newletsdance“Menyukaimu? Wujudkan saja dalam mimpimu.”

Kata-kata manis itu terus menerus terngiang ditelinga si pria yang pernyataan cintanya ditolak mentah-mentah oleh seorang gadis yang tentu saja sudah bertahun-tahun dia idamkan. Dan syukurnya, pria itu bukan jenis pria yang memiliki rasa malu sedikitpun, dan asal kalian tau, penolakannya kali ini adalah yang ke-13 kali. Pria gila mana yang masih saja mengejar cinta pertamanya itu secara mati-matian sedangkan si wanita itu sendiri sudah memiliki malaikatnya sendiri? Penjaga abadi yang akan selalu berada disampingnya dengan genggaman erat dan tatapan bangga setiap kali mereka tampil didepan umum.

Tapi pria berparas cukup tampan itu tetap saja mengejar cinta pertamanya. Pria itu memiliki teori cintanya sendiri; jika kau mencintai seseorang pada pandangan pertama, kejar, jangan sampai lepas dari genggamanmu. Jika kau melepasnya karna pria lain atau untuk kebahagiaan gadis itu sendiri, semua hanya omong kosong! Melepas seseorang yang kita cintai untuk berbahagia dengan orang lain? Yang benar saja! Jika kau ingin melihat seseorang itu bahagia, pastikan orang yang mewujudkannya adalah dirimu sendiri.

It’s not a crime to love someone. Pria itu berpegang teguh pada pepatah yang entah dia temukan dari mana, tapi pepatah itu memang ada benarnya. Apakah ada hukuman tertulis untuk mencintai seseorang yang bahkan sudah memiliki kekasih? Ingat, hanya kekasih, bukan pendamping hidup. Jika belum ada satupun tanda pengikat yang dikenakan gadis itu, dia masih memiliki kesempatan, kan? Walau hanya 3% kemungkinan gadis itu akan membalas cinta gilanya, dia akan terus mengejar gadis itu, bahkan jika bisa, dia akan membuat keadaannya menjadi terbalik. Sampai gadis itu yang mengejarnya mati-matian.

Dan jika saat itu sudah tiba, apalagi yang bisa dia lakukan selain menikahi gadis itu?

******

Pria yang masih terbaring itu mulai merasakan beberapa tendangan di bokongnya saat matanya perlahan terbuka. Cahaya matahari yang berasal dari jendela besar kamar apartemennya menghujam habis-habisan, seperti menghukum pria itu karna terlambat bangun lagi pagi ini. Dan sekali lagi, ini bukan hanya sekali dua kali terjadi, kegiatan menyebalkan ini hampir terjadi setiap pagi.

“Yak! Aku sudah meletakkan 4 buah alarm dengan bunyi berbeda yang memekakan telinga disekitar bantalmu dan kau masih belum bangun?! Ini sudah jam 8, pria gila!”

Teriakan itulah yang menjadi alarm yang sama sekali tak bisa di snooze. Mau tak mau pria itu menggeliat sebentar lalu kembali membentuk bola besar dengan selimut hangat miliknya. Tidak perduli dengan Yun Ho yang sudah siap dengan tendangan mautnya sekali lagi jika pria bernama Kyuhyun itu tak juga beranjak dari tempat tidurnya.

“Lima menit lagi, G’. Aku janji lima menit lagi akan terbang ke kamar mandi.” Kata Kyuhyun dengan nada serak khas baru bangun tidur.

G’ adalah panggilan kesayangan Kyuhyun untuk Yun Ho, karna sebenarnya pria itu adalah pecinta sesama jenis. Gay. Kedengarannya agak kasar jika Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan Gay, jadi Kyuhyun menghapus dua huruf terakhir dan hanya memanggil inisialnya saja. Dan Yun Ho tidak keberatan sama sekali dengan sebutan itu. Tapi jangan pernah memikirkan yang macam-macam, karna G’ sudah memiliki partner-nya sendiri, dan Kyuhyun adalah pria yang amat sangat normal.

“Terserah kau saja, aku sudah membangunkanmu dan mengingatkan tentang penerbanganmu ke Shenzhen untuk penandatanganan kepindahan pemilik Luohu Commercial City atau Lo Wu atau apapun yang kau katakan padaku tadi malam .” Sahut G’ sambil berlalu.

