nan neomu miwo

Incheon Airport, South Korea.

11.30

Satu jam setelah kepergian Ah-Ra, mereka berangkat ke bandara dengan member Super Junior lainnya untuk menuju London, tempat dimana Super Junior akan menggelar konser mereka dan juga bulan madu untuk Kyuhyun dan Shin-Hae. Sialan, bulan madu!

Shin-Hae yang tengah melipat kedua tangannya didepan dada sambil memicingkan mata kearah Kyuhyun, menatap pria itu dengan tatapan menghujam yang sudah dia lakukan mulai 30 menit yang lalu. Dan sialnya, pria yang ditatapi masih saja berlagak sok seperti tidak memiliki kesalahan apapun.

Tidak memiliki kesalahan? Oh demi Tuhan, dia ingin sekali mencekik leher Kyuhyun kuat-kuat hingga pria itu mati. Kyuhyun yang sebelumnya sudah tau mereka akan berbulan madu hanya diam saja tanpa menolak, sama seperti saat mereka akan dinikahkan dulu. Sama sekali tidak ada penolakan dari mulutnya, seperti ada alergi tersendiri untuk dirinya jika menolak sesuatu yang telah ditawarkan. Pria macam apa dia!

Kyuhyun yang masih tenggelam dengan earphone dan music player-nya, tidak memperdulikan sudah berapa lama istrinya menatap dengan tatapan membunuh. Dia hanya diam, tenang, seperti tidak teradi apapun. Selain bernyanyi dan meliuk-liukkan tubuhnya diatas stage, ternyata Kyuhyun juga pandai mengubah ekspresi wajahnya sesuai dengan kebutuhan. Persetan dengan pria itu!

“Kau tidak ingin menjelaskan apapun padaku?” Akhirnya Shin-Hae berbicara, menarik salah satu earphone yang tadi masih tersangkut ditelinga Kyuhyun.

“Menjelaskan apa?” Kyuhyun merasa terusik, menoleh kearah istrinya dan menatapnya kesal lalu kembali memasang earphone-nya.

Shin-Hae mendengus kesal. Sebenarnya pria macam apa yang telah dia nikahi ini. Apakah Kyuhyun ternyata masih keturunan hantu laut? Shin-Hae geram, dia mendekat kearah Kyuhyun dan berhasil melepas kedua earphone serta mengambil alih music player-nya.

“Tentang bulan madu, sialan!” Emosi Shin-Hae pecah bertepatan dengan Kyuhyun membuka mulutnya untuk protes pada Shin-Hae karna mengambil music player miliknya. “Kau tidak mengatakan apapun padaku! Aku sudah pernah bilang kan untuk menghubungiku apapun yang terjadi, dan kau tidak memberitahuku soal yang satu ini!” Lanjutnya masih dengan emosi yang meledak-ledak.

“Aku sudah menghubungimu, kan?” Kyuhyun membalas dengan nada bicara yang benar-benar datar.

“KAU HANYA MENGHUBUNGIKU UNTUK MENYURUHKU DATANG KE APARTMENT! KAU TIDAK MENGATAKAN SOAL BULAN MADU!” Akhirnya Shin-Hae lepas kendali. Untung saja mereka diberikan ruangan khusus yang tentu saja tertutup untuk menunggu hingga pesawat mereka siap berangkat, jadi Shin-Hae tak ragu lagi untuk meneriaki suaminya. Siapa yang tidak ingin melewati kesempatan ini? Memaki-maki idola papan atas ternyata bisa semenyenangkan ini.

“Anggap saja kita mendapat jatah liburan selama tiga hari. Jika yang kau maksud dengan bulan madu adalah tidur sekamar, satu ranjang, berhubungan seks, dan membuat anak sebanyak-banyaknya, cuci dulu otakmu hingga bersih. Cih, yang benar saja.” Kyuhyun mengenakan kacamata hitamnya sebagai tanda bahwa percakapan ini selesai dan dia tidak ingin membahasnya lagi.

Shin-Hae terpaku, tidak bisa mengatakan apapun. Sebenarnya yang dikatakan Kyuhyun ada benarnya. Anggap saja mereka mendapat jatah liburan selama tiga hari di London. Dan kenapa Shin-Hae membayangkan kata bulan madu se-ekstrim pikirannya? Dan apakah ternyata bulan madu yang ada dipikirannya memang sama dengan yang Kyuhyun ucapkan tadi? Ah, dia sudah gila. Tapi.. Bukankah arti lain dari bulan madu memang seputaran berhubungan seks dan membuat anak sebanyak-banyaknya?

Shin-Hae terkejut saat mendengar teriakan kencang tepat ditelinganya. Saat menoleh dia mendapati Heechul yang tengah membuat ekspresi menakutkan kearahnya, mungkin dia pikir Shin-Hae akan terkejut lalu ikut berteriak dan hasilnya, Heechul akan tertawa terbahak-bahak. Jika itu yang dia pikirkan, hasilnya salah besar. Justru Heechul-lah yang terkejut dengan ekspresi yang diberikan Shin-Hae berupa tatapan mata tajam seakan mengatakan ‘kau mau mati ya!’

“Manusia gila!” Semprot Shin-Hae, melampiaskan kekesalannya yang sebenarnya untuk Kyuhyun.

“MWOYA!”Heechul terperangah hebat. Biasanya dia selalu mendapat pujian-pujian manis dari para wanita yang melihatnya. Tapi kali ini, dia mendapati kata gila! Astaga, wanita ini benar-benar berbeda, lebih tepatnya abnormal. Sama saja seperti dirinya yang memiliki julukan abnormal.

