triy cover copy

Ah-Ra setengah berlari menuruni anak tangga dirumahnya ketika mendengar keributan-keributan dilantai bawah, sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Ketika Ah-Ra tiba dilantai bawah, Ah-Ra terlambat untuk menyaksikan keributan apa yang sedang terjadi, Ah-Ra hanya sempat melihat mobil Audi menjauh dari rumahnya.

Ah-Ra tercenung melihat Ibu nya yang menangis terisak dipelukan Ayahnya yang sedang mengelus lembut punggung Ibu untuk menenangkan. Sesuatu yang gawat pasti telah terjadi.

Ah-Ra menghampiri kedua orangtuanya dengan perasaan tegang, tidak berani menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Sebenarnya Ah-Ra memiliki satu pemikiran untuk dijadikan jawaban dari kedua orangtuanya saat dia bertanya nanti. Apakah ini masalah .. Kyuhyun?

“Ada apa?” Tanya Ah-Ra dengan ragu.

Ayah dan Ibunya menoleh kearah Ah-Ra, melihat mata Ibunya yang mulai sembab dan percikan api di mata Ayahnya, Ah-Ra semakin yakin jika ini masalah yang berkaitan dengan Kyuhyun. Karna tidak ada lagi yang bisa membuat Ayahnya terlihat sangat emosi seperti ini kecuali Kyuhyun.

“Kyuhyun membeberkan bahwa dia bukan Gyuhyoon.” Jawab Ayahnya dengan geram.

Bingo!

Kyuhyun benar-benar mengatakan semuanya pada Shin-Hae? Dan apakah mobil yang dilihat Ah-Ra tadi adalah mobil Shin-Hae? Jika benar, maka Kyuhyun sendirian sekarang. Apa yang dipikirkan gadis bodoh itu hingga benar-benar meninggalkan Kyuhyun! Apakah dia lupa, dia juga mencintai Kyuhyun?

“Anak kita itu benar-benar bodoh! Sebenarnya apa yang ada diotaknya.” Ayahnya kembali emosi. Kini sang Ibu lah yang menenangkan Ayahnya dengan cara mengusap dada suaminya dengan gerakan teratur.

Ah-Ra tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Apakah telinganya salah mendengar? Atau kata-kata itu memang telah diucapkan oleh Ayahnya? Anak bodoh? Sialan?

“Bukankah dia mempunyai hak untuk mengatakannya?” Bantah Ah-Ra tak setuju dengan perkataan Ayahnya.

Ah-Ra menyayangi Kyuhyun lebih dari dia menyayangi Gyuhyoon. Walaupun keduanya sama-sama adik kesayangan Ah-Ra, namun dia lebih memihak pada Kyuhyun. Sudah dia katakan, bahwa Kyuhyun telah cukup merasakan kesakitan yang selama ini dia pendam karna orangtuanya tidak berpihak padanya. Jadi Ah-Ra akan berdiri didepan Kyuhyun untuk membelanya.

“Memang, tapi apakah dia tidak mencintai Shin-Hae? Bukankah dia telah sepakat untuk menggantikan posisi Gyuhyoon. Seharusnya dia berterimakasih karna dia tidak perlu lagi repot-repot mencari pendamping, karna sudah ada Shin-Hae yang mencintainya.” Bentak sang Ayah yang menyulut emosi Ah-Ra.

“Dia memang menyetujui menggantikan posisi Gyuhyoon, tapi apakah Ayah tidak tau betapa sakitnya perasaan Kyuhyun ketika Shin-Hae yang kini telah menjadi istrinya terus-terusan menganggapnya sebagai Gyuhyoon? Jika Ayah berada diposisi Kyuhyun, apakah Ayah akan tahan dengan kenyataan itu?” Ah-Ra terang-terangan meneriaki Ayahnya dengan isakan yang mulai timbul. Matanya mulai memerah dan berkaca-kaca.

“Aku tau seberapa lelahnya Kyuhyun menjalani semuanya, dia selalu merasa bodoh, mencintai seorang perempuan yang jelas-jelas mencintai oranglain. Apakah Ayah memikirkan perasaan Kyuhyun? Berhenti memprioritaskan Gyuhyoon!” Ah-Ra semakin emosi, kini setetes airmata jatuh membasahi pipinya.

“Ayah sedang tidak ingin berdebat.” Ah-Ra tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dan sekarang Ayah dan Ibunya berjalan menjauh meninggalkan Ah-Ra yang masih berdiri ditempat semula. Apakah tidak ada sedikit rasa kasihan untuk Kyuhyun?

Ah-Ra memutuskan untuk tidak perduli dengan sikap Ayah dan Ibunya, dia memilih untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Kyuhyun. Nada sambung pada ponsel Kyuhyun terus berdering di ponsel Ah-Ra, tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan mengangkat ponselnya.