Mata Kyuhyun terbuka lebar seketika. Luohu Commercial City, pusat perbelanjaan ternama di Shenzhen yang akhir-akhir ini mengalami penuruan pemasukan besar-besaran karna sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Awalanya Kyuhyun hanya tertarik membeli beberapa persen saham disana, tapi satu minggu yang lalu Kyuhyun mendapatkan e-mail dari pemilik Luohu itu sendiri bahwa dia menawarkan Mall-nya pada Cho’s Corp si kerajaan bisnis yang sedang menguasai seluruh Asia, dengan harga yang benar-benar tidak masuk akal. Bisa diistilahkan kau ditawari mobil nomor satu dunia dengan harga satu buah sepeda motor. Siapa yang tidak tertarik? Dan Kyuhyun pun tidak ragu untuk membelinya, karna apapun yang sudah dipegang oleh Cho’s Corp, semuanya seperti terkena sentuhan magic. Semuanya berhasil.

“Brengsek! Penerbanganku jam 10!” Kyuhyun segera bangkit dan berlari sekencang yang dia bisa menuju kamar mandi. G’ menggelengkan kepalanya heran melihat kelakuan sahabatnya yang satu itu. Seorang President di sebuah perusahaan besar yang memiliki kebiasaan buruk tidak bisa bangun pagi. Siapa yang akan mengira seorang Cho Kyuhyun dengan wibawanya yang sangat berkharisma memiliki dunia berbeda jika sudah berada di apartemennya. G’ tersenyum geli.

******

Di bandara international, tepatnya hampir tengah malam setelah dua hari yang dia habiskan di Shenzhen, akhirnya dia bisa kembali ke Korea. Dengan rasa remuk yang menghujam setelah berjam-jam duduk di atas pesawat tak membuat Kyuhyun kehilangan semangat untuk mengaktifkan kembali ponselnya yang sempat dia non-aktifkan selama dua hari. Dan tentu saja nama pertama yang akan dihubunginya adalah gadis itu.

Setelah menunggu beberapa kali nada sambung yang membosankan, akhirnya tergantikan dengan merdunya suara gadis itu. Suara yang sudah ingin dia dengar sejak berada di Shenzhen kemarin.

“Kalau kau lupa melihat jam berapa sekarang akan ku beritahu, ini sudah hampir jam 2 pagi, Cho!”

Tentu saja suara merdu gadis itu yang bisa didengarnya hanya berupa bentakan, hinaan, dan caci makian. Tapi Kyuhyun menyukainya, menyukai suara gadis itu ketika sedang berbicara dengan nada tinggi. Terdengar lebih seksi menurutnya.

“Akhirnya aku mendengar suaramu. Aku merindukanmu, Lee.” Kyuhyun tersenyum sendiri.

“Aku tidak perduli. Dan berhenti memanggilku Lee!”

“Kalau begitu, apa kau ingin ku panggil Cho? Mrs.Cho? Sepertinya terdengar lebih indah.”

“Sesukamu saja! Kututup!”

Dan terputuslah sambungan telponnya. Setiap kali Kyuhyun menghubungi gadis itu, pasti akan berakhir seperti ini. Dan Kyuhyun akan mengulanginya besok pagi, dan akan berakhir sama mirisnya dengan hari ini. Tapi Kyuhyun menyukainya. Apapun yang berhubungan dengan gadis itu walau cacian sekalipun Kyuhyun menyukainya. Dan Kyuhyun-pun beranggapan yang sama, gadis itu pasti menyukainya juga. Karna gadis itu tidak akan menerima telponnya dan menjawabi setiap ucapan konyolnya jika dia tidak menyukainya, kan?

******

Kyuhyun tiba di apartmennya saat pagi hampir menjelang, dan tentu saja G’ bersedia bangun untuk sekedar menyambut kepulangan Kyuhyun, karna G’ tinggal dengan Kyuhyun, semua kebutuhannya di biayai oleh pria kaya raya itu. Jadi, sudah sangat wajar jika G’ mengabdikan seluruh hidupnya pada Kyuhyun.

Setelah melempar kopernya kesembarang tempat, Kyuhyun melompat keatas sofa empuk yang selalu menjadi tempat favoritenya setelah ranjang berukuran king size di kamarnya. Tanpa membuka kemeja plus jas yang masih tertempel ditubuhnya, Kyuhyun mulai terlelap saat kakinya mendapati pijatan ringan yang selalu dilakukan G’ jika Kyuhyun sudah terlihat sangat lelah.

“Kau harus sering meminum vitamin yang ku sarankan padamu waktu itu. Kekasihku menjualnya, kau berniat membelinya?” Bisik G’ bersemangat.

