devil cover copy

Shin-Hae mengawali paginya di Cafe tempatnya bekerja. Pagi ini turun hujan, cukup membuat kota Seoul sepi di jam yang seharusnya terlihat padat. Langit terlalu kelam untuk dinikmati, membuat suasana hatinya ikut menjadi kelam saat mengingat Kyuhyun bersama seorang wanita yang tidak dia kenali.

Dia selalu terbayang dengan Kyuhyun yang berjalan berdampingan dengan seorang wanita, bahkan terlihat intens. Shin-Hae merasa ada yang sakit disekitaran dadanya. Apakah itu hati? Rasanya terlalu menyesakkan mengingat bahwa Shin-Hae mencintai Kyuhyun habis-habisan, namun cintanya tak terbalas sama sekali.

Shin-Hae masih melamun didepan mesin kasir hingga seseorang dari belakang menepuk pundaknya menyadarkan. Ternyata itu Cho Ah-Ra. Senyuman gadis itu megingatkannya pada Kyuhyun. Kenapa harus wanita ini yang datang? Hanya menambah rasa sakitnya saja.

“Melamun lagi,” Tegur Ah-Ra secara halus sambil memerhatikan pintu masuk cafe yang terlihat buram akibat embun yang tercipta dari hujan. “Sudah hampir 5x aku melihatmu melamun. Karna Kyuhyun?” Lanjut Ah-Ra yang membuat wajah Shin-Hae merah redam akibat malu karna pikirannya mudah sekali tertebak. Saat Ah-Ra terkekeh karna berhasil membuat Shin-Hae malu, Shin-Hae teringat dengan Kyuhyun. Dia belum sempat menanyakan hal ini pada Ah-Ra, dia harus menanyakannya, tapi bagaimana membicarakannya?

“Hmm, Eonni .. Aku baru saja mengetahui .. Hmm, Kau pasti tau. Maksudku,” Tata bicara Shin-Hae membuat Ah-Ra pusing, dan gadis itu bisa menebak apa yang akan ditanyakan Shin-Hae, jadi dia lagi-lagi tersenyum melihat keluguan dan kepolosan gadis yang sedang berhadapan dengannya.

Etern?” Tebak Ah-Ra yang sukses membuat Shin-Hae terdiam dan mengangguk pelan sebagai jawabannya. “Tentu saja aku tau.” Lanjutnya sambil memasukan kedua tangannya kedalam kantung celemek khusus yang bertuliskan nama cafe miliknya.

“Kau sudah tau rupanya. Sejak kapan?” Ah-Ra meneliti reaksi Shin-Hae tentang pembicaraan mereka mengenai siapa Kyuhyun sebenarnya. Sebenarnya Ah-Ra terlalu takut jika Shin-Hae mengetahui siapa Kyuhyun, karna menurut pandangan Ah-Ra, Shin-Hae lah yang terbaik untuk Kyuhyun. Ah-Ra begitu yakin karna hanya dialah satu-satunya wanita yang berani melawan Kyuhyun dan juga mendekati Kyuhyun untuk mencari tau kebenaran. Jika untuk ukuran wanita lain, mungkin mereka hanya akan mengincar ketampanan Kyuhyun dan juga harta miliknya.

“Dua hari yang lalu,” Jawab Shin-Hae sedikit bergidik mengingat kejadian pada hari itu. Dimana dia diperkenalkan pada tiga temannya serta musuh terbesarnya yang sekaligus menjadi pencipta dari Etern.

Shin-Hae sadar nyawanya dalam bahaya jika dia terus berdekatan dengan Kyuhyun, tapi disisi lain, Shin-Hae mencintai Kyuhyun. Apakah dia akan menyia-nyiakan nyawanya hanya untuk seorang Cho Kyuhyun?

“Lalu?” Pancing Ah-Ra yang sangat tau bahwa bukan hanya itu yang ingin disampaikan oleh Shin-Hae.

“Aku .. Aku menyukainya, Eonnie. Apa itu salah?” Aku Shin-Hae akhirnya pada Ah-Ra.