Heechul ingin sekali mendorong kepala gadis itu, setidaknya agar otak gadis itu bergeser kembali ketempat yang benar. Heechul merasa gadis itu sebelumnya telah membenturkan kepalanya hingga otaknya tidak berada ditempat sebenarnya.

Wanita gila yang tidak menyukai Super Junior ya hanya wanita ini!

Heechul mengambil tempat tepat disisi Shin-Hae. Mengesampingkan harga dirinya jauh-jauh padahal lima detik sebelumnya gadis itu mengatakan bahwa Heechul adalah manusia idiot. Tapi siapa yang perduli? Toh dia lebih menyukai gadis yang seperti ini. Gadis unik yang sama sekali berbeda dengan wanita-wanita lain.

Shin-Hae jelas-jelas menampakkan ekspresi risihnya tanpa mau repot-repot dia sembunyikan. “Kau tidak lihat didepanmu itu masih ada lima kursi lagi dan semuanya kosong? Cepat pindah!” Teriak Shin-Hae semakin kesal. Dia sudah cukup emosi dengan kelakuan Kyuhyun, dan kenapa Tuhan harus mengirimkan manusia sejenis Heechul disampingnya disaat seperti ini? Astaga!

“Yak! Kalau kau kesal pada suamimu, teriaki saja suamimu, tidak usah melibatkanku!” Balas Heechul ikut berteriak.

Kyuhyun yang masih mendengarkan music dengan telinga tersumbat saja masih terusik dengan kebisingan suara mereka yang berbicara saling berteriak, bagaimana jika suara mereka terdengar hingga keluar ruangan? Kyuhyun memilih tidak ikut campur, lebih baik dia menikmati suara Chayanne yang sedang menyanyikan lagu Yo Te Amo. Lagu lama kesukaannya.

“Wah, kalian sudah datang lebih dulu, ya?”

Shin-Hae memutar matanya malas saat melihat member lain datang dan menghampiri mereka. Oh tidak! Dia terjebak dalam situasi yang benar-benar membahayakan. Satu ruangan bersama member Super Junior bisa menyebabkan otaknya terkena radang. Ditambah dengan kembalinya pria bernama Heechul yang selalu berhasil membuatnya bertambah membenci Super Junior. Astaga, jika wanita-wanita itu tau bagaimana kelakuan idolanya ini apakah mereka masih menyukainya?

“Wah Nyonya Cho kita bertemu lagi~~” Seru Shindong sambil menggerakkan tubuhnya kekanan dan kiri menyerupai tarian kelinci gila. Astaga dia mual melihatnya. Dan apa tadi katanya?!

“Nyonya Cho? Sialan, sebutan apa itu!” Shin-Hae kembali berteriak. Yah, seperti yang dia katakan tadi. Memaki idola papan atas memang benar-benar menyenangkan.

“Sebutan untuk wanita yang telah menikahi pria bermarga Cho. Atau kau ingin kami panggil Istri Kyuhyun? Sepertinya itu terdengar lebih bagus.” Shindong sama sekali tak menghiraukan wajah murka Shin-Hae, bahkan hingga wajahnya berubah menjadi warna kemerahan, dan dia masih dengan tidak berotaknya menggoda Shin-Hae.

Jadi jangan salahkan Shin-Hae jika sekarang dia merebut majalah yang baru saja ingin dibaca Kyuhyun lalu melemparnya kearah Shindong dan tepat mengenai perutnya yang besar. Shin-Hae tertawa penuh kemenangan saat Shindong memegangi perutnya yang sepertinya terlihat sakit. Siapa yang tidak akan kesakitan jika dilempari majalah besar dengan halaman hampir mencapai angka 85 lembar.

Member lain hanya tertawa, terumata pria dengan julukan monyet. Pria yang paling dibencinya setelah Kyuhyun. Dia hanya bisa memamerkan kehebatan dance-nya yang pas-pasan, dan pria itu juga tidak ada bagus-bagusnya dalam bernyanyi. Tapi kenapa para wanita justru menyukai pria itu? Apakah otak para wanita se-Korea Selatan telah terkontaminasi racun atau sejenisnya yang merusak otak mereka?

Setelah Eunhyuk, pria yang menduduki peringkat ke-tiga dalam daftar pria yang dibenci Shin-Hae adalah, pria yang masih memegangi perutnya karna perut besarnya itu baru saja menjadi landasan sebuah majalah tebal. Shindong. Dia tidak bisa memberikan alasannya, yang jelas, dia tidak menyukai pria bertubuh besar.

Lalu ada Ryeowook, si pria cantik yang pandai memasak. Apakah itu terdengar manis? Astaga, apakah kehebatannya hanya seputar memasak? Tapi suaranya sama seperti Kyuhyun, tidak bisa dibohongi untuk kualitasnya.

Kangin! Sejujurnya, saat pertama kali Shin-Hae mengenal Super Junior, member yang paling dia benci dan berharap dia bisa menendang bokongnya adalah pria itu! Sudah jelas kan dari wajahnya jika dia itu memiliki sejarah kriminal. Tapi sekarang dia telah menaikkan Kyuhyun sebagai daftar teratas pria yang paling dibencinya. Dan Kangin? Setelah kembali dari Wajib Militernya dia terlihat kembali normal. Tidak ada lagi alasannya untuk membenci Kangin. Tapi bukan berarti dia akan berhenti membenci segerombolan manusia ini.

Siwon, Leeteuk, Sungmin, Yesung. Shin-Hae tidak terlalu memusingkan ke-empat pria itu. Yang membuatnya pusing hanya pria yang masih betah duduk disampingnya. Heechul! Si pria abnormal yang masih saja tidak tau dirinya mendekati Shin-Hae padahal jelas-jelas Shin-Hae telah menunjukkan ketidaksukaannya pada Heechul.