“Jika aku harus mengeluarkan uang untuk vitamin ajaib yang kau bicarakan itu, lebih baik aku perbanyak minum air mineral saja.” Jawab Kyuhyun lemah, dengan suara lelah.

“Ish!” G’ memukul bokong Kyuhyun kencang hingga Kyuhyun meringis. “Uang milikmu tidak akan habis hingga 18 keturunanmu walau kau hambur-hamburkan begitu saja, dan kau masih perhitungan untuk sekedar membeli vitamin dengan harga murah!”

Keseharian Kyuhyun juga akan berakhir sama mirisnya di apartemen sekalipun. G’ seperti pengganti sosok Ibu yang akan memukulnya jika terlambat bangun pagi, dan akan memarahinya jika dia salah mengambil tindakan seperti pengganti sosok Ayahnya. Kyuhyun memang tidak memiliki siapa-siapa lagi di muka bumi.

Dia dilahirkan dari keluarga kecil yang hanya terdiri dari Ayah, Ibu, seorang Kakak, dan dia sendiri. Ayah dan Ibunya meninggal saat dia masih berusia 20th, usia paling rentan untuk ditinggalkan, remaja beranjak menjadi dewasa tanpa asuhan kedua orangtuanya-lah yang membuat Kyuhyun menjadi pekerja keras pada usia yang seharusnya masih menikmati kebebasan. Belum usai dukanya karna kehilangan orangtua, kehancuran kembali menderanya, Kakak wanitanya meninggal disebuah pub dengan kondisi mengenaskan. Alkohol dan obat-obatan menjadi teman setianya selama satu bulan penuh setelah kepergian orangtuanya. Depresi berat dan over dosis. Itulah alasan yang dikatakan para medis setelah mengumumkan jam kematian Kakaknya.

Dan disanalah peran G’ bermain dihidupnya. Keluarga G’ adalah keluarganya. Mom, Dad, Jae Hyun, Yun Ho, dan Ha Ri. Dalam satu hari semuanya berubah. Keluarga kecilnya tiba-tiba berubah menjadi keluarga besar yang berisik, penuh dengan canda tawa setiap berada di meja makan. Kyuhyun yang awalnya adalah remaja pendiam dengan seluruh emosi yang bergejolak di dalam hatinya, kini berubah menjadi pria periang dengan banyak guyonan yang membuat keluarga G’ terpingkal-pingkal. Tapi dari semua yang di keluarkan di rumah G’ sama sekali bukan dia. Bukan Kyuhyun yang sebenarnya. Kalian akan tau seperti apa Cho Kyuhyun yang sebenarnya saat dia berada di perusahaan.

******

Dan beginilah siklus kehidupan. Ada malam, ada siang. Ada waktu untuk tidur, dan ada waktunya harus bangun. Dan Kyuhyun benci jika harus meninggalkan ranjangnya. Dengan sedikit menggerakan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, Kyuhyun mulai tersadar. Tadi malam Kyuhyun tertidur di sofa, jadi bagaimana bisa dia sekarang sudah tertidur dikamarnya?

G’ … pasti dia yang memindahkan Kyuhyun. Mengingat bagaimana cara G’ memindahkannya ke kamar membuat Kyuhyun berjengit tak suka. Bagaimana pun G’ menyukai jenis kelamin pria, jadi mustahil jika G’ tidak menyukainya. Apakah G’ menaruh perasaan padanya? Astaga!

Dan setelah pemikiran busuk itu melintas, kepalanya di hadiahi pukulan keras yang Kyuhyun duga dari kerasnya majalah yang dilipat. Kyuhyun meringis kesakitan dan menoleh kearah sumber pukulan dan mendapati G’ sedang melipat kedua tangannya di dada yang salah satu tangannya masih menggenggam gulungan majalah.

“Setampan apapun tampangmu aku tak akan menyukaimu, Cho! Jadi cepat pergi mandi atau kau dan aku akan sama-sama terlambat datang!”

Kyuhyun mengusap kepalanya yang masih berdenyut. Tanpa sadar Kyuhyun sudah mengucapkan apa yang dipikirkannya mengenai G’ tadi, dan ternyata G’ sudah standby di samping ranjangnya. Benar-benar pagi yang tidak menguntungkan.

******

“Selamat Pagi,”

“Selamat pagi dan ini kopi anda, Pak.”

“Selamat pagi, majalah Times terbaru baru saja datang.”

“Selamat pagi, berkas ini dan yang ini harus di tanda tangani.”