“Tidak ada yang salah dengan perasaanmu, hanya saja kau salah memilih orang. Kau jelas-jelas sudah tau siapa Kyuhyun yang sebenarnya, dan kau masih menginginkannya?” Sergah Ah-Ra tak percaya dengan jawaban Shin-Hae. Benar-benar wanita yang berbeda.

“Sejak aku mengetahui siapa dia sebenarnya, rasa cintaku bertambah menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya.”

“Kau gila,” Gumam Ah-Ra dengan mulut terbuka lebar.

“Kurasa juga begitu.” Shin-Hae merutuki kebodohannya karna mencintai Kyuhyun. Pria yang jelas-jelas bukan manusia. Ah-Ra bukannya tidak menyetujui, dia hanya khawatir dengan keselamatan Shin-Hae. Kyuhyun telah menceritakan semua ulah Damien pada seorang wanita –makhluk yang paling dibencinya. Jika dia mengetahui salah satu Etern ciptaannya memiliki hubungan dengan seorang wanita, Damien tidak segan-segan akan menyiksa wanita itu dengan caranya sendiri, bahkan hingga gadis itu mati.

“Biar ku tebak. Kau juga mengenal Damien?” Tanya Ah-Ra memastikan. Berharap jawabannya adalah ‘tidak’ karna dengan begitu Ah-Ra mempunyai kesempatan untuk membujuk Shin-Hae agar berhenti mengejar Kyuhyun yang terlalu berbahaya untuk disukai. Namun saat Shin-Hae menganggukkan kepalanya mantap sebagai pengganti jawaban, membuat Ah-Ra sakit kepala. Gadis ini jelmaan atau apa sih? Apa dia tidak memiliki rasa takut sama sekali?

“Kiamat mu akan datang kalau begitu.”

******

“Bagaimana dengan bunga Oleander?” Usul Ryeo pada Kyuhyun yang tengah berkutat dihadapan botol-botolan besar yang terisi cairan berbagai macam warna. Itu adalah ramuan yang hampir diciptakan Kyuhyun untuk mengembalikan mereka menjadi manusia normal kembali. “Berbagai macam racun terkandung di seluruh bagian tanaman ini, seperti Oleandrin dan neriine, menyebabkan gangguan sistem saraf, gangguan pencernaan, dan sistem kerja peredaran darah dimana ke semua itu terjadi secara bersamaan.”

Usul Ryeo ditolak mentah-mentah oleh Kyuhyun yang ternyata telah mencari tau berbagai macam bunga beracun didunia, dan semuanya sama sekali tidak sesuai dengan ramuan yang diciptakannya.

“Kita membuat ramuan untuk penyembuhan, bukan kematian.” Ujar Kyuhyun sedikit kesal dengan apa yang didengarnya. Sudah berkali-kali Ryeo mengusulkan ide-idenya, namun semua hanya kisaran ‘yang paling berbahaya didunia.’ Apa dia pikir dia ingin bunuh diri? Jika jawabannya ‘iya’ percuma saja, karna mereka tidak bisa mati.

“Baiklah,” Ryeo berkata dengan lemah, merutuki dirinya yang terlalu bodoh, bahkan tidak bisa mengimbangi jalan pikiran Kyuhyun. Sama halnya dengan Lee, dan juga Siwon. Jadi mereka memilih untuk diam, tidak ingin membuat Kyuhyun merasa terecoki dengan usulan-usulan tidak masuk akal mereka.

Kyuhyun tidak menyadari sama sekali jika Siwon ternyata selama ini selalu belajar dari seluruh ramuan yang diracik Kyuhyun. Siwon mempunyai ide gila dikepalanya saat ramuan penyembuhan untuk mereka menjadi manusia normal kembali sama sekali tak membuahkan hasil.

Siwon, Ryeo, dan Lee telah mengetahui ide gila Siwon itu. Awalnya Ryeo dan Lee tidak menyetujui usul Siwon yang juga ingin membuat ramuan lain, namun pada akhirnya, setelah Siwon mengiming-imingkan kekuatan yang sangat diinginkan para Etern, mereka menyetujuinya.