“Ambil ini.” Shin-Hae teralihkan dari pengamatannya mengenai member Super Junior. Dia tersadar disaat yang tepat, saat sebuah tanda pengenal dilempar Kangin kearahnya.

Make Up Artist. Itulah yang tertera ditengah-tengah kertas seukuran dada yang bertuliskan STAFF SS5 dengan tali panjang untuk disangkutkan dilehernya. Shin-Hae mengernyit tidak suka dengan tanda pengenal yang diberikan.

“Kenapa aku harus mengenakan ini? Aku kan pemenang undian itu, jadi apa lagi yang harus dikhawatirkan?” Sungut Shin-Hae yang kini emosinya sudah mulai mereda, tidak lagi menggunakan urat saat berbicara.

“Kau tidak tau ya ELF-kami ada dimana-mana? Dan jika mereka melihat sipemenang undian itu berada dalam satu ruang tunggu dengan kami, apa yang akan mereka pikirkan nanti? Kau masih belum ingin hidupmu diusik oleh sasaeng kami, kan?” Heechul yang duduk disebelahnya mencoba menakut-nakutinya lagi, dan kali ini berhasil. Shin-Hae bergidik ngeri. Sialan, dia lupa jika Super Junior juga memiliki Sasaeng. Jadi dia mengenakan tanda pengenal itu tanpa berkomentar lagi.

Dan sedetik setelahnya suara seorang wanita menggema diruangan kami, memberitahukan bahwa pesawat kami telah siap untuk berangkat. Kami semua bergegas, mulai mengambil barang-barang yang akan dibawa. Begitu juga dengan Shin-Hae. Dia sempat heran, dia hanya akan bekerja seperti biasa, tapi bagaimana bisa kopernya seberat saat dia memindahkan barang-barangnya dari apartment Kyuhyun ke flatnya. Dia hanya membawa lima potong pakaian dan juga jeans, perlengkapan kamera dan juga benda-benda kecil lainnya. Perlengkapan normal namun jika ditimbun bisa menghasilkan berat yang tidak normal.

Shin-Hae mulai kesulitan menarik kopernya saat satu dari dua roda dikoper tersebut tiba-tiba saja patah dan tidak bisa lagi dijalankan. Shin-Hae menarik napas dalam-dalam, mencoba tidak mengingat kesialan apa saja yang sudah dia lalui hari ini. Pernyataan mengenai bulan madu,  beradu mulut dengan member, dan sekarang koper sialannya yang berulah! Apakah akan ada kesialan yang lebih mengesalkan setelah ini?

Shin-Hae hampir putus asa saat dia harus mengangkat kopernya yang beratnya tak mau dia kira-kira sendirian. Namun, sebelum jari-jarinya mematah saat mengangkat koper itu, bahunya dilingkari tali tas yang beratnya masih bisa ditoleransi oleh tubuh gadis itu dan juga sebuah topi yang diletakkan dikepalanya.

Shin-Hae mengerutkan keningnya saat melihat Kyuhyun yang tanpa mengatakan apa-apa telah mengangkat koper milik Shin-Hae dan menarik koper miliknya sendiri. Pria itu seperti tidak kesulitan saat membawanya. Ah, saat membantu Shin-Hae pindah, bahkan Kyuhyun membawa dua buah koper yang sama beratnya. Ternyata pria itu terkadang sedikit membantu juga.

Shin-Hae melirik tas milik Kyuhyun yang kini berada dibahunya. Tas pria itu yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi, tas berwarna hitam yang diam-diam sangat Shin-Hae inginkan. Jika dia diperbolehkan mengambil barang apapun yang dimiliki Kyuhyun, dia akan memilih koleksi tas pria itu yang sangat menggiurkan.

Shin-Hae mengejar langkah Kyuhyun dengan sedikit berlari, namun gerakan pria itu terlalu cepat karna ternyata ELF telah menunggu kedatangannya tepat didepan pintu keberangkatan. Shin-Hae tentu saja tidak harus berlari seperti Kyuhyun, karna tidak ada yang mengenalnya, jadi dia memilih bersabar melewati sekerumunan wanita-wanita yang masih histeris melihat idolanya berjalan tepat didepan matanya.

Dia menemukan siluet Kyuhyun didepannya yang sempat tertutupi oleh para penjaga bertubuh lebih besar dari Kyuhyun, baru saja dia ingin meneriaki nama Kyuhyun, tiba-tiba ada getaran dari dalam tas Kyuhyun. Tanpa pikir panjang, Shin-Hae menggeledah isi tas Kyuhyun dan mencoba menemukan sesuatu yang bergetar itu.

Dapat! Ponsel pria itu masih menyala, menandakan panggilan masuk itu masih menunggu Kyuhyun untuk mengangkatnya.

“Seulgi?” Shin-Hae menggumamkan nama wanita yang tertera dilayar ponsel Kyuhyun.

Seulgi. Siapa yang tidak mengenal nama wanita itu. Wanita yang selalu saja dikait-kaitkan dengan nama Kyuhyun untuk mendompleng popularitasnya. Sebenarnya Kyuhyun tidak terlalu mengenal Seulgi, dia hanya mengetahui nama itu dari Eunhyuk lalu tidak sengaja menyebut namanya saat dia On Air di acara Radio Star. Dan dimulai dari hari itu, sesuatu yang menyangkut nama Seulgi, pasti akan berakhir dengan nama Kyuhyun dibelakangnya.

Tapi Shin-Hae tidak tau jika ternyata Kyuhyun dan Seulgi cukup dekat hingga gadis kecil itu… Menelponnya.

******

Heathrow Airport, London.