Ah-Ra semakin takut, apakah dia baik-baik saja, apakah dia berada diapartment? Apakah dia sengaja tidak ingin menjawab panggilan telpon dari siapapun? Pemikiran tersebut membuat Ah-Ra bertekad untuk pergi ke apartmentnya.

******

Pandangan Kyuhyun kosong, tidak bisa memikirkan apapun kecuali bayangan Shin-Hae yang selalu berputar dikapalanya saat Shin-Hae mengatakan bahwa dia tidak mengenalnya, berkata bahwa dia tidak menikahi orang lain kecuali Gyuhyoon.

Kyuhyun menarik selimutnya hingga batas dagu saat matanya sama sekali tidak bisa dipejamkan. Dia butuh tidur, dia butuh melupakan sebentar saja kejadian yang membuatnya terpuruk hingga kepaling dasar.

Kyuhyun benar-benar tidak bisa tertidur. Memory nya kembali memutar kejadian beberapa jam yang lalu saat Shin-Hae dengan ekspresi tak percayanya bertanya pada Kyuhyun siapa Kyuhyun sebenarnya.

Apakah Tuhan tidak mengizinkan Kyuhyun merasakan kebahagiaan? Apa salahnya hingga Tuhan menggariskan takdir yang sama sekali tidak baik untuk kehidupannya. Kyuhyun meneteskan airmatanya saat dia tak tahan lagi untuk menahan rasa sakit yang terus menusuk hatinya.

Shin-Hae benar-benar telah meninggalkannya, meningalkan Kyuhyun untuk selamanya. Sebenarnya ini bukan sepenuhnya kesalahan Shin-Hae, ini adalah kesalahannya yang dengan bodohnya menerima penawaran konyol dari Gyuhyoon. Apakah sekarang dia bisa menyalahkan Gyuhyoon? Kyuhyun terkekeh, dia benar-benar sudah gila. Bahkan dia menghujat seseorang yang telah tiada.

Kyuhyun menyibak selimutnya, dia bangkit dan menyambar kunci mobilnya. Dia ingin keluar sebentar, mencari udara segar untuk menyegarkan kepalanya yang terus-terusan memutar kenangan pahit yang tidak ingin diingatnya.

Seharusnya dia mencari Shin-Hae, istrinya. Namun kenyataan kembali menohoknya, karna dia yakin Shin-Hae tidak ingin bertemu dengannya, dia butuh waktu untuk sendiri. Bukannya Kyuhyun akan melepas Shin-Hae begitu saja, dia akan kembali menjemput Shin-Hae jika waktunya sudah tepat. Kini waktunya dia menjernihkan pikirannya terlebih dahulu.

Kyuhyun membawa mobilnya menuju sebuah pub. Entah mengapa justru tempat menjijikan ini yang Kyuhyun pilih. Jujur saja, dia tidak pernah mendatangi tempat ini sebelumnya, dan kini dia menyambangi tempat ini karna seseorang.

Sebenarnya tempat ini tidak terlihat seperti pub pada umumnya yang memiliki penerangan sangat minim dengan berbagai macam jenis manusia yang paling bejat yang berada didalamnya. Tempat ini menyerupai sebuah cafe yang menyediakan alkohol terbaik dari kalangannya. Terbilang pub hanya karna tempatnya yang terlalu terpencil, seperti tidak ingin terlihat oleh banyak orang dan seperti terlarang. Tempat inilah yang tepat untuk Kyuhyun singgahi.

Kyuhyun menyebutkan jenis alkohol yang ingin diminumnya pada bartender saat dia telah memasuki tempat tersebut. Dia mulai mencari tempat untuk duduk, menyandarkan kepalanya yang mulai terasa sakit bahkan sebelum dia menenggak alkoholnya. Kyuhyun memilih tempat duduk yang terdapat disudut kiri, tempat yang paling terasingi dari bangku-bangku yang lain.

Kyuhyun merogoh saku celananya dan meraih ponsel miliknya. Menimbang-nimbang apakah dia harus menghubungi Shin-Hae sekarang? Kyuhyun sebenarnya ingin sekali menghubungi istrinya, namun dia terlalu takut dengan segala penolakan yang pasti akan dia terima.

Dia bukan tipe pria yang terlalu nekat, dia tipe pria yang akan menunggu hingga waktu yang tepat, menjelaskan semuanya dengan kepala dingin, dan mulai membujuknya agar kembali kesampingnya. Mungkin terdengar terlalu klise, tapi justru hal yang biasanya terdengar mudah adalah suatu hal yang ternyata lebih sulit untuk dijalani.