Ya, Siwon justru membuat ramuan yang bertolak belakang dengan apa yang akan dibuat Kyuhyun. Jika Kyuhyun berambisi menciptakan ramuan penghancur ramuan Etern yang telah berada didalam tubuhnya, justru Siwon berambisi memperkuat jiwa Etern mereka.

******

Damien duduk dihadapan Chris yang baru saja melaporkan apa yang telah didapatnya selama beberapa hari setelah dia bergabung dengan para Etern yang sangat ditakuti Damien.

“Mereka mencoba menciptakan ramuan Reversion. Itu adalah ramuan penawar dari ramuan Eternity. Dan mereka hampir menyelesaikannya, sekitar 85%.”

Damien mengutuk Kyuhyun dalam hati. Damien memang merasa ada yang salah saat anak itu tidak lagi selalu menurut apa kata Damien yang bisa dikatakan seperti Tuhan-nya para Etern. Dia juga mulai menjauh dari ke-tiga temannya Lee, Ryeo, dan juga Siwon, lebih tertarik dengan ambisinya.

Tidak, Damien tidak akan pernah membiarkan Kyuhyun menemukan obat penawar untuk ramuan Etern. Jika Kyuhyun berhasil menciptakan ramuan tersebut, maka Damien akan hancur dihabisi oleh ribuan Etern ciptaannya. Hancur? Memang seorang Etern bisa merasakan sebuah kehancuran? Damien sedikit geli memikirkan kebodohan Kyuhyun jika dia berencana untuk menghancurkan Damien. Damien masih seorang Etern. Makhluk yang tak bisa hancur atau dihancurkan seumur hidup.

“Ah, aku juga mendapati Siwon sedang meracik sebuah ramuan. Namun berbeda dengan apa yang dibuat Kyuhyun. Dia mencoba membuat ramuan untuk Etern yang bisa memiliki kekuatan lebih, tidak hanya sekedar bergerak secara cepat yang memang telah kita dapatkan.” Lanjut Chris yang membuat Damien menoleh cepat kearah pria itu. Tidak sia-sia kan dia menyuruh Chris untuk berteman dengan Kyuhyun?

Siwon mencoba mengkhianati Kyuhyun rupanya. Dan itu berarti Siwon adalah incaran Damien selanjutnya untuk membantu menghancurkan ramuan Kyuhyun. Benar. Musuh paling sadis adalah seorang teman. Jadi, Damien akan memperalat Siwon untuk menghancurkan Kyuhyun.

******

“Apa kau yakin ini akan berhasil?” Bisik Lee didekat Siwon saat pria itu mulai memasukan jenis racikan baru kedalam ramuannya. Ramuan yang semula berwarna cokelat, saat dicampurkan dengan racikan yang baru saja ditemukan Siwon berubah menjadi warna merah pekat. Membuat Lee dan Ryeo tersentak.

“Warna nya seperti darah.” Ryeo meneliti ramuan tersebut baik-baik dalam dekat.

“Layaknya manusia, mereka membutuhkan darah untuk bertahan hidup, kekuatan manusia terdapat pada darahnya.” Jelas Siwon tegas dengan senyum kemenangan tercetak dibibirnya.

Lee dan Ryeo menoleh cepat, “Jadi kau membuat ramuan yang serupa dengan darah manusia?” Tanya Lee dengan nada terkejut.

Apakah darah manusia tercipta dengan cara seperti ini? Apakah manusia tau bahwa darah mereka tercipta dari hal-hal kotor yang menjijikan? Namun tidak dapat dipungkiri betapa antusiasnya mereka jika ramuan ini benar-benar berhasil. Mereka mengimpikan kekuatan sejak lama, kadang dia bertanya, mengapa Damien tidak memberikan kekuatan lebih untuk para Etern-nya? Mengapa hanya bergerak dengan cepat saja yang bisa Etern lakukan, itupun harus diraih dengan kerja keras, tidak terbentuk begitu saja.