08.20

London! Akhirnya mereka tiba saat pagi hari di London. Mereka masih sempat memandangi bagaimana indahnya kota London dipagi hari. Pejalan kaki yang memenuhi kota dan juga beberapa bus besar yang melintas menjadikan pemandangan kota ini terlihat indah. Dan juga udaranya, disini masih belum terlalu dingin, namun angin cukup berhembus kencang, membuat dedaunan yang baru saja terlepas dari rantingnya melayang indah diudara.

Shin-Hae menolehkan kepalanya kesamping dan menemukan Kyuhyun terlelap. Ternyata tidur sepanjang perjalanan didalam pesawat tidak terlalu cukup, hingga saat mereka tiba di mobil van, pria itu kembali melanjutkan tidurnya.

Shin-Hae ingin memberitahukan panggilan dari Seulgi saat mereka masih di Korea tadi, tapi Kyuhyun tidak memberinya kesempatan untuk mengatakan karna dia menggunakan seluruh waktunya untuk tidur.

“Hey, Cho Shin-Hae.” Tiba-tiba Heechul memunculkan kepalanya tepat didepan kursi yang Shin-Hae dan Kyuhyun tempati. Dia memanggil dengan berbisik, bertujuan agar Kyuhyun tidak terganggu oleh nada suaranya yang memang tidak bisa diturunkan.

“Margaku Kim bukan Cho!” Sergah Shin-Hae kesal. Mengikuti Heechul, Shin-Hae pun berbisik, agar setan disebelahnya tidak terusik.

“Kau bodoh!” Heechul membuat gerakan ingin memukul namun terhenti, dia melirik Kyuhyun sekilas lalu kembali menatap Shin-Hae. Dia hanya menatap, menatap dengan tatapan lembut dan tidak melanjutkan perkataannya. Sebenarnya seperti apa sih sifat pria ini? Benar-benar aneh.

“Apa? Kau mau apa?” Tanya Shin-Hae masih dengan nada kesal, curiga dengan tatapan pria itu yang tiba-tiba menjadi lembut.

“Kau mau berkencan denganku?” Bisik Heechul sambil menunjukkan cengiran lebarnya.

“Apa?!” Shin-Hae setengah berteriak, tidak mementingkan Kyuhyun lagi yang masih berada disampingnya. Apakah otak pria ini hanya tersisa setengah saja? Dia bahkan menyebut Shin-Hae sebagai Cho Shin-Hae tadi, tapi baru saja pria itu mengajaknya berkencan. Pria ini tidak mendadak terkena amnesia, kan? Dia masih belum lupa kan kalau Shin-Hae adalah istri Kyuhyun?

“Kenapa? Kita bisa bermain bersama seharian, lalu kita akan….”

“Hyung, kalau masih ingin bicara, duduk saja disini.” Kyuhyun yang tiba-tiba saja terjaga segera menghentikan ucapan Heechul dan dia bangkit setelahnya, menawari tempat duduknya untuk Heechul, lalu dengan santainya dia duduk dengan Sungmin dan melanjutkan kembali tidurnya. Apa-apaan sih dia!

“Lihat, Kyuhyun saja memberi izin. Jadi, kau mau kan berkencan denganku?” Heechul yang telah menempati tempat duduk Kyuhyun, semakin menyudutkan Shin-Hae. Pria ini sebenarnya berwajah manis, kenapa dia tidak mencari wanita lain saja, dan kenapa dia selalu hadir saat Shin-Hae sedang bersama Kyuhyun. Pria ini bisa menjadi pengrusak hubungan seseorang ya.

“Diam kau!” Teriak Shin-Hae yang sedari tadi tertahan, membuat seluruh member -kecuali Kyuhyun- menoleh kearah Shin-Hae dan Heechul yang tengah duduk berdampingan lalu tertawa.

Shin-Hae menoleh kearah Kyuhyun berada, pria itu seperti tengah berada didunia yang berbeda dengan Shin-Hae. Saat yang lain sibuk menertawakannya, pria itu justru terlihat tenang seperti tidak ada yang terjadi, padahal jelas-jelas dia mendengar kalau Heechul mengajaknya berkencan, tapi pria itu tidak bereaksi. Seharusnya Kyuhyun melarangnya, kan? Atau setidaknya dia boleh memaki Heechul yang dengan tidak tau dirinya mengajak Shin-Hae berkencan saat Kyuhyun tengah berada disamping isterinya. Kenapa pria itu hanya diam dan justru menawarkan tempat terdekat untuk Heechul?

Shin-Hae tercekat. Apa yang dia pikirkan barusan? Dia menginginkan Kyuhyun cemburu? Apa-apaan ini.

******

The Landmark London Hotel

10.15

Mereka telah tiba di hotel beberapa menit kemudian. Setelah mendapatkan kunci kamar masing-masing, mereka segera bergegas, menaruh barang bawaan mereka lalu turun ke Caffe untuk makan siang.

Heechul diam-diam mengintip dari balik punggung Shin-Hae untuk melihat nomor kamar Shin-Hae yang tertera dikunci kamar. Gadis itu tidak menyadari apa yang tengah dilakukan Heechul, namun yang dia tau sekarang adalah Kyuhyun tengah menarik kerah kemeja Heechul dari belakang -seperti menarik anak kucing- agar menjauh dari Shin-Hae.

“Ya ya ya! Lepaskan!” Heechul memberontak dan Kyuhyun melepaskan Heechul saat merasa telah cukup jauh dari istrinya.

“Kau ingin mengintip istriku ya? Otakmu seharusnya di install ulang agar pikiran kotormu hilang dari sana.” Kyuhyun memicingkan matanya tajam.