Bertepatan dengan seorang pelayan memberikan alkohol pesanannya, musik yang melantun ditempat ini berubah menjadi musik yang sama sekali dibenci Kyuhyun untuk saat ini. Entah mengapa harus lagu ini yang terlantun. Apakah ternyata Tuhan juga tengah menertawakan Kyuhyun?

Am I better off dead?

Am I better off a quitter?

They say I’m better off now

Than I ever was with her

As they take me to my local down the street

I’m smiling but I’m dying trying not to drag my feet

(Apakah aku lebih baik mati?

Apakah aku lebih baik dari orang yang putus asa?

Mereka bilang aku lebih baik sekarang

Daripada saat aku bersamanya

Ketika mereka membawaku ketempat asalku

Aku tersenyum tapi aku mati, berusaha untuk tidak menyeret langkahku)

They say a few drinks will help me to forget her

But after one too many I know that I’ll never

Only they can’t see where this is gonna end

They all think I’m crazy but to me it’s perfect sense

(Mereka mengatakan beberapa minuman akan membantuku melupakannya

Tapi setelah terlalu banyak, aku tahu bahwa aku tidak akan pernah melupakannya

Mereka hanya tidak bisa melihat di mana semua ini akan berakhir

Mereka semua berpikir aku gila, tapi bagi ku itu masuk akal)

Kyuhyun tersenyum. Lagu ini benar-benar menyindirnya, semua lirik dari lagu ini benar-benar sialan!

And my mates are all there trying to calm me down

‘Cause I’m shouting your name all over town

I’m swearing if I go there now

I can change her mind, turn it all around

(Dan semua temanku di sana mencoba menenangkanku

Karena aku terus meneriakkan namamu di semua tempat

Aku bersumpah jika aku pergi ke sana sekarang

Aku bisa merubah pikirannya, mengubah segalanya)

Kyuhyun mulai diam, tak lagi menghujat lagu ini. Dia justru terhentak dan tersadar, apakah dia harus menemui Shin-Hae sekarang juga lalu menjelaskan semuanya? Tapi apakah gadis itu akan menerima kehadirannya? Kyuhyun adalah penipu, seorang penipu yang telah menipu istrinya sendiri.

And I know that I’m drunk but I’ll say the words

And she’ll listen this time even though they’re slurred

So I, dialed her number and confessed to her

I’m still in love but all I heard ..

Was nothing

(Dan aku tahu bahwa aku mabuk, tapi aku tetap akan mengucapkannya

Dan dia akan mendengarkan kali ini meskipun tidak jelas

Jadi aku menghubunginya dan mengatakan padanya aku masih mencintainya

Tapi semua yang ku dengar ..

Tidak ada)

The Script – Nothing

Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya. Niatan untuk menghampiri Shin-Hae kembali pudar kanra dia yakin, Shin-Hae tak akan membukakan pintu untuknya, dan gadis itu tidak akan pernah mau mendengar penjelasannya. Dilihat dari sisi manapun, Kyuhyun memang salah. Dia salah telah membohongi Shin-Hae  hingga ke jenjang pernikahan. Dia hanya mengenal Gyuhyoon, tidak mengenal Kyuhyun.

Kyuhyun melanjutkan minumnya hingga tak tersadar jika sekarang sudah pagi. Dia melewatkan malamnya dengan alkohol, namun anehnya Kyuhyun sama sekali tidak mabuk. Setiap kali dia menenggak cairan itu, dia justru semakin sadar apa saja kesalahannya. Dan pantas, Shin-Hae memang pantas meninggalkannya. Karna Kyuhyun tidak pantas untuk dipertahankan.

Kyuhyun merogoh sakunya dan mengeluarkan beberapa cek berisi Seratus Ribu Won yang ditinggalkannya di meja. Kini dia ingin mencari tempat lain untuk disinggahi. Kemanapun, asal tidak kembali ke apartment. Dia masih belum sanggup datang ketempat itu lagi. Tempat dimana Shin-Hae meninggalkannya.

Setelah menancapkan kunci mobil lalu menghidupkan mesinnya, Kyuhyun berhenti sebentar saat ponselnya berdering. Kyuhyun tau siapa yang menghubunginya. Orang yang sama dengan berpuluh-puluh panggilan yang sebelumnya telah dia lakukan. Ah-Ra Noona.

Kyuhyun meletakkan ponselnya diatas dashboard dan membiarkan panggilan itu terus berlangsung hingga mati dengan sendirinya. Setelah panggilan itu benar-benar terputus, tertulisan dilayar ponsel Kyuhyun bahwa Ah-Ra telah menghubunginya sebanyak 37 kali tanpa sekalipun Kyuhyun mengangkatnya.

Kyuhyun ingin sendiri, dia tidak ingin diganggu dan diingatkan kembali dengan masalah yang membuatnya hancur sejak beberapa jam yang lalu. Jika Kyuhyun menerima panggilan dari Ah-Ra, sama saja dia mengorek kembali luka yang belum sembuh dan akan terasa lebih sakit lagi.