Yah, walaupun Damien tidak menciptakan Etern dengan kekuatan, maka Etern itu sendirilah yang akan menciptakan kekuatannya, dengan caranya sendiri tentu saja.

Siwon terlihat sibuk mencari benda yang sepertinya lupa ditaruh dimana, mencari dengan wajah pucat dan panik. Ryeo dan Lee tentu saja tau benda apa yang dicarinya, karna mereka telah diberitahu sebelumnya, jadi mereka ikut mencari.

“Sial, apakah bunga itu terbawa oleh Kyuhyun?” Gumam Siwon bernada kesal.

Mereka masih sibuk mencari, hingga sebuah suara menghentikan gerakan mereka. Suara decitan itu adalah suara pintu gudang tempat mereka bersemayam. Ryeo, Lee, dan Siwon saling bertatapan dengan waspada, takut jika Kyuhyun-lah yang datang, takut jika Kyuhyun menemukan rahasia mereka.

Sebelum semua keterburukan yang mereka pikirkan terjadi, Lee sebagai Etern yang paling handal mengubah ekspresi keluar lebih dahulu untuk melihat siapa yang datang. Sebenarnya Kyuhyun tidak mungkin kembali begitu cepat karna dia mengatakan dia akan mencari satu racikan lagi untuk ramuannya, dan Lee tau bahwa racikan itu sama sekali tidak mudah didapatkan. Jadi dia bisa menjamin jika orang ini bukan Kyuhyun.

Benar saja, yang datang bukanlah Cho Kyuhyun, tapi Damien. Lee benar-benar tersentak kaget saat Damien datang mengunjunginya bersama Chris. Chris yang melihat ekspresi bodoh Lee tanpa menutup-nutupi kegeliannya, dia tertawa.

“Aku mencium sesuatu disini. Apa yang sedang kalian kerjakan?” Damien bertanya dengan nada dibuat-buat serius. Sebenarnya tanpa ditanyapun Damien sudah tau rencana ke-tiga Etern nya yang hendak membuat sebuah ramuan kekuatan.

“Hmm, kami…” Lee terbata-bata, dia tidak bisa menjawab dengan benar.

Belum sempat menjawab, Siwon dan Ryeo keluar untuk melihat siapa yang datang. Ekspresinya sama saja seperti Lee, mereka terkejut setengah mati. Ini sebenarnya bukan waktunya Damien mengunjungi para Eternnya, jadi tidak ada persiapan apapun dari ketiga Etern ini untuk menyambut kedatangan Damien.

“Ku dengar kalian membuat sebuah ramuan.” Ujar Damien tanpa basa-basi. Sontak ketiga Etern ini melirik ke arah Chris yang sedang menunjukkan senyum kemenangan. Pria itu pasti yang mengadukan semuanya. Semenjak kedatangan Chris, mereka tidak bisa lagi memiliki rahasia.

“Ya.” Jawab Siwon terang-terangan.

“Ramuan apa itu?”

“Kekuatan. Untuk melawanmu.” Geram Siwon yang sempat membuat Ryeo dan Lee menegur perkataan Siwon yang keluar dari jalur. Mereka membuat ramuan tersebut hanya untuk keinginan pribadi, bukan untuk menghancurkan.

“Wah wah, ternyata kalian tetap berpihak pada Kyuhyun yang berniat menghancurkanku.” Damien terkekeh. “Apa Kyuhyun tau rencana brilian kalian? Bagaimana jika kita beritahu Kyuhyun sekarang?”

Seketika wajah Siwon memucat. Tidak, Kyuhyun tidak boleh tau mengenai hal ini. Siwon takut Kyuhyun akan kecewa ketika mengetahui jika Etern yang lain mengkhianatinya. Sungguh, yang dimaksud Siwon dengan ramuan kekuatan bukanlah untuk bertahan menjadi Etern selamanya, mereka juga ingin terbebas dari kutukan Etern sialan yang telah Damien berikan. Mereka hanya ingin memiliki kekuatan lebih seperti menghancurkan sesuatu hanya dari tatapan, membakar sesuatu hanya dengan jari telunjuknya. Hanya seperti itu.