“Selamat siang, sudah waktunya jam makan siang.”

Tak ada satu pun dari sekian banyak ucapan selamat, selamat, dan selamat yang diucapkan karyawannya di balas oleh pria itu. Kyuhyun hanya memasang wajah dinginnya dan anggukan sebagai jawaban. Inilah Kyuhyun yang sebenarnya. 360 kali berbeda dari apa yang kita lihat di luar perusahaan.

Semua karyawan tunduk padanya, semua segan untuk sekedar berdiri di sampingnya, semua takut untuk makan siang di satu meja yang sama dengannya. Dan jika sudah di ruang meeting atau sedang menyetujui sebuah kontrak atau perjanjian, Kyuhyun seperti hantu. Lebih parah dari apa yang kalian lihat seperti biasanya.

Jam makan siang. Ini adalah waktu yang di tunggu-tunggu. Dengan segera dia menyambar jasnya dan segera meninggalkan ruangan. Langkahnya terburu-buru dan pasti, setengah berlari mengejar lift dan menelpon supir pribadinya untuk mengantar mobil ke lobby.

Setelah Audi A8-nya tiba di lobby, sang supir memberikan kunci padanya dan Kyuhyun memberikan selembar cek. “Untuk makan.” Katanya dan dengan segera berlari ke arah kemudi dan menjalankan mobilnya secepat angin melesat meninggalkan perusahaan.

“Leeee~” Teriak Kyuhyun girang di dalam mobil saat sambungan telponnya di terima oleh gadis itu.

“Kau lagi. Aku bosan.”

“Tentu saja aku lagi. Kau dimana?”

“Heaven.”

“Sudah ku duga. Tunggu aku, lima menit lagi aku tiba.”

“Yak! Memangnya siapa yang mengizin…”

Sambungan terputus!

Dan di tempat lain, seorang gadis yang tengah memandangi ponselnya dengan tatapan tak percaya mendengus kesal. Dengan hentakan keras dia membanting ponselnya hingga menimbulkan bunyi nyaring yang cukup memekakan telinga.

“Aish! Sebenarnya pria ini mau apa sih!” Teriak Leria yang kini sudah beralih mengaduk Fettuccine-nya dengan kasar.

“Kyuhyun lagi?” Tanya seorang wanita yang sedang menatap Fettuccine gadis itu dengan tatapan berduka.

“Memangnya siapa lagi yang bisa membuatku naik darah!”

“Kau tau, banyak gadis-gadis di luar sana yang mencoba merebut hati seorang Cho Kyuhyun. Dan kau, gadis yang jelas-jelas di tawari hatinya malah mengeluh habis-habisan!”

“Kim Ara, dengar, kalau kau masih ingin menjadi asisten pribadiku lebih baik kau tutup mulutmu.”

Ara mengangguk cepat dan menirukan gerakan mengunci pada mulutnya. Leria. Gadis itu bernama Leria. Seorang General Manager di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan nomor satu di Korea Selatan. Seorang gadis yang sudah bertunangan tapi masih saja memberikan peluang untuk pria lain. Peluang untuk pria lain? Sebenarnya bukan sebuah peluang, melainkan sebuah pelajaran. Leria jelas-jelas sudah menolak pria itu, tapi dia mengabaikan ucapannya dan dengan tak tau malu tetap menuntut balasan cinta darinya. Jadi Leria sengaja memberinya kesempatan, dan pada saatnya nanti, saat tunangannya kembali, Kyuhyun akan merasakan betapa sakitnya di tinggal seseorang yang di sayangi. Seperti yang di rasakannya dulu.

“Kau sudah memesan makanan? Jahat. Kau tidak menungguku.” Kata Kyuhyun berpura-pura sedih.

Ini dia sumber segala penyakit kepala dan naiknya tensi darah seorang Leria. Cho Kyuhyun. Lima menit yang lalu dia bilang akan tiba di Heaven, dan dia memang se-tepat waktu yang selalu di bicarakan oleh seluruh karyawannya.

“Pesan saja menunya, atau kau akan ku tinggal pulang.” Balas Leria malas dan tak berniat menatap Kyuhyun.

“Galak sekali.” Ujar Kyuhyun tapi menurut dan sedang memilih makan siangnya. Tangan Kyuhyun terangkat, meminta seseorang untuk datang dan membantunya mencatat menu. Dan dengan tergopoh-gopoh pria setengah baya langsung menghampirinya. Maître d’ langsung yang menghampirinya.