Kyuhyun menjalankan mobilnya dengan keadaan setengah mabuk dan belum tidur sama sekali. Keadaan yang paling bagus ketika polisi menangkapnya dan menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan kelakuannya. Jadi dia berusaha menjadi pengemudi yang baik, dia tidak ingin menimbulkan masalah lagi.

Kyuhyun mengarahkan mobilnya menuju sebuah tempat yang menurutnya paling tepat untuk dikunjungi. Pemakaman, dia akan mengunjungi Gyuhyoon. Ini adalah kali pertama dia mengunjunginya, dan entah mengapa dia merasa bersalah karna datang saat dia mengecewakan Gyuhyoon. Dia baru saja membuat wanita yang dicintainya terluka dan menangis.

******

Ah-Ra mengumpat kesal saat Kyuhyun tak juga menerima panggilan darinya. Ah-Ra telah menunggu Kyuhyun semalaman di apartmentnya, dan ternyata adiknya tak kembali. Adiknya sedang dalam keadaan rapuh, dia membutuhkan sandaran, Ah-Ra tau seberapa lemahnya Kyuhyun jika menyangkut masalah perasaan.

Ah-Ra menghubungi Shin-Hae, dan gadis itu sama brengseknya dengan Kyuhyun, tidak ada jawaban sama sekali. Apakah mereka memang sedang melakukan aksi mogok menerima panggilan? Ah-Ra berdecak kesal, dia harus mencari Kyuhyun.

******

Kyuhyun telah duduk didepan makam Gyuhyoon. Makamnya terlihat rapi, seperti baru saja dibenahi. Kyuhyun duduk sambil menuangkan soju kedalam dua gelas kecil yang ditaruhnya diatas makam Gyuhyoon.

“Aku tau kau juga suka Soju, tapi Ayah melarangmu menenggaknya, kan? Sekarang minumlah, tidak ada Ayah disini.” Ucap Kyuhyun lemah, sambil menyunggingkan sedikit senyum yang terlihat menyedihkan.

Kyuhyun meminum Soju bagiannya, dan gelas yang satu lagi, dibiarkan begitu saja teronggok diatas makam Gyuhyoon, seakan menunggu sang pemilik meminumnya. Kyuhyun menghabiskan Soju miliknya dengan satu tegukan cepat, setelahnya dia mengeluarkan suara lega yang cukup keras lalu menunduk setelah meletakkan gelasnya.

Beberapa detik setelahnya Kyuhyun masih menunduk, tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan menegakkan kepalanya kembali dan tersenyum. Secara perlahan, terdengar suara isakan dari bibir Kyuhyun, airmatanya telah mengalir lebih dahulu sebelum isakan itu terjadi. Itu berarti Kyuhyun memang telah menahan isakannya sejak tadi, namun airmatanya tak bisa ditahan lagi.

“Maaf,” Ucapnya masih dengan nada terisak. “Maaf karna aku tidak bisa menjaga kekasihmu. Aku membuatnya terluka, aku membuatnya menangis.” Lanjutnya sambil menenangkan dirinya sendiri agar berhenti terisak.

“Ini tidak adil, kan? Kau yang mematuhi keinginan orangtua kita, tapi kenapa kau yang pergi. Seharusnya aku yang pergi. Aku yang tidak pernah membuat keluarga merasa bangga, aku yang selalu menyusahkan, aku yang bahkan tidak memiliki apapun untuk dipamerkan. Sedangkan kau, kau hebat dalam hal apapun, kau memiliki segalanya yang diinginkan orangtua kita, kau sempurna. Seharusnya kau yang ada disini, bukan aku.

“Kau menitipkan gadismu padaku, hanya hal sesederhana itu bahkan aku tidak bisa memenuhinya. Aku justru membuatnya terluka, membuatnya meninggalkanku dan bahkan akan membencimu. Seharusnya kau tau kemampuanku, kenapa kau tetap menitipkan gadismu padaku? Seharusnya kita jujur sejak awal, seharusnya aku mengatakan bahwa aku Kyuhyun, bukan Gyuhyoon.”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dengan wajah yang basah, mata yang memerah dan napas yang masih sedikit sesak. Menatap makam itu dengan perasaan sedih, menatap nisan yang tertulis nama Gyuhyoon. Betapa bodohnya dia, berbicara pada apa yang tidak akan menjawabnya. Tapi setidaknya, dia bisa melampiaskan perasaannya, walaupun belum semua yang ingin dia katakan bisa terucap.

“Maafkan aku, karna aku sempat mencintainya. Aku berjanji tidak akan membuatnya membencimu.”