“Jangan!” Ujar Siwon cepat-cepat. “Jangan beritahu Kyuhyun.” Wajahnya semakin memucat.

Ketakutan Siwon tentu dimanfaatkan oleh Damien. Damien sangat licik, dia tidak akan melepaskan apapun yang dia inginkan. Jika dia tidak bisa mendapatkannya dengan cara yang halus, maka dia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya. Termasuk dengan cara kotor sekalipun.

“Jika aku berjanji tidak akan mengatakannya pada Kyuhyun, apa yang akan kudapatkan?”

“Sial, kau mencoba memeras kami?!” Emosi Siwon terpancing.

Damien tersenyum licik. “Aku hanya ingin kau meneruskan ramuan itu hingga membuat kekuatan yang maha dahsyat untuk para Etern. Jika ramuan tersebut telah berhasil, berikan padaku.”

Siwon mengepalkan tangannya kuat-kuat. Tidak, dia tidak ingin menjadi penghianat untuk keluarganya sendiri. Siwon yakin, apa yang Kyuhyun lakukan adalah yang terbaik untuk semuanya. Kyuhyun tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan membahayakan dirinya sendiri, jika Kyuhyun memiliki dorongan yang kuat untuk menjadi manusia kembali, maka Siwon akan menjadi pengikut Kyuhyun. Dia juga akan kembali menjadi manusia.

Siwon membalikkan badan, berjalan menuju tempat ramuan ciptaannya sedang diolah. Damien tersenyum, berpikir Siwon akan membuatnya lagi dan benar-benar akan memberikan padanya jika ramuan itu berhasil.

Namun Damien mengerutkan keningnya saat Siwon membawa seluruh ramuan berwarna merah pekat itu kehadapan Damien beserta satu botol besar penuh air mineral. Didetik berikutnya, kepala Damien seperti dihantam timah panas saat melihat Siwon menumpahkan seluruh ramuan itu dihadapan Damein. Belum cukup puas, Siwon mencampurkan tumpahan ramuan itu dengan air mineral, jadi diambil kembali pun tak ada gunanya, karna ramuan tersebut akan gagal jika dicampurkan dengan air mineral.

“Apa yang kau lakukan!” Teriak Damien penuh emosi.

“Aku memang berniat membuah sebuah ramuan, namun tidak ku gunakan untuk kejahatan.”

“Apa maksudmu dengan kejahatan? Kau menciptakan ramuan itu untuk dirimu juga, kan?!”

“Ya, memang ku ciptakan untuk diriku sendiri, tapi tidak ku gunakan untuk melawan keluargaku sendiri.”

Damien terdiam, dia jelas-jelas kalah telak kali ini oleh Siwon. Damien semakin geram dengan kaum Etern yang mulai terang-terangan membanta perintahnya. Kini nama Siwon juga masuk kedalam daftar Etern yang akan Damien benci seumur hidupnya, seperti Kyuhyun.

Damien menyerah kali ini. Dia berbalik, berjalan menuju pintu keluar gudang dengan kesal bersama dengan Chris. Begitu mereka keluar dari gudang, Damien menghentikan langkahnya, mengatur emosi yang masih menguasai hampir seluruh dirinya. Dia harus tenang, dia tidak boleh terlihat kalah dari Etern-Etern sialan ciptaannya. Dia harus mengatur strategi baru agar Damien bisa menghancurkan Kyuhyun beserta ide tololnya yang hendak menciptakan ramuan penghancur Etern.

“Dimana  Young?” Tanya Damien dengan suara tegas, akhirnya sesuatu melintas dikepalanya.

“Tadi dia bilang ingin pergi ke kedai kopi.” Jawab Chris dengan tatapan ragu.