“Satu Cannelloni dengan parutan keju dan satu Mc Punch.”

“Sepertinya lapar sekali.” Sindir Leria mendengar pesanan Kyuhyun yang ternyata makanan berat.

“Aku belum makan dari pagi. Kau ingin tambahan?” Tanya Kyuhyun pada Leria yang di jawab dengan gelengan penolakan.

“Itu saja.” Kata Kyuhyun pada Maître d’ yang tadi membantunya. Dan pria paruh baya itu menghilang di telan kerumunan.

“Tepat pukul 5 aku akan menjemputmu.” Kini Kyuhyun sudah beralih lagi pada Leria.

“Untuk apa?!” Tanya Leria dengan nada sedikit tinggi karna terkejut.

“Mengantarmu pulang, tentu saja. Memangnya kau berharap ku bawa kemana?” Tanya Kyuhyun geli, menikmati reaksi gadis itu yang kelewat berlebihan dan membuat wajah gadis itu memerah. “Kalau kau mau ikut ke apartemenku boleh saja, justru akan mempermudahku menyuntingmu.” Lanjutnya tertawa.

“Kyu,” Lirih gadis itu. “Aku sudah bertunangan, kau ingat?” Lanjutnya dengan nada serius.

Otomatis senyuman di bibir Kyuhyun-pun ikut musnah. Dia tidak suka jika Leria mulai mengungkap kenyataan bahwa dia sudah bertunangan. Kyuhyun sudah tau, tentu saja. Tapi dia tetap tidak suka jika Leria membawa tunangannya yang entah sekarang berada dimana itu kedalam pembicaraan mereka. Merusak suasana hatinya dan menghancurkan mood Kyuhyun hingga ke paling dasar.

Ara menyikut Leria dengan lengannya. Memberitahu gadis itu bahwa dia sudah keterlaluan hingga membuat Kyuhyun terdiam. Leria pun merasa bersalah, dia sama sekali tidak berniat buruk, dia hanya memperingatkan Kyuhyun mengenai candaannya yang sudah lewat batas. Atau mungkin belum melewati batas. Entahlah, mulut Leria terkadang memang tidak bisa diajak berkompromi untuk menjaga perkataannya yang memang sering menyakiti pria itu.

Dan acara makan siang itupun berlalu dengan diam. Tidak ada lagi candaan ataupun senyuman yang diberasal dari pria itu.

******

Ternyata kata-kata Leria benar-benar menghancurkan mood Kyuhyun hingga jam kerjanya selesai, bahkan G’ terkena imbasnya. Sepulangnya di apartemen, Kyuhyun membanting pintu secara berlebihan, melempar tasnya kesembarang arah, membuka dan membanting pintu kamar sama berlebihannya dengan pintu apartemen. Saat G’ menanyainya ada apa, Kyuhyun justru membentaknya untuk tidak mengganggunya atau bertanya apapun lagi hingga besok pagi.

Tanpa perlu menjadi paranormal sekalipun G’ sudah tau penyebabnya. Siapa lagi kalau bukan Leria, gadis yang di kejarnya habis-habisan. G’ sudah tau semua ceritanya, Kyuhyun pernah mengatakannya, walaupun dalam keadaan tidak sadar. Dia menyukai gadis itu. Dari dulu. Tapi gadis itu tak pernah melihatnya, dan parahnya ternyata gadis itu sudah bertunangan satu tahun sebelum mereka bertemu. Kisah cinta disini bukan Leria mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun mencintai Leria. Disini hanya Kyuhyun yang berjuang. Is it one sided love? Yes he is.

G’ tau, inilah yang di butuhkan Kyuhyun. Sosok pendamping yang bisa mengarahkan hidupnya. Tapi apa yang diinginkan pria itu, sepertinya bukan yang dipilih Tuhan untuknya. Dia mencintai gadis yang salah, dan itulah yang membuat Kyuhyun down. Jauh didalam dirinya, pria itu sudah hancur, dan G’ sama sekali tidak tega jika Kyuhyun kembali hancur menjadi kepingan yang lebih kecil lagi jika nantinya Leria benar-benar menikah dengan tunangannya.

Dan yang membuat G’ kesal pada Kyuhyun adalah, jika pria itu sedang berada dalam masa-masa kritis di hidupnya, dia membentengi dirinya dengan ke-aroganannya, ke-angkuhannya, dan sifat dinginnya. Dia tidak ingin orang lain tau bahwa dia tengah berada dititik terendah dalam hidupnya, dan itulah yang menyiksanya.