Walaupun itu berarti akulah yang akan dibenci oleh gadis itu. Lanjut Kyuhyun dalam hati

******

Kyuhyun telah berada didalam mobil lagi, kini dia hanya diam tidak berniat melakukan apapun. Dia bersender dan memejamkan matanya lelah. Dia harus tidur jika masih ingin hidup lebih lama lagi, dia terlalu lelah, dia hampir depresi. Jika didiamkan mungkin kejiwaannya juga akan terguncang. Tapi siapa yang perduli? Jika dia mati, mungkin tidak akan ada yang menangisinya.

Jari-jarinya seperti tersengat aliran listrik yang membuatnya terasa perih jika mengingat setiap kejadian menyedihkan yang selalu menimpa dirinya. Tidak pernah dianggap ada oleh kedua orangtuanya, dikhianati sahabat baiknya, dan juga ditinggalkan oleh istrinya yang tidak mencintainya.

Apakah tidak ada hal baik yang telah digariskan Tuhan untuk hidupnya? Haruskah dia menyerah? Haruskah dia memulai hidupnya kembali dari awal tanpa ada siapapun disampingnya seperti waktu itu? Haruskah dia meninggalkan Busan dan kembali ke Seoul?

Pikirannya tiba-tiba sajaterhenti oleh suara deringan ponselnya yang menggema didalam mobil, dengan malas Kyuhyun meraihnya, kali ini dia akan berbaik hati pada Kakaknya dan menjawab panggilan telponnya.

“Ya,” Ucap Kyuhyun hampir berbisik. Bahkan untuk sekedar mengeluarkan suarapun dia tak mampu.

“Kyuhyun! Astaga, kau dimana? Aku menghubungi sejak kemarin, kenapa tidak menjawab!”

Kyuhyun tersenyum, matanya kembali basah. Setidaknya dia masih memiliki Kakak yang perduli padanya. Dia mempunyai 4 orang didalam keluarganya. Ayah, Ibu, Ah-Ra, dan Gyuhyoon, namun yang memperdulikannya hanya satu orang, Kakak perempuannya. Satu orang sudah cukup, jika dia memang tidak bisa memiliki siapapun dalam hidupnya, dia cukup memiliki Kakak perempuannya. Dan yang menjadi do’a Kyuhyun sekarang adalah, semoga Tuhan tidak membuat Ah-Ra jauh darinya. Hanya itu. Apakah terlalu sulit untuk diminta? Karna hanya dia satu-satunya keluarga yang menyayanginya.

Noona, aku merindukanmu.” Kyuhyun berusaha mengatakannya dengan nada bahagia, nada riang, agar Kakaknya tidak lagi mengkhawatirkannya.

Disebrang sana, Ah-Ra menutup mulutnya menahan isakan. Kyuhyun merindukannya, itu berarti masalah yang tengah dihadapinya benar-benar rumit. Ah-Ra menganggukkan kepalanya walaupun Kyuhyun tak bisa melihatnya. “Aku juga meirndukanmu. Pulanglah, aku menunggumu di apartment.”

Kembali pada Kyuhyun, dia merasa hatinya sedikit lega, setidaknya ada yang mengetahui bahwa Kyuhyun tidak ada di apartment dan ada yang menunggunya pulang. Namun yang Kyuhyun harapkan adalah, Shin-Hae lah yang menunggunya di apartment. Istrinya yang menunggu kepulangannya, bukan Kakaknya.

“Aku akan pulang, sebentar lagi. Aku pasti pulang.”

******

Shin-Hae mengurung dirinya didalam kamar sejak hari terakhir dia bertemu dengan Gyuhyoon, atau Kyuhyun. Dia masih bingung, dia menikahi pria yang bukan kekasihnya. Dia menikahi orang yang sama namun bukan orang yang dia cintai. Keluarga itu mempermainkan perasaannya.

Gyuhyoon mempunyai saudara kembar bernama Kyuhyun, dan yang dinikainya adalah Kyuhyun, bukan Gyuhyoon. Sedangkan yang dicintainya adalah Gyuhyoon, bukan Kyuhyun. Semua orang tau tentang kebohongan ini, hanya dia satu-satunya orang yang tidak tau, dia seperti dibohongi, merasa ditipu habis-habisan oleh keluarga Cho.

Tanpa disadarinya, Shin-Hae telah mencintai Kyuhyun. Mencintainya sebesar dia mencintai Gyuhyoon. Nyatanya, Shin-Hae bisa menerima perubahan-perubahan yang dialami Gyuhyoon sebelum dia mengetahui semua kebohongan ini. Dan ternyata, Kyuhyun memang lebih membuatnya bahagia dibanding Gyuhyoon. Tapi tetap saja ini salah, ini penipuan namanya.

Dia tidak akan kembali pada Kyuhyun, dia akan menceraikannya.