“Kedai? Untuk apa dia kesana?” Damien semakin kesal mendengarnya. Dia telah dipermalukan disini oleh Etern ciptaannya sendiri dan dia mendengar bahwa orang kepercayaannya justru tengah bersenang-senang disebuah kedai kopi.

“Wanita yang selalu bersama Kyuhyun. Young mengincarnya. Kedai kopi itu tempat Shin-Hae bekerja.”

“Shin-Hae?”

“Gadis yang selalu berada didekat Kyuhyun, namanya Shin-Hae. Satu-satunya gadis yang tau siapa Kyuhyun itu sebenarnya.”

Damien tersenyum mendengar informasi brilian dari Chris. Kyuhyun ternyata menyimpan sesuatu darinya, seorang wanita yang selalu berada didekatnya dan dia juga memberitau jati dirinya pada wanita itu. Itu berarti dia bukan wanita biasa, mungkin wanita itu bisa mendatangkan Kyuhyun padanya.

Sekarang Damien tau apa kelemahan Kyuhyun yang dapat dia hancurkan.

“Shin-Hae, bawa gadis itu padaku.” Perintah Damien pada Chris yang tentu saja disanggupi oleh Chris.

Chris tersenyum senang, kemenangan sebentar lagi akan berada dipihaknya, dipihak Damien. Mungkin hari ini memang hari kemenangan untuk para Etern sialan itu, tapi besok.. Hari kemenangan untuknya dan kehancuran untuk Kyuhyun.

******

Young mengamati gadis lugu yang tengah melayani seorang pria tua yang berada dikedai. Gadis yang entah benar-benar lugu atau hanya berpura-pura lugu, yang jelas Young membenci kelembutan gadis itu.

Kyuhyun akan menjadi miliknya, harus menjadi miliknya. Dia tidak suka apa yang harus menjadi miliknya diganggu oleh orang lain, apalagi oleh wanita yang dibencinya itu. Dia harus menyingkirkannya, dan terlalu mudah untuk menyingkirkan gadis itu. Dia tidak suka sesuatu yang terjadi terlalu cepat berakhir, dia ingin ada tantangan untuk mendapatkan gadis itu. Dan satu-satunya cara, dia harus melawan pria yang dia cintai untuk mendapatkan Shin-Hae.

Young sangat tau apa yang dirasakan Kyuhyun terhadap wanita itu. Etern jatuh cinta, apakah terdengar konyol? Tapi Etern benar-benar bisa merasakan cinta, itulah yang dirasakan Young pada Kyuhyun. Namun sayangnya, Kyuhyun tidak membalas perasaan Young, justru dia memberikan perasaan itu untuk seorang manusia yang menjijikan bernama Kim Shin-Hae.

Young bangkit dari tempat duduknya, meninggalkan kedai secepat yang dia bisa. Dia harus merencanakan sesuatu untuk nanti malam, karna dari yang dia dengar, Damien menginginkan Shin-Hae, jadi dia harus memikirkan cara untuk membawa gadis itu.

******

Malam harinya, Kyuhyun kembali dengan tangan kosong, tidak membawa apapun yang mungkin bisa dicampurkan dengan ramuannya, tapi apa yang dicarinya benar-benar belum ditemukan, dia masih belum menemukan bahan yang tepat agar ramuannya berhasil.

Dia kembali ke gudang tempat dia tinggal bersama Ryeo, Lee dan Siwon. Disana tampat seperti baru saja terjadi kekacauan, tanah tempatnya berpijak basah oleh air dan Kyuhyun tau itu bukanlah cairan biasa, dia mencium bau sesuatu dari sana.

“Apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun panik menghampiri Siwon dan Lee yang tengah duduk dikursi panjang yang menghadap kearah Kyuhyun berdiri. Keduanya terkejut melihat kedatangan Kyuhyun, terutama Siwon karna dialah yang berulah.

Siwon bangkit dari duduknya yang diikuti Lee, mereka tidak tau harus memulai cerita itu dari mana, apakah Siwon harus benar-benar menceritakannya? Dia sangat tau sifat Kyuhyun yang emosinya terlalu mudah untuk meledak, jika dia mengatakan yang sebenarnya apakah Kyuhyun akan menghantam mereka ber-tiga dengan kata-kata menusuk miliknya?