“Otakmu yang tidak beres! Aku hanya ingin melihat apakah kamar kami berdekatan atau tidak.”

“Kalau berdekatan memangnya kenapa? Kau ingin mengambil kesempatan?”

Heechul menyipitkan matanya curiga namun terlihat geli. “Kau cemburu?”

“Cemburu? Apakah suami istri masih merasakan yang namanya cemburu? Kami saling percaya, Hyung.” Balas Kyuhyun dengan cengiran menyebalkan.

“Ah sudahlah, minggir.” Heechul mendorong bahu Kyuhyun kesal untuk memberinya jalan, dia bergegas mengejar Shin-Hae yang belum lama meninggalkan mereka. Heechul merasa harus tau dimana kamar gadis itu. Ah, dia pria gila yang mengejar istri orang. Dia tau ini tidak wajar, tapi apa yang dilihatnya dari Shin-Hae benar-benar berbeda dengan gadis lain, jadi dia tertarik untuk memilikinya. Yah, siapa yang tidak tau pernikahannya dengan Kyuhyun hanya karna sebuah paksaan, bukan tidak mungkin kan jika mereka berpisah suatu saat nanti.

Kyuhyun berbalik dan hendak bergegas ke kamarnya, namun getaran pada ponselnya menghentikan langkahnya. Kyuhyun ragu sejenak setelah melihat siapa yang menelponnya, apakah dia harus menerima panggilan ini? Kyuhyun masih ragu hingga akhirnya getaran pada ponselnya berhenti.

Dan selang beberapa detik sebuah pesan masuk ke ponselnya.

Oppa, kau tidak memberiku kabar, aku khawatir. Kenapa kau tidak menjawab telponku, huh? Aku sudah menghubungimu dua kali namun tidak kau jawab. Kumohon balas pesanku. Aku merindukanmu.

Dua kali? Kyuhyun memeriksa panggilan tak terjawab diponselnya dan benar saja, Seulgi telah menghubunginya dua kali. Yang pertama pada siang hari saat dia masih di Korea, dan yang kedua baru saja dia terima tadi. Seulgi sempat menghubunginya saat dia masih berada di Korea, tapi dia tidak ingat kapan panggilan tersebut masuk ke ponselnya.

Ah! Dia ingat. Ponselnya berada didalam tas yang dia berikan pada Shin-Hae saat dibandara tadi, apakah Seulgi menelponnya saat itu? Jika memang benar, apakah Shin-Hae mengetahuinya? Apakah Shin-Hae tau bahwa ada wanita lain yang menelponnya? Seketika rasa bersalah langsung menghujam pria itu.

******

Wembley Arena, London.

20.53

“Aku ingin mengambil foto seluruh member dari tempatmu, kita bertukar tempat ya.” Jin-Ah berteriak pada Shin-Hae, didalam memang sudah mulai ramai karna konser telah dimulai sejak satu jam yang lalu.

Shin-Hae hanya mengangguk, mengikuti perintah Jin-Ah, mereka bertukar tempat. Sedetik setelah kepindahannya dia menyesal, Shin-Hae mendesah, mendapati Kyuhyun yang ternyata tepat berada dihadapannya. Seharusnya Shin-Hae tidak menerima tawaran pertukaran tempat, karna mau tak mau Shin-Hae harus mengambil bagian Kyuhyun. Mengapa dia bisa lupa jika tugas Jin-Ah adalah Kyuhyun focus!

Shin-Hae mulai mengangkat kameranya dan dengan cepat memainkan jarinya, mencari fokus yang tepat lalu membidiknya. Berkali-kali Shin-Hae melakukan hal yang sama hingga terkumpul beratus-ratus photo close up pria itu.

Kali ini lagu Trap, dan Jin-Ah dengan tak tau dirinya menyerahkan seluruh tugasnya pada Shin-Hae. Trap adalah lagu yang hanya dinyanyikan oleh Henry dan Kyuhyun, seharusnya Jin-Ah yang bekerja untuk lagu ini, tapi dia malah tengah asik melihat hasil bidikan dari kameranya. Gadis sialan!

Oke, tahan. Ingat Kim Shin-Hae, setelah ini berakhir, kau akan mendapatkan fasilitas mewah. Kencan buta itu akan segera datang. Shin-Hae bergumam, menyemangati dirinya sendiri.

Shin-Hae bergerak maju, mendorong wanita yang berada didepannya agar lebih maju sedikit lagi, dia memerlukan hasil yang bagus. Shin-Hae mengangkat kameranya dan mengarahkan kearah Kyuhyun yang sudah memulai part menyanyinya beberapa detik yang lalu.

Shin-Hae selalu tertawa melihat Kyuhyun saat tampil untuk lagu Trap. Baju hitamnya yang kebesaran, celana pendek dan celana panjang dipadukan menjadi satu, terlihat seperti orang gila yang tak punya malu.

Shin-Hae tak bisa menahan senyumnya saat Kyuhyun menjatuhkan secarik kain berwarna putih yang digunakan sebagai aksesoris, bukan itu yang membuatnya tersenyum, tapi ekspresi pria itu yang terlihat syok dan sok polos yang mendadak berhenti menyanyi sepersekian detik.

Ternyata menjadi bagian Kyuhyun focus tidak terlalu buruk. Dia justru terlalu muak mengambil Eunhyuk focus, pria itu terlalu banyak bergaya didepan kamera, membuatnya ingin melempar kamera yang berada ditangannya kearah kepala pria itu agar berhenti membuatnya ingin muntah.

KYAAA!!!