******

Setibanya di apartment, Kyuhyun mencari Kakaknya yang ternyata berada didapur, tengah membuatkan makanan untuk makan siang yang hampir dilewatkan Kyuhyun lagi jika saja Kakaknya tidak ada diapartment nya.

“Aku pulang.”

Suara Kyuhyun membuat Ah-Ra menoleh dan menemukan Kyuhyun dengan penampilan yang sangat berantakan, wajah yang pucat dan kantung mata yang tebal. Ah-Ra yakin pasti adiknya belum tidur sejak semalam.

Ah-Ra melepas celemeknya dan berjalan kearah meja makan, menyuruh Kyuhyun mengikutinya untuk bergabung dimeja makan. Meja makan itu telah penuh dengan makanan, sama persis seperti saat gadis itu masih ada dirumahnya. Selalu menyediakan makanan kesukaannya dan mengajaknya makan bersama.

“Kau belum makan, kan? Makanlah.” Ah-Ra membuat ekspresi wajahnya terlihat normal tanpa menunjukkan kesedihan sedikitpun. Dia tidak ingin menyinggung masalah apapun pada Kyuhyun, mengingat beberapa jam yang lalu Kyuhyun mengatakan dia merindukannya. Itu pertanda bahwa Kyuhyun benar-benar berada dititik terendah dalam hidupnya.

Kyuhyun mengambil sumpitnya dan memakan apapun yang disodorkan padanya. Kyuhyun makan dalam diam, ekspresi wajahnya masih datar, tidak menunjukkan pergulatan batinnya yang Ah-Ra rasa sudah hingga taraf akut.

Ah-Ra memilih bangkit, meninggalkan Kyuhyun ke dapur, dia tidak ingin meneteskan airmatanya didepan Kyuhyun. Dia harus membuat adiknya tersenyum lagi, dia tidak ingin melihat adiknya terus menerus tersiksa.

Noona, rasanya hambar.”

Komentar Kyuhyun sukses membuat Ah-Ra terisak cukup kencang. Ini pernah terjadi, sebelum Kyuhyun meninggalkan rumah dan memilih hidup mandiri di Seoul tanpa bantuan siapapun. Pada saat itu Kyuhyun tidak lagi diperhatikan oleh kedua orangtuanya, jadi Ah-Ra yang memasakkan makanan untuk Kyuhyun.

Saat itu kondisi Kyuhyun hampir sama seperti saat ini, dia terguncang, dia hanya diam. Saat makanan itu telah tersaji dan Kyuhyun memakannya, Kyuhyun mengatakan Noona, rasanya hambar. Persis seperti yang baru saja Kyuhyun katakan. Ah-Ra merasa penasara, jadi dia merebut sumpit yang Kyuhyun pegang dan memakan apa yang baru saja Kyuhyun makan. Dan makanan itu sama sekali tidak hambar, rasa asin dan manis yang pas.

Kyuhyun menambahkan satu sendok penuh garam kedalam makanannya, Ah-Ra tercengang hebat melihatnya. Namun Kyuhyun memakan makanan itu seperti tidak ada rasa asin sama sekali pada makannya. Dan Kyuhyun lagi-lagi memasukkan satu sendok penuh kedalam makanannya lagi, berulang hingga nyaris empat kali, dan Ah-Ra menghentikannya. Menarik lengan Kyuhyun dan membawanya ke dokter.

Setelah diperiksa, ternyata Kyuhyun mengalam depresi berat yang merenggut segala cecap rasa pada lidahnya.

Dan Kyuhyun kembali merasakan hal itu lagi. Itu berarti Kyuhyun berada dalam tingkat depresi akut yang tidak bisa lagi dibendungnya sendirian.

Ah-Ra masih terisak, membiarkan isakan kencangnya terdengar oleh Kyuhyun yang masih sibuk memakan makanannya seperti tidak mendengar apapun yang terjadi dari dapur sana. Ah-Ra terjatuh kelantai, semakin memperdalam tangisannya yang sudah sejak kemarin dia tahan.

******

Beberapa jam kemudian, akhirnya Kyuhyun tertidur, Ah-Ra menaikkan selimut hingga batas dada, merapihkan sedikit letak selimutnya lalu dia menunduk, berbisik pada Kyuhyun yang Ah-Ra tau belum sepenuhnya tertidur.

“Aku keluar sebentar, persediaan makanan dikulkasmu hampir habis. Aku akan segera kembali.”

Bersamaan dengan ditutupnya pintu kamar, mata Kyuhyun kembali terbuka. Dia sama sekali tidak bisa terlelap sekuat apapun usahanya untuk membuatnya dirinya mengantuk dan tertidur. Otaknya tidak bisa diperintahkan lagi untuk menuruti aa yang diminta Kyuhyun. Kyuhyun ingin tertidur, tapi otaknya justru memeirntah matanya untuk tetap terjaga.