“Ada apa?!” Tanya Kyuhyun sekali lagi kehilangan kesabaran saat Lee dan Siwon masih belum berani buka mulut untuk mengatakan sesuatu.

Ryeo yang baru saja keluar dari tempat yang digunakan Siwon dan Lee menciptakan ramuan tersebut menghampiri Kyuhyun, berniat menceritakan semuanya karna dia tau bahwa Siwon dan juga Lee sama sekali tidak tahan dengan kata-kata kasar, jadi Ryeo-lah yang turun tangan untuk menceritakan segalanya dengan cara pelan-pelan, berusaha tidak membuat Kyuhyun emosi saat mendengarnya.

“Jadi… Sebenarnya kami bertiga ingin mencip…”

Ucapan Ryeo terpotong karna tiba-tiba saja suara teriakan panik seorang wanita menyambangi gudang tempat mereka bersemayam. Mau tak mau semua perhatian terpusat pada arah datangnya suara teriakan itu.

Shin-Hae. Gadis itulah yang berteriak, meneriaki nama Kyuhyun dengan penuh kepanikan. Kyuhyun yang mendengar hal tersebut segera memunculkan dirinya dan menanyakan apa yang terjadi.

Wajah gadis itu pucat, seluruh tubuhnya berkeringat, dan matanya memerah seperti menahan tangis.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun tak kalah paniknya dari Shin-Hae.

“Shin-Ra. Shin-Ra menghilang!” Jawaban Shin-Hae hanya ditanggapi dengan kerutan dahi tak mengerti dari EternEtern yang mendengarnya.

“Shin-Ra? Siapa dia?” Tanya Kyuhyun semakin tak mengerti mendengar satu nama asing disebut.

Shin-Hae menangis, tidak bisa menjawab. Harus menunggu beberapa detik sebelum akhirnya Kyuhyun, Ryeo, Lee, dan Siwon mendengar suara perempuan lainnya menyambangi gudang ini. Dan Ah-Ra pun muncul dari pintu, sama paniknya dengan Shin-Hae.

“Shin-Ra itu saudara kembar Shin-Hae, gadis bernama Young membawanya pergi secara paksa dari kedai. Kurasa dia salah mengenali Shin-Hae.” Ah-Ra membantu menjelaskan, dan barulah semuanya mengerti dengan maksud dari inti pembicaraan ini.

“Young?!” Teriak Kyuhyun panik. “Damien salah sasaran!” Lanjut Kyuhyun yang sedetik setelahnya telah berlari super cepat menghampiri tempat Damien berada.

Kyuhyun tau sebenarnya dialah yang menjadi sasaran utama Damien, namun Damien mencoba mencari cara agar Kyuhyun mau datang menghadapnya dengan cara menculik gadis yang akhir-akhir ini cukup dekat dengannya.

Dia melakukannya hanya karna terlalu takut Kyuhyun bisa menciptakan sebuah ramuan penghancur Eternity-nya. Obsesinya dengan hidup abadi selama-lamanya masih saja kuat. Dengan menculik Shin-Hae mungkin Damien mengira akan bisa membuat Kyuhyun menghentikan pembuatan ramuan itu dengan imbalan Shin-Hae akan bebas dengan selamat dari cengkraman Damien.

Jika memang itu yang telah direncanakan Damien, dia telah melakukan kesalahan besar. Justru dengan menculik gadis itu, Kyuhyun semakin menguatkan keinginannya untuk membuat ramuan penghancur Eternity, dan jika dia berhasil, Kyuhyun akan memastikan bahwa Damien juga akan mendapatkannya.

Dan setelah mereka kembali menjadi manusia, Kyuhyun berjanji dengan segala sumpah yang bisa dia lakukan dalam hidup, orang pertama yang ingin dibunuhnya adalah Damien.

TBC

Advertisements