Dan jika G’ bisa bertemu dengan Leria, dia ingin mengatakan pada gadis itu untuk tidak memberinya harapan jika dia tidak bisa memberi jawaban yang setimpal. Jika dia bisa membuat Kyuhyun-nya bersedih, dia bisa membuat gadis itu merintih, menangis, bahkan menjerit dengan cara yang menyakitkan. G’ bisa melakukan itu.

******

Hi, dear. I miss you so so much~” Leria terbangun dari duduknya dan segera berjingkrang kegirangan

“….”

Come to me, and I’ll marry you!” Kegirangan gadis itu semakin bertambah.

“….”

I knew it, dude. Ha-ha.

“….”

Okay, I’ll wait for your call later. See you in Korea… next month?”

“….”

“Oh, J’ you have to know how much I love you too.”

“….”

Bye~

Leria mengembalikan ponselnya kembali ke meja kerjanya. Senyumnya masih terkembang, tak bisa disembunyikan. Tunangannya akan kembali Desember tahun ini. Sebenarnya J’ bukan tunangannya, not yet. Tapi dia berjanji, sepulangnya nanti dia akan melamarnya. Dan ketika lamar melamar itu sudah terjadi, dalam hitungan bulan mereka akan menikah, dan hidup bahagia selama-lamanya. Seperti kisah Cinderella dan pangeran kuda putihnya.

Yah, tapi bukan kisah cinta namanya jika tidak ada halangan. Dan Leria-pun harus menghadapi satu orang yang menghambat kisah kasihnya. Cho Kyuhyun. Nama itu tertera dilayar ponselnya. Setelah mendengus panjang, Leria menerima telepon pria itu.

“Apa lagi sekarang?”

“Kau harus membayar hutangmu.” Jawab Kyuhyun dingin.

Leria mengerutkan keningnya, “Hutang? Aku tidak pernah merasa meminjam uang darimu.”

“Hutang makan siang. Kemarin kau merusak nafsu makanku, aku harus membayar mahal makananku tanpa ku nikmati sedikitpun.” Kyuhyun memberikan jeda, “Jangan bergerak dari tempatmu, aku akan datang 15 menit lagi.”

Dan sambungan telepon terputus. Leria sekali lagi menghembuskan napas kesal. Pria ini memang selalu memaksakan apapun yang dia inginkan, harus terjadi, harus tercapai, semua kehendaknya harus terlaksana. Dan Leria membencinya. Benci dengan sikap over protective pria itu yang sebenarnya bukan siapa-siapa.

Belum usai keterkejutannya karna Kyuhyun menagih hutang padanya, kini pintu ruangan gadis itu terbuka lebar dengan gerakan cepat yang membuat jantungnya berdegup cepat. Ara muncul dari sana dengan ponsel ditangan yang langsung menanyakan sesuatu yang tidak se-urgent perkiraan Leria.

“Kita makan siang dimana?” Tanyanya tanpa melihat wajah atasannya.

“Kau tidak tau cara masuk ke ruangan atasan dengan sopan, ya?” Sindir Leria dengan cibiran.

“Ah, maaf, aku sedang fokus pada artikel penting ini jadi tidak sempat mengetuk pintu.”

“Aku tidak makan denganmu.”

Dan akhirnya Ara menatapnya.

“Kenapa?”

“Kyuhyun meminta aku membayar makan siangnya hari ini.”

“Kyuhyun? Apa dia tipe orang yang meminta balasan atas suatu jasa?”

Leria hanya mengangkat bahunya ringan, tidak ingin perduli tentang seperti apa Kyuhyun itu. Memikirkan tingkahnya saja sudah membuat sakit kepala, apalagi harus mencari tau tentang seperti apa kebiasaannya, bagaimana pola hidupnya, apa yang disukai dan apa yang tidak disukai, jenis wanita seperti apa yang ingin dinikahinya, bagaimana keadaannya dengan orangtuanya.

Leria tercenung. Apakah baru saja dia mendikte apa yang ingin diketahuinya tentang pria itu? Astaga, yang benar saja!

“Hmm, omong-omong tentang Kyuhyun, aku sedang membaca artikel tentangnya.”

Leria mengeluarkan suara ‘cih’ sebagai tanggapan perkataan Ara. Jadi artikel tentang pria itulah yang dibacanya hingga dia lupa mengetuk pintu saat masuk kedalam ruangannya? Sepertinya gadis kecil ini harus diberi pelajaran!