Akhirnya Kyuhyun menyerah, dia duduk dan menyenderkan punggungnya pada punggung ranjang. Dia meraih ponselnya dan mengutak-atik isi galerinya. Dia butuh melihat gadis itu, dan Kyuhyun sempat bersyukur karna dia selalu mengambil gambar Shin-Hae secara diam-diam dan menyimpannya didalam ponsel.

Gadis itu tengah tersenyum bahagia diphoto tersebut. Bahagia karna dia belum mengetahui siapa suaminya. Dia bahagia karna Gyuhyoon, bukan karna Kyuhyun. Kyuhyun merasa menjadi makhluk paling kejam , membohongi istrinya dengan dengan menyamar sebagai pria lain. Tapi apa yang dirasanya sama sekali tidak ada kebohongan. Dia benar-benar mencintai istrinya.

Selang beberapa menit, bell apartmentnya berbunyi. Ah-Ra baru saja pergi, kenapa cepat sekali sudah kembali? Apakah dia tidak membawa kunci? Kakaknya itu terkadang memang merepotkan. Kyuhyun terpaksa turun dari ranjangnya dan keluar kamar, membua pintu apartment dan tersentak luar biasa melihat siapa yang datang.

Gadis itu, gadis yang sangat dirindukan Kyuhyun, gadis yang baru saja wajahnya memenuhi layar ponselnya. Kim Shin-Hae, gadis itu kembali.

Kyuhyun masih tercengang, berdiri ditempat tanpa mengatakan apapun, hanya menikmati kegiatan yang entah sejak kapan menjadi kebiasaannya. Mengamati wajah gadis itu yang terlihat sempurna dimatanya.

“Boleh aku masuk?” Suara gadis itu masih tidak bersahabat. Kyuhyun hanya mengangguk, mempersilahkan Shin-Hae untuk masuk.

Shin-Hae duduk dengan sopan, seperti memasuki wilayah orang lain, bukankah apartment ini juga apartmentnya? Perlakuan Shin-Hae membuat Kyuhyun sedikit merasa tidak nyaman. Kyuhyun diam-diam merapihkan tataan rambutnya yang pasti terlihat berantakan, memastikan tidak ada lagi bercak bekas tangisan dipipinya. Dan Kyuhyun tersenyum, bersiap mendengarkan apapun yang akan dikatakan Shin-Hae.

“Aku datang untuk memberikan ini.”

Shin-Hae menyodorkan sebuah amplop cokelat cukup besar yang dipojok kanannya terlihat lambang yang cukup dikenali Kyuhyun. Dengan segera Kyuhyun membuka amplop tersebut, menarik kertas didalamnya hingga muncul tulisan besar-besar Surat Pengajuan Cerai.

Kyuhyun tidak berniat lagi meneruskan menarik kertas tersebut, karna apa yang ada selanjutnya telah Kyuhyun ketahui seperti apa isinya. Kyuhyun kembali memasukan kertas tersebut dan menaruh kembali amplopnya keatas meja.

“Cerai?” Ucap Kyuhyun dengan nada tak percaya.

Shin-Hae menunduk, berusaha menutupi ekspresi wajahnya yang terlihat jelas menyiratkan kesedihan yang cukup mendalam. Bagaimanapun juga Kyuhyun pernah menjadi suaminya, pernah ada didalam hatinya. Sebenarnya dia tidak ingin mengajukan surat ini, mungkin terlalu cepat. Tapi dia hanya ingin terlepas dari keluarga Cho yang sepertinya sangat mempermainkannya.

“Ya. Suami istri yang tidak lagi tinggal satu atap karna suatu masalah yang cukup besar sebaiknya memang bercerai, kan?”

“Kenapa?”

“Kenapa?! Karna kau bukan Gyuhyoon. Kau sudah membohongiku habis-habisan, berakting sebagai Gyuhyoon dan kau akan menertawakanku karna penyamaranmu berhasil. Aku tidak bisa seperti ini, aku mengkhianatinya dengan menikah dengan oranglain.”

“Tapi itu memang permintaannya. Dia memintaku untuk menggantikannya menikahimu.”

“Tapi kau tidak pernah mengatakannya! Kau tidak pernah jujur, tidak mengatakan siapa kau sebenarnya.” Shin-Hae memejamkan matanya lelah lalu mendesah. “Mari berpisah, Kyuhyun-ssi.”

“Ini yang kau inginkan?” Tanya Kyuhyun dengan nada sedih, menatapi amplop cokelat yang dibawa Shin-Hae tadi.

“Ya.”

Kyuhyun tersenyum sedih, meraih amplop cokelat tersebut. “Aku akan menandatanganinya untukmu.”

