maka dia harus berani menerima ganjarannya. Seharusnya Kyuhyun sudah tau jika semua hubungan yang diawali dengan kebohongan akan berakhir menyakitkan. Kyuhyun sebenarnya sudah tau itu, tapi sayangnya Kyuhyun sama sekali tidak mempersiapkan dirinya untuk menerima itu semua.

Tanpa disadari, airmata secara perlahan menetes membasahi pipinya.

Kyuhyun terisak dalam diam, meratapi kehidupannya yang entah akan menjadi seperti apa kedepannya. Yang diketahui Kyuhyun hanyalah … Dia hancur, semuanya selesai, kehidupannya tidak akan pernah sama lagi seperti sebelumnya.

******

“Jangan pernah tinggalkan aku. Dengan alasan apapun, kumohon jangan pernah tinggalkan aku.”

“Hey, ada apa?”

“Kumohon katakan padaku kau tidak akan pernah meninggalkanku.”

“Ya, aku tidak akan meninggalkanmu. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Demi Tuhan aku mencintaimu. Tempatku disini, tinggal bersamamu. Aku tidak akan pernah pergi kemanapun tanpamu. Percayalah.”

 

******

 

I’ve found a reason to show

A side of me you didn’t know

A reason for all that I do

And the reason is you

*Hoobastank – The Reason*

******

TBC

Yeaaayy cerai cerai cerai ><

Cepet kan kelanjutannya?

Ini buatnya Cuma sehari haha, ajaib ._.

Mood aku lagi bagus buat menghancurkan hubungan haha

Dan sepertinya FF yang selanjutnya bakal saya ancurin juga kkk~

 

Hmm, aku mau ngucapin terimakasih nih sama kalian yang udah sempet do’ain aku yang waktu itu mau sidang.

Aku minta do’a buat dilancarin sidangnya, tapi kalian ngasih bonus do’a supaya aku lulus juga

Dan semuanya terkabul ><

Aku lulus, Alhamdulillah.

Ditambah dengan dapet Grade A huaaaaahhh

Aku ga nyangka sumpah

Semua berkat do’a dari kalian

Sekali lagi terimakasih *cipok satu-satu*