Pikiran Shin-Hae teralihkan saat mendengar suara teriakan fans disekitarnya yang menjadi histeris. Oh astaga! Shin-Hae baru menyadari jika Kyuhyun sejak tadi selalu menatap kearah kameranya, dan baru saja yang membuat fansnya menggila adalah, Kyuhyun menunjuk kearah kamera yang sedang dipegangnya sambil mengedipkan sebelah matanya.

Para fans itu tidak menyudutkannya, tentu saja. Karna mereka berpikir bahwa Kyuhyun baru saja mengedipkan matanya kepada mereka, tapi jika mereka tau Kyuhyun baru saja memberikan moment paling hebat untuk hasil bidikannya, mungkin kamera itu akan hancur diperebutkan wanita-wanita yang bertitle-kan ELF.

Hah, kenapa udara disini semakin menipis, protes Shin-Hae dalam hati. Dadanya berdegup lebih cepat dari sebelumnya dan tidak bisa mengambil napas dengan benar. Apa-apaan ini, kenapa dia bertingkah seperti ini? Apa karna ELF yang semakin bersemangat hingga udara disekitarannya semakin menipis atau karna ulah Kyuhyun tadi? Sial! Pikiran macam apa itu.

Lagu Trap usai dan digantikan dengan Ryeowook solo, itu akan menjadi bagian Jin-Ah. Sekarang tugasnya selesai, karna setelah Ryeowook solo konser ini selesai, jadi Shin-Hae meninggalkan venue, dia kembali mengenakan name tag Make Up Artist agar dia bisa memasuki backstage.

Ruangan bertuliskan Super Junior-lah yang dia masuki, namun dia masuk disaat yang tidak tepat, saat pintu terbuka, seluruh perhatian member teralihkan pada Shin-Hae yang dengan polosnya memandangi mereka yang tengah berganti pakaian. Semuanya hampir tidak mengenakan pakaian atas, menampilkan seluruh badan member yang selama ini dijaga baik-baik, sayangnya Ryeowook sedang tidak ada, karna yang selama ini membuatnya penasaran adalah bentuk badan Ryeowook. Pria itu pernah memamerkan abs-nya, namun dia sendiri mengatakan kalau bentuk badannya biasa saja.

Dengan selintasan ide maksiat, Shin-Hae mengangkat kameranya lalu membidik satu kali dan berhasil mengabadikan seluruh badan member tanpa pakaian. Yang paling terkejut adalah Kangin, pria itu tidak pernah mau memperlihatkan bentuk badannya, jadi dialah orang pertama yang mengincar Shin-Hae.

“YAK!” Teriak Kangin membuat semuanya bergidik ngeri. Demi Tuhan, jangan pernah ada yang mencari gara-gara dengan Kangin, amukan pria itu benar-benar mengerikan!

Shin-Hae masih bisa melihat dengan jelas Kangin berada cukup jauh darinya, masih setengah berlari mendekat kearahnya, namun tiba-tiba saja penglihatan Shin-Hae tertutup oleh secarik kain putih yang dilemparkan seseorang kearahnya.

“Apa yang kau lihat, huh. Pergi sana.”

Itu suara Kyuhyun. Kyuhyun yang menutupi penglihatannya dengan secarik kain, apakah tujuannya agar mata istrinya tidak menjelajahi tubuh pria-pria lain? Sedetik setelahnya terdengar suara pintu tertutup dan teriakan Kangin yang memperingati Kyuhyun yang sepertinya menghalangi didepan pintu. Apakah Kyuhyun berniat melindunginya?

Oh, asatga! Shin-Hae buru-buru melempar kain putih itu dan memeriksa kameranya. Dia sibuk men-zoom hasil bidikannya tadi, mencari sosok Kyuhyun yang ternyata juga berada didalam saat dia mengabadikan moment menakjubkan itu. Yang tertangkap kamera hanya Siwon, Eunhyuk, Kangin, Shindong, Heechul… Astaga! Heechul, si pria yang awalnya Shin-Hae kira seorang wanita ternyata badannya nyaris terbentuk, walaupun belum terlihat jelas, tapi sudah timbul bentuk-bentuk abs yang akan membuat para wanita menjerit histeris jika melihatnya.

Shin-Hae tersenyum jahat, dia akan menggunakan foto ini untuk mengancam Heechul nantinya. Oh, dimana Kyuhyun? Shin-Hae men-zoom sekali lagi, sibuk mengarahkan kamernya agar terlihat dimana posisi Kyuhyun. Jujur saja, member yang paling tertutup mengenai bentuk tubuh ya hanya pria itu. Dia tidak pernah mau membuka t-shirtnya. Kyuhyun hanya mengizinkan ELF melihatnya saat kaus hitam yang dikenakannya basah dan memperlihatkan bagaimana bentuk tubuh pria itu.

Kyuhyun ada disana, tapi dia belum sempat membuka keseluruhan t-shirtnya, dia baru membuat gerakan ingin membuka, dan yang terlihat hanya sekitaran pinggul saja.  Shin-Hae menurunkan kameranya mendadak tidak bersemangat, dia hendak berbalik dan melangkah kalau saja ponselnya tidak bergetar menghentikannya. Sebuah pesan.

Cepat pergi sebelum Kangin mengejarmu. Dan jangan lupa kencan kita, bersiaplah.

Itu dari Kyuhyun. Dan mendadak Shin-Hae tidak bisa merasakan kakinya, kakinya lemah seperti jelly. Kencan kita, apakah ada kata yang lebih manis lagi dari itu? Dan sekarang yang ada diotak gadis itu adalah seputaran bagaimana caranya dia berdandan habis-habisan dan mengenakan gaun yang paling indah. Dan sekarang Shin-Hae menobatkan dirinya sebagai wanita yang benar-benar sudah gila.