“Kembalikan padaku secepatnya. Aku pergi.”

Kyuhyun menjerit dalam hati, dia tidak ingin Shin-Hae pergi lagi. Bisakah dia menetap selama beberapa menit lagi disini? Kyuhyun akhirnya harus menerima kenyataan bahwa Shin-Hae kembali meninggalkannya setelah memberikan surat cerai.

Kyuhyun menaruh amplop cokelat tersebut kembali keatas meja, dia menyandarkan kepalanya yang kini terasa pusing dan memejamkan matanya sebentar. Shin-Hae meminta cerai, itu artinya dia benar-benar akan terpisah dengan wanita itu.

******

Ah-Ra yang lupa membawa dompetnya terpaksa kembali ke apartment, dan dia melihat sosok Shin-Hae yang baru saja memasuki mobilnya. Apakah Shin-Hae datang untuk menemui Kyuhyun? Ah-Ra segera berlari menuju apartment Kyuhyun dengan girang. Apakah mereka telah berbaikan?

Ah-Ra dengan cepat membuka pintu dan menemukan Kyuhyun tengah menyandarkan kepalanya pada bantalan sofa dan matanya menangkap sebuah amplop cokelat yang Ah-Ra tau lambang yang tertera dipojok kanan amplop tesebut. Itu surat cerai. Shin-Hae brengsek!

Ah-Ra kembali berlari, berharap masih bisa menemukan Shin-Hae yang masih berada ditempat tadi Ah-Ra melihatnya. Dan sepertinya Tuhan berada dipihaknya, karna mobil Shin-Hae masih belum bergerak dari tempatnya.

Ah-Ra berlari menghampiri mobil gadis itu dan mengetuk jendela hingga Shin-Hae membukanya. Shin-Hae sedikit terkejut melihat siapa yang mengetuk jendela mobilnya.

“Eonni?”

“Bisa turun sebentar?” Ah-Ra tidak akan berbasa-basi lagi, kesabarannya telah habis.

Shin-Hae menuruti perintah Ah-Ra, dia segera turun dan menghadap kearah Ah-Ra, sedetik setelahnya kejadian yang sama sekali tidak diduga Shin-Hae terjadi. Ah-Ra menampar pipi kanannya cukup kencang hingga menimbulkan semburat merah setelahnya.

“Kau meminta cerai? Apa kau tidak punya otak?! Ya, Kyuhyun memang telah berdosa melakukan kebohongan penuh diatas hubungan kalian. Tapi apa kau tau, perasaan cintanya yang dikerahkan untukmu sama sekali tidak memiliki unsur kepalsuan. Kau sangat menjijikan Shin-Hae~ssi! Kau mengatakan kalau kau mencintainya! Dan kau tau betapa bahagianya Kyuhyun saat dia membicarakan masalah itu denganku? Kau menghancurkan jiwanya! Lihat dia sekarang, dia terpuruk hingga kepaling dasar, dia kacau, dia hancur. Dia benar-benar menyesal dengan segala yang pernah dia lakukan, tapi itu bukan sepenuhnya kesalahannya! Dia telah merencanakan ini semua semata-mata hanya untuk membahagiakanmu, menyempurnakan hidupmu. Tapi apa yang dia dapat sebagai balasannya? Penekanan jiwa habis-habisan! Aku sangat tau Kyuhyun telah melakukan kesalahan besar, tapi apa kau tidak bisa memaafkannya? Lihat bagaimana caranya mencintaimu, caranya mempertahankanmu. Tolong buang jauh-jauh rasa bencimu sebentar saja, lalu lihatlah dia sebagai suamimu yang sangat mencintaimu. Tidak bisakah seperti itu? Kyuhyun sudah depresi berat, Kim Shin-Hae. Dia tidak hanya menanggung masalah denganmu saja, tetapi semua masalah yang menyangkut kehidupannya disini. Tidak kah kau merasa kasihan?”

Shin-Hae meneteskan airmata, dia tau ini cukup keterlaluan. Tapi dia sudah memutuskan untuk bercerai, dan keputusan itu sama sekali tidak bisa diganggu gugat, dia akan tetap bercerai dengan Kyuhyun dan melupakan semuanya.

“Maaf, aku tidak bisa.” Jawab Shin-Hae dengan nada terisak.

Ah-Ra mendengus tak percaya, dia sudah mengatakan semuanya pada Shin-Hae, dan itu sama sekali tak mempengaruhinya. Ah-Ra tersenyum sinis dan menganggukkan kepalanya mantap. Dia kembali menatap Shin-Hae dengan tatapan meremehkan.

“Baik, cerai saja. Karna wanita seperti kau tidak pantas menjadi pendamping Adikku. Tidak Cho Gyuhyoon ataupun Cho Kyuhyun.”

TBC