“Kau tau dia tinggal sendiri di Korea?”

“Mana ku tau.”

“Ku dengar dia tinggal bersama rekannya.”

“Aku tidak perduli.”

“Dan rekannya itu Gay.”

“Astaga! Apakah kau harus memberitahuku tentang itu? Ku yakin orangtuanya sudah menasehati anaknya untuk tidak bergaul lebih jauh dengan pria semacam itu.”

“Orangtuanya sudah meninggal. Dia benar-benar sendirian.”

Dan Leria tidak bisa menjawab. Lima detik dia termangu tak bisa berkata-kata. Dia lupa dengan kenyataan yang satu itu. Gadis itu sempat menyesal karna menyinggung soal orangtuanya yang sudah tidak ada walaupun tidak ada Kyuhyun didekatnya. Dia tetap merasa bersalah. Tiba-tiba ingat bagaimana dulu kondisi Kyuhyun saat dia baru saja di tinggal pergi oleh semua orang yang di sayanginya.

“Dan dia tidak pernah memacari wanita manapun.”

“Ara, aku tidak butuh semua informasi ini.”

“Dia hanya menyukai satu orang selama hidupnya. Mau tebak siapa?”

Tentu saja aku!

“Aku benar-benar harus pergi.”

“Baiklah, ku rasa kau tidak perlu tau siapa jawabannya, karna kau akan terserang stroke jika tau.” Kekehan Ara kemudian mendominasi kepalanya dan Leria benar-benar geram hingga mengambil langkah seribu untuk keluar dari ruangannya.

******

Leria menatap Kyuhyun sejak beberapa detik yang lalu, saat dirinya dan Kyuhyun baru saja tiba di sebuah restoran ternama. Untuk ukuran sebuah restoran mewah, tentu saja tidak akan ramai walau di jam makan siang sekalipun, karna yang akan datang ke restoran tersebut hanya orang-orang tertentu. Termasuk mereka berdua.

Kyuhyun sedari tadi membaca menunya dan belum juga berhasil menemukan apa yang akan di makannya siang ini. Leria beberapa kali merekomendasikan makanan yang sudah dia makan dan memiliki rasa yang lezat, tapi Kyuhyun mengabaikannya.

“Kyu, aku ada rapat setelah jam makan siang. Penting. Kali ini aku tidak bisa menemanimu tapi aku yang akan membayar semuanya. Ku tinggalkan uang untuk…”

“Temani aku hingga selesai.” Potong Kyuhyun dengan nada dingin.

“Tapi boss-ku sudah memerintahkan ku untuk ikut serta rapat kali ini, jadi aku benar-benar harus pergi.”

Leria baru saja bangkit dari duduknya, bahkan dia belum sempat melangkah, Kyuhyun sudah mencengkram tangannya kuat, mencegah agar gadis itu tidak pergi. Tatapan yang di berikan Kyuhyun tentu saja sebuah peringatan, bahwa gadis itu benar-benar harus menemaninya hingga selesai makan siang.

“Duduk.” Kyuhyun menarik kembali gadis itu hingga jatuh ke atas sofa yang didudukinya tadi. “ Boss-mu adalah urusanku, kau akan berterima kasih padaku nanti.” Lanjutnya.

Dengan tatapan tak suka, Leria memelototi Kyuhyun yang tentu saja tak akan berpengaruh sama sekali. Pria itu kembali tenggelam dengan menu yang berada ditangannya, seperti tak ada siapapun di hadapannya. Leria tidak suka dengan cara pria itu menahannya. Untuk lain waktu mungkin gadis itu akan maklum, tapi hari ini dia harus turut serta dalam sebuah rapat penting yang berpengaruh tentang penjualan perusahaannya.

“Aku benar-benar serius, Cho Kyuhyun! Aku harus hadir di rapat itu.”

“Aku juga ada rapat setelah jam makan siang, Sayang. Tenang sedikit.”

Kyuhyun mulai kembali menunjukkan senyum usilnya. Leria tau dia sengaja melakukannya. Sebuah balas dendam? Oh yang benar saja! Apakah usianya baru menginjak sepuluh tahun? Kyuhyun memang terkenal dengan sikap pemaksanya, apapun yang keluar dari mulutnya, semua orang harus mematuhinya.

Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya yang langsung di hampiri oleh si petugas restoran. Setelah memberikan kartu kreditnya untuk membayar, Kyuhyun kembali menatap Leria. Tatapan yang entah kenapa selalu berhasil membuatnya merasa nyaman. Padahal jelas-jelas Kyuhyun selalu membuat harinya berantakan, atau bahkan membuat hidupnya yang berantakan.