******

Shin-Hae memutar tubuhnya sekali lagi didepan cermin setelah berhasil mengenakan gaun malam hitamnya yang tampak sempurna melekat ditubuh indahnya. Ini bukan gaun miliknya, tentu saja agensi Super Junior-lah yang menyiapkannya, karna kencan ini akan direkam keseluruhannya dan dijadikan dokumentasi agensi yang tidak akan ditayangkan secara resmi, hanya akan ada liputan-liputan singkat mengenai kencan ini. Hanya ada foto, tidak ada video.

Gaun itu menjuntai indah hingga menutupi kakinya yang dipasangkan heels tinggi untuk membantu agar dia tidak menginjak gaun tersebut saat berjalan.  Rambut panjangnya dibiarkan terurai namun sudah ditata rapih dan dipastikan tidak akan mengganggunya saat makan nanti. Anting-anting indah yang sebelumnya sempat ditolak untuk dikenakan akhirnya tetap tergantung dikedua telinga gadis itu karna paksaan sang perias. Dia mengatakan gaun malam tanpa anting sama saja seperti kau memakai baju tapi tidak mengenakan celana. Shin-Hae mendengus geli saat mendengarnya, apakah harus sesempurna itu tampilan wanita yang sesungguhnya? Merepotkan.

Shin-Hae diantar oleh salah satu bodyguard yang sedari tadi telah menunggu kehadirannya didepan pintu ruangan tempatnya bersiap tadi. Dengan langkah tegas bodyguard itu mendampingi Shin-Hae hingga akhirnya dia tiba direstoran hotel yang sepertinya telah disewa untuk malam ini, khusus untuk acara kencan buta bersama Super Junior.

Shin-Hae sedikit mengernyit melihat satu buah meja bundar besar yang diletakkan ditengah ruangan dengan empat bangku mengelilingi meja bundar itu. Namun bukan itu yang membuatnya mengernyit, Shin-Hae tidak suka melihat dua buah kamera besar yang telah diletakkan disisi kanan dan kiri meja bundar itu beserta lampu-lampu terang yang dipasang tinggi untuk menerangi sekitaran meja tersebut. Shin-Hae tau ini adalah salah satu acara paling penting, tapi apakah harus se-formal ini? Tidak bisakah mereka melakukan kencan buta itu seperti kencan-kencan selayaknya?

“Shin-Hae~ssi, kau boleh duduk terlebih dahulu, member akan turun sebentar lagi.” Peirntah salah satu crew yang entah datang dari sudut mana.

Shin-Hae menurut, berjalan anggun kearah meja bundar itu dan memilih duduk di sisi kanan dari tempatnya berdiri sekarang. Gadis itu tampak tidak nyaman dengan banyaknya crew yang tiba-tiba saja sudah menyerbu restoran itu, mengatur tata letak kamera dan beberapa kabel yang banyaknya tak kira-kira. Kencan yang ada didalam pikiran gadis itu tentu berbeda dari yang dia lihat sekarang.

Kekesalannya berakhir setelah melihat Heechul memasuki restoran dengan tampilan jas resmi dan benar-benar formal. Astaga! Apakah pria itu yang akan menemaninya makan malam?!

“Yak, kenapa kau kesini?” Ujar Shin-Hae dengan nada tak terima.

Namun Heechul dengan santainya duduk tepat disamping gadis itu, mengabaikan ketidaksukaan Shin-Hae atas kehadirannya. Heechul akan tetap berada direstoran itu dengan ataupun tidak persetujuan gadis itu. Dia sudah susah payah agar dirinya turut hadir diacara kencan buta ini, dia masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana ekspresi menyedihkannya saat mengemis pada ketua agensi mereka yang sebenarnya hanya menyediakan tiga kursi diacara kencan tersebut, bukan empat. Tapi dengan sedikit aktingnya yang memang selalu bisa diandalkan, akhirnya dia mendapatkan satu kursi tambahan untuk dirinya.

Setelah mendudukkan dirinya dikursi yang tepat berada disamping gadis itu, Heechul mengangkat bahunya santai, “Apa lagi, tentu saja kita akan berkencan malam ini.” Ucapannya diakhiri dengan sebuah kedipan mata yang sangat merusak mood Shin-Hae untuk makan malam.

Ini sama sekali tidak seperti yang diinginkannya. Gambaran tentang kencan buta yang diinginkannya rusak sudah. Shin-Hae mendengus letih, dia tidak bisa menyuruh Heechul pergi dari sini karna bukan dialah yang mengatur semuanya, jadi mau tidak mau dia harus bertahan menghadapi pria disampingnya ini hingga acara makan malam selesai nanti.

“Eo, Donghae-ya.” Heechul melambaikan tangannya kearah pintu masuk restoran dan disanalah pria bernama Donghae berada dengan senyuman khasnya. Penampilan pria itu hampir sama dengan Heechul, jas resmi serba hitam yang tampak elegan dan memukau. Pria itu mengambil tempat tepat dihadapan Heechul. Donghae melirik kearah Shin-Hae saat gadis itu masih mengamati Donghae, dan gadis itu merasa malu karna telah tertangkap basah tengah mengamatinya, namun Donghae hanya tersenyum manis kearahnya.

“Wah, inikah wanita yang selalu bekerja untuk kami? Secantik ini? Tidak berniat menjadi artis atau penyanyi?” Goda Donghae yang sialnya berhasil membuat Shin-Hae tersipu mendengar kata ‘secantik ini’ yang keluar dari bibirnya.

“Benarkan, aku sudah pernah menawarinya menjadi member ke-10 SNSD tapi dia malah meneriakiku.” Heechul berucap dengan nada meninggi, seperti biasanya.

“Kalau menjadi pasanganku pasti dia tidak menolak.” Ucap Donghae lagi, kali ini berhasil memancing emosi Heechul.

“Dia milikku!” Bantah Heechul cepat dengan nada tak suka.

“Aku bukan milikmu!” Sergah Shin-Hae tak kalah cepatnya setelah Heechul menetapkan dirinya sebagai milik pria itu.

“Aish, gadis ini selalu menolakku.” Gerutu Heechul kesal. “Memang seperti apa pria yang kau inginkan, huh?” Lanjutnya dengan nada menantang untuk menyebutkan satu nama.

“Cho Kyuhyun.”

Shin-Hae terkejut saat nama Cho Kyuhyun tiba-tiba saja disebut. Itu bukan jawaban Shin-Hae, itu teriakan Donghae yang memanggil Kyuhyun setelah melihat pria itu muncul didepan pintu restoran. Astaga, detak jantung gadis itu masih belum mereda saat tadi Donghae menyebutkan nama Kyuhyun disaat yang tepat. Tunggu, tepat? Apakah memang tadi Shin-Hae ingin menyebutkan nama pria itu? Oh, ya ampun!

Shin-Hae menegakkan kepalanya saat Kyuhyun telah menduduki tempatnya, kursi yang berada tepat dihadapan Shin-Hae, yang itu berarti mereka duduk berhadapan sekarang. Baru saja gadi situ menegakkan kepalanya, dan matanya kini sudah sibuk menjelajahi penampilan Kyuhyun. Sama seperti dua pria ini, jas resmi berwarna hitam, bedanya Kyuhyun tidak memakai dasi dan satu kancing teratas dibiarkan terbuka. Rambutnya yang ditata semaunya membuat pria itu tampak… Tidak perlu dikatakan, kalian sudah tau jawabannya. Dan yang membuat gadis itu mencelos adalah, Kyuhyun memakai cincin pernikahan mereka. Memang itu tidak telrihat seperti cincin pernikahan sesungguhnya, tapi sejak pria itu memutuskan untuk mengubah cincin tersebut menjadi cincin pernikahan mereka, Kyuhyun tidak pernah melepasnya dan selalu memakainya saat perform sekalipun. Dan tanpa diperintah jari Shin-Hae pun mengelus cincin pemberian Kyuhyun dan berjanji tidak akan melepasnya.

Makan malam itu berjalan selayaknya, hening dan tidak ada yang membuka pembicaraan selama mereka masih belum menghabiskan makanan yang tersaji dimeja. Sesekali Shin-Hae melirik Kyuhyun yang selalu memasang ekspresi datar dan sulit ditebak. Sebelumnya pria itu baik-baik saja, tapi malam ini moodnya seperti sedang tidak dalam kondisi baik hingga membuat pria itu terlihat agak menyeramkan. Shin-Hae mengerutkan bibirnya kesal, pria ini kan yang mengiriminya pesan dengan nada manis tadi? Tapi setelah mereka berada dimeja makan, semuanya terasa kembali seperti semula. Kyuhyun memang patut dibenci dengan sifatnya menyebalkannya itu.

Kencan itu akhirnya berakhir dengan semestinya, benar-benar seperti makan malam yang formal. Dengan lelah Shin-Hae melangkah menuju kamarnya, sekali lagi mengutuk dalam hati mengapa kamarnya terletak paling pojok dari lorong lantai 5. Dia sudah mengantuk, tadi Shin-Hae sempat melirik jam milik Heechul, jam tangan itu telah menempatkan jarum kecilnya diangka 11. Pantas saja dia mengantuk dan sangat lelah.

Baru saja Shin-Hae ingin memasukkan kartu kamarnya, namun seseorang dari belakangnya membalikkan tubuhnya cepat dan gadis itu terkejut melihat Kyuhyun yang berdiri disana.

“Bisa bicara sebentar?”

Kyuhyun membawa Shin-Hae keluar dari gedung hotel. Dibelakang gedung ini rupanya terdapat taman bunga yang luasnya tak kira-kira, taman itu ditanami jenis bunga yang berbeda setiap barisnya dengan warna yang berbeda pula. Disekitar taman itu sudah sepi, tidak ada lagi yang berada disana. Jelas saja, ini sudah hampir tengah malam.

Kyuhyun yang mengajak Shin-Hae keluar untuk berbicara dia hanya diam saja menatapi bunga-bunga yang sebenarnya tidak ada indah-indahnya. Shin-Hae ikut terdiam, menunggu Kyuhyun memulai pembicaraannya.

Udara semakin dingin, ditambah dengan hadirnya Kyuhyun yang sejak tadi telah memancarkan aura yang tidak terlalu bagus, suasana diluar sana menjadi sangat canggung dan luar biasa dingin. Shin-Hae melipat kedua tangannya didepan dada, mencoba mengusir rasa dingin yang padahal jelas dia tau cara itu tidak akan berhasil. Jadi Shin-Hae berinisiatif untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu sebelum dia mati kedinginan disini. Namun belum sempat sepatah kata keluar dari bibir gadis itu, Kyuhyun telah lebih dulu mengucapkan sesuatu.

“Jika aku menawarkan perceraian, apa kau akan menyetujuinya?”

Dan kata-kata itu seperti menampar keras gadis itu. Dingin yang telah menusuk tulangnya kini telah menghujam jantungnya, paru-parunya, beserta hatinya. Shin-Hae tercenung hebat, tidak tau harus berbuat apa. Yang jelas, seperti ada sesuatu yang menusuk hatinya, dan rasanya luar biasa pedih dan tak tertahankan. Kyuhyun… Ingin menceraikannya?

TBC

Advertisements