“10 menit. Berikan aku waktu 10 menit untuk menghabiskan makananku, setelah itu ku antar kau kembali ke perusahaan agar bisa mengikuti rapat super pentingmu itu.” Kata Kyuhyun tenang yang langsung melahap makanannya yang baru saja tiba.

Tepat 10 menit Kyuhyun meletakkan alat makannya dan membersihkan pinggiran bibirnya dengan tissue. Leria masih menatap Kyuhyun dengan kesal, tentu saja dia marah. Kyuhyun memintanya menemani makan, tapi sepertinya pria itu tidak butuh teman, karna dia makan dalam diam dan sama sekali tidak mengajak Leria berbicara.

“Ayo.” Kata Kyuhyun setelah menaruh beberapa lembar untuk membayar makanannya dan sisanya dia tinggalkan untuk siapa saja yang membereskan mejanya.

“Kau bilang aku harus membayar hutang, kenapa kau membayar makananmu sendiri?” Sergah Leria saat mereka berjalan berdampingan menuju mobil Kyuhyun, karna sebelumnya Kyuhyun sudah bilang akan mengantar Leria ke kantornya, jadi Kyuhyun meminta supir pribadinya untuk datang dan membawa mobil Leria. Dan gadis itu tidak menolak. Untungnya.

“Hutang yang ku maksud bukan untuk membayar. Uang? Aku memilikinya. Yang tidak ku miliki hanya kau, jadi aku menagihnya.”

Deg.

Entah mengapa hati Leria tiba-tiba berdesir, darahnya terasa seperti dialiri sengatan listrik kecil yang membuat jantungnya sedikit bekerja lebih keras. Yang tidak ku miliki hanya kau. Kata-kata yang seharusnya terdengar menggelikan itu entah kenapa justru membuat Leria sedikit… luluh?

“Hey hey, aku hanya bilang yang tidak ku miliki, bukan ingin menikahimu. Kenapa reaksimu berlebihan sekali, huh?” Goda Kyuhyun saat menyadari ada yang aneh dengan reaksi gadis itu kali ini. Tapi dia menyukainya. Bukankah itu berarti kerja kerasnya selama ini mulai berpengaruh pada gadis itu?

Leria mengedipkan matanya beberapa kali, menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung yang kini berganti menjadi sorot kebencian. Dia tau Kyuhyun sedang menertawakannya, dan dia tak suka! Leria mendorong bahu Kyuhyun cukup kencang hingga pria itu mundur satu langkah dan dia meneriaki pria itu,

“Terserah saja apa katamu! Sekali lagi kau membuatku kesal, ku pastikan kau akan pulang dengan supir pribadimu itu!” Leria menghentak kakinya kesal dan meninggalkan Kyuhyun dibelakang.

Kyuhyun tersenyum, dia tau gadis itu, dia mengenalnya, mengenalnya dengan baik. Seberapa kali gadis itu mengatakan bahwa dia sudah bertunangan, tapi Kyuhyun tau, gadis itu sama sekali tak bisa mengabaikan kehadirnyannya, berpura-pura bahwa Kyuhyun tidak memandangnya sebagai seseorang yang ingin segera menikahinya.

Sesempurna apapun gadis itu menutupi perasaannya, tapi reaksi tubuhnya sama sekali tak pandai berbohong. Bertunangan? Persetan dengan pria berinisial J’ itu. Jika hingga saat ini dia tidak berniat menikahi gadis itu, jangan salahkan Kyuhyun jika sebentar lagi di jari manis gadis itu akan tersemat cincin berlian dengan ukiran nama mereka berdua.

Menyukai gadis itu? Sudah dia lakukan sejak dulu. Mengejar gadis itu? Sudah dia lakukan hingga dia kelelahan. Dan menikahi gadis itu? Sudah tertulis di note hatinya. Sebentar lagi. Tunggu saja sampai dia bisa menemui tunangan gadis itu dan membuatnya menyerahkan gadis itu untuknya. Lihat saja nanti.

Jika Kyuhyun tak bisa mendapatkan Leria, jangan harap pria lain akan memilikinya.

====================

Cerita ini akan di update lebih dulu di wattpad

Hari ini akan di update part ke-3 disana

Mau baca part selanjutnya?

Mampir ya ke wattpad saya

ID Wattpad : julianskyu8892